TelusuR.ID

Beranda blog Halaman 20

Salut! Babinsa Guworejo Ikut Angkat Batu Demi Talud Irigasi Warga Desa Puro

0

SRAGEN,TelusuR.ID – Dalam rangka mendukung percepatan pembangunan infrastruktur desa dan memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat, Babinsa Desa Guworejo Koramil 02/Karangmalang Kodim 0725/Sragen Serma Sumartana turut serta membantu pembangunan talud irigasi di Dukuh Sepreh, Desa Puro, Kecamatan Karangmalang, Senin (22/06/2026).

Kegiatan karya bakti tersebut dilakukan bersama warga setempat dengan semangat gotong royong. Pembangunan talud irigasi ini bertujuan untuk memperkuat saluran air, mencegah longsor, serta mendukung kelancaran sistem pengairan sawah masyarakat agar lebih optimal, terutama saat musim hujan.

Serma Sumartana menyampaikan bahwa keterlibatan Babinsa dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata pengabdian TNI di wilayah binaan.

“Sebagai aparat kewilayahan, kami selalu siap membantu masyarakat dalam setiap kegiatan pembangunan. Talud irigasi ini sangat penting untuk menunjang pertanian warga dan mencegah kerusakan akibat aliran air,” ujarnya di sela kegiatan.

Bpk. Sasmo (57) selaku warga Desa Puro menyambut baik kehadiran Babinsa yang turut bergabung dalam pekerjaan fisik tersebut. Menurut warga, kehadiran TNI tidak hanya mempercepat pekerjaan, tetapi juga meningkatkan semangat kebersamaan dan gotong royong di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan hasil pembangunan talud irigasi dapat memberikan manfaat jangka panjang, khususnya dalam menjaga stabilitas lahan pertanian serta meningkatkan produktivitas pertanian warga sekitar.

(Agus Kemplu)

Jamaah Haji Andong dan Kemusu Disambut Haru, Koramil 15/Andong Hadiri Upacara Penerimaan Haji

0

Boyolali,TelusuR.ID – Suasana penuh haru dan kebahagiaan mewarnai kegiatan Upacara Penerimaan Jamaah Haji Tahun 2026 asal Kecamatan Andong dan Kecamatan Kemusu yang digelar di Gedung IPHI Kecamatan Andong, Minggu (21/06/2026). Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) sebagai bentuk penghormatan dan penyambutan kepada para tamu Allah yang telah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.

Dalam kegiatan tersebut, Danramil 15/Andong Kapten Inf Nuryadi diwakili oleh Batuud Koramil 15/Andong Pelda Widodo yang hadir bersama jajaran Forkopimcam Andong. Kehadiran aparat TNI dan unsur pemerintahan menunjukkan sinergitas serta kepedulian terhadap masyarakat, khususnya dalam menyambut kepulangan jamaah haji yang telah menyelesaikan rangkaian ibadah dengan selamat.

Acara diawali dengan penyambutan jamaah haji, dilanjutkan doa bersama dan sambutan dari para pejabat yang hadir. Rasa syukur terpancar dari wajah para jamaah dan keluarga yang telah lama menantikan momen kepulangan tersebut. Tangis haru dan kebahagiaan pun mewarnai pertemuan kembali antara jamaah dengan keluarga mereka.

Batuud Koramil 15/Andong Pelda Widodo menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh jamaah haji. Ia berharap para jamaah memperoleh predikat haji yang mabrur serta dapat menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya dalam meningkatkan nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan di lingkungan masing-masing.

Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Momentum penyambutan ini tidak hanya menjadi bentuk rasa syukur atas kepulangan jamaah haji, tetapi juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antara masyarakat, pemerintah, dan seluruh unsur Forkopimcam dalam menjaga kerukunan dan kebersamaan di wilayah Kecamatan Andong dan Kemusu.

(Agus Kemplu)

Renovasi Gereja di Papua, Satgas Yonif 521/DY dan Warga Walesi Perkuat Kebersamaan Lewat Gotong Royong

0

JAYAWIJAYA, Papua Pegunungan,TelusuR.ID – Kehadiran prajurit TNI di wilayah penugasan tidak hanya diwujudkan melalui tugas menjaga keamanan, tetapi juga melalui aksi nyata yang menyentuh kehidupan masyarakat. Hal itu ditunjukkan personel Satgas Yonif 521/Dharma Yudha (DY) yang bergotong royong bersama warga merenovasi Gereja Katolik Paroki Santo Paulus di Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Senin (22/6/2026).

Kegiatan rehabilitasi rumah ibadah tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan. Prajurit Satgas bersama masyarakat serta tokoh agama bahu-membahu memperbaiki sejumlah bagian bangunan gereja yang mengalami kerusakan, membersihkan lingkungan sekitar, hingga menata area agar lebih nyaman digunakan untuk kegiatan peribadatan.

Komandan Satgas Yonif 521/DY Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI untuk terus hadir di tengah masyarakat dan mendukung berbagai kebutuhan warga, termasuk sarana ibadah yang menjadi pusat pembinaan rohani masyarakat.

“Melalui gotong royong ini, kami ingin menunjukkan bahwa kehadiran Satgas tidak hanya menjaga stabilitas keamanan wilayah, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat dengan membantu berbagai kebutuhan yang bermanfaat bagi warga,” ujarnya.

Menurut Rahadyan, semangat kebersamaan yang terjalin antara prajurit dan masyarakat menjadi modal penting dalam menciptakan suasana yang aman, damai, dan harmonis di Papua Pegunungan.

Kehadiran personel Satgas Yonif 521/DY mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan pengurus Gereja Katolik Paroki Santo Paulus. Mereka menilai bantuan yang diberikan para prajurit mempercepat proses renovasi sekaligus menghadirkan semangat persaudaraan yang kuat.

 

Pastor Yohanes Asso mengungkapkan apresiasinya atas perhatian yang diberikan Satgas Yonif 521/DY. Menurut dia, keterlibatan prajurit TNI dalam renovasi gereja tidak hanya membantu pembangunan fisik, tetapi juga mempererat hubungan antara masyarakat dengan aparat negara.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih. Kehadiran para prajurit menjadi bukti bahwa kebersamaan dan kepedulian dapat memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat,” katanya.

Sepanjang kegiatan berlangsung, suasana akrab dan penuh semangat terlihat dari kerja sama antara warga dan prajurit. Nilai gotong royong, toleransi, dan persatuan yang menjadi jati diri bangsa tampak nyata dalam setiap proses renovasi yang dilakukan bersama.

Melalui rehabilitasi Gereja Katolik Paroki Santo Paulus, Satgas Yonif 521/DY berharap masyarakat semakin nyaman dalam menjalankan ibadah, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan untuk membangun Papua Pegunungan yang aman, damai, dan sejahtera.

Bagi Satgas Yonif 521/DY, pengabdian kepada bangsa tidak hanya diwujudkan melalui penjagaan wilayah, tetapi juga lewat kepedulian dan kehadiran nyata bersama masyarakat. Sebab, kedekatan TNI dengan rakyat menjadi fondasi penting dalam menjaga persatuan dan mempercepat pembangunan di Tanah Papua.

Hari Bhayangkara ke-80: Polres Jombang Gelar Turnamen Esport Mobile Legends Kapolres Cup

0

JOMBANG, TelusuR.id – Sektor olahraga elektronik (esport) di Kabupaten Jombang resmi mendapat panggung kehormatan. Langkah strategis diambil oleh Kepolisian Resor (Polres) Jombang guna memberikan wadah positif bagi kreativitas digital generasi muda sekaligus meminimalisasi potensi kenakalan remaja di dunia siber.

Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Jombang menggelar Turnamen Esport Mobile Legends Kapolres Jombang Cup. Agenda kompetisi digital ini dipusatkan di Gedung Graha Bhakti Bhayangkara (GBB) Markas Polres Jombang dengan atmosfer pertandingan yang sangat meriah.

Kegiatan yang menjadi bagian dari upaya pembinaan generasi muda ini berlangsung sukses dan mendapat antusiasme yang luar biasa tinggi dari para pencinta gim di Kota Santri. Sejak pendaftaran dibuka, ratusan pemuda dari berbagai penjuru wilayah kecamatan langsung mendaftarkan diri.

Tercatat sebanyak 250 peserta yang tergabung dalam 50 tim dari berbagai wilayah di Kabupaten Jombang turut ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Mereka bertarung menyusun strategi terbaik demi memperebutkan takhta tertinggi dalam turnamen bergengsi ini.

Rentetan pertandingan di arena virtual tersebut berlangsung sengit dan kompetitif sejak babak kualifikasi. Kendati tensi pertandingan berjalan sangat tinggi, masing-masing tim terpantau tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas serta aturan fair play yang ditetapkan panitia.

Setelah melalui serangkaian pertandingan maraton yang menguras energi dan konsentrasi, Tim Nightmare akhirnya keluar sebagai jawara utama dan berhak meraih gelar Juara 1. Posisi Juara 2 ditempati oleh Tim Kingdom Baik, sementara Tim TKJ harus puas menduduki urutan Juara 3.

Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, S.H., S.I.K., CPHR., melalui Kasat Reskrim AKP Robin Alexander menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh peserta. Pihak kepolisian memuji sikap tertib, sportif, dan penuh semangat yang ditunjukkan para pemuda selama turnamen berlangsung.

Menurut AKP Robin, esport merupakan salah satu instrumen modern yang sangat efektif sebagai wadah positif bagi generasi z dan milenial. Melalui medium gim kompetitif ini, anak-anak muda dituntut untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kreativitas, serta ketangkasan berpikir.

“Selamat kepada para juara dan seluruh peserta yang telah menunjukkan kemampuan terbaiknya. Turnamen ini bukan sekadar ajang kompetisi di depan layar gawai,” ujar AKP Robin Alexander saat memberikan sambutan penutupan di hadapan para peserta.

Ia mengimbuhkan bahwa ajang ini juga menjadi sarana strategis untuk mempererat tali silaturahmi antar-komunitas. Nilai-nilai kedisplinan, pembentukan karakter yang sportif, serta kerja sama tim yang solid menjadi poin utama yang ingin ditanamkan oleh Korps Bhayangkara.

Penyelenggaraan turnamen esport ini juga menjadi salah satu bentuk nyata dari komitmen pendekatan humanis Polri dengan generasi muda. Momentum peringatan Hari Bhayangkara ke-80 ini dimanfaatkan polisi untuk merangkul segmen masyarakat yang berbasis pada dunia digital.

Melalui kegiatan positif berskala daerah seperti ini, Polres Jombang berharap dapat mendorong lahirnya talenta-talenta muda berprestasi. Bibit unggul ini diharapkan tidak hanya jago di tingkat lokal, tetapi juga mampu bersaing secara sehat di industri olahraga elektronik nasional.

Lebih lanjut, AKP Robin Alexander menjelaskan bahwa perjuangan para pemenang di tingkat kabupaten tidak berhenti sampai di sini. Para juara di level Polres Jombang akan langsung mengemban misi besar untuk melanjutkan perjuangan ke tingkat yang jauh lebih tinggi.

Mereka akan resmi dikirim sebagai delegasi resmi untuk mewakili Kabupaten Jombang pada Turnamen Esport Kapolda Jawa Timur. Dari ajang regional tersebut, peserta terbaik nantinya berkesempatan besar mengamankan tiket melaju ke tingkat nasional dalam kompetisi Kapolri Cup.

“Kami berharap tim yang mewakili Jombang dapat memberikan penampilan terbaik dan mengharumkan nama daerah di tingkat Jawa Timur maupun nasional. Tunjukkan bahwa generasi muda Jombang memiliki potensi besar, prestasi, dan mampu bersaing secara positif,” tambahnya.

Seluruh rangkaian kegiatan ditutup secara khidmat dengan prosesi penyerahan trofi, piagam penghargaan, serta uang pembinaan kepada para pemenang. Kapolres Jombang Cup diharapkan menjadi pemantik konsistennya pembinaan atlet esport di Jombang guna mewujudkan sinergi Polri bersama masyarakat.

Haflah Midanutta’lim Jadi Sorotan: Ratusan Wali Santri Saksikan Pesan Kuat Para Kiai soal Pendidikan

0

Pesan Kuat dari Midanutta’lim: Pendidikan Bukan Sekadar Ilmu, Tapi Akhlak

JOMBANG, TelusuR.ID – Suasana khidmat dan penuh kebersamaan mewarnai pelaksanaan Haflah Akhirussanah Yayasan Midanutta’lim yang digelar pada Minggu (21/6/2026) di Kabupaten Jombang. Kegiatan tahunan ini menjadi ruang silaturahmi antara lembaga pendidikan, wali santri, tokoh agama, alumni, dan masyarakat dalam merayakan sekaligus mengevaluasi perjalanan pendidikan selama satu tahun terakhir.

Ratusan wali santri hadir memenuhi area acara, menyaksikan rangkaian kegiatan yang diawali dengan penampilan para santri dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari RA, TK, MI, MTs, hingga MA. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tahlil, qiraah Al-Qur’an, sambutan pengurus yayasan, mauidhoh hasanah, dan ditutup dengan doa bersama.

Pengawas Yayasan Midanutta’lim, KH Samsul Ma’arif, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan masyarakat yang terus menitipkan pendidikan anak-anaknya di lembaga tersebut. Ia menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah atau pesantren, melainkan kerja bersama antara lembaga, orang tua, dan lingkungan sosial.

“Kami atas nama yayasan menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Kami juga memohon maaf atas segala kekurangan dalam proses mendidik anak-anak,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya sinergi dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter dan berakhlakul karimah. Menurutnya, keberhasilan pendidikan sangat ditentukan oleh keterlibatan semua pihak.

Sementara itu, Ketua Yayasan Midanutta’lim, KH Khoirul Huda, B.Sc., atau yang akrab disapa Gus Huda, mengingatkan pentingnya niat yang benar dalam setiap proses pendidikan dan kehidupan.

Ia mengajak seluruh wali santri dan pendidik untuk merenungkan kembali orientasi dalam menjalani aktivitas sehari-hari, termasuk dalam mendidik anak.

“Mari kita mulai dari pertanyaan sederhana: apa yang kita lakukan ini untuk apa dan untuk siapa,” ujarnya.

Gus Huda juga menekankan pentingnya kehadiran rezeki yang halal dalam keluarga, karena menurutnya hal tersebut memiliki pengaruh langsung terhadap pembentukan karakter dan keberkahan dalam proses pendidikan anak.

“Rezeki yang halal sangat berpengaruh pada akhlak dan kemudahan anak dalam menuntut ilmu,” katanya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiyah oleh KH Nur Hadi atau yang akrab disapa Mbah Bolong. Dalam ceramahnya, ia mengajak jamaah untuk mendoakan para pendiri Yayasan Midanutta’lim yang telah berjasa membangun dan mengembangkan lembaga pendidikan tersebut hingga berkembang seperti saat ini.

Mbah Bolong menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya soal transfer ilmu, tetapi juga pembentukan karakter melalui keteladanan, kasih sayang, dan pendekatan yang lembut.

Ia mencontohkan bagaimana Rasulullah SAW memperlakukan cucunya dengan penuh kasih sayang sebagai teladan dalam mendidik anak.

“Anak-anak harus dirangkul, dicintai, dan dibimbing dengan sabar. Dari situ akan tumbuh rasa hormat dan akhlak yang baik,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya komunikasi yang sehat antara guru dan orang tua dalam proses pendidikan. Menurutnya, pendidikan akan lebih efektif jika dibangun di atas musyawarah, saling pengertian, dan kesabaran.

“Jangan memaksakan kehendak. Pendidikan yang dilandasi kasih sayang akan lebih mudah diterima anak,” katanya.

Haflah Akhirussanah ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga ruang refleksi bersama atas perjalanan pendidikan para santri. Berbagai penampilan dan kegiatan yang ditampilkan menjadi wujud kreativitas sekaligus perkembangan karakter peserta didik.

Melalui kegiatan ini, Yayasan Midanutta’lim menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang berakar pada nilai-nilai Islam, memperkuat akhlak, serta membangun generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan siap menghadapi tantangan zaman dengan karakter yang kuat dan beretika.


SPMB 2026 Disorot: Akademisi Bongkar Dugaan Siswa Titipan dan Lemahnya Pengawasan Daerah

0

JOMBANG, TelusuR.ID – Wacana pengawasan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 kembali menyingkap persoalan lama: lemahnya kontrol internal dalam dunia pendidikan. Praktisi hukum sekaligus akademisi Jombang, Dr. H. Sholikhin Ruslie, SH, MH, menilai, mengandalkan ancaman lembaga seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bukanlah jawaban utama untuk menutup celah kecurangan dalam proses penerimaan siswa baru.

Menurut Ruslie, problem utama justru terletak pada rapuhnya pengawasan di level daerah. Dinas Pendidikan, Dewan Pendidikan, hingga pemerintah kabupaten disebutnya belum tampil sebagai instrumen kontrol yang efektif dan tegas.

“Persoalan ini tidak harus selalu dibawa jauh-jauh ke KPK. Yang paling penting adalah pengawasan dan penegakan aturan di tingkat daerah yang punya kewenangan langsung,” kata Ruslie, Sabtu, 20 Juni 2026.

Dosen tetap Universitas 17 Agustus Surabaya itu menilai, pengawasan SPMB kerap berhenti pada imbauan administratif tanpa daya paksa. Padahal, menurut dia, celah penyimpangan justru muncul ketika aturan tidak disertai tindakan tegas.

Ia mendorong pemerintah daerah tidak berhenti pada pendekatan seremonial, melainkan berani menjatuhkan sanksi nyata kepada pihak yang terbukti melakukan pelanggaran. Bentuknya bisa beragam, mulai dari evaluasi jabatan hingga pencopotan.

“Kalau ada penyimpangan, harus ada sanksi. Jangan sampai hukum hanya keras ke bawah tapi tumpul ke atas. Ini yang membuat pelanggaran terus berulang,” ujarnya. Ia juga mendukung penguatan peran Dewan Pendidikan Jombang dalam melakukan pengawasan selama proses SPMB 2026 berlangsung.

Ruslie menegaskan, integritas proses penerimaan siswa baru sangat ditentukan oleh ketegasan pimpinan daerah, termasuk bupati dan kepala dinas pendidikan. Tanpa keberanian menindak pelanggaran, sistem akan terus membuka ruang praktik penyimpangan.

“Efek jera hanya muncul kalau sanksi benar-benar dijalankan. Kalau tidak, masalah ini akan berulang setiap tahun,” katanya.

Di sisi lain, Direktur Lembaga Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia (LBHAM), Faizuddin FM, menilai praktik “siswa titipan” dan pungutan liar dalam SPMB bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan sudah menyentuh ranah hak asasi manusia.

Menurut dia, praktik tersebut berpotensi menghilangkan hak dasar anak untuk memperoleh pendidikan yang setara tanpa diskriminasi, sebagaimana dijamin dalam konstitusi.

“Tindakan siswa titipan dan pungli dalam SPMB jelas mencederai hak atas pendidikan yang setara. Ini bertentangan dengan UUD 1945 dan UU HAM,” ujar Faizuddin, yang akrab disapa Gus Faiz.

Ia menambahkan, jika praktik tersebut melibatkan gratifikasi atau penyalahgunaan kewenangan, maka dapat dikenakan ketentuan pidana korupsi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Tipikor.

Sebagai bentuk kontrol publik, LBHAM membuka posko pengaduan SPMB 2026. Masyarakat didorong melaporkan dugaan kecurangan, praktik titipan, hingga indikasi pelanggaran hak asasi manusia dalam proses penerimaan murid baru.

“Tanpa pengawasan publik, sistem ini akan terus rentan disalahgunakan. Pendidikan harus bersih, setara, dan tidak boleh dikendalikan kepentingan di luar aturan,” kata Faizuddin.(gus)

Satgas Yonif 521/DY dan Warga Gotong Royong Renovasi MI Merasugun, Hadirkan Harapan Baru bagi Pendidikan Anak Papua

0

JAYAWIJAYA, TelusuR.ID – Kepedulian terhadap masa depan generasi muda Papua terus diwujudkan Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 521/DY melalui aksi nyata di tengah masyarakat. Dengan semangat gotong royong dan kemanunggalan TNI bersama rakyat, personel Pos Walesi bersama warga setempat bergandengan tangan merenovasi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Merasugun di Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Minggu (21/6/2026).

Renovasi dilakukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan layak bagi para siswa. Sejumlah bagian bangunan yang mengalami kerusakan diperbaiki secara bersama-sama, mulai dari plafon, dinding, hingga pengecatan dan pembenahan sejumlah fasilitas pendukung lainnya agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung lebih optimal.

Komandan Satgas Yonif 521/DY Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata, S.E., M.I.P., mengatakan pendidikan merupakan fondasi penting dalam menyiapkan generasi muda Papua yang unggul dan berdaya saing. Karena itu, kehadiran prajurit TNI di wilayah penugasan tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga ikut mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui berbagai kegiatan sosial yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Melalui renovasi sekolah ini, kami berharap anak-anak Papua dapat belajar dengan lebih nyaman dan semakin termotivasi untuk meraih cita-cita mereka. Pendidikan adalah investasi masa depan yang harus didukung bersama,” ujar Rahadyan.

Menurut dia, kepedulian terhadap sarana pendidikan merupakan bagian dari komitmen Satgas Yonif 521/DY dalam menjalankan pembinaan teritorial serta memperkuat hubungan harmonis dengan masyarakat di wilayah Papua Pegunungan.

Kehadiran prajurit Satgas mendapat sambutan hangat dari warga dan pihak sekolah. Kepala MI Merasugun, Baidi, S.IP., menyampaikan apresiasi atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh personel Yonif 521/DY. Menurutnya, renovasi tersebut akan memberikan manfaat besar bagi para siswa maupun tenaga pendidik dalam menjalankan aktivitas belajar mengajar sehari-hari.

“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian Satgas Yonif 521/DY. Bantuan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak-anak di kampung ini,” kata Baidi.

Suasana penuh kebersamaan tampak mewarnai kegiatan tersebut. Prajurit TNI dan masyarakat bekerja bahu-membahu tanpa mengenal lelah, saling membantu dan berbagi tugas demi mempercepat proses renovasi. Semangat gotong royong yang tumbuh menjadi cerminan kuatnya hubungan antara TNI dan masyarakat di tanah Papua.

Bagi Satgas Yonif 521/DY, karya bakti ini bukan sekadar memperbaiki bangunan sekolah. Lebih dari itu, kehadiran para prajurit “Macan Kumbang” menjadi bagian dari upaya menumbuhkan harapan dan optimisme bagi masa depan anak-anak Papua. Dengan fasilitas pendidikan yang lebih baik, diharapkan lahir generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Melalui langkah sederhana namun penuh makna ini, TNI kembali menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui tugas menjaga kedaulatan negara, tetapi juga melalui kepedulian terhadap pendidikan sebagai investasi bagi masa depan Indonesia.

Listrik Padam, Harga Naik, Isu Berganti: Jacob Ereste Menyoal Negeri yang Tak Pernah Kehabisan Kegaduhan

0

Menguji Ombak Yang Terus Bergolak Hingga Mabuk Laut Yang Semakin Mengasyikkan

Oleh: Jacob Ereste

TelusuR.ID – Gelombang isu yang datang silih berganti seolah tak pernah memberi kesempatan publik untuk benar-benar menuntaskan satu persoalan sebelum disodori persoalan lain. Dari isu pemadaman listrik yang dikaitkan dengan tata niaga batu bara hingga kontroversi hukum yang menyeret Roy Suryo dan dokter Tifa, ruang publik dipenuhi kegaduhan yang kadang terasa seperti arus laut yang sengaja dibiarkan bergolak.

Persoalan listrik, misalnya, bukan sekadar soal teknis. Di baliknya terdapat masalah tata kelola energi yang kerap dikaitkan dengan kepentingan bisnis batu bara dan mekanisme Domestic Market Obligation (DMO) yang selama ini menjadi instrumen untuk menjamin pasokan dalam negeri. Ketika pasokan terganggu, dampaknya tidak hanya dirasakan industri, tetapi juga kehidupan sehari-hari masyarakat yang semakin bergantung pada energi listrik, termasuk pengguna kendaraan listrik yang kini terus bertambah.

Di tengah kegelisahan itu, perhatian masyarakat juga tersedot oleh dinamika hukum yang melibatkan Roy Suryo dan dokter Tifa. Penahanan yang kemudian berubah menjadi pembebasan bersyarat setelah adanya jaminan dari sejumlah tokoh pergerakan memunculkan pertanyaan lain yang belum terjawab. Janji Presiden ke-7 Joko Widodo untuk menunjukkan ijazah asli melalui mekanisme pengadilan masih menjadi pokok perkara yang dinantikan penyelesaiannya. Kejelasan atas persoalan tersebut diperlukan agar polemik yang berlarut-larut tidak terus menguras energi publik.

Sementara itu, persoalan yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat justru belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Harga kebutuhan pokok terus merangkak naik, meski klaim keberhasilan swasembada pangan terus bergema. Masyarakat berharap berbagai program pemerintah benar-benar menghadirkan manfaat nyata, bukan sekadar menjadi deretan angka dan laporan yang terdengar impresif di atas kertas.

Di sektor lain, program-program besar yang menyedot anggaran negara juga menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas dan prioritas. Kehadiran ratusan kendaraan listrik milik Badan Gizi Nasional, misalnya, memunculkan tanda tanya mengenai optimalisasi pemanfaatannya. Di tengah keterbatasan fiskal, setiap rupiah yang berasal dari uang rakyat semestinya dikelola dengan prinsip akuntabilitas dan kebermanfaatan yang jelas.

Pada saat yang sama, denyut kehidupan keluarga berjalan dengan ritmenya sendiri. Anak-anak membutuhkan biaya tambahan untuk berbagai kegiatan pendidikan. Mahasiswa semakin sering turun ke jalan menyampaikan aspirasi. Fenomena ini dapat dibaca sebagai bagian dari proses pembentukan kesadaran kebangsaan dan kepedulian terhadap masa depan negeri. Generasi muda yang kritis sesungguhnya merupakan modal penting untuk menyongsong cita-cita Indonesia Emas 2045, asalkan energi kritis itu mendapat ruang yang sehat untuk tumbuh.

Di tengah derasnya arus informasi media sosial yang semakin liar, pemerintah menghadapi tantangan besar untuk menjaga kepercayaan publik. Kehadiran lembaga-lembaga resmi yang dibiayai oleh APBN semestinya mampu menjadi sumber informasi yang kredibel dan menjadi penyeimbang dari banjir opini yang kerap menggiring persepsi masyarakat tanpa kendali.

Begitulah serpihan peristiwa yang setiap hari memenuhi ruang pemberitaan. Sebagian menjadi bahan diskusi di warung-warung kopi, sebagian lagi hanya lewat sebagai percakapan singkat yang segera ditelan isu berikutnya. Namun, di tengah hiruk-pikuk ibu kota yang nyaris tak pernah beristirahat, masyarakat sesungguhnya mendambakan sesuatu yang sederhana: kepastian, ketenangan, dan harapan bahwa negara hadir bukan sekadar untuk mengelola kegaduhan, melainkan juga untuk menghadirkan solusi.

Sepenggal renungan itu tergeletak di meja sebuah warung kopi sederhana di Tigaraksa. Tempat yang bersih dan hangat, jauh dari riuh yang tak pernah tidur. Di sana, sambil menyeruput kopi pagi, kami menyadari bahwa hidup terasa semakin melelahkan ketika terlalu banyak ombak dibiarkan bergulung, sementara pelabuhan tempat berlabuh tak kunjung terlihat.

Tigaraksa, 20 Juni 2026

Mengapa Kapolri Datangi Makam Gus Dur? Jejak Reformasi Polri Kembali Dikenang di Tebuireng

0

Menjelang Hari Bhayangkara ke-80, Kapolri Ziarah ke Makam Gus Dur di Tebuireng

JOMBANG, TelusuR.id – Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berziarah ke makam Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu, 20 Juni 2026.

Kunjungan itu menjadi bagian dari rangkaian tradisi Korps Bhayangkara menjelang Hari Bhayangkara yang diperingati setiap 1 Juli. Bagi Polri, nama Gus Dur memiliki arti khusus karena kepemimpinannya menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan reformasi kepolisian.

Setibanya di kompleks makam keluarga Tebuireng, Listyo Sigit yang mengenakan peci hitam memimpin doa bersama sebelum menaburkan bunga di pusara mantan presiden yang wafat pada 30 Desember 2009 itu. Suasana berlangsung khidmat.

Kedatangan Kapolri disambut Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin. Dalam tradisi pesantren, Kapolri menerima pengalungan surban sebagai bentuk penghormatan kepada tamu.

Bagi institusi Polri, Gus Dur dikenang sebagai sosok yang memberi ruang bagi lahirnya kepolisian yang lebih mandiri. Pada masa pemerintahannya, reformasi sektor keamanan terus didorong melalui pemisahan TNI dan Polri, yang kemudian diperkuat melalui TAP MPR Nomor VI Tahun 2000 tentang Pemisahan TNI dan Polri serta TAP MPR Nomor VII Tahun 2000 tentang Peran TNI dan Peran Polri.

Kebijakan itu menjadi salah satu fondasi penting yang menempatkan Polri sebagai institusi yang bertanggung jawab menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di bawah Presiden.

Namun warisan Gus Dur tidak hanya dikenang dalam konteks reformasi kelembagaan. Tokoh Nahdlatul Ulama tersebut juga dikenal luas sebagai figur yang memperjuangkan pluralisme, hak-hak kelompok minoritas, serta nilai-nilai kemanusiaan dan toleransi.

Nilai-nilai itulah yang dinilai masih relevan menjadi pijakan moral bagi aparat kepolisian dalam menjalankan tugasnya. Di usia ke-80 tahun, Polri dituntut tak hanya profesional dalam penegakan hukum, tetapi juga semakin dekat dengan masyarakat.

Usai berziarah, Kapolri dan Gus Kikin melanjutkan pertemuan di kediaman pengasuh pesantren. Dalam suasana hangat, keduanya membahas pentingnya sinergi antara ulama dan kepolisian dalam menjaga keamanan serta merawat persatuan bangsa.

Pihak Pesantren Tebuireng mengapresiasi tradisi Polri yang terus menjaga hubungan dengan para tokoh bangsa. Gus Kikin berharap di usia yang semakin matang, Polri dapat terus memperkuat profesionalisme dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Ziarah ke makam Gus Dur menjadi lebih dari sekadar tradisi tahunan. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi institusi kepolisian, kunjungan itu menjadi pengingat bahwa reformasi, penghormatan terhadap keberagaman, dan pelayanan kepada masyarakat merupakan nilai-nilai yang telah lama dititipkan oleh para pendiri bangsa.

SPPG Mancar 1 Jadi Sorotan, Kader Posyandu Turun Langsung Awasi Dapur MBG untuk 1.915 Penerima Manfaat

0

Kader Posyandu di Jombang Turun Mengawasi Dapur MBG, Pastikan 1.915 Penerima Manfaat Terlayani

JOMBANG, TelusuR.id – Sejumlah kader Posyandu Desa Mancar, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, mendatangi dapur Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Mancar 1, Sabtu, 20 Juni 2026. Kunjungan itu bukan sekadar silaturahmi, melainkan bentuk keterlibatan warga dalam mengawal kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar ribuan penerima manfaat.

Dapur yang dikelola Yayasan Putra Gayuh Nekatra tersebut selama enam bulan terakhir melayani 1.915 penerima manfaat. Para kader ingin memastikan makanan yang setiap hari disalurkan kepada balita dan anak sekolah diproses secara higienis dan memenuhi standar gizi.

Setibanya di lokasi, para kader bersama petugas dapur meninjau ruang pengolahan, memeriksa tata kelola bahan baku, hingga melihat langsung proses memasak. Mereka juga mencermati penerapan standar operasional yang menjadi acuan dalam penyajian makanan.

Bagi para kader Posyandu, kualitas pangan tak hanya diukur dari kandungan gizinya, tetapi juga dari cara makanan itu diolah dan disiapkan.

“Kami ingin memastikan langsung kondisi dapur. Setelah kami lihat, kondisinya cukup baik dan proses pengolahan makanan sudah sesuai dengan standar operasional prosedur,” kata kader Posyandu Desa Mancar, Yuli Roseta.

Menurut Yuli, keterlibatan kader kesehatan desa penting agar pelaksanaan program berjalan sesuai kebutuhan warga. Para kader yang sehari-hari bersentuhan dengan balita dan keluarga penerima manfaat dinilai memiliki peran strategis dalam mengawasi kualitas layanan.

Kunjungan itu juga menjadi ruang dialog antara kader Posyandu dan pengelola SPPG. Pihak dapur menjelaskan mekanisme penyusunan menu, pemilihan bahan baku, hingga proses distribusi makanan kepada penerima manfaat.

Program tersebut tak hanya berdampak pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga menggerakkan ekonomi desa. Sejumlah ibu rumah tangga setempat dilibatkan sebagai tenaga masak dan pekerja dapur.

Kepala SPPG Mancar 1, Sulistia Ika Ramadani, menyambut baik kehadiran para kader Posyandu. Menurut dia, masukan dari masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga mutu pelayanan.

 

“Alhamdulillah, kami sangat terbantu dengan adanya kunjungan ini. Respons dari kader relawan juga sangat baik,” ujar Sulistia.

Masukan dari para kader, kata dia, akan menjadi bahan evaluasi untuk penyempurnaan fasilitas dan tata kelola dapur. Evaluasi tersebut sejalan dengan surat edaran Badan Gizi Nasional (BGN) mengenai peninjauan kinerja pelaksana program.

Selama beroperasi, SPPG Mancar 1 rutin menyajikan menu bergizi dengan variasi yang disesuaikan kebutuhan penerima manfaat. Salah satu menu yang disajikan antara lain nasi putih, ikan dori, tumis labu siam dan jagung, kurma, serta susu full cream. Pada hari berikutnya, menu berupa bubur kacang hijau dengan sagu mutiara, gula merah, buah leci, dan telur puyuh juga dibagikan kepada penerima manfaat.

Di tengah berbagai upaya pemerintah memperkuat kualitas gizi masyarakat, keterlibatan para kader Posyandu di tingkat desa memperlihatkan bahwa keberhasilan program tak hanya bergantung pada kebijakan, tetapi juga pada partisipasi warga yang menjaga pelaksanaannya tetap berjalan sesuai tujuan.