Beranda blog Halaman 5

Prajurit Macan Kumbang Turun ke Pasar, Ekonomi Warga Pedalaman Papua Ikut Bergairah

0

Hidupkan Ekonomi Pedalaman Papua, Satgas Yonif 521/DY Dukung Aktivitas Pasar Tradisional di Distrik Kelila

MAMBERAMO TENGAH, TelusuR.ID — Kehadiran prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 521/Dharma Yudha (DY) di Papua Pegunungan tidak hanya berfokus pada menjaga keamanan wilayah. Di Distrik Kelila, Kabupaten Mamberamo Tengah, para prajurit turut berperan menggerakkan roda perekonomian masyarakat dengan mendukung aktivitas pasar tradisional yang menjadi pusat kehidupan warga, Jumat (20/6/2026).

Pasar tradisional di Kelila memiliki fungsi vital bagi masyarakat pedalaman. Selain menjadi tempat memenuhi kebutuhan sehari-hari, pasar juga menjadi ruang bagi warga memasarkan hasil pertanian dan perkebunan yang selama ini menjadi sumber penghidupan keluarga.

Danpos Kelila Letda Inf Imam Akbar, S.Tr.(Han), mengatakan personel Satgas Yonif 521/DY secara aktif menjalin komunikasi dengan para pedagang dan masyarakat guna menciptakan suasana pasar yang aman dan nyaman. Kehadiran prajurit juga menjadi bentuk dukungan agar aktivitas ekonomi warga terus tumbuh.

Komandan Satgas Yonif 521/DY Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata, S.E., M.I.P., menegaskan bahwa pasar tradisional merupakan salah satu pilar utama ekonomi masyarakat di pedalaman Papua. Karena itu, Satgas berupaya hadir tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam mendorong kesejahteraan.

“Pasar tradisional adalah nadi perekonomian masyarakat. Kami berharap kehadiran Satgas dapat memberikan semangat bagi warga untuk terus mengembangkan usaha dan memanfaatkan potensi yang dimiliki. Kemajuan ekonomi masyarakat merupakan bagian dari terciptanya stabilitas dan kesejahteraan bersama,” ujar Rahadyan.

Dukungan yang diberikan tidak berhenti pada pendampingan dan pengamanan aktivitas pasar. Para prajurit juga membeli berbagai hasil bumi yang dijual warga, mulai dari sayur-mayur, umbi-umbian, buah-buahan hingga hasil kebun lainnya. Langkah sederhana tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian TNI dalam membantu meningkatkan pendapatan para pedagang lokal.

Kehadiran prajurit “Macan Kumbang” di tengah aktivitas pasar disambut positif masyarakat Distrik Kelila. Selain menghadirkan rasa aman, interaksi yang terjalin juga mempererat hubungan kekeluargaan antara TNI dan warga. Masyarakat merasakan manfaat langsung karena hasil kebun mereka memiliki peluang lebih besar untuk terjual dan memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan teritorial yang dijalankan Satgas Yonif 521/DY selama bertugas di Papua Pegunungan. Melalui pendekatan humanis dan semangat kebersamaan, TNI terus memperkuat kemanunggalan dengan rakyat sekaligus mendorong tumbuhnya ekonomi kerakyatan di wilayah pedalaman.

Dengan semangat gotong royong, Satgas Yonif 521/DY berkomitmen mendampingi masyarakat Papua dalam mewujudkan kehidupan yang aman, mandiri, dan sejahtera. Dukungan terhadap pasar tradisional di Distrik Kelila menjadi salah satu wujud nyata bahwa kehadiran TNI tidak hanya menjaga kedaulatan negara, tetapi juga ikut menguatkan denyut ekonomi masyarakat hingga ke pelosok Tanah Papua.

Stadion Merdeka Bergemuruh, Askab PSSI Jombang Gelar 42 Laga Piala Presiden Usia Dini

0

Piala Presiden Jombang 2026 Jadi Panggung Pembinaan Usia Dini, 25 SSB Berebut Tiket ke Level Provinsi

JOMBANG, TelusuR.ID – Keseriusan membangun fondasi sepak bola usia dini mulai ditunjukkan Kabupaten Jombang. Sebanyak 25 tim Sekolah Sepak Bola (SSB) kategori U-10 dan U-12 ambil bagian dalam Piala Presiden I Tahun 2026 yang digelar di Stadion Merdeka Jombang pada 20-21 Juni 2026.

Turnamen yang diinisiasi Askab PSSI Jombang itu tak sekadar menjadi ajang perebutan gelar juara. Kompetisi ini dirancang sebagai ruang pembinaan berkelanjutan sekaligus wadah menjaring bibit-bibit pesepak bola potensial yang diproyeksikan menjadi kekuatan Jombang di masa depan.

Sebanyak 10 tim kategori U-10 dan 15 tim kategori U-12 bertanding menggunakan dua lapangan standar usia dini dengan ukuran setengah lapangan dewasa, sesuai format yang lazim diterapkan pada kompetisi pembinaan tingkat nasional.

Pembukaan kejuaraan dilakukan Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jombang, Nur Evva Maylia, mewakili Bupati Jombang Warsubi. Pembukaan ditandai dengan penyerahan bola kepada para pelatih peserta.

Turut hadir Ketua Askab PSSI Jombang Gus Sentot bersama jajaran Exco, Ketua KONI Kabupaten Jombang Sumarsono, Sekretaris KONI Budiman, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta para orang tua yang mendampingi atlet.

Melalui Kadisporapar, Bupati Warsubi mengapresiasi konsistensi Askab PSSI Jombang dalam membuka ruang pembinaan bagi anak-anak yang memiliki minat dan bakat di cabang olahraga sepak bola.

“Prestasi tidak lahir secara instan. Dibutuhkan latihan yang tekun, disiplin, serta dukungan orang tua dan pelatih yang terus mendampingi proses tumbuh kembang anak,” kata Nur Evva Maylia.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjunjung sportivitas, menghormati keputusan wasit, menghargai lawan, serta menjaga nama baik masing-masing klub.

Menurutnya, peran pelatih, guru dan orang tua menjadi faktor penting dalam membentuk generasi muda yang sehat, berprestasi dan berkarakter.

Ketua Askab PSSI Jombang, Gus Sentot, menegaskan turnamen ini dirancang sebagai sarana melahirkan pesepak bola muda yang tangguh dan menjunjung tinggi nilai sportivitas.

“Kami ingin membentuk pejuang olahraga yang nantinya mampu mengangkat prestasi sepak bola Jombang. Menang dan kalah adalah hal biasa, tetapi semangat, disiplin, dan sportivitas harus menjadi budaya,” ujarnya.

Sementara itu, anggota Exco Askab PSSI Jombang, Edy Musyadad, menilai Piala Presiden I 2026 merupakan bagian dari upaya serius organisasi dalam membangun ekosistem sepak bola yang sehat dan berkesinambungan. Menurut dia, pembinaan usia dini tidak bisa dilakukan secara sporadis, melainkan membutuhkan kompetisi yang rutin dan dukungan seluruh pemangku kepentingan.

“Anak-anak ini adalah aset masa depan sepak bola Jombang. Karena itu, Askab PSSI berkomitmen memperbanyak kompetisi usia dini agar proses pembinaan berjalan berjenjang. Kami ingin para pemain tidak hanya mahir secara teknik, tetapi juga memiliki karakter, mental bertanding, dan sportivitas yang kuat,” kata Edy.

Ia menegaskan, Askab PSSI Jombang tengah berupaya membangun sistem pembinaan yang lebih terarah, mulai dari tingkat SSB hingga menyiapkan pemain menuju level provinsi dan nasional. Menurutnya, kehadiran 25 SSB dalam turnamen ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat sekaligus menjadi modal besar untuk melahirkan generasi pesepak bola yang mampu bersaing.

“Jombang memiliki potensi besar. Tinggal bagaimana potensi itu dirawat melalui kompetisi yang berkesinambungan dan kolaborasi antara Askab, pemerintah daerah, pelatih, sekolah, serta orang tua. Kalau semua bergerak bersama, bukan tidak mungkin Jombang akan melahirkan pemain-pemain berkualitas yang bisa berbicara di tingkat nasional,” ujarnya.

Edy juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Jombang, KONI, para pelatih, serta orang tua yang dinilainya menjadi bagian penting dari proses pembinaan. Menurut dia, keberhasilan sepak bola daerah tidak hanya ditentukan hasil pertandingan, melainkan juga sejauh mana ekosistem pembinaan mampu berjalan secara konsisten.

Atmosfer pertandingan berlangsung meriah. Tribun Stadion Merdeka dipenuhi para orang tua dan ofisial yang tak henti memberikan dukungan kepada para pemain muda yang berlaga di atas lapangan.

Panitia menerapkan sistem setengah kompetisi. Kategori U-10 dibagi menjadi tiga grup, sedangkan kategori U-12 terbagi dalam empat grup. Total sebanyak 42 pertandingan digelar hingga partai final pada Minggu (21/6/2026), yang dilanjutkan dengan penyerahan trofi dan uang pembinaan.

Lebih dari sekadar perebutan gelar, turnamen ini menjadi pintu menuju jenjang yang lebih tinggi. Tim-tim terbaik akan mewakili Kabupaten Jombang di tingkat provinsi sebelum berpeluang melangkah ke level nasional.

Di tengah minimnya kompetisi usia dini yang berkesinambungan di sejumlah daerah, penyelenggaraan Piala Presiden I Jombang 2026 menjadi penanda bahwa pembinaan sepak bola tidak dibangun melalui cara instan. Konsistensi kompetisi, dukungan pemerintah daerah, serta keseriusan Askab PSSI Jombang menjadi modal penting dalam menyiapkan generasi baru sepak bola Jombang yang lebih kompetitif dan berprestasi.

Patroli Malam Cipta Kondisi, Serka Heri Santoso Sambangi Warga Demi Menjaga Keamanan Bulukerto

0

Wonogiri,TelusuR.ID – Dalam upaya menciptakan situasi yang aman dan kondusif, Serka Heri Santoso, anggota Koramil 21 Bulukerto, Kodim 0728/Wonogiri, melaksanakan patroli malam cipta kondisi pada Kamis malam (18/6/2026). Kegiatan patroli dilakukan dengan menyusuri sejumlah titik di wilayah binaan sekaligus menyapa warga yang masih beraktivitas pada malam hari.

Selama patroli, Serka Heri Santoso tidak hanya melakukan pemantauan keamanan, tetapi juga berdialog langsung dengan masyarakat. Kehadiran aparat TNI di tengah lingkungan pada malam hari memberikan rasa tenang sekaligus mempererat hubungan antara Babinsa dengan warga binaannya. Suasana patroli berlangsung penuh keakraban dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat.

Salah seorang warga mengaku merasa lebih nyaman dengan adanya patroli rutin tersebut. “Kami merasa lebih aman karena Bapak TNI sering berkeliling dan menyapa warga. Kehadiran mereka membuat kami yakin lingkungan tetap terjaga, terutama pada malam hari,” ungkap seorang warga yang ditemui saat patroli berlangsung.

Danramil melalui kegiatan Babinsa berharap sinergi antara TNI dan masyarakat terus terjalin dengan baik. Patroli malam seperti ini menjadi langkah nyata dalam mencegah potensi gangguan keamanan sekaligus mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan masing-masing.

Patroli malam cipta kondisi yang dilaksanakan oleh Serka Heri Santoso berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar hingga selesai. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat menjadi bukti nyata bahwa TNI selalu hadir untuk menjaga keamanan, memberikan rasa nyaman, serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

(Agus Kemplu)

Sambut Munas NU, ISNU Jatim Gelar Halaqoh Nasional Intelektual Nahdliyin di Kediri

0

KEDIRI, TelusuR.id – Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PW ISNU) Jawa Timur senantiasa mengambil peran strategis di tengah perubahan dinamika masyarakat. Memasuki awal abad kedua usianya, badan otonom yang mewadahi para intelektual Nahdliyin ini terus menajamkan pisau analisisnya terhadap isu-isu makro kebangsaan.

Langkah taktis tersebut diwujudkan melalui gelaran Halaqoh Nasional Sarjana Nahdlatul Ulama yang siap dihelat pada Minggu, 21 Juni 2026. Forum ilmiah berskala nasional ini mengusung tema besar “Masa Depan Indonesia di Tengah Tekanan Ekonomi dan Geopolitik Global: Agenda Intelektual Nahdliyin di Awal Abad Kedua”.

Kegiatan ini dipastikan menjadi ruang bertemunya para pemikir dan cendekiawan Muslim dari berbagai latar belakang profesi. Selain sebagai wadah sumbang saran, agenda strategis ini juga menjadi bagian dari rangkaian perhelatan akbar guna menyemarakkan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) NU.

Adapun lokasi yang dipilih sebagai pusat perumusan gagasan ini adalah Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo, Kota Kediri. Pertemuan akbar kaum jurnalis akademik dan struktural NU ini dijadwalkan bakal memulai kegiatannya sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Penjabat (Pj) Ketua PW ISNU Jawa Timur, Prof. Dr. H.M. Afif Hasbullah, yang juga bertindak sebagai Ketua Panitia, menyampaikan pentingnya peran intelektual NU. Menurutnya, kesarjanaan Nahdliyin dituntut peka dalam mengantisipasi setiap perubahan eskalasi global yang bergerak begitu cepat.

“Indonesia saat ini sedang menghadapi perubahan lanskap dunia yang sangat cepat dan penuh ketidakpastian. Konflik luar negeri dan ketegangan geopolitik lintas negara secara tidak langsung berdampak besar pada stabilitas ekonomi dalam negeri,” ujar Prof. Afif dalam keterangan resminya diterima TelusuR.id, Sabtu (20/7/2026).

Prof. Afif mengimbuhkan bahwa imbas ketegangan global tersebut mulai merembet pada kerentanan aspek keamanan energi, serta ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu, ISNU merasa memiliki tanggung jawab moral untuk ikut serta memetakan arah kebijakan negara lewat pemikiran akademis.

Guna mengurai benang kusut persoalan tersebut secara komprehensif, jalannya halaqoh nasional ini sengaja dibagi ke dalam dua sesi pembahasan utama. Setiap sesinya akan dipandu dan diisi oleh para tokoh nasional serta pejabat negara yang berkompeten di bidangnya.

Sesi pertama akan mengupas tuntas sub-tema mengenai “Menjaga Kedaulatan dan Keadilan Sosial”. Lini ini dihadiri oleh Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar dan Wakil Ketua Umum PP ISNU yang juga Komisaris Bank Jatim, Prof. Dr. HM Mas’ud Said.

Turut melengkapi sesi pertama tersebut, hadir Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi. Panel ini makin berbobot dengan kehadiran Ketua KPAI Dr. Aris Adi Leksono, Komisioner Ombudsman RI Dr. Abdul Ghoffar, serta Prof. Dr. H.M. Afif Hasbullah sendiri.

Selanjutnya, memasuki sesi kedua, jalannya diskusi akan beralih fokus membahas tema “Membangun Ketahanan Ekonomi dan Sumber Daya Nasional”. Lini ini menghadirkan Ketua Umum PP ISNU yang juga menjabat Sekjen Kemenag RI, Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin.

Sesi kedua ini juga diperkuat oleh Ketua Umum JATMAN sekaligus Komisaris PLN Prof. Dr. KH Ali Masykur Musa, Direktur Wahid Institute Hj. Yenny Wahid, serta Menteri ATR/Kepala BPN H. Nusron Wahid. Tuan rumah Rektor UIT Kediri Dr. KH Reza Ahmad Zahid bersama Ketua KPI Pusat Ubaidillah turut melengkapi jajaran pembicara.

Melalui perpaduan pandangan dari para regulator dan akademisi tersebut, ISNU Jatim optimistis forum ini mampu menghasilkan cetak biru yang aplikatif. Solusi yang ditawarkan diharapkan tidak hanya menyentuh aspek materialistik, melainkan juga menyentuh aspek spiritual.

“Kita harus membangun strategi ketahanan nasional yang kuat, mandiri, serta berkelanjutan. Tidak hanya mengejar kemajuan dari sisi ekonomi dan teknologi belaka, tetapi juga harus diimbangi dengan ketangguhan spiritual dan sosial,” kata Prof. Afif mempertegas.

Pengasuh Pondok Pesantren Matholiul Anwar, Karanggeneng, Kabupaten Lamongan ini berharap forum ini mampu mengantar rekomendasi strategis bagi kebijakan NU dan bangsa. Output dokumen hasil halaqoh akan diserahkan secara resmi sebagai draf masukan menjelang Munas NU.

Mengingat pentingnya materi yang dibahas, panitia membuka kesempatan luas bagi kader dan masyarakat umum yang ingin berpartisipasi dengan mendaftar melalui tautan bit.ly/halaqohisnu. Untuk informasi akomodasi lebih lanjut, calon peserta dapat langsung menghubungi narahubung Moch. Dawud.

Babinsa Kalijambe Perbarui Data Teritorial, Antisipasi Dinamika Wilayah Sejak Dini Koordinasi dengan

0

Pul Data Teritorial Jadi Kunci, Babinsa Koramil Kalijambe Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Desa

SRAGEN,TelusuR.ID — Data wilayah yang akurat menjadi fondasi penting dalam pelaksanaan pembinaan teritorial. Karena itu, Babinsa Desa Keden Koramil 18/Kalijambe Kodim 0725/Sragen, Serda Sunarno, terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa guna memastikan perkembangan wilayah dapat terpantau secara menyeluruh.

Upaya tersebut diwujudkan melalui komunikasi sosial bersama perangkat Desa Keden, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jumat (19/6/2026). Pertemuan yang berlangsung di Kantor Desa Keden itu dimanfaatkan untuk memperbarui data kependudukan, memetakan kondisi sosial masyarakat, serta mengidentifikasi potensi dan persoalan yang berkembang di tingkat desa.

Bagi Babinsa, data teritorial yang mutakhir bukan sekadar administrasi. Data tersebut menjadi instrumen penting dalam mendukung pelaksanaan tugas pembinaan wilayah agar lebih efektif dan tepat sasaran.

“Koordinasi dengan perangkat desa sangat penting untuk mengetahui perkembangan situasi di wilayah. Dengan data yang terus diperbarui, kami lebih mudah memetakan kondisi desa sekaligus membantu mencarikan solusi apabila terdapat persoalan yang dihadapi masyarakat,” kata Serda Sunarno.

Menurut dia, komunikasi yang terjalin secara rutin juga menjadi sarana memperkuat sinergi antara TNI dan pemerintah desa dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus mendukung berbagai program pembangunan yang sedang berjalan.

Di tingkat desa, peran Babinsa tidak hanya berkaitan dengan aspek pertahanan. Kehadirannya juga menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah setempat agar setiap dinamika yang berkembang dapat diantisipasi sejak dini.

Melalui koordinasi yang berkesinambungan, berbagai perkembangan di wilayah diharapkan dapat dipetakan secara lebih akurat. Bagi Koramil 18/Kalijambe, pembinaan teritorial yang berbasis data dan komunikasi menjadi salah satu kunci menjaga stabilitas wilayah sekaligus mendukung kemajuan desa.

Tak Hanya Angkat Senjata, Prajurit TNI Ini Pilih Angkat Cangkul Bersama Warga di Yalimo

0

Gotong Royong di Elelim, Satgas Yonif 521/DY Perkuat Ikatan Sosial dengan Warga Papua

YALIMO, Papua Pegunungan,TelusuR.ID — Kehadiran prajurit TNI di wilayah perbatasan tidak hanya identik dengan tugas pengamanan. Di Distrik Elelim, Kabupaten Yalimo, personel Satgas Pamtas Yonif 521/DY menunjukkan wajah lain pengabdian mereka dengan turun langsung bergotong royong membersihkan lingkungan rumah warga, Kamis (19/6/2026).

Sejak pagi, personel Pos Elelim bersama masyarakat bahu-membahu membersihkan halaman rumah dan menata kawasan permukiman. Aktivitas sederhana itu menghadirkan suasana akrab tanpa sekat antara aparat dan warga. Canda dan tawa mewarnai pekerjaan yang dilakukan bersama, mencerminkan eratnya hubungan yang terbangun selama masa penugasan.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan teritorial yang dijalankan Satgas Yonif 521/DY. Selain menjaga stabilitas keamanan, satuan ini berupaya menghadirkan manfaat nyata melalui aktivitas sosial yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Komandan Satgas Yonif 521/DY Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata mengatakan, gotong royong bukan sekadar membersihkan lingkungan, melainkan sarana membangun kebersamaan sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya hidup sehat.

“Budaya gotong royong merupakan warisan bangsa yang harus terus dijaga. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin memperkuat silaturahmi dengan masyarakat sekaligus mengajak warga untuk bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap bersih dan nyaman,” ujar Rahadyan.

Menurut dia, nilai kebersamaan dan kepedulian sosial menjadi modal penting dalam menjaga harmoni kehidupan masyarakat, terutama di wilayah yang memiliki tantangan geografis seperti Papua Pegunungan.

Kehadiran personel Satgas mendapat sambutan positif dari masyarakat. Tokoh masyarakat Distrik Elelim, Veldo Wenda, menilai prajurit Yonif 521/DY tidak hanya menjalankan tugas menjaga keamanan, tetapi juga aktif membantu warga dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan.

“Kami merasa terbantu. Bapak-bapak TNI selalu hadir di tengah masyarakat, mulai dari gotong royong, pelayanan kesehatan, sampai kegiatan pendidikan. Kehadiran mereka membuat masyarakat merasa lebih dekat dan diperhatikan,” kata Veldo.

Bagi warga Elelim, kegiatan tersebut bukan semata membersihkan lingkungan, melainkan memperkuat hubungan kekeluargaan yang telah terjalin antara masyarakat dan personel Satgas. Interaksi yang terbangun secara langsung juga menjadi ruang komunikasi yang memungkinkan berbagai persoalan warga dapat diketahui dan dicarikan solusi bersama.

Di tengah perubahan zaman, semangat gotong royong yang tetap hidup di pedalaman Papua menjadi pengingat bahwa kebersamaan dan kepedulian sosial masih menjadi kekuatan penting dalam menjaga persatuan. Bagi Satgas Yonif 521/DY dan masyarakat Elelim, kerja bersama itu menjadi bukti bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat tidak hanya diwujudkan melalui tugas keamanan, tetapi juga melalui tindakan nyata yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Perkuat Birokrasi Akar Rumput, Bupati Warsubi Lantik 10 Kepala Desa Antar Waktu 

0

JOMBANG, TelusuR.id – Sektor birokrasi pemerintahan tingkat desa di Kabupaten Jombang resmi mendapat suntikan energi baru. Langkah cepat diambil oleh Pemerintah Kabupaten Jombang guna mengantisipasi kekosongan kepemimpinan di tingkat bawah agar roda pelayanan publik tidak tersendat.

Bupati Jombang, Warsubi, S.H., M.Si., memimpin langsung prosesi pengambilan sumpah dan pelantikan 10 Kepala Desa Antar Waktu (KDAW) pada Kamis siang. Acara sakral tersebut digelar di Pendopo Agung Kabupaten Jombang dengan jajaran protokol kedinasan yang ketat.

Prosesi pelantikan ini turut disaksikan oleh Wakil Bupati Jombang Gus Salmanudin, S.Ag., M.Pd., serta jajaran Forkopimda. Hadir pula para Staf Ahli, Asisten Sekda, jajaran Kepala Perangkat Daerah, hingga jajaran Forkopimcam dari wilayah desa yang bersangkutan.

Pelantikan KDAW ini dilaksanakan secara khusus untuk mengisi kekosongan sisa masa jabatan kepala desa sebelumnya. Langkah pengisian posisi ini dinilai krusial agar pelaksanaan program kerja desa dan penyaluran anggaran bisa langsung dieksekusi tanpa hambatan administratif.

Mengawali sambutannya, Bupati Jombang Warsubi mengajak seluruh hadirin untuk sejenak menundukkan kepala. Beliau mengajak semua elemen mendoakan para kepala desa terdahulu yang telah purnatugas atau mendahului wafat agar segala pengabdian mereka dinilai sebagai amal saleh.

Kepada para KDAW yang baru saja mengucap sumpah jabatan, Bupati Warsubi menegaskan bahwa posisi ini bukanlah sekadar fasilitas jabatan, melainkan amanah besar. Kursi kepemimpinan desa menuntut tanggung jawab penuh, kejujuran tinggi, serta dedikasi tanpa batas kepada warga.

Bupati berharap para pemimpin baru ini tidak perlu meluangkan waktu terlalu lama untuk bersenang-senang pascapelantikan. Sebaliknya, mereka diminta untuk langsung tancap gas mengurai berbagai persoalan di desa serta melayani urusan administratif warga.

“Panjenengan dapat segera menyesuaikan diri dengan tugas dan tanggung jawab yang diemban. Pahami kondisi wilayah, rangkul seluruh elemen masyarakat, serta lanjutkan program-program pembangunan yang telah berjalan dengan baik,” tutur Warsubi dengan tegas.

Pria yang akrab disapa Abah Warsubi ini juga mengingatkan bahwa desa merupakan ujung tombak utama dari pembangunan daerah secara makro. Keberhasilan pembangunan di Kabupaten Jombang secara keseluruhan dinilai sangat bergantung pada kemandirian dan kemajuan desa-desanya.

Apabila tata kelola pemerintahan desa berjalan pincang, maka target pembangunan di tingkat kabupaten dipastikan akan ikut terganggu. Oleh sebab itu, stabilitas kepemimpinan di tingkat paling bawah menjadi kunci utama yang wajib dikawal secara serius oleh para KDAW.

“Saudara sekalian diharapkan mampu menjadi energi baru dan memberikan semangat baru dalam penyelenggaraan pemerintahan desa dan pelayanan kepada masyarakat, demi mewujudkan Jombang Maju dan Sejahtera untuk Semua,” tambah Abah Warsubi penuh optimistis.

Selain masalah internal administrasi desa, bupati juga memberikan perhatian khusus pada aspek keamanan teritorial. Mengingat pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Kabupaten Jombang tahun 2027 sudah di depan mata, stabilitas politik desa kini mulai diuji.

Warsubi berpesan agar para KDAW aktif memetakan potensi konflik guna menjaga ketertiban, keamanan, serta keharmonisan di wilayahnya masing-masing. Komunikasi yang kuat dengan perangkat desa, BPD, hingga babinsa dan bhabinkamtibmas harus dirajut erat.

Adapun sembilan dari sepuluh KDAW yang dilantik memiliki masa jabatan terhitung sejak tanggal dilantik sampai dengan 5 Desember 2027. Mereka adalah Kaswar (Desa Sukorejo, Kecamatan Perak), Totok Hariyono (Desa Pengampon, Kecamatan Kabuh), Ariy Septa Adicandra (Desa Sidomulyo, Kecamatan Megaluh), Anis Prasetyo Ari (Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan), Warsito (Desa Rejoslamet, Kecamatan Mojowarno), Sugito (Desa Cukir, Kecamatan Diwek), Sofiyudin (Desa Keboan, Kecamatan Ngusikan), Rini Hidyawati Syafi’i (Desa Sudimoro, Kecamatan Megaluh), dan Agung Sutikno (Desa Kampungbaru, Kecamatan Plandaan).

Sementara itu, untuk posisi KDAW Wangkalkepuh, Kecamatan Gudo, kini resmi dijabat oleh Joko Sukamto. Berbeda dengan sembilan kepala desa lainnya, Joko Sukamto akan mengemban sisa masa jabatan dengan durasi yang lebih panjang, yakni terhitung sejak tanggal dilantik sampai dengan 7 Januari 2029.

Sinergi struktural yang kokoh mulai dari pihak kecamatan hingga pemerintah kabupaten harus terus dibangun tanpa sekat. Langkah proaktif ini diperlukan agar iklim demokrasi di tingkat akar rumput menjelang tahun politik daerah dapat berjalan sejuk, aman, dan lancar.

PW GP Ansor Jatim Kumpulkan Pengusaha, Buruh, dan Pemerintah, Bidik Ekonomi Berkeadilan dari Surabaya

0

Ansor Economic Forum 2026, PW GP Ansor Jatim Perkuat Sinergi Pengusaha dan Pekerja Demi Ekonomi Berkeadilan

SURABAYA, TelusuR.ID – Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur menunjukkan keseriusannya dalam mengambil peran strategis di sektor ekonomi. Tidak hanya bergerak di bidang keagamaan dan kaderisasi, organisasi kepemudaan Nahdliyin ini juga aktif membangun ekosistem usaha yang sehat melalui penguatan hubungan industrial yang harmonis.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Ansor Economic Forum 2026 di Kantor PW GP Ansor Jawa Timur, Surabaya, Kamis (18/6/2026). Forum ini mempertemukan unsur pemerintah, pelaku industri, akademisi, asosiasi usaha, hingga kalangan serikat pekerja dalam satu ruang dialog untuk membangun kolaborasi yang produktif.

Sejumlah pemangku kepentingan hadir dalam forum tersebut, di antaranya Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur, Disnaker Kota Surabaya, Disnaker Kabupaten Mojokerto, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (Abujapi) Jatim, serta berbagai perusahaan nasional seperti KAI Logistik, PT Borwita, CV Sumber Pangan, dan Steel Production.

Forum itu juga dihadiri para saudagar Nahdliyin dan kader Ansor yang bergerak di berbagai sektor usaha, mulai dari properti, transportasi, peternakan, kesehatan, hingga layanan perjalanan umrah. Kehadiran mereka memperlihatkan semakin besarnya kontribusi kader Ansor dalam membangun perekonomian daerah.

Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, H. Musaffa’ Safril, mengatakan bahwa Ansor Economic Forum 2026 merupakan bagian dari ikhtiar organisasi dalam menghadirkan ruang dialog yang sehat di tengah dinamika ekonomi dan ketenagakerjaan yang terus berkembang.

Mengusung tema “Memperkuat Hubungan Industrial Harmonis: Usaha Tumbuh, Pekerja Sejahtera”, forum tersebut menjadi wujud nyata komitmen GP Ansor dalam mendorong terciptanya pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan.

“Pembangunan ekonomi yang berkelanjutan membutuhkan hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan antara pengusaha, pekerja, dan pemerintah. Karena itu, diperlukan ruang dialog yang mempertemukan seluruh pemangku kepentingan untuk membangun kesepahaman dan kolaborasi yang konstruktif,” ujar Musaffa’.

Menurut dia, hubungan industrial yang sehat tidak hanya berfungsi menyelesaikan konflik ketenagakerjaan, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan usaha, peningkatan produktivitas, dan kesejahteraan tenaga kerja.

“Dunia usaha membutuhkan kepastian dan stabilitas, sementara pekerja membutuhkan perlindungan dan jaminan kesejahteraan. Dalam konteks inilah pemerintah memiliki peran penting sebagai regulator sekaligus fasilitator terciptanya hubungan industrial yang berkeadilan,” katanya.

Musaffa’ juga menyoroti perkembangan kader Ansor yang kini semakin banyak bertransformasi menjadi pelaku usaha di berbagai sektor strategis. Menurutnya, potensi besar tersebut perlu dikonsolidasikan agar mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Karena itu, PW GP Ansor Jawa Timur berupaya menghadirkan wadah kolaborasi yang tidak hanya memperkuat jejaring bisnis antarkader, tetapi juga membuka ruang kerja sama dengan berbagai kalangan di luar organisasi.

Sementara itu, Ketua Panitia Ansor Economic Forum 2026, Anas Syaikhu, menjelaskan bahwa forum tersebut dirancang sebagai ruang yang inklusif untuk memperkuat jaringan ekonomi dan mempertemukan pelaku usaha lintas sektor.

“Melalui forum ini kami ingin mempertemukan para pengusaha lintas sektor, baik dari kader Ansor maupun di luar Ansor, sehingga ke depan dapat terjalin sinergi dan kolaborasi yang saling menguntungkan,” ujarnya.

Melalui Ansor Economic Forum 2026, PW GP Ansor Jawa Timur menegaskan perannya sebagai organisasi kader yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Tidak hanya fokus pada penguatan keagamaan dan kebangsaan, GP Ansor Jatim juga hadir sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan yang mendorong terciptanya dunia usaha yang tumbuh sehat, tenaga kerja yang sejahtera, serta pembangunan ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Danrem 074/Warastratama Pimpin Sertijab Dandim 0724/Boyolali, Estafet Pengabdian TNI untuk Rakyat Berlanjut

0

BOYOLALI, TelusuR.ID – Pergantian kepemimpinan di tubuh TNI Angkatan Darat kembali bergulir. Komandan Korem (Danrem) 074/Warastratama Kolonel Inf M. Arry Yudistira memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) Komandan Kodim (Dandim) 0724/Boyolali dari Letkol Inf Dhanu Anggoro Asmoro kepada Letkol Inf Gunawan Nurbathin, Kamis (18/6/2026).

Rotasi jabatan tersebut merupakan bagian dari proses regenerasi dan pembinaan organisasi di lingkungan TNI AD guna menjaga kesinambungan kepemimpinan serta memastikan tugas pengabdian kepada bangsa dan masyarakat terus berjalan secara optimal.

Di balik pergantian komandan, terdapat estafet pengabdian yang tidak pernah berhenti. Kepemimpinan boleh berganti, namun semangat pengabdian, profesionalisme, dan kedekatan TNI dengan rakyat tetap menjadi fondasi utama dalam menjalankan tugas di wilayah.

Dalam arahannya, Kolonel Inf M. Arry Yudistira menegaskan bahwa menerima tongkat komando berarti juga harus siap melepaskannya sebagai bagian dari dinamika organisasi yang sehat. Menurut dia, jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab demi kepentingan bangsa dan masyarakat.

“Selamat kepada pejabat Dandim yang baru. Segera menyesuaikan diri dengan lingkungan tugas, melanjutkan program-program yang telah berjalan dengan baik, serta memperkuat sinergi dengan Forkopimda dan seluruh elemen masyarakat Kabupaten Boyolali,” kata Danrem.

Ia juga menekankan bahwa pengalaman memimpin satuan kewilayahan menjadi bekal penting bagi seorang perwira dalam menghadapi berbagai dinamika di lapangan. Sebab, seorang Dandim tidak hanya bertanggung jawab menjaga stabilitas wilayah, tetapi juga dituntut mampu hadir di tengah masyarakat dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi warga.

Pergantian kepemimpinan ini sekaligus menjadi penegasan bahwa TNI terus melakukan pembinaan sumber daya manusia secara berkelanjutan guna mencetak pemimpin yang adaptif, profesional, dan responsif terhadap perkembangan zaman.

Dengan kepemimpinan baru, Kodim 0724/Boyolali diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai garda terdepan pembinaan teritorial, menjaga keamanan wilayah, serta mendukung berbagai program pembangunan daerah yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan seluruh komponen masyarakat dinilai menjadi kunci penting dalam menjaga stabilitas dan memperkuat ketahanan wilayah. Karena itu, estafet kepemimpinan di Kodim 0724/Boyolali bukan sekadar pergantian pejabat, melainkan keberlanjutan komitmen TNI untuk terus hadir, mengabdi, dan tumbuh bersama rakyat.

(Agus Kemplu)

Saat Seragam Loreng Menyatu dengan Cangkul dan Semen, Babinsa Gesi Gotong Royong Bangun Talud Demi Keselamatan Warga

0

SRAGEN, TelusuR.ID – Seragam loreng tak selalu identik dengan latihan militer. Di Dukuh Tirto Mulyo RT 13, Desa Gesi, Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen, Kamis (18/6/2026), seragam itu justru tampak menyatu dengan cangkul, adukan semen, dan semangat gotong royong warga.

Babinsa Desa Gesi Koramil 12/Gesi Kodim 0725/Sragen, Sertu Heri, turun langsung bersama masyarakat membangun talud jalan yang selama ini menjadi kebutuhan warga untuk menjaga keamanan dan ketahanan badan jalan dari ancaman longsor, terutama saat musim hujan.

Bagi warga, kehadiran prajurit TNI di tengah pekerjaan fisik bukan sekadar simbol. Kehadiran mereka menjadi energi yang menggerakkan semangat kebersamaan sekaligus mempercepat pembangunan yang manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat.

Sertu Heri mengatakan, pembangunan talud memiliki peran penting untuk mencegah terjadinya erosi dan longsoran tanah yang berpotensi merusak akses jalan. Infrastruktur tersebut juga akan memperkuat badan jalan sehingga aktivitas warga dapat berlangsung lebih aman dan lancar.

“Gotong royong adalah budaya yang harus terus dipelihara. Dengan bekerja bersama, pekerjaan menjadi lebih ringan dan manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat,” kata Sertu Heri.

Menurut dia, keterlibatan Babinsa dalam pembangunan desa merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial yang dijalankan TNI. Kehadiran aparat kewilayahan tidak hanya menjaga aspek pertahanan, tetapi juga menjadi mitra masyarakat dalam mendorong pembangunan dan memperkuat semangat kebersamaan.

Kehadiran Babinsa, lanjut dia, merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat yang selama ini menjadi kekuatan utama dalam menjaga ketahanan wilayah.

Salah seorang warga, Sutarman, mengaku senang dengan keterlibatan Sertu Heri dalam berbagai kegiatan di lingkungan desa. Menurutnya, Babinsa tidak hanya hadir ketika ada persoalan keamanan, tetapi juga selalu terlibat dalam kegiatan sosial dan pembangunan yang dibutuhkan masyarakat.

“Pak Babinsa hampir selalu ada ketika warga membutuhkan. Beliau ikut bekerja bersama kami dan memberikan semangat. Kehadiran TNI membuat warga semakin kompak,” ujar Sutarman.

Pembangunan talud tersebut diharapkan mampu meningkatkan keselamatan pengguna jalan sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Dengan akses yang lebih kuat dan aman, distribusi hasil pertanian maupun mobilitas warga dapat berlangsung tanpa terganggu risiko kerusakan jalan akibat curah hujan tinggi.

Di tengah derasnya arus modernisasi, semangat gotong royong yang diperlihatkan warga bersama Babinsa Desa Gesi menjadi bukti bahwa kemanunggalan TNI dengan rakyat bukan sekadar slogan. Semangat itu terus hidup dalam kerja nyata yang menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.

(Agus Kemplu)