PKS Jatim Gelar Bimtekda, Perkuat Kapasitas 109 Legislator demi Wujudkan Jawa Timur Maju

0
3 views
Caption Foto: Ketua DPW PKS Jawa Timur, Bagus Prasetia Lelana, saat memberikan sambutan dalam Bimbingan Teknis Daerah (Bimtekda) yang diikuti seluruh anggota legislatif PKS se-Jatim. (Foto: PKS for FJN)
Bagikan :

SURABAYA, TELUSUR.ID – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Timur menggelar agenda besar Bimbingan Teknis Daerah (Bimtekda) bagi seluruh anggota legislatifnya. Acara yang berlangsung pada 20 April 2026 ini menjadi momentum krusial bagi penguatan kapasitas wakil rakyat.

Kegiatan ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan ajang konsolidasi besar-besaran bagi para legislator PKS dari berbagai tingkatan. Atmosfer semangat perubahan terasa kental sepanjang acara yang dipusatkan di Surabaya tersebut.

Hadir dalam pembukaan acara, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak yang memberikan apresiasi atas langkah strategis PKS. Kehadiran orang nomor dua di Jatim ini menunjukkan sinergi yang kuat antara eksekutif dan legislatif.

Tak hanya dihadiri jajaran petinggi daerah, Bimtekda ini juga diikuti oleh anggota DPR RI Fraksi PKS asal daerah pemilihan Jawa Timur. Kehadiran mereka memberikan bobot strategis dalam sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah.

Seluruh anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi PKS pun tampak memenuhi kursi peserta. Mereka bergabung bersama rekan sejawat dari DPRD di 38 kabupaten/kota yang tersebar di seluruh pelosok Jawa Timur.

Ketua DPW PKS Jawa Timur, Bagus Prasetia Lelana, dalam pidatonya menekankan pentingnya kualitas dan integritas. Menurutnya, legislator PKS harus menjadi teladan dalam menjalankan amanah sebagai pejabat publik yang transparan.

“Sebagai pejabat publik, kita tidak hanya dituntut bersih dan profesional, tetapi juga harus memiliki jiwa kenegaraan,” tegas Bagus di hadapan ratusan peserta, dikutip Telusur, Selasa (21/4). Ia menilai aspek moralitas adalah kunci utama dalam melayani masyarakat.

Bagus menambahkan bahwa jiwa kenegaraan merupakan fondasi utama dalam menjalankan tugas-tugas pelayanan. Tanpa nilai tersebut, fungsi pengawasan dan penganggaran di parlemen tidak akan berjalan maksimal untuk kepentingan rakyat.

Caption Foto: Ketua DPW PKS Jawa Timur, Bagus Prasetia Lelana, saat memberikan sambutan dalam Bimbingan Teknis Daerah (Bimtekda) yang diikuti seluruh anggota legislatif PKS se-Jatim. (Foto: PKS for FJN)

Bimtekda ini dirancang untuk menyamakan visi serta meningkatkan kompetensi para legislator. Hal ini bertujuan agar mereka mampu menjawab tantangan pembangunan di Jawa Timur yang semakin kompleks dan dinamis.

Dalam pandangan Bagus, wakil rakyat PKS harus mampu menjadi bagian dari solusi konkret. Fokus utamanya adalah mewujudkan pemerintahan yang bersih serta memberikan pelayanan publik yang berkualitas dan berkeadilan.

“Tema Bimtekda kali ini kita arahkan pada sinkronisasi Asta Cita dengan visi Jawa Timur Maju,” jelas Bagus. Langkah ini diambil agar kebijakan pembangunan nasional dan daerah dapat terakomodasi dengan baik di tingkat lokal.

Artinya, setiap anggota dewan diinstruksikan untuk memahami arah kebijakan pembangunan secara mendalam. Mereka diharapkan mampu mengimplementasikan visi tersebut di daerah pemilihannya masing-masing dengan cara yang inovatif.

Partisipasi peserta dalam kegiatan ini tercatat sangat tinggi, yang mencerminkan soliditas partai. Dari total 109 anggota legislatif PKS di Jawa Timur, tercatat sebanyak 107 orang hadir mengikuti seluruh rangkaian materi.

Bagus menjelaskan bahwa dua anggota lainnya berhalangan hadir karena alasan yang sangat mendasar. Satu orang anggota dikabarkan telah wafat, sementara seorang lainnya tengah menunaikan ibadah haji di tanah suci.

“Ini menunjukkan komitmen yang kuat dari seluruh anggota dewan PKS untuk terus belajar,” imbuh Bagus. Ia sangat mengapresiasi dedikasi para kader yang bersedia terus meningkatkan kapasitas diri di tengah kesibukan mereka.

Sebagai penutup, Bagus menekankan empat karakter utama yang wajib dimiliki legislator PKS: bersih, peduli, profesional, dan berjiwa negarawan. Nilai-nilai inilah yang akan terus diperjuangkan untuk membangun kepercayaan publik yang lebih luas.

 

Tinggalkan Balasan