Gubernur Khofifah dan 35 Ribu Jemaah Qiyamul Lail di Masjid Al Akbar, Doakan Perdamaian Dunia

0
70 views
Bagikan :

SURABAYA, TELUSUR.ID – Suasana religius menyelimuti Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS) saat Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak melaksanakan Qiyamul Lail berjamaah, Selasa (17/3/2026). Ibadah di malam ke-27 Ramadan 1447 Hijriah ini diikuti oleh lebih dari 35 ribu jemaah yang memadati area masjid hingga selasar.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memperkuat spiritualitas umat sekaligus menyemarakkan sepuluh malam terakhir Ramadan. Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi, di mana warga dari berbagai daerah berkumpul untuk mengejar keutamaan malam Lailatul Qadar dalam kebersamaan.

“Alhamdulillah malam hari ini adalah malam ke-27 Ramadan. Semoga Allah memberikan kesempatan, kesehatan, dan keikhlasan bagi kita untuk terus bergerak menyisir sepuluh hari terakhir bulan suci ini,” ujar Gubernur Khofifah di sela-sela kegiatan.

Dalam momentum yang penuh mustajabah tersebut, Gubernur Khofifah mengajak seluruh jemaah untuk tidak hanya berdoa bagi diri sendiri, tetapi juga bagi perdamaian dunia. Ia memberikan perhatian khusus pada eskalasi konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah yang kian memanas akhir-akhir ini.

Mantan Menteri Sosial ini berharap ketegangan yang melibatkan sejumlah negara besar seperti Iran, Amerika Serikat, dan Israel dapat segera mereda. Menurutnya, stabilitas global sangat krusial agar tidak berdampak pada aspek kehidupan lainnya, termasuk keamanan jalur internasional.

“Mudah-mudahan perang segera berhenti. Kita memohon agar Allah menurunkan kedamaian di muka bumi, terutama di bumi Arab Saudi, mengingat mereka tengah bersiap menerima tamu-tamu Allah untuk pelaksanaan ibadah haji,” tuturnya dengan nada penuh harap.

Tokoh Nahdliyin Inspiratif ini menjelaskan bahwa syarat “istitha’ah” atau mampu dalam menunaikan ibadah haji tidak hanya soal finansial. Aspek keamanan dan keselamatan selama perjalanan pergi dan pulang dari Tanah Suci menjadi faktor penentu kelancaran rukun Islam kelima tersebut.

Khofifah mengkhawatirkan jika ketegangan geopolitik terus berlanjut, hal itu dapat mengganggu prosesi ibadah haji yang sudah dinantikan jemaah selama bertahun-tahun. Oleh karena itu, doa bersama ini diharapkan menjadi kekuatan spiritual agar wilayah Timur Tengah kembali tentram dan kondusif.

“Kita bisa membayangkan proses menunggu antrean haji yang cukup lama. Jika ada gangguan keamanan, tentu akan menghambat kelancaran ibadah tersebut. Mohon doa agar Allah berikan ketenangan bagi semua hamba-Nya di muka bumi,” lanjut Khofifah.

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur didampingi oleh sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemprov Jatim. Ia juga memotivasi jajaran pemerintahan untuk memanfaatkan momentum penghujung Ramadan sebagai sarana refleksi diri dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Pelaksanaan Qiyamul Lail sendiri berlangsung sangat khidmat, diawali dengan muhasabah serta pembacaan zikir dan kalimat thoyibah. Rangkaian ibadah kemudian dilanjutkan dengan salat Tahajud, salat Tasbih, serta salat Hajat berjamaah yang dipimpin oleh Imam MAS, Ustadz Achmad Muzakki.

Usai rangkaian salat malam, Gubernur Khofifah beserta cucunya, Aila, dan Wagub Emil melanjutkan agenda dengan sahur bersama ribuan jemaah di selasar masjid. Pemprov Jatim melalui Dinas Sosial bahkan menyiapkan sekitar 10 ribu paket nasi sahur untuk dibagikan kepada masyarakat yang hadir.

Sebagai penutup, Gubernur menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia serta relawan dari generasi Z yang telah membantu kelancaran acara. Kolaborasi lintas generasi ini dinilai menjadi kunci suksesnya penyelenggaraan ibadah kolosal yang berjalan tertib dan penuh berkah tersebut.

Tinggalkan Balasan