TelusuR.ID

Beranda blog Halaman 96

Pantau Arus Mudik 1447 H, Khofifah Dorong Kurikulum Mitigasi Bencana Masuk Sekolah

0

SURABAYA, TELUSUR.ID – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melakukan pemantauan langsung Siaga SAR Khusus Lebaran 1447 Hijriah bersama Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, Minggu (22/3). Agenda ini difokuskan untuk memastikan keamanan mobilitas masyarakat di salah satu simpul utama transportasi laut Indonesia.

Dalam peninjauan tersebut, Khofifah mendampingi Kepala Basarnas menyisir Posko Terpadu Penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran 2026 di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Kehadiran orang nomor satu di Jatim ini bertujuan memastikan seluruh personel dan sarana prasarana dalam kondisi prima menyambut puncak arus mudik dan balik.

Gubernur Khofifah menegaskan bahwa kesiapsiagaan menghadapi Idul Fitri tidak boleh sekadar formalitas, melainkan harus terukur dan terkoordinasi lintas sektor. Menurutnya, lonjakan mobilitas masyarakat yang signifikan menuntut kewaspadaan tingkat tinggi terhadap seluruh potensi risiko darurat yang mungkin muncul.

“Kami ingin memastikan seluruh elemen, mulai dari personel hingga sistem koordinasi, sudah siaga maksimal. Momentum Lebaran ini mobilitasnya luar biasa, sehingga antisipasi dini menjadi kunci utama keselamatan warga,” ujar Khofifah di sela-sela pemantauan.

Lebih jauh, Khofifah menekankan bahwa kesiapsiagaan yang ideal tidak hanya bersifat reaktif saat kejadian, tetapi juga harus diperkuat dengan langkah mitigasi. Ia menilai koordinasi yang solid antarinstansi akan menjadi fondasi kuat dalam merespons cepat setiap dinamika di lapangan selama periode mudik.

Menariknya, dalam kesempatan itu Khofifah melempar gagasan visioner terkait penguatan edukasi kebencanaan sejak dini di lingkungan pendidikan. Ia mendorong agar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mulai mengintegrasikan pendidikan kewaspadaan bencana secara terstruktur ke dalam kurikulum sekolah.

“Anak-anak perlu mengenal kebencanaan sejak dini agar awareness atau kesadaran mereka terbentuk kuat. Ini adalah investasi jangka panjang untuk membangun budaya siaga bencana yang kokoh di tengah masyarakat kita,” tegasnya.

Gubernur perempuan pertama di Jatim ini bahkan mengusulkan agar peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2 Mei mendatang menjadi momentum peluncuran program tersebut. Jatim pun menyatakan kesiapannya menjadi pelopor integrasi kegiatan SAR dengan aktivitas siswa SMA/SMK jika peringatan tersebut dipusatkan di Pamekasan.

Di tengah agenda pemantauan, momen khidmat terjadi saat Gubernur Khofifah menerima Piagam Penghargaan dari Basarnas RI. Penghargaan ini diberikan atas dedikasi luar biasa Pemprov Jatim dalam operasi penyelamatan korban reruntuhan bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, beberapa waktu lalu.

Dengan rendah hati, Khofifah menyatakan bahwa penghargaan bernomor PP-237/OPS.02.04/II/BSN-2026 tersebut sejatinya milik seluruh tim lapangan. Ia mempersembahkan apresiasi itu sebagai bentuk penghormatan bagi para relawan, tenaga medis, TNI-Polri, serta para korban dan keluarga yang terdampak.

Khofifah menyebut tragedi di Ponpes Al Khoziny adalah pelajaran berharga tentang urgensi sistem penanggulangan bencana yang terintegrasi. Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa proses mitigasi hingga penanganan pascabencana harus diperkuat secara sistematis agar masyarakat dapat pulih lebih cepat.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Basarnas RI Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii memberikan pujian setinggi langit bagi kepemimpinan Khofifah. Ia terkesan dengan komitmen Gubernur Jatim yang selalu hadir di garda terdepan, bahkan memantau situasi darurat tanpa mengenal waktu demi keselamatan warga.

Syafii juga memberikan lampu hijau terhadap usulan Khofifah terkait kurikulum kebencanaan di sekolah. Menurutnya, gagasan tersebut adalah peluang emas untuk menanamkan budaya keselamatan (safety culture) sejak dini, dan Jawa Timur dinilai sangat siap menjadi daerah percontohan nasional.

“Inisiatif besar ini harus dimulai dari Jawa Timur. Kami melihat komitmen dan kesiapan luar biasa dari Pemprov Jatim untuk menjadi leading sector dalam pengembangan program edukasi keselamatan ini secara luas,” pungkas Kepala Basarnas.

Cegah ‘Kepaten Obor’ di Idulfitri 1447 H, Gus Faiz: Halalbihalal Adalah Penjaga Silsilah Bangsa

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Perayaan Idulfitri 1447 Hijriah menjadi momentum krusial bagi masyarakat untuk merajut kembali tali silaturahmi yang sempat merenggang. Ketua PAC PERGUNU Kecamatan Tembelang, Faizudin FM atau yang akrab disapa Gus Faiz, mengingatkan pentingnya menjaga tradisi agar keluarga besar tidak mengalami kondisi yang disebut “Kepaten Obor”.

Gus Faiz menjelaskan bahwa dalam filosofi Jawa, istilah “Aja nganti kepaten obor karo sedulur ing ndesa” memiliki kedalaman makna yang sangat luar biasa. Secara harfiah, kepaten obor berarti matinya lampu penyuluh, namun secara kiasan, ini merupakan peringatan keras agar seseorang tidak putus hubungan dengan saudara di kampung halaman.

“Dalam konteks adat Jawa, kepaten obor adalah kondisi yang sangat dihindari. Ini adalah musibah batiniah di mana seseorang kehilangan kompas sejarah keluarganya sendiri,” ujar Gus Faiz saat memberikan catatan refleksi Idulfitri di Tembelang, Jombang dikutip Telusur.id, Minggu (22/3/2026).

Menurut tokoh muda Pergunu ini, fenomena kepaten obor sering kali terjadi ketika keluarga besar tidak lagi saling berkomunikasi dalam waktu lama. Akibatnya, generasi muda kehilangan jejak silsilah dan tidak lagi mengenali siapa saudara, sepupu, hingga buyut mereka.

Gus Faiz menegaskan bahwa kehilangan hubungan dengan garis keturunan bukan sekadar masalah sosial, melainkan hilangnya identitas dan kehormatan. Baginya, seseorang yang tidak mengenal asal-usulnya akan berjalan dalam kegelapan tanpa arah yang jelas.

“Nah, di sinilah peran besar Halalbihalal. Tradisi ini adalah bentuk akulturasi jenius antara budaya Jawa dan ajaran Islam yang mengedepankan nilai kemanusiaan serta solidaritas sosial,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Gus Faiz memaparkan bahwa Halalbihalal merupakan jembatan untuk memperkuat kembali tali persaudaraan. Melalui pertemuan fisik dan saling memaafkan, “obor” silsilah keluarga yang mulai meredup bisa kembali dinyalakan dengan terang.

Ia juga meluruskan persepsi masyarakat mengenai asal-usul tradisi ini. Gus Faiz menegaskan bahwa Halalbihalal adalah murni tradisi khas Indonesia, bukan produk budaya yang diimpor dari Arab atau kawasan Timur Tengah.

“Meskipun namanya menggunakan istilah bahasa Arab, tradisi ini tidak ditemukan di negara asalnya. Ini adalah hasil ijtihad budaya para ulama nusantara untuk mempererat persatuan bangsa,” tegas Gus Faiz.

Sejarah mencatat, istilah Halalbihalal dicetuskan oleh ulama besar asal Jombang, KH Abdul Wahab Hasbullah, pada tahun 1948. Kala itu, Kyai Wahab menggagas pertemuan silaturahmi untuk mencairkan ketegangan politik nasional pascakemerdekaan.

Gus Faiz menyebut bahwa inti dari Halalbihalal adalah penyelesaian “benang kusut” atau segala kesalahan antar sesama manusia setelah menjalani ibadah di bulan suci Ramadan. Tradisi ini telah menjadi warisan budaya yang menguatkan harmoni sosial di Indonesia.

Di era digital saat ini, Gus Faiz berharap masyarakat tidak hanya terjebak pada silaturahmi virtual. Menurutnya, pertemuan tatap muka di momen lebaran tetap memiliki ruh yang tidak bisa digantikan oleh teknologi apa pun.

“Mari kita gunakan momentum Idulfitri 1447 H ini untuk berkumpul dan saling mengenal kembali. Jangan sampai anak cucu kita menjadi generasi yang buta akan silsilahnya sendiri,” imbau pria yang aktif di organisasi guru NU ini.

Ia menutup catatannya dengan menekankan bahwa dengan menjaga “obor” keluarga tetap menyala, kita sebenarnya sedang menjaga ketahanan sosial bangsa. Halalbihalal adalah bukti bahwa Islam dan budaya lokal bisa berjalan beriringan demi kebaikan bersama.

Hangatnya ‘Riyayan’ di Grahadi: Saat Khofifah Melebur Bersama Ribuan Warga di Hari Kemenangan

0

SURABAYA, TELUSUR.ID – Halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya, berubah menjadi lautan manusia pada hari pertama Idul Fitri 1447 Hijriah, Sabtu (21/3). Ribuan warga dari berbagai penjuru Jawa Timur antusias memadati ikon sejarah tersebut demi mengikuti tradisi riyayan atau gelar griya bersama Gubernur Khofifah Indar Parawansa.

Sejak fajar menyingsing, antrean mengular panjang menunjukkan potret kerinduan rakyat untuk bersilaturahmi langsung dengan pemimpinnya. Suasana penuh kekeluargaan terasa kental saat masyarakat dari berbagai latar belakang usia bersalaman dengan Gubernur Khofifah dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak tanpa sekat protokoler yang kaku.

Gubernur Khofifah tampil bersahaja didampingi putranya, Jalaluddin Mannagalli, saat menyapa satu per satu tamu yang datang. Di sisi lain, Wagub Emil Dardak bersama Ketua TP PKK Jatim Arumi Bachsin turut menambah kehangatan momentum Lebaran yang disebut Khofifah sebagai hari kembali ke fitrah.

“Alhamdulillah, kita sampai di Idul Fitri. Ini seperti lembaran baru, saya ingin saling memaafkan langsung dengan masyarakat agar ke depannya lebih legowo sebelum kembali menjalankan tugas,” ujar Khofifah sembari tersenyum di sela-sela melayani jabat tangan warga dikutip Telusur.id, Minggu (22/3/2026).

Bagi Khofifah, tradisi riyayan bukan sekadar seremoni rutin tahunan, melainkan ruang sakral untuk membangun kedekatan emosional antara pemerintah dan rakyat. Ia meyakini bahwa sentuhan langsung dan dialog singkat di hari raya mampu memperkuat fondasi kepercayaan publik terhadap birokrasi.

Kemeriahan di Grahadi semakin lengkap dengan sajian beragam hidangan khas nusantara yang disediakan secara gratis bagi seluruh pengunjung. Mulai dari soto ayam, soto daging, nasi goreng, hingga bakso dihidangkan hangat untuk dinikmati bersama di area terbuka gedung peninggalan kolonial tersebut.

Menariknya, seluruh hidangan tersebut disajikan oleh para pedagang kaki lima (PKL) yang sengaja digandeng oleh Pemprov Jatim. Langkah ini ditegaskan Khofifah sebagai upaya nyata pemberdayaan ekonomi kerakyatan sekaligus memastikan kebahagiaan Lebaran dirasakan merata oleh para pelaku usaha kecil.

“Masyarakat yang datang sangat beragam latar belakangnya, dan ini usaha kami untuk ‘memberseiringi’ Lebaran mereka. Harapannya, warga tetap bisa menikmati suasana meskipun mungkin hanya membawa bekal sederhana dari rumah,” jelas mantan Mensos RI tersebut.

Di tengah suasana sukacita, Khofifah sempat menyelipkan pesan mendalam terkait kondisi geopolitik global yang sedang tidak menentu. Ia memandang bahwa solidaritas antara pemerintah dan rakyat menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas wilayah dari dampak ekonomi dunia.

Menurutnya, penguatan hubungan kekeluargaan di tingkat lokal adalah cara terbaik untuk meredam efek domino konflik luar negeri, seperti fluktuasi harga BBM. Soliditas dan semangat gotong royong inilah yang ia harap terus terjaga dan menjadi urat nadi kehidupan masyarakat Jawa Timur ke depan.

Tak sekadar jamuan makan, Khofifah juga memberikan buah tangan berupa paket sembako berisi beras, biskuit, dan mie instan kepada setiap warga. Aksi berbagi ini menjadi oase bagi masyarakat di tengah hari kemenangan, sekaligus simbol keberpihakan pemerintah terhadap kebutuhan dasar warga.

Kesan mendalam dirasakan oleh Siti Aminah, warga Surabaya yang tetap semangat datang meski tanpa alas kaki demi bertemu sang gubernur. Baginya, acara ini sangat membantu rakyat kecil sepertinya dan ia mengaku tak pernah absen setiap tahun untuk merasakan atmosfer kekeluargaan di Grahadi.

Apresiasi senada datang dari Ahmad Fajar, seorang pengemudi ojek online yang membawa kedua anaknya untuk pertama kali. “Senang sekali bisa bertemu Bu Gubernur, dapat sembako dan anak-anak diberi THR. Kami para ojol merasa selalu diperhatikan,” ungkap Fajar dengan nada penuh syukur menutup rangkaian hari pertama Lebaran.

Idul Fitri 1447 H di Jombang: Ribuan Jemaah Larut dalam Khidmat, Pesan Mendalam Bupati Menggema

0

Jombang,TelusuR.ID – Pagi itu di Jombang terasa berbeda. Udara masih menyisakan sejuknya malam, namun langit sudah dipenuhi gema takbir yang mengalun dari Alun-Alun hingga Masjid Baitul Mukminin, Sabtu (21/3/2026). Lantunan takbir, tahmid, dan tahlil bersahutan, seakan menggetarkan ruang-ruang hati yang datang dengan satu harapan yang sama: kembali suci.

Ribuan jemaah berbondong-bondong memenuhi setiap sudut, dari pelataran hingga ke dalam masjid. Tak ada sekat, tak ada jarak. Semua larut dalam suasana khidmat yang menenangkan. Di barisan terdepan, Bupati Jombang H. Warsubi tampak hadir bersama jajaran Forkopimda, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Mereka duduk bersila, menyatu dalam harmoni pujian kepada Sang Pencipta.

Menjelang pelaksanaan Salat Idul Fitri, suasana hening sejenak. Dalam keheningan itu, Warsubi menyampaikan sambutannya—tenang, namun sarat makna. Ia mengajak seluruh jemaah untuk mensyukuri nikmat yang kerap luput disadari: kesempatan kembali bertemu Idul Fitri 1447 Hijriah dalam keadaan sehat.

Baginya, Idul Fitri bukan sekadar perayaan tahunan. Ini adalah perjalanan pulang—pulang kepada hati yang bersih, jiwa yang jernih, dan nilai-nilai kemanusiaan yang luhur. Ia mengingatkan, kemenangan sejati tidak hanya terletak pada keberhasilan menahan lapar dan dahaga, tetapi pada keberhasilan menundukkan ego serta mengendalikan hawa nafsu.

Momentum ini, lanjutnya, menjadi waktu terbaik untuk membuka pintu maaf, mempererat silaturahmi, dan menata kembali langkah hidup. Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan, memperkuat gotong royong, serta merawat kondusivitas daerah demi Jombang yang lebih harmonis dan sejahtera.

Dengan penuh kerendahan hati, ia menutup sambutannya dengan ucapan, “Taqabbalallahu minna wa minkum, mohon maaf lahir dan batin.”

Tak lama berselang, khutbah Idul Fitri disampaikan oleh H. Muhajir. Suaranya mengalun teduh, membawa jemaah masuk dalam ruang perenungan yang lebih dalam. Ia menggambarkan Ramadan sebagai madrasah kehidupan—tempat manusia ditempa menjadi pribadi yang lebih sabar, ikhlas, dan mampu mengendalikan diri.

Namun, ia mengingatkan, semua itu tak akan berarti jika berhenti di bulan Ramadan. Idul Fitri, katanya, adalah cermin kejujuran diri—apakah kita benar-benar berubah, atau sekadar melewati bulan suci tanpa makna.

Ia juga menekankan pentingnya kepedulian sosial. Hidup, menurutnya, tidak selalu diukur dari harta, melainkan dari ketulusan hati, kesabaran, dan keikhlasan dalam berbagi. Bahkan, setiap amanah—baik harta maupun jabatan—adalah tanggung jawab besar yang kelak harus dipertanggungjawabkan.

Khutbah ditutup dengan gema takbir yang kembali menggema, lebih kuat, lebih dalam—seolah menjadi penegas dari semua pesan yang telah disampaikan.

Di bawah langit Jombang yang cerah, takbir pagi itu bukan sekadar suara. Ia adalah panggilan jiwa—untuk kembali ke fitrah, merawat persaudaraan, dan melangkah ke depan dengan iman yang lebih kokoh serta hati yang lebih bersih.

Forkopimda Wonogiri Gelar Apel Pengamanan Malam Takbir 1447 H

0

Wonogiri ,TelusuR.ID – Dalam rangka mengecek kesiapan personel dan sarana prasarana guna menjamin keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran arus mudik serta perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

Bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri telah dilaksanakan Apel Pengamanan Malam Takbir 1447 H / 2026 M yang dipimpin oleh Bupati Wonogiri Setyo Sukarno. Jumat (20/3/2026) malam.

Hadir dalam kegiatan Bupati Wonogiri Bp. Setyo Sukarno. Dandim 0728/Wng Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihahuan, M.Tr., Mil. Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, S.H., S.I.K., M.P.M. Kepala Kejaksaan Negeri Wonogiri yang diwakili oleh Jaksa Fungsional Kejaksaan Negeri Wonogiri Ardhito Yudho Pratomo, S.H.,M.H.

Dalam Arahan Bupati Wonogiri, Bpk Setyo Sukarno menyampaikan, Apel kesiapsiagaan ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Wonogiri dalam memastikan perayaan Hari Raya Idul Fitri berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.

Sebagaimana diketahui, pada momen Idul Fitri akan terjadi peningkatan mobilitas masyarakat, khususnya warga yang melaksanakan mudik ke Kabupaten Wonogiri. Kondisi ini berpotensi meningkatkan aktivitas dan kerawanan gangguan kamtibmas. Oleh karena itu, sinergitas seluruh instansi terkait sangat diperlukan guna memberikan pelayanan terbaik serta menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Disaat yang sama, Komandan Kodim (Dandim) 0728/Wonogiri Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihahuan menekankan kepada seluruh personel pengamanan agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga situasi yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Wonogiri.

Dandim juga mengimbau kepada para pemudik agar selalu berhati-hati serta memperhatikan keamanan barang berharganya. Petugas gabungan juga menyediakan pos pelayanan dibeberapa titik di Kab. Wonogiri sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat.

Laksanakan pengamanan dengan sistem body system guna mengantisipasi berbagai potensi ancaman, termasuk tindak terorisme, serta utamakan keselamatan personel dalam setiap pelaksanaan tugas. Jaga kesehatan dan tetap semangat dalam menjalankan pengabdian.

Semoga seluruh rangkaian tugas yang kita laksanakan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta menjaga Kabupaten Wonogiri tetap aman dan kondusif.

 

(Agus Kemplu)

Patroli Malam TNI-Polri di Nogosari, Perkuat Keamanan Jelang Idul Fitri

0

Boyolali,TelusuR.ID — Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026, TNI dan Polri bersama masyarakat meningkatkan patroli malam di wilayah Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali. Kegiatan ini dipimpin oleh Babinsa Koramil 13/Nogosari Kodim 0724/Boyolali Serka Slamet F bersama Bhabinkamtibmas sebagai upaya menjaga situasi tetap aman dan kondusif, (20/03/2026)

Patroli difokuskan pada titik-titik strategis, terutama area pertokoan yang dinilai rawan gangguan keamanan. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi sekaligus memastikan kenyamanan masyarakat dalam menjalankan aktivitas menjelang perayaan Idul Fitri.

Serka Slamet F menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud sinergitas antara TNI, Polri, dan masyarakat. Selain memantau wilayah, patroli juga menjadi sarana mengajak warga untuk turut berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan.

Warga pun menyambut positif kegiatan tersebut karena mampu meningkatkan rasa aman sekaligus mempererat hubungan antara aparat dan masyarakat, sehingga suasana menjelang Idul Fitri tetap tertib, nyaman, dan penuh kebersamaan.

 

(Agus Kemplu)

Sinergitas TNI Polri Dan Unsur Terkait Dalam Pengamanan Lebaran Idul Fitri 1447 H

0

Wonogiren,TelusuR.ID – Pelaksanaan pengamanan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H. / 2026 M. di wilayah Wonogiri oleh anggota TNI bersama Polri dan unsur terkait lainnya sampai saat ini masih terus berlangsung, Jumat (20/03/2026).

Para petugas pengamanan tersebut menduduki di berbagai pos – pos pengamanan yang berada di perbatasan antara Provinsi DIY, Jateng dan Jatim.

Keberadaan para anggota baik TNI, Polri serta unsur pengamanan lainnya di berbagai Pos tersebut mendapat apresiasi Komandan Kodim 0728/Wonogiri Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihahuan karena disamping untuk memberikan pelayanan dan kenyamanan terhadap masyarakat khususnya umat Islam, hal tersebut juga bisa mempererat sinergitas diantara petugas pengamanan.

Pos Pengamanan Idul Fitri 1447 H di beberapa titik tersebut bertujuan untuk memberikan pelayanan 1 X 24 jam sekaligus kenyamanan bagi masyarakat khususnya saudara kita yang beragama Islam yang akan merayakan hari raya Idul Fitri. kata Dandim.

“Alhamdulilah dengan terselenggaranya kegiatan pengamanan ini bisa semakin meningkatkan sinergitas dan kebersamaan baik antara TNI, Polri serta unsur terkait lainnya termasuk juga dengan masyarakat,“ terang Letkol Inf Ivan yang beberapa hari yang lalu telah melakukan peninjauan dan pengecekan secara langsung ke beberapa Pos pengamanan tersebut.

(Agus Kemplu)

Patroli Ketat TNI-Polri di Rest Area, Pemudik Dibuat Aman dan Nyaman

0

Boyolali ,TelusuR.ID – Guna menekan potensi aksi kriminalitas selama arus mudik Lebaran, TNI-Polri terus meningkatkan patroli keamanan di sejumlah titik strategis. Salah satunya di Rest Area Teras 487 A, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali, yang menjadi lokasi persinggahan favorit para pemudik. Kegiatan patroli dan pengecekan dilaksanakan secara intensif pada Kamis (19/03/2026).

Pengecekan tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan para pemudik yang tengah beristirahat dalam perjalanan menuju kampung halaman. Personel gabungan dari TNI dan Polri tampak aktif memantau situasi serta mengawasi akses keluar masuk kendaraan di area rest area.

Anggota Kodim 0724/Boyolali, Serka Maryadi, menyampaikan bahwa pihaknya bersama petugas pengamanan rutin melakukan pengecekan guna mengantisipasi terjadinya tindak kriminal. “Kami memastikan akses masyarakat yang masuk ke Rest Area Teras 487 A dalam kondisi aman. Upaya ini untuk meminimalisir potensi aksi kejahatan, sehingga para pemudik dapat beristirahat dengan tenang,” ujarnya.

Menurutnya, rest area memiliki tingkat kerawanan tertentu, terutama terhadap tindak kriminal seperti pencurian kendaraan bermotor, pencurian dengan kekerasan, hingga pencurian dengan pemberatan. Kondisi pemudik yang lelah seringkali dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan saat korban lengah meninggalkan barang berharganya.

Lebih lanjut, Serka Maryadi menegaskan bahwa pengamanan akan terus ditingkatkan selama masa arus mudik dan balik Lebaran.

“Kami berkomitmen memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pemudik. Patroli akan terus kami lakukan sebagai bentuk pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya.

 

(Agus Kemplu)

Lepas 4.000 Pemudik, Khofifah Pastikan Mudik Gratis Jatim 2026 Aman dan Nyaman

0

SURABAYA, TELUSUR.ID – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, resmi memberangkatkan 4.000 peserta Program Mudik Gratis Angkutan Lebaran Pemprov Jatim 2026/1447 H. Seremoni pemberangkatan berlangsung meriah di depan Kantor Dinas Perhubungan Jatim, Kamis (19/3) pagi, dengan iring-iringan bus yang siap mengantar warga ke kampung halaman.

Pemberangkatan ini merupakan wujud nyata komitmen berkelanjutan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menghadirkan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau. Fokus utama program ini adalah menjamin keselamatan masyarakat hingga sampai ke tujuan untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga besar.

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menekankan bahwa mudik bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan momentum krusial untuk mempererat tali silaturahmi. Menurutnya, tradisi ini adalah bagian dari upaya menjaga nilai gotong royong yang menjadi jati diri bangsa Indonesia dalam balutan kebersamaan.

Khofifah juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yang beruntung mendapatkan fasilitas ini. Ia berharap perjalanan tersebut menjadi awal kebahagiaan dan membawa keberkahan bagi para pemudik setelah setahun penuh bekerja di perantauan atau kota besar.

Program strategis ini dirancang dengan tiga tujuan utama: mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur utama, menekan angka kecelakaan di jalan raya, serta meringankan beban ekonomi masyarakat. Pemprov Jatim berupaya hadir untuk membantu warga yang membutuhkan akses transportasi layak di tengah lonjakan harga tiket saat Lebaran.

Pada tahun 2026, cakupan mudik gratis ini semakin luas dengan berbagai moda transportasi, mulai dari bus dan kapal laut, hingga penyediaan truk untuk pengangkutan sepeda motor. Bahkan, Pemprov Jatim juga memfasilitasi warga perantauan di Jakarta melalui rute khusus Jakarta–Jawa Timur.

Untuk moda bus, tersedia 158 unit armada non-ekonomi yang telah disiapkan secara maksimal. Sebanyak 58 unit bus telah diberangkatkan lebih awal dari Jakarta ke Surabaya pada 18 Maret kemarin, sementara 100 unit bus lainnya melayani 20 rute ke berbagai kabupaten/kota di seluruh penjuru Jawa Timur.

Secara akumulatif, total warga yang terlayani mencapai 9.230 orang, mencakup pemudik jalur darat dan laut. Khofifah merinci, selain jalur bus, terdapat 3.000 penumpang yang dilayani melalui kapal laut dari Pelabuhan Jangkar menuju Raas dan Sapudi sejak pertengahan Maret lalu.

Demi pelayanan yang inklusif, pendaftaran dilakukan secara daring (online) untuk kemudahan akses, namun tetap menyediakan layanan offline bagi warga yang belum akrab dengan sistem digital. Langkah ini diambil agar seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan manfaat program pemerintah secara merata.

Tahun ini, inovasi baru diperkenalkan melalui pemasangan Global Positioning System (GPS) pada setiap armada bus. Melalui aplikasi Transjatim Ajaib, keluarga di kampung halaman kini dapat memantau posisi bus secara real-time untuk mendapatkan kepastian waktu kedatangan pemudik.

Keberhasilan program ini diukur dari aspek keselamatan, di mana Pemprov Jatim menargetkan zero accident dengan mengalihkan pemudik motor ke bus. Upaya ini dibarengi dengan pembangunan infrastruktur penunjang, seperti 132 palang pintu dan pos jaga kereta api yang baru saja meraih penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).

Selain melepas keberangkatan, Khofifah juga memberikan perhatian pada aspek perlindungan kerja dengan menyerahkan kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada sopir dan kru bus. Ia juga membagikan paket bekal perjalanan berupa makanan ringan dan air mineral kepada para penumpang di dalam bus.

Sebagai penutup, Gubernur Khofifah menitipkan pesan kepada para pengemudi untuk mengedepankan prinsip 4S: Siap kendaraan, siap pengemudi, siap aturan, dan siap doa. Ia mendoakan agar seluruh perjalanan berjalan lancar dan para pemudik dapat merayakan Idul Fitri dengan penuh kebahagiaan di kampung halaman.

Wujudkan Keamanan Pemudik, TNI Dan Polri Laksanakan Patroli Pengamanan Di Terminal Angkutan

0

Wonogiri,TelusuR. ID – Guna menunjang keamanan dan kenyamanan pemudik dan menjaga stabilitas situasi pada arus mudik lebaran, maka di Terminal AKAP Purwantoro Kab. Wonogiri, kita lakukan pemantauan, pengawasan dan keamanan untuk memberikan kenyamanan bagi warga masyarakat yang tiba menggunakan transportasi bus pada lebaran tahun 2026.

Di Sela-sela kegiatan pemantauan, Serma Samsul mengatakan bahwa pengamanan yang dilakukannya dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman bagi pemudik yang menggunakan sarana jalur angkutan darat. Kamis (19/3/2026).

Menurut Serma Samsul, untuk saat ini situasi terlihat mulai padat sudah nampak adanya keramaian pemudik yang baru tiba dari berbagai wilayah yang menggunakan jasa transportasi bus.

“Alhamdulilah situasi Terminal AKAP Purwantoro masih terkendali dan dalam situasi aman. Semoga untuk mudik lebaran dapat berjalan dengan aman dan lancar,”

(Agus Kemplu)