Saat Seragam Loreng Menyatu dengan Cangkul dan Semen, Babinsa Gesi Gotong Royong Bangun Talud Demi Keselamatan Warga

0
7 views
Bagikan :

SRAGEN, TelusuR.ID – Seragam loreng tak selalu identik dengan latihan militer. Di Dukuh Tirto Mulyo RT 13, Desa Gesi, Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen, Kamis (18/6/2026), seragam itu justru tampak menyatu dengan cangkul, adukan semen, dan semangat gotong royong warga.

Babinsa Desa Gesi Koramil 12/Gesi Kodim 0725/Sragen, Sertu Heri, turun langsung bersama masyarakat membangun talud jalan yang selama ini menjadi kebutuhan warga untuk menjaga keamanan dan ketahanan badan jalan dari ancaman longsor, terutama saat musim hujan.

Bagi warga, kehadiran prajurit TNI di tengah pekerjaan fisik bukan sekadar simbol. Kehadiran mereka menjadi energi yang menggerakkan semangat kebersamaan sekaligus mempercepat pembangunan yang manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat.

Sertu Heri mengatakan, pembangunan talud memiliki peran penting untuk mencegah terjadinya erosi dan longsoran tanah yang berpotensi merusak akses jalan. Infrastruktur tersebut juga akan memperkuat badan jalan sehingga aktivitas warga dapat berlangsung lebih aman dan lancar.

“Gotong royong adalah budaya yang harus terus dipelihara. Dengan bekerja bersama, pekerjaan menjadi lebih ringan dan manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat,” kata Sertu Heri.

Menurut dia, keterlibatan Babinsa dalam pembangunan desa merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial yang dijalankan TNI. Kehadiran aparat kewilayahan tidak hanya menjaga aspek pertahanan, tetapi juga menjadi mitra masyarakat dalam mendorong pembangunan dan memperkuat semangat kebersamaan.

Kehadiran Babinsa, lanjut dia, merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat yang selama ini menjadi kekuatan utama dalam menjaga ketahanan wilayah.

Salah seorang warga, Sutarman, mengaku senang dengan keterlibatan Sertu Heri dalam berbagai kegiatan di lingkungan desa. Menurutnya, Babinsa tidak hanya hadir ketika ada persoalan keamanan, tetapi juga selalu terlibat dalam kegiatan sosial dan pembangunan yang dibutuhkan masyarakat.

“Pak Babinsa hampir selalu ada ketika warga membutuhkan. Beliau ikut bekerja bersama kami dan memberikan semangat. Kehadiran TNI membuat warga semakin kompak,” ujar Sutarman.

Pembangunan talud tersebut diharapkan mampu meningkatkan keselamatan pengguna jalan sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Dengan akses yang lebih kuat dan aman, distribusi hasil pertanian maupun mobilitas warga dapat berlangsung tanpa terganggu risiko kerusakan jalan akibat curah hujan tinggi.

Di tengah derasnya arus modernisasi, semangat gotong royong yang diperlihatkan warga bersama Babinsa Desa Gesi menjadi bukti bahwa kemanunggalan TNI dengan rakyat bukan sekadar slogan. Semangat itu terus hidup dalam kerja nyata yang menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.

(Agus Kemplu)

Tinggalkan Balasan