Home Berita Sambut Munas NU, ISNU Jatim Gelar Halaqoh Nasional Intelektual Nahdliyin di Kediri

Sambut Munas NU, ISNU Jatim Gelar Halaqoh Nasional Intelektual Nahdliyin di Kediri

0
5 views
Bagikan :

KEDIRI, TelusuR.id – Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PW ISNU) Jawa Timur senantiasa mengambil peran strategis di tengah perubahan dinamika masyarakat. Memasuki awal abad kedua usianya, badan otonom yang mewadahi para intelektual Nahdliyin ini terus menajamkan pisau analisisnya terhadap isu-isu makro kebangsaan.

Langkah taktis tersebut diwujudkan melalui gelaran Halaqoh Nasional Sarjana Nahdlatul Ulama yang siap dihelat pada Minggu, 21 Juni 2026. Forum ilmiah berskala nasional ini mengusung tema besar “Masa Depan Indonesia di Tengah Tekanan Ekonomi dan Geopolitik Global: Agenda Intelektual Nahdliyin di Awal Abad Kedua”.

Kegiatan ini dipastikan menjadi ruang bertemunya para pemikir dan cendekiawan Muslim dari berbagai latar belakang profesi. Selain sebagai wadah sumbang saran, agenda strategis ini juga menjadi bagian dari rangkaian perhelatan akbar guna menyemarakkan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) NU.

Adapun lokasi yang dipilih sebagai pusat perumusan gagasan ini adalah Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo, Kota Kediri. Pertemuan akbar kaum jurnalis akademik dan struktural NU ini dijadwalkan bakal memulai kegiatannya sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Penjabat (Pj) Ketua PW ISNU Jawa Timur, Prof. Dr. H.M. Afif Hasbullah, yang juga bertindak sebagai Ketua Panitia, menyampaikan pentingnya peran intelektual NU. Menurutnya, kesarjanaan Nahdliyin dituntut peka dalam mengantisipasi setiap perubahan eskalasi global yang bergerak begitu cepat.

“Indonesia saat ini sedang menghadapi perubahan lanskap dunia yang sangat cepat dan penuh ketidakpastian. Konflik luar negeri dan ketegangan geopolitik lintas negara secara tidak langsung berdampak besar pada stabilitas ekonomi dalam negeri,” ujar Prof. Afif dalam keterangan resminya diterima TelusuR.id, Sabtu (20/7/2026).

Prof. Afif mengimbuhkan bahwa imbas ketegangan global tersebut mulai merembet pada kerentanan aspek keamanan energi, serta ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu, ISNU merasa memiliki tanggung jawab moral untuk ikut serta memetakan arah kebijakan negara lewat pemikiran akademis.

Guna mengurai benang kusut persoalan tersebut secara komprehensif, jalannya halaqoh nasional ini sengaja dibagi ke dalam dua sesi pembahasan utama. Setiap sesinya akan dipandu dan diisi oleh para tokoh nasional serta pejabat negara yang berkompeten di bidangnya.

Sesi pertama akan mengupas tuntas sub-tema mengenai “Menjaga Kedaulatan dan Keadilan Sosial”. Lini ini dihadiri oleh Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar dan Wakil Ketua Umum PP ISNU yang juga Komisaris Bank Jatim, Prof. Dr. HM Mas’ud Said.

Turut melengkapi sesi pertama tersebut, hadir Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi. Panel ini makin berbobot dengan kehadiran Ketua KPAI Dr. Aris Adi Leksono, Komisioner Ombudsman RI Dr. Abdul Ghoffar, serta Prof. Dr. H.M. Afif Hasbullah sendiri.

Selanjutnya, memasuki sesi kedua, jalannya diskusi akan beralih fokus membahas tema “Membangun Ketahanan Ekonomi dan Sumber Daya Nasional”. Lini ini menghadirkan Ketua Umum PP ISNU yang juga menjabat Sekjen Kemenag RI, Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin.

Sesi kedua ini juga diperkuat oleh Ketua Umum JATMAN sekaligus Komisaris PLN Prof. Dr. KH Ali Masykur Musa, Direktur Wahid Institute Hj. Yenny Wahid, serta Menteri ATR/Kepala BPN H. Nusron Wahid. Tuan rumah Rektor UIT Kediri Dr. KH Reza Ahmad Zahid bersama Ketua KPI Pusat Ubaidillah turut melengkapi jajaran pembicara.

Melalui perpaduan pandangan dari para regulator dan akademisi tersebut, ISNU Jatim optimistis forum ini mampu menghasilkan cetak biru yang aplikatif. Solusi yang ditawarkan diharapkan tidak hanya menyentuh aspek materialistik, melainkan juga menyentuh aspek spiritual.

“Kita harus membangun strategi ketahanan nasional yang kuat, mandiri, serta berkelanjutan. Tidak hanya mengejar kemajuan dari sisi ekonomi dan teknologi belaka, tetapi juga harus diimbangi dengan ketangguhan spiritual dan sosial,” kata Prof. Afif mempertegas.

Pengasuh Pondok Pesantren Matholiul Anwar, Karanggeneng, Kabupaten Lamongan ini berharap forum ini mampu mengantar rekomendasi strategis bagi kebijakan NU dan bangsa. Output dokumen hasil halaqoh akan diserahkan secara resmi sebagai draf masukan menjelang Munas NU.

Mengingat pentingnya materi yang dibahas, panitia membuka kesempatan luas bagi kader dan masyarakat umum yang ingin berpartisipasi dengan mendaftar melalui tautan bit.ly/halaqohisnu. Untuk informasi akomodasi lebih lanjut, calon peserta dapat langsung menghubungi narahubung Moch. Dawud.

NO COMMENTS

Tinggalkan Balasan