Ansor Economic Forum 2026, PW GP Ansor Jatim Perkuat Sinergi Pengusaha dan Pekerja Demi Ekonomi Berkeadilan
SURABAYA, TelusuR.ID – Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur menunjukkan keseriusannya dalam mengambil peran strategis di sektor ekonomi. Tidak hanya bergerak di bidang keagamaan dan kaderisasi, organisasi kepemudaan Nahdliyin ini juga aktif membangun ekosistem usaha yang sehat melalui penguatan hubungan industrial yang harmonis.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Ansor Economic Forum 2026 di Kantor PW GP Ansor Jawa Timur, Surabaya, Kamis (18/6/2026). Forum ini mempertemukan unsur pemerintah, pelaku industri, akademisi, asosiasi usaha, hingga kalangan serikat pekerja dalam satu ruang dialog untuk membangun kolaborasi yang produktif.
Sejumlah pemangku kepentingan hadir dalam forum tersebut, di antaranya Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur, Disnaker Kota Surabaya, Disnaker Kabupaten Mojokerto, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (Abujapi) Jatim, serta berbagai perusahaan nasional seperti KAI Logistik, PT Borwita, CV Sumber Pangan, dan Steel Production.
Forum itu juga dihadiri para saudagar Nahdliyin dan kader Ansor yang bergerak di berbagai sektor usaha, mulai dari properti, transportasi, peternakan, kesehatan, hingga layanan perjalanan umrah. Kehadiran mereka memperlihatkan semakin besarnya kontribusi kader Ansor dalam membangun perekonomian daerah.

Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, H. Musaffa’ Safril, mengatakan bahwa Ansor Economic Forum 2026 merupakan bagian dari ikhtiar organisasi dalam menghadirkan ruang dialog yang sehat di tengah dinamika ekonomi dan ketenagakerjaan yang terus berkembang.
Mengusung tema “Memperkuat Hubungan Industrial Harmonis: Usaha Tumbuh, Pekerja Sejahtera”, forum tersebut menjadi wujud nyata komitmen GP Ansor dalam mendorong terciptanya pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan.
“Pembangunan ekonomi yang berkelanjutan membutuhkan hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan antara pengusaha, pekerja, dan pemerintah. Karena itu, diperlukan ruang dialog yang mempertemukan seluruh pemangku kepentingan untuk membangun kesepahaman dan kolaborasi yang konstruktif,” ujar Musaffa’.

Menurut dia, hubungan industrial yang sehat tidak hanya berfungsi menyelesaikan konflik ketenagakerjaan, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan usaha, peningkatan produktivitas, dan kesejahteraan tenaga kerja.
“Dunia usaha membutuhkan kepastian dan stabilitas, sementara pekerja membutuhkan perlindungan dan jaminan kesejahteraan. Dalam konteks inilah pemerintah memiliki peran penting sebagai regulator sekaligus fasilitator terciptanya hubungan industrial yang berkeadilan,” katanya.
Musaffa’ juga menyoroti perkembangan kader Ansor yang kini semakin banyak bertransformasi menjadi pelaku usaha di berbagai sektor strategis. Menurutnya, potensi besar tersebut perlu dikonsolidasikan agar mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Karena itu, PW GP Ansor Jawa Timur berupaya menghadirkan wadah kolaborasi yang tidak hanya memperkuat jejaring bisnis antarkader, tetapi juga membuka ruang kerja sama dengan berbagai kalangan di luar organisasi.
Sementara itu, Ketua Panitia Ansor Economic Forum 2026, Anas Syaikhu, menjelaskan bahwa forum tersebut dirancang sebagai ruang yang inklusif untuk memperkuat jaringan ekonomi dan mempertemukan pelaku usaha lintas sektor.
“Melalui forum ini kami ingin mempertemukan para pengusaha lintas sektor, baik dari kader Ansor maupun di luar Ansor, sehingga ke depan dapat terjalin sinergi dan kolaborasi yang saling menguntungkan,” ujarnya.
Melalui Ansor Economic Forum 2026, PW GP Ansor Jawa Timur menegaskan perannya sebagai organisasi kader yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Tidak hanya fokus pada penguatan keagamaan dan kebangsaan, GP Ansor Jatim juga hadir sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan yang mendorong terciptanya dunia usaha yang tumbuh sehat, tenaga kerja yang sejahtera, serta pembangunan ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan.



