Momentum Peringatan HPN 2022, Diskominfo Jombang Ingatkan Pers Tidak Terjebak Pada Narasi yang Memecah Belah 

0
269 views
Budi Winarno, ST, MSi. kepala Dinas Infokom Kabupaten Jombang/image by mediapetisi.net
Bagikan :

JOMBANG, TelusuR.ID   –   Hari ini, Rabu 9 Februari 2022, Pers Nasional melangsungkankan hari jadinya yang ke 76 tahun. Sebagai pilar ke 4 kekuatan demokrasi Pancasila setelah Ekskutif, Legislatif dan Yudikatif, Pers dinilai memiliki peran cukup besar dalam rangka turut membangun peradaban bangsa berbasiskan asas persatuan dan kesatuan yang produktif.

Dalam kaitann tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Pemkab Jombang merasa perlu mengingatkan pelaku pers untuk terus mengoptimalkan peran yang diembannya. Yakni mengejawantah makna pilar ke 4 demokrasi dengan cara menampilkan produk jurnalistik yang mampu menjadi perekat bagi kelangsungan hidup anak bangsa.

“Pers sudah seharusnya mengambil peran sebagai perekat anak-anak bangsa. Mampu membangun komunikasi yang mempersatukan bangsa, mengikis polaritas yang terjadi, serta menjauhkan dari narasi-narasi yang memecah belah, “tulis Kepala Dinas Kominfo Jombang, Budi Winarno, dalam siaran pers, Selasa (8)2/2022).

Dalam rangka mewujudkan hal dimaksud, tulis Budi Winarno, pelaku pers bisa memilah untuk menyajikan informasi yang kredibel, akurat, bermanfaat dan berkualitas ditengah perkembangan teknologi terutama informasi yang sangat cepat melalui media sosial.

Secara khusus Budi Winarno mengusung pesan, bahwa peringatan Hari Pers Nasional tahun 2022 seyogyanya tidak berhenti sebatas uforia seremonial belaka. Tapi lebih penting dari itu, bagaimana implementasi dilapangan mampu memberi sumbangsih yang nyata bagi kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Artinya, pers Indonesia harus mampu membangun dirinya secara ideal dan terpercaya. Juga, mampu menyajikan solusi produktif dalam rangka merespon perkembangan yang begitu cepat yang terjadi di tengah masyarakat. Tak kalah penting, Pers harusnya turut membangun persepsi publik atas dinamika yang terjadi untuk menghindarkan resiko disharmoni dan perpecahan, “tegasnya. (din).

Tinggalkan Balasan