LAMPUNG,TelusuR.ID – Di penghujung Maret 2025, suasana Markas Kodam XX/Radin Intan di Lampung terasa sedikit berbeda. Siang itu, sejumlah tokoh dari Forum Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa (FABEM) Lampung datang dalam satu semangat yang sama: merajut silaturahmi sekaligus membicarakan masa depan generasi muda Indonesia.
Rombongan FABEM disambut langsung oleh Kolonel Inf. Erwin A.T. Wiyono. Hadir pula Ketua Umum DPP FABEM, Zainuddin Arsyad, bersama Plt. Ketua FABEM Lampung, Andar Adisa, serta jajaran pengurus lainnya. Pertemuan ini bukan sekadar kunjungan formal, melainkan ruang dialog yang hangat namun sarat makna.
Perbincangan pun mengalir pada satu isu penting: bagaimana memperkuat nasionalisme di kalangan generasi muda, terutama di tengah situasi dunia yang kian tidak menentu. Konflik global, persaingan antarnegara, hingga dinamika geopolitik yang memanas menjadi latar belakang kekhawatiran bersama. Semua itu dinilai bisa berdampak pada ketahanan ideologi dan persatuan bangsa.
Dalam suasana diskusi yang serius namun penuh keakraban, Zainuddin Arsyad menegaskan peran penting generasi muda. Baginya, masa depan Indonesia sangat bergantung pada bagaimana anak-anak muda hari ini memandang dan menjaga bangsanya.
“Generasi muda harus berada di barisan terdepan dalam menjaga stabilitas nasional. Di tengah dunia yang terus berubah, karakter kebangsaan tidak boleh luntur,” ujarnya dengan nada tegas.
Lampung sendiri bukan wilayah biasa. Secara geografis, provinsi ini menjadi gerbang penghubung antara Pulau Jawa dan Sumatera. Posisi strategis ini menjadikan Lampung sebagai salah satu kunci dalam menjaga integrasi nasional. Karena itu, kesadaran akan persatuan dan rasa memiliki terhadap bangsa menjadi hal yang tak bisa ditawar.
Diskusi juga mengerucut pada pentingnya kerja sama lintas sektor. FABEM melihat bahwa upaya membangun nasionalisme tidak bisa dilakukan sendiri. Perlu kolaborasi antara organisasi kepemudaan, TNI, pemerintah, hingga kalangan akademisi agar nilai-nilai kebangsaan bisa terus hidup dan relevan di tengah perubahan zaman.
Zainuddin kembali menekankan, jika Indonesia ingin tetap kokoh di masa depan, maka fondasi utamanya harus terus dijaga. Nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, menurutnya, harus ditanamkan secara konsisten kepada generasi penerus.
Pertemuan siang itu pun ditutup dengan harapan besar. FABEM ingin silaturahmi ini menjadi awal dari kerja sama yang lebih erat dengan TNI. Tujuannya jelas: melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter, berintegritas, dan memiliki komitmen kuat terhadap bangsa dan negara.
Di tengah dunia yang terus bergerak cepat, percakapan seperti inilah yang menjadi pengingat—bahwa masa depan Indonesia tetap bertumpu pada semangat persatuan yang dijaga bersama.



