Piala Presiden Jombang 2026 Jadi Panggung Pembinaan Usia Dini, 25 SSB Berebut Tiket ke Level Provinsi
JOMBANG, TelusuR.ID – Keseriusan membangun fondasi sepak bola usia dini mulai ditunjukkan Kabupaten Jombang. Sebanyak 25 tim Sekolah Sepak Bola (SSB) kategori U-10 dan U-12 ambil bagian dalam Piala Presiden I Tahun 2026 yang digelar di Stadion Merdeka Jombang pada 20-21 Juni 2026.
Turnamen yang diinisiasi Askab PSSI Jombang itu tak sekadar menjadi ajang perebutan gelar juara. Kompetisi ini dirancang sebagai ruang pembinaan berkelanjutan sekaligus wadah menjaring bibit-bibit pesepak bola potensial yang diproyeksikan menjadi kekuatan Jombang di masa depan.
Sebanyak 10 tim kategori U-10 dan 15 tim kategori U-12 bertanding menggunakan dua lapangan standar usia dini dengan ukuran setengah lapangan dewasa, sesuai format yang lazim diterapkan pada kompetisi pembinaan tingkat nasional.
Pembukaan kejuaraan dilakukan Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jombang, Nur Evva Maylia, mewakili Bupati Jombang Warsubi. Pembukaan ditandai dengan penyerahan bola kepada para pelatih peserta.
Turut hadir Ketua Askab PSSI Jombang Gus Sentot bersama jajaran Exco, Ketua KONI Kabupaten Jombang Sumarsono, Sekretaris KONI Budiman, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta para orang tua yang mendampingi atlet.

Melalui Kadisporapar, Bupati Warsubi mengapresiasi konsistensi Askab PSSI Jombang dalam membuka ruang pembinaan bagi anak-anak yang memiliki minat dan bakat di cabang olahraga sepak bola.
“Prestasi tidak lahir secara instan. Dibutuhkan latihan yang tekun, disiplin, serta dukungan orang tua dan pelatih yang terus mendampingi proses tumbuh kembang anak,” kata Nur Evva Maylia.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjunjung sportivitas, menghormati keputusan wasit, menghargai lawan, serta menjaga nama baik masing-masing klub.
Menurutnya, peran pelatih, guru dan orang tua menjadi faktor penting dalam membentuk generasi muda yang sehat, berprestasi dan berkarakter.

Ketua Askab PSSI Jombang, Gus Sentot, menegaskan turnamen ini dirancang sebagai sarana melahirkan pesepak bola muda yang tangguh dan menjunjung tinggi nilai sportivitas.
“Kami ingin membentuk pejuang olahraga yang nantinya mampu mengangkat prestasi sepak bola Jombang. Menang dan kalah adalah hal biasa, tetapi semangat, disiplin, dan sportivitas harus menjadi budaya,” ujarnya.
Sementara itu, anggota Exco Askab PSSI Jombang, Edy Musyadad, menilai Piala Presiden I 2026 merupakan bagian dari upaya serius organisasi dalam membangun ekosistem sepak bola yang sehat dan berkesinambungan. Menurut dia, pembinaan usia dini tidak bisa dilakukan secara sporadis, melainkan membutuhkan kompetisi yang rutin dan dukungan seluruh pemangku kepentingan.
“Anak-anak ini adalah aset masa depan sepak bola Jombang. Karena itu, Askab PSSI berkomitmen memperbanyak kompetisi usia dini agar proses pembinaan berjalan berjenjang. Kami ingin para pemain tidak hanya mahir secara teknik, tetapi juga memiliki karakter, mental bertanding, dan sportivitas yang kuat,” kata Edy.

Ia menegaskan, Askab PSSI Jombang tengah berupaya membangun sistem pembinaan yang lebih terarah, mulai dari tingkat SSB hingga menyiapkan pemain menuju level provinsi dan nasional. Menurutnya, kehadiran 25 SSB dalam turnamen ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat sekaligus menjadi modal besar untuk melahirkan generasi pesepak bola yang mampu bersaing.
“Jombang memiliki potensi besar. Tinggal bagaimana potensi itu dirawat melalui kompetisi yang berkesinambungan dan kolaborasi antara Askab, pemerintah daerah, pelatih, sekolah, serta orang tua. Kalau semua bergerak bersama, bukan tidak mungkin Jombang akan melahirkan pemain-pemain berkualitas yang bisa berbicara di tingkat nasional,” ujarnya.
Edy juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Jombang, KONI, para pelatih, serta orang tua yang dinilainya menjadi bagian penting dari proses pembinaan. Menurut dia, keberhasilan sepak bola daerah tidak hanya ditentukan hasil pertandingan, melainkan juga sejauh mana ekosistem pembinaan mampu berjalan secara konsisten.
Atmosfer pertandingan berlangsung meriah. Tribun Stadion Merdeka dipenuhi para orang tua dan ofisial yang tak henti memberikan dukungan kepada para pemain muda yang berlaga di atas lapangan.

Panitia menerapkan sistem setengah kompetisi. Kategori U-10 dibagi menjadi tiga grup, sedangkan kategori U-12 terbagi dalam empat grup. Total sebanyak 42 pertandingan digelar hingga partai final pada Minggu (21/6/2026), yang dilanjutkan dengan penyerahan trofi dan uang pembinaan.
Lebih dari sekadar perebutan gelar, turnamen ini menjadi pintu menuju jenjang yang lebih tinggi. Tim-tim terbaik akan mewakili Kabupaten Jombang di tingkat provinsi sebelum berpeluang melangkah ke level nasional.
Di tengah minimnya kompetisi usia dini yang berkesinambungan di sejumlah daerah, penyelenggaraan Piala Presiden I Jombang 2026 menjadi penanda bahwa pembinaan sepak bola tidak dibangun melalui cara instan. Konsistensi kompetisi, dukungan pemerintah daerah, serta keseriusan Askab PSSI Jombang menjadi modal penting dalam menyiapkan generasi baru sepak bola Jombang yang lebih kompetitif dan berprestasi.



