Ansor Jatim Desak Polri Usut Tuntas Teror Air Keras Terhadap Wakil Koordinator KontraS

0
62 views
Bagikan :

SURABAYA, TELUSUR.ID – Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor Jawa Timur menyatakan keprihatinan mendalam atas belum terungkapnya pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Hingga kini, identitas maupun motif di balik aksi keji tersebut masih menjadi misteri yang menyita perhatian publik.

Ketidakjelasan penanganan kasus ini memicu kekhawatiran serius mengenai jaminan keamanan bagi warga negara. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Sekretaris PW GP Ansor Jawa Timur, Zainuddin, yang menilai lambatnya pengungkapan kasus dapat mencederai rasa keadilan masyarakat.

Zainuddin menegaskan bahwa peristiwa yang menimpa aktivis kemanusiaan tersebut bukan sekadar tindak kriminal biasa. Menurutnya, metode serangan yang dilakukan menunjukkan adanya indikasi bahwa pelaku merupakan sosok yang memiliki perencanaan matang dan sangat terlatih dalam melakukan aksinya.

“Belum terungkapnya pelaku penyiraman air keras sampai saat ini mengindikasikan bahwa sosok tersebut adalah orang yang sangat terlatih. Namun demikian, kami tetap meyakini bahwa Polri memiliki kemampuan mumpuni untuk mengungkap siapa di balik peristiwa ini,” ujar Zainuddin, Selasa (17/3/2026) dikutip Telusur.id

Ansor Jatim memandang bahwa membiarkan kasus ini berlarut-larut tanpa kejelasan hukum adalah langkah yang berbahaya. Jika tidak ada tindakan tegas, dikhawatirkan akan muncul preseden buruk yang melegitimasi aksi kekerasan serupa di masa mendatang.

Ketidakpastian hukum dalam kasus ini dinilai berpotensi menciptakan atmosfer ketakutan di tengah masyarakat luas. Zainuddin memperingatkan bahwa setiap hari yang berlalu tanpa penangkapan pelaku adalah ancaman bagi rasa aman setiap individu di Indonesia.

“Jika peristiwa ini tidak bisa diungkap secepatnya, maka ini merupakan ancaman nyata bahwa hal serupa bisa menimpa siapa saja. Artinya, ini adalah alarm keras bagi kebebasan dan perlindungan warga negara,” tegasnya dengan nada serius.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa negara memiliki kewajiban konstitusional untuk hadir memberikan jaminan keamanan. Perlindungan tersebut harus mencakup seluruh elemen, terutama para aktivis masyarakat sipil yang selama ini konsisten menjalankan fungsi kontrol sosial.

Para aktivis yang memperjuangkan nilai-nilai keadilan seringkali berada di posisi rentan, sehingga pengungkapan kasus Andrie Yunus menjadi ujian bagi profesionalisme aparat. Ketuntasan kasus ini akan menjadi tolok ukur sejauh mana negara menghargai peran pejuang hak asasi manusia.

Zainuddin juga menyinggung mengenai persepsi publik yang bisa berkembang liar jika keadilan urung ditegakkan. Ia menggarisbawahi pentingnya transparansi agar kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum tidak mengalami degradasi yang dalam.

“Wajar bila sebagian masyarakat menilai negara ini sedang tidak baik-baik saja jika kasus seperti ini buntu. Oleh karena itu, kami mendorong aparat penegak hukum untuk bekerja cepat, profesional, dan transparan dalam mengusut tuntas perkara ini,” lanjutnya.

Di sisi lain, PW GP Ansor Jawa Timur mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh spekulasi yang belum terbukti kebenarannya. Masyarakat diminta memberikan ruang bagi pihak kepolisian untuk bekerja secara maksimal sesuai prosedur yang berlaku.

Sebagai penutup, Zainuddin berharap proses hukum segera menemukan titik terang guna memulihkan kepercayaan publik. Penegakan hukum yang tanpa pandang bulu diharapkan menjadi pesan kuat bahwa segala bentuk kekerasan fisik terhadap warga negara tidak akan pernah ditoleransi di bumi Nusantara.

Tinggalkan Balasan