Beranda blog Halaman 393

Polres Jombang Ringkus Pelaku Penipuan Berkedok Jual Perumahan, Korban Puluhan Orang

0

JOMBANG, TelusuR.ID – Satreskrim Polres Jombang, menangkap direktur utama PT Hanief Property Indonesia inisial DAE (53) warga Desa Jabon, Jombang, Jawa Timur atas dugaan penipuan dan atau penggelapan properti tanah kapling.

Pria asal desa Jabon, Kecamatan Jombang itu ditangkap atas laporan seorang perempuan berinisial NF (32), warga Perum Griya Kencana Mulya, Desa Candimulya, Kecamatan/Kabupaten Jombang.

Kasatreskrim Polres Jombang AKP Teguh Setiawan mengatakan, Kejadian bermula, Bulan Oktober 2019 lalu, NF membeli dan membayar perumahan Hanief Islamic Residen kepada DAE total Rp400.000.000.

“Namun rumah tersebut belum keluar sertifikat dan dipasang plang dijual,” kata AKP Teguh Setiawan, Jumat (11/2/2022)

Kemudian, pelapor berusaha menghubungi terlapor, namun terlapor selalu menghindar. Karena merasa menjadi korban penipuan, pelapor melaporkan kejadian itu ke Polda Jatim pada 9 Agustus 2020.

Polda Jatim kemudian melimpahkan penanganan laporan tersebut ke Polres Jombang karena tempat kejadian perkara (TKP) di wilayah Jombang. Setelah anggota resmob melakukan penyelidikan yang akurat, mendapat informasi diduga pelaku berada di rumah orang tuanya Desa Glagahan Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang.

“Pelaku kami amankan pada 7 Januari 2022 sekitar jam 13.00 WIB beserta barang bukti berupa 1 bendel fotocopy kwitansi pembayaran, 1 bendel Fotocopy foto serta 1 bendel fotocopy perjanjian kerja sama,” kata AKP Teguh, Jumat (11/2/2022).

Dalam pemeriksaan awal, diketahui pelaku telah menjual perumahan Hanief Islamic Residence yang berlokasi di Desa Pandanwangi, Kecamatan Diwek, Jombang dengan status tanah yang digunakan perumahan masih atas nama pemilik tanah atau belum balik nama ke PT. Hanief Property Indonesia. Karena pembayaran tanah kepada pemilik tanah belum lunas.

“Dari hasil pengembangan, hingga saat ini didapati total korban kurang lebih 46 orang. Para korban tersebut di antaranya pembeli perumahan yang telah melakukan pembayaran dengan nominal bervariasi dan pemilik tanah yang pembayarannya belum lunas,” Jelas AKP Teguh Setiawan.

Menurut Kasat Reskrim, setiap orang yang menjual satuan lingkungan perumahan atau Lisiba yang belum menyelesaikan status hak atas tanahnya melanggar pasal 154 Undang-undang nomor 1 tahun 2011 tentang Perumahan dan Kasawan Pemukiman dengan ancaman hukuman penjara paling lama 5 tahun.

“Pelaku juga diduga melanggar pasal 378 dan atau 372 KUHP tentang penipuan dan atau penggelapan,” tandasnya.

Pokmas Lamongan Diperiksa Maraton, Pejabat Dishub Jatim Segera Menyusul

0
condro Maharanto, Kasi Intel Kejari lamongan./image by lenteratoday.

LAMONGAN, TelusuR.ID   –   Kasus dugaan korupsi dana hibah LPJU TS (Lampu Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya) yang diklaim merugikan keuangan Negera Rp 40,9 milyar terus menggelinding. Tercatat, hari Senin dan Selasa (7 dan 8/2/2022), sebanyak 20 Pokmas penerima hibah PJU TS diperiksa secara maraton oleh Kejari Lamongan.

Tidak ada keterangan resmi terkait hasil pemeriksaan. Kasi Intel Kejari Lamongan Condro Maharanto hanya menyebut, dari 20 Pokmas yang diperiksa, sebagian diantaranya berhalangan hadir tanpa dibubuhi keterangan resmi. Karenanya, tutur Condro, Kejari akan melakukan pemanggilan ulang terhadap Pokmas yang belum memenuhi panggilan pertama.

Jumlah Pokmas di Kabupaten Lamongan yang menerima hibah PJU TS tahun anggaran 2020 dari Dinas Perhubungan Jatim mencapai 226 lembaga. Dari jumlah itu masih 20 Pokmas yang diperiksa. Condro tidak menyebut nama-nama Pokmas yang diperiksa. Ia hanya menyebut Kecamatan. “Dari 4 Kecamatan. Antara lain Ngimbang, Bluluk, Modo dan Mantup, “terangnya.

Diluar itu, sebagai pengembangan dan tindak lanjut hasil pemeriksaan dua Pejabat Pemprov Jatim pada dua pekan lalu, Condro menegaskan bahwa Kejari akan segera memanggil 2 pejabat Dishub Jatim untuk diperiksa. “Mereka adalah Kurniawan Hari (Kabid Pengembangan Transportasi dan Multi Moda (PTMM) dan Heru Sunadar Kasi Manajemen Rekayasa, “ungkap Condro.

Terpisah, Sutikno Ketua FKMS (Forum Komunikasi Masyarakat Sipil) menyebut bahwa 4 Kecamatan sebagaimana dimaksud Kasi Intel Kejari berada di wilayah Selatan Lamongan. Dari jumlah Pokmas di 4 Kecamatan, kata Tikno, total dana hibah yang terserap mencapai kisaran Rp 20 milyar, dengan jumlah PJU TS mencapai 500 titik.

Lebih detail, warga Kecamatan Ngimbang, Lamongan, yang merupakan jebolan ITS Surabaya ini menegaskan bahwa dari 4 Kecamatan yang dimaksud, Kecamatan Bluluk memiliki data 16 Pokmas, 120 titik PJU, dan menyerap hibah Rp 4,8 milyar. Kecamatan Mantup ada 5 Pokmas, 30 titik PJU TS, dengan nilai Rp 1,2 milyar. Kecamatan Ngimbang 14 Pokmas, 110 titik PJU TS, senilai Rp 4,4 milyar. Kecamatan Modi 32 Pokmas, 240 titik PJU TS, dengan nilai sebesar Rp 9,6 milyar.

“Dari sisi besaran dana hibah, paket tersebut terbagi dalam dua jenis. Pertama hibah senilai Rp 200 juta, dan peaket kedua dipatok Rp 400 juta. Keduanya terbagi sebagai paket kecil.dan paket besar. Dengan harga per titik PJU TS di pagi Rp 40 juta, maka paket berisi 5 titik PJU TS, dan yang besar berisi 10 titik PJU TS, “terang Sutikno yang juga mantan Pimpinan Redaksi Surat Kabar Bupolo, Ambon, ini.

Mantan wartawan Sapujagat Surabaya ini bahkan mengklaim kasus dugaan korupsi dana hibah PJU TS yang tengah ditangani Kejari Lamongan harusnya tidak sulit untuk diurai. Ia lantas mematakan, bahwa dari 4 Kecamatan dengan 67 Pokmas serta serapan dana hibah senilai Rp 20 milyar, 34 Pokmas diantaranya menerima kucuran masing-masing Rp 200 juta, dan 33 Pokmas yang lain masing-masing menerima Rp 400 juta.

“Lantas apakah sejumlah Pokmas yang diperiksa punya potensi menjadi tersangka? Saya kira kemungkinan itu sangat terbuka lebar. Yang penting bagaimana kasus ini terus dikawal dan tidak boleh meredup, “tegas Sutikno. (din).

Kasus DBD di Jombang Melonjak, Lebih Tinggi Dibanding Tahun Lalu

0

JOMBANG, TelusuR.ID – Hingga awal Februari 2022 kasus demam berdarah dengue (DBD) melonjak di Kabupaten Jombang. Tercatat ada 30 kasus yang terjadi.

Sepanjang Januari hingga 7 Februari, memang tidak ditemukan pasien DBD yang meninggal dunia. Namun peningkatan kasus DBD yang terjadi perlu mendapatkan kewaspadaan dari semua pihak.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, Haryo Purwono mengatakan, jumlah kasus DBD di Jombang tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Selama bulan Januari tahun ini tercatat ada 30 kasus, sedangkan tahun lalu ada 10 kasus. Untuk catatan perbulannya meningkat ya dibandingkan tahun lalu,” ujar Haryo, Kamis (10/02/2022).

Haryo menambahkan, jika tahun 2021 ada 10 kasus DBD dengan angka kematian 2 orang. Dan untuk tahun ini, ada 30 kasus di bulan Januari. Namun, untuk angka kematian, kosong.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, puncak kasus DBD diperkirakan terjadi pada Januari, Februari, hingga Maret.

“Untuk tiga bulan terakhir cenderung meningkat kasusnya. Mungkin musim penghujan, itu salah satunya ya,” paparnya.

Masih menurut Haryo, usia anak-anak rentan menjadi sasaran nyamuk aedes aegypti dan ini biasanya terjadi di area kecamatan yang penduduknya padat.

“Paling tinggi ada di Jombang ada 5 kasus, kemudian Perak 5, Kudu ada 4, Diwek ada 3, Jogoroto ada 2 dan Tembelang ada 2 kasus,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Jombang, dr Pudji Umbaran menjelaskan, seiring dengan perubahan cuaca, jumlah kunjungan pasien dengan kasus DBD di RSUD Jombang mengalami kenaikan.

“Bulan Januari kemarin total ada 55 pasien yang kita rawat dan dari 55 pasien ini tidak ada yang meninggal dunia. Pasien tersebut, mulai dari usia anak-anak hingga dewasa, ada semuanya,” terang Pudji.

Sedangkan pada bulan Februari ini, Pudji menyebut ada 20 pasien kasus DBD. Rata-rata, setiap harinya ada kunjungan 2 pasien yang masuk ke RSUD Jombang.

“Hari ini saja kita merawat 4 orang dewasa, 4 orang anak-anak dan 2 anak-anak di ICU Central,” terangnya

Mengingat ancaman DBD kian tinggi, ia pun menghimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Segera ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pengobatan jika terduga DBD.

“Segera melakukan pencegahan DBD dengan PSN 3M plus, yakni menutup, mengubur dan menguras, serta mengoles anak-anak dengan anti oles nyamuk, supaya tidak digigit nyamuk saat mereka beraktivitas,” pungkasnya.

Lonjakan Covid 19, 4 Kecamatan Di Jombang Zona Merah

0
gambar ilustrasi

JOMBANG, TelusuR.ID – Empat Kecamatan di Kabupaten Jombang kembali pada status zona merah. Peta sebaran kasus COVID-19 di Kabupaten Jombang, Jawa Timur mulai meningkat, seiring dengan banyak terjadinya kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di daerah tersebut.

Juru Bicara Satgas COVID-19 Kabupaten Jombang, Budi Winarno membenarkan empat kecamatan di wilayah Kabupaten Jombang terdapat 4 kecamatan yang berstatus zona merah.

“Sekarang ini kasus COVID-19 kembali bermunculan. Sehingga ada empat kecamatan yang zona merah. Kami imbau masyarakat untuk waspada dengan mematuhi protokol kesehatan,” kata Budi Winarno, Rabu (9/2/2021).

Pada peta sebaran COVID-19 yang diumumkan Dinas Kesehatan Jombang, dari 20 kecamatan yang ada di Jombang, 4 kecamatan di antaranya zona merah, 12 kecamatan zona kuning, 2 kecamatan zona oranye dan 2 kecamatan lainnya zona hijau.

Untuk empat kecamatan yang zona merah adalah Kecamatan Jombang, Mojoagung, Tembelang, dan Kecamatan Diwek.

Jumlah kasus konfirmasi positif  saat ini tercatat sudah mencapai 145 orang. Dari jumlah tersebut, 81 orang menjalani isolasi mandiri dan 64 orang dirawat di berbagai rumah sakit di Jombang.

Jumlah kasus tersebut meningkat sehari sebelumnya, Senin (7/2/2022), terdapat 83 kasus. Rincianya, 42 pasien menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit, sedang 41 orang lainnya isolasi mandiri.

Kepala Dinas Kesehatan Jombang drg Budi Nugroho menambahkan lonjakan kasus tersebut berdasarkan hasil tracing terhadap kontak erat pasien positif. Meski begitu, Budi menyebut, belum ada yang murni terinfeksi COVID-19 Varian Omicron.

“Masuk akal, karena ketika 1 orang saja minimal, (maka) kontak eratnya ya minimal 2 orang sudah kena. Jadi kan ya cepat bertambah,” kata Budi.

Mengantisipasi meledaknya COVID-19 varian omicron, Pemkab Jombang telah menyiapkan 300 bed untuk merawat pasien. Ratusan bed tersebut tersebar di 13 rumah sakit di wilayah setempat.

“Kita punya 300 bed dari rumah sakit di Jombang yang jumlahnya  kira-kira (jumlahnya) 13 rumah sakit. Untuk fokusnya sekarang yang sedang berat dilayani di rumah sakit, kalau yang ringan-ringan ya gak di rumah sakit,”  kata Budi.

Polres Jombang Bekuk Tujuh Remaja Pelaku Perusakan Truk yang Di Duga Geng Motor

0
ilustrasi/image by harian SIB

JOMBANG, TelusuR. ID – Polres Jombang akhirnya berhasil mengamankan tujuh pemuda yang diduga terlibat melakukan perusakan truk yang videonya viral beberapa hari terakhir di media sosial.

Dalam video tersebut sejumlah kelompok geng motor memukulkan benda ke mobil yang diduga sedang melintas di jalan raya KH Abdul Wahab Chasbulloh Tambakberas Jombang, Selasa, 8/2/2022.

Dari video itu, polisi kemudian melakukan penyelidikan. Diantaranya, mempelajari video yang viral itu. Juga meminta keterangan sejumlah saksi di sekitar lokasi.

“Kita mendeteksi sepeda motor yang dipakai pelaku. Dari situ kami berhasil menangkap tujuh remaja. Semuanya berasal dari Jombang,”ungkap AKP Teguh Setiawan, Kasatreskrim Polres Jombang, Rabu 9/2/2022

Ketujuh pelaku rata-rata masih remaja bahkan bisa dikatakan masih dibawah umur. Mereka adalah SY (15), YF (19), PK (17), FD (17), FS (18), VR (18) dan WA (25).

Teguh mengatakan, pelaku yang memukul mobil truk adalah SY yang dibonceng YF. Saat itu bersama teman-temannya pada Kamis malam, (3/2/2022) melakukan konvoi arak-arakan di Jalan KH Wahab Chasbulloh Desa Tambakberas, Jombang.

Ketika konvoi itulah, mereka berpapasan dengan truk yang melintas dari arah berlawanan. Seketika, SY yang dibonceng YF langsung melakukan pemukulan kaca depan truk tersebut.

Menurut Teguh, pelaku tidak ada niatan, mereka hanya uforia, konvoi malam-malam di tengah jalan yang kemudian berpapasan dengan truk dan langsung menghantam kendaraan itu dengan tongkat bambu.

“Mereka ini bukan geng motor. Tapi kelompok pesilat. Tujuan aksi itu hanya untuk eksistensi kelompok mereka. Jadi tujuan mereka hanya ingin menunjukkan eksistensinya, dimana bersama teman-temannya mereka bisa konvoi pada saat malam hari. Tidak ada indikasi lain,” ucap Teguh.

Namun demikian, hingga saat ini, lanjut Teguh, Polres Jombang masih menunggu laporan korban, yakni pengemudi truk untuk diproses lebih lanjut. Sementara, untuk ketujuh pelaku tidak ditahan dan hanya dikenakan wajib lapor ke Polres Jombang.

“Karena pelakunya beberapa anak, kita akan proses, kita akan wajibkan lapor dulu sambil menunggu korban untuk membuat laporan. Sementara ini belum ditahan,”ujarnya.

Selain menangkap para pelaku, polisi juga menyita satu unit sepeda motor Yamaha Vixon nopol S 5143 OAG. Sepeda motor tersebut yang digunakan oleh pelaku saat konvoi melakukan perusakan truk.

Kapolres Jombang Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat Pengabdian Perwira

0

Jombang, TelusuR.ID –  Kapolres Jombang AKBP Moh Nurhidayat memimpin upacara kenaikan pangkat pengabdian setingkat lebih tinggi kepada 4 (empat) anggotanya di lapangan Mapolres Jombang, Selasa (8/02/2022).

Kasat Binmas AKP Lely Bachtiar yang mendapat kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi menjadi Kompol sedangkan Aiptu Sumarso, Aiptu Siswanto dan Aiptu Bambang Hermawan dilantik setingkat lebih tinggi menjadi Ipda.

Upacara kenaikan pangkat pengabdian anggota Polres Jombang TMT 1-02-2022 tersebut, diikuti Wakapolres Kompol Ari Trestiawan, Pejabat Utama, Kapolsek jajaran, serta anggota Polri dan PNS Polres Jombang. Karena masih dalam suasana pandemi Covid-19, upacara digelar secara sederhana.

Kapolres Jombang menyampaikan bahwa kenaikan pangkat kali ini adalah kenaikan pangkat pengabdian perwira yang diberikan kepada 4 orang anggota Polres Jombang.

“Selamat dan sukses atas pangkat barunya, dengan kenaikan pangkat akan meningkat pula kesejahteraan hidup bagi anggota Polri dan keluarganya,” kata Kapolres Jombang dalam sambutannya.

Menurut AKBP Moh. Nurhidayat kenaikan pangkat bukanlah semata mata hak seorang anggota Polri, dan tidak pula datang dengan sendirinya melainkan penghargaan dari negara yang diberikan kepada anggota Polri yang terlebih dahulu mempersembahkan darma bhakti dan prestasi kerja yang baik kepada masyarakat, bangsa dan negara.

“Sekali lagi, saya atas nama pribadi maupun pimpinan kesatuan mengucapkan selamat kepada Kompol Lely Bahtiar dan kawan-kawan yang baru saja melaksanakan pelantikan kenaikan pangkat, semoga dengan kenaikan ini akan menjadi pendorong dan motivasi bagi saudara saudara dalam meningkatkan etos kerja,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Kapolres juga menyampaikan hasil rapat evaluasi penanganan Covid-19 dengan Pemkab Jombang pada Senin (7/2/2022). Dalam rapat itu, disampaikan Kapolres bahwa hendaknya rapat Forkopimda itu ditindaklanjuti oleh para pelaku usaha.

Menurutnya, polisi sudah ngoprak-ngoprak terus dan tidak selesai-selesai namun pelaku usaha warung, restoran tidak peduili atau abai terhadap prokes. Kalau mereka semua mendukung Pemerintah, insyaallah tugas polisi ringan

“Kemarin saya sampaikan, kalau perlu cabut izin usahanya. Memang kadangkalanya kita harus tegas , teman-teman sudah meluangkan waktu meninggalkan anak istri, meluangkan fikiran, juga termasuk kesehatan rekan rekan sendiri karena kita menghadapi virus belum tentu kita malah kebal, pulang bisa membawa virus untuk keluarga,” ujarnya.

“Makanya saya sampaikan harus ada ketegasan, saya senang sekali misalnya ada yang ditegur, kemudian diberikan hukuman yang mendidik, saya kira untuk kebaikan ya, kemudian mereka jera,” katanya melanjutkan.

Mengakhiri sambutannya, Kapolres berpesan kepada anggota agar tetap menjaga kesehatan dan tidak lupa dengan keluarga. Sebab, sehat dan keluarga itu sangat penting.

“Sesukses apapun, jika kesehatan dan keluarga terganggu saya kira juga tidak ada nilainya. Harus berimbang. Itu pesan saya,” pungkas AKBP Moh. Nurhidayat.

Polres Jombang Buru Geng Motor Brutal di Jombang, Polisi Cek CCTV

0
Petugas Satlantas Polres Jombang mengecek rekaman CCTV di salah satu toko modern di JL KH Wahab Chasbullah, Selasa (8/2/2022)

JOMBANG, TelusuR.ID – Polisi bekerja cepat guna mengungkap pelaku perusakan truk yang diduga dilakukan Geng Motor di Jombang

Polres Jombang kini memburu geng motor yang melakukan perusakan terhadap truk saat berpapasan di Jl KH Wahab Chasbullah, Tambakberas, Jombang. Untuk mengungkap identitas pelaku, polisi mempelajari rekaman CCTV.

Rekaman Video aksi brutal kelompk pemuda ini menyebar melalui media sosial. Dalam video itu terlihat iring-iringan sepeda motor yang dikendarai sejumlah anak muda. Mendekati lokasi kejadian, geng motor berpapasan dengan truk.

gbr.ilustrasi geng motor

Ketika berpapasan, sepeda motor yang dikendarai secara berboncengan itu justru memepet truk. Pemuda yang dibonceng kemudian berdiri sembari mengayunkan benda mirip tongkat ke arah kepala truk. Rombongan geng motor kemudian menggeber kendaraannya.

Kasat Lantas Polres Jombang AKP Rudi Purwanto mengatakan saat ini sedang memburu pelaku. Polisi juga sudah mengumpulkan data-data di lapangan. Mulai meminta keterangan warga sekitar Jl KH Wahab Chasbullah Tambakberas, hingga mempelajari rekaman CCTV.

Polisi di antaranya mendatangi toko modern yang ada di sekitar lokasi untuk melihat rekaman CCTV. Juga meminta keterangan pegawai SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar) yang tak jauh dari TKP (Tempat Kejadian Perkara). “Kita masih memburu pelaku,” ujar Rudi, Selasa (8/2/2022)

Beredar Video Viral Aksi Geng Motor Hantam Truk di Jombang

0

JOMBANG, TelusuR.ID – Media sosial dihebohkan dengan beredarnya video viral warga Jombang. Video ini memperlihatkan aksi brutal segerombolan pemuda, diduga geng motor.

Video yang diunggah pertama kali oleh akun romansa sopir truk ini memperlihatkan segerombolan pemuda melakukan arak-arakan motor. Gerombolan geng motor ini melaju dengan ugal-ugalan tanpa menggunakan helm.

Menit berikutnya mereka mendadak berpapasan dengan truk dari arah berlawanan. Seorang penumpang yang dibonceng tiba-tiba berdiri di atas motor yang masih melaju dan langsung memukul truk tersebut dengan benda mirip tongkat.

Dalam postingan tersebut, disebutkan insiden ini terjadi di jalan raya Jombang-Babat tepatnya di jalan raya Tambakberas, Jombang. Pada postingan tersebut, pemilik akun juga membubuhkan tulisan untuk berhati hati saat melintas di malam hari.

Spontan video yang berisi ulah brutal geng motor di Jombang ini beredar secara berantai. Dugaan sementara, aksi tersebut terjadi Jalan Wahab Chasbullah, Tambakberas Jombang.

Kapolres Jombang, AKBP Nur Hidayat mengatakan sudah menerjunkan tim untuk melakukan penyelidikan terhadap video yang menggegerkan dunia maya tersebut. Seluruh unsur di jajaran kepolisian mulai dari Lantas Intelkam hingga Reskrim diterjunkan untuk memburu pelaku jika memang kejadian itu terjadi di wilayah hukum Polres Jombang.

Tangkapan layar, diduga geng motor ketika melakukan aksinya merusak truk yang melintas di daerah Jombang (Dok. @romansasopirtruck)

“Kita masih melakukan penyelidikan,” ujar Kapolres kepada, Selasa, 8 Februari 2022.

Terkait lokasi kejadian yang disebut pada postingan akun tersebut, Kapolres mengaku sudah menelusuri kawasan yang dimaksud. Mulai dari mengumpulkan informasi dari warga hingga memeriksa sejumlah rekaman CCTV yang dimiliki oleh warga di sepanjang jalan KH Wahab Chasbullah. Namun sejauh ini belum ada kejelasan terkait lokasi kejadian yang terekam.

Untuk itu, pihaknya mengimbau warga atau korban yang merasa dirugikan dengan aktivitas geng motor untuk segera melapor, sehingga petugas bisa langsung menindaklanjutinya.

“Barangkali ada korban monggo bisa segera melaporkannya,” tandasnya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Jombang AKP Rudi Purwanto mengaku sudah melihat video tersebut. Namun demikian pihaknya belum berani memastikan lokasi kejadian tersebut. “Kita masih melakukan penyelidikan,” katanya singkat.

Rudi juga mengatakan bahwa pihaknya sudah mendatangi lokasi, yakni di Jl KH Wahab Chasbullah Jombang. Juga mengumpulkan keterangan warga di sekitar lokasi. “Sekali lagi, kami masih melakukan penyelidikan,” pungkasnya.

Momentum Peringatan HPN 2022, Diskominfo Jombang Ingatkan Pers Tidak Terjebak Pada Narasi yang Memecah Belah 

0
Budi Winarno, ST, MSi. kepala Dinas Infokom Kabupaten Jombang/image by mediapetisi.net

JOMBANG, TelusuR.ID   –   Hari ini, Rabu 9 Februari 2022, Pers Nasional melangsungkankan hari jadinya yang ke 76 tahun. Sebagai pilar ke 4 kekuatan demokrasi Pancasila setelah Ekskutif, Legislatif dan Yudikatif, Pers dinilai memiliki peran cukup besar dalam rangka turut membangun peradaban bangsa berbasiskan asas persatuan dan kesatuan yang produktif.

Dalam kaitann tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Pemkab Jombang merasa perlu mengingatkan pelaku pers untuk terus mengoptimalkan peran yang diembannya. Yakni mengejawantah makna pilar ke 4 demokrasi dengan cara menampilkan produk jurnalistik yang mampu menjadi perekat bagi kelangsungan hidup anak bangsa.

“Pers sudah seharusnya mengambil peran sebagai perekat anak-anak bangsa. Mampu membangun komunikasi yang mempersatukan bangsa, mengikis polaritas yang terjadi, serta menjauhkan dari narasi-narasi yang memecah belah, “tulis Kepala Dinas Kominfo Jombang, Budi Winarno, dalam siaran pers, Selasa (8)2/2022).

Dalam rangka mewujudkan hal dimaksud, tulis Budi Winarno, pelaku pers bisa memilah untuk menyajikan informasi yang kredibel, akurat, bermanfaat dan berkualitas ditengah perkembangan teknologi terutama informasi yang sangat cepat melalui media sosial.

Secara khusus Budi Winarno mengusung pesan, bahwa peringatan Hari Pers Nasional tahun 2022 seyogyanya tidak berhenti sebatas uforia seremonial belaka. Tapi lebih penting dari itu, bagaimana implementasi dilapangan mampu memberi sumbangsih yang nyata bagi kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Artinya, pers Indonesia harus mampu membangun dirinya secara ideal dan terpercaya. Juga, mampu menyajikan solusi produktif dalam rangka merespon perkembangan yang begitu cepat yang terjadi di tengah masyarakat. Tak kalah penting, Pers harusnya turut membangun persepsi publik atas dinamika yang terjadi untuk menghindarkan resiko disharmoni dan perpecahan, “tegasnya. (din).

MAN 1 Jombang di Lockdown Seminggu, Setelah Dua Pelajar Terpapar Covid-19

0

JOMBANG, TelusuR.ID – Sistem belajar daring (dalam jaringan) kini mulai diberlakukan di lingkungan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Jombang. Tak hanya itu gedung sekolah juga ditutup untuk sementara. Selasa 8/2/2022

Kebijakan itu dilakukan oleh pihak sekolah lantaran ditemukan dua siswa di sekolah tersebut yang teridentifikasi positif Covid-19. Keduanya kini tengah menjalani isolasi mandiri (Isoman) di rumahnya masing-masing karena kondisinya yang tanpa gejala apapun.

Menurut Abdul Haris, Ketua Gugus Covid-19 MAN 1 Jombang, dalam keterangannya membenarkan dua siswanya terpapar virus Corona. Keduanya merupakan pelajar kelas 10.

Awalnya, pihak sekolah mencurigai saat suhu tubuh mereka cukup tinggi mencapai 37 derajat. Keduanya lantas dilakukan pemeriksaan laboratorium hingga tes PCR. Hasilnya, keduanya dinyatakan positif Covid-19.

“Jadi setiap pagi siswa-siswa yang datang ke sekolah, kami lalukan tes suhu badan dengan termogun. Suhu tubuh keduanya cukup tinggi mencapai 37 derajat. Lalu kami lakukan tes hasilnya ternyata positif, kemudian satunya juga sama, hasilnya positif Covid-19,” jelasnya.

Pemberlakuan lockdown ini menurut Abdul Haris sudah berjalan sejak Senin 7 Februari 2022 kemarin dan akan dilakukan hingga satu minggu ke depan . Dia juga menegaskan kejadian ini tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM) karena tetap dilakukan dengan cara daring.

“Daring bisa melalui WA, Youtube atau media sosial lainnya. Jadi guru dan murid semua dari rumah masing-masing, yang masuk ke sekolah hanya pimpinan saja,” terangnya.

Sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi penularan, saat ini seluruh area sekolah juga telah disterilisasi dengan penyemprotan cairan desinfektan untuk meminimalisir paparan virus.

“Kami juga telah melakukan tracing kepada siswa yang berdekatan dan pernah melakukan kontak dengan keduanya. Alhamdulillah hasilnya semua negatif,” pungkasnya.