TelusuR.ID

Beranda blog Halaman 74

Atasi TPA Overload, Kodim 0735/Ska Gerakkan Strategi Integratif Kelola Sampah di Kota Surakarta

0

Surakarta,TelusuR.ID – ​Kota Surakarta saat ini menghadapi tantangan serius terkait manajemen limbah padat. Fokus utama tertuju pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, yang telah melampaui kapasitas idealnya (overload).

Berdasarkan data riset lingkungan, komposisi sampah harian di Surakarta didominasi oleh sampah organik yang mencapai kisaran 60-70%, sementara sisanya merupakan sampah anorganik seperti plastik dan kertas. Volume sampah yang masuk ke TPA setiap harinya memerlukan intervensi kreatif agar tidak hanya bertumpuk menjadi polutan.

Menjawab tantangan itu, Kodim 0735/Surakarta hadir sebagai katalisator dengan strategi integratif penanganan sampah, mulai dari edukasi di tingkat rumah tangga hingga pengolahan inovatif di hilir.

​Dalam kerangka tugas operasi militer selain perang (OMSP), Komando Distrik Militer (Kodim) 0735/Surakarta hadir sebagai katalisator dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat, Keterlibatan TNI dalam isu lingkungan ini merupakan bentuk implementasi kemanunggalan TNI dengan rakyat untuk menjaga stabilitas kesehatan dan kebersihan wilayah.

Langkah ini sejalan dengan penekanan Presiden Prabowo Subianto bahwa penanganan sampah bukan sekadar isu lingkungan, melainkan bagian strategis dari ketahanan nasional dan kesehatan masyarakat. Kebijakan pemerintah pusat saat ini mendorong akselerasi pengelolaan sampah yang komprehensif, mengingat akumulasi limbah yang tidak terkelola dapat menjadi bom waktu bagi ekosistem perkotaan.

Saat dikonfirmasi aak media, Kamis (23/04/2026) Dandin 0735/Surakarta Letkol Inf Arief Handoko Usman, S.H., menegaskan upaya konkret yang dilakukan oleh Kodim 0735/Surakarta diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi dan pendampingan kepada masyarakat. Salah satu personel Kodim 0735/Surakarta yakni Pelda Rudi, berperan aktif dalam memberikan edukasi terkait penanganan sampah yang tepat.

“Kegiatan sosialisasi ini menyasar berbagai lapisan masyarakat, mulai dari tingkat RT/RW hingga komunitas lingkungan, dengan pendekatan komunikatif dan partisipatif.”tuturnya.

“Penanganan sampah ditekankan dimulai dari hulu, yaitu dari sumber sampah itu sendiri. Masyarakat didorong untuk melakukan pemilahan sampah sejak awal menjadi dua kategori utama, yaitu sampah organik dan anorganik. Pemilahan ini menjadi kunci dalam meningkatkan efektivitas proses pengolahan selanjutnya serta mengurangi beban TPA.”tegas Dandim.

“Untuk Sampah anorganik, seperti plastik, botol, dan kertas, kita arahkan untuk dikelola melalui sistem bank sampah. Melalui mekanisme ini, masyarakat dapat menabung sampah yang memiliki nilai ekonomis, sehingga selain mengurangi limbah, juga memberikan manfaat finansial. Bank sampah menjadi instrumen penting dalam membangun ekonomi sirkular berbasis masyarakat.”ujarnya.

“Sementara itu, sampah organik dikelola melalui fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) Mojosongo. Di lokasi ini, sampah organik diolah menjadi berbagai produk bernilai guna, seperti kompos, maggot (larva lalat Black Soldier Fly), kasgot (bekas maggot), serta Pupuk Cair Organik (PCO). Pengolahan ini tidak hanya mengurangi volume sampah secara signifikan, tetapi juga menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan untuk pertanian dan kegiatan ekonomi lokal.”imbuh Dandim.

Lebih lanjut Dandim menegaskan peran Kodim 0735/Surakarta dalam dinamika lingkungan di Surakarta membuktikan bahwa penanganan sampah memerlukan kolaborasi lintas sektoral yang kuat. Dengan mengedepankan metode pemilahan di hulu dan pengolahan inovatif di hilir (seperti di TPS3R Mojosongo), permasalahan sampah di Surakarta dapat diurai secara bertahap.

“​Inisiatif ini tidak hanya mendukung program pemerintah pusat, tetapi juga memberikan edukasi bagi masyarakat bahwa melalui tata kelola yang tepat, sampah dapat diubah menjadi berkah. Kesadaran kolektif untuk memilah dan mengolah adalah kunci utama dalam mewujudkan Kota Surakarta yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.”pungkas Dandim.

(Agus Kemplu)

Anggota Kodim 0724/Boyolali Ikuti Pelatihan Penanggulangan Kebakaran dari BPBD

0

BOYOLALI,TelusuR.ID – Anggota Kodim 0724/Boyolali menerima pelatihan penanggulangan kebakaran dari petugas BPBD Kabupaten Boyolali yang dilaksanakan di Makodim 0724/Boyolali pada Kamis (23/04/2026).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan prajurit dalam menghadapi potensi kebakaran serta mendukung tugas kemanusiaan di wilayah binaan.

Dalam pelatihan tersebut, petugas Damkar BPBD memberikan materi dan praktik langsung terkait pengoperasionalan mobil pemadam kebakaran, teknik memadamkan api akibat kebocoran gas, serta penggunaan baju safety dan perlengkapan pendukung lainnya. Para anggota terlihat antusias mengikuti setiap tahapan, mulai dari pengenalan alat hingga simulasi pemadaman api.

Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman tentang langkah cepat penanganan awal kebakaran, prosedur keselamatan personel, serta koordinasi dengan instansi terkait saat terjadi keadaan darurat. Materi ini dinilai penting sebagai bekal bagi anggota Kodim dalam membantu masyarakat apabila terjadi kebakaran di wilayah.

Kegiatan pelatihan berlangsung dengan tertib dan lancar. Diharapkan melalui pelatihan ini, anggota Kodim 0724/Boyolali semakin siap dan sigap dalam membantu penanganan kebakaran serta mendukung upaya penanggulangan bencana di Kabupaten Boyolali.

(Agus Kemplu)

Pasukan Artileri Pertahanan Udara sudah tiba di Sragen

0

Sragen,TelusuR.ID – Prajurit dari Batalyon Artileri Pertahanan Udara yang bermarkas di Semarang telah tiba di Sragen, kedatangan mereka bukan untuk berperang atau mencari musuh, namun mereka tergabung dalam Satgas TMMD Reguler ke 128 Kodim 0725/Sragen yang berlokasi TMMD Ds. Puro, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen. Selama sebulan penuh mereka akan meletakkan senjata dan menggantikannya dengan cetok, cangkul, linggis dan gerobak Sorong. Kamis, 23/04/2026.

Personel dari Arhanud Semarang sebagai Satuan yang diperbantukan ke Kodim Sragen sudah tiba di lokasi cor blok jalan. Beranggotakan 15 orang siap melaksanakan TMMD Reguler Kodim Sragen selama 30 hari.

Danton Satgas TMMD Letda Arh Jelang Abrianto, menjelaskan, pihaknya datang ke lokasi melaksanakan perintah Komandan Batalyon Arhanud untuk melaksanakan TMMD Reguler ke 128 yang terletak di Desa Puro.

Kata dia, anggota Satgas dari Yon Arhanud terbagi menjadi 3 kelompok, ada yang di pembuatan talud, ada yang cor jalan, ada yang di rehab RTLH.

“Saya berharap anggota sudah siap lahir dan batin untuk mendukung dan ikut mensukseskan kegiatan ini, kami akan bekerja semaksimal mungkin, semoga darma bakti kami bermanfaat untuk warga Desa Puro” harapnya.

Menurutnya, TMMD merupakan program dari Komando atas khususnya TNI-AD dalam rangka mempercepat pembangunan desa tertinggal agar setara dengan daerah lain serta bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan di daerah-daerah terpencil.

“Maka dari itu TNI hadir untuk membantu kesulitan rakyat yang ada di sekelilingnya melalui program TMMD maupun karya bakti yang dilaksanakan satu tahun 4 kali dan puncaknya adalah TMMD regular yang digelar dilokasi tertentu yang sulit diakses, guna mewujudkan pemerataan pembangunan,” ungkapnya

(Agus Kemplu)

Muktamar NU: ABUKTOR—Asal Bukan Koruptor

0

Muktamar NU: ABUKTOR—Asal Bukan Koruptor

Oleh :
HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy.
*Warga NU Kyai Kampung

TelusuR.ID – Nahdlatul Ulama akan menyelenggarakan Muktamar ke-35 pada Juli–Agustus 2026, didahului oleh Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) pada April 2026. Rais Aam Miftachul Akhyar menyebut rangkaian ini sebagai momentum untuk “membuka lembaran baru” bagi perjalanan organisasi.

Namun, setiap lembaran baru hanya bermakna jika ia ditulis dengan nilai yang baru pula. Jika tidak, ia hanya menjadi pengulangan dari problem lama dalam format yang berbeda. Dalam konteks ini, Muktamar NU tidak cukup dimaknai sebagai forum pergantian kepemimpinan, tetapi harus dibaca sebagai arena penentuan arah moral organisasi.

Di titik itulah, satu prinsip perlu ditegaskan secara terang:
(ABUKTOR—Asal Bukan Koruptor).

Arena Kepercayaan Sosial

Prinsip itu penting karena realitas yang dihadapi PBNU saat ini yang mengalami krisis kepercayaan. Dalam perspektif ilmu sosial, NU tidak hanya organisasi keagamaan, melainkan jaringan sosial yang menopang kepercayaan publik. Robert D. Putnam menyebutnya sebagai social capital: kumpulan norma, kepercayaan, dan relasi sosial yang memungkinkan masyarakat bekerja sama secara efektif.

Jika kepercayaan itu terganggu, maka yang rusak bukan hanya organisasi, tetapi juga kohesi sosial yang lebih luas.

Karena itu, Muktamar NU harus dimulai dari upaya memulihkan kepercayaan. Dan pemulihan itu tidak mungkin dilakukan tanpa integritas.

Krisis integritas pada PBNU saat ini sangat nyata, terutama terkait isu tata kelola haji—mulai dari kuota, katering, pemondokan, hingga pengadaan layanan. Terlepas dari proses hukum yang berjalan, persoalan ini telah berdampak pada persepsi publik.

Dalam teori legitimasi Weberian, otoritas kepemimpinan tidak hanya bertumpu pada prosedur formal, tetapi juga pada kepercayaan moral. Ketika integritas dipertanyakan, legitimasi pun melemah.

Dengan demikian, secara etis dan organisatoris, pengurus PBNU yang terseret atau terindikasi dalam praktik korupsi tidak memiliki dasar moral yang kuat untuk melanjutkan kepemimpinan pada periode berikutnya.

Muktamar harus menjadi mekanisme korektif—bukan sekadar mekanisme reproduksi kekuasaan.

PBNU Rumah Umat Islam

Yang menarik adalah dinamika menjelang Muktamar justeru diwanarni oleh konsolidasi kelompok kepentingan untuk merebut tahta PBNU, sementara persoalan kepercayaan yang runtuh akibat krisis integritas dan moralitas diabaikan.

Ini terlihat sekali dari konsolidasi alumni PMII dalam forum Halal Bihalal IKA PMII. Pada forum tersebut, Muhaimin Iskandar dan Nusron Wahid menyiratkan pesan bahwa alumni PMII-lah yang berhak mengisi PBNU. Ia menyatakan, “Kalau PKB sudah mampu mengangkat alumni PMII. Nah bagaimana kedepan PR-nya menjadikan PBNU rumahnya alumni PMII. Sekarang alumni PMII seperti tamu, tidak seperti rumahnya sendiri.”

Saya sepakat dengan Muhaimin dan Nusron bahwa alumni PMII perlu merebut kepemimpinan PBNU. Tidak hanya itu, tidak hanya alumni PMII, bahkan alumni HMI, GMNI, dan organisasi kepemudaan lain, sangat layak untuk mengisi jajaran PBNU. Bukan hanya alumni organisasi kepemudaan, bahkan semua umat Islam yang non NU, jika mau masuk NU, juga bisa mengisi jajaran PBNU. Pun, orang non muslim, jika ia masuk Islam, lalu masuk NU, harus dibolehkan masuk jajaran PBNU.

Yang terpenting saat ini bukan darimana kelompok yang akan memimpin PBNU, tetapi yang penting adalah standar apa yang digunakan dalam menentukan kepemimpinan.

Di sinilah prinsip ABUKTOR menjadi relevan: bukan soal asal-usul kader, tetapi soal integritasnya.

ABUKTOR harus dimaknai sebagai standar minimum dalam proses Muktamar.

Pertama, ABUKTOR berarti menolak kepemimpinan yang tercemar korupsi, khususnya yang terkait dengan tata kelola haji dan sektor lain yang menggunakan dana publik.

Kedua, ABUKTOR berarti menolak praktik politik uang, termasuk penggunaan sumber daya negara untuk membeli dukungan dalam Muktamar.

Dalam teori demokrasi, praktik ini dikenal sebagai clientelism—pertukaran dukungan politik dengan imbalan material. Berbagai studi menunjukkan bahwa clientelism tidak hanya merusak proses demokrasi, tetapi juga melemahkan institusi dalam jangka panjang.

Jika praktik ini dibiarkan, Muktamar NU akan kehilangan karakter sebagai forum ulama dan berubah menjadi arena transaksi.

Dalam kerangka ini, pertanyaan tentang siapa yang layak memimpin NU seharusnya tidak dibatasi oleh latar belakang organisasi.

Siapapun dapat memimpin. Alumni PMII, kader organisasi lain, bahkan figur di luar NU yang memiliki komitmen terhadap nilai-nilai NU. Selama memenuhi syarat utama, yaitu memiliki integritas dan tidak pernah terlibat dalam praktik korupsi.

Pendekatan ini sejalan dengan prinsip meritokrasi, di mana legitimasi kepemimpinan ditentukan oleh kualitas dan integritas, bukan semata identitas.

Muktamar NU 2026 harus menjadi titik balik. Ia harus digunakan untuk memulihkan kepercayaan publik, menegaskan kembali nilai-nilai organisasi, dan memastikan bahwa NU tidak lagi menjadi alat kepentingan sempit.

Jika momentum ini tidak dimanfaatkan, maka NU berisiko kehilangan basis moral yang selama ini menjadi kekuatannya.

Karena itu, sebelum membicarakan siapa yang akan memimpin, NU perlu memastikan satu hal: bahwa kepemimpinan itu bersih.

Dan dalam konteks itulah, prinsip ABUKTOR bukan sekadar slogan, melainkan syarat minimum bagi keberlanjutan NU sebagai kekuatan moral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Patroli Malam Koramil 16/Karanggede, Sinergi TNI–Polri Jaga Keamanan Wilayah

0

Boyolali,TelusuR.ID – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban wilayah, anggota Koramil 16/Karanggede Kodim 0724/Boyolali melaksanakan kegiatan patroli malam pada pukul 20.30 hingga 21.45 WIB. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Babinsa Kebonsari, Serka Sutarto, bersama Bhabinkamtibmas, Bripka Agung W, (22/04/2026)

Patroli dilaksanakan menyusuri sepanjang jalan utama Karanggede–Sruwen guna memantau situasi wilayah serta mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas.

Kehadiran aparat TNI–Polri di lapangan juga sebagai bentuk sinergi dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat yang masih beraktivitas pada malam hari.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau dalam keadaan aman dan kondusif. Arus lalu lintas berjalan lancar, serta tidak ditemukan adanya kejadian menonjol di wilayah patroli.

Kegiatan patroli berakhir pada pukul 21.45 WIB dan secara keseluruhan berjalan dengan tertib, aman, dan lancar.

(Agus Kemplu)

Harlah ke-92, GP Ansor Gelar Gowes 123 Km dari Bangkalan ke Jombang

0

JAKARTA, TELUSUR.ID – Merayakan hari jadinya yang ke-92, Gerakan Pemuda (GP) Ansor menyiapkan agenda kolosal yang memadukan kekuatan spiritual dan aktivitas fisik. Organisasi kepemudaan terbesar di bawah naungan Nahdlatul Ulama ini bakal menggelar “Ziarah Kubro Muassis NU & Gowes Sepeda”.

Agenda besar ini dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 26 April 2026. Kegiatan ini secara khusus dirancang untuk menghubungkan dua titik bersejarah dalam sejarah berdirinya Nahdlatul Ulama, yakni Kabupaten Bangkalan dan Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Titik keberangkatan para peserta akan dimulai tepat pukul 05.30 WIB dari Pendopo Bupati Bangkalan. Lokasi ini dipilih sebagai simbol penghormatan kepada Syaikhona Kholil Bangkalan, sosok maha guru dari para pendiri Nahdlatul Ulama.

Rute yang akan ditempuh para pesepeda tergolong menantang dengan jarak mencapai 123 kilometer. Para peserta akan melintasi jalur aspal yang membentang di enam kabupaten dan kota di wilayah Jawa Timur, mulai dari Bangkalan hingga titik akhir di Jombang.

Adapun wilayah yang dilalui meliputi Kabupaten Bangkalan, Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, hingga memasuki wilayah Kota dan Kabupaten Mojokerto. Perjalanan panjang ini akan berakhir dengan penuh khidmat di Kabupaten Jombang yang dikenal sebagai Kota Santri.

Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor, Addin Jauharudin, menyatakan bahwa agenda ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Harlah ke-92. Semangat yang diusung adalah penguatan nilai keislaman dan kebangsaan melalui cara yang lebih modern.

Addin menekankan bahwa kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana konsolidasi bagi kader muda NU di seluruh penjuru negeri. Pendekatan yang digunakan kali ini sengaja dibuat lebih inklusif agar dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Ziarah kubro ini menjadi momentum untuk meneguhkan kembali hubungan spiritual dan historis kader Ansor dengan para muassis Nahdlatul Ulama,” ujar Addin Jauharudin dalam keterangan persnya pada Rabu (22/4/2026) dikutip Telusur.id

Caption Foto: Ketua Umum GP Ansor, Addin Jauharudin, mengajak seluruh kader Ansor dan masyarakat umum untuk mengikuti agenda Gowes Bangkalan–Jombang dalam rangka peringatan Harlah ke-92 GP Ansor. (Foto: Dok. PP Ansor)

Menurut Addin, kegiatan olahraga bersepeda atau gowes ini memiliki makna filosofis yang mendalam bagi organisasi. Ia menyebut gowes adalah simbol gerak aktif pemuda dalam menjaga persatuan dan merawat energi kebangsaan Indonesia.

Ia menambahkan, perpaduan antara ziarah ke makam para pendiri NU dan olahraga diharapkan relevan dengan gaya hidup generasi muda saat ini. Dengan demikian, nilai-nilai luhur organisasi dapat tersampaikan dengan cara yang lebih menyenangkan.

Pihak panitia pelaksana pun telah melakukan persiapan matang untuk memastikan keselamatan peserta di sepanjang rute. Sejumlah titik istirahat (pit stop) telah disediakan sebagai tempat pengisian energi sekaligus koordinasi medis bagi para goweser.

“Kami juga melibatkan berbagai elemen masyarakat dan komunitas sepeda dari berbagai daerah untuk menyemarakkan acara ini,” jelas Addin. Keterlibatan komunitas luar ini menunjukkan komitmen GP Ansor dalam membangun persaudaraan universal.

Kegiatan ini tidak bersifat eksklusif hanya untuk kader berseragam saja. GP Ansor secara resmi mengundang komunitas pesepeda nasional serta masyarakat umum untuk ikut serta mengayuh pedal bersama dalam satu barisan.

Bagi masyarakat yang berminat, pendaftaran peserta masih dibuka hingga tanggal 24 April 2026. Panitia menargetkan partisipasi masif dari kaum muda sebagai representasi dari energi baru bagi masa depan bangsa yang lebih gemilang.

Melalui acara ini, GP Ansor ingin menegaskan kembali jati diri organisasinya dalam membangun karakter pemuda. Tujuannya adalah mencetak generasi yang religius namun tetap nasionalis dan memiliki daya saing tinggi di kancah global.

“Sejalan dengan tema Harlah ke-92, Satukan Energi Pemuda Indonesia, kami ingin terus berperan aktif dalam kemajuan bangsa,” pungkas Addin menutup keterangannya.

Serda Djoko, Datangi & Dekati Inilah Cara Babinsa Akrab, Dekat dan Solid Dengan Perangkat Kelurahan

0

Surakarta,TelusuR.ID -Babinsa Kelurahan Serengan Koramil 03 Serengan Kodim 0735 Surakarta Serda Djoko Riyadi melaksanakan kegiatan rutin yang merupakan salah satu bagian tugas pokoknya yaitu melaksanakan interaksi secara langsung dengan perangkat Kelurahan Serengan Kecamatan Serengan Kota Surakarta Rabu Pukul 10.00 Wib (22 /04/ 2026)

Kegiatan ini merupakan kegiatan rutinitas aparat Komando kewilayahan, guna meningkatkan hubungan keharmonisasi antara aparat teritorial yakni sebagai babinsa terhadap aparat desa binaannya, agar terjalin hubungan yang baik dengan cara pendekatan komunikasi sosial, Ungkap Djoko

Babinsa Kelurahan bersama Perangkat Kelurahan saling bahu membahu dalam pelaksanaan di kelurahan binaannya. Hal ini juga membawa dampak positif bagi warga dan aparat pemerintahan desa serta tokoh masyarakat, karena melihat langsung kedekatan secara kekeluargaan antar aparatur desa dengan aparat kewilayahan, Tambahnya

Selain itu, Babinsa juga mengajak dan menghimbau aparat desa turut serta bekerja sama dalam pelaksanaan tugas babinsa di kelurahan dan dengan antusias ibu seklur bersama perangkatnya dengan ikhlas dan semangat akan membantu setiap pelaksanaan tugas babinsa di lapangan.
“Terbukti dari setiap pelaksanaan tugas babinsa selalu mendapat bantuan oleh aparat lurah dan masyarakat binaan, Tegas Djoko

(Agus Kemplu)

TMMD Sengkuyung Tahap II Kodim Wonogiri, Mempersatukan Segenap Elemen Untuk Membangun Desa

0

Wonogiri,TelusuR.ID – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II tahun 2026 secara resmi dibuka bertempat di Lapangan Desa Hargantoro Kec. Tirtomoyo Kab. Wonogiri, Rabu (22/4/2026).

Kegiatan ditandai dengan upacara pembukaan yang dipimpin oleh Bupati Wonogiri Setyo Sukarno dan dihadiri jajaran Forkopimda Wonogiri.

Dalam Sambutannya Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menyampaikan, Kemanunggalan TNI beserta segenap perangkat pemerintahan dan segenap elemen rakyat yang bergotong royong dalam satu program percepatan pembangunan, mampu mempersatukan segenap elemen pemerintah dan masyarakat untuk membangun desa secara komprehensif dan menyeluruh.

Kiranya inilah satu bentuk nilai luhur kebersamaan dan kegotongroyongan milik bangsa kita yang memberikan manfaat untuk masyarakat.

TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2026 Kabupaten Wonogiri, dilaksanakan di Desa Hargantoro Kecamatan Tirtomoyo, menjadi bagian dari rangkaian kegiatan dan program TMMD, selama setahun ke depan.

Program-program dalam TMMD yang menyentuh aspek fisik dan non-fisik, menjadi bagian dari upaya menghadirkan fasilitas infrastruktur desa, mendukung penanggulangan kemiskinan, membangun karakter kebangsaan, untuk kehidupan yang semakin baik yang dilakukan dalam semangat kebersamaan antar lini dalam pemerintahan dan masyarakat.

Pelaksanaan TMMD ini, menjadi satu program yang terintegrasi, dan memberikan kontribusi nyata dalam membangun seluruh wilayah Kabupaten Wonogiri yang semakin baik, semakin Berdaya Saing, Maju dan Sejahtera, dalam satu konsep pembangunan yang berkelanjutan.

Kepada semua pihak kami harapkan dukungan dan kerjasama dalam satu kontribusi bagi Kabupaten Wonogiri, sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Wonogiri adalah rumah kita bersama, yang kesejahteraan bagi seluruh warganya perlu diupayakan secara bersama-sama.

Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihahuan menjelaskan, Dengan digelarnya TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2026 di Desa Hargantoro Kecamatan Tirtomoyo, diharapkan terwujud sinergi yang semakin solid antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendukung percepatan pembangunan desa yang berkelanjutan.

Program ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta ketahanan wilayah.

Kodim 0728/Wonogiri bersama Pemerintah Kabupaten Wonogiri berkomitmen untuk terus mendukung upaya pembangunan yang merata, berkeadilan dan berorientasi pada kebutuhan nyata masyarakat.

Usai upacara, Dandim 0728/Wonogiri didampingi Wakil Bupati Wonogiri Imron Rizkyarno bersama rombongan berkesempatan mengunjungi pelayanan kesehatan gratis dan perpustakaan keliling.

(Agus Kemplu)

Gubernur Jateng utus Sekda Provinsi, Buka TMMD Reg 128 di Sragen

0

Sragen, TelusuR.ID – Sumarno, S.E., M.M., Sekda Provinsi Jateng secara resmi membuka dimulainya program TMMD reg 128 tahun 2026 Kodim 0725/Sragen di Lapangan Taman Harmoni Plumbungan, Karangmalang, Sragen. Saat menjadi Inspektur upacara, ia memukul kentongan sebagai tanda dibukanya program TNI Manunggal Membangun Desa Reguler ke – 128 di Kabupaten Sragen. Rabu, 22/04/2026.

Dalam amanat Gubernur Jateng yang dibacakan Sekertaris Daerah Jateng mengatakan “Program TMMD atau TNI Manunggal Membangun Desa merupakan wujud nyata kemanunggalan dan kesengkuyungan antara TNI, Pemerintah Daerah, serta seluruh komponen masyarakat dalam mendukung
pembangunan daerah. Program ini merupakan kolaborasi antara TNI AD, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, serta
Pemerintah Kabupaten/Kota, dengan dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp 33,2 miliar”

“Pada kesempatan ini, saya menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada TNI yang
telah konsisten menyelenggarakan program TMMD selama kurang lebih 45 tahun. Berbagai keberhasilan yang telah dicapai terbukti memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. Program TMMD, baik Reguler maupun Sengkuyung, telah membantu pemerintah dalam mempercepat pembangunan, khususnya di wilayah perdesaan, daerah terisolir, tertinggal, hingga kawasan perkotaan kumuh dan miskin, melalui kegiatan fisik maupun nonfisik”

“Sasaran kegiatan fisik difokuskan pada pembangunan infrastruktur serta sarana dan prasarana dasar masyarakat, guna meningkatkan aksesibilitas wilayah terpencil serta mendorong pertumbuhan ekonomi. Sementara itu, kegiatan nonfisik diarahkan pada peningkatan kesadaran berbangsa dan bernegara serta penguatan ketahanan wilayah, melalui bidang kesehatan, pendidikan, dan bela negara”

“Pelaksanaan TMMD Reguler ke-128 dan Sengkuyung Tahap II Tahun 2026 ini berlangsung mulai tanggal 22 April sampai dengan 21 Mei 2026 secara serentak di seluruh wilayah Jawa Tengah, dengan tema: “TMMD SATUKAN
LANGKAH, MEMBANGUN NEGERI DARI DESA.” Tema ini menegaskan bahwa desa merupakan fondasi utama pembangunan nasional. Dengan membangun desa, kita
dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mengurangi kesenjangan, serta mendorong pemerataan pembangunan”

Gubernur Jateng berharap berharap seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten/Kota bersama Komandan Satgas TMMD dapat melaksanakan program ini secara optimal, sehingga hasilnya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara berkelanjutan. Dengan semangat
kesengkuyungan seluruh komponen bangsa. “saya optimis pelaksanaan TMMD ini akan memberikan kontribusi
positif dalam pembangunan desa dan kelurahan, sekaligus mendukung target penurunan angka kemiskinan Jawa Tengah menjadi 8,70%–8,53% serta pertumbuhan ekonomi sebesar 5,00%–6,00% sebagaimana ditetapkan
dalam RKPD Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026.

Sementara itu Dansatgas TMMD Reg-128 Letkol Inf Dindin Rohidin, S.IP mengatakan bahwa sasaran TMMD secara garis besar ada 2 yaitu sasaran fisik dan non fisik.

“sasaran fisik berupa cor jalan panjang 1.100m, Talud 150m, Rehab RTLH sebanyak 10 unit, pembuatan jamban sehat sebanyak 10 unit dan sarana air bersih ( sumur bor) 1 unit”

“Sasaran Non fisik meliputi penyuluhan Wawasan Kebangsaan, KB-Kes, Stunting, Posyandu dan penyuluhan penyakit tidak menular, Bin Kamtibmas dan bahaya narkoba, Peternakan dan perikanan, Pertanian dan perkebunan serta Bintal/rohani” jelas Dandim.

Selesai upacara, dilanjutkan dengan pembagian 100 paket sembako untuk keluarga anak stunting dan warga prasejahtera serta peletakan batu pertama di titik 0 pengerjaan cor blok jalan.

(Agus Kemplu)

Perkuat Ketahanan Pangan, Desa Sentul Luncurkan Program Kemitraan Ayam Petelur

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Pemerintah Desa Sentul, Kecamatan Tembelang, secara resmi meluncurkan program strategis bertajuk Program Kerakyatan Ketahanan Pangan melalui budidaya ayam petelur. Inisiatif ini dirancang sebagai langkah nyata dalam memperkuat kedaulatan pangan dari tingkat desa.

Kepala Desa Sentul, Misbakhul Arifin, mengungkapkan bahwa program ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan di tingkat rumah tangga. Selain itu, aspek pemenuhan gizi masyarakat menjadi prioritas utama di tengah tantangan ekonomi saat ini.

Langkah ini juga diproyeksikan mampu menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan bagi warga setempat. Dengan mengandalkan potensi lokal, Pemerintah Desa (Pemdes) Sentul optimistis dapat menciptakan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.

Dalam keterangannya, Misbakhul Arifin menjelaskan bahwa program tersebut berfokus pada pemberdayaan kelompok ternak desa. Harapannya, desa mampu menyediakan sumber protein hewani secara mandiri tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pasokan luar.

Pemerintah Desa Sentul menggandeng Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sumber Makmur Sentul sebagai operator utama program ini. BUMDes akan berperan aktif dalam memastikan target-target penguatan ketahanan pangan dapat tercapai sesuai rencana.

Misbakhul merinci ada tiga target utama yang ingin dicapai melalui program ini. Pertama, pemerintah desa ingin memastikan ketersediaan bahan pangan bergizi, khususnya telur, selalu tersedia di wilayah Desa Sentul.

Poin kedua yang menjadi perhatian serius adalah peningkatan kualitas gizi masyarakat melalui konsumsi telur secara rutin. Telur dipilih karena merupakan sumber protein yang terjangkau namun memiliki nilai gizi yang sangat tinggi bagi pertumbuhan.

Selanjutnya, target ketiga adalah memberikan tambahan pendapatan bagi kelompok ternak. Dengan adanya perputaran uang di dalam desa, diharapkan ekonomi kerakyatan akan bergerak lebih dinamis dan mampu menyejahterakan warga.

Sistem yang dijalankan dalam budidaya ayam petelur ini menggunakan skema kemitraan yang transparan. Kerja sama ini melibatkan BUMDes Sumber Makmur Sentul sebagai pemilik program dengan kelompok-kelompok ternak yang ada di desa.

Senada dengan Kepala Desa, Direktur BUMDes Sumber Makmur Sentul menyatakan bahwa pola kemitraan ini merupakan solusi bagi masyarakat. Skema ini dirancang khusus untuk mempermudah warga yang ingin memulai usaha di bidang peternakan.

Direktur BUMDes menjelaskan bahwa pola kemitraan ini memberikan akses kemudahan bagi pemula atau peternak skala kecil. Warga tidak perlu khawatir mengenai kendala teknis yang sering menghantui para peternak baru di awal usahanya.

BUMDes memastikan para mitra akan mendapatkan akses teknologi peternakan serta bimbingan teknis secara berkala. Hal ini dilakukan guna menjaga produktivitas telur dan kesehatan unggas agar tetap terjaga dengan standar yang baik.

Tidak hanya soal teknis budidaya, BUMDes juga memberikan jaminan pasar yang stabil bagi para mitra. Kepastian harga jual menjadi salah satu faktor kunci agar peternak rakyat tidak merugi akibat fluktuasi harga di pasar bebas.

Direktur BUMDes Sumber Makmur Sentul, Yani Pujo A, secara terbuka mengajak seluruh rakyat Desa Sentul untuk tidak ragu menjadi peternak unggas. Ia memberikan semangat bahwa peternakan adalah sektor yang sangat prospektif untuk dikembangkan.

“Beternak ayam petelur merupakan peluang usaha yang sangat menjanjikan dan akan membuka lapangan kerja baru,” ungkap Yani Pujo dalam keterangannya usai acara launching program tersebut dikutip Telusur.id, Rabu (22/4/2026).

Ia menutup sambutannya dengan menegaskan bahwa para mitra adalah pelopor budidaya ayam petelur yang berkelanjutan. Program ini diharapkan menjadi tonggak sejarah bagi Desa Sentul dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, cerdas, dan sejahtera.