TelusuR.ID

Beranda blog Halaman 91

Lautan Guru Padati Darul Ulum Rejoso: Silaturahmi Akbar Perkuat Sinergi Pendidikan Jogoroto

0

Jombang,TelusuR.ID – Pagi itu, suasana di Aula Kantor Pusat Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso, Jombang, terasa berbeda dari biasanya. Tawa, salam, dan pelukan hangat saling bersahutan, menandai sebuah pertemuan penuh makna dalam balutan suasana Idul Fitri 1447 Hijriyah.

Sekitar 350 guru Madrasah Ibtidaiyah dari seluruh Kecamatan Jogoroto hadir dalam kegiatan Halal Bi Halal yang digelar oleh Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI). Mereka datang dari 21 lembaga yang tersebar di berbagai penjuru Jogoroto, membawa semangat yang sama: mempererat silaturahmi dan memperkuat kebersamaan.

Momentum Idul Fitri kali ini benar-benar dimanfaatkan bukan sekadar untuk saling memaafkan, tetapi juga untuk merajut kembali sinergi antar lembaga pendidikan. Di tengah tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang, kebersamaan menjadi kunci untuk tetap melangkah seirama.

Dalam suasana yang hangat itu, para pendamping madrasah, Drs. Anang Subandi, M.Pd.I dan Hj. Umi Sholihatussa’diyah, S.Ag, M.Pd.I, menyampaikan apresiasi mereka. Mereka melihat kegiatan ini bukan hanya sekadar tradisi tahunan, tetapi sebagai ruang penting untuk memperkuat hubungan antar guru.

Harapan pun disampaikan—agar silaturahmi seperti ini terus dijaga dan dilanjutkan di masa mendatang. Sebab dari kebersamaan itulah lahir kekuatan untuk menghadirkan pendidikan yang lebih baik bagi para siswa.

Ketua KKMI Kecamatan Jogoroto, M. Makhrus, S.Pd, juga menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh guru yang hadir. Ia mengajak para pendidik menjadikan momen ini sebagai titik awal semangat baru dalam mengabdi di madrasah masing-masing.

Baginya, Idul Fitri bukan sekadar perayaan, tetapi juga kesempatan untuk kembali menata niat dan memperkuat komitmen dalam mendidik generasi penerus bangsa.

Di tengah acara, suasana semakin khidmat saat KH. Rahmatul Akbar, yang akrab disapa Gus Bang, menyampaikan pesan-pesannya. Dengan gaya yang sederhana namun penuh makna, ia menegaskan bahwa silaturahmi adalah pintu keberkahan.

Menurutnya, silaturahmi bukan hanya mempererat hubungan antar manusia, tetapi juga membawa banyak kebaikan—mulai dari memperpanjang umur, melapangkan rezeki, hingga memperkuat ukhuwah Islamiyah. Terlebih dalam dunia pendidikan, kebersamaan menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan harmonis.

Sebagai Wakil Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Jombang, Gus Bang juga membuka ruang bagi para guru untuk menyampaikan aspirasi mereka. Ia menegaskan komitmennya untuk turut mendorong kemajuan pendidikan di Jombang.

Tak lupa, ia mengingatkan bahwa profesi guru adalah bentuk pengabdian. Ketika dijalankan dengan niat khidmah, setiap langkah dalam mendidik akan bernilai ibadah dan membawa keberkahan.

Menjelang akhir acara, Ketua Panitia, M. Miftahus Saidin, menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi. Berkat kerja sama dan dukungan bersama, kegiatan Halal Bi Halal ini dapat berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh kehangatan.

Hari itu pun ditutup dengan satu kesan yang sama—bahwa di balik sederet tantangan dunia pendidikan, selalu ada kekuatan besar yang lahir dari kebersamaan dan silaturahmi.

Lampung Jadi Panggung Strategis! FABEM Gandeng TNI Perkuat Nasionalisme Generasi Muda”

0

LAMPUNG,TelusuR.ID – Di penghujung Maret 2025, suasana Markas Kodam XX/Radin Intan di Lampung terasa sedikit berbeda. Siang itu, sejumlah tokoh dari Forum Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa (FABEM) Lampung datang dalam satu semangat yang sama: merajut silaturahmi sekaligus membicarakan masa depan generasi muda Indonesia.

Rombongan FABEM disambut langsung oleh Kolonel Inf. Erwin A.T. Wiyono. Hadir pula Ketua Umum DPP FABEM, Zainuddin Arsyad, bersama Plt. Ketua FABEM Lampung, Andar Adisa, serta jajaran pengurus lainnya. Pertemuan ini bukan sekadar kunjungan formal, melainkan ruang dialog yang hangat namun sarat makna.

Perbincangan pun mengalir pada satu isu penting: bagaimana memperkuat nasionalisme di kalangan generasi muda, terutama di tengah situasi dunia yang kian tidak menentu. Konflik global, persaingan antarnegara, hingga dinamika geopolitik yang memanas menjadi latar belakang kekhawatiran bersama. Semua itu dinilai bisa berdampak pada ketahanan ideologi dan persatuan bangsa.

Dalam suasana diskusi yang serius namun penuh keakraban, Zainuddin Arsyad menegaskan peran penting generasi muda. Baginya, masa depan Indonesia sangat bergantung pada bagaimana anak-anak muda hari ini memandang dan menjaga bangsanya.

“Generasi muda harus berada di barisan terdepan dalam menjaga stabilitas nasional. Di tengah dunia yang terus berubah, karakter kebangsaan tidak boleh luntur,” ujarnya dengan nada tegas.

Lampung sendiri bukan wilayah biasa. Secara geografis, provinsi ini menjadi gerbang penghubung antara Pulau Jawa dan Sumatera. Posisi strategis ini menjadikan Lampung sebagai salah satu kunci dalam menjaga integrasi nasional. Karena itu, kesadaran akan persatuan dan rasa memiliki terhadap bangsa menjadi hal yang tak bisa ditawar.

Diskusi juga mengerucut pada pentingnya kerja sama lintas sektor. FABEM melihat bahwa upaya membangun nasionalisme tidak bisa dilakukan sendiri. Perlu kolaborasi antara organisasi kepemudaan, TNI, pemerintah, hingga kalangan akademisi agar nilai-nilai kebangsaan bisa terus hidup dan relevan di tengah perubahan zaman.

Zainuddin kembali menekankan, jika Indonesia ingin tetap kokoh di masa depan, maka fondasi utamanya harus terus dijaga. Nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, menurutnya, harus ditanamkan secara konsisten kepada generasi penerus.

Pertemuan siang itu pun ditutup dengan harapan besar. FABEM ingin silaturahmi ini menjadi awal dari kerja sama yang lebih erat dengan TNI. Tujuannya jelas: melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter, berintegritas, dan memiliki komitmen kuat terhadap bangsa dan negara.

Di tengah dunia yang terus bergerak cepat, percakapan seperti inilah yang menjadi pengingat—bahwa masa depan Indonesia tetap bertumpu pada semangat persatuan yang dijaga bersama.

Harlah ke-80 Muslimat NU: Anik Maslachah Sebut Peran Ibu-Ibu Kini Merambah Semua Lini Kehidupan

0

SURABAYA, TELUSUR.ID – Muslimat Nahdlatul Ulama (Muslimat NU) baru saja memperingati hari lahirnya pada 29 April 2026. Organisasi perempuan terbesar di dunia tersebut tahun ini resmi genap berusia 80 tahun, sebuah usia matang dalam mengabdikan diri untuk bangsa dan agama.

Anggota DPRD Jawa Timur, Anik Maslachah, mengungkapkan bahwa sejak awal berdiri hingga saat ini, Muslimat NU memiliki peran yang sangat strategis. Kontribusi mereka dinilai tak lekang oleh waktu, baik dalam kehidupan bernegara maupun bermasyarakat secara luas.

Anik mengenang kembali sejarah panjang organisasi ini, di mana pada masa revolusi fisik, para ibu Muslimat NU tidak ragu untuk ikut angkat senjata demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Semangat patriotisme itulah yang kini bertransformasi dalam bentuk pengabdian yang berbeda.

“Muslimat NU punya peran strategis dari masa ke masa. Jika dulu mereka berjuang secara fisik, saat ini kontribusi mereka mengisi semua lini kehidupan modern,” kata Anik Maslachah dalam keterangannya, Selasa (31/3/2026) dikutip Telusur.id

Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur tersebut menjelaskan bahwa kiprah Muslimat NU saat ini sudah melampaui batas kegiatan keagamaan dan pendidikan formal saja. Mereka kini menjadi motor penggerak dalam berbagai kegiatan sosial hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Menurut Anik, para ibu Muslimat NU juga memikul tanggung jawab besar sebagai penjaga benteng ketahanan keluarga. Di tengah derasnya arus modernisasi, peran mereka sangat vital dalam membentengi keluarga dari berbagai dampak negatif yang muncul.

Peran tersebut mencakup pendidikan generasi bangsa agar memiliki karakter akhlaqul karimah. Dengan sentuhan kasih sayang ibu, Muslimat NU memastikan nilai-nilai moral tetap terjaga di tengah perubahan zaman yang semakin cepat dan dinamis.

“Muslimat NU berfungsi pula dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Hal ini berarti mereka aktif memperkuat peran perempuan, baik di ranah publik maupun domestik,” tandas politisi perempuan asal Jawa Timur tersebut.

Selain penguatan peran perempuan, organisasi ini juga menjadi garda terdepan dalam menjamin perlindungan bagi perempuan dan anak dari berbagai tindak kekerasan. Hal ini membuktikan bahwa Muslimat NU peka terhadap isu-isu kemanusiaan yang berkembang saat ini.

Tokoh Nahdliyin Inspiratif versi Forkom Jurnalis Nahdliyin ini melanjutkan, Ibu-ibu Muslimat NU kini juga telah berevolusi menjadi penggerak isu sosial dan lingkungan. Mereka aktif mengampanyekan kebersihan, kesehatan, hingga upaya kelestarian lingkungan hidup.

Tak berhenti di situ, Muslimat NU juga dinilai memiliki peran nyata dalam upaya pengentasan kemiskinan di daerah. Melalui berbagai unit ekonomi produktif, organisasi ini secara langsung membantu masyarakat yang lemah secara ekonomi agar bisa lebih berdaya.

Anik menambahkan bahwa sektor ekonomi produktif yang dikelola oleh Muslimat NU di tingkat akar rumput telah menjadi solusi bagi kemandirian banyak keluarga di perdesaan maupun perkotaan. Hal ini menjadi bukti nyata kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Muslimat NU juga berperan menjaga tradisi dan moderasi beragama. Itu artinya merawat tradisi keislaman yang moderat dan menjadi benteng kokoh dari paham radikalisme,” pungkas Anik mengakhiri pernyataannya.

Melalui spirit harlah ke-80 ini, Muslimat NU diharapkan terus konsisten menjadi pilar stabilitas bangsa. Organisasi ini membuktikan bahwa peran ibu bukan hanya di dapur, melainkan juga di pusat perubahan peradaban yang lebih inklusif dan damai.

Buntut Ambruknya Material Bangunan Pasar Ploso Rp3,9 Miliar, DPRD Jombang Panggil Kontraktor dan Disdagrin Kamis Depan

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Insiden runtuhnya material bangunan di Pasar Ploso untuk kedua kalinya memicu reaksi keras dari kalangan legislatif. Komisi C DPRD Kabupaten Jombang bergerak cepat untuk menindaklanjuti kegagalan konstruksi yang dinilai sangat membahayakan keselamatan para pedagang dan pengunjung pasar tersebut.

Proyek revitalisasi Pasar Ploso ini diketahui menelan anggaran yang cukup besar, yakni Rp3,9 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Timur. Ironisnya, pengerjaan fisik bangunan tersebut baru saja dinyatakan tuntas pada bulan Desember 2025 lalu.

Kerusakan yang terjadi mencakup ambruknya material kaca segitiga, neon box, hingga atap kanopi yang jatuh berserakan di area pasar. Kejadian ini dinilai sebagai kegagalan bangunan yang fatal mengingat usia bangunan yang bahkan belum genap satu semester sejak serah terima.

Lembaga Bantuan Hak Asasi Manusia (LBHAM) turut menyoroti insiden ini dan secara terbuka menduga adanya praktik korupsi dalam proyek tersebut. Indikasi “bau tak sedap” ini muncul karena kualitas bangunan yang sangat rapuh meskipun didanai dengan anggaran miliaran rupiah.

Anggota Komisi C DPRD Jombang, Syaifullah, menilai ambruknya konstruksi tersebut menjadi bukti nyata adanya persoalan serius. Ia menduga ada masalah mendasar, baik dalam tahap perencanaan awal maupun pada teknis pelaksanaan proyek di lapangan.

“Bagaimana mungkin proyek yang baru seumur jagung dengan anggaran hampir mencapai Rp4 miliar bisa ambruk begitu saja? Ini bukan sekadar musibah biasa,” ujar Syaifullah dengan nada tinggi saat dikonfirmasi pada Selasa (31/3/2026) dikutip Telusur.id.

Politisi PDI Perjuangan Jombang tersebut menegaskan bahwa runtuhnya material bangunan ini menjadi tanda tanya besar bagi publik. Kualitas material dan standar operasional prosedur (SOP) pengerjaan kontraktor kini menjadi sorotan utama dewan.

DPRD Kabupaten Jombang pun mendorong dilakukannya evaluasi menyeluruh terhadap seluruh titik pembangunan di Pasar Ploso. Evaluasi ini bertujuan untuk memastikan kualitas infrastruktur daerah serta mencegah terjadinya kecelakaan serupa yang bisa menelan korban jiwa.

Sebagai langkah konkret, Komisi C menjadwalkan pemanggilan terhadap seluruh pihak yang bertanggung jawab dalam proyek tersebut. Langkah ini diambil untuk meminta pertanggungjawaban teknis maupun administratif atas kerugian yang dialami negara.

Dewan telah menjadwalkan agenda khusus untuk membedah masalah ini secara terbuka melalui mekanisme formal. “Kami akan gelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada hari Kamis, 2 April 2026 mendatang,” terang Syaifullah secara tegas terkait langkah legislatif.

Pemanggilan tersebut akan menghadirkan tiga pilar utama yang terlibat langsung dalam proyek revitalisasi. “Pihak yang kami panggil meliputi Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin), pihak kontraktor pelaksana, hingga Dinas PUPR,” tambahnya.

RDP tersebut bertujuan untuk membedah dokumen kontrak dan spesifikasi material yang digunakan. Dewan ingin memastikan apakah pembangunan sudah sesuai dengan kesepakatan awal atau justru terdapat pengurangan spesifikasi bangunan demi keuntungan tertentu.

Syaifullah menambahkan, pihaknya tidak akan menoleransi alasan klise terkait faktor cuaca atau faktor alam lainnya. Menurutnya, bangunan dengan anggaran miliaran seharusnya memiliki daya tahan struktur yang sudah teruji secara teknis menghadapi berbagai kondisi lingkungan.

Kini, masyarakat Jombang menanti langkah tegas dari para wakil rakyat untuk membongkar dalang di balik rapuhnya bangunan Pasar Ploso. Langkah ini diharapkan menjadi peringatan bagi seluruh kontraktor agar tidak bermain-main dengan kualitas proyek pemerintah.

Babinsa Desa Nguneng Aktif Dampingin Pembangunan KDKMP

0

Wonogiri,TelusuR.ID – Sebagai wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat serta kepedulian terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah binaan, Babinsa Koramil 24/Puhpelem Kodim 0728/Wonigiri, Pelda Dadang, melaksanakan pendampingan pembangunan Gedung KDKMP Desa Nguneng, Kapanewon Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, Selasa (31/3/2026).

Wujud Sinergi di Lapangan
Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan pembangunan fasilitas kalurahan berjalan dengan lancar dan sesuai target. Serka Muhadi terjun langsung memantau sekaligus membantu proses pengerjaan bersama warga dan petugas di lapangan.

Pemasangan keramik ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas sarana dan prasarana di Desa Nguneng agar lebih layak dan nyaman digunakan untuk kepentingan masyarakat luas.

“Pendampingan ini adalah bagian dari tugas teritorial kami. Selain memastikan pembangunan berjalan aman, kehadiran Babinsa diharapkan dapat memotivasi warga agar terus semangat dalam bergotong-royong membangun desanya,” ujar Pelda Dadang di sela-sela kegiatannya.

Terpisah, Danramil 24/Pugpelem Letda Inf Wagiyo menyampaikan bahwa peran Babinsa dalam setiap pembangunan di wilayah merupakan komitmen Kodim 0728/Wonogiri untuk selalu hadir di tengah masyarakat, baik dalam kegiatan sosial maupun pembangunan fisik.

Dengan adanya pendampingan pembangunan ini, di harapkan Gedung KDKMP Desa Nguneng dapat segera di gunakan secara optimal untuk menunjang berbagai program pemberdayaan masyarakat di wilayah Karangmojo.

(Agus Kemplu)

Pasar Ploso Jombang Ambruk Lagi, LBHAM Desak Polda Jatim Selidiki Dugaan Korupsi Proyek

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Suasana mencekam menyelimuti Pasar Ploso, Kabupaten Jombang, pada Senin (30/3/2026) sore. Salah satu bangunan hasil revitalisasi di area pasar tersebut tiba-tiba ambruk saat hujan deras melanda wilayah tersebut.

Insiden ini memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat lantaran bangunan tersebut tergolong baru seumur jagung. Diketahui, proyek revitalisasi Pasar Ploso baru saja tuntas sekitar dua bulan lalu dengan menelan anggaran miliaran rupiah yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Timur.

Kejadian ini merupakan kali kedua bangunan di lokasi yang sama mengalami kerusakan fatal pasca-revitalisasi. Kondisi tersebut mengindikasikan adanya kegagalan sistem struktur bangunan yang sangat serius, serta menunjukkan lemahnya kualitas konstruksi yang dikerjakan oleh pihak pelaksana.

Lembaga Bantuan Hak Asasi Manusia (LBHAM) menanggapi keras peristiwa ini dan mempertanyakan kualitas material serta desain struktural proyek tersebut. Berdasarkan regulasi di Indonesia, ambruknya bangunan baru dikategorikan sebagai kegagalan bangunan yang menuntut investigasi menyeluruh.

Ketua LBHAM, Faizudin FM, mendesak Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur untuk segera turun tangan melakukan penyelidikan. LBHAM mendorong kepolisian untuk melakukan analisis penyebab keruntuhan guna mengidentifikasi apakah terdapat kesalahan fatal dalam perencanaan maupun pelaksanaan konstruksi.

“Jangan menunggu ambruk yang ketiga kali baru mengambil tindakan. Investigasi melalui forensic engineering sangat diperlukan untuk memastikan apakah ada kelalaian dalam pengawasan atau bahkan indikasi tindak pidana korupsi dalam proyek ini,” ujar Gus Faiz sapaan karibnya, Selasa (31/3/2026) dikutip Telusur.id.

LBHAM meminta Polda Jatim membentuk tim khusus untuk melakukan penyidikan serta meminta keterangan ahli konstruksi. Fokusnya adalah menentukan siapa pihak yang paling bertanggung jawab atas kegagalan bangunan yang membahayakan nyawa publik tersebut.

Gus Faiz menegaskan bahwa Bupati Jombang wajib bertanggung jawab secara moral dan administratif atas ambruknya fasilitas publik ini. Hal tersebut merujuk pada amanat UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan UU Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung.

Menurut aktivis HAM ini, tanggung jawab pemerintah daerah mencakup pengawasan teknis melalui Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Sebagai fasilitas publik di bawah naungan dinas terkait, keamanan pasar seharusnya menjadi jaminan utama bagi rakyat yang beraktivitas di sana.

“Keselamatan nyawa rakyat adalah hal yang tidak bisa ditawar. Rakyat harus merasa aman saat berdagang atau berbelanja di Pasar Ploso, karena itu bupati harus mengambil langkah tegas dan berani melakukan evaluasi total,” tegasnya dengan nada tinggi.

LBHAM mengingatkan bahwa audit dan evaluasi struktur secara berkala adalah investasi keselamatan jangka panjang yang tidak boleh diabaikan. Pembiaran terhadap kerusakan berulang hanya akan memperbesar risiko jatuhnya korban jiwa di masa mendatang.

Jika hasil penyelidikan membuktikan adanya ketidakpatuhan terhadap standar konstruksi atau kelalaian pengawasan, Gus Faiz meminta penegak hukum tidak ragu menyeret pihak terkait ke ranah pidana. Sanksi tegas tersebut telah diatur secara jelas dalam Pasal 46 UU Bangunan Gedung.

Ia menambahkan, keterbukaan informasi mengenai hasil investigasi teknis sangat dinanti oleh masyarakat Jombang. Transparansi ini penting agar publik mengetahui apakah dana miliaran rupiah dari APBD telah digunakan sesuai spesifikasi atau justru dikurangi demi keuntungan pribadi.

Sebagai langkah penutup, LBHAM menyerukan agar dilakukan pembongkaran total jika sisa struktur bangunan yang masih berdiri dinilai tidak layak secara teknis. Hal ini krusial demi memastikan stabilitas kawasan Pasar Ploso benar-benar steril dari ancaman reruntuhan susulan.

Babinsa Sambi Turun Tangan, Pembangunan Koperasi Merah Putih Dipercepat

0

Boyolali,TelusuR.ID – Progres pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali terus digenjot guna mendukung peningkatan perekonomian masyarakat. Pembangunan ini menjadi salah satu upaya nyata dalam memperkuat sektor ekonomi berbasis desa.

Babinsa Koramil 10/Sambi Kodim 0724/Boyolali, Serma Kuat Kholib, aktif memantau sekaligus membantu langsung proses pembangunan di lapangan, Senin (30/3/2026). Kehadirannya tidak hanya sebatas pengawasan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam pekerjaan fisik bersama para tukang.

Dalam kesehariannya, Serma Kuat turut membantu pekerjaan seperti plamir dan perapian dinding bangunan. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab terhadap keberhasilan program di wilayah binaannya, sekaligus mempercepat proses penyelesaian pembangunan.

“Kami terus memantau perkembangan pembangunan KDKMP agar berjalan sesuai rencana. Jika dibutuhkan, kami juga turut membantu pekerjaan di lapangan untuk mempercepat proses penyelesaian,” ujarnya.

Kehadiran Babinsa pun memberikan semangat bagi warga, serta memperkuat sinergi dan budaya gotong royong di tengah masyarakat.

(Agus Kemplu)

Babinsa Dampingi Kegiatan Posyandu, Sampaikan Pesan Penting untuk Orang Tua

0

Sragen,TelusuR.ID – Dalam upaya mendukung peningkatan kesehatan masyarakat, khususnya ibu dan balita, Babinsa Koramil 07/Ngrampal Kodim 0725/Sragen Serda Linggar turut hadir dan mendampingi kegiatan Posyandu yang dilaksanakan di posyandu Asoka V Dk Pedaan RT 05,Senin (30/03/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari sinergi antara aparat kewilayahan dengan tenaga kesehatan dalam mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas.

Dalam pelaksanaannya, Linggar membantu kelancaran kegiatan, mulai dari penimbangan balita, pemberian imunisasi, hingga pendataan perkembangan anak. Kehadiran Babinsa juga memberikan rasa aman dan semangat bagi para kader Posyandu serta masyarakat yang hadir.

Di sela kegiatan, Linggar menyampaikan pesan penting kepada para orang tua agar selalu memperhatikan kesehatan dan tumbuh kembang anak. Orang tua diimbau untuk rutin membawa anak ke Posyandu guna memantau berat badan, tinggi badan, serta mendapatkan imunisasi yang lengkap sesuai jadwal.

“Peran orang tua sangat penting dalam menjaga kesehatan anak. Pastikan asupan gizi terpenuhi, jaga kebersihan lingkungan, dan jangan lupa rutin kontrol ke Posyandu,” ujar Linggar.

Selain itu, Linggar juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga pola hidup bersih dan sehat, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan penyakit sejak dini.

“ Dengan adanya kegiatan Posyandu yang rutin dan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat serta menurunkan angka stunting di wilayah “ Pungkasnya.

(Agus Kemplu)

ORADO Cup 2026 Bangkalan Sukses Digelar, Tim Morsongai dan SMAN 2 Sabet Juara

0

BANGKALAN, TELUSUR.ID – Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) sukses menyelenggarakan Kejuaraan Cabang (Kejurcab) ORADO CUP 2026 Kabupaten Bangkalan. Ajang bergengsi yang berlangsung di Aula TRK Bangkalan ini resmi berakhir pada Minggu (29/3/2026) sore dengan memunculkan juara-juara baru di kelas senior dan junior.

Turnamen yang berlangsung sejak pagi hari ini diikuti oleh 32 tim yang terbagi dalam dua kategori. Kategori Senior diperuntukkan bagi peserta umum usia 18 tahun ke atas, sementara kategori Junior menjadi panggung bagi para pelajar di bawah usia 18 tahun untuk menunjukkan ketangkasannya.

Pada kategori Umum (Senior), persaingan sengit berhasil dimenangkan oleh Tim Morsongai yang keluar sebagai juara pertama. Posisi runner-up ditempati oleh Tim Jual Beli Mobil, disusul Komunitas Wartawan Bangkalan (KWB) di posisi ketiga, dan Tim Kemayoran Barat di peringkat keempat.

Dominasi pelajar juga terlihat di kategori Junior, di mana SMAN 2 Bangkalan sukses mengukuhkan diri sebagai yang terbaik. Menyusul di posisi kedua adalah SMAN 1 Kamal, peringkat ketiga diraih MA Al Hidayah Bangkalan, dan posisi keempat ditempati oleh SMAN 1 Arosbaya.

Selain piala tetap, panitia menyiapkan dana pembinaan total jutaan rupiah bagi para pemenang. Juara pertama berhak membawa pulang Rp2 juta, disusul juara kedua Rp1,5 juta, juara ketiga Rp1 juta, dan juara keempat mendapatkan Rp500 ribu sebagai apresiasi atas kerja keras mereka.

Ketua Federasi ORADO Kabupaten Bangkalan, Helmi Fuad, menyatakan rasa syukurnya atas kelancaran acara tersebut. Menurutnya, ketertiban selama turnamen membuktikan bahwa domino di Bangkalan kini telah bertransformasi menjadi cabang olahraga yang terstruktur dan berkualitas.

“Alhamdulillah semua berjalan lancar. Ini menunjukkan bahwa ORADO Bangkalan semakin siap dalam menyelenggarakan event yang tertib. Tugas kita ke depan adalah terus merapikan dan mendisiplinkan permainan ini agar memiliki nilai prestasi,” ujar Helmi dikutip Telusur.id, Senin (30/3/2026).

Para pemenang dari kedua kategori tersebut tidak bisa bersantai lama. Helmi memastikan mereka akan langsung masuk dalam program persiapan maksimal untuk mewakili Bangkalan dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Jawa Timur yang dijadwalkan berlangsung pada 5 April 2026.

Sebagai langkah keberlanjutan, ORADO Bangkalan berencana memperkuat basis pembinaan melalui pembentukan klub-klub di tingkat kampung hingga komunitas kafe. Setiap klub minimal terdiri dari lima orang untuk memastikan proses pembinaan atlet berjalan secara berjenjang.

Keseriusan organisasi ini juga ditandai dengan langkah progresif berupa pembangunan sekretariat permanen di kawasan Stadion Bangkalan. Lokasi ini diproyeksikan menjadi pusat aktivitas atlet, rapat pengurus, hingga perencanaan program pembinaan yang lebih profesional.

“Pembangunan sekretariat ini murni hasil inisiatif dan semangat kebersamaan kami. Kami ingin punya ‘rumah’ sendiri agar organisasi ini bisa berkembang secara berkelanjutan,” tambah Helmi saat meninjau lokasi pembangunan bersama jajaran pengurus.

Langkah berani ORADO Bangkalan ini mendapat apresiasi tinggi dari Ketua Federasi ORADO Jawa Timur, Mahendra Abdillah Kamil. Ia menilai Bangkalan menjadi daerah pertama di Jawa Timur yang memiliki visi kuat untuk membangun sistem organisasi yang permanen.

“Bangkalan punya energi besar. Inisiatif membangun sekretariat permanen ini adalah terobosan penting yang patut menjadi contoh bagi daerah lain. Ini bukan hal kecil, melainkan langkah besar untuk masa depan olahraga domino,” tegas Mahendra.

Mahendra juga menekankan pentingnya training camp bagi atlet yang lolos ke tingkat provinsi agar mereka benar-benar siap menghadapi persaingan di Kejurprov nanti. Ia berharap kesuksesan Bangkalan dapat memicu semangat daerah lain untuk lebih serius membina atlet domino.

Antusiasme Tinggi, Pendaftaran Lomba Foto dan Video HPN 2026 Jombang Diperpanjang

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Panitia lomba fotografi dan videografi dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2026 resmi memutuskan untuk memperpanjang masa pendaftaran dan pengumpulan karya. Langkah ini diambil guna mengakomodasi besarnya minat masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam ajang bergengsi tersebut.

Sesuai jadwal awal, batas akhir pengumpulan karya seharusnya jatuh pada 28 Maret 2026. Namun, melalui keputusan terbaru, panitia memberikan napas lega bagi para peserta dengan menggeser tenggat waktu pengiriman hingga 5 April 2026 mendatang.

Kompetisi yang mengusung tema besar “Lensa Pengabdian: Potret Nyata Polisi Baik untuk Masyarakat” ini menjadi panggung bagi warga Jombang untuk memamerkan karya visual terbaik mereka. Tema ini sengaja diangkat untuk memotret sisi humanis dan dedikasi aparat kepolisian di lapangan.

Ketua Pelaksana Lomba, Nurul Hidayat, mengungkapkan bahwa perpanjangan durasi ini merupakan respons langsung terhadap antusiasme pegiat visual di Jombang. Ia ingin memastikan setiap talenta lokal memiliki waktu yang cukup untuk menghasilkan karya berkualitas.

“Keputusan perpanjangan ini diambil untuk mengakomodasi antusiasme masyarakat Jombang yang sangat tinggi untuk ikut serta dalam momen HPN tahun ini,” ujar Nurul Hidayat saat dikonfirmasi pada Senin (30/3/2026).

Meskipun jadwal berubah, seluruh persyaratan utama lomba tetap berlaku ketat. Peserta wajib merupakan warga asli Kabupaten Jombang yang dibuktikan dengan identitas kependudukan, serta bukan merupakan anggota aktif Polri maupun pengurus PWI.

Panitia juga menekankan aspek orisinalitas karya sebagai syarat mutlak. Foto maupun video yang dikirimkan harus diambil di wilayah hukum Kabupaten Jombang dan secara tegas dilarang menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Dari sisi apresiasi, panitia telah menyiapkan total hadiah jutaan rupiah bagi para pemenang. Hadiah utama untuk kategori video ditetapkan sebesar Rp2.500.000, sementara untuk kategori foto, pemenang terbaik akan membawa pulang hadiah senilai Rp2.000.000.

Mekanisme partisipasi pun terbilang cukup mudah dan kekinian. Peserta diwajibkan mengunggah karya mereka di media sosial pribadi dengan menandai (tagging) akun resmi @polresjombang dan @pwijombang sebagai bentuk publikasi luas.

Selain unggahan di media sosial, peserta juga harus mengirimkan berkas asli dalam format .JPG untuk foto atau .MP4 untuk video. Berkas tersebut dikirimkan ke alamat email resmi panitia di lombahpn2026@gmail.com untuk keperluan penilaian juri.

“Batas pengumpulan karya melalui kanal media sosial dan email resmi panitia kini kami tetapkan secara final hingga 5 April 2026,” tambah Nurul menjelaskan detail teknis pengiriman.

Adanya perpanjangan masa pendaftaran ini secara otomatis berdampak pada jadwal penjurian. Jadwal pengumuman pemenang yang tertera pada poster sebelumnya akan mengalami penyesuaian untuk memberikan waktu bagi dewan juri bekerja secara objektif.

Terkait perubahan jadwal final tersebut, panitia mengimbau para peserta untuk terus memantau informasi terbaru. Segala pembaruan terkait daftar finalis dan pengumuman pemenang akan disiarkan melalui akun media sosial resmi Polres Jombang dan PWI Jombang.

“Penyesuaian jadwal ini diharapkan tidak menyurutkan semangat peserta. Justru ini menjadi kesempatan emas untuk mengirimkan karya yang lebih matang dan kreatif,” pungkas Nurul menutup keterangannya.