Wapres Gibran Dukung Penuh Pelatihan AI bagi 44 Ribu UMKM Indonesia di Program AIM ASEAN

0
71 views
Bagikan :

JAKARTA, TELUSUR.ID – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif pelatihan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) yang ditujukan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Komitmen ini mempertegas langkah pemerintah dalam mendorong transformasi digital di sektor kerakyatan.

Dukungan tersebut disampaikan Wapres saat menerima audiensi dari delegasi ASEAN Foundation di Istana Wakil Presiden, Jakarta, pada Rabu (25/2/2026). Dalam pertemuan tersebut, dibahas mengenai program AIM ASEAN yang menargetkan Indonesia sebagai peserta terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Indonesia ditetapkan sebagai fokus utama dengan target 44 ribu peserta UMKM dari total 100 ribu sasaran di sebelas negara ASEAN. Besarnya porsi untuk Indonesia ini didasari oleh kontribusi krusial sektor UMKM terhadap stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Legal Coordinator and Project Manager AIM ASEAN, Eci Ernawati, mengungkapkan bahwa Wapres Gibran siap memberikan dukungan nyata, mulai dari kemudahan akses bagi pelaku usaha hingga penyediaan fasilitas tempat pelatihan di berbagai wilayah Indonesia.

“Beliau menyampaikan akan mendukung pelatihan AI untuk UMKM di seluruh Indonesia, baik secara akses maupun tempat. Kami juga akan memberikan dukungan dari sisi pengetahuan, sehingga tercipta kolaborasi kuat dengan pemerintah,” ujar Eci usai pertemuan tersebut dikutip Telusur.id.

Pelatihan AI ini dinilai sangat strategis karena tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional usaha, tetapi juga membuka peluang inovasi produk. Dengan teknologi AI, UMKM diharapkan mampu melakukan pemasaran berbasis data untuk memperluas akses pasar secara global.

Selain fokus pada UMKM, dalam audiensi tersebut juga dipaparkan mengenai AI Ready ASEAN Program. Inisiatif ini memiliki jangkauan yang lebih luas, yakni menyasar 5,5 juta individu di seluruh Asia Tenggara, termasuk kalangan guru, pemuda, hingga orang tua.

Project Manager AI Ready ASEAN, Diera Gala Paksi, menyebutkan bahwa Wapres Gibran sangat antusias karena program ini sejalan dengan agenda Asta Cita pemerintah. Fokus utamanya adalah pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) yang inklusif dan merata.

Diera menekankan bahwa program ini juga menjangkau kelompok rentan dan masyarakat di wilayah terpencil (remote areas).

“Dukungan beliau mencakup infrastruktur dan inklusivitas, di mana kita juga merangkul para santri serta kaum marginal lainnya agar tidak tertinggal teknologi,” tuturnya.

Keberlanjutan program ini diharapkan dapat diperkuat melalui kebijakan pemerintah yang sinkron dengan langkah mitra pelaksana. Kolaborasi ini bertujuan agar literasi digital tidak hanya berhenti pada tingkat dasar, namun menjadi fondasi ekonomi masa depan yang berkelanjutan.

Melalui penguatan kapasitas digital ini, Indonesia diharapkan mampu membangun kedaulatan digital yang kokoh. Target akhirnya adalah menjadikan Indonesia bukan sekadar pasar teknologi global, melainkan pemain utama yang berbasis pada keunggulan sumber daya manusia.

Tinggalkan Balasan