Ribuan KPM di Jombang Belum Terima Bansos, Mensos Risma Minta Bank Penyalur Jemput Bola

Bagikan :

JOMBANG, TelusuR.ID – Menteri Sosial Tri Rismaharini, meninjau percepatan penyaluran bansos di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Hadir bersama Mensos, anggota Komisi VIII Hj. Sadarestuwati, dan Wakil Bupati Jombang Sumrambah. Minggu, 06/02/2022

Ada tiga titik penyaluran program kartu sembako yang dikunjungi, yakni di Kecamatan Tembelang, Mojoagung dan Ngoro. Kunjungan Risma ke Jombang ini, diharapkan bisa mendorong percepatan penyaluran manfaat kartu sembako bagi warga miskin yang tahun lalu tertunda.

Di Kabupaten Jombang, ada ribuan keluarga miskin yang belum bisa menerima manfaat kartu sembako karena berbagai alasan. Mantan Walikota Surabaya ini mengungkapkan, kendala penyaluran kartu sembako atau BPNT, antara lain karena faktor usia, sakit ataupun si penerima pindah tempat tinggal.

“Yang belum cair di Kecamatan Mojoagung Ngoro masih tinggi, di atas 1.000 untuk satu kecamatan. Makanya, saya turun karena masih cukup tinggi jumlah yang belum cair,” kata Risma

Pencairan bansos yang dilakukan hari ini adalah Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)/Kartu Sembako Reguler, BPNT/Kartu Sembako. PPKM dan Program Keluarga Harapan (PKH). Di Kabupaten Jombang, cukup banyak KPM yang belum melakukan transaksi

“Kalau saya amati di berbagai , kebanyakan kurangnya akselerasi salur bansos terkait dengan bagaimana menjangkau kelompok lanjut usia dan penyandang disabilitas. Mereka ini karena kondisinya kan tidak mudah kalau harus datang ke kantor bank, misalnya,” ungkap Risma,

Menurut Mensos, tak hanya di Jombang yang mengalami kendala penyaluran. Di sejumlah daerah, bansos yang belum tersalur berkisar 15-20%. Dari 21 kecamatan di Kabupaten Jombang, total KPM BPNT/Kartu Sembako yang belum transaksi mencapai 13.105 Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), dan sebanyak 8.825 KPM belum menerima bantuan.

Dia menargetkan percepatan penyaluran manfaat kartu sembako untuk keluarga miskin yang tertunda tahun ini bisa dituntaskan pada pertengahan Februari.

Target itu, lanjut dia, bukan hanya untuk Kabupaten Jombang. Penyaluran untuk daerah lain di Indonesia diharapkan juga bisa rampung pada pertengahan Februari ini.

Untuk mengakselerasi pencairan bantuan, Mensos menyerukan kepada berbagai pihak untuk meningkatkan koordinasi. Kepada bank penyalur, Mensos meminta agar bernisiatif jemput bola.

“Kalau harus mengumpulkan lansia, penyandang disabilitas atau yang sakit, di satu tempat di kabupaten, ya berat. Makanya bank saya minta untuk bergerak door to door mendatangi KPM,” kata Mensos.

Untuk keperluan itu, Mensos meminta dukungan semua pihak termasuk pemda menggunakan berbagai fasilitas yang memungkinkan salur bansos mendekati lokasi tinggal KPM. Apakah itu kantor camat, kantor desa/lurah, atau fasilitas lain yang memungkinkan.

Pada kesempatan tersebut, Mensos juga menekankan pentingnya peran pendamping sosial dalam mengakselerasi salur bansos. Sebagai garda depan dalam membantu memastikan program untuk masyarakat prasejahtera berjalan dengan baik.

Dalam kaitannya dengan percepatan penyaluran, Mensos meminta pendamping juga untuk meningkatkan inisiatif, membantu memastikan percepatan salur bansos. (yap/al)

Tinggalkan Balasan