GP Ansor Jatim Desak Pengawasan Ketat Usai Temuan 27 Kg Kokain di Pantai Sumenep

0
8 views
Bagikan :

SURABAYA, TELUSUR.ID – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur menyampaikan keprihatinan mendalam atas masih maraknya peredaran narkotika skala besar di wilayah Jawa Timur. Hal ini menjadi sorotan tajam setelah penemuan puluhan paket kokain di wilayah pesisir Madura.

Publik sebelumnya dikejutkan dengan ditemukannya puluhan paket kokain dengan berat total 27,83 kilogram. Barang haram tersebut ditemukan terdampar di Pantai Pasir Putih Kahuripan, Dusun Lombi Timur, Desa Gedugan, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, pada Senin (13/4/2026).

Berdasarkan keterangan resmi dari Polda Jawa Timur, seluruh barang bukti tersebut telah melalui uji laboratorium forensik yang ketat. Hasilnya, paket tersebut dipastikan mengandung kokain murni dengan berat bersih mencapai 22,226 kilogram.

Temuan fantastis ini menegaskan bahwa peredaran narkotika jenis berat masih menjadi ancaman nyata dan serius bagi Jawa Timur. Kawasan kepulauan Madura kini dipandang sebagai titik yang sangat rentan karena karakteristik geografisnya yang berbatasan langsung dengan laut terbuka.

Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, Musaffa’ Safril, menilai peristiwa terdamparnya puluhan kilo kokain ini sebagai alarm keras bagi semua pihak. Ia menekankan perlunya penguatan upaya pencegahan serta pengawasan wilayah pesisir secara menyeluruh.

“Penemuan kokain dalam jumlah besar di pantai Sumenep ini sangat memprihatinkan dan bukan yang pertama kali terjadi di wilayah tersebut,” ujar Musaffa’ Safril dalam pernyataan tertulisnya pada Jumat (24/4/2026) dikutip Telusur.id.

Menurut Safril, fakta ini menunjukkan bahwa peredaran narkoba di Jawa Timur tetap menjadi tantangan yang sangat berat. Meskipun aparat terus melakukan berbagai upaya pemberantasan, celah penyelundupan tampaknya masih terbuka lebar.

Ia menambahkan bahwa wilayah Madura memiliki potensi besar untuk menjadi pintu masuk utama jaringan narkoba internasional. Kondisi geografis yang terdiri dari gugusan kepulauan dan luasnya jalur laut lepas menjadi faktor risiko yang harus diwaspadai.

Jalur laut yang luas dinilai sering dimanfaatkan oleh sindikat narkotika untuk menghindari pantauan petugas di pelabuhan resmi. Hal ini membuat Madura menjadi titik transit yang strategis bagi peredaran barang haram lintas negara maupun lintas daerah.

“Madura perlu mendapatkan perhatian ekstra dari pemerintah dan aparat. Dampak sosial dari peredaran ini sangat luar biasa besar, terutama bagi masa depan generasi muda,” lanjut Safril dengan nada tegas.

Secara khusus, ia mengkhawatirkan dampak narkoba terhadap lingkungan pesantren dan masyarakat pesisir yang menjadi ciri khas Madura. Perlindungan terhadap institusi pendidikan agama menjadi prioritas utama bagi GP Ansor dalam membentengi moral bangsa.

GP Ansor Jawa Timur menegaskan bahwa persoalan narkoba tidak boleh hanya bertumpu pada pundak aparat penegak hukum semata. Diperlukan kerja sama yang sistematis antara pemerintah, kepolisian, dan elemen masyarakat sipil.

Sinergi dengan organisasi keagamaan seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan badan otonomnya dianggap sebagai kunci keberhasilan. Kolaborasi ini diharapkan mampu menutup ruang gerak para bandar narkoba hingga ke pelosok desa.

“Fakta di lapangan menunjukkan bahwa aparat tidak bisa bekerja sendiri tanpa bantuan informasi dari warga. Sinergi masyarakat adalah kunci agar pemberantasan narkoba berjalan efektif,” ungkapnya lagi.

Sebagai bentuk kontribusi nyata, GP Ansor Jatim menyatakan siap terjun langsung melakukan edukasi bahaya narkoba di berbagai pesantren. Penguatan nilai-nilai agama akan dijadikan benteng utama dalam sistem pertahanan sosial masyarakat.

Upaya ini diharapkan dapat membangun kesadaran kolektif dari tingkat akar rumput hingga ke level provinsi. Dengan keterlibatan kader Ansor, pengawasan berbasis komunitas akan diperketat melalui patroli sosial dan koordinasi intensif dengan aparat terkait.

Saat ini, kasus temuan kokain tersebut masih dalam penyelidikan mendalam oleh Polda Jawa Timur. GP Ansor berharap kepolisian dapat mengungkap aktor intelektual di balik penyelundupan ini secara transparan dan menindak tegas siapapun yang terlibat.

Tinggalkan Balasan