Beranda blog Halaman 394

Setelah Ditemui Mensos di Perempatan Gambiran Mojoagung, 11 Anak Jalanan Kini Jalani Asesmen di Balai Surakarta

0

JOMBANG, TelusuR.ID  – Perempatan Gambiran, di Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, identik dengan kepadatan lalu lintas. Maklum, di sekitar lokasi ini berdiri fasilitas umum yang menjadi pusat aktivitas publik.

Di sini ada berdiri sentra ekonomi yakni Pasar Mojoagung dan juga sub-Terminal Mojoagung. Angkutan kota, ojek pangkalan, becak, dan pedagang kaki lima tumplek bleg (campur baur). Angkutan massal ada yang ngetem ada juga yang wara-wiri menjemput penumpang.

Terlebih jalur ini merupakan akses bagi bus antar kota antar provinsi. Bus dengan rute barat (Jakarta) dari timur (Surabaya) dan sebaliknya, melintasi jalur ini. Maka makin lengkap kesibukan lalu lintas di area ini.

Beranjak siang kepadatan lalu lintas makin terasa. Sekitar pukul 11.00, rombongan kendaraan Menteri Sosial Tri Rismaharini melintasi kawasan ini dengan kecepatan rendah (06/02).

Rombongan Mensos bergerak dari Kantor Kecamatan Mojoagung dan tengah melaju perlahan menuju Kantor Kecamatan Ngoro. Saat posisi kendaraan dekat perempatan Gambiran, tiba-tiba rombongan menepi dan berhenti di emperan toko.

Tampak Mensos Risma turun dari kendaraan. Ia berjalan bergegas menuju sekelompok anak-anak yang tengah tidur-tiduran di emperan toko.

Kepada anak-anak jalanan ini, Mensos langsung melontarkan sejumlah pertanyaan.

“Ini kalian ngapain kok di sini ini? kamu mau ke mana? ” Ini siapa, istrimu? Istrimu kau ajak menggelandang ini gimana? Habis ini pulang, kerja, saya ajari kerja. Buka kafe-kafe gitu, masak tidak bisa kamu,” ungkap Mensos.

Kepada para anjal tersebut, Mensos pun memberikan pesan penting agar mereka segera kembali pada kehidupan yang normal dan bisa berubah.

“Mau sampai kapan kalian kayak gini. Gak pengen berubah kamu? Sekarang sudah bisa sekolah, kenapa kamu kok tidak sekolah. Ibuku ya lulusan SD, tapi anaknya tidak boleh lulusan SD ngerti ya. Makanya abis ini kamu kerja, tak ajari,” kata Mensos.

“Nanti kamu pulang tak antar, mampir ke tempat ku satu persatu. Kamu balik ke orang tuamu ya. Nanti tak cari beneran loh kamu. Setelah ini kamu tak cari,” kata dia.

Kedelapan anjal masih berusia di bawah umur dari berbagai daerah, di antaranya Semarang, Sragen, Demak, hingga Malang. Mensos meminta Dinas Sosial Jombang dan balai terdekat untuk mendata dan membantu memulangkan ke daerah asal.

Mensos menginstruksikan kepada Balai Besar Prof. Soeharso Surakarta, untuk melakukan asesmen terhadap anak-anak tersebut. Dari asesmen bisa ditentukan jenis layanan yang sesuai untuk mereka.

“Tolong dibina dulu baru diajari kerja. Misalnya mengelola cafe atau jualan pulsa atau lainnya. Mereka yang orang tuanya juga hidup di jalanan, sekalian diberikan asesmen dan ajari kerja juga untuk orang tuanya,” katanya.

Data Balai Besar Prof. Soeharso Surakarta, ada 11 orang yang akan mendapatkan pembinaan. Mereka terdiri dari 4 orang perempuan dan 7 orang laki- laki yang telah tiba di balai.

Aplikasi SikoZiOn, inovasi terbaru RSUD jombang untuk konsultasi gizi menjadi lebih mudah”

0

JOMBANG, TelusuR.ID –  Bertepatan Hari Gizi Nasional ke 62 RSUD Kabupaten Jombang melaunching aplikasi Sistem Konsultasi Gizi Online (SiKoZiOn) oleh Direktur RSUD Jombang dr. Pudji Umbaran M.KP. Dihadiri Pejabat Struktural RSUD Jombang dan Warga. Bertempat di halaman RSUD Jombang.

Direktur RSUD Jombang dr. Pudji Umbaran M.KP menyampaikan Pandemi Covid-19  yang terjadi di Indonesia khususnya masyarakat kabupaten Jombang telah menyebabkan banyak perubahan dalam kehidupan sehari-hari. Gizi yang baik juga sangat penting sebelum, selama dan setelah Infeksi. Infeksi menyebabkan tubuh penderita mengalami demam, sehingga membutuhkan tambahan energi dan zat gizi.

“Untuk menghadapi situasi ini dan bertepatan dengan Hari Gizi Nasional ke 62 yang jatuh pada tanggal 25 Januari 2022, maka Instalasi Gizi RSUD Jombang melalui kader – kader yang sangat luar biasa dengan adanya kerjasama antara bidang penunjang dengan kasi – kasinya, tim IT dan lainnya yang baik terwujudlah suatu inovasi yang luar biasa yakni sistem konsultasi gizi online yang kita terapkan di kabupaten Jombang,” terangnya.

Menurut dr. Pudji, dahulu gizi itu identik dengan kondisi kurus kering kurang makan sehingga banyak kasus kurang protein, kurang karbohidrat beda dengan zaman sekarang, apalagi kondisi pandemi Covid-19. Oleh karena itu, menjaga pola makan yang sehat sangat penting, meskipun tidak ada makanan atau suplemen makanan yang dapat mencegah infeksi Covid-19, mempertahankan pola makan gizi seimbang yang sehat sangat penting dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh yang baik.

“Sedangkan konsultasi gizi yang diberikan mencakup topik seputar gizi seimbang dari mulai janin didalam kandungan hingga lansia, tentunya juga berkaitan dengan pandemi Covid-19 yang  sekarang terjadi. Saya mohon teman – teman IT untuk terus memblock-up karena ini sangat bermanfaat untuk masyarakat. Selain itu, aplikasi SiKoZiOn ini juga merupakan salah satu cara pencegahan dini untuk gangguan metabolik yang saat ini sangat banyak,” jelasnya.

Sementara itu, Tim Gizi RSUD Jombang Evi mengatakan berkat dorongan yang sangat luar biasa dari Kabid penunjang medis bahwa kami bisa melakukan inovasi aplikasi sistem konsultasi gizi online. Aplikasi SiKoZiOn tersebut ada layanan berbayar yaitu konsultasi gizi online dan catering diet. Dalam rangka memperingati hari gizi nasional ke 62 maka layanan konsultasi gizi free atau gratis selama 1 bulan,” ungkapnya.

Untuk konsultasi gizi, masyarakat bisa mengakses sikozion.rsudjombang.com.
Tidak hanya layanan berbayar, Aplikasi gizi SiKoZiOn ini juga ada beberapa menu yang free atau gratis dan bisa diakses 24 jam yaitu artikel gizi dan dietetik, kalkulator gizi dan konversi nilai gizi. Dengan harapan RSUD Jombang juga bisa memberikan edukasi gizi pada masyarakat dan aplikasi tidak diakses di Kabupaten Jombang saja namun diakses juga di seluruh Indonesia dan dijangkau dari mana saja.

“Ini juga merupakan upaya kami untuk mendukung cita – cita pak Direktur supaya RSUD Jombang bisa mendunia. Hari ini selain peluncuran aplikasi SiKoZiOn, kami juga mengadakan sedikit pameran atau bazar produk yang dari layanan catering diet,” pungkas Evi.

Keunggulan Kabupaten Lamongan Sebagai Destinasi Wisata Jatim

0

JATIM, TelusuR.ID   –   Satu dari sekian Kabupaten di Jawa Timur yang memiliki icon wisata unggulan adalah Lamongan. Kota ini merupakan kota yang terkenal dengan Soto Lamongan. Tidak hanya kulinernya saja yang terkenal, Lamongan juga menyimpan banyak potensi wisata yang layak disinggahi.

Dikutip dari AZwisata, salah satu wahana rekreasi yang paling terkenal di Lamongan adalah Wisata Bahari Lamongan atau WBL. Selain WBL, Lamongan juga siap memanjakan wisatawan dengan berbagai icon rekreatif lain yang tidak kalah menarik. Diantaranya Goa Maharani, Makam Sunan Drajat, dan Pemandian Air Panas.

Goa Maharani.

Jika wisata alam adalah tujuan yang dipilih, maka Lamongan sudah menyediakan Goa Maharani untuk memanjakan wisatawan. Tempat yang satu ini menyuguhkan keindahan goa dengan stalakmit dan stalaktit yang memncarkan warna yang memukau.

Goa Maharani merupakan goa kapur yang indah sehingga pengunjung dapat merasakan atmosfir kenyamanan dan ketenangan situasi. Terletak di Kecamatan Pacitan, goa ini direkomendasikan bagi pengunjung yang mengalami titik jenuh dengan hiruk pikuk keramaian kota.

Makam Sunan Drajat.

Dari sekian icon wisata di Lamongan, Makam Sunan Drajat adalah satu dari sekian wisata religi yang paling populer ditingkat regional dan juga nasional. Makam Sunan Drajat merupakan tempat wisata dengan segmen khusus kaum muslim. Tetapi destinasi ini juga terbuka bagi umum.

Sunan Drajat diyakini seorang Wali atau ulama yang menyebarkan agama islam di pulau Jawa khususnya di kerajaan Majapahit. Makam Sunan Drajat sangat kental dengan arsitektur Jawa yang dipengaruhi nilai budaya Majapahit. Makam ini selalu ramai dikunjungi peziarah dari waktu ke waktu, siang dan malam. Tidak hanya touris lokal, regional dan nasional, destinasi religi ini bahkan jadi pilihan wisatawan asing.

Wisata Bahari Lamongan (WBL)

Wisata Bahari Lamongan merupakan destinasi wisata berbasis rekreatif di Lamongan yang paling populer. Wahana rekreasi maritim ini bahkan layak disebut icon Lamongan. Destinasi ini menyasar segmen keluarga. Para pengunjung akan dimanjakan oleh berbagai wahana yang ada didalamnya. Sederet anjungan dan fasilitas bermain siap memuaskan selera bermain pengunjung, terutama kelompok anak. Wahana rekreasi ini semakin seru karena menyediakan kuliner untuk pengunjung selepas bermain.

Pemandian Air Panas.

Pemandian air panas Brumbun merupakan pemandian air panas yang terletak di desa terpanas di Kecamatan Paciran. Secara atmosfir, suasana di Brumbun masih terbilang sangat alami. Lokasinya berada di tengah hutan. Tempat ini cocok bagi wisatawan yang ingin menyegarkan badan dan pikiran. Destinasi yang yang jauh dari keramaian ini, konon merupakan tempat bertapa sunan Drajat. (din).

Antisipasi Lonjakan Covid 19, Pemkab Jombang Gelar Rakor Penanganan Covid 19

0

JOMBANG, TelusuR.ID – Bertempat di Ruang Swagata Kabupaten Jombang Senin (7/2/2022).  Pemkab Jombang menggelar rapat Koordinasi Evaluasi Penanganan Covid 19. Rapat tersebut di buka oleh Bpk. Agus Purnomo,SH,M.Si Sekda Kab. Jombang. Kabupaten Jombang saat ini berada di tingkat 8 Kabupaten yang terpapar Covid 19. Maksud dan tujuan rapat tersebut di gelar adalah untuk menggerakan kembali sinergitas penanggulangan Covif 19. Serta menyampaikan evaluasi strategi gerak langkah pengangan dan Informasi Covid 19

Hadir dalam rapat Koordinasi,Ibu Hj.Mundjidah Wahab, (Bupati Jombang ),Letkol Inf. Mohmmad Hanafi, S.I.P, M.Han (Dandim 0814 /Jombang). AKBP Moh Nurhidayat, S.H, S.I.K., M.M ( Kapolres Jombang). Letkol Lek Yudhi Amrizal ( Dansatrad 222 / Kabuh ).Drs. H. Mas’ud Zuremi, Ketua DPRD Kab Jombang). Bpk. H. Andi Imran, ( KAJARI Kab. Jombang ). Agus Purnomo,SH,M.Si Sekda Kab.Jombang. Drg. Budi Nugroho MPPM ( Kepala Dinas Kesehatan Jombang ), Bpk. Dr. H Taufiqurrahman, M.Ag, Kepala Kemenag Jombang, Drs. Purwanto,M.KP (Asisten 1 Pemerintahan dan Kesra Kab. Jombang). Dr. drg. Subandriyah, MKP (Asisten 3 Administrasi Umum Kab. Jombang) Dr. Pudji Umbaran, (Direktur RSUD Jombang). Bpk. Hendri Marzuki perwakilan RSUD Ploso. Bpk. Dr. Heri Wibowo, M. Kes, Direktur RSK Mojowarno. Bpk. Muhammad Syafiruddin selaku Ketua Satgas Covid IDI Cab. Jombang. Bpk. Nasrulloh, PPNI Kab. Jombang,Jajaran Kepala OPD Jombang,

Pada kesempatan itu Kapala Dinas Kesehatan Bpk. Drg. Budi Nugroho MPPM menyampaikan bahwa beberapa Kabupaten mengalami peningkatan Covid 19 varian Omicron dalam 2 minggu terakhir ini se Kab. Terdapat 90 aktif ( 45 di RS dan 45 di rumah ),terkait vaksin, stok vaksin kami Masih tercukupi dengan sisa stok 198.685 dos,Capaian vaksin dosis 1 = 934.272 (91,58%)
Capaian lansia doai 1 90.681 (70,57%)
Capaian anak anak dosi 1 : 90.030 (74,56%),antisipasi varian Omicron sampai saat kami masih belum dapat tembusan dari RS Unair terkait jenis varian covid 19, antisipasinya dengan Deteksi.

“kesiapan RS dan tempat tidur serta tenaga para medis, RS khusus untuk kasus sedang dan berat, vaksinasi akan terus kita tingkatkan untuk lansia dan anak2, untuk penegakan Protokol Keshatan harus kita gerakan lagi”tutur Kadinkes

Di waktu yang sama Direktur RSUD Jombang Bpk. Dr. Pudji Umbaran juga menyampaikan, kasus covid meningkat mulai minggu ke 4 bulan Januari dengan gejala mual, muntah, diare sehingga dimungkinkan mendekati omicron,terdapat 1 pasien yng menibggal namun buka karena covidnya melainkan karena sakit jantungnya belum sempat di ring sudah meninggal. kasus penambahan covid ini yang ditangani karena kasus ko insiden dan kasus komorbid sehingga banyak kasus pasien yang pulang paksa karena merasa dicovidkan,
“telah tersedia Tempat Tidur (TT) dengan jumlah 616, TT isolasi = 108 TT, TT ICU Covid = 12 TT, telah disiapkan 68 TT di Gedung Eks Dinkes apabila terjadi lonjakan namun kita tetap mengharapkan kepada Satgas Covid Kab. agar Isoter dihidupkan untuk mencover yang isoman”harapanya

Beberapa Kepala RSUD juga memberikan paparan yg salah satunya.
Direktur RSK Mojowarno Bpk. Dr. Heri Wibowo, M. Kes,pada Januari 2022 terdapat,pasien Postif dengan gejala Batuk, mual, panas untuk pebruari belum ada peningkatan kasus.
” ketersediaan Bed isolasi ada 20 bed sampai hari ini dan kami siap untuk Suporting”terang Direktur RSK Mojowarno

Kapolres Jombang juga menyampaikan”operasi Yustisi dan Himbauan akan kami giatkan kembali kepada Jajaran nanti untuk Rumah makan, pengusaha dan mall agar tetap mematuhi Protokol Kesehatan
“kita harus cek dilapangan terkait penyiapan Isoter, semoga dalam 2 minggu ke depan niat baik kita ini mendapatkan jalan yang mudah,Kami berharap kordinasi ini tetap dilanjutkan”tegas Kapolres

Bupati Jombang ibu Mundjidah Wahab memberikan arahan ” kita aktifkan kembali kampung tangguh, pasar tangguh, pesantren tangguh, Isoter kita siapkan kembali,sebentar lagi kita melakukan pengajian, teraweh menjelang puasa bulan Maret 2022, nantinya Migran Indonesia juga kembali ke Indonesia, Nanti kita terapkan kembali untuk sholat tetap berjarak 1m, untuk Khotib ceramah maksimal 15 menit, Nanti kita pertimbangkan kembali terkait pengajian dan giat lainnya

Bupati Jombang menambahkan Terkait Dana Desa dapat digunakan sebagai tanggap bencana puting beliung dan Covid 19, Nanti kita berlakukan peduli lindungi di cafe, rumah makan, pertokoan. Hal ini tidak bisa ditaati tanpa pengetatan dari pihak kemananan TNI Polri, Nanti kita Sosialisasikan hal ini kepada Tiga Pilar di tingkat Kecamatan agar dapat diteruskan di tingkat Desa”tutur Bupati Jombang.

Mensos Risma Tiba-Tiba Turun dari Mobil, Temui Anak Jalanan di Sela Kunjungan Kerja di Kota Santri.

0

JOMBANG, TelusuR.ID – Mobil Alphard Nopol RI-29 yang ditumpangi Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini saat melakukan kunjungan kerja di Kota Santri Jombang tiba-tiba melambat dan menepi di pinggir jalan.

Mensos Risma kemudian turun dari mobil untuk menemui anak jalanan (Anjal) yang sedang asik nongkrong tidur-tiduran di depan sebuah toko di Jalan Raya Desa Gambiran, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang. Minggu, 06/02/2022.

Risma kemudian menghampiri mereka dan menanyai sejumlah anjal. Seorang dari mereka mengaku bahwa menggelandang di emperan toko beserta istri. Apalagi usia keduanya masih sangat muda. Pasangan muda ini mengaku berasal dari Sragen, Jawa Tengah.

“Ini istrimu? Istrimu kau ajak menggelandang ini gimana? Habis ini pulang, kerja, saya ajari kerja. Buka kafe-kafe gitu, masak tidak bisa kamu. Masak kamu mau kayak gini terus. Balik sana, balik ke orangtua. Nanti tak cari beneran,” kata mantan Wali Kota Surabaya ini di hadapan delapan anjal.

Satu kelompok anjal tersebut berjumlah 8 orang. Mereka berasal dari berbagai kota. Ada yang dari Malang, Semarang, Demak dan Sragen. Para remaja ini hanya menundukkan kepala saat Risma menegur mereka.

Risma lantas memberi motivasi kepada sekelompok anjal tersebut. Ia meminta 8 remaja ini pulang dan kembali hidup normal.

“Mau sampai kapan kalian kayak gini? Gak pingin berubah kamu? Sekarang sudah bisa sekolah, kenapa kamu kok tidak sekolah. Ibuku ya lulusan SD, tapi anaknya tidak boleh lulusan SD, ngerti ya? Makanya abis ini kamu kerja, tak ajari,” tegasnya.

Risma kemudian berkoordinasi dengan beberapa pihak terkait di lokasi. Ia meminta aparat setempat mendata dan memulangkan para anjal ke rumahnya masing-masing.

“Kamu pulang tak antar. Kamu balik ke orang tuamu ya. Nanti tak cari beneran lo kamu, setelah ini kamu tak cari,” ujar Risma.

Risma mengatakan, akan mengecek langsung ke rumah mereka pada Senin besok. Risma meminta mereka pulang di antar Dinsos (Dinas Sosial) Kabupaten Jombang.

Usai mengurus sekelompok anjal tersebut, Risma lantas melanjutkan perjalanan memantau penyaluran BPNT (Bantuan Pemerintah Non Tunai) di sejumlah lokasi kecamatan di Jombang.

Sedikitnya ada dua kecamatan yang disinggahi perempuan kelahiran Kediri ini. Yakni, Kecamatan Tembelang dan Mojoagung. Setelah dari Mojoagung Risma bergeser ke Kecamatan Ngoro. Dua kecamatan terakhir itu menurut Risma, BPNT yang belum terealisasi seribu lebih KPM (keluarga penerima manfaat). (yap/al)

Ribuan KPM di Jombang Belum Terima Bansos, Mensos Risma Minta Bank Penyalur Jemput Bola

0

JOMBANG, TelusuR.ID – Menteri Sosial Tri Rismaharini, meninjau percepatan penyaluran bansos di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Hadir bersama Mensos, anggota Komisi VIII Hj. Sadarestuwati, dan Wakil Bupati Jombang Sumrambah. Minggu, 06/02/2022

Ada tiga titik penyaluran program kartu sembako yang dikunjungi, yakni di Kecamatan Tembelang, Mojoagung dan Ngoro. Kunjungan Risma ke Jombang ini, diharapkan bisa mendorong percepatan penyaluran manfaat kartu sembako bagi warga miskin yang tahun lalu tertunda.

Di Kabupaten Jombang, ada ribuan keluarga miskin yang belum bisa menerima manfaat kartu sembako karena berbagai alasan. Mantan Walikota Surabaya ini mengungkapkan, kendala penyaluran kartu sembako atau BPNT, antara lain karena faktor usia, sakit ataupun si penerima pindah tempat tinggal.

“Yang belum cair di Kecamatan Mojoagung Ngoro masih tinggi, di atas 1.000 untuk satu kecamatan. Makanya, saya turun karena masih cukup tinggi jumlah yang belum cair,” kata Risma

Pencairan bansos yang dilakukan hari ini adalah Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)/Kartu Sembako Reguler, BPNT/Kartu Sembako. PPKM dan Program Keluarga Harapan (PKH). Di Kabupaten Jombang, cukup banyak KPM yang belum melakukan transaksi

“Kalau saya amati di berbagai daerah, kebanyakan kurangnya akselerasi salur bansos terkait dengan bagaimana menjangkau kelompok lanjut usia dan penyandang disabilitas. Mereka ini karena kondisinya kan tidak mudah kalau harus datang ke kantor bank, misalnya,” ungkap Risma,

Menurut Mensos, tak hanya di Jombang yang mengalami kendala penyaluran. Di sejumlah daerah, bansos yang belum tersalur berkisar 15-20%. Dari 21 kecamatan di Kabupaten Jombang, total KPM BPNT/Kartu Sembako yang belum transaksi mencapai 13.105 Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), dan sebanyak 8.825 KPM belum menerima bantuan.

Dia menargetkan percepatan penyaluran manfaat kartu sembako untuk keluarga miskin yang tertunda tahun ini bisa dituntaskan pada pertengahan Februari.

Target itu, lanjut dia, bukan hanya untuk Kabupaten Jombang. Penyaluran untuk daerah lain di Indonesia diharapkan juga bisa rampung pada pertengahan Februari ini.

Untuk mengakselerasi pencairan bantuan, Mensos menyerukan kepada berbagai pihak untuk meningkatkan koordinasi. Kepada bank penyalur, Mensos meminta agar bernisiatif jemput bola.

“Kalau harus mengumpulkan lansia, penyandang disabilitas atau yang sakit, di satu tempat di kabupaten, ya berat. Makanya bank saya minta untuk bergerak door to door mendatangi KPM,” kata Mensos.

Untuk keperluan itu, Mensos meminta dukungan semua pihak termasuk pemda menggunakan berbagai fasilitas yang memungkinkan salur bansos mendekati lokasi tinggal KPM. Apakah itu kantor camat, kantor desa/lurah, atau fasilitas lain yang memungkinkan.

Pada kesempatan tersebut, Mensos juga menekankan pentingnya peran pendamping sosial dalam mengakselerasi salur bansos. Sebagai garda depan dalam membantu memastikan program untuk masyarakat prasejahtera berjalan dengan baik.

Dalam kaitannya dengan percepatan penyaluran, Mensos meminta pendamping juga untuk meningkatkan inisiatif, membantu memastikan percepatan salur bansos. (yap/al)

Dugaan Kasus Korupsi Rp 40,9 M Dana Hibah LPJU TS, Masuki Babak Baru

0
image by kejari-lamongan go.id

LAMONGAN, TelusuR.ID   –   Kasus dana hibah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim tahun anggaran 2020 yang dialokasikan untuk bantuan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) kepada 229 pokmas senilai Rp 65,4 miliar, memasuki babak baru. Kejaksaan Negeri ( Kejari) Kabupaten Lamongan mulai melakukan pemeriksaan sejumlah pihak.

Terkait pemeriksaan ini, Kasi Intel Kejari Lamongan, Condro Maharanto mengatakan, bahwa Kejaksaan telah melakukan penyidikan dengan memanggil dua pejabat dari Instansi Pemprov Jatim “Dua orang dari Pemprov Jatim, Dr. Bagus Djulig Wijono, SE, MM selaku Kuasa Bendahara Umum Daerah dan Dr. Lilik Pudjiastuti, SH, MH selaku Kepala Biro Hukum, “kata Condro, Kamis (3/2/2022).

Dugaan korupsi penyelewengan dana hibah tersebut, dinilai tidak dilaksanakan sesuai Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD). Indikasi itu dibuktikan dari temuan BPK. Diantaranya terdapat ketidaksesuaian nomor dan tanggal pengesahan, harga dan kebutuhan barang atas rencana pekerjaan yang telah tercantum dalam RAB pada proposal,   juga terjadi ketidaksesuaian spesifikasi lampu solar cell yang telah terpasang.

“Pelaksanaan verifikasi tidak mengacu pada peraturan Gubernur nomor 13 empat tahun 2018 tentang checklist verifikasi administrasi, “kata Kasi Intel Kejari Lamongan.

Dari hasil temuan BPK Jatim, permasalahan tersebut mengakibatkan kelebihan pembayaran sebesar Rp. 40.919.350.000.

Sementara itu Sutikno, Koordinator Forum Komunikasi Masyarakat Sipil (FKMS) menerangkan bahwa pada Tahun Anggaran (TA)  2020, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) telah menganggarkan Belanja Hibah sebesar Rp. 10.080.713.190.142,00 serta telah terealisasi sebesar Rp.9.514.406.648.901,00 ( 94,38%).

Dari belanja hibah yang telah direalisasikan itu diantaranya dikelola oleh Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan Raya ( Dishub LLAJ ) Jatim sebagai Kuasa Pejabat Pengelola Keuangan Daerah ( PPKD).

“Hibah yang dikelola Dishub LLAJ  Jatim telah terealisasi sebesar Rp.75.324.000.000,00. Hibah tersebut diserahkan kepada 264 penerima yang berada pada sembilan lokasi kabupaten/kota di Wilayah Jawa Timur, dengan  kabupaten Lamongan mendapat alokasi untuk 229 pokmas, “tutur Sutikno.

Lebih jauh warga Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan ini membeberkan, bahwa  untuk kecamatan Bluluk, Modo, Sambeng, Mantup, Nginbang dan Kembang Bahu, terdapat 116 pokmas yang mendapat hibah, dengan jumlah anggaran Rp34 miliar dan jumlah titik mencapai 850 buah. “Ketujuh kecamatan itu dalam pileg kemarin dikenal dengan Dapil II, “tegas alumnus ITS Surabaya ini.

Sedangkan Untuk desa yang mendapat paling banyak adalah Desa Payaman Solokuro. sebanyak 9 pokmas dengan jumlah anggaran sebesar Rp2,2 miliar dan jumlah titik sebanyak 55 buah.

Menurut Sutikno, hibah untuk Dapil II dan Desa Payaman menjadi menarik dicernati. Dapil II dalam pileg 2019 terdapat caleg yang sewaktu kampanye menjabat anggota DPRD Jatim dari fraksi PAN yakni Husnul Akib dan terpilih sebagai anggota DPRD Lamongan saat ini menjabat wakil ketua DPRD. Untuk desa Payaman adalah kampung halaman dari Husnul Akib.

“Lantas apakah Akib terlibat? Kita tunggu saja penyidikan pihak Kejari, “tegas alumnus ITS Surabaya ini kepada TelusuR.ID, dikediamannya, Kamis (3/2/2022). (din)

Verifikator Dishub Jatim Dalam Persimpangan

0
image by kominfo prov Jatim

SURABAYA, TelusuR.ID   –   Sikap mengejutkan ditunjukkan seorang pejabat Pemprv Jatim. Mengejutkan, karena sikap yang diambil tergolong tidak biasa. Bahkan untuk ukuran kelaziman, sikap yang dipilih bisa menuai tafsir membuka aib tubuh sendiri. “Tapi ini istimewa dan perlu di apresiasi. Karena tidak pernah terjadi sebelumnya, “tutur Darly Haq, Ketua FAHMI ITS Surabaya.

Sikap mengejutkan itu diperlihatkan oleh seorang Pj (Pejabat) Sekdaprov Jatim, Ir. Wahid Wahyudi. Kamis (25/1/2022), mantan Kepala Dinas Pendidikan Pemprov Jatim itu memilih untuk mempublis ke khalayak ramai soal LHP (Laporan Hasil Pemeriksaan) BPK-RI yang menyebut ada kerugian negara Rp 40,9 milyar atas pelaksanaan paket hibah LPJU TS (Lampu Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya) tahun anggaran 2020.

Dalam pernyataannya, Wahid Wahyudi meminta agar Inspektorat Jatim segera menindaklanjuti temuan BPK tersebut dengan cara membantu mengkomunikasikan dengan OPD terkait. “Untuk tehnisnya, anggaran tersebut ada di Dinas Perhubungan Jatim, bukan OPD yang lain, “tegas Wahid Wahyudi sebagaimana dilansir sejumlah media.

Merespon perintah Pj Sekdaprov Jatim, Kepala Inspektorat Jatim Helmy Perdana Putra, menyebut dengan tegas bahwa Dishub Jatim tidak bersalah karena hanya bertindak selaku verifikator. “Dishub hanya sebagai verifikator yang mengecek kelengkapan persyaratan pengajuan hibah PJU, “tutur Helmy seperti dikutip mLiputan6, Selasa (1/2/2022).

Selain memastikan Dishub Jatim tidak bersalah, dalam pernyataannya Helmy juga menegaskan bahwa rekomendasi BPK mengarah kepada Pokmas penerima hibah. “BPK memberi batasan hingga September tahun ini kelebihan anggaran harus sudah dikembalikan oleh Pokmas. Jika lewat dari itu, sudah masuk ranah yang berwenang (APH, red), “tegas Helmy.

Kepastian bahwa Dishub Jatim tidak bersalah karena hanya bertindak selaku verifikator proposal, dibantah seoeang sumber berlatar pegiat LSM. Menurutnya, selain bersifat klaim sepihak, pernyataan Helmy juga terkesan menutupi kinerja verifikator yang oleh BPK disebut lalai tidak melakukan olah pasar (survey) untuk memastikan harga satuan barang sebagaimana usulan RAB pada proposal Pokmas.

“Klaim bahwa Dishub Jatim tidak bersalah karena hanya sebagai verifikator, boleh boleh saja. Tapi klaim sepihak itu perlu diuji. Karena BPK sudah sedemikian detail memaparkan dugaan maladministrasi yang dilakukan oleh verifikator Dishub Jatim yang berujung terjadinya kasus kemahalan harga. Artinya, jika saja verifikator bekerja optimal, mungkin kasus ini tidak pernah terjadi, “ujar sumber kepada TelusuR.ID. (din).

Demo Tuntut Pj Sekdaprov Jatim Dicopot Dinilai Sarat Kepentingan

0
Darly Haq, Ketua FAHMI ITS

SURABAYA, TelusuR.ID   –   Aksi Mahasiswa yang di motori oleh HMI Cabang Surabaya ditentang keras kader HMI yang tergabung dalam FAHMI ITS. Aksi tersebut dituding hanya menguntungkan  kelompok tertentu, terutama yang terusik dengan keberadaan Pj Sekdaprov yang di jabat Wahid Wahyudi.

Senin (31/1), bertempat di sekretariat FAHMI-ITS ( Front Aksi Himpunan Mahasiswa Islam- Institut Teknologi Sepuluh November) kawasan Gebang, Daryl Haq selaku koordinator FAHMI ITS menyatakan bahwa aksi Mahasiswa yang dimotori HMI Cabang Surabaya syarat kepentingan politik yang menguntungkan kelompok tertentu. “Ini tidak ada angin tidak ada hujan tiba-tiba langsung aksi, “jelasnya mengawali pembicaraan dengan awak media.

“Mahasiswa sebagai gerakan moral, “tuturnya, “Harusnya menyuarakan apa yang menjadi keresahan masyarakat secara umum, bukan seperti ini dukung mendukung, geser menggeser, lebih celaka lagi analis kajiannya lemah. Saya khawatir mereka itu terkena tudingan julian benda yakni “pelacur intelektual”, “terangnya sambil menunjukkan rilis aksi kepada awak media

FAHMI ITS menilai pijakan kelompok pendemo yang meminta Pj sekdaprov dicopot dengan menyodorkan  catatan milik Bawaslu terkait aktivitas Pj Sekdaprov sewaktu istrinya maju pilkada di Lamongan tahun 2020, terbilang lemah.

Mengingat sampai pilkada berakhir, tidak ada satu pun keputusan bawaslu terkait pilkada Lamongan yang menyasar PJ Sekdaprov. “Ini mengindikasikan mereka lemah datanya, hanya berdasarkan kasak kusuk dan sas sus belaka, bisa jadi mereka hanya googling saja, “katanya sambil tertawa.

Selain itu salah satu tuntutan kepada Gubernur yang meminta agar SK pengangkatan Pj Sekdaprov dicopot dalam waktu satu minggu, juga salah alamat. “Memang Pj sekdaprov itu bawahan Gubernur, namun menurut perpres 3 tahun 2018 tentang pengangkatan pejabat sekdaprov harus mendapat persetujuan kementerian yang mengurusi pemerintahan yakni Kemendagri. Ini artinya dilantik tidaknya seseorang itu tergantung kepada Mendagri. Persetujuan itu ada dalam bentuk surat keputusan. Gubernur hanya melantik saja. Jadi kalau menekan ya sana ke mendagri, “tegas mahasiswa ITS ini.

Mereka yang aksi itu perlu tahu bahwa sebelum diusulkan kepada mendagri, si calon sudah harus memenuhi banyak persyaratan.  Mulai dari sisi integritas, moralitas, berprestasi dalam 2 tahun terakhir dan tidak pernah mendapat sangsi apapun. “Jadi bila mempertanyakan integritas  dan moralitas itu sama saja bilang gubernur menyalahi perpres 3/2018, padahal semua sudah dilalui sehingga ada persetujuan dari mendagri, “tegasnya

Munculnya aksi yang menuntut agar  Pj Sekdaprov dicopot, lanjutnya, cukup menjelaskan bahwa ada kelompok tertentu yang kepentingannya terusik. Semua bermula ketika pada hari Selasa ( 25/1), dimana  Pj Sekdaprov mengungkap adanya LHP BPK terkait hibah PJU TS yang merugikan negara hampir Rp 40 miliar. “Baru kali ini ada pejabat dengan terbuka membeberkan LHP BPK. Ini seharusnya kita apresiasi. Dengan terus mendukung Pj Sekdaprov agar menuntaskan kasus tersebut, “tegasnya.

“Kemungkinan hal ini membuat gerah pihak-pihak tertentu, yang ikut menikmati hibah tersebut, “tambahnya.

“Mungkin ada yang berpendapat bahwa penolakan kami terhadap aksi tersebut lebih karena kami satu almamater dengan Pj Sekdaprov, namun apa pun itu kami tetap mengedepankan objektivitas. “Cak Wahid( PJ sekdaprov, red) memang alumni ITS, bahkan ketua IKA ITS wilayah Jatim. Kalau memang salah kami sendiri yang akan mendemonya, “ujarnya. (red)