TelusuR.ID

Beranda blog Halaman 117

Polisi Ungkap Hilangnya Nyawa Ibu dan Anak Diduga Kuat Akibat Zat Kimia

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Duka menyelimuti bangunan tua eks Asrama Polri (Aspol) Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Jombang. Penemuan jasad ibu dan anak di lokasi terbengkalai tersebut mulai menemukan titik terang. Pihak kepolisian menduga kuat bahwa hilangnya nyawa ibu dan anak melibatkan penggunaan zat kimia berbahaya.

Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, mengungkapkan hasil pemeriksaan sementara pada Kamis (26/2/2026). Berdasarkan kondisi fisik saat ditemukan, kedua korban diperkirakan telah meninggal dunia antara dua hingga lima hari sebelum jasadnya dievakuasi.

Secara visual, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik akibat benda tumpul maupun tajam pada tubuh keduanya.

Kesimpulan medis dari dokter forensik memperkuat dugaan adanya interaksi dengan zat kimia kuat. Kedua korban dinyatakan meninggal dunia akibat mati lemas setelah menghirup asap atau uap tertentu.

Selain itu, ditemukan luka bakar serius pada permukaan kulit, yang mengindikasikan adanya paparan cairan ekstrim di lokasi kejadian.
Kondisi jasad sang anak yang baru berusia lima tahun tampak memprihatinkan dengan luka melepuh di bagian pipi akibat zat kimia basa kuat.

Sementara itu, pada jasad sang ibu, kerusakan fatal ditemukan mulai dari area tenggorokan hingga merambah ke organ dalam, menunjukkan adanya reaksi kimiawi yang sangat keras di dalam tubuh.

Temuan tim forensik ini selaras dengan barang bukti yang dikumpulkan penyidik di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Polisi mengamankan satu botol cairan pembersih berwarna hijau sejenis porstex, satu botol berisi bahan bakar minyak (BBM), serta satu unit sepeda motor Yamaha Vega bernomor polisi AG 5053 WO yang terparkir tak jauh dari lokasi.

“Kesimpulan dokter forensik menyebut korban mati lemas akibat menghirup asap dan paparan zat kimia. Namun, kami akan tetap melakukan uji laboratorium secara mendalam untuk memperkuat kesimpulan ilmiah tersebut,” tegas AKP Dimas Robin Alexander saat menjelaskan prosedur penyelidikan lebih lanjut.

Identitas kedua korban kini mulai terungkap secara gamblang. Mereka diduga kuat adalah SK (36) dan putranya yang berinisial NC (5), warga Desa Balonggebang, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk. Kepastian ini muncul setelah seorang pria berinisial N, yang merupakan suami korban, mendatangi Satreskrim Polres Jombang.

Di hadapan penyidik, sang suami membawa sejumlah bukti otentik untuk mencocokkan identitas keluarganya. Ia menunjukkan surat-surat resmi kepemilikan sepeda motor Yamaha Vega yang ditemukan di TKP, serta memberikan keterangan mengenai ciri-ciri fisik anak dan istrinya yang hilang.

Kesedihan mendalam tampak saat sang suami mengenali pakaian terakhir yang dikenakan istrinya. Identitas sang anak pun berhasil dikonfirmasi melalui sepasang anting dan sandal yang tertinggal di area bangunan tua tersebut. Berdasarkan keterangan keluarga, ibu dan anak ini pergi meninggalkan rumah tanpa pamit pada Selasa dini hari (24/2/2026).

Sebelum ditemukan tewas di Jombang, sang suami mengaku telah melakukan upaya pencarian mandiri ke berbagai tempat, namun hasilnya nihil. Putus asa karena tak kunjung menemukan titik terang, ia akhirnya melaporkan kehilangan anak dan istrinya ke Polsek Gondang, Nganjuk, pada Rabu siang (25/2/2026).

Hanya berselang beberapa jam setelah laporan kepolisian itu dibuat, kabar duka datang dari wilayah tetangga. Penemuan dua jasad di eks Aspol Ploso Jombang mengakhiri pencarian sang suami dengan kenyataan pahit, sekaligus menyisakan tanda tanya besar mengenai motif di balik keputusan tragis sang ibu membawa buah hatinya ke penghujung maut.

Misteri di Balik Reruntuhan: Eks Asrama Polri Ploso yang Terbengkalai 12 Tahun

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Warga Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Jombang, mendadak gempar. Keheningan di sekitar bangunan tua peninggalan era kolonial pecah seketika setelah ditemukannya dua sosok jenazah yang terbujur kaku di area yang dikenal warga sebagai lokasi angker dan tak berpenghuni.

Titik penemuan tersebut dikonfirmasi merupakan bekas Asrama Polri Polsek Ploso. Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, menegaskan bahwa lokasi kejadian perkara (TKP) adalah bangunan yang sudah belasan tahun dibiarkan tanpa penghuni.

“Lokasi TKP adalah eks Asrama Polri Polsek Ploso di Desa Rejoagung. Bangunan peninggalan Belanda ini memang sudah tidak digunakan lagi sejak tahun 2014,” ujar AKP Dimas Robin Alexander saat memberikan keterangan resmi, Kamis (26/2/2026).

Penegasan ini sekaligus meluruskan status bangunan yang sempat menjadi tanda tanya publik. Berdasarkan data kepolisian, gedung tua tersebut sempat memiliki masa kejayaan sebagai hunian dinas yang aktif bagi personel kepolisian setempat.

Dimas Robin menambahkan bahwa bangunan di Desa Rejoagung ini pernah difungsikan secara produktif sebagai Asrama Polri Polsek Ploso pada rentang tahun 2000 hingga 2014 silam. Namun, roda waktu mengubah fungsinya menjadi sekadar saksi bisu sejarah.

“Sejak tahun 2014, bangunan tersebut dikosongkan secara total. Tidak ada lagi aktivitas kedinasan maupun penghuni yang menempati lokasi tersebut hingga saat ini,” imbuhnya menjelaskan status aset tersebut.

Keputusan untuk mengosongkan bangunan lebih dari satu dekade lalu membuat kondisi fisik gedung kian memprihatinkan. Tanpa perawatan rutin, alam mulai mengambil alih dinding-dinding kokoh peninggalan Belanda yang kini tertutup lumut dan retakan.

Kondisi bangunan yang terbengkalai selama 12 tahun terakhir membuat area gedung tampak sangat rimbun dan tertutup semak belukar. Kesan sunyi dan terisolasi menyelimuti setiap sudut ruangan yang kini hanya menyisakan puing-puing masa lalu.

Saking lamanya tak tersentuh aktivitas manusia, lahan di sekitar bangunan pun beralih fungsi secara alami oleh warga sekitar. “Halaman bekas asrama tersebut saat ini bahkan digunakan sebagai ladang jagung oleh masyarakat,” pungkas Dimas Robin.

Tabir gelap ini mulai tersingkap ketika warga sekitar menaruh curiga pada sebuah kendaraan yang terparkir lama di area sunyi tersebut. Keberadaan kendaraan yang tak kunjung berpindah tempat itu memicu warga untuk melakukan pengecekan ke dalam area semak.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih terus mendalami penyebab pasti kematian kedua korban di lokasi yang telah lama mati tersebut. Garis polisi kini melintang, membatasi ladang jagung dan reruntuhan asrama dari kerumunan warga yang penasaran.

Tim Wasev Tinjau Langsung Sasaran TMMD 127 Kodim Wonogiri Desa Kembang

0

Wonogiri – Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 TA 2026 berkesempatan mengunjungi pelaksanaan TMMD Kodim 0728/Wonogiri yang berada di Desa Kembang, Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri, Kamis (26/2/2026).

Kunjungan Tim Wasev TMMD Reguler tidak lain bertujuan untuk meninjau langsung kegiatan di lokasi TMMD, yang saat ini sudah berjalan selama dua pekan.

Tim Wasev Sterad yang dipimpin Kolonel Inf Wawan Kusnendar bersama dengan Letkol Inf Alex Sandri didampingi Aster Kasdam IV/Diponegoro Kolonel Kav Gede Setiawan dan Kasiterem 074/Warastratama Letkol Inf Joko Nugroho, langsung menuju ke Poskotis TMMD Kodim 0728/Wonogiri yang berada di Balai Desa Kembang.

Kegiatan tersebut guna mengawasi, sekaligus meninjau secara langsung pengerjaan program TMMD Reguler ke-127 di Desa Kembang, Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri.

Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihahuan dalam paparanya menjelaskan, bahwa pemilihan Desa Kembang sebagai lokasi TMMD Ke-127 didasarkan pada kebutuhan pembangunan infrastruktur serta upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. ”Secara rinci tahapan kegiatan mulai dari proses perencanaan, persiapan personel, hingga pelaksanaan sasaran di lapangan ditinjau Tim Wasev,” jelas Dandim.

Adapun sasaran fisik TMMD Ke-127, sebut Dandim, meliputi pembangunan rabat cor jalan, pembuatan talud jalan dan talud masjid, rehab masjid, pembuatan sumur bor, rehab RTLH dan pembangunan MCK. “Infrastruktur tersebut diharapkan dapat memperlancar akses masyarakat dan menunjang aktivitas perekonomian warga,” ungkap Dandim.

Sementara itu, Ketua Tim Wasev TMMD Ke-127, Kolonel Inf Wawan Kusnendar menyampaikan, kunjungan ini bertujuan untuk mengukur capaian pelaksanaan program sekaligus memastikan seluruh kegiatan berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kolonel Wawan menegaskan, TMMD merupakan operasi bakti TNI yang telah dilaksanakan selama puluhan tahun secara terpadu dan lintas sektoral, dengan melibatkan seluruh komponen bangsa.

”Program TMMD dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Ini sebagai upaya percepatan pembangunan wilayah serta meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Melalui kunjungan Wasev ini, diharapkan pelaksanaan TMMD Ke-127 di, Desa Kembsng, dapat terus berjalan lancar, tepat waktu. ”Selain itu juga dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat,” pungkas Kolonel Inf Wawan.

(Agus Kemplu)

Identitas Dua Jasad di Eks Asrama Polri Jombang Terkuak Lewat Sepeda Motor

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Teka-teki penemuan dua jasad perempuan yang menggegerkan warga di bekas asrama Polri, Dusun Rejoagung, Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, mulai menemui titik terang.

Marno Hidayat (31), salah satu anggota keluarga, meyakini bahwa kedua jenazah yang ditemukan dalam kondisi mengenaskan pada Rabu (25/2/2026) tersebut adalah kakak kandung dan keponakannya yang sempat dilaporkan hilang.

Keyakinan keluarga ini diperkuat oleh temuan barang bukti utama di sekitar lokasi kejadian berupa satu unit sepeda motor Yamaha Vega dengan nomor polisi AG 5053 WO.

 

Marno menegaskan bahwa identitas kendaraan tersebut identik dengan motor yang dibawa kakaknya saat terakhir kali meninggalkan rumah. Selain pelat nomor, ciri fisik seperti tinggi badan korban juga menjadi dasar kuat bagi pihak keluarga untuk mengenali kedua jasad tersebut.

“Dari motor dan ciri-cirinya, saya yakin itu kakak kandung saya,” ujar Marno saat memberikan konfirmasi kepada awak media di depan kamar mayat RSUD Jombang, Rabu (25/2/2026) malam dikutip Telusur.id.

Berdasarkan keterangan Marno, identitas kedua korban diduga kuat adalah Sri Kusyanti (36) dan putrinya yang masih berusia lima tahun bernama Tiara, warga Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang.

Marno mengungkapkan bahwa kakaknya, yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani, diketahui menghilang sejak Selasa dini hari. Sejak saat itu, pihak keluarga kehilangan kontak sama sekali.

Suami korban, Nur Yanto (38), warga Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk, sempat menunggu selama 24 jam sebelum akhirnya resmi melaporkan kehilangan anak dan istrinya tersebut ke pihak kepolisian.

Sebelum jasad ditemukan, pihak keluarga sebenarnya telah melakukan upaya pencarian mandiri secara intensif di berbagai wilayah.

Marno mengaku sempat menyisir wilayah Nganjuk, mulai dari Gondang, Rejoso, hingga Kertosono untuk mencari keberadaan Sri dan anaknya. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil hingga akhirnya muncul kabar penemuan mayat di bekas asrama polisi di wilayah Ploso.

Kenangan terakhir Marno bersama sang kakak terjadi saat momen menjelang bulan puasa, ketika Sri berkunjung ke rumah orang tua di Perak untuk berziarah ke makam ibundanya.

Meski saat itu ia tidak sempat bertatap muka langsung, ia tidak menyangka bahwa kunjungan tersebut menjadi firasat terakhir sebelum peristiwa tragis ini menimpa keluarganya. Sri meninggalkan dua orang anak, di mana anak sulungnya kini masih duduk di bangku kelas II SMP.

Di sisi lain, Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, menyatakan bahwa proses identifikasi secara ilmiah melalui sidik jari mengalami kendala teknis.

Kondisi fisik jenazah yang sudah mulai rusak membuat alat identifikasi forensik sulit membaca sidik jari korban secara akurat. Oleh karena itu, polisi kini sangat mengandalkan bukti-bukti sekunder dan keterangan saksi untuk memastikan identitas korban.

Kendati demikian, AKP Dimas membenarkan adanya kecocokan antara barang bukti kendaraan di lokasi dengan laporan orang hilang yang masuk ke kepolisian.

Hasil penelusuran pelat nomor AG 5053 WO mengarah pada Nur Yanto yang melaporkan istri dan anaknya tidak kunjung kembali setelah pamit pergi pada pagi hari dua hari sebelum penemuan jenazah.

“Ada kecocokan antara laporan orang hilang dengan temuan di lapangan,” jelasnya.

Saat ini, kedua jasad telah berada di RSUD Jombang untuk menjalani proses otopsi guna mengungkap penyebab pasti kematian. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam di Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mencari petunjuk tambahan serta mengungkap motif di balik kematian ibu dan anak yang menghebohkan masyarakat Jombang tersebut.

Geger Penemuan Dua Jenazah di Bekas Asrama Polri Jombang, Kondisi Korban Memprihatinkan

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Warga Dusun Rejoagung, Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, dikejutkan oleh penemuan dua jenazah di sebuah bangunan kosong bekas asrama polisi pada Rabu (25/2/2026).

Penemuan ini bermula dari kecurigaan warga yang melihat adanya sesosok tubuh tergeletak di dalam bangunan tak berpenghuni tersebut.

Awalnya, warga melaporkan temuan itu kepada pengurus lingkungan setempat yang kemudian diteruskan ke perangkat desa. Namun, saat dilakukan pengecekan lebih lanjut ke area dalam bangunan, petugas terkejut karena ternyata terdapat dua jenazah yang berada di lokasi tersebut, bukan hanya satu seperti laporan awal.

Perangkat Desa Rejoagung, Zamroni, mengonfirmasi bahwa kedua korban diduga merupakan seorang perempuan dan seorang anak. Hingga saat ini, identitas pasti keduanya belum diketahui, karena warga sekitar memastikan bahwa para korban bukan merupakan penduduk dari lingkungan setempat.

Zamroni menjelaskan bahwa pada bagian tubuh korban ditemukan adanya luka seperti melepuh dan bercak kemerahan, yang mengindikasikan jenazah sudah berada di lokasi tersebut dalam waktu tertentu.

Aparat kepolisian dari Polres Jombang yang tiba di lokasi segera bertindak cepat dengan memasang garis polisi di sekitar bangunan guna menjaga sterilitas area.

Petugas langsung melakukan proses olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) secara mendalam untuk mencari bukti-bukti pendukung terkait penyebab kematian kedua korban.

Hingga berita ini diturunkan, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dan membawa kedua jenazah ke rumah sakit untuk keperluan autopsi. Pihak berwenang juga tengah berupaya mengungkap identitas korban serta motif di balik keberadaan mereka di bangunan kosong tersebut.

Jombang Raih Penghargaan Kinerja Pengelolaan Sampah Nasional

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Kabupaten Jombang, Jawa Timur kembali menorehkan prestasi di kancah nasional dengan menerima penghargaan kinerja pengelolaan sampah dari Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) dalam acara yang digelar di Gedung Balai Kartini, Jakarta.

Penghargaan bergengsi ini diterima langsung oleh Bupati Jombang, Warsubi, S.H, dari Dr. Hanif Faisol Nurofin, S. Hut., M.P, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH). Keberhasilan ini merupakan hasil dari evaluasi mendalam sepanjang tahun 2025 yang meninjau fundamental tata kelola sampah, mulai dari aspek kebijakan, anggaran, sumber daya manusia, hingga infrastruktur yang memadai.

Kabupaten Jombang terpilih sebagai salah satu dari 35 daerah di Indonesia yang dinilai memiliki komitmen luar biasa dalam pengelolaan sampah berkelanjutan. Kabupaten Jombang mendapatkan Sertifikat Menuju Kabupaten/Kota Bersih dengan nilai 65,47 atau urutan ke- 16 terbaik se Indonesia.

Selain itu, Kabupaten Jombang juga mendapat tambahan reward, berupa 3 unit motor roda tiga yang dialokasikan untuk bantuan operasional persampahan di lapangan, yang diserahkan secara simbolis oleh Wamen LH, Diaz Faisal Malik Hendropriyono.

Bupati Warsubi menegaskan bahwa pencapaian ini bukan sekadar keberhasilan pemerintah, melainkan buah dari kerja keras yang luar biasa dari seluruh elemen masyarakat Jombang.

“Penghargaan ini adalah hasil kerja kolektif. Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh perangkat daerah, instansi, kader lingkungan, penggiat lingkungan, kader PKK, desa, kelurahan, tenaga kebersihan, serta seluruh masyarakat yang telah mendukung pengelolaan sampah dari rumah tangga sampai dengan di hilir TPA Sampah,” tutur Bupati Warsubi.

Penghargaan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Tentunya penghargaan ini menjadi penyemangat buat kita semua untuk terus berkolaborasi menyelesaikan permasalahan sampah. Ini adalah bentuk tanggung jawab kita bersama, mulai dari mengurangi, memilah, hingga mengolah sampah dari sumbernya, baik di rumah, sekolah, kantor, maupun lingkungan masing-masing, terima kasih semuanya,” pungkasnya.

Dengan demikian, Kabupaten Jombang berharap dapat terus meningkatkan kualitas pengelolaan sampah dan menjadi contoh bagi daerah lainnya dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Kemenag Kejar Target Cairkan Dana BOS Madrasah dan BOP RA Tahap I 2026 Sebelum Lebaran

0

JAKARTA, TELUSUR.ID – Kementerian Agama (Kemenag) RI tengah melakukan akselerasi besar-besaran dalam proses penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Madrasah serta Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) untuk Raudhatul Athfal (RA) Tahap I tahun 2026.

Langkah ini diambil guna memastikan stabilitas operasional lembaga pendidikan Islam di seluruh penjuru tanah air.

Pemerintah menetapkan target ambisius agar dana bantuan tersebut sudah masuk ke rekening masing-masing lembaga sebelum perayaan Idul Fitri tiba.

Kebijakan ini dimaksudkan agar pihak sekolah memiliki likuiditas yang cukup untuk memenuhi kebutuhan operasional dan kesejahteraan tenaga pendidik menjelang momentum hari raya.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa percepatan distribusi anggaran ini merupakan langkah strategis pemerintah.

Menag menjamin bahwa proses birokrasi tidak akan menghambat hak-hak lembaga pendidikan, sehingga aktivitas belajar mengajar di madrasah tetap berjalan optimal tanpa kendala finansial.

“Target kami jelas, sebelum Idul Fitri dana sudah terealisasi. Lembaga tidak boleh terganggu aktivitasnya,” ujar Menag Nasaruddin Umar dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (24/2/2026) dikutip Telusur.id.

Ia menekankan bahwa ketepatan waktu pencairan adalah prioritas utama kementerian saat ini.

Lebih lanjut, Nasaruddin menjelaskan bahwa kebijakan ini sejalan dengan visi besar kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan sektor pendidikan sebagai pilar utama pembangunan. Fokus utamanya adalah meningkatkan kualitas pendidikan agama sekaligus menjamin kesejahteraan para pengajarnya.

Total anggaran yang dikucurkan pada tahap pertama ini mencapai angka fantastis, yakni sebesar Rp4,5 triliun. Rinciannya terdiri dari Rp428 miliar dialokasikan khusus untuk BOP RA, sementara Rp4,1 triliun lainnya diperuntukkan bagi dana BOS Madrasah di berbagai tingkatan.

Dana jumbo tersebut nantinya akan disalurkan kepada kurang lebih 31 ribu Raudhatul Athfal dan 52 ribu madrasah swasta di seluruh Indonesia.

Cakupan yang luas ini menuntut akurasi data yang tinggi agar penyaluran bantuan tepat sasaran dan tepat jumlah sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.

Ada perubahan signifikan pada pola distribusi tahun 2026, di mana sistem penyaluran diringkas dari sebelumnya empat kali setahun (triwulan) menjadi hanya dua tahap saja (semester).

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, menyebut transformasi ini bertujuan untuk menyederhanakan birokrasi agar lebih responsif.

Meski skema baru ini lebih ringkas, Amien mengingatkan pentingnya sinergi antara pihak sekolah dengan kantor wilayah.

Sinkronisasi data dan ketepatan waktu pengajuan dokumen menjadi kunci utama agar tidak muncul hambatan teknis yang dapat berujung pada keterlambatan pencairan dana di rekening sekolah.

Senada dengan hal itu, Direktur KSKK Madrasah, Nyayu Khodijah, meminta para operator sekolah teliti dalam proses digitalisasi berkas yang berlangsung mulai 22 Februari hingga awal Maret 2026.

“Pastikan seluruh dokumen lengkap dan diunggah tepat waktu. Jangan sampai kendala administratif menghambat hak lembaga,” tegas Nyayu menutup keterangannya.

Wapres Gibran Dukung Penuh Pelatihan AI bagi 44 Ribu UMKM Indonesia di Program AIM ASEAN

0

JAKARTA, TELUSUR.ID – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif pelatihan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) yang ditujukan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Komitmen ini mempertegas langkah pemerintah dalam mendorong transformasi digital di sektor kerakyatan.

Dukungan tersebut disampaikan Wapres saat menerima audiensi dari delegasi ASEAN Foundation di Istana Wakil Presiden, Jakarta, pada Rabu (25/2/2026). Dalam pertemuan tersebut, dibahas mengenai program AIM ASEAN yang menargetkan Indonesia sebagai peserta terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Indonesia ditetapkan sebagai fokus utama dengan target 44 ribu peserta UMKM dari total 100 ribu sasaran di sebelas negara ASEAN. Besarnya porsi untuk Indonesia ini didasari oleh kontribusi krusial sektor UMKM terhadap stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Legal Coordinator and Project Manager AIM ASEAN, Eci Ernawati, mengungkapkan bahwa Wapres Gibran siap memberikan dukungan nyata, mulai dari kemudahan akses bagi pelaku usaha hingga penyediaan fasilitas tempat pelatihan di berbagai wilayah Indonesia.

“Beliau menyampaikan akan mendukung pelatihan AI untuk UMKM di seluruh Indonesia, baik secara akses maupun tempat. Kami juga akan memberikan dukungan dari sisi pengetahuan, sehingga tercipta kolaborasi kuat dengan pemerintah,” ujar Eci usai pertemuan tersebut dikutip Telusur.id.

Pelatihan AI ini dinilai sangat strategis karena tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional usaha, tetapi juga membuka peluang inovasi produk. Dengan teknologi AI, UMKM diharapkan mampu melakukan pemasaran berbasis data untuk memperluas akses pasar secara global.

Selain fokus pada UMKM, dalam audiensi tersebut juga dipaparkan mengenai AI Ready ASEAN Program. Inisiatif ini memiliki jangkauan yang lebih luas, yakni menyasar 5,5 juta individu di seluruh Asia Tenggara, termasuk kalangan guru, pemuda, hingga orang tua.

Project Manager AI Ready ASEAN, Diera Gala Paksi, menyebutkan bahwa Wapres Gibran sangat antusias karena program ini sejalan dengan agenda Asta Cita pemerintah. Fokus utamanya adalah pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) yang inklusif dan merata.

Diera menekankan bahwa program ini juga menjangkau kelompok rentan dan masyarakat di wilayah terpencil (remote areas).

“Dukungan beliau mencakup infrastruktur dan inklusivitas, di mana kita juga merangkul para santri serta kaum marginal lainnya agar tidak tertinggal teknologi,” tuturnya.

Keberlanjutan program ini diharapkan dapat diperkuat melalui kebijakan pemerintah yang sinkron dengan langkah mitra pelaksana. Kolaborasi ini bertujuan agar literasi digital tidak hanya berhenti pada tingkat dasar, namun menjadi fondasi ekonomi masa depan yang berkelanjutan.

Melalui penguatan kapasitas digital ini, Indonesia diharapkan mampu membangun kedaulatan digital yang kokoh. Target akhirnya adalah menjadikan Indonesia bukan sekadar pasar teknologi global, melainkan pemain utama yang berbasis pada keunggulan sumber daya manusia.

Kejati Jatim Hentikan Kasus Korupsi Guru Honorer di Probolinggo

0

JAKARTA, TELUSUR.ID – Kasus dugaan korupsi rangkap jabatan yang menjerat Muhammad Misbahul Huda (MMH), seorang guru honorer asal Probolinggo, akhirnya menemui titik terang.

Kejaksaan Tinggi Jawa Timur resmi mengambil alih penanganan perkara tersebut dari Kejaksaan Negeri Probolinggo untuk kemudian menghentikan seluruh proses penyidikannya.

Langkah hukum ini diambil setelah pihak Kejaksaan melakukan gelar perkara mendalam terhadap kasus yang menimpa guru honorer di SDN Brabe 1 tersebut.

Sebelumnya, Misbahul ditetapkan sebagai tersangka karena merangkap jabatan sebagai Pendamping Lokal Desa (PLD), yang dinilai melanggar prosedur administrasi dan keuangan negara.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, mengonfirmasi bahwa Misbahul telah dibebaskan dari tahanan sejak Jumat (20/2).

“Terhadap yang bersangkutan, sudah dikeluarkan penahanannya dari Rutan Kejaksaan dan selanjutnya kasus ini diambil alih oleh Kejati Jatim untuk dihentikan penyidikannya,” ujar Anang, Rabu (25/2/2026) dikutip Telusur.id.

Anang menjelaskan bahwa salah satu alasan utama penghentian perkara ini adalah penilaian terhadap sifat perbuatan tersangka. Meskipun secara administratif terjadi pelanggaran, tim penyidik menilai bahwa perbuatan melawan hukum yang dilakukan tersangka tidak dalam kategori arti negatif yang merusak.

Lebih lanjut, Kejaksaan mempertimbangkan aspek kemanfaatan sosial dari peran tersangka selama ini. Tim penyidik melihat ada kepentingan umum yang sangat besar yang telah terlayani melalui tugas-tugas Misbahul sebagai pendamping desa di wilayahnya.

Aspek pemulihan keuangan negara juga menjadi poin krusial di balik keputusan ini. Misbahul diketahui telah mengembalikan seluruh kerugian negara yang diperhitungkan, yakni sebesar Rp118.861.000, sehingga tuntutan finansial terhadap negara telah terpenuhi.

Selain itu, Kejaksaan menggunakan pertimbangan cost and benefit dalam menangani perkara ini. Pihak Korps Adhyaksa menilai biaya yang dikeluarkan untuk melanjutkan proses hukum hingga ke persidangan tidak sebanding dengan nilai perkara dan dampak sosial yang ditimbulkan.

Kasus ini bermula saat Misbahul dituding merugikan negara karena menerima gaji dari dua sumber anggaran negara secara bersamaan (APBN dan APBD). Sebagai guru honorer dan PLD, ia dianggap melanggar kontrak kerja yang melarang adanya ikatan kerja ganda bagi penerima upah dari anggaran pemerintah.

Penetapan tersangka sebelumnya dilakukan karena jaksa menemukan adanya klausul ketat dalam kontrak pendamping desa. Namun, dengan penghentian penyidikan ini, status hukum Misbahul dinyatakan bersih dan perkara ini resmi dianggap selesai demi keadilan yang lebih luas.

Polres Jombang Dukung Swasembada Pangan, Serahkan Bantuan Bibit Jagung

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan menyerahkan bantuan 1 Kwintal bibit jagung jenis Bisi-18 untuk lahan seluas 5 hektare kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Katemas, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang, Selasa (24/2/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di tanah tegal milik Zainul Muhid yang berlokasi di Dusun Glugu, Desa Katemas, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang.

Penyerahan bantuan ini merupakan bentuk dukungan konkret Polres Jombang dalam upaya meningkatkan produktivitas pertanian serta memperkuat ketahanan pangan daerah dan nasional. Turut hadir dalam kegiatan tersebut para Pejabat Utama (PJU) Polres Jombang, Kapolsek Kudu AKP Imam Subekti, Serma Tarmaji dari Koramil Kudu, Camat Kudu Wiwik Eko Retno, dan para tokoh lainnya.

Dalam sambutannya, Kapolres Jombang menyampaikan apresiasi atas sinergi yang telah terjalin antara Forkopimcam, pemerintah desa, dan para petani dalam mendukung program swasembada pangan. Ia menegaskan bahwa penanaman jagung serentak dengan target 5 hektare di setiap desa merupakan langkah nyata dalam meningkatkan produksi pangan.

“Kami dari Polres Jombang hadir untuk memberikan dukungan dan semangat kepada para petani. Program penanaman jagung ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi komitmen bersama untuk mewujudkan swasembada pangan,” ujar AKBP Ardi Kurniawan.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan bibit jagung jenis Bisi-18 secara simbolis oleh Kapolres Jombang kepada Ketua Gapoktan Desa Katemas. Selanjutnya, Kapolres bersama para tamu undangan melaksanakan penanaman jagung secara simbolis di lahan milik Zainul Muhid seluas kurang lebih 5 hektare sebagai tanda dimulainya program penanaman jagung di wilayah tersebut.

Dengan kerja sama yang solid antara TNI-Polri, pemerintah daerah, dan kelompok tani, diharapkan program ini dapat berjalan berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.