Beranda blog Halaman 3

Setelah 35 Tahun Menanti, Impian Warga Terwujud! Jembatan Garuda Hadir Menghubungkan Dua Desa di Boyolali

0

Boyolali,TelusuR.ID – Harapan yang telah dipendam puluhan tahun akhirnya menjadi kenyataan. Melalui Program Jembatan Perintis Garuda, pemerintah bersama TNI Angkatan Darat membangun jembatan yang menghubungkan Desa Gumukrejo dengan Desa Krasak, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali. Kehadiran jembatan ini menjadi simbol nyata hadirnya negara dalam menjawab kebutuhan masyarakat akan akses transportasi yang layak.

Program Jembatan Perintis Garuda merupakan salah satu upaya pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur hingga ke pelosok daerah. Pelaksanaannya didukung oleh TNI AD melalui program Karya Bakti dengan mengusung tema “Negara Hadir untuk Rakyat Melalui Karya Bakti TNI AD.”

Pembangunan jembatan tersebut diharapkan mampu membuka akses yang selama ini menjadi kendala bagi masyarakat. Nantinya, jembatan akan menjadi jalur vital yang menghubungkan berbagai aktivitas warga, mulai dari para pelajar Desa Krasak yang menempuh pendidikan di Desa Gumukrejo hingga para petani yang mengangkut hasil pertanian menuju pusat distribusi.

Selain mempermudah mobilitas, jembatan ini juga akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Sekitar 850 jiwa atau 400 kepala keluarga di wilayah Desa Gumukrejo dan sekitarnya diproyeksikan merasakan manfaat langsung dari keberadaan jembatan tersebut. Distribusi hasil pertanian menjadi lebih cepat, aman, dan efisien sehingga mampu mendukung peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.

Rasa syukur dan kebahagiaan disampaikan oleh Munawir (48), salah satu tokoh masyarakat Desa Gumukrejo. Menurutnya, pembangunan jembatan ini merupakan impian warga yang telah dinantikan selama lebih dari tiga dekade.

“Kami mengucapkan terima kasih dan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada Bapak Presiden RI Prabowo Subianto yang telah menginisiasi Program Jembatan Garuda ini, serta kepada TNI AD yang bersama masyarakat mewujudkan pembangunan jembatan untuk membantu warga,” ungkap Munawir.

Ia mengenang bagaimana sekitar 35 tahun lalu masyarakat pernah berupaya membangun jembatan secara swadaya. Material batu dan pasir diambil dari sungai setempat, sementara semen dibeli dari hasil iuran warga. Namun keterbatasan dana membuat pembangunan tidak dapat diselesaikan.

“Alhamdulillah, berkat bantuan Bapak Prabowo dan dukungan TNI AD, cita-cita yang sudah lama kami nantikan akhirnya terwujud,” tambahnya.

Munawir juga berharap program-program pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat seperti Jembatan Garuda dapat terus dilanjutkan dan diperluas ke berbagai wilayah di Kabupaten Boyolali.

Kehadiran Jembatan Perintis Garuda tidak hanya menjadi sarana penghubung antarwilayah, tetapi juga menjadi penghubung harapan masyarakat menuju kehidupan yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing. Dengan semangat gotong royong antara pemerintah, TNI, dan masyarakat, pembangunan infrastruktur di daerah diharapkan mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.

(Agus Kemplu)

Dari Jombang ke Blitar, Kader Banteng Teguhkan Militansi dan Warisi Api Perjuangan Bung Karno

0

125 Kader PDIP Jombang Tancap Gas ke Blitar, Tinggalkan Zona Nyaman demi Menjaga Api Perjuangan Bung Karno

JOMBANG,TelusuR.ID — Bulan Bung Karno kembali menjadi ruang konsolidasi ideologis bagi kader PDI Perjuangan. Bagi DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jombang, ziarah ke Makam Bung Karno di Blitar bukan sekadar agenda tahunan yang bersifat seremonial. Kegiatan itu dimaknai sebagai ikhtiar merawat sanad perjuangan sekaligus meneguhkan keberpihakan politik kepada rakyat.

Sabtu, 20 Juni 2026, sekitar 125 kader bergerak dalam konvoi touring menuju Kota Blitar. Mereka berasal dari unsur pengurus DPC, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Jombang, hingga pengurus PAC se-Kabupaten Jombang. Satu pesan yang mereka bawa sama: api perjuangan Sang Proklamator tidak boleh padam di tengah perubahan zaman dan dinamika politik yang terus bergerak.

Sebelum menuju kompleks Makam Bung Karno, rombongan DPC PDI Perjuangan Jombang terlebih dahulu singgah di kediaman Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar, Guntur Wahono. Pertemuan dua keluarga besar partai itu berlangsung hangat. Tak sekadar temu persaudaraan, perjumpaan tersebut menjadi penegasan bahwa soliditas kader merupakan modal utama menjaga kesinambungan perjuangan partai.

Di hadapan para kader, Guntur Wahono mengingatkan bahwa politik tidak boleh tercerabut dari nilai-nilai yang diwariskan Bung Karno.

“Dengan semangat api perjuangan, gotong royong dan persaudaraan, PDI Perjuangan bukan sekadar melanjutkan perjuangan Bung Karno, tetapi juga menjadi penyambung lidah rakyat. Bung Karno boleh tiada, tetapi api perjuangannya harus terus menyala di hati setiap kader. Merdeka!” kata Guntur.

Pesan itu menjadi pengingat bahwa perjuangan politik tidak berhenti pada perebutan kekuasaan semata. Politik, sebagaimana diajarkan Bung Karno, adalah alat perjuangan untuk menghadirkan keadilan sosial, membela wong cilik, dan menjaga kedaulatan bangsa.

Usai pertemuan tersebut, rombongan DPC PDI Perjuangan Jombang bersama kader Kabupaten Blitar bergerak menuju kompleks Makam Bung Karno. Dengan khidmat mereka mengikuti doa bersama dan tabur bunga di pusara Presiden pertama Republik Indonesia itu.

 

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jombang, Doni Anggun, mengatakan ziarah tersebut merupakan bagian dari rangkaian Bulan Bung Karno yang secara konsisten diperingati setiap tahun oleh seluruh jajaran partai. Bagi kader banteng, bulan kelahiran Sang Proklamator bukan hanya momentum mengenang sejarah, melainkan juga ruang untuk meneguhkan kembali arah perjuangan yang berpihak kepada rakyat.

“Kami datang ke Makam Bung Karno untuk berdoa sekaligus memperingati haul Bung Karno. Ini bagian dari rangkaian Bulan Bung Karno yang kami laksanakan sejak awal Juni,” kata Doni.

Menurut dia, perjalanan menuju Blitar dengan menggunakan sepeda motor bukan sekadar pilihan teknis. Ada pesan yang ingin ditanamkan kepada kader agar tidak terlena dalam kenyamanan dan tetap memelihara semangat juang.

“Awalnya ada beberapa usulan menggunakan bus atau kendaraan lain. Tetapi arahan pimpinan jelas, kami harus berani keluar dari zona nyaman. Semangat itu yang ingin terus ditanamkan kepada kader,” ujarnya.

Doni Anggun Sekretaris DPC PDIP Jombang

Doni juga menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan keluarga besar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar. Menurut dia, persaudaraan antarkader menjadi energi penting untuk memperkuat soliditas partai di tengah masyarakat.

“Terima kasih kepada Bapak Guntur Wahono beserta seluruh jajaran dan kader PDI Perjuangan Kabupaten Blitar. Sambutan penuh persaudaraan ini menjadi energi positif bagi kami untuk terus memperkuat soliditas dan menghidupkan semangat perjuangan di tengah masyarakat,” katanya.

Bagi DPC PDI Perjuangan Jombang, Bulan Bung Karno bukan sekadar mengenang sejarah. Momentum itu dimaknai sebagai panggilan untuk memastikan politik tetap berpijak pada kepentingan rakyat. Di tengah tantangan ekonomi dan sosial yang terus berubah, kader partai dituntut hadir di tengah masyarakat, mendengar suara rakyat, sekaligus memperjuangkan kebijakan yang berpihak kepada kepentingan rakyat banyak.

Karena itulah, perjalanan dari Jombang menuju Blitar tidak berhenti sebagai catatan perjalanan biasa. Dari pusara Sang Penyambung Lidah Rakyat, kader-kader banteng membawa pulang pesan yang terus relevan: perjuangan sejati tidak diukur dari seberapa besar kekuasaan diraih, melainkan dari seberapa besar pengabdian diberikan kepada rakyat, bangsa, dan negara.

Bagi DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jombang, api perjuangan Bung Karno bukan warisan yang disimpan dalam museum sejarah. Api itu harus terus hidup, menyala, dan diwujudkan dalam kerja politik yang membumi serta tetap berpihak kepada rakyat.

PAD Lampaui Target dan WTP ke-13 Diraih, Abah Warsubi Tegaskan Jombang Tetap Sehat di Tengah Tekanan Fiskal

0

Bupati Warsubi Komitmen Tata Kelola Transparan, PAD Jombang Lampaui Target dan WTP Raih Rekor 13 Kali Beruntun

JOMBANG, TelusuR.id – Bupati Jombang Warsubi menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Komitmen itu disampaikan saat menjawab pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD dalam rapat paripurna pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Jombang Tahun Anggaran 2025, Senin, 22 Juni 2026.

Di hadapan anggota dewan, Warsubi—yang akrab disapa Abah Warsubi—menyampaikan apresiasi atas masukan seluruh fraksi. Menurut dia, sinergi antara eksekutif dan legislatif menjadi fondasi penting dalam menjaga kualitas tata kelola pemerintahan yang transparan, efektif, dan sesuai ketentuan perundang-undangan.

Salah satu capaian yang disorot adalah keberhasilan Pemerintah Kabupaten Jombang mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia untuk ke-13 kali secara berturut-turut.

“Prestasi ini bukan semata penghargaan administratif, tetapi menjadi penyemangat bagi kami untuk terus melakukan pembenahan dan inovasi demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” kata Warsubi.

PAD Melampaui Target, Digitalisasi Jadi Penopang

Di tengah menurunnya transfer dana dari pemerintah pusat, Jombang justru mencatatkan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurut Warsubi, capaian tersebut ditopang oleh optimalisasi pemungutan pajak daerah, penagihan yang lebih efektif, serta perluasan sistem pembayaran berbasis digital.

Pemkab Jombang juga mempercepat inventarisasi dan sertifikasi aset daerah untuk memberikan kepastian hukum sekaligus membuka peluang pemanfaatan aset yang lebih produktif.

Berkurangnya Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Bagi Hasil (DBH), kata dia, merupakan konsekuensi dari kebijakan nasional. Karena itu, pemerintah daerah akan memperkuat ekonomi produktif dan menciptakan iklim investasi yang lebih sehat agar ketergantungan terhadap transfer pusat semakin berkurang.

Pendapatan Insidentil Dongkrak Capaian Hingga 299 Persen

Realisasi pos Lain-lain PAD yang Sah bahkan mencapai 299,14 persen dari target. Lonjakan tersebut berasal dari sejumlah sumber pendapatan insidentil, seperti penjualan aset rusak berat, lelang kendaraan dinas, pembayaran tuntutan ganti rugi, peningkatan produksi benih perikanan, hingga pendapatan bunga deposito dan jasa giro.

Meski demikian, Abah Warsubi mengakui pentingnya perencanaan yang lebih presisi. Karena itu, pemerintah daerah terus melakukan pemutakhiran data dan pemetaan potensi ekonomi agar target pendapatan dapat disusun lebih akurat.

Tiga BUMD Sehat, Satu Terus Dibenahi

Evaluasi terhadap empat badan usaha milik daerah menunjukkan tiga perusahaan daerah berada dalam kondisi sehat, yakni PD Aneka Usaha Seger, PD BPR Bank Jombang Perseroda, dan PDAM Kabupaten Jombang.

Sementara PD Perkebunan Panglungan masih menghadapi sejumlah tantangan. Namun, perusahaan tersebut disebut terus melakukan langkah perbaikan melalui pengembangan komoditas bernilai ekonomi tinggi dan optimalisasi usaha.

Berbagai inovasi juga dilakukan BUMD, mulai pemasaran air minum dalam kemasan Tiber, digitalisasi layanan pelanggan, penguatan akses permodalan UMKM hingga optimalisasi aset daerah.

Investasi Pendidikan dan Kesehatan Jangka Panjang

Menanggapi sorotan Fraksi Golkar, Warsubi menjelaskan bahwa pengadaan lahan Sekolah Rakyat senilai Rp 8,2 miliar merupakan investasi jangka panjang untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Program tersebut terintegrasi dengan bantuan sosial, program bedah rumah, dan bantuan usaha bagi keluarga penerima manfaat.

Adapun pengadaan lahan untuk pengembangan Puskesmas Wonosalam ditujukan untuk memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat di kawasan pegunungan yang selama ini memiliki keterbatasan akses.

SiLPA Rp332 Miliar Diakui Jadi Bahan Evaluasi

Warsubi tak menutup mata terhadap besarnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) 2025 yang mencapai Rp332,37 miliar. Menurut dia, angka itu terbentuk karena PAD melampaui target hingga 119,76 persen, efisiensi belanja daerah, serta adanya dana yang penggunaannya telah ditentukan regulasi seperti DAK, BOS, dan BLUD.

Namun, ia mengingatkan bahwa SiLPA yang tinggi tidak selalu identik dengan keberhasilan.

“Sebagian SiLPA justru menunjukkan masih adanya program yang belum terealisasi secara optimal. Karena itu, sebagian besar anggaran tersebut telah kami alokasikan kembali dalam APBD Tahun 2026 agar manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat,” ujar Warsubi.

Kesehatan Fiskal Tetap Terjaga

Terkait kenaikan kewajiban jangka pendek sebesar Rp92,11 miliar, Bupati memastikan kondisi itu bukan akibat krisis likuiditas daerah. Kenaikan tersebut berasal dari pengakuan utang kurang salur Tunjangan Profesi Guru ASN Daerah Tahun 2025 dan kewajiban pembayaran kepada pihak ketiga yang jatuh tempo pada tahun berikutnya.

Menurut dia, langkah itu justru menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menyajikan laporan keuangan yang lebih lengkap, transparan, dan sesuai standar akuntansi pemerintahan.

Menutup penjelasannya, Abah Warsubi menegaskan bahwa menjaga kesehatan fiskal daerah bukan sekadar urusan angka dan laporan keuangan. Bagi dirinya, setiap rupiah anggaran harus mampu diterjemahkan menjadi pelayanan publik yang lebih baik dan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami ingin memastikan pengelolaan keuangan daerah yang sehat, transparan, dan akuntabel dapat menjadi fondasi bagi pembangunan Jombang yang lebih maju dan sejahtera,” kata Warsubi.(gus)

Salut! Babinsa Guworejo Ikut Angkat Batu Demi Talud Irigasi Warga Desa Puro

0

SRAGEN,TelusuR.ID – Dalam rangka mendukung percepatan pembangunan infrastruktur desa dan memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat, Babinsa Desa Guworejo Koramil 02/Karangmalang Kodim 0725/Sragen Serma Sumartana turut serta membantu pembangunan talud irigasi di Dukuh Sepreh, Desa Puro, Kecamatan Karangmalang, Senin (22/06/2026).

Kegiatan karya bakti tersebut dilakukan bersama warga setempat dengan semangat gotong royong. Pembangunan talud irigasi ini bertujuan untuk memperkuat saluran air, mencegah longsor, serta mendukung kelancaran sistem pengairan sawah masyarakat agar lebih optimal, terutama saat musim hujan.

Serma Sumartana menyampaikan bahwa keterlibatan Babinsa dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata pengabdian TNI di wilayah binaan.

“Sebagai aparat kewilayahan, kami selalu siap membantu masyarakat dalam setiap kegiatan pembangunan. Talud irigasi ini sangat penting untuk menunjang pertanian warga dan mencegah kerusakan akibat aliran air,” ujarnya di sela kegiatan.

Bpk. Sasmo (57) selaku warga Desa Puro menyambut baik kehadiran Babinsa yang turut bergabung dalam pekerjaan fisik tersebut. Menurut warga, kehadiran TNI tidak hanya mempercepat pekerjaan, tetapi juga meningkatkan semangat kebersamaan dan gotong royong di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan hasil pembangunan talud irigasi dapat memberikan manfaat jangka panjang, khususnya dalam menjaga stabilitas lahan pertanian serta meningkatkan produktivitas pertanian warga sekitar.

(Agus Kemplu)

Jamaah Haji Andong dan Kemusu Disambut Haru, Koramil 15/Andong Hadiri Upacara Penerimaan Haji

0

Boyolali,TelusuR.ID – Suasana penuh haru dan kebahagiaan mewarnai kegiatan Upacara Penerimaan Jamaah Haji Tahun 2026 asal Kecamatan Andong dan Kecamatan Kemusu yang digelar di Gedung IPHI Kecamatan Andong, Minggu (21/06/2026). Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) sebagai bentuk penghormatan dan penyambutan kepada para tamu Allah yang telah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.

Dalam kegiatan tersebut, Danramil 15/Andong Kapten Inf Nuryadi diwakili oleh Batuud Koramil 15/Andong Pelda Widodo yang hadir bersama jajaran Forkopimcam Andong. Kehadiran aparat TNI dan unsur pemerintahan menunjukkan sinergitas serta kepedulian terhadap masyarakat, khususnya dalam menyambut kepulangan jamaah haji yang telah menyelesaikan rangkaian ibadah dengan selamat.

Acara diawali dengan penyambutan jamaah haji, dilanjutkan doa bersama dan sambutan dari para pejabat yang hadir. Rasa syukur terpancar dari wajah para jamaah dan keluarga yang telah lama menantikan momen kepulangan tersebut. Tangis haru dan kebahagiaan pun mewarnai pertemuan kembali antara jamaah dengan keluarga mereka.

Batuud Koramil 15/Andong Pelda Widodo menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh jamaah haji. Ia berharap para jamaah memperoleh predikat haji yang mabrur serta dapat menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya dalam meningkatkan nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan di lingkungan masing-masing.

Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Momentum penyambutan ini tidak hanya menjadi bentuk rasa syukur atas kepulangan jamaah haji, tetapi juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antara masyarakat, pemerintah, dan seluruh unsur Forkopimcam dalam menjaga kerukunan dan kebersamaan di wilayah Kecamatan Andong dan Kemusu.

(Agus Kemplu)

Renovasi Gereja di Papua, Satgas Yonif 521/DY dan Warga Walesi Perkuat Kebersamaan Lewat Gotong Royong

0

JAYAWIJAYA, Papua Pegunungan,TelusuR.ID – Kehadiran prajurit TNI di wilayah penugasan tidak hanya diwujudkan melalui tugas menjaga keamanan, tetapi juga melalui aksi nyata yang menyentuh kehidupan masyarakat. Hal itu ditunjukkan personel Satgas Yonif 521/Dharma Yudha (DY) yang bergotong royong bersama warga merenovasi Gereja Katolik Paroki Santo Paulus di Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Senin (22/6/2026).

Kegiatan rehabilitasi rumah ibadah tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan. Prajurit Satgas bersama masyarakat serta tokoh agama bahu-membahu memperbaiki sejumlah bagian bangunan gereja yang mengalami kerusakan, membersihkan lingkungan sekitar, hingga menata area agar lebih nyaman digunakan untuk kegiatan peribadatan.

Komandan Satgas Yonif 521/DY Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI untuk terus hadir di tengah masyarakat dan mendukung berbagai kebutuhan warga, termasuk sarana ibadah yang menjadi pusat pembinaan rohani masyarakat.

“Melalui gotong royong ini, kami ingin menunjukkan bahwa kehadiran Satgas tidak hanya menjaga stabilitas keamanan wilayah, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat dengan membantu berbagai kebutuhan yang bermanfaat bagi warga,” ujarnya.

Menurut Rahadyan, semangat kebersamaan yang terjalin antara prajurit dan masyarakat menjadi modal penting dalam menciptakan suasana yang aman, damai, dan harmonis di Papua Pegunungan.

Kehadiran personel Satgas Yonif 521/DY mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan pengurus Gereja Katolik Paroki Santo Paulus. Mereka menilai bantuan yang diberikan para prajurit mempercepat proses renovasi sekaligus menghadirkan semangat persaudaraan yang kuat.

 

Pastor Yohanes Asso mengungkapkan apresiasinya atas perhatian yang diberikan Satgas Yonif 521/DY. Menurut dia, keterlibatan prajurit TNI dalam renovasi gereja tidak hanya membantu pembangunan fisik, tetapi juga mempererat hubungan antara masyarakat dengan aparat negara.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih. Kehadiran para prajurit menjadi bukti bahwa kebersamaan dan kepedulian dapat memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat,” katanya.

Sepanjang kegiatan berlangsung, suasana akrab dan penuh semangat terlihat dari kerja sama antara warga dan prajurit. Nilai gotong royong, toleransi, dan persatuan yang menjadi jati diri bangsa tampak nyata dalam setiap proses renovasi yang dilakukan bersama.

Melalui rehabilitasi Gereja Katolik Paroki Santo Paulus, Satgas Yonif 521/DY berharap masyarakat semakin nyaman dalam menjalankan ibadah, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan untuk membangun Papua Pegunungan yang aman, damai, dan sejahtera.

Bagi Satgas Yonif 521/DY, pengabdian kepada bangsa tidak hanya diwujudkan melalui penjagaan wilayah, tetapi juga lewat kepedulian dan kehadiran nyata bersama masyarakat. Sebab, kedekatan TNI dengan rakyat menjadi fondasi penting dalam menjaga persatuan dan mempercepat pembangunan di Tanah Papua.

Hari Bhayangkara ke-80: Polres Jombang Gelar Turnamen Esport Mobile Legends Kapolres Cup

0

JOMBANG, TelusuR.id – Sektor olahraga elektronik (esport) di Kabupaten Jombang resmi mendapat panggung kehormatan. Langkah strategis diambil oleh Kepolisian Resor (Polres) Jombang guna memberikan wadah positif bagi kreativitas digital generasi muda sekaligus meminimalisasi potensi kenakalan remaja di dunia siber.

Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Jombang menggelar Turnamen Esport Mobile Legends Kapolres Jombang Cup. Agenda kompetisi digital ini dipusatkan di Gedung Graha Bhakti Bhayangkara (GBB) Markas Polres Jombang dengan atmosfer pertandingan yang sangat meriah.

Kegiatan yang menjadi bagian dari upaya pembinaan generasi muda ini berlangsung sukses dan mendapat antusiasme yang luar biasa tinggi dari para pencinta gim di Kota Santri. Sejak pendaftaran dibuka, ratusan pemuda dari berbagai penjuru wilayah kecamatan langsung mendaftarkan diri.

Tercatat sebanyak 250 peserta yang tergabung dalam 50 tim dari berbagai wilayah di Kabupaten Jombang turut ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Mereka bertarung menyusun strategi terbaik demi memperebutkan takhta tertinggi dalam turnamen bergengsi ini.

Rentetan pertandingan di arena virtual tersebut berlangsung sengit dan kompetitif sejak babak kualifikasi. Kendati tensi pertandingan berjalan sangat tinggi, masing-masing tim terpantau tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas serta aturan fair play yang ditetapkan panitia.

Setelah melalui serangkaian pertandingan maraton yang menguras energi dan konsentrasi, Tim Nightmare akhirnya keluar sebagai jawara utama dan berhak meraih gelar Juara 1. Posisi Juara 2 ditempati oleh Tim Kingdom Baik, sementara Tim TKJ harus puas menduduki urutan Juara 3.

Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, S.H., S.I.K., CPHR., melalui Kasat Reskrim AKP Robin Alexander menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh peserta. Pihak kepolisian memuji sikap tertib, sportif, dan penuh semangat yang ditunjukkan para pemuda selama turnamen berlangsung.

Menurut AKP Robin, esport merupakan salah satu instrumen modern yang sangat efektif sebagai wadah positif bagi generasi z dan milenial. Melalui medium gim kompetitif ini, anak-anak muda dituntut untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kreativitas, serta ketangkasan berpikir.

“Selamat kepada para juara dan seluruh peserta yang telah menunjukkan kemampuan terbaiknya. Turnamen ini bukan sekadar ajang kompetisi di depan layar gawai,” ujar AKP Robin Alexander saat memberikan sambutan penutupan di hadapan para peserta.

Ia mengimbuhkan bahwa ajang ini juga menjadi sarana strategis untuk mempererat tali silaturahmi antar-komunitas. Nilai-nilai kedisplinan, pembentukan karakter yang sportif, serta kerja sama tim yang solid menjadi poin utama yang ingin ditanamkan oleh Korps Bhayangkara.

Penyelenggaraan turnamen esport ini juga menjadi salah satu bentuk nyata dari komitmen pendekatan humanis Polri dengan generasi muda. Momentum peringatan Hari Bhayangkara ke-80 ini dimanfaatkan polisi untuk merangkul segmen masyarakat yang berbasis pada dunia digital.

Melalui kegiatan positif berskala daerah seperti ini, Polres Jombang berharap dapat mendorong lahirnya talenta-talenta muda berprestasi. Bibit unggul ini diharapkan tidak hanya jago di tingkat lokal, tetapi juga mampu bersaing secara sehat di industri olahraga elektronik nasional.

Lebih lanjut, AKP Robin Alexander menjelaskan bahwa perjuangan para pemenang di tingkat kabupaten tidak berhenti sampai di sini. Para juara di level Polres Jombang akan langsung mengemban misi besar untuk melanjutkan perjuangan ke tingkat yang jauh lebih tinggi.

Mereka akan resmi dikirim sebagai delegasi resmi untuk mewakili Kabupaten Jombang pada Turnamen Esport Kapolda Jawa Timur. Dari ajang regional tersebut, peserta terbaik nantinya berkesempatan besar mengamankan tiket melaju ke tingkat nasional dalam kompetisi Kapolri Cup.

“Kami berharap tim yang mewakili Jombang dapat memberikan penampilan terbaik dan mengharumkan nama daerah di tingkat Jawa Timur maupun nasional. Tunjukkan bahwa generasi muda Jombang memiliki potensi besar, prestasi, dan mampu bersaing secara positif,” tambahnya.

Seluruh rangkaian kegiatan ditutup secara khidmat dengan prosesi penyerahan trofi, piagam penghargaan, serta uang pembinaan kepada para pemenang. Kapolres Jombang Cup diharapkan menjadi pemantik konsistennya pembinaan atlet esport di Jombang guna mewujudkan sinergi Polri bersama masyarakat.

Haflah Midanutta’lim Jadi Sorotan: Ratusan Wali Santri Saksikan Pesan Kuat Para Kiai soal Pendidikan

0

Pesan Kuat dari Midanutta’lim: Pendidikan Bukan Sekadar Ilmu, Tapi Akhlak

JOMBANG, TelusuR.ID – Suasana khidmat dan penuh kebersamaan mewarnai pelaksanaan Haflah Akhirussanah Yayasan Midanutta’lim yang digelar pada Minggu (21/6/2026) di Kabupaten Jombang. Kegiatan tahunan ini menjadi ruang silaturahmi antara lembaga pendidikan, wali santri, tokoh agama, alumni, dan masyarakat dalam merayakan sekaligus mengevaluasi perjalanan pendidikan selama satu tahun terakhir.

Ratusan wali santri hadir memenuhi area acara, menyaksikan rangkaian kegiatan yang diawali dengan penampilan para santri dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari RA, TK, MI, MTs, hingga MA. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tahlil, qiraah Al-Qur’an, sambutan pengurus yayasan, mauidhoh hasanah, dan ditutup dengan doa bersama.

Pengawas Yayasan Midanutta’lim, KH Samsul Ma’arif, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan masyarakat yang terus menitipkan pendidikan anak-anaknya di lembaga tersebut. Ia menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah atau pesantren, melainkan kerja bersama antara lembaga, orang tua, dan lingkungan sosial.

“Kami atas nama yayasan menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Kami juga memohon maaf atas segala kekurangan dalam proses mendidik anak-anak,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya sinergi dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter dan berakhlakul karimah. Menurutnya, keberhasilan pendidikan sangat ditentukan oleh keterlibatan semua pihak.

Sementara itu, Ketua Yayasan Midanutta’lim, KH Khoirul Huda, B.Sc., atau yang akrab disapa Gus Huda, mengingatkan pentingnya niat yang benar dalam setiap proses pendidikan dan kehidupan.

Ia mengajak seluruh wali santri dan pendidik untuk merenungkan kembali orientasi dalam menjalani aktivitas sehari-hari, termasuk dalam mendidik anak.

“Mari kita mulai dari pertanyaan sederhana: apa yang kita lakukan ini untuk apa dan untuk siapa,” ujarnya.

Gus Huda juga menekankan pentingnya kehadiran rezeki yang halal dalam keluarga, karena menurutnya hal tersebut memiliki pengaruh langsung terhadap pembentukan karakter dan keberkahan dalam proses pendidikan anak.

“Rezeki yang halal sangat berpengaruh pada akhlak dan kemudahan anak dalam menuntut ilmu,” katanya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiyah oleh KH Nur Hadi atau yang akrab disapa Mbah Bolong. Dalam ceramahnya, ia mengajak jamaah untuk mendoakan para pendiri Yayasan Midanutta’lim yang telah berjasa membangun dan mengembangkan lembaga pendidikan tersebut hingga berkembang seperti saat ini.

Mbah Bolong menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya soal transfer ilmu, tetapi juga pembentukan karakter melalui keteladanan, kasih sayang, dan pendekatan yang lembut.

Ia mencontohkan bagaimana Rasulullah SAW memperlakukan cucunya dengan penuh kasih sayang sebagai teladan dalam mendidik anak.

“Anak-anak harus dirangkul, dicintai, dan dibimbing dengan sabar. Dari situ akan tumbuh rasa hormat dan akhlak yang baik,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya komunikasi yang sehat antara guru dan orang tua dalam proses pendidikan. Menurutnya, pendidikan akan lebih efektif jika dibangun di atas musyawarah, saling pengertian, dan kesabaran.

“Jangan memaksakan kehendak. Pendidikan yang dilandasi kasih sayang akan lebih mudah diterima anak,” katanya.

Haflah Akhirussanah ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga ruang refleksi bersama atas perjalanan pendidikan para santri. Berbagai penampilan dan kegiatan yang ditampilkan menjadi wujud kreativitas sekaligus perkembangan karakter peserta didik.

Melalui kegiatan ini, Yayasan Midanutta’lim menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang berakar pada nilai-nilai Islam, memperkuat akhlak, serta membangun generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan siap menghadapi tantangan zaman dengan karakter yang kuat dan beretika.


SPMB 2026 Disorot: Akademisi Bongkar Dugaan Siswa Titipan dan Lemahnya Pengawasan Daerah

0

JOMBANG, TelusuR.ID – Wacana pengawasan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 kembali menyingkap persoalan lama: lemahnya kontrol internal dalam dunia pendidikan. Praktisi hukum sekaligus akademisi Jombang, Dr. H. Sholikhin Ruslie, SH, MH, menilai, mengandalkan ancaman lembaga seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bukanlah jawaban utama untuk menutup celah kecurangan dalam proses penerimaan siswa baru.

Menurut Ruslie, problem utama justru terletak pada rapuhnya pengawasan di level daerah. Dinas Pendidikan, Dewan Pendidikan, hingga pemerintah kabupaten disebutnya belum tampil sebagai instrumen kontrol yang efektif dan tegas.

“Persoalan ini tidak harus selalu dibawa jauh-jauh ke KPK. Yang paling penting adalah pengawasan dan penegakan aturan di tingkat daerah yang punya kewenangan langsung,” kata Ruslie, Sabtu, 20 Juni 2026.

Dosen tetap Universitas 17 Agustus Surabaya itu menilai, pengawasan SPMB kerap berhenti pada imbauan administratif tanpa daya paksa. Padahal, menurut dia, celah penyimpangan justru muncul ketika aturan tidak disertai tindakan tegas.

Ia mendorong pemerintah daerah tidak berhenti pada pendekatan seremonial, melainkan berani menjatuhkan sanksi nyata kepada pihak yang terbukti melakukan pelanggaran. Bentuknya bisa beragam, mulai dari evaluasi jabatan hingga pencopotan.

“Kalau ada penyimpangan, harus ada sanksi. Jangan sampai hukum hanya keras ke bawah tapi tumpul ke atas. Ini yang membuat pelanggaran terus berulang,” ujarnya. Ia juga mendukung penguatan peran Dewan Pendidikan Jombang dalam melakukan pengawasan selama proses SPMB 2026 berlangsung.

Ruslie menegaskan, integritas proses penerimaan siswa baru sangat ditentukan oleh ketegasan pimpinan daerah, termasuk bupati dan kepala dinas pendidikan. Tanpa keberanian menindak pelanggaran, sistem akan terus membuka ruang praktik penyimpangan.

“Efek jera hanya muncul kalau sanksi benar-benar dijalankan. Kalau tidak, masalah ini akan berulang setiap tahun,” katanya.

Di sisi lain, Direktur Lembaga Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia (LBHAM), Faizuddin FM, menilai praktik “siswa titipan” dan pungutan liar dalam SPMB bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan sudah menyentuh ranah hak asasi manusia.

Menurut dia, praktik tersebut berpotensi menghilangkan hak dasar anak untuk memperoleh pendidikan yang setara tanpa diskriminasi, sebagaimana dijamin dalam konstitusi.

“Tindakan siswa titipan dan pungli dalam SPMB jelas mencederai hak atas pendidikan yang setara. Ini bertentangan dengan UUD 1945 dan UU HAM,” ujar Faizuddin, yang akrab disapa Gus Faiz.

Ia menambahkan, jika praktik tersebut melibatkan gratifikasi atau penyalahgunaan kewenangan, maka dapat dikenakan ketentuan pidana korupsi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Tipikor.

Sebagai bentuk kontrol publik, LBHAM membuka posko pengaduan SPMB 2026. Masyarakat didorong melaporkan dugaan kecurangan, praktik titipan, hingga indikasi pelanggaran hak asasi manusia dalam proses penerimaan murid baru.

“Tanpa pengawasan publik, sistem ini akan terus rentan disalahgunakan. Pendidikan harus bersih, setara, dan tidak boleh dikendalikan kepentingan di luar aturan,” kata Faizuddin.(gus)

Satgas Yonif 521/DY dan Warga Gotong Royong Renovasi MI Merasugun, Hadirkan Harapan Baru bagi Pendidikan Anak Papua

0

JAYAWIJAYA, TelusuR.ID – Kepedulian terhadap masa depan generasi muda Papua terus diwujudkan Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 521/DY melalui aksi nyata di tengah masyarakat. Dengan semangat gotong royong dan kemanunggalan TNI bersama rakyat, personel Pos Walesi bersama warga setempat bergandengan tangan merenovasi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Merasugun di Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Minggu (21/6/2026).

Renovasi dilakukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan layak bagi para siswa. Sejumlah bagian bangunan yang mengalami kerusakan diperbaiki secara bersama-sama, mulai dari plafon, dinding, hingga pengecatan dan pembenahan sejumlah fasilitas pendukung lainnya agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung lebih optimal.

Komandan Satgas Yonif 521/DY Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata, S.E., M.I.P., mengatakan pendidikan merupakan fondasi penting dalam menyiapkan generasi muda Papua yang unggul dan berdaya saing. Karena itu, kehadiran prajurit TNI di wilayah penugasan tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga ikut mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui berbagai kegiatan sosial yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Melalui renovasi sekolah ini, kami berharap anak-anak Papua dapat belajar dengan lebih nyaman dan semakin termotivasi untuk meraih cita-cita mereka. Pendidikan adalah investasi masa depan yang harus didukung bersama,” ujar Rahadyan.

Menurut dia, kepedulian terhadap sarana pendidikan merupakan bagian dari komitmen Satgas Yonif 521/DY dalam menjalankan pembinaan teritorial serta memperkuat hubungan harmonis dengan masyarakat di wilayah Papua Pegunungan.

Kehadiran prajurit Satgas mendapat sambutan hangat dari warga dan pihak sekolah. Kepala MI Merasugun, Baidi, S.IP., menyampaikan apresiasi atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh personel Yonif 521/DY. Menurutnya, renovasi tersebut akan memberikan manfaat besar bagi para siswa maupun tenaga pendidik dalam menjalankan aktivitas belajar mengajar sehari-hari.

“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian Satgas Yonif 521/DY. Bantuan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak-anak di kampung ini,” kata Baidi.

Suasana penuh kebersamaan tampak mewarnai kegiatan tersebut. Prajurit TNI dan masyarakat bekerja bahu-membahu tanpa mengenal lelah, saling membantu dan berbagi tugas demi mempercepat proses renovasi. Semangat gotong royong yang tumbuh menjadi cerminan kuatnya hubungan antara TNI dan masyarakat di tanah Papua.

Bagi Satgas Yonif 521/DY, karya bakti ini bukan sekadar memperbaiki bangunan sekolah. Lebih dari itu, kehadiran para prajurit “Macan Kumbang” menjadi bagian dari upaya menumbuhkan harapan dan optimisme bagi masa depan anak-anak Papua. Dengan fasilitas pendidikan yang lebih baik, diharapkan lahir generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Melalui langkah sederhana namun penuh makna ini, TNI kembali menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui tugas menjaga kedaulatan negara, tetapi juga melalui kepedulian terhadap pendidikan sebagai investasi bagi masa depan Indonesia.