Renovasi Gereja di Papua, Satgas Yonif 521/DY dan Warga Walesi Perkuat Kebersamaan Lewat Gotong Royong

0
9 views
Bagikan :

JAYAWIJAYA, Papua Pegunungan,TelusuR.ID – Kehadiran prajurit TNI di wilayah penugasan tidak hanya diwujudkan melalui tugas menjaga keamanan, tetapi juga melalui aksi nyata yang menyentuh kehidupan masyarakat. Hal itu ditunjukkan personel Satgas Yonif 521/Dharma Yudha (DY) yang bergotong royong bersama warga merenovasi Gereja Katolik Paroki Santo Paulus di Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Senin (22/6/2026).

Kegiatan rehabilitasi rumah ibadah tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan. Prajurit Satgas bersama masyarakat serta tokoh agama bahu-membahu memperbaiki sejumlah bagian bangunan gereja yang mengalami kerusakan, membersihkan lingkungan sekitar, hingga menata area agar lebih nyaman digunakan untuk kegiatan peribadatan.

Komandan Satgas Yonif 521/DY Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI untuk terus hadir di tengah masyarakat dan mendukung berbagai kebutuhan warga, termasuk sarana ibadah yang menjadi pusat pembinaan rohani masyarakat.

“Melalui gotong royong ini, kami ingin menunjukkan bahwa kehadiran Satgas tidak hanya menjaga stabilitas keamanan wilayah, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat dengan membantu berbagai kebutuhan yang bermanfaat bagi warga,” ujarnya.

Menurut Rahadyan, semangat kebersamaan yang terjalin antara prajurit dan masyarakat menjadi modal penting dalam menciptakan suasana yang aman, damai, dan harmonis di Papua Pegunungan.

Kehadiran personel Satgas Yonif 521/DY mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan pengurus Gereja Katolik Paroki Santo Paulus. Mereka menilai bantuan yang diberikan para prajurit mempercepat proses renovasi sekaligus menghadirkan semangat persaudaraan yang kuat.

 

Pastor Yohanes Asso mengungkapkan apresiasinya atas perhatian yang diberikan Satgas Yonif 521/DY. Menurut dia, keterlibatan prajurit TNI dalam renovasi gereja tidak hanya membantu pembangunan fisik, tetapi juga mempererat hubungan antara masyarakat dengan aparat negara.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih. Kehadiran para prajurit menjadi bukti bahwa kebersamaan dan kepedulian dapat memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat,” katanya.

Sepanjang kegiatan berlangsung, suasana akrab dan penuh semangat terlihat dari kerja sama antara warga dan prajurit. Nilai gotong royong, toleransi, dan persatuan yang menjadi jati diri bangsa tampak nyata dalam setiap proses renovasi yang dilakukan bersama.

Melalui rehabilitasi Gereja Katolik Paroki Santo Paulus, Satgas Yonif 521/DY berharap masyarakat semakin nyaman dalam menjalankan ibadah, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan untuk membangun Papua Pegunungan yang aman, damai, dan sejahtera.

Bagi Satgas Yonif 521/DY, pengabdian kepada bangsa tidak hanya diwujudkan melalui penjagaan wilayah, tetapi juga lewat kepedulian dan kehadiran nyata bersama masyarakat. Sebab, kedekatan TNI dengan rakyat menjadi fondasi penting dalam menjaga persatuan dan mempercepat pembangunan di Tanah Papua.

Tinggalkan Balasan