TelusuR.ID

Beranda blog Halaman 97

Meniti Konglomerasi: Refleksi 27 Tahun Perjalanan Bisnis Khalilur R. Abdullah Sahlawiy

0

JAKARTA, TELUSUR.ID – Di dunia bisnis, kesuksesan kerap dipandang sebagai puncak gunung yang indah, namun jarang ada yang menilik terjalnya jalur pendakian yang penuh kerikil tajam. Bagi HRM. Khalilur R. Abdullah Sahlawiy, keberhasilan bukanlah sesuatu yang jatuh dari langit secara tiba-tiba, melainkan sebuah simfoni dari proses panjang dan daya tahan yang luar biasa.

Ia meyakini bahwa setiap pencapaian membutuhkan waktu, keberlangsungan, dan konsepsi yang matang. Dalam setiap langkahnya, terdapat rajutan konsultasi, diskusi mendalam, hingga berbagai aksi korporasi yang berisiko tinggi. Namun di balik layar itu semua, kegagalan adalah guru yang paling setia menemani perjalanannya.

Bagi pendiri Sabhumi Barat Basra Grup ini, menjadi pengusaha berarti harus siap menelan pil pahit dan menjalani masa-masa sulit dengan ketegaran. Kesabaran bukan sekadar menunggu, melainkan keteguhan untuk tetap berdiri tegak saat badai menghantam sisi terdalam operasional perusahaan.

Tak jarang, air mata tumpah di setiap lintasan peristiwa yang menyedihkan maupun membahagiakan. Di atas segalanya, ia meyakini ada doa-doa yang melangit, menembus cakrawala sebagai bukti bakti dan pengakuan atas kelemahan diri di hadapan Sang Maha Kuasa.

Perjalanan usaha ini telah menempuh waktu 27 tahun, sebuah angka yang tidak sebentar untuk membangun kepercayaan dan kredibilitas. Khalilur memulainya sejak tahun 1999, titik di mana ia pertama kali memberanikan diri memiliki perusahaan sendiri dan memegang kendali atas nasibnya.

Kini, sayap usahanya telah mengepak lebar ke sembilan jenis industri yang berbeda. Meski telah mencapai banyak hal, ia merasa masih berada dalam tahap menapak dan meniti tangga-tangga konglomerasi yang lebih tinggi dan lebih bermakna.

Secara mengejutkan, sepanjang kariernya, ia tercatat telah mendirikan dan memiliki hampir 2.000 perusahaan. Setiap entitas bisnis tersebut membawa cerita uniknya masing-masing, mulai dari kejayaan hingga pelajaran berharga tentang bagaimana bertahan hidup di tengah persaingan global.

Harapan terbesarnya sederhana namun mendalam: semoga segala ikhtiar tersebut semakin berfaedah untuk bakti pada Tuhan dan kemanusiaan. Kalimat “Aamiin, InsyaAllah, MasyaAllah, Bismillah” selalu menjadi zikir yang mengiringi ambisi besarnya di dunia profesional.

Memasuki hari-hari terakhir di bulan suci Ramadhan 2026 ini, Khalilur memilih untuk menarik diri sejenak dari hiruk-pikuk rutinitas. Ia menghabiskan banyak waktu untuk kontemplasi diri, menepi dari keramaian guna melihat kembali jejak-jejak yang telah ia tinggalkan di belakang.

Evaluasi perjalanan menjadi agenda utama dalam perenungannya di penghujung bulan puasa ini. Baginya, melihat ke belakang bukan untuk menyesali masa lalu, melainkan untuk mengumpulkan bahan bakar guna membuat proyeksi masa depan yang lebih kokoh dan terukur.

Hingga akhirnya, ia sampai pada satu titik proyeksi yang sangat personal dan strategis bagi perjalanan hidupnya ke depan. Sebuah keputusan besar diambil untuk menentukan ke mana arah kemudi kapal besarnya akan berlabuh di tahun-tahun mendatang.

Khalilur memutuskan untuk tetap fokus meniti konglomerasi dengan strategi yang lebih senyap. Ia memilih untuk “hening” dari publikasi, sebuah langkah yang jarang diambil oleh para pemilik grup usaha besar di era keterbukaan informasi seperti sekarang.

Namun, keheningan itu bukan berarti ia menutup diri sepenuhnya dari dunia luar. Publikasi hanya akan dilakukan jika berkaitan dengan upaya keberpihakan pada kemaslahatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan kepentingan rakyat banyak.

“Salam Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia,” tutup HRM. Khalilur R. Abdullah Sahlawiy dalam catatannya. Sebuah penegasan bahwa setiap langkah bisnisnya ke depan akan selalu berpijak pada nilai-nilai kebangsaan dan manfaat bagi sesama manusia.

Tanamkan Nasionalisme, 100 Pelajar Jombang Napak Tilas Jati Diri Bangsa di Situs Ndalem Pojok

0

KEDIRI, TELUSUR.ID – Polres Jombang menggelar agenda besar bertajuk Pembinaan dan Pelatihan (Binlat) Pendidikan Jati Diri Bangsa bagi para pelajar. Kegiatan reflektif ini dilaksanakan di Situs Ndalem Pojok Soekarno, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Kamis (12/3/2026).

Sebanyak 100 siswa-siswi pilihan dari jenjang SMA dan SMK se-Kabupaten Jombang hadir mengikuti rangkaian acara ini. Mereka diajak untuk menggali kembali akar nasionalisme langsung dari tempat yang memiliki nilai sejarah tinggi bagi bangsa Indonesia.

Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, hadir langsung memimpin kegiatan tersebut. Turut mendampingi jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Jombang serta sejumlah pejabat dari SPN Polda Jawa Timur yang ikut memberikan materi pembekalan.

Selama kegiatan, para peserta tidak hanya duduk mendengarkan materi, tetapi juga terlibat aktif dalam diskusi mengenai jati diri bangsa dan rasa cinta tanah air. Suasana dialogis ini dibangun agar nilai-nilai kebangsaan dapat terserap secara emosional oleh para siswa.

Tak hanya diskusi, para pelajar diajak melakukan napak tilas ke sejumlah titik bersejarah yang berkaitan erat dengan masa kecil Presiden pertama RI, Ir. Soekarno. Lokasi ini diyakini memiliki vibrasi kuat dalam membentuk karakter sang Proklamator.

Rombongan mengunjungi Situs Sasono Budoyo dan menyempatkan diri berfoto bersama di depan rumah masa kecil Bung Karno. Selain itu, mereka juga meninjau Balai Sehat Tentrem yang berada di dalam kawasan asri Situs Ndalem Pojok tersebut.

Salah satu momen menarik dalam kegiatan ini adalah sesi penyampaian kesan dan pesan. Perwakilan siswa-siswi SMA dan SMK Jombang bergantian mengungkapkan pengalaman spiritual dan intelektual yang mereka dapatkan selama mengikuti pelatihan ini.

Dalam arahannya, Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan menekankan betapa krusialnya peran pelajar sebagai pemegang tongkat estafet kepemimpinan bangsa. Ia mengingatkan bahwa keberadaan mereka harus membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar.

“Jadilah pelajar yang baik dan terus tingkatkan kapasitas diri kalian. Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” tegas AKBP Ardi di hadapan para siswa dikutip Telusur.id.

Ia juga menyuntikkan semangat optimisme kepada generasi Z ini agar tidak mudah menyerah dalam meraih mimpi. Menurutnya, kesungguhan dalam belajar dan ikhtiar yang kuat adalah kunci utama menuju gerbang kesuksesan di masa depan.

Lebih lanjut, AKBP Ardi menjelaskan bahwa pemilihan Situs Ndalem Pojok sebagai lokasi Binlat bertujuan untuk menghormati jasa para pahlawan. Hal ini merupakan upaya konkret menanamkan nilai nasionalisme secara dini dan mendalam.

Kapolres juga menyelipkan pesan moral yang menyentuh hati para peserta mengenai proses pendewasaan diri. Ia mengingatkan bahwa kegagalan atau kesalahan di masa lalu bukanlah akhir dari perjalanan hidup seorang pemuda.

“Setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan, namun yang terpenting adalah kemauan untuk bangkit. Kesempatan kedua selalu ada bagi siapa saja yang memiliki niat dan tekad untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” pungkasnya.

Gubernur Khofifah Ajak Cucu ke Pasar Bandeng Gresik, Kenalkan Tradisi Warisan Sunan Giri

0

GRESIK, TELUSUR.ID – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melakukan kunjungan istimewa ke Pasar Bandeng tradisional di Kabupaten Gresik, Rabu (18/3/2026). Dalam kunjungan tersebut, Khofifah turut mengajak cucu pertamanya, Aisyah Nabila atau yang akrab disapa Aila.

Kehadiran orang nomor satu di Jawa Timur ini bukan sekadar belanja rutin, melainkan upaya nyata untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah sejak dini. Khofifah ingin sang cucu mengenal lebih dekat kekayaan tradisi lokal yang ada di Jawa Timur.

Pasar Bandeng Gresik sendiri merupakan warisan budaya yang telah eksis sejak zaman Sunan Giri. Tradisi ini menjadi daya tarik unik setiap menjelang Idulfitri karena menjajakan “bandeng kawak” atau bandeng berukuran raksasa hasil budidaya petambak wilayah Mengare.

Momen hangat sekaligus edukatif ini dimanfaatkan Khofifah untuk memperlihatkan langsung kearifan lokal kepada generasi muda. Menurutnya, memperkenalkan tradisi di tengah suasana Ramadan adalah langkah penting untuk menjaga keberlangsungan budaya.

“Saya setiap tahun berusaha ke sini. Dan hari ini, saya membawa cucu saya, Aila. Saya ajak dia untuk melihat langsung ikan bandeng di pasar ini. Ini merupakan kali kedua Aila berkunjung ke sini,” ujar Khofifah di sela kegiatannya dikutip Telusur.id, Kamis (19/3/2026).

Khofifah menjelaskan bahwa pengenalan budaya sejak dini adalah fondasi agar generasi penerus tetap memiliki keterikatan batin dengan identitas daerahnya. Dengan melihat aktivitas pasar, anak-anak dapat memahami nilai sosial, ekonomi, dan kultural yang hidup di masyarakat.

“Saya ingin Aila mengenal tradisi Pasar Bandeng sejak dini. Dengan melihat langsung proses dan suasana pasar, dia bisa memahami budaya yang menjadi bagian dari nadi kehidupan masyarakat Gresik,” imbuhnya dengan antusias.

Lebih lanjut, Gubernur menegaskan bahwa Pasar Bandeng bukan sekadar tempat transaksi jual beli biasa. Lokasi ini adalah simbol kebersamaan dan kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh nenek moyang masyarakat pesisir Jatim.

“Keberadaan tradisi seperti ini adalah identitas budaya kita. Hal ini harus terus dijaga dan dilestarikan, terutama oleh generasi muda agar tidak tergerus zaman,” tegas Khofifah di hadapan para pedagang dan pengunjung pasar.

Sisi ekonomi juga menjadi sorotan sang Gubernur. Ia menyebut pasar ini sebagai penggerak ekonomi kerakyatan yang luar biasa, terutama bagi para petambak lokal yang telah bekerja keras memelihara ikan dalam jangka waktu lama.

Ikan bandeng yang dijajakan di pasar ini umumnya memiliki bobot fantastis, yakni rata-rata 4 hingga 5 kilogram per ekor. Untuk mencapai ukuran tersebut, dibutuhkan waktu pemeliharaan yang tidak sebentar, bahkan hingga empat tahun di tambak.

“Artinya, proses pembesaran ikan ini butuh waktu lama. Kita perlu menghargai kerja keras para petambak yang telah menyiapkan ikan-ikan berkualitas ini untuk disajikan saat momen Lebaran nanti,” kata Khofifah.

Dalam kunjungan tersebut, Khofifah terpantau memborong sejumlah besar ikan bandeng. Rencananya, ikan-ikan tersebut akan dijadikan bahan utama dalam lomba memasak yang melibatkan jajaran Perangkat Daerah (PD) dan BUMD di lingkungan Pemprov Jatim.

Lomba memasak yang telah memasuki tahun keenam ini akan digelar secara unik. Agenda dimulai dengan qiyamul lail pukul 01.00 WIB, dilanjutkan lomba masak pukul 02.00 WIB, dan ditutup dengan sahur bersama di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

“Belanja kali ini memang agak banyak karena untuk kebutuhan lomba masak di Grahadi. Ini merupakan agenda rutin tahunan yang kami laksanakan sebagai bentuk syukur dan kebersamaan di akhir Ramadan,” pungkasnya.

Saldo Nasabah BSI Jombang Raib Misterius, Pihak Bank Sebut Sistem Sedang Gangguan

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Keamanan sistem perbankan kembali menjadi sorotan tajam setelah seorang nasabah Bank Syariah Indonesia (BSI) Kantor Cabang (KC) Jombang melaporkan kehilangan saldo secara mendadak. Peristiwa ini memicu kekhawatiran terkait perlindungan dana nasabah di lembaga perbankan syariah tersebut.

Kejadian bermula pada Rabu (18/3/2026) pagi, ketika uang senilai Rp 1.171.000 di dalam rekening nasabah berpindah tangan tanpa seizin pemiliknya. Transaksi gelap tersebut tercatat terjadi tepat pada pukul 10.09 WIB melalui mekanisme yang belum teridentifikasi secara pasti.

Korban merupakan seorang nasabah berinisial EM (55), warga Desa Kepatihan, Kecamatan Jombang. Ia mengaku terkejut bukan main saat mendapati notifikasi masuk ke ponselnya melalui aplikasi Mobile Banking (M-Banking) yang menginformasikan adanya penarikan dana.

“Saya kaget tiba-tiba dapat pesan notifikasi kalau ada yang menarik uang saya. Padahal saya tidak sedang melakukan transaksi apa pun saat itu,” ujar EM saat memberikan keterangan kepada awak media dengan nada kecewa dikutip Telusur.id.

Merasa ada yang tidak beres, EM segera bergegas menuju kantor BSI KC Jombang yang berlokasi di Jl. Soekarno-Hatta, kawasan Ruko Cempaka Mas, Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan. Ia bermaksud mencari klarifikasi dan perlindungan atas sisa saldonya.

Setibanya di lokasi, EM tidak langsung bertemu dengan pejabat bank, melainkan dihadapi oleh seorang petugas keamanan bernama Ahmad. Dari penuturan petugas tersebut, terungkap informasi bahwa sistem perbankan di kantor cabang tersebut memang sedang mengalami kendala teknis.

Pihak keamanan menyampaikan permohonan maaf dan mengonfirmasi bahwa sistem bank telah mengalami error sejak pagi hari. Hal ini diduga menjadi pemicu terjadinya anomali transaksi atau gangguan pada catatan mutasi rekening nasabah yang terdampak.

Sebagai langkah awal penanganan keluhan, petugas keamanan meminta EM menyerahkan sejumlah data autentik. Data yang diminta meliputi bukti notifikasi transaksi misterius, Kartu Tanda Penduduk (KTP), serta nomor telepon yang dapat dihubungi untuk tindak lanjut.

“Petugas bilang sistemnya sedang error. Tadi saya diminta data-data dan dijanjikan akan dihubungi kembali oleh pihak bank setelah sistem kembali normal,” ungkap EM menjelaskan prosedur darurat yang diterimanya di kantor cabang tersebut.

Upaya konfirmasi juga coba dilakukan kepada mantan Kepala BSI KC Jombang, Feri. Namun, Feri menyatakan bahwa dirinya sudah tidak lagi menjabat di posisi tersebut sehingga tidak memiliki kewenangan teknis untuk memberikan penjelasan detail mengenai sistem.

Feri menyarankan agar nasabah maupun pihak terkait langsung melakukan konfirmasi ke bagian Customer Service (CS) di kantor cabang. Menurutnya, bagian pelayanan tersebut tetap beroperasi meskipun saat ini layanan sedang dibuka secara terbatas akibat kendala teknis.

“Silakan langsung ke Customer Service saja, karena saat ini pelayanan sedang dibuka secara terbatas untuk menangani keluhan,” jelas Feri singkat saat dikonfirmasi mengenai status operasional bank tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, teka-teki raibnya uang nasabah BSI KC Jombang tersebut masih menyisakan tanda tanya besar. Korban sangat berharap pihak bank segera memberikan kepastian dan tanggung jawab penuh agar saldo miliknya dapat kembali utuh.

Jelang Idul Fitri, Khofifah Sowan ke Ulama Jombang dan Ziarah ke Makam Gus Dur

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Menjelang tibanya Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan kunjungan silaturahmi ke sejumlah pondok pesantren besar di Kabupaten Jombang pada Rabu (18/3/2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari tradisi “sowan” kepada para ulama kharismatik di wilayah Jawa Timur.

Dalam agenda tersebut, Gubernur Khofifah mengunjungi dua pesantren bersejarah, yakni Ponpes Tebuireng dan Ponpes Tambakberas. Kehadirannya disambut hangat oleh para pengasuh dan tokoh sentral pesantren yang memiliki pengaruh besar dalam struktur organisasi keagamaan di Indonesia.

Di Ponpes Tebuireng, Khofifah bersilaturahmi dengan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, yang saat ini menjabat sebagai Ketua PWNU Jawa Timur. Pertemuan kedua tokoh ini berlangsung khidmat di kediaman pengasuh, membahas berbagai isu keumatan jelang lebaran.

Tak hanya di Tebuireng, Khofifah juga bertandang ke Ponpes Tambakberas untuk menemui Nyai Hj Mahfudhoh Aly Ubaid. Beliau merupakan tokoh nyai sepuh sekaligus Mustasyar PBNU yang dikenal sebagai sosok pengayom bagi masyarakat dan kalangan santri di Jawa Timur.

Bagi Khofifah, tradisi sowan kepada kiai dan nyai bukan sekadar rutinitas protokoler, melainkan bagian penting dari budaya masyarakat Jawa Timur. Menurutnya, sowan adalah momentum spiritual untuk mempererat ukhuwah serta memohon nasihat demi keberkahan pembangunan daerah.

“Silaturahmi ini jadi bagian dari ikhtiar mempererat hubungan kepada guru-guru kita, serta memohon doa agar Jawa Timur senantiasa diberikan keberkahan dan kedamaian,” ujar Khofifah saat ditemui di sela-sela kunjungannya.

Ia menekankan bahwa menjelang Idulfitri, nilai sosial dan spiritual dari tradisi ini menjadi semakin bermakna. Sowan dipandang sebagai wasilah atau perantara untuk “ngalap berkah” yang telah menjadi warisan budaya pesantren turun-temurun.

Lebih lanjut, Khofifah menegaskan pentingnya momentum lebaran untuk memperkuat persaudaraan dan saling memaafkan. Ia berharap nilai-nilai keislaman yang sejuk dapat terus diteguhkan dalam kehidupan bermasyarakat guna menciptakan harmoni sosial.

Gubernur perempuan pertama di Jatim ini juga menitipkan pesan bagi generasi muda agar tidak meninggalkan tradisi luhur ini. Baginya, pembinaan akhlak melalui teladan yang baik atau uswatun hasanah sangat diperlukan di tengah tantangan zaman kekinian.

Kunjungan di Tebuireng kemudian dilanjutkan dengan ziarah ke makam pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratusy Syeikh KH M. Hasyim Asy’ari. Khofifah tampak khusyuk memimpin doa dan tahlil di depan pusara pahlawan nasional tersebut bersama rombongan terbatas.

Suasana haru menyelimuti saat Khofifah melakukan tabur bunga di makam KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Baginya, Presiden ke-4 RI tersebut adalah sosok ulama besar yang mewariskan nilai kemanusiaan dan toleransi yang sangat relevan hingga saat ini.

“Ziarah ini menjadi pengingat bagi kita semua atas keteladanan Gus Dur dalam merawat keberagaman dan menghadirkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” ungkap Khofifah dengan penuh rasa takzim.

Sebagai penutup, ia berharap spirit perjuangan Gus Dur dalam menjaga persatuan terus tumbuh di hati masyarakat. Ziarah ini bukan sekadar mendoakan pendahulu, tetapi juga meneguhkan komitmen untuk melanjutkan nilai-nilai kebaikan bagi bangsa dan negara.

Babinsa Karanggede Turun Cek Pupuk Subsidi, Pastikan Stok Aman dan Harga Tetap Terjangkau

0

Boyolali,TelusuR.ID – Dalam upaya memastikan ketersediaan dan kestabilan harga pupuk subsidi bagi petani menjelang musim tanam (MT) ke-2, Babinsa Koramil 16/Karanggede Kodim 0724/Boyolali, Serka Kuseri, melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) bersama pedagang pupuk di wilayah binaannya, Rabu (18/03/2026). Kegiatan ini berlangsung di Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali.

Melalui kegiatan tersebut, Babinsa turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi peredaran pupuk subsidi di tingkat pedagang. Ia berdialog dengan para penjual guna memperoleh informasi terkait ketersediaan stok, harga jual kepada petani, hingga kendala yang dihadapi dalam proses distribusi.

Serka Kuseri menyampaikan bahwa kegiatan Komsos ini merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial Babinsa dalam mendukung kesejahteraan petani. Dengan komunikasi langsung, diharapkan dapat diketahui perkembangan harga serta ketersediaan pupuk subsidi, sehingga potensi kelangkaan maupun lonjakan harga dapat dicegah sejak dini.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara Babinsa dengan masyarakat. Kehadiran Babinsa di tengah warga diharapkan mampu menyerap aspirasi serta memberikan rasa aman dan kepastian bagi para petani dalam menghadapi musim tanam.

 

(Agus Kemplu)

Amankan Lebaran, Kodim Sragen dirikan pos pengamanan mudik dan 6 pos terpadu ini lokasinya..

0

Sragen, TelusuR.ID – Dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga masyarakat Sragen maupun luar Sragen yang melintas karena mudik lebaran, Kodim 0725/Sragen mendirikan pos pengamanan mudik berlokasi di simpang Beloran yg merupakan titik rawan perlintasan antar provinsi. Hal ini sejalan dengan arahan Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Achiruddin , SE., M.Han. Kamis, 18/03/2026.

Pos pengamanan tersebut di jaga oleh personel TNI dari Koramil setempat, Sub Denpom, Komcad, FKPPI, HIPAKAD dan pramuka yg merupakan binaan Kodim Sragen (Saka Wira Kartika).

Menurut Dandim 0725/Sragen Letkol Inf Dindin Rohidin, S.IP pos pengamanan tersebut di dirikan bertujuan untuk memantau arus mudik, melayani dan memberikan rasa aman bagi masyarakat yang melintas dari luar kota yang mau singgah untuk beribadah, beristirahat maupun mendapatkan informasi terkait arus mudik khususnya di wilayah Kabupaten Sragen.

“Di pos pengamanan mudik tersebut, khususnya di simpang Beloran kami juga menyiapkan tenaga medis TNI dan obat-obatan yang siap melayani masyarakat yang membutuhkan, selain itu Kodim Sragen juga bersinergi dengan Polres Sragen membuat Posko terpadu pengamanan lebaran 2026 di alun-alun Sragen, rest area Masaran Km 519A, Rest area Km 519B, Rest Area 538A Ngrampal, Rest Area 538B, Pos Terpadu Gemolong”

“Saya berharap liburan perayaan idul Fitri tahun 2026 di wilayah kabupaten sragen aman dan kondusif, tidak ada gangguan apapun” imbuh Dandim.

 

(Agus Kemplu)

Atap Kanopi Pasar Ploso Jombang Ambruk, Disdagrin Desak Kontraktor Segera Lakukan Perbaikan

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Insiden ambruknya atap teras di lantai dua sisi utara bangunan baru Pasar Ploso, Desa Losari, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, pada Rabu (18/3/2026) dini hari, memicu respons cepat dari Pemerintah Kabupaten setempat.

Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kabupaten Jombang langsung menerjunkan tim untuk meninjau lokasi. Langkah ini diambil guna memastikan penyebab pasti kerusakan pada proyek yang menelan anggaran miliaran rupiah tersebut.

Plt Kepala Disdagrin Jombang, Purwanto, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah berada di lokasi sejak pukul 07.00 WIB. Berdasarkan hasil inspeksi mendadak (sidak), diketahui bahwa bagian yang roboh adalah konstruksi kanopi bangunan.

“Saya bersama tim sudah melihat kondisi di lapangan secara langsung. Memang benar ada semacam kanopi yang roboh atau terlepas hingga jatuh ke bawah,” ujar Purwanto saat memberikan keterangan kepada media.

Meski kerusakan terlihat cukup serius, Purwanto memastikan tidak ada laporan mengenai korban luka maupun korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Lokasi yang masih sepi saat kejadian menjadi faktor nihilnya korban terdampak.

“Kami sangat bersyukur karena insiden ini terjadi saat tidak ada aktivitas warga. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” tambahnya menekankan aspek keselamatan di area pasar dikutip Telusur.id

Menyikapi hal tersebut, Disdagrin melalui Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Perdagangan (Sardag) bergerak cepat dengan memanggil pihak penyedia jasa atau kontraktor pelaksana proyek.

Purwanto menegaskan telah memberikan instruksi keras kepada kontraktor agar segera mengevakuasi material bangunan yang berserakan. Hal ini dilakukan agar tidak mengganggu estetika dan aksesibilitas di area pasar.

“Kami minta penyedia segera merapikan material yang jatuh dan melakukan perbaikan menyeluruh agar konstruksi kembali aman, serta tidak sampai menimbulkan korban di kemudian hari,” jelasnya secara tegas.

Selain fokus pada titik yang ambruk, Disdagrin juga menaruh perhatian pada sisi selatan bangunan. Purwanto menginstruksikan penguatan pada bagian kanopi lain yang memiliki struktur serupa guna mencegah kejadian berulang.

“Kanopi di sebelah selatan juga perlu diantisipasi. Walaupun saat ini terlihat tidak ada masalah, tetap harus dilakukan penguatan, terutama pada titik sambungan ke pilar-pilar utama,” lanjut Purwanto.

Pihak dinas pun memberikan tenggat waktu agar perbaikan segera diselesaikan. Mengingat momentum Hari Raya Idulfitri yang semakin dekat, kelaikan bangunan menjadi prioritas utama demi kenyamanan pemudik dan pedagang.

Sebagai bentuk transparansi, setiap tahapan perbaikan wajib didokumentasikan secara digital. Laporan tersebut nantinya akan menjadi bahan evaluasi total terhadap kualitas pengerjaan proyek yang kini tengah menjadi sorotan publik tersebut.

Sambut IduL Fitri, Kodim Wonogiri Salurkan Zakat Fitra Dan Tali Asih Kepada Warga 

0

Wonogiri,TelusuR.ID – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Kodim 0728/Wonogiri menyalurkan zakat fitrah dan tali asih kepada warga sekitar. Penyaluran dilakukan secara simbolis oleh Komandan Kodim 0728/Wonogiri Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihahuan bertempat di Aula Kodim 0728/Wonogiri, Rabu (18/3/2026).

Zakat fitrah tersebut berasal dari prajurit serta keluarga besar Kodim 0728/Wnogiri. Bantuan kemudian diserahkan kepada perwakilan warga di sekitar Makodim sebagai bagian dari kepedulian sosial di bulan Ramadan.

Dandim mengatakan, zakat fitrah merupakan kewajiban umat Muslim sekaligus momentum untuk memperkuat solidaritas sosial.

“Melalui zakat fitrah ini kami ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat. Semoga yang disalurkan hari ini dapat memberi manfaat sekaligus membawa keberkahan bagi semua,” ujarnya.

Menurut dia, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat di wilayah Wonogiri.

Ia menambahkan, Kodim Wonogiri akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial, terutama pada momentum-momentum penting seperti Ramadan.

“Semangat kebersamaan dan gotong royong seperti ini diharapkan terus terjaga,” katanya.

Melalui penyaluran zakat fitrah dan tali asih ini, diharapkan hubungan antara TNI dan masyarakat semakin erat sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.

 

(Agus Kemplu)

Baru Seumur Jagung, Bangunan Pasar Ploso Jombang Ambruk Tengah Malam, Proyek Miliaran Rupiah Disorot!

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Suasana mencekam menyelimuti ratusan pedagang di Pasar Ploso, Kabupaten Jombang, pada Rabu (18/3/2026) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Salah satu bangunan utama di area pasar tersebut tiba-tiba ambruk, memicu kepanikan luar biasa di tengah aktivitas perdagangan yang baru saja dimulai.

Insiden ini memicu tanda tanya besar di masyarakat karena bangunan tersebut diketahui baru saja tuntas menjalani program revitalisasi. Padahal, proyek tersebut menelan anggaran fantastis hingga miliaran rupiah yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Timur dan baru saja diserahterimakan beberapa bulan lalu.

Direktur LBHAM (Lembaga Bantuan Hak Asasi Manusia), Faizudin FM atau Gus Faiz, mempertanyakan kualitas perencanaan teknis hingga pelaksanaan konstruksi bangunan tersebut. Ia menilai ambruknya bangunan baru mengindikasikan adanya kegagalan fatal dalam proses pengawasan dan pemilihan kualitas material.

Merujuk pada aspek legalitas, LBHAM mengingatkan ketentuan Pasal 24 ayat 38 Perppu Cipta Kerja yang mewajibkan kepemilikan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Jika bangunan yang ambruk ini terbukti tidak memiliki PBG, maka pemilik bangunan dapat dikenakan sanksi berat sesuai Pasal 24 angka 43.

Gus Faiz menduga kuat ada tiga penyebab utama di balik robohnya gedung tersebut, yakni salah perhitungan struktur dan lemahnya pengawasan lapangan. Hal ini menjadi indikasi kuat bahwa proses pengerjaan di lokasi tidak berjalan sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah disepakati di awal.

Penyebab kedua yang dicurigai adalah adanya celah dalam proses tender dan pembangunan yang berpotensi berujung pada praktik korupsi. Ketidakberesan dalam administrasi lelang seringkali berdampak langsung pada rendahnya kualitas fisik bangunan yang dihasilkan oleh pihak kontraktor.

Selain itu, Gus Faiz menyoroti lemahnya pengawasan dari pihak legislatif (DPRD) Jombang. Ia menduga fungsi kontrol dewan tidak berjalan maksimal dan hanya menjadi “stempel” bagi kebijakan eksekutif tanpa melakukan pengecekan mendalam terhadap proyek-proyek vital masyarakat.

LBHAM secara tegas meminta pertanggungjawaban penuh dari Bupati Jombang atas insiden yang mengancam keselamatan publik ini. Pemerintah daerah dianggap gagal dalam memastikan infrastruktur pasar yang dibangun dengan uang rakyat benar-benar aman untuk digunakan oleh para pedagang.

Dorongan juga dialamatkan kepada Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera “turun gunung” melakukan penyelidikan menyeluruh. Investigasi di lapangan sangat diperlukan untuk mengungkap apakah ada unsur kelalaian atau kesengajaan dalam proyek revitalisasi Pasar Ploso tersebut.

Penegakan hukum yang transparan sangat dinanti oleh para pedagang yang kini merasa waswas untuk kembali beraktivitas di dalam pasar. Masyarakat berharap tidak ada upaya untuk menutupi fakta di balik ambruknya struktur bangunan yang seharusnya menjadi pusat ekonomi warga Ploso ini.

Dengan kerugian material yang tidak sedikit, kasus ini diharapkan menjadi pelajaran keras bagi penyelenggara bangunan di Jawa Timur. Komitmen untuk mengusut tuntas hingga ke meja hijau menjadi kunci agar kepercayaan publik terhadap proyek infrastruktur pemerintah tidak terus tergerus.