TelusuR.ID

Beranda blog Halaman 98

Baru Seumur Jagung, Bangunan Pasar Ploso Jombang Ambruk Tengah Malam, Proyek Miliaran Rupiah Disorot!

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Suasana mencekam menyelimuti ratusan pedagang di Pasar Ploso, Kabupaten Jombang, pada Rabu (18/3/2026) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Salah satu bangunan utama di area pasar tersebut tiba-tiba ambruk, memicu kepanikan luar biasa di tengah aktivitas perdagangan yang baru saja dimulai.

Insiden ini memicu tanda tanya besar di masyarakat karena bangunan tersebut diketahui baru saja tuntas menjalani program revitalisasi. Padahal, proyek tersebut menelan anggaran fantastis hingga miliaran rupiah yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Timur dan baru saja diserahterimakan beberapa bulan lalu.

Direktur LBHAM (Lembaga Bantuan Hak Asasi Manusia), Faizudin FM atau Gus Faiz, mempertanyakan kualitas perencanaan teknis hingga pelaksanaan konstruksi bangunan tersebut. Ia menilai ambruknya bangunan baru mengindikasikan adanya kegagalan fatal dalam proses pengawasan dan pemilihan kualitas material.

Merujuk pada aspek legalitas, LBHAM mengingatkan ketentuan Pasal 24 ayat 38 Perppu Cipta Kerja yang mewajibkan kepemilikan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Jika bangunan yang ambruk ini terbukti tidak memiliki PBG, maka pemilik bangunan dapat dikenakan sanksi berat sesuai Pasal 24 angka 43.

Gus Faiz menduga kuat ada tiga penyebab utama di balik robohnya gedung tersebut, yakni salah perhitungan struktur dan lemahnya pengawasan lapangan. Hal ini menjadi indikasi kuat bahwa proses pengerjaan di lokasi tidak berjalan sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah disepakati di awal.

Penyebab kedua yang dicurigai adalah adanya celah dalam proses tender dan pembangunan yang berpotensi berujung pada praktik korupsi. Ketidakberesan dalam administrasi lelang seringkali berdampak langsung pada rendahnya kualitas fisik bangunan yang dihasilkan oleh pihak kontraktor.

Selain itu, Gus Faiz menyoroti lemahnya pengawasan dari pihak legislatif (DPRD) Jombang. Ia menduga fungsi kontrol dewan tidak berjalan maksimal dan hanya menjadi “stempel” bagi kebijakan eksekutif tanpa melakukan pengecekan mendalam terhadap proyek-proyek vital masyarakat.

LBHAM secara tegas meminta pertanggungjawaban penuh dari Bupati Jombang atas insiden yang mengancam keselamatan publik ini. Pemerintah daerah dianggap gagal dalam memastikan infrastruktur pasar yang dibangun dengan uang rakyat benar-benar aman untuk digunakan oleh para pedagang.

Dorongan juga dialamatkan kepada Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera “turun gunung” melakukan penyelidikan menyeluruh. Investigasi di lapangan sangat diperlukan untuk mengungkap apakah ada unsur kelalaian atau kesengajaan dalam proyek revitalisasi Pasar Ploso tersebut.

Penegakan hukum yang transparan sangat dinanti oleh para pedagang yang kini merasa waswas untuk kembali beraktivitas di dalam pasar. Masyarakat berharap tidak ada upaya untuk menutupi fakta di balik ambruknya struktur bangunan yang seharusnya menjadi pusat ekonomi warga Ploso ini.

Dengan kerugian material yang tidak sedikit, kasus ini diharapkan menjadi pelajaran keras bagi penyelenggara bangunan di Jawa Timur. Komitmen untuk mengusut tuntas hingga ke meja hijau menjadi kunci agar kepercayaan publik terhadap proyek infrastruktur pemerintah tidak terus tergerus.

Manjakan Pemudik di Bungurasih, PKS Jatim Buka Posko Mudik Berfasilitas Pijat hingga Kopi Gratis

0

SIDOARJO, TELUSUR.ID – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Timur resmi meluncurkan layanan khusus bagi masyarakat yang tengah melakukan perjalanan pulang kampung. Posko Mudik Lebaran 2026 tersebut didirikan tepat di kawasan Terminal Purabaya (Bungurasih), Senin (16/3/2026).

Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian partai terhadap jutaan warga yang melintasi Jawa Timur selama masa angkutan Lebaran. Posko ini dirancang bukan sekadar tempat singgah biasa, melainkan pusat relaksasi yang menyediakan berbagai fasilitas cuma-cuma mulai dari kopi hangat hingga layanan pijat gratis.

Ketua DPW PKS Jawa Timur, Bagus Prasetia Lelana, menyatakan bahwa pendirian posko ini merupakan bagian dari instruksi program nasional PKS yang rutin digelar setiap tahun. Fokus utamanya adalah meringankan beban fisik dan mental para pemudik selama menempuh perjalanan jauh.

“Alhamdulillah, hari ini kita melaksanakan launching Posko Mudik PKS Jawa Timur tahun 2026. Ini merupakan pengabdian rutin kami untuk membantu para pemudik, khususnya mereka yang melakukan transit di Terminal Purabaya,” ujar Bagus kepada awak media, Rabu (18/3/2026) dikutip Telusur.id.

Pemilihan Terminal Purabaya sebagai lokasi utama bukan tanpa alasan. Terminal ini merupakan salah satu simpul transportasi darat terbesar di Asia Tenggara yang menjadi titik temu ribuan armada bus dan jutaan penumpang dari berbagai penjuru mata angin.

Bagus menjelaskan bahwa Purabaya adalah jantung transportasi di Jawa Timur. Dari titik inilah para pemudik akan berpencar menuju daerah-daerah ujung seperti Banyuwangi di timur, Pacitan di selatan, hingga Ngawi dan Ponorogo di wilayah barat.

Kondisi perjalanan yang memakan waktu belasan jam dinilai membuat para pemudik, terutama pengemudi, sangat rentan mengalami kelelahan ekstrem. Oleh karena itu, PKS sengaja menghadirkan fasilitas pijat untuk membantu memulihkan stamina para sopir maupun penumpang.

“Kami siapkan takjil, makanan, minuman, hingga layanan pijat bagi mereka yang kelelahan. Harapannya, mereka bisa beristirahat sejenak dan memulihkan energi sebelum melanjutkan perjalanan sisa menuju rumah,” ungkap Bagus.

Selain fasilitas fisik, posko ini juga berfungsi sebagai pusat informasi. Petugas di lapangan disiagakan untuk membantu pemudik yang kebingungan mencari akses transportasi lanjutan atau membutuhkan panduan rute menuju kota tujuan mereka.

Bahkan, PKS berkomitmen memberikan solusi langsung jika ada pemudik yang mengalami kesulitan teknis terkait kendaraan. Pihak relawan di posko akan berupaya mencarikan solusi transportasi agar setiap warga dipastikan bisa sampai ke pelukan keluarga dengan selamat.

Lokasi posko yang strategis dan berdekatan dengan area masjid terminal juga menjadi nilai tambah bagi kenyamanan pengunjung. Pemudik dapat melakukan ibadah salat dengan tenang sekaligus memanfaatkan fasilitas sanitasi yang bersih dan memadai di sekitar area posko.

Berdasarkan arahan pusat, layanan istimewa ini akan terus beroperasi mengikuti grafik arus mudik dan balik. Posko dijadwalkan melayani masyarakat mulai dari H-5 hingga H+4 Lebaran, memastikan pendampingan tetap ada saat volume kendaraan mencapai puncaknya.

Apresiasi juga datang dari perwakilan Dinas Perhubungan Jawa Timur, Yanti Marliana, yang menilai langkah ini sebagai kolaborasi positif antara elemen politik dan pemerintah. Kehadiran posko swadaya semacam ini dianggap sangat membantu meringankan beban petugas dalam memberikan pelayanan kemanusiaan selama musim mudik 2026.

Sambut 24 Juta Pemudik, Gubernur Khofifah Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca hingga Skema WFA ASN

0

SURABAYA, TELUSUR.ID – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memimpin Apel Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang digelar di halaman Kantor Sekretariat Daerah, Selasa (17/3/2026). Dalam amanatnya, Khofifah menekankan pentingnya koordinasi kolektif lintas sektor guna memastikan penyelenggaraan mudik Lebaran 1447 Hijriah berjalan aman dan nyaman.

Langkah ini diambil menyusul adanya proyeksi lonjakan mobilitas masyarakat yang luar biasa pada tahun ini. Berdasarkan hasil survei, diperkirakan sebanyak 24,9 juta orang atau sekitar 17,3% dari total pemudik nasional akan masuk ke wilayah Jawa Timur, dengan puncak arus mudik diprediksi jatuh pada 18 Maret 2026.

“Kesiapsiagaan telah kita bangun melalui rapat koordinasi berlapis. Kami berharap seluruh proses mudik berjalan lancar, sehingga masyarakat bisa selamat dan bahagia merayakan lebaran bersama keluarga di kampung halaman,” ujar Gubernur Khofifah.

Selain aspek keamanan lalu lintas, Khofifah juga memberikan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem. Periode mudik tahun 2026 ini diperkirakan berbarengan dengan fenomena hidrometeorologi yang dapat memicu bencana banjir serta tanah longsor di sejumlah titik rawan.

Pemerintah Provinsi Jatim pun mengambil langkah progresif dengan menyiapkan skema Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) melalui jalur udara. Skema ini akan dilaksanakan selama 10 hari, terhitung sejak 16 hingga 24 Maret 2026, untuk mengendalikan intensitas hujan di jalur-jalur utama mudik.

“Sebelumnya kita telah sukses melakukan OMC pada periode Desember hingga Februari. Kali ini kembali kita lakukan agar saat momen silaturahmi nanti, masyarakat bisa beraktivitas dengan suasana yang lebih nyaman dan aman dari gangguan cuaca,” jelasnya.

Gubernur juga menginstruksikan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta Dinas Perhubungan Jatim untuk berkoordinasi total dengan BMKG. Koordinasi ini sangat krusial sebagai langkah preventif dalam menjaga keselamatan warga yang melakukan perjalanan wisata di wilayah Jawa Timur.

Untuk memfasilitasi warga, Pemprov Jatim kembali menghadirkan program mudik gratis yang mencakup berbagai moda transportasi. Tercatat sebanyak 9.320 orang akan diberangkatkan menggunakan bus dan kapal laut, lengkap dengan kuota pengangkutan 200 unit sepeda motor.

Khofifah menegaskan bahwa program ini adalah wujud nyata kepedulian pemerintah dalam menyediakan layanan transportasi yang terjangkau. Ia pun meminta sinergi antar-OPD hingga kepala Rumah Sakit Pemprov Jatim tetap terjaga demi melakukan percepatan pelayanan jika terjadi kendala di lapangan.

Di sisi lain, Gubernur juga mengumumkan pemberlakuan pola kerja Work From Anywhere (WFA) secara terbatas dan selektif bagi ASN. Ketentuannya, maksimal 50% pegawai dapat melaksanakan WFA, sementara instansi pelayanan publik langsung tetap diwajibkan bekerja dari kantor.

“WFA bukan berarti libur atau santai-santai. Kebijakan ini harus dibarengi dengan tanggung jawab tinggi terhadap produktivitas kerja. Seluruh kepala OPD wajib memandu dan memastikan layanan publik tetap berjalan prima,” tegas mantan Menteri Sosial tersebut.

Selain pola kerja, Khofifah mengingatkan larangan keras penggunaan kendaraan dinas untuk kepentingan pribadi atau mudik. Hal ini telah diatur secara tegas dalam Surat Edaran Gubernur mengenai pencegahan korupsi dan pengendalian gratifikasi pada masa hari raya.

Ia meminta seluruh kendaraan dinas diparkirkan di kantor masing-masing sesuai ketentuan yang berlaku. ASN diharapkan menjadi teladan dalam menjaga integritas dan akuntabilitas sebagai aparatur negara dengan tidak menggunakan fasilitas jabatan secara tidak semestinya.

Menariknya, skema WFA ini juga disebut sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi geopolitik global yang memicu lonjakan harga minyak dunia hingga 102 dollar per barel. Efisiensi anggaran dari kebijakan ini nantinya akan dialihkan untuk intervensi kemiskinan ekstrem di Jawa Timur.

Sebagai penutup, Khofifah berpesan agar ASN menjaga toleransi, mengingat Lebaran tahun ini berdekatan dengan Hari Raya Nyepi. Ia meminta agar pelaksanaan takbiran dilakukan dengan bijak, terutama di wilayah dengan populasi umat Hindu yang besar, guna menjaga harmoni antarumat beragama.

Polres Jombang Seret Penyelenggara Sound Horeg Pesta di Jatibanjar ke Meja Hijau

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Kepolisian Resort (Polres) Jombang memastikan proses hukum terhadap fenomena pesta sound horeg di Desa Jatibanjar, Kecamatan Ploso, terus bergulir ke meja hijau. Langkah tegas ini diambil sebagai bentuk respons cepat kepolisian dalam menanggapi keresahan masyarakat terkait hiburan yang dinilai melampaui batas kewajaran.

Penyidik Satreskrim Polres Jombang telah melakukan koordinasi intensif dengan Pengadilan Negeri (PN) Jombang pada Senin (16/3) pagi. Pertemuan tersebut dilakukan guna mematangkan pemberkasan perkara tindak pidana ringan (tipiring) agar proses persidangan nantinya berjalan tanpa kendala teknis.

Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, melalui Kasat Reskrim AKP Dimas Robin Alexander, menegaskan bahwa seluruh pemilik dan operator sound yang terlibat akan diproses secara hukum. Pihaknya memastikan bahwa gelaran tanpa izin pada akhir Februari lalu itu akan masuk dalam satu berkas perkara yang sama.

“Penyidikan ini merupakan tindak lanjut langsung dari peristiwa keramaian di jalan umum yang sempat memicu keresahan luas. Kami tidak main-main dalam menegakkan aturan ketertiban umum,” ujar AKP Dimas Robin Alexander, Selasa (17/3/2026).

Berdasarkan hasil koordinasi dengan petugas tipiring PN Jombang, para pelanggar dibidik dengan Pasal 274 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Aturan dalam KUHP baru ini secara spesifik mengatur larangan mengadakan pesta atau keramaian di jalan umum tanpa izin yang sah dari otoritas terkait.

Ancaman sanksi yang membayangi para pengusaha hiburan ini pun cukup serius, yakni pidana denda kategori II. Jika merujuk pada regulasi tersebut, para pelanggar terancam dikenai denda maksimal sebesar Rp10 juta atas kelalaian dan pelanggaran yang dilakukan.

Hingga saat ini, pihak kepolisian telah merampungkan pemeriksaan terhadap sembilan orang pemilik unit sound system dan enam orang operator. Pemeriksaan maraton ini dilakukan untuk melengkapi seluruh administrasi penyidikan sebelum dilimpahkan ke pengadilan.

“Kami sudah melakukan gelar perkara dan menerbitkan Laporan Polisi (LP) model A. Ini adalah bukti keseriusan kami dalam menertibkan kegiatan yang mengganggu ketertiban umum di wilayah Jombang,” jelas Dimas lebih lanjut.

Terkait jadwal persidangan, kepolisian telah menyepakati lini masa bersama pihak pengadilan. Mengingat saat ini mendekati periode Lebaran, persidangan tipiring tersebut akan dilaksanakan segera setelah masa cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 2026 berakhir.

Selain soal perizinan, polisi juga mendalami unsur lain terkait video viral yang menampilkan aksi penari erotis dalam acara tersebut. Hasil pemeriksaan mengungkap fakta mengejutkan bahwa penari tersebut adalah seorang pria (waria) yang memiliki latar belakang kehidupan yang cukup memprihatinkan.

“Aksi penari tersebut ternyata dilakukan secara spontan karena adanya saweran dari penonton di lokasi. Berdasarkan pengakuan, aksi di atas panggung itu dilakukan di luar kendali kesadaran normalnya,” tegas Kasat Reskrim.

Polres Jombang kini mengimbau masyarakat agar lebih selektif dan bijak dalam memilih jenis hiburan untuk acara desa maupun hajatan. Penertiban ini diharapkan menjadi efek jera bagi para pengusaha sound system agar tetap beroperasi dalam koridor hukum dan menghargai kenyamanan publik.

“Dengan pelimpahan berkas ini, Polri berkomitmen mengawal kasus hingga tuntas. Ini adalah bagian dari upaya penegakan hukum yang transparan dan humanis demi menjaga kondusivitas wilayah Jombang,” tutupnya.

Setahun Kepemimpinan Khofifah-Emil, Relawan Baguss Santuni Puluhan Anak Yatim di Surabaya

0

SURABAYA, TELUSUR.ID – Sebagai bentuk rasa syukur atas genap satu tahun masa pemerintahan periode kedua Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, elemen relawan Barisan Gus dan Santri (Baguss) menggelar aksi sosial. Mereka menebar kebahagiaan dengan memberikan santunan kepada puluhan anak yatim di Kota Surabaya, Selasa (17/3/2026).

Acara yang dikemas dalam bingkai buka puasa bersama ini berlangsung khidmat di Hotel Khas Surabaya, kawasan Ampel. Sebanyak 25 anak yatim hadir untuk menerima santunan serta bingkisan lebaran sebagai bentuk kepedulian dari para santri dan gus di Jawa Timur.

Suasana kebahagiaan anak-anak tersebut semakin memuncak dengan kehadiran langsung Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak. Pria yang akrab disapa Mas Emil ini tampak menyapa dengan hangat satu per satu anak yatim serta ratusan undangan yang memadati lokasi acara.

Dalam sambutannya, Mas Emil memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif yang dilakukan oleh relawan Baguss. Menurutnya, merayakan capaian pemerintahan dengan cara berbagi kepada sesama merupakan sebuah langkah yang sangat positif dan memiliki nilai spiritual yang dalam.

“Ini adalah bentuk rasa syukur yang sangat positif, yakni berbagi kebahagiaan dengan anak yatim. Insya Allah, dengan kekuatan doa anak yatim dan dukungan tulus para relawan, pemerintahan Khofifah-Emil dapat terus berjalan dengan baik,” ujar Mas Emil dikutip Telusur.id

Ia juga menambahkan bahwa dukungan moral dari elemen masyarakat seperti Baguss menjadi suntikan semangat bagi pemerintah provinsi. Fokus utamanya adalah terus konsisten dalam menjalankan program-program yang menyejahterakan seluruh warga Jawa Timur di berbagai sektor.

Sementara itu, Sekjen Baguss, Yusuf Hidayat, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memang diniatkan sebagai kado syukur atas satu tahun perjalanan Khofifah-Emil di periode kedua. Baguss sebagai salah satu elemen pendukung utama merasa perlu merayakan momentum ini dengan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Pria yang akrab disapa Gus Yusuf tersebut menjelaskan bahwa kepedulian sosial ini bukan yang pertama kali dilakukan selama bulan suci. Sebelumnya, relawan Baguss telah bergerak masif di berbagai daerah untuk menyapa masyarakat melalui program pembagian panganan berbuka.

Tercatat, relawan Baguss telah mendistribusikan sebanyak 5.200 paket takjil sepanjang bulan Ramadan tahun ini. Aksi tersebut tersebar di beberapa titik strategis, mulai dari depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, hingga merambah ke wilayah Jombang dan Madiun.

“Di bulan yang penuh berkah ini, kami berkomitmen untuk terus berbagi kebahagiaan kepada masyarakat Jawa Timur. Hal ini sejalan dengan teladan yang sering diberikan oleh Ibu Khofifah yang memang gemar bersedekah,” jelas Gus Yusuf.

Kegiatan tasyakuran ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dan berpengaruh di Jawa Timur. Kehadiran para tokoh ini menunjukkan soliditas dukungan terhadap keberlanjutan program pembangunan yang sedang dijalankan oleh duet Khofifah-Emil.

Tampak hadir di antaranya adalah Senator DPD RI, Lia Istifhama, serta Ketua Umum Baguss yang juga Pengasuh Pesantren Tebuireng Putri, KH. Fahmi Amrullah Hadzik. Selain itu, jajaran Gus dan Lora pengurus Baguss dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur turut memberikan dukungan langsung.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan kelancaran kepemimpinan di Jawa Timur. Semangat kolaborasi antara pemerintah dan elemen relawan ini diharapkan terus terjaga demi mewujudkan Jawa Timur yang lebih makmur dan berkeadilan bagi semua lapisan masyarakat.

Babinsa Simo Turun Langsung Amankan Pasar Takjil, Warga Nyaman Berburu Menu Berbuka

0

Boyolali, TelusuR.id – Guna memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama bulan suci Ramadan 1447 H, Babinsa Koramil 12/Simo, Sertu Heri Murjiyanto, melaksanakan patroli bersama Linmas di lokasi pasar takjil wilayah binaannya, Selasa (17/03/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya menjaga ketertiban sekaligus memberikan rasa aman bagi warga yang beraktivitas menjelang waktu berbuka puasa.

Patroli dan monitoring dipusatkan di Lapangan Ketitang, Desa Simo, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali. Setiap sore hingga malam hari, kawasan ini ramai dipadati warga yang berburu aneka hidangan untuk berbuka puasa. Tingginya aktivitas masyarakat menjadikan kehadiran aparat sangat penting guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan maupun kemacetan lalu lintas.

Di sela kegiatan, Sertu Heri Murjiyanto juga aktif memberikan imbauan kepada para pedagang dan pengunjung agar tetap menjaga ketertiban, keamanan, serta kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi. Ia menegaskan bahwa kesadaran bersama sangat dibutuhkan agar suasana pasar takjil tetap kondusif dan nyaman bagi semua pihak.

“Keberadaan kami di tengah masyarakat bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman, sehingga warga dapat beraktivitas dengan tenang selama Ramadan,” ungkapnya.

Sementara itu, Danramil 12/Simo Kodim 0724/Boyolali, Kapten Inf Hariyanto, menegaskan bahwa kegiatan monitoring pasar takjil merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial yang rutin dilakukan oleh aparat kewilayahan. Menurutnya, kehadiran Babinsa di lapangan adalah bentuk nyata kepedulian TNI terhadap keamanan lingkungan masyarakat.

“Kami hadir untuk memastikan kegiatan masyarakat selama Ramadan berjalan dengan aman, tertib, dan tidak menimbulkan gangguan kamtibmas,” tegasnya.

Dengan adanya kegiatan ini, Koramil 12/Simo berkomitmen terus mendukung terciptanya situasi wilayah yang aman dan kondusif, khususnya selama bulan Ramadan, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk dan penuh ketenangan.

 

(Agus Kemplu)

Jaga Kekhusyukan Ibadah, PLN Siagakan Ratusan Personel Kawal Pasokan Listrik Jombang Selama Lebaran 2026

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – PT PLN (Persero) UP3 Mojokerto memastikan kesiapan penuh dalam menjaga keandalan pasokan listrik di wilayah Kabupaten Jombang menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Langkah ini diambil guna menjamin kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah serta merayakan momen lebaran tanpa gangguan kelistrikan.

Guna mengantisipasi segala potensi gangguan, PLN menetapkan masa siaga khusus yang berlangsung mulai tanggal 14 hingga 29 Maret 2026. Selama periode tersebut, seluruh kekuatan personel dan infrastruktur pendukung dikerahkan secara optimal di berbagai titik strategis.

Manajemen PLN mengoperasikan sedikitnya empat Posko Siaga Kelistrikan yang tersebar di wilayah Jombang. Posko-posko ini berfungsi sebagai pusat pemantauan sistem secara real-time sekaligus menjadi basis percepatan penanganan jika ditemukan kendala teknis di lapangan.

Kekuatan personel yang diterjunkan tidak main-main, yakni mencapai ratusan petugas yang terbagi dalam beberapa kualifikasi keahlian. Komposisi tersebut terdiri dari 34 pegawai struktural, 128 petugas pelayanan teknik, serta tim elite sebanyak 7 personel Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB).

Kehadiran tim PDKB menjadi sangat krusial karena mereka memiliki kemampuan untuk melakukan perbaikan jaringan tanpa harus memadamkan aliran listrik. Hal ini memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan normal meskipun sedang dilakukan pemeliharaan pada sistem utama.

Selain kesiapan sumber daya manusia, PLN juga menyiagakan beragam peralatan pendukung dengan teknologi terkini. Mulai dari unit genset kapasitas besar, Unit Gardu Bergerak (UGB), hingga Unit Kabel Bergerak (UKB) telah diposisikan pada status siap tempur di titik-titik rawan.

Dukungan sistem cadangan lainnya seperti Uninterruptible Power Supply (UPS) dan armada pelayanan teknik juga dipastikan dalam kondisi prima. Integrasi peralatan ini bertujuan untuk mempercepat waktu pemulihan atau recovery time jika terjadi gangguan darurat yang tidak terduga.

Fasilitas bagi pengguna kendaraan listrik pun tak luput dari perhatian pihak PLN guna mendukung kelancaran arus mudik dan balik. Dua lokasi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) telah disiapkan, yakni di PLN ULP Jombang dan Rest Area KM 695A Tol Jombang-Mojokerto.

Sektor religi mendapat perhatian khusus dalam skema pengamanan tahun ini, mengingat Jombang merupakan daerah pusat pesantren. Fokus pengamanan diarahkan pada masjid-masjid besar dan pondok pesantren yang menjadi pusat kegiatan masyarakat selama Ramadhan dan Idul Fitri.

Manajer PLN UP3 Mojokerto, Muhammad Syafdinnur, menegaskan bahwa komitmen ini merupakan bentuk pelayanan prima bagi pelanggan. Pihaknya memahami betul karakteristik wilayah Jombang yang memiliki intensitas kegiatan keagamaan sangat tinggi menjelang lebaran.

“Jombang memiliki banyak pusat kegiatan keagamaan dan pondok pesantren. PLN berkomitmen memastikan pasokan listrik tetap andal agar seluruh aktivitas ibadah dapat berjalan lancar selama Ramadhan hingga Idul Fitri,” ujar Syafdinnur dalam keterangan resminya dikutip Telusur.id, Selasa (17/3/2026).

Di sisi lain, PLN tetap mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam melaporkan jika melihat adanya potensi gangguan listrik di lingkungan sekitar. Layanan pengaduan tetap terbuka lebar melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center 123 yang beroperasi penuh selama 24 jam.

Melalui sinergi personel, peralatan yang lengkap, serta sistem yang terintegrasi, PLN UP3 Mojokerto optimistis dapat menghadirkan energi yang andal. Dengan demikian, seluruh lapisan masyarakat di Jombang dapat merayakan hari kemenangan dengan penuh kedamaian, keamanan, dan kenyamanan.

Gubernur Khofifah dan 35 Ribu Jemaah Qiyamul Lail di Masjid Al Akbar, Doakan Perdamaian Dunia

0

SURABAYA, TELUSUR.ID – Suasana religius menyelimuti Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS) saat Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak melaksanakan Qiyamul Lail berjamaah, Selasa (17/3/2026). Ibadah di malam ke-27 Ramadan 1447 Hijriah ini diikuti oleh lebih dari 35 ribu jemaah yang memadati area masjid hingga selasar.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memperkuat spiritualitas umat sekaligus menyemarakkan sepuluh malam terakhir Ramadan. Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi, di mana warga dari berbagai daerah berkumpul untuk mengejar keutamaan malam Lailatul Qadar dalam kebersamaan.

“Alhamdulillah malam hari ini adalah malam ke-27 Ramadan. Semoga Allah memberikan kesempatan, kesehatan, dan keikhlasan bagi kita untuk terus bergerak menyisir sepuluh hari terakhir bulan suci ini,” ujar Gubernur Khofifah di sela-sela kegiatan.

Dalam momentum yang penuh mustajabah tersebut, Gubernur Khofifah mengajak seluruh jemaah untuk tidak hanya berdoa bagi diri sendiri, tetapi juga bagi perdamaian dunia. Ia memberikan perhatian khusus pada eskalasi konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah yang kian memanas akhir-akhir ini.

Mantan Menteri Sosial ini berharap ketegangan yang melibatkan sejumlah negara besar seperti Iran, Amerika Serikat, dan Israel dapat segera mereda. Menurutnya, stabilitas global sangat krusial agar tidak berdampak pada aspek kehidupan lainnya, termasuk keamanan jalur internasional.

“Mudah-mudahan perang segera berhenti. Kita memohon agar Allah menurunkan kedamaian di muka bumi, terutama di bumi Arab Saudi, mengingat mereka tengah bersiap menerima tamu-tamu Allah untuk pelaksanaan ibadah haji,” tuturnya dengan nada penuh harap.

Tokoh Nahdliyin Inspiratif ini menjelaskan bahwa syarat “istitha’ah” atau mampu dalam menunaikan ibadah haji tidak hanya soal finansial. Aspek keamanan dan keselamatan selama perjalanan pergi dan pulang dari Tanah Suci menjadi faktor penentu kelancaran rukun Islam kelima tersebut.

Khofifah mengkhawatirkan jika ketegangan geopolitik terus berlanjut, hal itu dapat mengganggu prosesi ibadah haji yang sudah dinantikan jemaah selama bertahun-tahun. Oleh karena itu, doa bersama ini diharapkan menjadi kekuatan spiritual agar wilayah Timur Tengah kembali tentram dan kondusif.

“Kita bisa membayangkan proses menunggu antrean haji yang cukup lama. Jika ada gangguan keamanan, tentu akan menghambat kelancaran ibadah tersebut. Mohon doa agar Allah berikan ketenangan bagi semua hamba-Nya di muka bumi,” lanjut Khofifah.

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur didampingi oleh sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemprov Jatim. Ia juga memotivasi jajaran pemerintahan untuk memanfaatkan momentum penghujung Ramadan sebagai sarana refleksi diri dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Pelaksanaan Qiyamul Lail sendiri berlangsung sangat khidmat, diawali dengan muhasabah serta pembacaan zikir dan kalimat thoyibah. Rangkaian ibadah kemudian dilanjutkan dengan salat Tahajud, salat Tasbih, serta salat Hajat berjamaah yang dipimpin oleh Imam MAS, Ustadz Achmad Muzakki.

Usai rangkaian salat malam, Gubernur Khofifah beserta cucunya, Aila, dan Wagub Emil melanjutkan agenda dengan sahur bersama ribuan jemaah di selasar masjid. Pemprov Jatim melalui Dinas Sosial bahkan menyiapkan sekitar 10 ribu paket nasi sahur untuk dibagikan kepada masyarakat yang hadir.

Sebagai penutup, Gubernur menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia serta relawan dari generasi Z yang telah membantu kelancaran acara. Kolaborasi lintas generasi ini dinilai menjadi kunci suksesnya penyelenggaraan ibadah kolosal yang berjalan tertib dan penuh berkah tersebut.

Ansor Jatim Desak Polri Usut Tuntas Teror Air Keras Terhadap Wakil Koordinator KontraS

0

SURABAYA, TELUSUR.ID – Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor Jawa Timur menyatakan keprihatinan mendalam atas belum terungkapnya pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Hingga kini, identitas maupun motif di balik aksi keji tersebut masih menjadi misteri yang menyita perhatian publik.

Ketidakjelasan penanganan kasus ini memicu kekhawatiran serius mengenai jaminan keamanan bagi warga negara. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Sekretaris PW GP Ansor Jawa Timur, Zainuddin, yang menilai lambatnya pengungkapan kasus dapat mencederai rasa keadilan masyarakat.

Zainuddin menegaskan bahwa peristiwa yang menimpa aktivis kemanusiaan tersebut bukan sekadar tindak kriminal biasa. Menurutnya, metode serangan yang dilakukan menunjukkan adanya indikasi bahwa pelaku merupakan sosok yang memiliki perencanaan matang dan sangat terlatih dalam melakukan aksinya.

“Belum terungkapnya pelaku penyiraman air keras sampai saat ini mengindikasikan bahwa sosok tersebut adalah orang yang sangat terlatih. Namun demikian, kami tetap meyakini bahwa Polri memiliki kemampuan mumpuni untuk mengungkap siapa di balik peristiwa ini,” ujar Zainuddin, Selasa (17/3/2026) dikutip Telusur.id

Ansor Jatim memandang bahwa membiarkan kasus ini berlarut-larut tanpa kejelasan hukum adalah langkah yang berbahaya. Jika tidak ada tindakan tegas, dikhawatirkan akan muncul preseden buruk yang melegitimasi aksi kekerasan serupa di masa mendatang.

Ketidakpastian hukum dalam kasus ini dinilai berpotensi menciptakan atmosfer ketakutan di tengah masyarakat luas. Zainuddin memperingatkan bahwa setiap hari yang berlalu tanpa penangkapan pelaku adalah ancaman bagi rasa aman setiap individu di Indonesia.

“Jika peristiwa ini tidak bisa diungkap secepatnya, maka ini merupakan ancaman nyata bahwa hal serupa bisa menimpa siapa saja. Artinya, ini adalah alarm keras bagi kebebasan dan perlindungan warga negara,” tegasnya dengan nada serius.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa negara memiliki kewajiban konstitusional untuk hadir memberikan jaminan keamanan. Perlindungan tersebut harus mencakup seluruh elemen, terutama para aktivis masyarakat sipil yang selama ini konsisten menjalankan fungsi kontrol sosial.

Para aktivis yang memperjuangkan nilai-nilai keadilan seringkali berada di posisi rentan, sehingga pengungkapan kasus Andrie Yunus menjadi ujian bagi profesionalisme aparat. Ketuntasan kasus ini akan menjadi tolok ukur sejauh mana negara menghargai peran pejuang hak asasi manusia.

Zainuddin juga menyinggung mengenai persepsi publik yang bisa berkembang liar jika keadilan urung ditegakkan. Ia menggarisbawahi pentingnya transparansi agar kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum tidak mengalami degradasi yang dalam.

“Wajar bila sebagian masyarakat menilai negara ini sedang tidak baik-baik saja jika kasus seperti ini buntu. Oleh karena itu, kami mendorong aparat penegak hukum untuk bekerja cepat, profesional, dan transparan dalam mengusut tuntas perkara ini,” lanjutnya.

Di sisi lain, PW GP Ansor Jawa Timur mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh spekulasi yang belum terbukti kebenarannya. Masyarakat diminta memberikan ruang bagi pihak kepolisian untuk bekerja secara maksimal sesuai prosedur yang berlaku.

Sebagai penutup, Zainuddin berharap proses hukum segera menemukan titik terang guna memulihkan kepercayaan publik. Penegakan hukum yang tanpa pandang bulu diharapkan menjadi pesan kuat bahwa segala bentuk kekerasan fisik terhadap warga negara tidak akan pernah ditoleransi di bumi Nusantara.

Cetak Generasi Anti-Bullying, Serda Awaludin Tanamkan Karakter di Pesantren Ramadhan SDN 2 Waru

0

Wonogiri,TelusuR.ID – Momentum bulan suci Ramadhan dimanfaatkan secara maksimal oleh SD Negeri 2 Waru, Slogohimo, untuk membentengi mental para siswanya. Melalui kegiatan “Pesantren Ramadhan”, sekolah bekerja sama dengan Koramil 22/Slogohimo menggelar sosialisasi khusus bertajuk Character Building dan Bahaya Perundungan (Bullying) pada Selasa (17/3/2026). Kehadiran Serda Awaludin sebagai narasumber memberikan warna baru bagi para siswa, di mana nilai-nilai kedisiplinan militer dipadukan dengan pendekatan humanis untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.

​Dalam paparannya yang komunikatif, Serda Awaludin menekankan bahwa perundungan adalah “racun” yang merusak masa depan. Beliau menjelaskan secara gamblang bahwa dampak bullying sangatlah luas; tidak hanya melukai fisik dan mental korban yang memicu kecemasan hingga penurunan prestasi, tetapi juga merusak karakter pelaku. Penekanan diberikan bahwa anak yang terbiasa melakukan bullying berisiko terjebak dalam perilaku menyimpang di masa depan. Pesan ini disampaikan dengan tegas namun merangkul, membuat suasana di Mushola Al-Hikmah menjadi penuh antusiasme.

​Acara ini turut dihadiri oleh tokoh penting desa dan pendidikan, mulai dari Kepala Desa Waru Bapak Wisnu Sejati, Kepala Sekolah SDN 2 Waru Ibu Suwarni, S.PdI., M.Pd, hingga jajaran komite sekolah. Kehadiran para stakeholder ini menunjukkan sinergi yang kuat antara pemerintah desa, aparat keamanan, dan dunia pendidikan dalam menjaga tumbuh kembang anak. Para orang tua dan guru diingatkan kembali akan peran vital mereka sebagai garda terdepan dalam mendeteksi dini dan mencegah terjadinya praktik perundungan di lingkungan sekitar.

​Kegiatan yang berlangsung tertib dan lancar ini ditutup dengan sesi interaktif yang membuat para murid semakin memahami pentingnya saling menghargai sesama teman. Dengan pembekalan karakter sejak dini, diharapkan siswa-siswi SDN 2 Waru tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki empati tinggi dan berani menolak segala bentuk kekerasan. Semangat Ramadhan kali ini pun menjadi tonggak sejarah bagi Desa Waru dalam mencetak generasi emas yang bebas dari bayang-bayang perundungan.

(Agus Kemplu)