TelusuR.ID

Beranda blog Halaman 116

Rahasia Renyah Kembang Goyang Jombang, Camilan Jadul yang Tak Lekang Dimakan Zaman

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Di tengah gempuran jajanan modern dengan aneka rasa kekinian, kue kembang goyang atau kue antari tetap punya singgasana sendiri di hati penggemarnya.

Menjelang Hari Raya Idulfitri, camilan tradisional yang menyerupai kelopak bunga ini seolah menjadi hidangan wajib yang diburu masyarakat.

Di Jombang, Ika Trisna Savitri menjadi salah satu sosok yang setia menjaga kemurnian rasa kudapan ini. Bertempat di Jalan Sisingamangaraja, Desa Kepatihan, Vivi—sapaan akrabnya—terus memutar cetakan besi di dalam wajan panas sejak usaha keluarganya dirintis pada tahun 1996.

Daya tarik utama kue ini terletak pada proses pembuatannya yang atraktif.”Dinamakan kembang goyang karena adonan di cetakan harus digoyang-goyangkan di dalam minyak panas agar terlepas dan membentuk kelopak yang cantik,” jelas Vivi saat ditemui pada Jumat (27/02) dikutip Telusur.id.

Meski melewati proses penggorengan, keunggulan kembang goyang buatan Vivi ada pada teknik penirisan yang presisi. Hasilnya, kue tetap kering, tidak berminyak (oily), dan memiliki ketahanan renyah yang lebih lama dibandingkan produk serupa di pasaran.

Rahasia kelezatannya ada pada keseimbangan rasa. Saat digigit, sensasi gurih langsung menyapa lidah, disusul semburat manis yang tipis dan tidak berlebihan. Teksturnya yang tipis dan garing membuatnya sangat ringan, sehingga sulit untuk berhenti setelah gigitan pertama.

Dahulu, kue ini hanya muncul di meja-meja hajatan atau pernikahan sebagai simbol keberkahan. Namun, kini kembang goyang telah berevolusi menjadi camilan harian yang digemari lintas generasi berkat inovasi varian rasa dan warna yang lebih modern namun tetap otentik.

Kepopuleran kue ini tak lagi hanya sebatas wilayah Jombang. Pesanan terus mengalir hingga ke Jakarta, membuktikan bahwa cita rasa klasik yang dieksekusi dengan kualitas premium memiliki pasar yang sangat luas di kancah nasional.

“Kami sedang mengejar pesanan pelanggan untuk Lebaran. Kembang goyang kami punya karakter gurih yang kuat, itulah yang membuat pembeli selalu kembali,” terang Vivi di tengah kepulan uap penggorengan yang harum.

Dari segi ekonomi, Vivi tetap menjaga harga yang sangat bersahabat. Ukuran 200 gram dibanderol Rp12.000, sementara kemasan mungil 80 gram dijual hanya Rp7.000. Tersedia pula harga grosir Rp11.000 bagi reseller yang ingin ikut memasarkan produk legendaris ini.

Adi Rosul, seorang pelanggan setia, mengaku selalu memesan sejak awal Ramadan. “Kue ini sangat renyah, manisnya tidak menusuk, dan ada aroma khas santan yang gurih. Kalau tidak pesan sekarang, pasti kehabisan saat mendekati hari H Lebaran,” ungkapnya.

Dengan perpaduan bentuk yang estetis dan rasa yang menggugah selera, kembang goyang Jombang tetap menjadi primadona kuliner. Keberadaannya bukan sekadar soal rasa, melainkan cara kita merayakan tradisi dalam setiap gigitan renyahnya.

Ibas: Pesantren Adalah Tiang Negeri, Penentu Kekuatan Moral Bangsa

0

NGAWI, TELUSUR.ID – Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menegaskan bahwa pondok pesantren memiliki peran yang sangat strategis dalam menjaga eksistensi bangsa.

Menurutnya, pesantren bukan sekadar lembaga pendidikan, melainkan “tiang negeri” yang menyangga fondasi Indonesia.

Penegasan tersebut disampaikan Ibas di hadapan ratusan santri dalam rangkaian Reses 2026 saat menghadiri acara buka puasa bersama di Pondok Pesantren Syarifatul Ulum, Ngawi, Kamis (26/02).

Momentum ini dimanfaatkan Ibas untuk menyerap aspirasi sekaligus memberikan motivasi kepada para pencari ilmu agama.

Dalam arahannya, Ibas menekankan bahwa kejayaan sebuah bangsa tidak boleh hanya diukur dari kemajuan teknologi dan kekuatan ekonomi semata.

Ia meyakini bahwa kualitas moral dan akhlak penggerak bangsa adalah variabel utama yang akan menentukan masa depan Indonesia di kancah global.

“Ilmu tanpa akhlak adalah kegelapan, sedangkan akhlak tanpa ilmu adalah kelemahan. Keduanya harus berjalan beriringan dan saling menguatkan,” ujar Ibas melalui keterangannya, Jumat (27/02) dikutip Telusur.id.

Pesan ini pun menjadi pengingat penting bagi para santri agar terus menyeimbangkan aspek intelektual dan spiritual.

Lebih lanjut, legislator asal Dapil VII Jawa Timur ini mengingatkan kembali payung hukum yang melindungi entitas pesantren.

Ia merujuk pada Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 yang secara eksplisit menempatkan pesantren sebagai lembaga pendidikan, dakwah, dan pusat pemberdayaan masyarakat.

Ibas menilai, amanat konstitusi yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 mengenai upaya “mencerdaskan kehidupan bangsa” sebenarnya telah dijalankan oleh dunia pesantren jauh sebelum Indonesia meraih kemerdekaannya.

Hal ini membuktikan akar sejarah pesantren yang sangat kuat dalam membangun karakter manusia Indonesia.

Mengacu pada data nasional, saat ini jumlah pesantren di Indonesia telah menembus angka lebih dari 39 ribu institusi dengan jutaan santri aktif.

Bagi Ibas, angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan modal sosial yang luar biasa besar bagi ketahanan nasional.

“Ini adalah kekuatan besar dan energi moral bagi bangsa kita. Kita harus meyakini bahwa santri yang belajar hari ini adalah para pemimpin hebat di masa depan,” imbuhnya dengan nada optimistis di hadapan keluarga besar Ponpes Syarifatul Ulum.

Memasuki momentum bulan suci Ramadan, Ibas juga mengajak seluruh santri untuk menjadikan ibadah puasa sebagai madrasah disiplin.

Ia berharap Ramadan menjadi sarana efektif untuk memperbaiki hati, memperkuat mentalitas, serta memacu semangat dalam mengukir prestasi akademik maupun non-akademik.

“Jika ilmu kuat, akhlak terjaga, dan prestasi terus tumbuh, maka negeri ini akan menjadi sangat kuat. Ramadan religi, menguatkan negeri,” pungkas Ibas

Tuntaskan Lawatan ke 4 Negara, Presiden Prabowo Subianto Tiba di Tanah Air Membawa Capaian Strategis

0

JAKARTA, TELUSUR.ID – Presiden Prabowo Subianto resmi menuntaskan rangkaian lawatan luar negeri ke empat negara sahabat dan tiba kembali di Tanah Air pada Jumat (27/02).

Kunjungan marathon ini menghasilkan capaian strategis di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, investasi, hingga penguatan posisi diplomasi perdamaian Indonesia di panggung dunia.

Berdasarkan pantauan dari kanal YouTube Sekretariat Presiden, Pesawat Kepresidenan Garuda Indonesia-1 yang membawa Kepala Negara mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma sekitar pukul 08.00 WIB.

Kedatangan Presiden disambut rintik hujan serta barisan pejabat tinggi negara yang telah bersiap di landasan pacu.

Tampak hadir menyambut kepulangan Presiden antara lain Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, dan Mensesneg Prasetyo Hadi.

Selain jajaran kabinet, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto serta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga turut mendampingi prosesi penyambutan tersebut.

Agenda lawatan ini dinilai sangat krusial karena tidak sekadar berisi seremoni kenegaraan. Presiden Prabowo aktif melakukan berbagai pertemuan bilateral yang mempertegas posisi Indonesia sebagai mitra terpercaya sekaligus aktor kunci di tengah dinamika geopolitik global yang kian kompleks.

Rangkaian kunjungan diawali di Washington DC, Amerika Serikat, pada pertengahan Februari lalu. Dalam kesempatan tersebut, Presiden menghadiri pertemuan perdana Board of Peace serta menandatangani Perjanjian Tarif Resiprokal bersama Presiden AS Donald Trump guna memperkuat arus perdagangan kedua negara.

Perjalanan berlanjut ke London, Inggris, di mana fokus utama tertuju pada sektor teknologi tinggi. Presiden menyaksikan langsung penandatanganan kerja sama strategis di bidang semikonduktor antara Danantara dan Arm Ltd, yang diproyeksikan bakal mempercepat transformasi digital nasional.

Memasuki wilayah Timur Tengah, Presiden Prabowo singgah di Amman, Yordania, pada Kamis (26/02). Di sana, Kepala Negara melakukan pertemuan bilateral intensif dengan Raja Yordania, Abdullah II, guna membahas stabilitas kawasan serta penguatan hubungan persaudaraan antarnegara Muslim.

Destinasi terakhir dalam rangkaian lawatan ini adalah Uni Emirat Arab (UEA). Presiden mendatangi Istana Qashr Al-Bahr untuk menemui Presiden UEA, Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ), guna menyepakati komitmen besar dalam penguatan kerja sama investasi negara yang saling menguntungkan.

Dengan mendaratnya pesawat kepresidenan di Jakarta, seluruh hasil kesepakatan dari empat negara tersebut diharapkan dapat segera ditindaklanjuti oleh kementerian terkait. Langkah ini menjadi babak baru bagi penguatan ekonomi dan kedaulatan Indonesia di mata internasional pada tahun 2026.

Hadiri Buka Puasa Kedubes Arab Saudi, Khofifah Perkuat Sinergi Diplomatik dan Ukhuwah

0

JAKARTA, TELUSUR.ID – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menghadiri undangan buka puasa bersama dari Kedutaan Besar Kerajaan Arab Saudi untuk RI, ASEAN, dan Timor Leste di Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Kehadiran orang nomor satu di Jawa Timur tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral serta memperkuat kerja sama strategis antara kedua negara.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Founding Day atau Hari Berdirinya Kerajaan Arab Saudi yang jatuh setiap tanggal 22 Februari.

Momentum ini dimanfaatkan sebagai ruang silaturahmi formal maupun informal bagi pemerintah, tokoh masyarakat, dan perwakilan diplomatik negara-negara sahabat.

Dalam keterangannya, Khofifah menyampaikan apresiasi mendalam atas undangan tersebut. Ia berharap pertemuan ini menjadi pemicu semakin kuatnya hubungan baik yang selama ini telah terjalin erat antara Indonesia, khususnya Provinsi Jawa Timur, dengan Kerajaan Arab Saudi.

“Undangan ini bukan hanya menjadi kehormatan bagi kami, tetapi juga cerminan eratnya silaturahmi untuk memperkuat hubungan diplomatik. Semoga momentum ini membawa keberkahan dan sinergi yang lebih luas bagi masyarakat kedua negara,” ujar Khofifah dalam keterangan di Surabaya, Kamis (25/2/2026) dikutip Telusur.id.

Khofifah menilai bahwa relasi Indonesia dan Arab Saudi telah berkembang sangat konstruktif di berbagai sektor vital, mulai dari bidang keagamaan, pendidikan, hingga kerja sama ekonomi.

Menurutnya, kerangka kerja sama ini harus terus ditingkatkan agar memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan rakyat.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Bulan Ramadhan merupakan saat yang tepat untuk mempraktikkan toleransi dan solidaritas sosial. Baginya, praktik nyata toleransi telah tumbuh subur dalam keseharian masyarakat Jawa Timur dan menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas serta keharmonisan antarumat beragama.

Sementara itu, Duta Besar Kerajaan Arab Saudi, Faisal Abdullah H. Amodi, menegaskan bahwa hubungan kedua negara terus menunjukkan tren positif.

Hal ini ditopang oleh kedekatan emosional serta visi yang sejalan antara para pemimpin negara dan persaudaraan yang kuat di tingkat akar rumput.

Faisal juga menegaskan komitmen berkelanjutan Kerajaan Arab Saudi dalam memberikan pelayanan maksimal terhadap Dua Masjid Suci (Masjidil Haram dan Masjid Nabawi).

Komitmen ini, menurutnya, merupakan bagian tak terpisahkan dari tanggung jawab kerajaan dalam melayani umat Islam di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Dubes Faisal turut menyampaikan harapan terbaik bagi Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Ia mendoakan agar kepemimpinan mereka terus membawa kemajuan bagi seluruh rakyat Saudi dan memberikan dampak positif bagi stabilitas kawasan.

Menutup rangkaian kegiatan, pihak Kerajaan Arab Saudi secara khusus menyampaikan selamat menunaikan ibadah puasa kepada seluruh umat Islam di Indonesia. Pihak Kedubes berharap seluruh masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman, lancar, serta senantiasa berada dalam kondisi sehat walafiat.

Demi Kemajuan Desa, Bulan Puasa Bukan Penghalang Kemanunggalan TNI Dan Rakyat Dilokasi TMMD 127 Desa Kembang

0

Wonogiri,TelusuR.ID – Semangat pengabdian tanpa batas kembali ditunjukkan oleh Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Kodim 0728/Wonogiri. Meskipun dalam suasana bulan Ramadan, para personel TNI dan warga tetap konsisten melaksanakan pekerjaan fisik berupa pengecoran jalan sepanjang 500 meter di lokasi sasaran, Jumat (27/2/2026).

Kondisi cuaca yang panas serta pelaksanaan ibadah puasa tidak menyurutkan ritme kerja anggota Satgas bersama masyarakat setempat. Teriknya matahari justru dijawab dengan semangat gotong royong yang semakin erat demi mengejar target penyelesaian sesuai waktu yang telah ditentukan.

Komandan Kompi (Danki) SSK Satgas TMMD Reguler ke-127, Letda Arm Vicky Purwo, menegaskan bahwa puasa bukanlah alasan untuk menurunkan produktivitas. Menurutnya, bekerja demi kemajuan desa dan kesejahteraan rakyat juga merupakan bagian dari ibadah.

“Puasa bukan penghalang bagi kami untuk tetap bekerja melaksanakan pengecoran jalan. Justru di bulan yang penuh berkah ini, semangat anggota semakin berlipat ganda karena kami tahu jalan ini sangat dinantikan warga untuk menunjang akses ekonomi dan mobilitas sehari-hari,” ujar Letda Vicky.

Secara terpisah, Komandan Kodim (Dandim) 0728/Wonogiri sekaligus Dansatgas TMMD Reguler ke-127, Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihahuan memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi prajurit dan warga desa Kembang yang tetap bekerja maksimal di lapangan. Ia menekankan pentingnya menjaga kualitas pekerjaan meskipun dalam kondisi berpuasa.

“Saya sangat mengapresiasi semangat pantang menyerah yang ditunjukkan di lapangan. Ini adalah bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kami memastikan bahwa meskipun sedang berpuasa, standar kualitas pengecoran tetap terjaga sesuai spesifikasi yang telah direncanakan,” ungkapnya.

Melalui program TMMD Reguler ke-127 ini, diharapkan pembangunan infrastruktur jalan dapat memperlancar aktivitas masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi desa secara berkelanjutan.

 

(Agus Kemplu)

Realisasi Capai 96 Persen, Menag Serahkan Laporan Keuangan 2025 ke BPK

0

JAKARTA, TELUSUR.ID – Kementerian Agama (Kemenag) secara resmi menyerahkan Laporan Keuangan Tahun 2025 (Unaudited) kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

Penyerahan ini menandai performa kinerja anggaran yang impresif dengan capaian realisasi belanja kementerian yang menembus angka 96 persen.

Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa pelaporan keuangan ini jauh melampaui sekadar pemenuhan kewajiban administratif tahunan.

Langkah ini merupakan mandat konstitusi untuk memastikan setiap rupiah uang negara dikelola secara transparan dan memberikan manfaat nyata bagi publik.

“Pelaporan ini bukan hanya formalitas, tetapi bagian dari tanggung jawab untuk menjamin akuntabilitas serta mendorong transformasi tata kelola keuangan negara yang semakin bersih,” ujar Menag Nasaruddin, Kamis (26/2/2026) dikutip Telusur.id.

Menilik data laporan tersebut, Kemenag menunjukkan efektivitas serapan anggaran yang sangat tinggi di tengah kompleksitas programnya. Dari total pagu anggaran sebesar Rp85,68 triliun, kementerian berhasil merealisasikan belanja sebesar Rp81,83 triliun.

Capaian 96 persen ini mencerminkan keberhasilan Kemenag dalam menjalankan mandat utama di berbagai lini. Serapan tersebut meliputi optimalisasi layanan keagamaan, penyelenggaraan pendidikan, serta program perlindungan masyarakat yang tersebar di seluruh pelosok tanah air.

Secara teknis, anggaran tersebut dialokasikan secara proporsional untuk pos-pos krusial. Realisasi ini mencakup belanja pegawai guna menunjang produktivitas aparatur, belanja barang untuk operasional kedinasan, hingga belanja modal untuk pembangunan infrastruktur layanan umat.

Salah satu poin data yang paling menonjol adalah realisasi penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) yang tercatat mencapai Rp3,42 triliun. Angka ini menegaskan bahwa fungsi jaring pengaman sosial di sektor keagamaan berjalan hampir tanpa hambatan dalam menyentuh kelompok masyarakat rentan.

Selain bantuan sosial, dana besar tersebut juga dikucurkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan. Hal ini mencakup operasional madrasah, perguruan tinggi keagamaan negeri, hingga pemberian beasiswa yang menjadi prioritas dalam peningkatan kualitas SDM nasional.

Sektor penyelenggaraan haji dan umrah juga mendapat porsi perhatian dalam laporan ini. Kemenag memastikan penataan Barang Milik Negara (BMN) tetap profesional meskipun tengah terjadi penyesuaian kelembagaan pasca pembentukan badan baru yang mengurusi urusan haji.

Stabilitas posisi keuangan kementerian juga terlihat dari tata kelola aset yang semakin akuntabel. Manajemen BMN dilakukan secara sistematis untuk memastikan seluruh kekayaan negara di bawah otoritas Kemenag tercatat dengan rapi dan dapat dipertanggungjawabkan.

Menag Nasaruddin Umar menyatakan optimismenya bahwa proses audit oleh BPK akan memberikan rekomendasi yang konstruktif. Ia memandang pemeriksaan ini sebagai kesempatan untuk terus menyempurnakan tata kelola birokrasi yang bebas dari praktik penyimpangan.

Kemenag berkomitmen untuk terus mempertahankan kepercayaan publik melalui keterbukaan informasi keuangan. Setiap masukan dari auditor BPK nantinya akan dijadikan dasar untuk melakukan perbaikan berkelanjutan demi mewujudkan pemerintahan yang bersih.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap aset dan anggaran digunakan sepenuhnya untuk kemaslahatan bangsa. Kepercayaan masyarakat adalah modal utama kami dalam memperkuat kehidupan beragama di Indonesia,” pungkas Menag menutup pernyataannya.

Babinsa Imbau Warga Waspada Kesehatan di Bulan Puasa

0

Sragen, TelusuR.id – Dalam rangka menjaga kesehatan dan kebugaran masyarakat selama bulan suci Ramadan, Babinsa Kelurahsn Kroyo Koramil 02/Karangmalang Kodim 0725/Sragen Serka Sugito aktif melaksanakan komunikasi sosial (komsos) dengan warga binaannya. Kegiatan tersebut dilakukan dengan menyambangi rumah-rumah warga serta berdialog langsung di rumah warga, Kamis (26/02/2026).

Dalam kesempatan itu, Serka Sugito mengimbau masyarakat agar tetap memperhatikan pola makan dan istirahat selama menjalankan ibadah puasa. Ia menekankan pentingnya mengonsumsi makanan bergizi saat sahur dan berbuka, memperbanyak minum air putih, serta mengurangi makanan yang terlalu manis dan berminyak.

“Kesehatan harus tetap menjadi prioritas. Meski berpuasa, aktivitas sehari-hari tetap berjalan, sehingga kondisi tubuh harus dijaga agar tetap fit,” ujarnya.

Selain itu, Sugito juga mengingatkan warga untuk rutin berolahraga ringan menjelang berbuka puasa serta menjaga kebersihan lingkungan agar terhindar dari berbagai penyakit. Ia juga mengajak masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala seperti pusing berlebihan, lemas, atau dehidrasi.

Kegiatan komsos ini mendapat respons positif dari warga Kel. Kroyo. Mereka merasa diperhatikan dan diingatkan akan pentingnya menjaga kesehatan selama bulan Ramadan. Dengan adanya imbauan tersebut, diharapkan seluruh masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan lancar, aman, dan tetap sehat hingga Hari Raya Idul fitri.

 

(Agus Kemplu)

Pemerintah Buka Keran Miras AS Lewat Skema ART, MUI: Mengapa yang Haram Diperbesar?

0

JAKARTA, TELUSUR.ID – Pemerintah secara resmi menyetujui masuknya produk minuman beralkohol asal Amerika Serikat (AS) ke pasar domestik. Langkah ini dilakukan melalui kerangka kerja sama Agreement on Reciprocal Trade (ART) sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi di sektor tertentu.

Kebijakan tersebut diklaim sebagai upaya untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata internasional. Pemerintah menargetkan peningkatan belanja wisatawan (tourism spending) dengan menyediakan variasi produk konsumsi yang lebih beragam dan memenuhi standar global.

Namun, keputusan ini memicu reaksi keras dari kalangan ulama. Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Cholil Nafis, menyampaikan kritik tajam terhadap kebijakan yang dinilai tidak sejalan dengan jati diri bangsa tersebut.

“Ya Allah, mengapa harus yang haram yang diperbesar? Bukankah Indonesia banyak wisata yang sesuai dengan karakter bangsa,” tulis KH Cholil Nafis melalui akun X pribadinya pada Kamis (26/2/2026) dikutip Telusur.id.

Menurut KH Cholil Nafis, penguatan sektor pariwisata nasional seharusnya tidak bertumpu pada perluasan peredaran produk yang secara syariat diharamkan. Ia menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi wisata yang jauh lebih bermartabat untuk dikembangkan.

Ia menilai kekayaan destinasi wisata alam, budaya, dan religi yang dimiliki Indonesia sudah lebih dari cukup. Segala potensi tersebut dianggap jauh lebih selaras dengan karakter bangsa dan nilai-nilai yang terkandung dalam sila Ketuhanan Yang Maha Esa.

Kritik tersebut semakin tajam mengingat saat ini berdekatan dengan momentum bulan suci. “Ramadhan kariim agar Indonesia berkah yang sesuai dengan sila Ketuhanan Yang Maha Esa, kok malah memperbesar yang haram yang datangkan murka Allah,” tegasnya.

Secara data, volume impor minuman beralkohol di Indonesia memang mencatat angka yang signifikan. Berdasarkan data tahun 2025, total nilai impor produk minuman beralkohol nasional mencapai angka USD 1,23 miliar.

Dari jumlah tersebut, kontribusi produk asal Amerika Serikat sebenarnya masih berada di angka menengah. Nilai impor minuman beralkohol asal AS tercatat sekitar USD 86,1 juta, atau berkontribusi sekitar 7 persen dari total impor nasional.

Meski persentasenya relatif kecil, pembukaan akses melalui skema ART ini dipandang sebagai sinyal perluasan pasar secara sistematis. Hal inilah yang dikhawatirkan dapat memicu pergeseran nilai sosial dan moral di tengah masyarakat luas.

Kini, kebijakan tersebut memicu perdebatan panas di ruang publik. Isu ini memaksa masyarakat dan pemangku kepentingan untuk menimbang kembali keseimbangan antara target pertumbuhan ekonomi pariwisata dengan penjagaan nilai-nilai budaya serta agama di tanah air.

Polisi Ungkap Hilangnya Nyawa Ibu dan Anak Diduga Kuat Akibat Zat Kimia

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Duka menyelimuti bangunan tua eks Asrama Polri (Aspol) Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Jombang. Penemuan jasad ibu dan anak di lokasi terbengkalai tersebut mulai menemukan titik terang. Pihak kepolisian menduga kuat bahwa hilangnya nyawa ibu dan anak melibatkan penggunaan zat kimia berbahaya.

Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, mengungkapkan hasil pemeriksaan sementara pada Kamis (26/2/2026). Berdasarkan kondisi fisik saat ditemukan, kedua korban diperkirakan telah meninggal dunia antara dua hingga lima hari sebelum jasadnya dievakuasi.

Secara visual, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik akibat benda tumpul maupun tajam pada tubuh keduanya.

Kesimpulan medis dari dokter forensik memperkuat dugaan adanya interaksi dengan zat kimia kuat. Kedua korban dinyatakan meninggal dunia akibat mati lemas setelah menghirup asap atau uap tertentu.

Selain itu, ditemukan luka bakar serius pada permukaan kulit, yang mengindikasikan adanya paparan cairan ekstrim di lokasi kejadian.
Kondisi jasad sang anak yang baru berusia lima tahun tampak memprihatinkan dengan luka melepuh di bagian pipi akibat zat kimia basa kuat.

Sementara itu, pada jasad sang ibu, kerusakan fatal ditemukan mulai dari area tenggorokan hingga merambah ke organ dalam, menunjukkan adanya reaksi kimiawi yang sangat keras di dalam tubuh.

Temuan tim forensik ini selaras dengan barang bukti yang dikumpulkan penyidik di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Polisi mengamankan satu botol cairan pembersih berwarna hijau sejenis porstex, satu botol berisi bahan bakar minyak (BBM), serta satu unit sepeda motor Yamaha Vega bernomor polisi AG 5053 WO yang terparkir tak jauh dari lokasi.

“Kesimpulan dokter forensik menyebut korban mati lemas akibat menghirup asap dan paparan zat kimia. Namun, kami akan tetap melakukan uji laboratorium secara mendalam untuk memperkuat kesimpulan ilmiah tersebut,” tegas AKP Dimas Robin Alexander saat menjelaskan prosedur penyelidikan lebih lanjut.

Identitas kedua korban kini mulai terungkap secara gamblang. Mereka diduga kuat adalah SK (36) dan putranya yang berinisial NC (5), warga Desa Balonggebang, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk. Kepastian ini muncul setelah seorang pria berinisial N, yang merupakan suami korban, mendatangi Satreskrim Polres Jombang.

Di hadapan penyidik, sang suami membawa sejumlah bukti otentik untuk mencocokkan identitas keluarganya. Ia menunjukkan surat-surat resmi kepemilikan sepeda motor Yamaha Vega yang ditemukan di TKP, serta memberikan keterangan mengenai ciri-ciri fisik anak dan istrinya yang hilang.

Kesedihan mendalam tampak saat sang suami mengenali pakaian terakhir yang dikenakan istrinya. Identitas sang anak pun berhasil dikonfirmasi melalui sepasang anting dan sandal yang tertinggal di area bangunan tua tersebut. Berdasarkan keterangan keluarga, ibu dan anak ini pergi meninggalkan rumah tanpa pamit pada Selasa dini hari (24/2/2026).

Sebelum ditemukan tewas di Jombang, sang suami mengaku telah melakukan upaya pencarian mandiri ke berbagai tempat, namun hasilnya nihil. Putus asa karena tak kunjung menemukan titik terang, ia akhirnya melaporkan kehilangan anak dan istrinya ke Polsek Gondang, Nganjuk, pada Rabu siang (25/2/2026).

Hanya berselang beberapa jam setelah laporan kepolisian itu dibuat, kabar duka datang dari wilayah tetangga. Penemuan dua jasad di eks Aspol Ploso Jombang mengakhiri pencarian sang suami dengan kenyataan pahit, sekaligus menyisakan tanda tanya besar mengenai motif di balik keputusan tragis sang ibu membawa buah hatinya ke penghujung maut.

Misteri di Balik Reruntuhan: Eks Asrama Polri Ploso yang Terbengkalai 12 Tahun

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Warga Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Jombang, mendadak gempar. Keheningan di sekitar bangunan tua peninggalan era kolonial pecah seketika setelah ditemukannya dua sosok jenazah yang terbujur kaku di area yang dikenal warga sebagai lokasi angker dan tak berpenghuni.

Titik penemuan tersebut dikonfirmasi merupakan bekas Asrama Polri Polsek Ploso. Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, menegaskan bahwa lokasi kejadian perkara (TKP) adalah bangunan yang sudah belasan tahun dibiarkan tanpa penghuni.

“Lokasi TKP adalah eks Asrama Polri Polsek Ploso di Desa Rejoagung. Bangunan peninggalan Belanda ini memang sudah tidak digunakan lagi sejak tahun 2014,” ujar AKP Dimas Robin Alexander saat memberikan keterangan resmi, Kamis (26/2/2026).

Penegasan ini sekaligus meluruskan status bangunan yang sempat menjadi tanda tanya publik. Berdasarkan data kepolisian, gedung tua tersebut sempat memiliki masa kejayaan sebagai hunian dinas yang aktif bagi personel kepolisian setempat.

Dimas Robin menambahkan bahwa bangunan di Desa Rejoagung ini pernah difungsikan secara produktif sebagai Asrama Polri Polsek Ploso pada rentang tahun 2000 hingga 2014 silam. Namun, roda waktu mengubah fungsinya menjadi sekadar saksi bisu sejarah.

“Sejak tahun 2014, bangunan tersebut dikosongkan secara total. Tidak ada lagi aktivitas kedinasan maupun penghuni yang menempati lokasi tersebut hingga saat ini,” imbuhnya menjelaskan status aset tersebut.

Keputusan untuk mengosongkan bangunan lebih dari satu dekade lalu membuat kondisi fisik gedung kian memprihatinkan. Tanpa perawatan rutin, alam mulai mengambil alih dinding-dinding kokoh peninggalan Belanda yang kini tertutup lumut dan retakan.

Kondisi bangunan yang terbengkalai selama 12 tahun terakhir membuat area gedung tampak sangat rimbun dan tertutup semak belukar. Kesan sunyi dan terisolasi menyelimuti setiap sudut ruangan yang kini hanya menyisakan puing-puing masa lalu.

Saking lamanya tak tersentuh aktivitas manusia, lahan di sekitar bangunan pun beralih fungsi secara alami oleh warga sekitar. “Halaman bekas asrama tersebut saat ini bahkan digunakan sebagai ladang jagung oleh masyarakat,” pungkas Dimas Robin.

Tabir gelap ini mulai tersingkap ketika warga sekitar menaruh curiga pada sebuah kendaraan yang terparkir lama di area sunyi tersebut. Keberadaan kendaraan yang tak kunjung berpindah tempat itu memicu warga untuk melakukan pengecekan ke dalam area semak.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih terus mendalami penyebab pasti kematian kedua korban di lokasi yang telah lama mati tersebut. Garis polisi kini melintang, membatasi ladang jagung dan reruntuhan asrama dari kerumunan warga yang penasaran.