Jelang Idul Fitri, Khofifah Sowan ke Ulama Jombang dan Ziarah ke Makam Gus Dur

0
76 views
Bagikan :

JOMBANG, TELUSUR.ID – Menjelang tibanya Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan kunjungan silaturahmi ke sejumlah pondok pesantren besar di Kabupaten Jombang pada Rabu (18/3/2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari tradisi “sowan” kepada para ulama kharismatik di wilayah Jawa Timur.

Dalam agenda tersebut, Gubernur Khofifah mengunjungi dua pesantren bersejarah, yakni Ponpes Tebuireng dan Ponpes Tambakberas. Kehadirannya disambut hangat oleh para pengasuh dan tokoh sentral pesantren yang memiliki pengaruh besar dalam struktur organisasi keagamaan di Indonesia.

Di Ponpes Tebuireng, Khofifah bersilaturahmi dengan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, yang saat ini menjabat sebagai Ketua PWNU Jawa Timur. Pertemuan kedua tokoh ini berlangsung khidmat di kediaman pengasuh, membahas berbagai isu keumatan jelang lebaran.

Tak hanya di Tebuireng, Khofifah juga bertandang ke Ponpes Tambakberas untuk menemui Nyai Hj Mahfudhoh Aly Ubaid. Beliau merupakan tokoh nyai sepuh sekaligus Mustasyar PBNU yang dikenal sebagai sosok pengayom bagi masyarakat dan kalangan santri di Jawa Timur.

Bagi Khofifah, tradisi sowan kepada kiai dan nyai bukan sekadar rutinitas protokoler, melainkan bagian penting dari budaya masyarakat Jawa Timur. Menurutnya, sowan adalah momentum spiritual untuk mempererat ukhuwah serta memohon nasihat demi keberkahan pembangunan daerah.

“Silaturahmi ini jadi bagian dari ikhtiar mempererat hubungan kepada guru-guru kita, serta memohon doa agar Jawa Timur senantiasa diberikan keberkahan dan kedamaian,” ujar Khofifah saat ditemui di sela-sela kunjungannya.

Ia menekankan bahwa menjelang Idulfitri, nilai sosial dan spiritual dari tradisi ini menjadi semakin bermakna. Sowan dipandang sebagai wasilah atau perantara untuk “ngalap berkah” yang telah menjadi warisan budaya pesantren turun-temurun.

Lebih lanjut, Khofifah menegaskan pentingnya momentum lebaran untuk memperkuat persaudaraan dan saling memaafkan. Ia berharap nilai-nilai keislaman yang sejuk dapat terus diteguhkan dalam kehidupan bermasyarakat guna menciptakan harmoni sosial.

Gubernur perempuan pertama di Jatim ini juga menitipkan pesan bagi generasi muda agar tidak meninggalkan tradisi luhur ini. Baginya, pembinaan akhlak melalui teladan yang baik atau uswatun hasanah sangat diperlukan di tengah tantangan zaman kekinian.

Kunjungan di Tebuireng kemudian dilanjutkan dengan ziarah ke makam pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratusy Syeikh KH M. Hasyim Asy’ari. Khofifah tampak khusyuk memimpin doa dan tahlil di depan pusara pahlawan nasional tersebut bersama rombongan terbatas.

Suasana haru menyelimuti saat Khofifah melakukan tabur bunga di makam KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Baginya, Presiden ke-4 RI tersebut adalah sosok ulama besar yang mewariskan nilai kemanusiaan dan toleransi yang sangat relevan hingga saat ini.

“Ziarah ini menjadi pengingat bagi kita semua atas keteladanan Gus Dur dalam merawat keberagaman dan menghadirkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” ungkap Khofifah dengan penuh rasa takzim.

Sebagai penutup, ia berharap spirit perjuangan Gus Dur dalam menjaga persatuan terus tumbuh di hati masyarakat. Ziarah ini bukan sekadar mendoakan pendahulu, tetapi juga meneguhkan komitmen untuk melanjutkan nilai-nilai kebaikan bagi bangsa dan negara.

Tinggalkan Balasan