JAKARTA, TELUSUR.ID – Presiden Prabowo Subianto resmi menuntaskan rangkaian lawatan luar negeri ke empat negara sahabat dan tiba kembali di Tanah Air pada Jumat (27/02).
Kunjungan marathon ini menghasilkan capaian strategis di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, investasi, hingga penguatan posisi diplomasi perdamaian Indonesia di panggung dunia.
Berdasarkan pantauan dari kanal YouTube Sekretariat Presiden, Pesawat Kepresidenan Garuda Indonesia-1 yang membawa Kepala Negara mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma sekitar pukul 08.00 WIB.
Kedatangan Presiden disambut rintik hujan serta barisan pejabat tinggi negara yang telah bersiap di landasan pacu.
Tampak hadir menyambut kepulangan Presiden antara lain Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, dan Mensesneg Prasetyo Hadi.
Selain jajaran kabinet, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto serta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga turut mendampingi prosesi penyambutan tersebut.
Agenda lawatan ini dinilai sangat krusial karena tidak sekadar berisi seremoni kenegaraan. Presiden Prabowo aktif melakukan berbagai pertemuan bilateral yang mempertegas posisi Indonesia sebagai mitra terpercaya sekaligus aktor kunci di tengah dinamika geopolitik global yang kian kompleks.
Rangkaian kunjungan diawali di Washington DC, Amerika Serikat, pada pertengahan Februari lalu. Dalam kesempatan tersebut, Presiden menghadiri pertemuan perdana Board of Peace serta menandatangani Perjanjian Tarif Resiprokal bersama Presiden AS Donald Trump guna memperkuat arus perdagangan kedua negara.
Perjalanan berlanjut ke London, Inggris, di mana fokus utama tertuju pada sektor teknologi tinggi. Presiden menyaksikan langsung penandatanganan kerja sama strategis di bidang semikonduktor antara Danantara dan Arm Ltd, yang diproyeksikan bakal mempercepat transformasi digital nasional.
Memasuki wilayah Timur Tengah, Presiden Prabowo singgah di Amman, Yordania, pada Kamis (26/02). Di sana, Kepala Negara melakukan pertemuan bilateral intensif dengan Raja Yordania, Abdullah II, guna membahas stabilitas kawasan serta penguatan hubungan persaudaraan antarnegara Muslim.
Destinasi terakhir dalam rangkaian lawatan ini adalah Uni Emirat Arab (UEA). Presiden mendatangi Istana Qashr Al-Bahr untuk menemui Presiden UEA, Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ), guna menyepakati komitmen besar dalam penguatan kerja sama investasi negara yang saling menguntungkan.
Dengan mendaratnya pesawat kepresidenan di Jakarta, seluruh hasil kesepakatan dari empat negara tersebut diharapkan dapat segera ditindaklanjuti oleh kementerian terkait. Langkah ini menjadi babak baru bagi penguatan ekonomi dan kedaulatan Indonesia di mata internasional pada tahun 2026.



