TelusuR.ID

Beranda blog Halaman 92

Awali Tugas Pasca-Lebaran, Kapolres Jombang Pimpin Halalbihalal dan Apresiasi Kinerja Personel

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Mengawali pelaksanaan tugas usai libur Idulfitri 1447 Hijriah, Polres Jombang menggelar apel pagi yang dirangkaikan dengan kegiatan halalbihalal. Agenda yang berlangsung khidmat ini dipusatkan di Lapangan Apel Mapolres Jombang, Senin (30/3/2026) pagi.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, S.H., S.I.K., CPHR. Kehadiran pimpinan tertinggi Polres Jombang ini didampingi oleh Ketua Bhayangkari Cabang Jombang, Ny. Olivia Ardi, beserta jajaran pengurus Bhayangkari lainnya.

Suasana kekeluargaan tampak menyelimuti lapangan apel saat seluruh Pejabat Utama (PJU), para Kapolsek jajaran, hingga personel bintara berkumpul. Momen ini menjadi titik balik semangat kerja setelah menjalani masa rehat hari raya bersama keluarga masing-masing.

Dalam arahannya, AKBP Ardi Kurniawan menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada seluruh personel yang hadir. Ia menyadari bahwa sebagai pimpinan, interaksi selama satu tahun dua bulan menjabat tentu tidak luput dari dinamika dan kekhilafan.

Kapolres menekankan bahwa sebagai manusia biasa, dirinya menyadari adanya potensi kesalahan baik dalam perkataan maupun perbuatan selama memimpin Korps Bhayangkara di Jombang. Permohonan maaf ini disampaikan sebagai bentuk kerendahan hati seorang pemimpin.

“Atas nama pribadi dan keluarga, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh anggota. Semoga segala kekhilafan yang ada dapat dimaafkan di hari yang fitri ini,” ujar AKBP Ardi di hadapan ratusan personel.

Selain sesi saling memaafkan, Kapolres juga memanfaatkan momentum tersebut untuk memberikan apresiasi tinggi atas kinerja jajarannya. Fokus utama apresiasi tersebut tertuju pada dedikasi dan loyalitas anggota selama pelaksanaan Operasi Ketupat 1447 H.

Ia menilai, pengamanan masa mudik dan balik Lebaran di wilayah hukum Polres Jombang berjalan dengan sangat lancar. Hal ini menurutnya tidak terlepas dari kerja keras dan sinergi yang solid antarunit di lapangan selama operasi berlangsung.

Kapolres secara khusus menyoroti keberhasilan jajaran dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas yang biasanya muncul saat Lebaran. Keberhasilan ini mencakup langkah preventif yang efektif di tengah pemukiman warga dan jalur utama.

Beberapa poin keberhasilan yang dipuji antara lain pencegahan penyalaan petasan skala besar serta pelarangan penerbangan balon udara. Kedua aktivitas tersebut dinilai sangat berisiko membahayakan keselamatan publik maupun gangguan infrastruktur kelistrikan.

“Terima kasih atas kerja keras seluruh anggota, sehingga berbagai potensi gangguan dapat kita cegah sejak dini. Kita bersyukur tidak ada hal-hal menonjol yang merugikan masyarakat,” tambah Kapolres dalam pidatonya.

Lebih lanjut, AKBP Ardi mengajak seluruh personel untuk memurnikan kembali niat dalam menjalankan tugas negara. Ia berharap semangat Idulfitri dapat bertransformasi menjadi semangat pelayanan yang lebih prima dan humanis kepada masyarakat Jombang.

Setiap butir keringat dan waktu yang dikorbankan dalam bertugas diharapkan menjadi nilai ibadah bagi masing-masing personel. “Semoga setiap pekerjaan yang kita lakukan diniatkan dengan ikhlas sebagai bentuk pengabdian,” tutur Kapolres dengan nada menyemangati.

Kegiatan kemudian ditutup dengan tradisi bersalam-salaman antarseluruh personel sebagai wujud mempererat silaturahmi. Semangat kebersamaan yang terbangun pasca-Ramadan ini diharapkan menjadi modal utama dalam menjaga kondusivitas wilayah Jombang ke depan.

Perkuat Ketahanan Pangan, PAC GP Ansor Rengel Panen Semangka Kuning untuk Dukung Program MBG

0

TUBAN, TELUSUR.ID – Komitmen membangun kemandirian ekonomi kader berbasis sektor pertanian terus ditunjukkan oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Rengel, Kabupaten Tuban. Hal ini dibuktikan melalui aksi nyata panen raya semangka kuning yang berlangsung di Desa Campurejo, Kecamatan Rengel, Minggu (29/3/2026).

Kegiatan produktif tersebut dihadiri langsung oleh Kasatgaswil Patriot Ketahanan Pangan PW GP Ansor Jawa Timur, H. Deni Prasetya. Kehadiran tokoh yang akrab disapa Kaji Deni ini menjadi bentuk dukungan moril sekaligus penguatan strategi ekonomi produktif di tingkat akar rumput.

Kaji Deni memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif kader Ansor Rengel yang dinilai sebagai langkah konkret memperkuat fondasi pangan daerah. Menurutnya, kemandirian sebuah bangsa sangat bergantung pada sejauh mana masyarakatnya mampu berdaulat atas sektor pangan sendiri.

“Ini bukan sekadar panen biasa, melainkan bagian dari gerakan membangun kesadaran kolektif. Ketahanan pangan harus dimulai dari tingkat lokal, dan apa yang dilakukan Ansor Rengel adalah contoh nyata kemandirian dari desa,” tegas Kaji Deni, dikutip Telusur.id, Senin (30/3/2026).

Lebih lanjut, ia menilai langkah ini sangat relevan dan sejalan dengan arah kebijakan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Fokus utama kebijakan tersebut adalah memperkuat swasembada pangan serta memandirikan ekonomi rakyat secara luas.

Kaji Deni menjelaskan bahwa komoditas seperti semangka kuning memiliki potensi besar untuk menyokong program strategis pemerintah, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini membutuhkan pasokan buah dan pangan segar yang stabil serta berkualitas tinggi.

Keterlibatan petani lokal dari kalangan kader Ansor dipandang sebagai solusi jitu untuk memangkas rantai distribusi yang panjang. Dengan pasokan langsung dari desa, kualitas hasil panen lebih terjamin dan harga menjadi lebih terjangkau bagi pelaksana program pemerintah.

“Jika pasokan bisa dipenuhi dari daerah sendiri, biaya distribusi ditekan dan petani lokal mendapat manfaat ekonomi langsung. Ini membuka peluang kemitraan strategis antara petani desa dengan pengelola program MBG,” jelasnya secara rasional.

Selain itu, Kaji Deni mendorong agar hasil panen ini diintegrasikan dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Melalui skema koperasi, para petani akan memiliki daya tawar yang lebih tinggi di pasar dibandingkan jika bergerak secara individu atau perorangan.

Pengelolaan kolektif melalui koperasi desa diyakini akan memperkuat ekosistem ekonomi dari hulu ke hilir. Mulai dari proses produksi, distribusi, hingga pemasaran dapat terintegrasi dengan baik, sekaligus menciptakan lapangan kerja baru di sektor agribisnis pedesaan.

Kaji Deni menambahkan bahwa peran kader Ansor dan Banser kini telah bertransformasi lebih luas. Jika selama ini identik dengan pengawalan kiai dan ulama, kini mereka juga mengambil peran vital dalam menjaga stabilitas swasembada pangan nasional.

“Ansor dan Banser tetap teguh mengawal kiai, namun kini kami juga terjun menjaga stabilitas pangan. Ini adalah bagian dari jihad kedaulatan bangsa untuk memastikan rakyat tidak kekurangan gizi,” tambahnya dengan semangat.

Ketua PAC GP Ansor Rengel, Sahabat Taufiqurrahman, menegaskan bahwa pemilihan semangka kuning didasarkan pada nilai ekonomisnya yang menjanjikan. Ia memastikan program ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah berkelanjutan untuk kemandirian kader.

Taufiqurrahman berharap ke depan ada sentuhan teknologi pada pengelolaan pascapanen agar hasil pertanian memiliki nilai tambah yang lebih tinggi. Dengan sinergi yang kuat, model pemberdayaan ini diharapkan bisa direplikasi oleh PAC Ansor di daerah-daerah lainnya.

Dulu Basah Basahan Ke Sekolah, Sekarang Anak Sekolah Di Sembukan Punya Jembatan Garuda

0

Wonogiri,TelusuR.ID – Anak-anak sekolah di sekitar Sungai Keduwang, Desa Sembukan Kecamatan Sidoharjo Kabupaten Pangandaran, dulu harus basah-basahan menyeberangi sungai untuk berangkat ke sekolah. Kini, Jembatan Gantung Garuda telah rampung dibangun sehingga anak-anak dan warga dapat beraktivitas dengan lebih aman dan nyaman.

Sebelum jembatan gantung dibangun, Sungai Keduang menjadi hambatan utama bagi aktivitas masyarakat. Selain anak-anak sekolah yang harus menyeberangi sungai, mobilitas warga juga terbatas karena jalur tersebut merupakan akses penting bagi kegiatan pertanian dan perekonomian masyarakat setempat.

Menjawab kebutuhan tersebut, Presiden RI Prabowo Subianto melalui TNI bekerja sama dengan Vertical Rescue Indonesia (VRI) melaksanakan pembangunan Jembatan Gantung Garuda. Pembangunan dimulai pada akhir November 2025 dan rampung pada Januari 2026.

Jembatan gantung ini memiliki panjang 120 meter dan lebar 1,5 meter, menghubungkan Dusun Bulak dan Dusun Pengkol Desa Sembukan, Kabupaten Wonogiri.

Dengan hadirnya jembatan gantung tersebut, masyarakat kini dapat beraktivitas dengan lebih aman dan nyaman. Anak-anak sekolah tidak lagi harus basah-basahan menyeberangi sungai, sementara mobilitas warga serta distribusi hasil pertanian berjalan lebih lancar.

Kehadiran Jembatan Gantung Garuda diharapkan dapat meningkatkan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah sebagai wujud nyata kepedulian TNI terhadap kesulitan rakyat dalam mendukung pembangunan di wilayah pedesaan.

Banyak lokasi di Jawa Tengah diidentifikasi sebagai area rawan akses karena minimnya jembatan penghubung, sementara sungai-sungai kecil kerap menjadi penghalang yang membahayakan keselamatan anak sekolah dan warga.

Warga bahkan harus menggunakan rakit, berenang, atau berjalan memutar jauh untuk sekadar sampai ke sekolah atau ke ladang mereka. Isu ini juga memicu respons pemerintah untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur jembatan demi keselamatan dan mobilitas masyarakat.

(Agus Kemplu)

Sambut Muktamar NU ke-35, Bani KH Abdul Wahab Chasbullah Gelar Pertemuan Strategis di Yogyakarta

0

YOGYAKARTA, TELUSUR.ID – Menjelang perhelatan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35, keturunan atau Bani KH Abdul Wahab Chasbullah merapatkan barisan dengan menggelar Halal Bihalal di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Tradisi ini menjadi istimewa karena untuk pertama kalinya dilaksanakan di luar Jombang, Jawa Timur.

Cicit KH Abdul Wahab Chasbullah, Muhammad Romahurmuziy, menyatakan bahwa agenda di Yogyakarta ini merupakan tradisi baru sekaligus ajang konsolidasi keluarga besar. Pertemuan ini dilakukan sebagai respons terhadap rencana pelaksanaan Muktamar NU yang diprediksi jatuh pada September 2026.

“Hari ini kita berkumpul untuk membuat tradisi baru, sekaligus bagian dari sambutan kita terhadap Muktamar NU ke-35. Insyaallah menurut informasi terakhir, Muktamar akan diadakan pada bulan September mendatang,” ujar sosok yang akrab disapa Gus Rommy ini, Minggu (29/3/2026) dikutip Telusur.id.

Gus Rommy mengungkapkan bahwa anggota keluarga Bani Wahab banyak yang menduduki posisi strategis di berbagai tingkatan kepengurusan NU. Oleh karena itu, momentum ini digunakan untuk memastikan terbentuknya pengurus yang solid dan mampu membawa organisasi lebih maju.

Dalam kesempatan tersebut, para zuriah pendiri NU juga menyoroti dinamika internal yang sempat memanas beberapa waktu lalu. Keluarga besar menyayangkan terjadinya ketegangan di lingkungan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang sempat menjadi konsumsi publik.

Gus Rommy berharap proses islah atau perdamaian yang telah dicapai dapat berjalan secara paripurna. Ia menekankan pentingnya peran para zuriah pendiri, baik dari Bani Hasyim, Bani Bisri, maupun Bani Wahab, dalam mengawal jalannya Muktamar agar tetap kondusif.

Melalui kepengurusan yang solid, NU diharapkan dapat semakin memastikan kontribusinya dalam meningkatkan kualitas SDM di Indonesia. Sebagai ormas dengan jemaah terbesar, NU memiliki tanggung jawab besar untuk hadir sebagai pelayan umat atau khadimul ummah.

“Seluruh badan otonom di lingkungan NU harus bergerak dalam pelayanan umat. Mulai dari pendidikan di bawah RMI yang menaungi 30.000 pesantren, hingga sektor kesehatan dan parenting,” jelas Gus Rommy di SMA Global Darussalam Academy.

Terkait pertemuan terbatas yang digelar pasca-Halal Bihalal, Gus Rommy menjelaskan bahwa agenda tersebut diikuti oleh perwakilan 11 Bani dari garis keturunan KH Wahab Chasbullah. Pertemuan ini bertujuan melahirkan kesepakatan bersama yang akan disuarakan dalam Muktamar.

Bani Wahab menginginkan adanya sebuah resolusi yang mampu mengakhiri segala potensi ketegangan yang berulang di tubuh NU. Hal ini penting agar jamiah sebesar NU tidak menjadi “bulan-bulanan” atau memberikan contoh yang kurang baik bagi publik.

Gus Rommy mengingatkan bahwa para masyayikh pendiri NU telah memberikan kontribusi tanpa batas bagi tegaknya NKRI. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen ormas Islam untuk memiliki semangat yang sama dalam mempertahankan kedaulatan negara.

Disinggung mengenai kemungkinan dirinya masuk dalam bursa kepemimpinan PBNU pada Muktamar mendatang, Gus Rommy tidak memberikan jawaban eksplisit. Saat ini, ia mengaku masih fokus berkhidmat di bidang pendidikan untuk menyiapkan generasi emas Indonesia.

“Saya tidak dalam posisi mengiyakan atau tidak karena waktu Muktamar masih cukup lama. Kita kembalikan saja semuanya kepada Muktamirin. Fokus saya adalah kontribusi di dunia pendidikan agar kita bisa mandiri secara teknologi,” tegasnya.

Terkait dukungan dari internal Bani Wahab terhadap dirinya, Gus Rommy menyebut hal tersebut masih bergantung pada hasil musyawarah keluarga besar. Ia memilih untuk mengikuti perkembangan dinamika yang ada hingga mendekati hari pelaksanaan Muktamar nanti.

HUT ke-80 Muslimat NU: Khofifah Ajak Ibu-Ibu Perkuat Kemandirian Hadapi Krisis Global

0

SURABAYA, TELUSUR.ID – Ketua Umum Dewan Pembina Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan pesan strategis dalam peringatan HUT ke-80 Muslimat NU tahun 2026. Ia mengajak seluruh pengurus dan anggota di dalam maupun luar negeri untuk terus menyangga ketangguhan Indonesia.

Khofifah menekankan pentingnya peran perempuan dalam menghadapi tantangan global saat ini, mulai dari ekses perang, kelangkaan energi, hingga ancaman krisis ekonomi. Menurutnya, Muslimat NU harus menjadi pilar utama yang memastikan bangsa tetap berdiri tegak di tengah gejolak dunia.

Dalam momentum harlah yang jatuh pada 29 Maret ini, PP Muslimat NU mengusung tema besar: “Merawat Tradisi, Menguatkan Kemandirian, dan Meneduhkan Peradaban.” Tiga frasa ini dinilai sebagai fondasi krusial bagi masyarakat yang berbudaya tinggi.

Khofifah memandang ketiga poin tersebut sebagai alat untuk meneguhkan jati diri bangsa yang kini mulai terkoyak oleh tantangan global. “Ibu-ibu dan Indonesia harus tetap mandiri karena ini titik terpenting untuk membangun umat dan bangsa,” tegas tokoh sentral Muslimat NU ini.

Secara khusus, Khofifah meminta para ibu untuk memperkuat ketahanan sosial ekonomi keluarga. Hal ini dapat dimulai dari sikap berani hidup irit, menguatkan budaya gotong royong, hingga membangun kemandirian ekonomi dari unit terkecil masyarakat.

Gubernur Jawa Timur ini juga mengingatkan bahwa di masa pancaroba dunia yang diwarnai pudarnya kemanusiaan akibat perang, sosok ibu adalah benteng pertahanan terakhir. Ibu rumah tangga merupakan kekuatan fundamental bagi stabilitas suatu negara.

“Bila ibu-ibu di dunia baik, maka dunia akan baik-baik saja. Dalam ajaran Islam, ibu adalah sekolah yang paling penting dan fundamental, atau Al Ummu Madrasatul Ula,” ujar Khofifah dalam keterangan resminya, Minggu (29/3/2026) dikutip Telusur.id.

Menyitir Surat An-Nisa ayat 9, Khofifah mengingatkan kewajiban membangun generasi yang tangguh, bukan generasi yang lemah. Visi besar Muslimat NU adalah mewujudkan keluarga sejahtera agar anak cucu tidak ditinggalkan dalam keadaan yang mengkhawatirkan.

Dalam konteks stabilitas global yang penuh tegangan, ia menilai kemandirian harus dibarengi dengan kekuatan akhlak generasi muda. Ibu-ibu memiliki peran sentral sebagai penghulu pendidik dan pengasuh yang membentuk karakter penerus bangsa.

Melalui kontribusi para guru besar, aktivis sosial, hingga profesional di dalamnya, Muslimat NU bertekad konsisten meningkatkan harkat dan martabat bangsa. Organisasi ini berkomitmen hadir melayani umat melalui berbagai program peningkatan kesejahteraan.

Khofifah juga memberikan penghormatan kepada para muasis atau pendiri Muslimat NU yang telah meletakkan dasar perjuangan. Kini, peran tersebut diakui dunia, terutama dalam penguatan nilai kemanusiaan, kebangsaan, serta perdamaian internasional.

Meski demikian, ia menyadari tantangan masa depan akan jauh lebih rumit. Khofifah menyuarakan harapan agar pemimpin dunia dan PBB memiliki komitmen kuat untuk membangun perdamaian guna menghindari dampak buruk perang.

Ia mengingatkan bahwa ketika keputusan politik buntu di meja perundingan dan terjadi konflik bersenjata, pihak yang paling berat menanggung akibatnya adalah keluarga, terutama kaum ibu. Dampak ekonomi dan psikologis perang selalu menyasar sektor domestik.

“Namun, jika pemimpin dunia masih bersitegang, Muslimat NU siap menguatkan diri. Kami akan melindungi anggota keluarga agar tetap tangguh dalam kesederhanaan dan kemandirian,” pungkas Khofifah menutup pesannya di usia ke-80 Muslimat NU.

Revolusi Industri Tembakau: Khalilur R. Abdullah Dorong Ribuan Pabrik UMKM Demi Kesejahteraan Petani

0

JAKARTA, TELUSUR.ID – Industri tembakau Indonesia saat ini dinilai tengah menghadapi anomali struktural yang akut. Meski tercatat sebagai sektor yang menghasilkan kekayaan besar bagi negara, realitas di tingkat tapak justru menunjukkan jurang kemiskinan yang masih menghimpit para petani tembakau.

Founder BARONG GRUP, HRM. Khalilur R. Abdullah Sahlawiy, menyoroti adanya jarak yang terlalu lebar antara kemegahan pabrik rokok dan nasib ladang petani. Menurutnya, selama puluhan tahun petani hanya ditempatkan sebagai objek pelengkap rantai produksi tanpa memiliki kendali atas harga.

Khalilur mengungkapkan ironi besar di mana para penanam tembakau tetap berada dalam jerat kemiskinan, sementara pihak pengolah terus memupuk kekayaan. Fenomena ini tercermin nyata di Madura, salah satu daerah penghasil tembakau terbesar yang justru sering tertinggal dalam statistik kesejahteraan.

“Masalah utamanya bukan pada petani, melainkan pada sistem yang tidak adil. Sistem yang membiarkan nilai tambah mengalir deras ke atas, sementara mereka yang berkeringat di bawah hanya menerima remah-remah,” ujar Khalilur dalam keterangannya, Minggu (29/3/2026) dikutip Telusur.id.

Baginya, struktur industri yang timpang ini tidak boleh dibiarkan berlanjut. Ia menegaskan perlunya perubahan fundamental dengan mengubah posisi petani dari objek menjadi subjek utama yang paling diuntungkan dalam ekosistem industri tembakau nasional.

Solusi konkret yang ditawarkan adalah dengan membangun industri dari bawah. Khalilur mendorong lahirnya ribuan pabrik rokok skala UMKM yang tersebar di berbagai daerah penghasil tembakau, sebagai tandingan terhadap dominasi pabrik-pabrik besar.

Keberadaan pabrik kecil di dekat ladang diyakini akan mengubah relasi industri secara total. Rantai distribusi yang lebih pendek memungkinkan tembakau petani dibeli dengan harga yang jauh lebih layak karena biaya logistik dan perantara dapat dipangkas secara signifikan.

Di sisi lain, Khalilur juga menyoroti tekanan pasar akibat harga rokok legal yang semakin melambung tinggi. Saat ini, rata-rata harga rokok per bungkus telah menyentuh angka Rp20 ribu, sebuah nominal yang mulai sulit dijangkau oleh kelompok menengah ke bawah.

Kesenjangan harga ini kemudian memicu munculnya fenomena rokok ilegal sebagai bentuk pelarian pasar. Khalilur menilai rokok ilegal bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan gejala nyata dari sistem pasar yang sudah tidak lagi rasional dan menekan konsumen kecil.

Namun, ia menegaskan bahwa solusinya bukan dengan menormalkan ilegalitas. Langkah yang paling tepat adalah menghadirkan alternatif produk yang legal, berkualitas baik, namun tetap memiliki harga yang adil dan terjangkau bagi masyarakat luas.

Di sinilah peran penting pabrik rokok UMKM sebagai alat koreksi ketimpangan. Dengan struktur biaya yang lebih efisien, pabrik-pabrik ini mampu menyerap tembakau petani dengan harga tinggi, namun tetap menjual produk akhirnya dengan harga yang kompetitif.

“Ini bukan utopia, tapi model ekonomi yang sudah kami mulai. Jika ribuan pabrik UMKM ini tumbuh masif, maka lanskap industri tembakau Indonesia akan berubah secara fundamental menjadi lebih adil dan tersebar,” tegas sosok yang akrab disapa Gus Lilur ini.

Ia memandang gerakan ini sebagai panggilan untuk mengembalikan keseimbangan ekonomi nasional. Negara diharapkan tidak hanya hadir sebagai regulator atau pemungut cukai, tetapi juga sebagai fasilitator bagi lahirnya struktur ekonomi yang lebih merata di daerah.

Khalilur bertekad untuk terus memperjuangkan ekosistem pabrik rokok UMKM yang legal dan berpihak pada rakyat. Baginya, industri yang mandiri harus dimulai dari kemandirian para petaninya, bukan hanya dari besarnya keuntungan korporasi semata.

“Sebuah industri tidak boleh hanya dinilai dari seberapa besar keuntungan yang dihasilkan, tetapi dari seberapa adil manfaatnya dibagikan kepada mereka yang menjadi fondasinya,” pungkas pendiri Bandar Rokok Nusantara Global Grup tersebut.

Konflik Timur Tengah Memanas, Gus Irfan Pastikan Jadwal Haji 2026 Tidak Berubah

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Pemerintah memastikan jadwal pemberangkatan jemaah haji Indonesia tahun 2026 tetap berjalan sesuai rencana. Keputusan ini diambil meskipun situasi geopolitik di Timur Tengah tengah memanas akibat eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, KH Mochamad Irfan Yusuf atau yang akrab disapa Gus Irfan, menegaskan bahwa hingga saat ini otoritas terkait belum mengeluarkan kebijakan perubahan jadwal. Hal tersebut ia sampaikan saat berada di Tebuireng, Jombang, Sabtu (28/3/2026).

Gus Irfan menyatakan bahwa seluruh tahapan pemberangkatan masih mengacu pada kalender operasional haji yang telah ditetapkan sebelumnya. Pemerintah terus memantau situasi keamanan di kawasan teluk secara intensif setiap jamnya.

“Sampai hari ini belum ada perubahan. Kita masih tetap pada rencana awal, yakni tanggal 21 April jemaah haji mulai masuk asrama haji, dan tanggal 22 April mereka diberangkatkan,” ujar Gus Irfan dengan nada optimis.

Ia menjelaskan bahwa seluruh persiapan teknis penyelenggaraan ibadah haji di tanah suci telah mencapai tahap final. Pemerintah Indonesia telah mengamankan kontrak layanan untuk memastikan hak-hak jemaah terpenuhi selama menjalankan rukun Islam kelima tersebut.

Kesiapan tersebut meliputi sektor-sektor krusial seperti akomodasi perhotelan di Mekkah dan Madinah, layanan katering, hingga transportasi darat. Gus Irfan memastikan semua mitra di Arab Saudi tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik.

Gus Irfan memberikan perumpamaan sederhana untuk menggambarkan matangnya persiapan pemerintah saat ini. Ia mengibaratkan kesiapan haji tahun ini seperti sebuah keluarga yang sudah siap menggelar hajatan besar dalam waktu dekat.

“Ibarat orang mau mantu, kita sudah bayar sewa gedung, katering, EO, bahkan seragam panitia juga sudah siap. Termasuk KUA juga sudah siap untuk penghulunya. Jadi sekarang posisinya tinggal menunggu hari pelaksanaan saja,” selorohnya.

Analogi tersebut digunakan untuk menegaskan bahwa persiapan fisik dan administratif sudah rampung 100 persen. Secara logistik, tidak ada alasan bagi pemerintah untuk melakukan penundaan kecuali terjadi situasi force majeure yang luar biasa.

Meski persiapan dalam negeri sudah sangat matang, Gus Irfan mengakui bahwa mata pemerintah tetap tertuju pada perkembangan situasi keamanan di Timur Tengah. Ia berharap pertikaian antarnegara di kawasan tersebut tidak meluas.

Gus Irfan menyampaikan aspirasinya agar seluruh pihak yang bertikai dapat menahan diri. Ia menekankan pentingnya menghormati proses ibadah haji yang melibatkan jutaan umat Islam dari seluruh penjuru dunia, termasuk dari Indonesia.

“Kita berharap pertikaian di Timur Tengah bisa segera menurun eskalasinya. Sangat penting bagi semua pihak untuk menghormati proses ibadah haji sebagai momen suci umat Islam,” lanjut tokoh asal Jombang tersebut.

Dengan adanya penghormatan terhadap pelaksanaan haji, diharapkan ketegangan di kawasan tersebut dapat ditekan seminimal mungkin. Hal ini sangat krusial agar jalur penerbangan dan keamanan di tanah suci tetap dalam kondisi zona hijau.

“Jika semua pihak bisa menahan diri, umat Islam bisa melaksanakan haji dengan tenang. Harapan kami jemaah bisa fokus menjalankan ibadah dengan sebaik-baiknya tanpa rasa khawatir,” pungkas Gus Irfan menutup keterangannya.

Warga Desa Bolo Antusias, Dibantu Anggota Kodim 0724/Boyolali Siapkan Acara Peletakan Batu Pertama Jembatan Garuda

0

Boyolali,TelusuR.ID — Antusiasme warga Desa Bolo, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, terlihat begitu tinggi menyambut rencana pembangunan Jembatan Garuda. Bersama anggota Kodim 0724/Boyolali, masyarakat bahu-membahu menyiapkan segala kebutuhan untuk pelaksanaan acara peletakan batu pertama yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat (29/03/2026)

Kegiatan persiapan ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari perangkat desa hingga warga sekitar. Mereka bersama anggota TNI tampak kompak membersihkan lokasi, menata area acara, serta memastikan segala sesuatunya siap demi kelancaran kegiatan.

Salah satu anggota Kodim 0724/Boyolali Serka Simarmata menyampaikan bahwa keterlibatan masyarakat dalam persiapan ini menjadi bukti kuat adanya semangat gotong royong dan kebersamaan.


“Kami bersama warga saling membantu agar acara peletakan batu pertama bisa berjalan lancar. Ini juga menjadi awal yang baik untuk pembangunan jembatan yang sangat dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.

Warga Desa Bolo mengaku sangat senang dan bersyukur atas rencana pembangunan jembatan tersebut. Selama ini, akses penyeberangan menjadi tantangan tersendiri, terutama saat musim hujan yang sering membahayakan keselamatan.

“Kami sangat antusias, akhirnya akan ada jembatan yang layak. Semoga pembangunan berjalan lancar dan cepat selesai,” ungkap salah satu warga.

Dengan adanya Jembatan Garuda nantinya, diharapkan akses masyarakat menjadi lebih aman dan mudah, terutama bagi anak-anak sekolah serta aktivitas ekonomi warga sehari-hari.
Persiapan yang dilakukan secara bersama-sama ini tidak hanya menunjukkan kesiapan pelaksanaan acara, tetapi juga menjadi simbol kuat sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mendukung pembangunan di wilayah pedesaan.

(Agus Kemplu)

Jacob Ereste : Karya Sastra Penyair Indonesia Yang Religius dan Makna Spiritual

0

Jacob Ereste :
Karya Sastra Penyair Indonesia Yang Religius dan Makna Spiritual

TelusuR.ID – Tiga hari besar keagamaan berlangsung hampir pada waktu yang bersamaan di akhir Maret dan awal April 2026. Perayaan keagamaan ini dirayakan oleh penganutnya masing-masing dengan khidmat dan dipastikan berlangsung aman dan damai. Peristiwa ini menandakan umat beragama di Indonesia menjunjung toleransi cukup tinggi dengan penuh kedamaian.

Penulisan puisi yang mengungkap pengalaman spiritual dari berbagai kalangan umat beragama dari perayaan hari besar keagamaan tersebut, parti menarik serta memiliki nilai-nilai spiritualitas dan religiusitas yang dapat memperkaya khazanah kebatinan untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan. Karena itu Komunitas Satu Pena Jawa Timur yang dibesut oleh Akaha Taufan Aminudin yang juga menjadi Koordinator Himpunan Penulis Pengarang Penyair Nusantara (HP3N) dari Kota Batu Wisata Satra Budaya Jawa Timur, mengajak Webinar baca puisi spiritual setelah Nyepi, Ramadhan, Lebaran dan Pulang Mudik serta Menjelang Paskah.

Penyair Indonesia yang semakin Gandrung pada menulis puisi spiritual dan penuh nuansa religius ini, setidaknya menunjukkan kesadaran serta pemahaman tentang spiritualitas itu penting dan perlu untuk membangun budaya bangsa agar berkontribusi dalam menemukan peradaban dunia yang baru ditengah gemuruh dan gemerataknya teknologi dan arus informasi yang begitu pesat melesat, seakan bersaing dengan rudal balistik Iran yang canggih dan dahsyat itu.

Tradisi dalam puisi religius Indonesia yang sarat muatan spiritual memang sudah ada sejak pujangga lama hingga pujangga baru sampai Republik Penyair dipimpin oleh Presiden Penyair Indonesia, Sutardji Kalzoum Bachri. Meski jauh sebelum itu — di Ngayogyakarta Hadiningrat pada tahun 1970-1980 — telah Republik Penyair Lokal, Presiden Penyair Malioboro yang disandang oleh Ki. Umbu Landu Paranggi. Dan cantrik unggulannya kini yang menjadi penguasa jagat spiritual dengan basis kepenyairannya yang religius dan penuh muatan spiritual itu ialah Kyai Kanjeng Emha Ainun Nadjib yang berhasil melakukan ekspansi ke berbagai daerah, wilayah bahkan kawasan luar dari negara Indonesia seperti Maha Patih Majapahit, Gajah Mada.

Akaha Taufan Aminudin selaku pihak penyelenggara dan pengundang acara baca puisi bernuansa spiritual ini pasti berharap peserta dari berbagai sanggar, padepokan atau bahkan seperti sindikat penyair dari berbagai daerah dan tempat berkenan ikut ambil bagian. Dari keikutsertaan acara webinar pembacaan puisi spiritual ini tentu saja tak cuma sekedar supaya marak dan meriah. Tapi dibalik semua itu acara semacam ini bisa dijadikan forum nostalgia sekalian acara kangen-kangenan, karena seingat saya HP3N dahulu yang digagas dan dimotori oleh penyair Yogya, seperti Redi Panuju, Na’im Emel Prahana, Eddy Lasicra, Fauzi Absal, Joko Pinurbo dan sejumlah penyair lain dari berbagai daerah, seperti Isbedi Setiawan (Lampung) dan kawan-kawan lainnya, perlu untuk disensus ulang. Setidaknya dengan begitu tidak sampai hilang dari catatan sejarah kepenyairan tanah air kita, seperti Ahmadun Yosi Herfanda yang punya karya “Do’a Untuk Yang Tidak Terlihat”. Dorothea Rosa Herliany punya puisi religius berjudul “Magnificat”. Afrizal Malna menulis puisi “Tuhan Ada di Mana-mana. Dan Wahyu Sulaiman Rendra menulis tentang ” Khotbah”, D. Zawawi Imron menulis puisi ” Do’a”. Hingga Danarto dengan karya puisi eksperimentalnya yang penuh simbol menuliskan puisinya berjudul”Abstraksi”.
Dan Ingat penyair Taufik Ismail punya banyak karya puisi religius yang dilantunkan Bimbo diantaranya “Sajadah Panjang” yang meren yang merentang sampai sampai kuburan. Artinya, spiritualitas itu pun hanya akan berakhir berakhir dan tertancap di batu nisan setiap penyair.

Banten, 29 Maret 2026

Babinsa Karangtengah Turun Tangan Percepat Pembangunan KDKMP

0

Wonogiri,TelusuR.ID – Progres pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Karangtengah, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Wonogiri, terus dikebut.

Guna memastikan fasilitas ekonomi kerakyatan tersebut segera rampung, Babinsa Koramil 23/Girimarto turut terjun langsung membantuy warga melakukan pekerjaan fisik, Minggu (28/3/2026).

Salah satunya terlihat saat Serda Dhony, Babinsa setempat, tanpa ragu memegang alat plamir untuk menghaluskan tembok bangunan KDKMP. Kehadirannya di tengah warga bukan sekadar membantu tenaga, namun juga menjadi motor penggerak semangat gotong royong di desa binaannya.

Serda Dhony mengungkapkan bahwa keterlibatannya merupakan bentuk tanggung jawab moral dalam mendukung program pembangunan di wilayah.

“Kami hadir untuk membantu sekaligus memberi semangat kepada warga. Pembangunan KDKMP ini adalah kepentingan bersama, jadi harus kita sukseskan agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Antusiasme warga pun meningkat saat melihat aparat teritorial tersebut bekerja bahu-membahu tanpa sekat. Warga6 mengaku bangga memiliki Babinsa yang selalu hadir dalam setiap kegiatan desa, baik formal maupun kerja bakti fisik.

(Agus Kemplu)