TelusuR.ID

Beranda blog Halaman 75

Gubernur Jateng utus Sekda Provinsi, Buka TMMD Reg 128 di Sragen

0

Sragen, TelusuR.ID – Sumarno, S.E., M.M., Sekda Provinsi Jateng secara resmi membuka dimulainya program TMMD reg 128 tahun 2026 Kodim 0725/Sragen di Lapangan Taman Harmoni Plumbungan, Karangmalang, Sragen. Saat menjadi Inspektur upacara, ia memukul kentongan sebagai tanda dibukanya program TNI Manunggal Membangun Desa Reguler ke – 128 di Kabupaten Sragen. Rabu, 22/04/2026.

Dalam amanat Gubernur Jateng yang dibacakan Sekertaris Daerah Jateng mengatakan “Program TMMD atau TNI Manunggal Membangun Desa merupakan wujud nyata kemanunggalan dan kesengkuyungan antara TNI, Pemerintah Daerah, serta seluruh komponen masyarakat dalam mendukung
pembangunan daerah. Program ini merupakan kolaborasi antara TNI AD, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, serta
Pemerintah Kabupaten/Kota, dengan dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp 33,2 miliar”

“Pada kesempatan ini, saya menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada TNI yang
telah konsisten menyelenggarakan program TMMD selama kurang lebih 45 tahun. Berbagai keberhasilan yang telah dicapai terbukti memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. Program TMMD, baik Reguler maupun Sengkuyung, telah membantu pemerintah dalam mempercepat pembangunan, khususnya di wilayah perdesaan, daerah terisolir, tertinggal, hingga kawasan perkotaan kumuh dan miskin, melalui kegiatan fisik maupun nonfisik”

“Sasaran kegiatan fisik difokuskan pada pembangunan infrastruktur serta sarana dan prasarana dasar masyarakat, guna meningkatkan aksesibilitas wilayah terpencil serta mendorong pertumbuhan ekonomi. Sementara itu, kegiatan nonfisik diarahkan pada peningkatan kesadaran berbangsa dan bernegara serta penguatan ketahanan wilayah, melalui bidang kesehatan, pendidikan, dan bela negara”

“Pelaksanaan TMMD Reguler ke-128 dan Sengkuyung Tahap II Tahun 2026 ini berlangsung mulai tanggal 22 April sampai dengan 21 Mei 2026 secara serentak di seluruh wilayah Jawa Tengah, dengan tema: “TMMD SATUKAN
LANGKAH, MEMBANGUN NEGERI DARI DESA.” Tema ini menegaskan bahwa desa merupakan fondasi utama pembangunan nasional. Dengan membangun desa, kita
dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mengurangi kesenjangan, serta mendorong pemerataan pembangunan”

Gubernur Jateng berharap berharap seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten/Kota bersama Komandan Satgas TMMD dapat melaksanakan program ini secara optimal, sehingga hasilnya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara berkelanjutan. Dengan semangat
kesengkuyungan seluruh komponen bangsa. “saya optimis pelaksanaan TMMD ini akan memberikan kontribusi
positif dalam pembangunan desa dan kelurahan, sekaligus mendukung target penurunan angka kemiskinan Jawa Tengah menjadi 8,70%–8,53% serta pertumbuhan ekonomi sebesar 5,00%–6,00% sebagaimana ditetapkan
dalam RKPD Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026.

Sementara itu Dansatgas TMMD Reg-128 Letkol Inf Dindin Rohidin, S.IP mengatakan bahwa sasaran TMMD secara garis besar ada 2 yaitu sasaran fisik dan non fisik.

“sasaran fisik berupa cor jalan panjang 1.100m, Talud 150m, Rehab RTLH sebanyak 10 unit, pembuatan jamban sehat sebanyak 10 unit dan sarana air bersih ( sumur bor) 1 unit”

“Sasaran Non fisik meliputi penyuluhan Wawasan Kebangsaan, KB-Kes, Stunting, Posyandu dan penyuluhan penyakit tidak menular, Bin Kamtibmas dan bahaya narkoba, Peternakan dan perikanan, Pertanian dan perkebunan serta Bintal/rohani” jelas Dandim.

Selesai upacara, dilanjutkan dengan pembagian 100 paket sembako untuk keluarga anak stunting dan warga prasejahtera serta peletakan batu pertama di titik 0 pengerjaan cor blok jalan.

(Agus Kemplu)

Perkuat Ketahanan Pangan, Desa Sentul Luncurkan Program Kemitraan Ayam Petelur

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Pemerintah Desa Sentul, Kecamatan Tembelang, secara resmi meluncurkan program strategis bertajuk Program Kerakyatan Ketahanan Pangan melalui budidaya ayam petelur. Inisiatif ini dirancang sebagai langkah nyata dalam memperkuat kedaulatan pangan dari tingkat desa.

Kepala Desa Sentul, Misbakhul Arifin, mengungkapkan bahwa program ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan di tingkat rumah tangga. Selain itu, aspek pemenuhan gizi masyarakat menjadi prioritas utama di tengah tantangan ekonomi saat ini.

Langkah ini juga diproyeksikan mampu menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan bagi warga setempat. Dengan mengandalkan potensi lokal, Pemerintah Desa (Pemdes) Sentul optimistis dapat menciptakan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.

Dalam keterangannya, Misbakhul Arifin menjelaskan bahwa program tersebut berfokus pada pemberdayaan kelompok ternak desa. Harapannya, desa mampu menyediakan sumber protein hewani secara mandiri tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pasokan luar.

Pemerintah Desa Sentul menggandeng Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sumber Makmur Sentul sebagai operator utama program ini. BUMDes akan berperan aktif dalam memastikan target-target penguatan ketahanan pangan dapat tercapai sesuai rencana.

Misbakhul merinci ada tiga target utama yang ingin dicapai melalui program ini. Pertama, pemerintah desa ingin memastikan ketersediaan bahan pangan bergizi, khususnya telur, selalu tersedia di wilayah Desa Sentul.

Poin kedua yang menjadi perhatian serius adalah peningkatan kualitas gizi masyarakat melalui konsumsi telur secara rutin. Telur dipilih karena merupakan sumber protein yang terjangkau namun memiliki nilai gizi yang sangat tinggi bagi pertumbuhan.

Selanjutnya, target ketiga adalah memberikan tambahan pendapatan bagi kelompok ternak. Dengan adanya perputaran uang di dalam desa, diharapkan ekonomi kerakyatan akan bergerak lebih dinamis dan mampu menyejahterakan warga.

Sistem yang dijalankan dalam budidaya ayam petelur ini menggunakan skema kemitraan yang transparan. Kerja sama ini melibatkan BUMDes Sumber Makmur Sentul sebagai pemilik program dengan kelompok-kelompok ternak yang ada di desa.

Senada dengan Kepala Desa, Direktur BUMDes Sumber Makmur Sentul menyatakan bahwa pola kemitraan ini merupakan solusi bagi masyarakat. Skema ini dirancang khusus untuk mempermudah warga yang ingin memulai usaha di bidang peternakan.

Direktur BUMDes menjelaskan bahwa pola kemitraan ini memberikan akses kemudahan bagi pemula atau peternak skala kecil. Warga tidak perlu khawatir mengenai kendala teknis yang sering menghantui para peternak baru di awal usahanya.

BUMDes memastikan para mitra akan mendapatkan akses teknologi peternakan serta bimbingan teknis secara berkala. Hal ini dilakukan guna menjaga produktivitas telur dan kesehatan unggas agar tetap terjaga dengan standar yang baik.

Tidak hanya soal teknis budidaya, BUMDes juga memberikan jaminan pasar yang stabil bagi para mitra. Kepastian harga jual menjadi salah satu faktor kunci agar peternak rakyat tidak merugi akibat fluktuasi harga di pasar bebas.

Direktur BUMDes Sumber Makmur Sentul, Yani Pujo A, secara terbuka mengajak seluruh rakyat Desa Sentul untuk tidak ragu menjadi peternak unggas. Ia memberikan semangat bahwa peternakan adalah sektor yang sangat prospektif untuk dikembangkan.

“Beternak ayam petelur merupakan peluang usaha yang sangat menjanjikan dan akan membuka lapangan kerja baru,” ungkap Yani Pujo dalam keterangannya usai acara launching program tersebut dikutip Telusur.id, Rabu (22/4/2026).

Ia menutup sambutannya dengan menegaskan bahwa para mitra adalah pelopor budidaya ayam petelur yang berkelanjutan. Program ini diharapkan menjadi tonggak sejarah bagi Desa Sentul dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, cerdas, dan sejahtera.

PKS Jatim Gelar Bimtekda, Perkuat Kapasitas 109 Legislator demi Wujudkan Jawa Timur Maju

0
Caption Foto: Ketua DPW PKS Jawa Timur, Bagus Prasetia Lelana, saat memberikan sambutan dalam Bimbingan Teknis Daerah (Bimtekda) yang diikuti seluruh anggota legislatif PKS se-Jatim. (Foto: PKS for FJN)

SURABAYA, TELUSUR.ID – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Timur menggelar agenda besar Bimbingan Teknis Daerah (Bimtekda) bagi seluruh anggota legislatifnya. Acara yang berlangsung pada 20 April 2026 ini menjadi momentum krusial bagi penguatan kapasitas wakil rakyat.

Kegiatan ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan ajang konsolidasi besar-besaran bagi para legislator PKS dari berbagai tingkatan. Atmosfer semangat perubahan terasa kental sepanjang acara yang dipusatkan di Surabaya tersebut.

Hadir dalam pembukaan acara, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak yang memberikan apresiasi atas langkah strategis PKS. Kehadiran orang nomor dua di Jatim ini menunjukkan sinergi yang kuat antara eksekutif dan legislatif.

Tak hanya dihadiri jajaran petinggi daerah, Bimtekda ini juga diikuti oleh anggota DPR RI Fraksi PKS asal daerah pemilihan Jawa Timur. Kehadiran mereka memberikan bobot strategis dalam sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah.

Seluruh anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi PKS pun tampak memenuhi kursi peserta. Mereka bergabung bersama rekan sejawat dari DPRD di 38 kabupaten/kota yang tersebar di seluruh pelosok Jawa Timur.

Ketua DPW PKS Jawa Timur, Bagus Prasetia Lelana, dalam pidatonya menekankan pentingnya kualitas dan integritas. Menurutnya, legislator PKS harus menjadi teladan dalam menjalankan amanah sebagai pejabat publik yang transparan.

“Sebagai pejabat publik, kita tidak hanya dituntut bersih dan profesional, tetapi juga harus memiliki jiwa kenegaraan,” tegas Bagus di hadapan ratusan peserta, dikutip Telusur, Selasa (21/4). Ia menilai aspek moralitas adalah kunci utama dalam melayani masyarakat.

Bagus menambahkan bahwa jiwa kenegaraan merupakan fondasi utama dalam menjalankan tugas-tugas pelayanan. Tanpa nilai tersebut, fungsi pengawasan dan penganggaran di parlemen tidak akan berjalan maksimal untuk kepentingan rakyat.

Caption Foto: Ketua DPW PKS Jawa Timur, Bagus Prasetia Lelana, saat memberikan sambutan dalam Bimbingan Teknis Daerah (Bimtekda) yang diikuti seluruh anggota legislatif PKS se-Jatim. (Foto: PKS for FJN)

Bimtekda ini dirancang untuk menyamakan visi serta meningkatkan kompetensi para legislator. Hal ini bertujuan agar mereka mampu menjawab tantangan pembangunan di Jawa Timur yang semakin kompleks dan dinamis.

Dalam pandangan Bagus, wakil rakyat PKS harus mampu menjadi bagian dari solusi konkret. Fokus utamanya adalah mewujudkan pemerintahan yang bersih serta memberikan pelayanan publik yang berkualitas dan berkeadilan.

“Tema Bimtekda kali ini kita arahkan pada sinkronisasi Asta Cita dengan visi Jawa Timur Maju,” jelas Bagus. Langkah ini diambil agar kebijakan pembangunan nasional dan daerah dapat terakomodasi dengan baik di tingkat lokal.

Artinya, setiap anggota dewan diinstruksikan untuk memahami arah kebijakan pembangunan secara mendalam. Mereka diharapkan mampu mengimplementasikan visi tersebut di daerah pemilihannya masing-masing dengan cara yang inovatif.

Partisipasi peserta dalam kegiatan ini tercatat sangat tinggi, yang mencerminkan soliditas partai. Dari total 109 anggota legislatif PKS di Jawa Timur, tercatat sebanyak 107 orang hadir mengikuti seluruh rangkaian materi.

Bagus menjelaskan bahwa dua anggota lainnya berhalangan hadir karena alasan yang sangat mendasar. Satu orang anggota dikabarkan telah wafat, sementara seorang lainnya tengah menunaikan ibadah haji di tanah suci.

“Ini menunjukkan komitmen yang kuat dari seluruh anggota dewan PKS untuk terus belajar,” imbuh Bagus. Ia sangat mengapresiasi dedikasi para kader yang bersedia terus meningkatkan kapasitas diri di tengah kesibukan mereka.

Sebagai penutup, Bagus menekankan empat karakter utama yang wajib dimiliki legislator PKS: bersih, peduli, profesional, dan berjiwa negarawan. Nilai-nilai inilah yang akan terus diperjuangkan untuk membangun kepercayaan publik yang lebih luas.

 

Perangi Narkoba di Lingkungan Sekolah, Polres Jombang Bekali Siswa Benteng Pertahanan Diri

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Jombang semakin agresif dalam memutus rantai peredaran narkotika yang mengincar kalangan remaja. Langkah preventif ini dilakukan melalui edukasi langsung ke sekolah-sekolah untuk memastikan generasi muda tetap bersih dari jeratan barang haram.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa, 21 April 2026 ini menyasar dua lembaga pendidikan di Desa Genukwatu, Kecamatan Ngoro. Para siswa di MTs Bahrul Ulum dan MAN 5 Jombang menjadi target utama dalam penanaman pemahaman mengenai bahaya laten narkotika.

Hadir sebagai motor penggerak edukasi, Aiptu Ahadin Mintarum dari Satresnarkoba Polres Jombang memaparkan fakta-fakta mengkhawatirkan terkait peredaran gelap narkoba. Ia menekankan bahwa pelajar kini menjadi target rentan yang harus segera dibekali pengetahuan yang mumpuni.

Dalam paparannya, Aiptu Ahadin mengupas tuntas berbagai modus operandi pengedar yang seringkali menyasar anak usia sekolah. Edukasi ini bertujuan agar siswa tidak mudah tertipu oleh bujuk rayu yang mengarah pada penyalahgunaan zat terlarang tersebut.

Selain mengenalkan jenis-jenis narkotika terbaru, narasumber juga membeberkan efek kerusakan permanen pada saraf otak manusia. Hal ini ditegaskan sebagai peringatan keras bahwa sekali mencoba narkoba, maka masa depan taruhannya.

“Pencegahan harus dimulai dari kesadaran individu. Penting bagi generasi muda untuk memiliki mentalitas yang kuat agar tidak terjerumus dalam lubang hitam penyalahgunaan narkotika,” ungkap Aiptu Ahadin dengan tegas dikutip Telusur.id

Para siswa pun didorong untuk menjadi agen perubahan di lingkungannya masing-masing. Mereka diajak untuk memiliki keberanian dalam menolak tawaran narkoba serta aktif melaporkan jika melihat ada aktivitas mencurigakan di sekitar mereka.

Pihak kepolisian juga memperkenalkan jalur komunikasi darurat melalui Call Center 110. Fasilitas ini disiapkan agar masyarakat, termasuk para pelajar, dapat berperan aktif dalam pencegahan narkoba dengan melaporkan aduan secara cepat dan tepat.

Di tempat terpisah, Kasat Resnarkoba Polres Jombang, Iptu Bowo Tri Kuncoro, menyatakan bahwa sosialisasi ini adalah bagian dari komitmen besar Polri. Fokus utamanya adalah membangun sistem pertahanan dini di tingkat sekolah atau early warning system.

Iptu Bowo menilai bahwa edukasi preventif jauh lebih efektif dibandingkan penindakan hukum semata. Dengan memberikan pemahaman yang kuat, ruang gerak para pengedar di lingkungan pendidikan diharapkan dapat dipersempit hingga benar-benar hilang.

“Pelajar adalah aset bangsa yang tidak boleh terkontaminasi narkoba. Melalui edukasi ini, kami ingin mereka memiliki pemahaman yang tajam sehingga otomatis menolak segala bentuk peredaran narkoba,” tutur Iptu Bowo.

Strategi pencegahan ini tidak hanya dilakukan secara internal oleh kepolisian, namun juga melibatkan sinergi lintas sektor. Polres Jombang merangkul pihak sekolah untuk rutin memantau perilaku siswa guna mendeteksi dini indikasi penyalahgunaan zat kimia berbahaya.

Kegiatan ini pun semakin diperkuat dengan kolaborasi bersama PWI Jombang melalui program “PWI Jombang Goes to School and Campus”. Sinergi ini memadukan antara kampanye anti-narkoba dengan penguatan literasi informasi bagi kalangan milenial.

Ketua PWI Jombang, Muhammad Mufid, menambahkan bahwa literasi digital yang baik juga berperan dalam pencegahan narkoba. Banyak peredaran narkoba saat ini dilakukan melalui transaksi di dunia maya yang sulit terdeteksi tanpa kecerdasan digital.

“Kami ingin pelajar tidak hanya cerdas bermedia sosial, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap isu-isu krusial. Kesadaran akan bahaya narkoba adalah salah satu literasi hidup yang wajib dikuasai,” jelas Mufid.

Melalui upaya kolaboratif ini, Polres Jombang berharap angka penyalahgunaan narkoba di tingkat pelajar dapat ditekan hingga titik nol. Sinergi antara kepolisian, insan pers, dan dunia pendidikan menjadi kunci utama dalam mewujudkan Jombang yang bersih dari narkoba.

Dari Jombang, Astika Kobarkan Semangat Kartini untuk Perempuan Tangguh dan Melek Digital

0

JOMBANG, TelusuR.ID – Sosok perempuan tangguh dan inspiratif hadir dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Ia adalah Astika Cendhana Wangi, S.STP., M.Si., yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bidang Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Publik pada Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jombang.

Alumni STPDN Angkatan XIV yang lulus pada tahun 2006 ini dikenal sebagai pribadi yang penuh semangat, berdedikasi tinggi, serta aktif mendorong profesionalisme di bidang informasi, teknologi, dan komunikasi publik.

Dalam momentum peringatan Hari Kartini pada 21 April 2026, Astika membagikan pandangan inspiratifnya tentang peran perempuan di era modern. Baginya, semangat perjuangan R.A. Kartini tetap relevan dan menjadi fondasi penting dalam mendorong kesetaraan serta kemajuan perempuan di berbagai sektor.

“Perjuangan Kartini bukan sekadar emansipasi, tetapi juga tentang keberanian berpikir maju, melampaui batas, dan memperjuangkan akses pendidikan serta kesetaraan,” ungkapnya.

Sebagai perempuan sekaligus pejabat publik, Astika memaknai semangat Kartini sebagai energi untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat. Ia meyakini bahwa perempuan mampu berperan besar dalam pembangunan tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya dan jati diri.

Inspirasi terbesar dalam hidupnya datang dari sosok ibunya, seorang guru sekolah dasar yang menanamkan nilai keteguhan, keikhlasan, dan pentingnya pendidikan sejak dini. Selain itu, berbagai tokoh perempuan nasional turut memperkaya perspektifnya dalam kepemimpinan dan integritas.

Di tengah dinamika birokrasi, Astika melihat tantangan sebagai peluang untuk tumbuh dan membuktikan kapasitas perempuan. Dengan kerja keras, konsistensi, serta dukungan keluarga dan lingkungan, ia optimistis perempuan mampu terus melangkah maju dan berdaya saing tinggi.

Menurutnya, perempuan memiliki keunggulan dalam membangun perspektif yang inklusif, empati sosial yang kuat, serta kemampuan komunikasi yang efektif—modal penting dalam merumuskan kebijakan publik yang berdampak luas.

“Kesempatan bagi perempuan di birokrasi kini semakin terbuka. Ini adalah momentum untuk terus meningkatkan kualitas dan memperluas peran di posisi strategis,” jelasnya.

Astika juga menilai bahwa kepemimpinan perempuan membawa pendekatan yang humanis, kolaboratif, dan detail-oriented, yang sangat relevan dengan kebutuhan tata kelola pemerintahan modern.

Di Kabupaten Jombang sendiri, perkembangan kesetaraan gender menunjukkan tren yang positif. Berbagai program pemberdayaan terus digalakkan, mulai dari pelatihan keterampilan, penguatan UMKM perempuan, hingga peningkatan akses pendidikan dan layanan kesehatan.

Upaya perlindungan terhadap perempuan pun semakin diperkuat melalui regulasi, layanan pengaduan, serta pendampingan yang berkelanjutan. Menurut Astika, langkah-langkah ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan yang lebih adil dan inklusif.

“Inovasi dan kolaborasi menjadi kunci. Ketika pemerintah, organisasi, dan masyarakat bersinergi, program pemberdayaan perempuan akan lebih efektif dan tepat sasaran,” tegasnya.

Sejumlah inisiatif juga terus dikembangkan, seperti pelatihan digital bagi perempuan, pemberdayaan ekonomi berbasis keluarga, hingga penguatan peran perempuan dalam komunitas.

Di akhir pernyataannya, Astika memberikan pesan penuh semangat kepada generasi muda perempuan, khususnya di Jombang, untuk terus percaya diri dan berani mengejar mimpi.

“Jangan pernah ragu untuk melangkah. Setiap proses adalah bagian dari pembentukan diri. Perempuan muda hari ini adalah pemimpin masa depan,” pesannya.

Ia juga menekankan pentingnya penguasaan pendidikan, keterampilan, serta adaptasi teknologi di era digital, tanpa melupakan nilai budaya dan kearifan lokal sebagai identitas.

Menutup perbincangan, Astika berharap perempuan di Kabupaten Jombang semakin mandiri, berkualitas, dan berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah.

“Saya ingin bisa memberi manfaat, menginspirasi, dan membuka jalan bagi generasi perempuan berikutnya,” pungkasnya dengan penuh optimisme.

Wujudkan Keadilan Tanpa Batas, Squad Nusantara Jatim dan Squad Law Firm Gelar Penyuluhan Hukum di Lapas Kelas IIB Pasuruan*

0

PASURUAN, TelusuR.ID – Upaya memperkuat akses keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat terus digaungkan. Kali ini, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Squad Nusantara Jawa Timur bersama Squad Law Firm menggelar kegiatan penyuluhan hukum sekaligus pemberian bantuan hukum bagi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasuruan.

Kegiatan yang mengusung tema “Integrasi Bantuan Hukum dan Pemenuhan Hak Narapidana: Kolaborasi Menuju Pemasyarakatan yang Berkeadilan” ini menjadi langkah strategis dalam memastikan hak-hak hukum warga binaan tetap terpenuhi selama menjalani masa pembinaan.

Ketua Bidang Hukum dan HAM DPW Squad Nusantara Jawa Timur sekaligus Managing Partner Squad Law Firm, Adv. Moch. Choliq Al Muchlis, S.HI., MH., CPM., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen nyata dalam menjembatani kesenjangan akses informasi hukum di lingkungan pemasyarakatan.

> “Negara hukum yang ideal adalah negara yang menjamin setiap warga negara, tanpa terkecuali, memperoleh perlindungan dan kepastian hukum. Warga binaan tetap memiliki hak yang dilindungi undang-undang. Kami hadir untuk memastikan hak tersebut terpenuhi, mulai dari pemahaman proses hukum hingga akses terhadap bantuan hukum yang profesional dan berintegritas,” ujarnya.

Penyuluhan hukum ini mencakup berbagai materi penting, antara lain pemahaman prosedur hukum lanjutan, edukasi terkait proses hukum yang sedang berjalan, serta layanan konsultasi hukum bagi warga binaan yang membutuhkan pendampingan lebih lanjut.

Sementara itu, Senior Partner Squad Law Firm, Galang Putra Prandja, S.H., M.Kn., menekankan bahwa profesionalitas menjadi fondasi utama dalam pemberian bantuan hukum.

> “Bantuan hukum adalah instrumen keadilan. Kami menjunjung tinggi standar profesionalisme dalam setiap proses pendampingan. Sinergi dengan pihak Lapas menjadi kunci dalam menciptakan sistem pemasyarakatan yang humanis dan berkeadilan, sebagaimana diamanatkan konstitusi,” tegasnya.

Melalui kolaborasi antara DPW Squad Nusantara Jawa Timur, Squad Law Firm, dan Lapas Kelas IIB Pasuruan, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model percontohan bagi program bantuan hukum di berbagai daerah. Selain itu, inisiatif ini juga memperkuat peran organisasi masyarakat dan praktisi hukum dalam mendukung keberhasilan reintegrasi sosial warga binaan di Indonesia.

Semangat Gotong Royong Menggema, Pengecoran Tiang Angkur Jembatan Gantung Garuda di Bolo Kian Dikebut

0

Boyolali ,TelusuR.ID — Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Desa Bolo, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali terus menunjukkan progres menggembirakan. Pada Selasa (21/04/2026), proses pengecoran tiang angkur dilakukan dengan penuh semangat oleh para pekerja bersama warga setempat. Di tengah terik matahari, aktivitas di lokasi proyek tampak begitu hidup, mencerminkan kuatnya kebersamaan dan tekad untuk segera menghadirkan akses penghubung yang aman dan layak bagi masyarakat.

Pengecoran tiang angkur ini merupakan tahap krusial dalam pembangunan jembatan gantung, karena berfungsi sebagai penopang utama kekuatan struktur kabel jembatan. Dengan menggunakan peralatan sederhana dan dukungan mesin molen, adukan beton disiapkan secara bergantian, lalu dituangkan ke dalam bekisting yang telah dirangkai dengan kokoh. Setiap detail pekerjaan dilakukan dengan cermat demi memastikan kualitas bangunan tetap terjaga.

Keterlibatan warga dalam proses ini menjadi pemandangan yang menginspirasi. Tanpa pamrih, mereka bahu-membahu membantu, mulai dari mengangkut material hingga mendukung kelancaran pekerjaan di lapangan. Semangat gotong royong yang terbangun tidak hanya mempercepat proses pembangunan, tetapi juga mempererat hubungan sosial antarwarga.

Keberadaan Jembatan Gantung Garuda nantinya diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah, mempermudah akses ekonomi, serta menunjang aktivitas sehari-hari masyarakat. Dengan progres yang terus berjalan, harapan besar pun tumbuh agar jembatan ini segera rampung dan menjadi simbol kemajuan serta kebersamaan warga Desa Bolo.

 

(Agus Kemplu)

Pengecekan Balita dan Lansia Diharapkan Mampu Turunkan Angka Stunting dan Wujudkan Lansia Sehat  

0

Sragen, TelusuR.ID – Pengecekan kesehatan balita dan lansia secara rutin diharapkan mampu menurunkan angka stunting sekaligus mewujudkan lansia yang sehat dan produktif di Posyandu Flamboyan Dk.Giren 15 Desa Girimargo Kec.Miri. Babinsa Koramil 16/Miri Kodim 0725/Sragen Sertu Adi aktif mendampingi kegiatan Posyandu, Selasa (20/04/2026).

Kegiatan posyandu meliputi penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, lingkar kepala, dan lingkar lengan balita untuk memantau tumbuh kembang. Untuk lansia, dilakukan pengecekan tensi, gula darah, kolesterol, serta skrining kesehatan dasar.

“Pengecekan ini diharapkan mampu menurunkan angka stunting di desa binaan. Kalau ada balita yang berat badannya kurang atau tingginya tidak sesuai umur, bisa langsung kita intervensi dengan pemberian makanan tambahan dan edukasi ke orang tua,” jelas Adi saat mendampingi bidan desa.

Tak hanya balita, lansia juga jadi prioritas. “Untuk lansia, pengecekan rutin diharapkan mampu menjaga mereka tetap sehat, mandiri, dan tidak cepat sakit. Kita juga ajak senam ringan biar tetap bugar,” tambahnya.

Babinsa bersama kader posyandu dan bidan desa juga memberikan edukasi gizi seimbang, pentingnya ASI eksklusif, dan pola hidup bersih sehat. Data hasil pengecekan dilaporkan ke puskesmas untuk ditindaklanjuti.Warga menyambut baik kegiatan ini.

Dengan pengecekan balita dan lansia yang konsisten, diharapkan angka stunting di wilayah binaan terus turun dan tercipta lansia yang sehat, aktif, serta tetap produktif.

 

(Agus Kemplu)

Implementasikan Bintahwil, Babinsa Joyoyakan Motivasi Pelaku UMKM Pedagang Sepeda 

0

Surakarta, TelusuR.ID – Dalam rangka melaksanakan Pembinaan Teritorial (Binter) dan implementasikan Pembinaan Pertahanan (Bintahwil) di wilayah binaan, Babinsa Jayontakan Koramil 03/Serengan Kodim 0735/Surakarta Serka Sudiyono datangi dan Motivasi Bapak Jupri pelaku UMKM yang keseharian berjualan Sepeda dan sekaligus bengkel sepeda

di Jln. Bonang 1. Joyontakan Serengan Kota Surakarta, Selasa 21 April 2026 Pukul 09.00 Wib.

Bintahwil ini merupakan salah satu tujuan Babinsa untuk menciptakan dan menjalin keakraban, keharmonisan serta kekompakan sekaligus memotivasi dengan pelaku UMKM pedagang Sepeda lebih semangat mencari rejeki untuk mencukupi kebutuhan keluarganya, dan lebih pentingnya menjalin silahturahmi dengan warga binaannya, sehingga bisa lebih dekat dan mengetahui langsung setiap keluhan warga binaannya,dan mempermudah Babinsa mendapatkan informasi situasi yang berkembang di wilayah binaannya, ungkap Serka Sudiyono

Melalui kegiatan ini merupakan interaksi secara langsung dengan masyarakat terutama dengan warga binaan dan aparat pemerintah di wilayah. Hal inilah yang dilakukan untuk menjalin rasa keakraban serta kebersamaan yang baik dengan masyarakat di wilayah binaan. Di samping itu juga, Kegiatan merupakan cerminan kemanunggalan TNI Rakyat, khususnya Babinsa kepada masyarakat di wilayah binaanya,” Tegasnya

 

(Agus Kemplu)

Tabir Gelap Mayat di Sungai Megaluh Terungkap: Motif Cemburu Buta Berujung Maut

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Misteri penemuan jenazah laki-laki di aliran sungai wilayah Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, akhirnya menemui titik terang. Kepolisian Resor Jombang berhasil mengungkap identitas korban sekaligus membekuk pelaku pembunuhan yang sempat menggegerkan warga setempat tersebut.

Dalam konferensi pers yang digelar di lobi Satreskrim Polres Jombang, Selasa (21/4/2026), polisi memastikan bahwa pria tersebut merupakan korban pembunuhan berencana. Kasus ini dipicu oleh motif asmara, yakni rasa cemburu mendalam yang dirasakan oleh pelaku terhadap korban.

Identitas korban yang sebelumnya tidak diketahui kini telah terungkap, yakni Anang Sularso (33), seorang warga Dusun Bogem Utara, Desa Bogem, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri. Kepastian identitas ini menjadi kunci awal bagi polisi untuk menelusuri jejak pelaku yang juga berasal dari wilayah yang sama.

Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil autopsi, ditemukan sejumlah luka mematikan akibat benda tajam pada wajah dan leher korban. Penyebab utama kematian adalah luka robek di leher yang memutus pembuluh darah utama.

Menindaklanjuti temuan tersebut, polisi menetapkan Slamet Mahmudi (43) sebagai tersangka utama. Tak sendirian, polisi juga mengamankan Mohammad Abdul Mutolib (36) yang diduga kuat berperan membantu tersangka untuk membuang barang bukti guna menghilangkan jejak kejahatan.

Berdasarkan hasil penyelidikan, tersangka Slamet mengaku nekat menghabisi nyawa korban karena tersulut api cemburu. Ia merasa tidak terima lantaran korban diduga sedang mendekati seorang perempuan yang merupakan pasangan dari sang tersangka.

Peristiwa berdarah ini nyatanya tidak terjadi di Jombang, melainkan di Dusun Bangi, Desa Woromarto, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri. Saat itu, antara korban dan pelaku yang sebenarnya berteman baik, sempat keluar bersama dan mengonsumsi minuman keras.

Tersangka menjemput korban di rumahnya menggunakan sepeda motor, namun di tengah perjalanan terjadi cekcok hebat. Pertengkaran yang dipicu dendam asmara itu berujung pada aksi kekerasan fatal menggunakan senjata tajam yang telah dibawa oleh tersangka.

“Antara korban dan pelaku ini sebenarnya berteman. Mereka sempat bersama, namun terjadi perselisihan hingga berujung pada aksi pembunuhan,” ungkap AKP Dimas Robin Alexander di hadapan awak media dikutip Telusur.id, Selasa (21/4/2026).

Usai melakukan aksi kejinya, tersangka bercerita kepada rekannya dan merencanakan pembuangan jasad ke sungai. Korban dibuang ke sungai di wilayah Kediri, namun derasnya arus membawa jasad tersebut hanyut hingga akhirnya tersangkut di wilayah Megaluh, Jombang.

Tak hanya jasad, pelaku juga berusaha menghilangkan jejak dengan membuang sepeda motor dan telepon genggam milik korban ke Sungai Brantas di wilayah Kecamatan Kras, Kediri. Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan pencarian intensif terhadap barang bukti tersebut di tengah derasnya arus sungai.

Polisi menyebutkan bahwa meski aksi ini terjadi secara spontan saat cekcok, tersangka diketahui sudah membawa senjata tajam yang dibelinya seminggu sebelumnya. Senjata tersebut diakui tersangka selalu dibawa ke mana pun ia pergi, termasuk saat menjemput korban.

Atas perbuatannya, pelaku utama dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. Polisi juga melapisi dakwaan dengan Pasal 468 ayat 2 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian.

Sebelumnya, warga Dusun Paras, Desa Turipinggir, Kecamatan Megaluh, digemparkan oleh penemuan jasad pria tanpa busana pada Minggu (12/4/2026) siang. Jasad ditemukan pertama kali oleh seorang petani dalam kondisi tersangkut di cor pembatas sungai Sekunder Turi Baru.

Saat ditemukan, kondisi jasad masih relatif baru dengan luka menganga di bagian leher yang sangat parah. Penemuan inilah yang kemudian menjadi pintu masuk bagi jajaran Polres Jombang untuk mengungkap tabir pembunuhan lintas wilayah yang didasari rasa cemburu tersebut.