TelusuR.ID

Beranda blog Halaman 73

Pemerataan Tanah dan pembersihan sampah sebelum di betonisasi

0

Sragen,TelusuR.ID – TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke 128 Kodim 0725/Sragen dI Dk Terik Mulyo, Ds Puro, Kec Karangmalang, Kab. Sragen saat ini sedang berlangsung dan dalam pelaksanaannya telah memasuki hari kedua. Pada pembangunan jalan betonisasi yang merupakan jalan penghubung antara Dukuh Terik Mulyo menuju Dukuh Puro, satgas TMMD dan masyarakat secara bergotong-royong terus melanjutkan pekerjaan tersebut Jumat (24-04-2026).

Dalam pekerjaan itu tampak terlihat anggota satgas TMMD bersama masyarakat sedang meratakan tanah dan membuang rerumputan. Hal tersebut dilakukan agar betonisasi jalan keras dapat keras maksimal. Dijelaskan oleh Serda Dwi Babinsa Puro, bahwa sebelum pengecoran beton hendaknya dilaksanakan pemerataan dan pembersihan sampah terlebih dahulu.

Pembersihan tersebut dengan tujuan untuk menghilangkan rongga-rongga udara dan untuk mencapai kepadatan yang maksimal. Juga menjamin suatu perlekatan yang baik antara beton dengan permukaan.

“Pemerataan tanah dan pembersihan sampah adalah salah satu tahapan pada pekerjaan pengecoran beton jalan. Tahapan pemerataan dan pembersihan sampah ini sangat penting untuk diperhatikan mengingat begitu besar pengaruhnya bagi kekuatan beton. Jika pemerataan tidak dilakukan dengan baik maka kualitas beton akan menurun dan mudah keropos sehingga akan timbul cracks,” jelasnya

(Agus Kemplu)

Babinsa Kodim 0728/Wonogiri Asah Kemampuan Pertanian, Siap Kawal Ketahanan Pangan Nasional

0

Wonogiri,TelusuR.ID – Komando Distrik Militer (Kodim) 0728/Wonogiri terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Kodim 0728/Wonogiri menggelar kegiatan Latihan Teknis dan Taktis Sistem Blok dengan materi ketahanan pangan bidang pertanian yang dilaksanakan di lahan sawah Desa Wonoharjo, Kecamatan Wonogiri. Jumat (24/4/2026).

“Kegiatan ini menjadi langkah nyata TNI dalam memperkuat peran Babinsa di tengah masyarakat,”.

Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf Rodiricho Ivan Pattihauan melalui Kapten Inf Budiono selaku Korfinator materi menyampaikan, Dalam latihan tersebut para Bintara Pembina Desa (Babinsa) dibekali keterampilan dasar pertanian mulai dari teknik panen padi, penggunaan alat pertanian tradisional seperti cangkul dan sabit, hingga pemahaman tentang pengelolaan lahan sawah.

Para Babinsa terlihat antusias mengikuti setiap materi yang diberikan langsung di lapangan agar ilmu yang diperoleh lebih aplikatif dan mudah diterapkan saat mendampingi petani.

Kegiatan ini turut didampingi oleh Satgas Swasembada Pangan dari PPL Dinas pertanian Kec. Winogiri yang memberikan arahan dan pengalaman praktis kepada para peserta.

Surni selaku ketua satgas swasembada pangan menjelaskan, kehadiran Satgas tersebut diharapkan mampu menambah wawasan bagi Babinsa terkait strategi meningkatkan hasil pertanian, menjaga produktivitas lahan, serta mendorong percepatan swasembada pangan di wilayah Kabupaten Wonogiri.

Melalui latihan ini, para Babinsa diharapkan semakin siap membantu masyarakat, khususnya para petani, dalam menghadapi berbagai tantangan sektor pertanian.

Selain menjaga keamanan wilayah, Babinsa juga memiliki peran penting sebagai motor penggerak pembangunan desa, termasuk dalam mendukung keberhasilan program ketahanan pangan pemerintah. Imbuh Surni.

Semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat yang terlihat dalam latihan ini menjadi bukti bahwa ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab petani, tetapi juga tugas bersama demi mewujudkan kesejahteraan rakyat dan kemandirian bangsa.

(Agus Kemplu)

Gerak Cepat Polisi & Warga! Pengedar Sabu di Rel Gaharu Medan Dibekuk

0

Medan,TelusuR.ID — Upaya pemberantasan peredaran narkoba di Kota Medan kembali menunjukkan hasil positif. Tim Satresnarkoba Polrestabes Medan pada Kamis (23/4) sore berhasil mengamankan seorang pelaku yang diduga terlibat dalam peredaran narkoba di kawasan Bantaran Rel Kereta Api Gaharu, Kecamatan Medan Timur. Dari tangan pelaku, petugas menyita sejumlah paket sabu yang siap edar.

Keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi yang kuat antara aparat kepolisian dan masyarakat. Informasi awal diperoleh dari warga yang aktif dalam program Kentongan Kamtibmas, sebuah inovasi yang mendorong kembali budaya siskamling dan kepedulian terhadap keamanan lingkungan. Laporan tersebut segera ditindaklanjuti oleh petugas dengan penyelidikan hingga akhirnya pelaku berhasil diamankan saat berada di lokasi.

Selain barang bukti sabu, petugas juga mengamankan sejumlah uang tunai yang diduga merupakan hasil transaksi ilegal. Aparat menegaskan bahwa keberhasilan pengungkapan ini menjadi bukti nyata pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga lingkungannya dari ancaman narkoba.

Kasatresnarkoba Polrestabes Medan, Kompol Rafli Yusuf Nugraha, menyampaikan apresiasi atas partisipasi warga yang telah memberikan informasi akurat. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara masyarakat dan kepolisian menjadi kunci dalam memutus mata rantai peredaran narkoba.

Meski pelaku diketahui pernah terlibat kasus serupa di masa lalu, pihak kepolisian tetap mengedepankan penegakan hukum sekaligus terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap jaringan yang lebih luas, termasuk pemasok barang terlarang tersebut.

Program Kentongan Kamtibmas di kawasan Gaharu pun semakin menunjukkan dampak positifnya, dengan meningkatnya kesadaran dan keterlibatan warga dalam menjaga keamanan lingkungan. Dalam beberapa hari terakhir, Satresnarkoba Polrestabes Medan juga berhasil mengungkap sejumlah kasus lain, memperkuat komitmen dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba.

Keberhasilan ini menjadi pengingat bahwa upaya bersama antara masyarakat dan aparat dapat membawa perubahan nyata, sekaligus memperkuat harapan akan lingkungan yang lebih aman dan sehat bagi semua.

Jacob Ereste : Spiritualitas Dalam Kajian Budaya dan Filsafat Bersama Direktur TV Budaya serta Lembaga Edukasi Inayah

0

Jacob Ereste :
Spiritualitas Dalam Kajian Budaya dan Filsafat Bersama Direktur TV Budaya serta Lembaga Edukasi Inayah

TelusuR.ID – Sosialisasi Diplomasi Spiritual Global semakin gencar mendapat sambutan dari berbagai kalangan. Pada kesempatan kali ini keluarga besar Edukasi Inayah yang bergerak dalam bidang pendidikan dan kebudayaan memberi tempat khusus kepada Sri Eko Sriyanto Galgendu, selaku Pemimpin Spiritual Nusantara untuk memaparkan pokok utama dari kandungan nilai spiritual yang kini tengah menjadi primadona pilihan bahwa dua tipe sosok pemimpin yang dapat mengubah peradaban manusia untuk masa depan adalah pemimpin politik dan pemimpin spiritual. Sementara kondisi obyektif yang terjadi bagi seluruh warga dunia adakah krisis etika, moral dan akhlak manusia yang terdegradasi berada pada titik nol, terendah atau bahkan minus nilai spiritualitasnya.

Harry Samputra Agus, Direktur PT. Kabarindo Media Utama TV yang fokus pada masalah budaya berkenan dialog tentang spiritual bersama Sri Eko Sriyanto Galgendu, di Studio TV Badaya yang terafiliasi dengan Lembaga Ejukasi Inayah di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan, 23 April 2026 didampingi oleh Bambang, Den Bagus Mulyono serta kawan-kawan.

Komentar Harry Samputra Agus tentang “Kitab MA HA IS MA YA” yang menjadi pembahasan, mengungkapkan bahwa do’a seperti yang termuat dalam Kitab hasil dari monolog 20 jam non stop itu, terkesan sangat transenden, jauh melampaui penghayatan, ujarnya yang lebih cenderung melihat spiritualitas dari perspektif budaya dan filsafat.

Karenanya, esensi dasar dari kerangka berpikir budaya sebagai landasan pijak etika dan moralitas, sangat relevan sebagai prasyarat absahnya penjelajahan spiritual yang sahih untuk dipertanggung jawabkan sebagai upaya manusia mendekatkan diri kepada Tuhan. Sementara kerangka berfikir filsafat sebagai upaya berpikir radikal — menukik dan mendalam hingga ke akar masalah — mencari asas atau hakikat — secara kritis dan rasional serta sistematis untuk kebenaran yang hakiki. Sementara spiritualitas hanya mungkin dapat diresapi cukup dengan rasa, hati dan keyakinan yang acap diartikan tidak ilmiah, lantaran tidak terjangkau oleh akal pikiran manusia.

Analisis mendasar dari kerangka berpikir filsafat yang berpijak mengacu pada ontologi, epistemologi dan sosiologi, memang bisa tersesat karena mengabaikan bisikan hari dan jiwa sebagai anugrah dari Tuhan yang tidak diikutkan dalam membuat kesimpulan. Sebab ontologi sebagai pilar untuk membahas tentang hakikat kebenaran tidak bisa dijadikan penakar nilai-nilai getaran spiritual yang cuma bisa dirasakan. Jadi, pola berpikir ontologis untuk memahami hakikat dasar sesuatu yang kasat mata — material — sifatnya. Konsekuensinya, pola berpikir ontologis yang hanya mungkin membahas obyek secara fisik, jadi terjebak pada banyak hal yang bersifat material, tidak mampu menyentuh apa yang dimaksudkan dari kandungan-kandungan spiritual yang jelas tidak dalam bentuk material.

Jika ilmu dan pengetahuan dapat dikaji dengan tiga pilar tersebut — ontologis, epistemologis dan aksiologis — wajar bila para filosof Barat umumnya dapat menyimpulkan bahwa ilmu pengetahuan dapat dikaji dengan tiga dasar pilar tersebut. Sehingga ilmu pengetahuan Barat ditopang oleh praktek dan nilai-nilai materialisme — bukan spiritualisme — sehingga terkesan sangat sekuler.

Sedangkan ilmu pengetahuan dalam perspektif Islam jelas mengacu pada Al Qur’an dan hadist. Jika otologis sebagai fondasi, epistemologis adalah dinding dan sosiologis merupakan atapnya, lalu apa isi yang ada di struktur bangunan tersebut.

Karena itu untuk memahami spiritualitas tidak bisa dilakukan dengan kepongahan akal pikiran, sebab intelektualitas tetap tidak mampu menjangkau apa yang dapat dilakukan melalui spiritualitas. Peristiwa Mi’raj Nabi Muhammad SAW, mana mungkin dapat dijangkau oleh akal manusia, sebab perjalanan Nabi Muhammad dari Mekkah ke Madinah dan terus melesat ke Sidratul Muntaha itu, bagaimana mungkin bisa dipahami oleh akal sehat sekalipun. Oleh karena hanya dengan kemampuan dan kecerdasan spiritual kita yakin dan percaya semua itu bukti dari Tuhan Yang Maha Kuasa ada di dalam batin, jiwa dan hati kita semua.

Pamulang, 23 April 2026

GP Ansor Jatim Desak Pengawasan Ketat Usai Temuan 27 Kg Kokain di Pantai Sumenep

0

SURABAYA, TELUSUR.ID – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur menyampaikan keprihatinan mendalam atas masih maraknya peredaran narkotika skala besar di wilayah Jawa Timur. Hal ini menjadi sorotan tajam setelah penemuan puluhan paket kokain di wilayah pesisir Madura.

Publik sebelumnya dikejutkan dengan ditemukannya puluhan paket kokain dengan berat total 27,83 kilogram. Barang haram tersebut ditemukan terdampar di Pantai Pasir Putih Kahuripan, Dusun Lombi Timur, Desa Gedugan, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, pada Senin (13/4/2026).

Berdasarkan keterangan resmi dari Polda Jawa Timur, seluruh barang bukti tersebut telah melalui uji laboratorium forensik yang ketat. Hasilnya, paket tersebut dipastikan mengandung kokain murni dengan berat bersih mencapai 22,226 kilogram.

Temuan fantastis ini menegaskan bahwa peredaran narkotika jenis berat masih menjadi ancaman nyata dan serius bagi Jawa Timur. Kawasan kepulauan Madura kini dipandang sebagai titik yang sangat rentan karena karakteristik geografisnya yang berbatasan langsung dengan laut terbuka.

Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, Musaffa’ Safril, menilai peristiwa terdamparnya puluhan kilo kokain ini sebagai alarm keras bagi semua pihak. Ia menekankan perlunya penguatan upaya pencegahan serta pengawasan wilayah pesisir secara menyeluruh.

“Penemuan kokain dalam jumlah besar di pantai Sumenep ini sangat memprihatinkan dan bukan yang pertama kali terjadi di wilayah tersebut,” ujar Musaffa’ Safril dalam pernyataan tertulisnya pada Jumat (24/4/2026) dikutip Telusur.id.

Menurut Safril, fakta ini menunjukkan bahwa peredaran narkoba di Jawa Timur tetap menjadi tantangan yang sangat berat. Meskipun aparat terus melakukan berbagai upaya pemberantasan, celah penyelundupan tampaknya masih terbuka lebar.

Ia menambahkan bahwa wilayah Madura memiliki potensi besar untuk menjadi pintu masuk utama jaringan narkoba internasional. Kondisi geografis yang terdiri dari gugusan kepulauan dan luasnya jalur laut lepas menjadi faktor risiko yang harus diwaspadai.

Jalur laut yang luas dinilai sering dimanfaatkan oleh sindikat narkotika untuk menghindari pantauan petugas di pelabuhan resmi. Hal ini membuat Madura menjadi titik transit yang strategis bagi peredaran barang haram lintas negara maupun lintas daerah.

“Madura perlu mendapatkan perhatian ekstra dari pemerintah dan aparat. Dampak sosial dari peredaran ini sangat luar biasa besar, terutama bagi masa depan generasi muda,” lanjut Safril dengan nada tegas.

Secara khusus, ia mengkhawatirkan dampak narkoba terhadap lingkungan pesantren dan masyarakat pesisir yang menjadi ciri khas Madura. Perlindungan terhadap institusi pendidikan agama menjadi prioritas utama bagi GP Ansor dalam membentengi moral bangsa.

GP Ansor Jawa Timur menegaskan bahwa persoalan narkoba tidak boleh hanya bertumpu pada pundak aparat penegak hukum semata. Diperlukan kerja sama yang sistematis antara pemerintah, kepolisian, dan elemen masyarakat sipil.

Sinergi dengan organisasi keagamaan seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan badan otonomnya dianggap sebagai kunci keberhasilan. Kolaborasi ini diharapkan mampu menutup ruang gerak para bandar narkoba hingga ke pelosok desa.

“Fakta di lapangan menunjukkan bahwa aparat tidak bisa bekerja sendiri tanpa bantuan informasi dari warga. Sinergi masyarakat adalah kunci agar pemberantasan narkoba berjalan efektif,” ungkapnya lagi.

Sebagai bentuk kontribusi nyata, GP Ansor Jatim menyatakan siap terjun langsung melakukan edukasi bahaya narkoba di berbagai pesantren. Penguatan nilai-nilai agama akan dijadikan benteng utama dalam sistem pertahanan sosial masyarakat.

Upaya ini diharapkan dapat membangun kesadaran kolektif dari tingkat akar rumput hingga ke level provinsi. Dengan keterlibatan kader Ansor, pengawasan berbasis komunitas akan diperketat melalui patroli sosial dan koordinasi intensif dengan aparat terkait.

Saat ini, kasus temuan kokain tersebut masih dalam penyelidikan mendalam oleh Polda Jawa Timur. GP Ansor berharap kepolisian dapat mengungkap aktor intelektual di balik penyelundupan ini secara transparan dan menindak tegas siapapun yang terlibat.

DPRD Jombang Setujui Pengembangan RSUD, Gedung 10 Lantai Jadi Solusi Kebutuhan Layanan

0

Jombang,TelusuR.ID–Komisi D DPRD Jombang bersama pihak RSUD Jombang menggelar rapat dengar pendapat (RDP) untuk membahas arah pengembangan fasilitas layanan kesehatan daerah. Dari hasil pembahasan tersebut, disepakati langkah strategis yang lebih efisien dan berkelanjutan, yakni mengalihkan rencana relokasi rumah sakit menjadi pembangunan gedung baru di lokasi yang sudah ada.

Anggota Komisi D DPRD Jombang, Rahmat Agung Saputra, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan efektivitas anggaran dan keberlanjutan layanan. Menurutnya, pembangunan fasilitas kesehatan akan lebih optimal jika dilakukan di lokasi eksisting RSUD.

“Relokasi membutuhkan proses yang jauh lebih kompleks, termasuk pemindahan alat kesehatan berteknologi tinggi seperti MRI dan CT Scan. Karena itu, opsi pembangunan di lokasi saat ini dinilai lebih realistis dan efisien,” ujarnya.

Sebagai penguatan layanan, RSUD Jombang akan melanjutkan rencana pengembangan gedung bertingkat yang sebelumnya telah dirancang. Jika awalnya direncanakan tujuh lantai, kini dikembangkan menjadi 10 lantai untuk menyesuaikan peningkatan kebutuhan layanan kesehatan masyarakat.

Rencana ini juga mendapat dukungan dari Bupati Jombang. Gedung baru akan dibangun di area eks Dinas Kesehatan dengan dukungan skema pendanaan dari pemerintah pusat. Mekanisme pembiayaan dilakukan melalui dana talangan kementerian yang kemudian akan diangsur oleh BLUD RSUD Jombang sesuai kemampuan pendapatan rumah sakit.

“Pembayaran dilakukan secara bertahap berdasarkan pendapatan RSUD setiap tahun, sehingga tetap terukur dan tidak membebani keuangan daerah,” jelas Agung.

Anggota Komisi D DPRD Jombang, Rahmat Agung Saputra

Komisi D DPRD Jombang menyatakan dukungan penuh terhadap rencana tersebut karena dinilai sejalan dengan kebutuhan peningkatan layanan kesehatan masyarakat. Selain itu, kondisi fasilitas RSUD saat ini juga sudah membutuhkan pengembangan, termasuk keterbatasan area parkir hingga persoalan drainase yang pernah menimbulkan genangan air.

Dengan pembangunan gedung baru ini, diharapkan kapasitas dan kualitas layanan RSUD Jombang dapat meningkat secara signifikan, seiring dengan terus bertambahnya jumlah kunjungan pasien setiap tahun.

Total kebutuhan anggaran pembangunan gedung 10 lantai tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp400 miliar, yang sudah mencakup seluruh aspek pembangunan.

Peningkatan kapasitas ini diharapkan menjadi langkah penting dalam memperkuat layanan kesehatan di Jombang, sehingga RSUD dapat memberikan pelayanan yang lebih modern, tertata, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

DPRD Jombang Dorong Transformasi Perumda Seger Menuju Kinerja Lebih Profesional

0

JOMBANG, TelusuR.ID — DPRD Jombang menunjukkan komitmen kuat dalam mengawal kinerja Badan Usaha Milik Daerah dengan melakukan pengawasan aktif terhadap rencana kerja direksi baru Perumda Aneka Usaha Seger. Langkah ini menjadi bagian dari upaya strategis DPRD untuk memastikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Melalui rapat dengar pendapat (RDP) di ruang Komisi B, DPRD tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga memberikan dukungan konstruktif terhadap arah pengembangan perusahaan daerah tersebut. Berbagai strategi yang dipaparkan Direktur Utama baru dibahas secara mendalam dan penuh perhatian.

Ketua Komisi B DPRD Jombang, Anas Burhani, menyampaikan apresiasi atas program kerja yang dinilai inovatif dan memiliki potensi besar untuk mendorong peningkatan kinerja perusahaan.

“Kami melihat ada optimisme dari program-program yang dipaparkan direktur baru untuk mendongkrak PAD. Namun, yang paling krusial adalah implementasinya di lapangan,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).

DPRD Jombang menegaskan pentingnya transformasi dari perencanaan menuju aksi nyata. Pendekatan ini mencerminkan peran DPRD sebagai mitra strategis yang tidak hanya mengawasi, tetapi juga memastikan setiap program berjalan efektif dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Selain itu, DPRD juga menunjukkan visi progresif dengan mendukung rencana perubahan status badan hukum Perumda menjadi Perseroan Daerah (Perseroda). Langkah ini dinilai dapat meningkatkan fleksibilitas, profesionalisme, serta daya saing perusahaan di tengah dinamika dunia usaha.

Sementara itu, Direktur Perumda Aneka Usaha Seger, Ivan Dwi Fibrian, memaparkan tujuh agenda prioritas yang akan dijalankan tahun ini. Program tersebut meliputi relokasi unit layanan ke lokasi strategis, percepatan digitalisasi, pengembangan sektor usaha, hingga perluasan layanan kesehatan melalui program Prolanis.

DPRD Jombang menyambut baik langkah-langkah tersebut sebagai bagian dari upaya modernisasi dan penguatan lini bisnis perusahaan daerah. Sinergi antara DPRD dan manajemen Perumda diharapkan mampu menciptakan kinerja yang lebih optimal dan berkelanjutan.

Dengan pengawasan yang terarah, apresiasi terhadap inovasi, serta dorongan pada implementasi nyata, DPRD Jombang terus menunjukkan perannya sebagai penggerak tata kelola BUMD yang sehat, profesional, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui kontribusi PAD yang semakin kuat.

DPRD Jombang Perkuat Fungsi Pengawasan, Dorong Peningkatan Kinerja Pemerintah Daerah Lewat Rekomendasi LKPJ 2025

0

Jombang,TelusuR.ID — DPRD Jombang kembali menunjukkan peran strategisnya dalam mengawal tata kelola pemerintahan daerah melalui rapat paripurna penetapan keputusan DPRD Nomor 100.3.3/4/DPRD/415.14/2026 tentang rekomendasi atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Jombang Tahun Anggaran 2025, Senin (20/4).

Paripurna ini menjadi momentum penting dalam siklus evaluasi tahunan, sekaligus mencerminkan komitmen kuat DPRD dalam memastikan penyelenggaraan pemerintahan berjalan lebih efektif, transparan, dan akuntabel.

Penyampaian hasil pembahasan LKPJ oleh Wakil Ketua DPRD Jombang, Octadella Bilytha Permatasari, menegaskan bahwa rekomendasi yang diberikan bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari upaya konstruktif legislatif dalam mendorong peningkatan kualitas pembangunan dan pelayanan publik.

“LKPJ yang telah disampaikan oleh bupati menjadi bahan evaluasi DPRD dalam rangka meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya dalam forum paripurna.

DPRD Jombang menjalankan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019 dengan penuh tanggung jawab melalui pembahasan yang komprehensif, berbasis data kinerja, serta mempertimbangkan berbagai masukan dari pemangku kepentingan. Hal ini menunjukkan keseriusan DPRD dalam menghadirkan rekomendasi yang solutif dan berorientasi pada kemajuan daerah.

Dalam evaluasinya, DPRD tidak hanya mengidentifikasi tantangan, tetapi juga memberikan apresiasi atas capaian positif pemerintah daerah, khususnya dalam realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang melampaui target hingga 119,76 persen. Kinerja sektor pajak dan retribusi daerah yang juga melampaui target menjadi indikator keberhasilan yang patut diapresiasi bersama.

Di sisi lain, DPRD secara konstruktif memberikan catatan strategis terkait peningkatan kemandirian fiskal daerah. Ketergantungan pada dana transfer pusat dinilai sebagai peluang untuk mendorong inovasi daerah dalam menggali potensi pendapatan baru.

Melalui rekomendasinya, DPRD Jombang mendorong langkah-langkah progresif, seperti penguatan kinerja OPD penghasil PAD, perluasan kerja sama dengan sektor swasta, serta pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis UMKM, koperasi, dan pesantren sebagai pilar ekonomi inklusif.

DPRD juga menunjukkan visi ke depan dengan menekankan pentingnya digitalisasi dalam sistem pengelolaan pendapatan daerah. Upaya ini diyakini dapat meningkatkan transparansi, efisiensi, serta kemudahan pelayanan bagi masyarakat.

Selain itu, perhatian terhadap optimalisasi aset daerah dan penguatan peran BUMD menjadi bagian dari strategi besar DPRD dalam mendorong peningkatan kontribusi terhadap kas daerah. DPRD menilai, dengan tata kelola yang profesional dan berbasis prinsip good corporate governance, BUMD memiliki potensi besar sebagai motor penggerak ekonomi daerah.

“Penguatan tata kelola BUMD menjadi sangat penting agar mampu memberikan kontribusi deviden yang optimal bagi kas daerah sekaligus berperan sebagai motor penggerak ekonomi,” tegasnya.

Dengan pendekatan yang seimbang antara apresiasi dan evaluasi, DPRD Jombang menunjukkan diri sebagai mitra kritis sekaligus konstruktif bagi pemerintah daerah. Rekomendasi yang dihasilkan diharapkan menjadi pijakan penting dalam meningkatkan kinerja pemerintahan serta mewujudkan pembangunan yang lebih berkelanjutan dan berpihak kepada masyarakat.

DPRD Jombang Tunjukkan Komitmen Pelestarian Sejarah, Terima Hearing Penelusuran Situs Kelahiran Soekarno

0

JOMBANG,TelusuR.ID — DPRD Jombang menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian sejarah bangsa dengan menerima hearing dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Jombang bersama Lembaga Situs Ndalem Pojok Persada Sukarno Kediri, Kamis (23/4/2026) di ruang rapat DPRD.

Pertemuan ini menjadi momentum penting setelah sebelumnya agenda audiensi sempat tertunda. Dalam suasana dialog yang terbuka dan konstruktif, DPRD Jombang memberikan ruang bagi tim penelusur untuk memaparkan hasil kajian terkait dugaan lokasi kelahiran Presiden pertama RI, Soekarno, yang berada di wilayah Jombang.

Perwakilan tim, Nasrul Ilah dan Raden Mas Kuswantoro, menyampaikan apresiasi atas keterbukaan DPRD, khususnya Komisi D, yang dinilai responsif terhadap isu strategis di bidang pendidikan dan kebudayaan.

“Alhamdulillah, hari ini kami bisa menyampaikan langsung. Kami mengapresiasi DPRD yang telah memfasilitasi ruang dialog ini sebagai bagian dari upaya meluruskan sejarah berdasarkan kajian yang kami lakukan,” ujar Nasrul Ilah.

DPRD Jombang dipandang sebagai mitra strategis pemerintah daerah yang memiliki peran penting dalam mendorong kebijakan berbasis pelestarian nilai-nilai sejarah dan budaya. Melalui forum hearing ini, aspirasi dan hasil kajian akademik dapat tersampaikan secara langsung sebagai bahan pertimbangan dalam proses pengambilan kebijakan.

Kajian yang disampaikan tim TACB dan Persada Sukarno Kediri disebut telah melalui proses mendalam, mencakup verifikasi dokumen historis serta penelusuran keterangan dari berbagai sumber, termasuk keluarga besar Bung Karno. Hasil kajian tersebut mengarah pada rekomendasi agar lokasi yang diyakini sebagai tempat kelahiran Bung Karno dapat ditetapkan sebagai situs cagar budaya.

DPRD Jombang dinilai membuka peluang kolaborasi lintas pihak, termasuk dengan pemerintah pusat dan daerah lain, guna memastikan keakuratan data sejarah. Langkah ini mencerminkan kehati-hatian sekaligus keseriusan dalam menjaga integritas sejarah nasional.

Raden Mas Kuswantoro juga menegaskan pentingnya dukungan DPRD dalam proses ini. “DPRD merupakan stakeholder penting. Dengan adanya ruang komunikasi seperti ini, kami optimistis proses penetapan dapat berjalan lebih terarah,” ujarnya.

Selain itu, keterlibatan DPRD dalam memfasilitasi diskusi ini turut mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk komunitas pecinta Bung Karno. Mereka menilai langkah ini sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap warisan sejarah bangsa.

Ke depan, sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan para ahli diharapkan terus terjalin untuk mendorong penetapan resmi melalui regulasi yang tepat, baik dalam bentuk SK Bupati maupun kebijakan lainnya.

Hearing ini menjadi bukti bahwa DPRD Jombang tidak hanya menjalankan fungsi legislatif, tetapi juga aktif mengambil peran dalam menjaga dan menguatkan identitas sejarah daerah sebagai bagian dari sejarah nasional.

Atasi TPA Overload, Kodim 0735/Ska Gerakkan Strategi Integratif Kelola Sampah di Kota Surakarta

0

Surakarta,TelusuR.ID – ​Kota Surakarta saat ini menghadapi tantangan serius terkait manajemen limbah padat. Fokus utama tertuju pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, yang telah melampaui kapasitas idealnya (overload).

Berdasarkan data riset lingkungan, komposisi sampah harian di Surakarta didominasi oleh sampah organik yang mencapai kisaran 60-70%, sementara sisanya merupakan sampah anorganik seperti plastik dan kertas. Volume sampah yang masuk ke TPA setiap harinya memerlukan intervensi kreatif agar tidak hanya bertumpuk menjadi polutan.

Menjawab tantangan itu, Kodim 0735/Surakarta hadir sebagai katalisator dengan strategi integratif penanganan sampah, mulai dari edukasi di tingkat rumah tangga hingga pengolahan inovatif di hilir.

​Dalam kerangka tugas operasi militer selain perang (OMSP), Komando Distrik Militer (Kodim) 0735/Surakarta hadir sebagai katalisator dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat, Keterlibatan TNI dalam isu lingkungan ini merupakan bentuk implementasi kemanunggalan TNI dengan rakyat untuk menjaga stabilitas kesehatan dan kebersihan wilayah.

Langkah ini sejalan dengan penekanan Presiden Prabowo Subianto bahwa penanganan sampah bukan sekadar isu lingkungan, melainkan bagian strategis dari ketahanan nasional dan kesehatan masyarakat. Kebijakan pemerintah pusat saat ini mendorong akselerasi pengelolaan sampah yang komprehensif, mengingat akumulasi limbah yang tidak terkelola dapat menjadi bom waktu bagi ekosistem perkotaan.

Saat dikonfirmasi aak media, Kamis (23/04/2026) Dandin 0735/Surakarta Letkol Inf Arief Handoko Usman, S.H., menegaskan upaya konkret yang dilakukan oleh Kodim 0735/Surakarta diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi dan pendampingan kepada masyarakat. Salah satu personel Kodim 0735/Surakarta yakni Pelda Rudi, berperan aktif dalam memberikan edukasi terkait penanganan sampah yang tepat.

“Kegiatan sosialisasi ini menyasar berbagai lapisan masyarakat, mulai dari tingkat RT/RW hingga komunitas lingkungan, dengan pendekatan komunikatif dan partisipatif.”tuturnya.

“Penanganan sampah ditekankan dimulai dari hulu, yaitu dari sumber sampah itu sendiri. Masyarakat didorong untuk melakukan pemilahan sampah sejak awal menjadi dua kategori utama, yaitu sampah organik dan anorganik. Pemilahan ini menjadi kunci dalam meningkatkan efektivitas proses pengolahan selanjutnya serta mengurangi beban TPA.”tegas Dandim.

“Untuk Sampah anorganik, seperti plastik, botol, dan kertas, kita arahkan untuk dikelola melalui sistem bank sampah. Melalui mekanisme ini, masyarakat dapat menabung sampah yang memiliki nilai ekonomis, sehingga selain mengurangi limbah, juga memberikan manfaat finansial. Bank sampah menjadi instrumen penting dalam membangun ekonomi sirkular berbasis masyarakat.”ujarnya.

“Sementara itu, sampah organik dikelola melalui fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) Mojosongo. Di lokasi ini, sampah organik diolah menjadi berbagai produk bernilai guna, seperti kompos, maggot (larva lalat Black Soldier Fly), kasgot (bekas maggot), serta Pupuk Cair Organik (PCO). Pengolahan ini tidak hanya mengurangi volume sampah secara signifikan, tetapi juga menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan untuk pertanian dan kegiatan ekonomi lokal.”imbuh Dandim.

Lebih lanjut Dandim menegaskan peran Kodim 0735/Surakarta dalam dinamika lingkungan di Surakarta membuktikan bahwa penanganan sampah memerlukan kolaborasi lintas sektoral yang kuat. Dengan mengedepankan metode pemilahan di hulu dan pengolahan inovatif di hilir (seperti di TPS3R Mojosongo), permasalahan sampah di Surakarta dapat diurai secara bertahap.

“​Inisiatif ini tidak hanya mendukung program pemerintah pusat, tetapi juga memberikan edukasi bagi masyarakat bahwa melalui tata kelola yang tepat, sampah dapat diubah menjadi berkah. Kesadaran kolektif untuk memilah dan mengolah adalah kunci utama dalam mewujudkan Kota Surakarta yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.”pungkas Dandim.

(Agus Kemplu)