JOMBANG, TELUSUR.ID – Pemerintah Desa Sentul, Kecamatan Tembelang, secara resmi meluncurkan program strategis bertajuk Program Kerakyatan Ketahanan Pangan melalui budidaya ayam petelur. Inisiatif ini dirancang sebagai langkah nyata dalam memperkuat kedaulatan pangan dari tingkat desa.
Kepala Desa Sentul, Misbakhul Arifin, mengungkapkan bahwa program ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan di tingkat rumah tangga. Selain itu, aspek pemenuhan gizi masyarakat menjadi prioritas utama di tengah tantangan ekonomi saat ini.
Langkah ini juga diproyeksikan mampu menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan bagi warga setempat. Dengan mengandalkan potensi lokal, Pemerintah Desa (Pemdes) Sentul optimistis dapat menciptakan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.
Dalam keterangannya, Misbakhul Arifin menjelaskan bahwa program tersebut berfokus pada pemberdayaan kelompok ternak desa. Harapannya, desa mampu menyediakan sumber protein hewani secara mandiri tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pasokan luar.
Pemerintah Desa Sentul menggandeng Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sumber Makmur Sentul sebagai operator utama program ini. BUMDes akan berperan aktif dalam memastikan target-target penguatan ketahanan pangan dapat tercapai sesuai rencana.
Misbakhul merinci ada tiga target utama yang ingin dicapai melalui program ini. Pertama, pemerintah desa ingin memastikan ketersediaan bahan pangan bergizi, khususnya telur, selalu tersedia di wilayah Desa Sentul.

Poin kedua yang menjadi perhatian serius adalah peningkatan kualitas gizi masyarakat melalui konsumsi telur secara rutin. Telur dipilih karena merupakan sumber protein yang terjangkau namun memiliki nilai gizi yang sangat tinggi bagi pertumbuhan.
Selanjutnya, target ketiga adalah memberikan tambahan pendapatan bagi kelompok ternak. Dengan adanya perputaran uang di dalam desa, diharapkan ekonomi kerakyatan akan bergerak lebih dinamis dan mampu menyejahterakan warga.
Sistem yang dijalankan dalam budidaya ayam petelur ini menggunakan skema kemitraan yang transparan. Kerja sama ini melibatkan BUMDes Sumber Makmur Sentul sebagai pemilik program dengan kelompok-kelompok ternak yang ada di desa.
Senada dengan Kepala Desa, Direktur BUMDes Sumber Makmur Sentul menyatakan bahwa pola kemitraan ini merupakan solusi bagi masyarakat. Skema ini dirancang khusus untuk mempermudah warga yang ingin memulai usaha di bidang peternakan.
Direktur BUMDes menjelaskan bahwa pola kemitraan ini memberikan akses kemudahan bagi pemula atau peternak skala kecil. Warga tidak perlu khawatir mengenai kendala teknis yang sering menghantui para peternak baru di awal usahanya.
BUMDes memastikan para mitra akan mendapatkan akses teknologi peternakan serta bimbingan teknis secara berkala. Hal ini dilakukan guna menjaga produktivitas telur dan kesehatan unggas agar tetap terjaga dengan standar yang baik.
Tidak hanya soal teknis budidaya, BUMDes juga memberikan jaminan pasar yang stabil bagi para mitra. Kepastian harga jual menjadi salah satu faktor kunci agar peternak rakyat tidak merugi akibat fluktuasi harga di pasar bebas.
Direktur BUMDes Sumber Makmur Sentul, Yani Pujo A, secara terbuka mengajak seluruh rakyat Desa Sentul untuk tidak ragu menjadi peternak unggas. Ia memberikan semangat bahwa peternakan adalah sektor yang sangat prospektif untuk dikembangkan.
“Beternak ayam petelur merupakan peluang usaha yang sangat menjanjikan dan akan membuka lapangan kerja baru,” ungkap Yani Pujo dalam keterangannya usai acara launching program tersebut dikutip Telusur.id, Rabu (22/4/2026).
Ia menutup sambutannya dengan menegaskan bahwa para mitra adalah pelopor budidaya ayam petelur yang berkelanjutan. Program ini diharapkan menjadi tonggak sejarah bagi Desa Sentul dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, cerdas, dan sejahtera.



