Misteri di Balik Reruntuhan: Eks Asrama Polri Ploso yang Terbengkalai 12 Tahun

0
63 views
Bagikan :

JOMBANG, TELUSUR.ID – Warga Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Jombang, mendadak gempar. Keheningan di sekitar bangunan tua peninggalan era kolonial pecah seketika setelah ditemukannya dua sosok jenazah yang terbujur kaku di area yang dikenal warga sebagai lokasi angker dan tak berpenghuni.

Titik penemuan tersebut dikonfirmasi merupakan bekas Asrama Polri Polsek Ploso. Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, menegaskan bahwa lokasi kejadian perkara (TKP) adalah bangunan yang sudah belasan tahun dibiarkan tanpa penghuni.

“Lokasi TKP adalah eks Asrama Polri Polsek Ploso di Desa Rejoagung. Bangunan peninggalan Belanda ini memang sudah tidak digunakan lagi sejak tahun 2014,” ujar AKP Dimas Robin Alexander saat memberikan keterangan resmi, Kamis (26/2/2026).

Penegasan ini sekaligus meluruskan status bangunan yang sempat menjadi tanda tanya publik. Berdasarkan data kepolisian, gedung tua tersebut sempat memiliki masa kejayaan sebagai hunian dinas yang aktif bagi personel kepolisian setempat.

Dimas Robin menambahkan bahwa bangunan di Desa Rejoagung ini pernah difungsikan secara produktif sebagai Asrama Polri Polsek Ploso pada rentang tahun 2000 hingga 2014 silam. Namun, roda waktu mengubah fungsinya menjadi sekadar saksi bisu sejarah.

“Sejak tahun 2014, bangunan tersebut dikosongkan secara total. Tidak ada lagi aktivitas kedinasan maupun penghuni yang menempati lokasi tersebut hingga saat ini,” imbuhnya menjelaskan status aset tersebut.

Keputusan untuk mengosongkan bangunan lebih dari satu dekade lalu membuat kondisi fisik gedung kian memprihatinkan. Tanpa perawatan rutin, alam mulai mengambil alih dinding-dinding kokoh peninggalan Belanda yang kini tertutup lumut dan retakan.

Kondisi bangunan yang terbengkalai selama 12 tahun terakhir membuat area gedung tampak sangat rimbun dan tertutup semak belukar. Kesan sunyi dan terisolasi menyelimuti setiap sudut ruangan yang kini hanya menyisakan puing-puing masa lalu.

Saking lamanya tak tersentuh aktivitas manusia, lahan di sekitar bangunan pun beralih fungsi secara alami oleh warga sekitar. “Halaman bekas asrama tersebut saat ini bahkan digunakan sebagai ladang jagung oleh masyarakat,” pungkas Dimas Robin.

Tabir gelap ini mulai tersingkap ketika warga sekitar menaruh curiga pada sebuah kendaraan yang terparkir lama di area sunyi tersebut. Keberadaan kendaraan yang tak kunjung berpindah tempat itu memicu warga untuk melakukan pengecekan ke dalam area semak.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih terus mendalami penyebab pasti kematian kedua korban di lokasi yang telah lama mati tersebut. Garis polisi kini melintang, membatasi ladang jagung dan reruntuhan asrama dari kerumunan warga yang penasaran.

Tinggalkan Balasan