Jombang,TelusuR.ID–Komisi D DPRD Jombang bersama pihak RSUD Jombang menggelar rapat dengar pendapat (RDP) untuk membahas arah pengembangan fasilitas layanan kesehatan daerah. Dari hasil pembahasan tersebut, disepakati langkah strategis yang lebih efisien dan berkelanjutan, yakni mengalihkan rencana relokasi rumah sakit menjadi pembangunan gedung baru di lokasi yang sudah ada.
Anggota Komisi D DPRD Jombang, Rahmat Agung Saputra, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan efektivitas anggaran dan keberlanjutan layanan. Menurutnya, pembangunan fasilitas kesehatan akan lebih optimal jika dilakukan di lokasi eksisting RSUD.
“Relokasi membutuhkan proses yang jauh lebih kompleks, termasuk pemindahan alat kesehatan berteknologi tinggi seperti MRI dan CT Scan. Karena itu, opsi pembangunan di lokasi saat ini dinilai lebih realistis dan efisien,” ujarnya.
Sebagai penguatan layanan, RSUD Jombang akan melanjutkan rencana pengembangan gedung bertingkat yang sebelumnya telah dirancang. Jika awalnya direncanakan tujuh lantai, kini dikembangkan menjadi 10 lantai untuk menyesuaikan peningkatan kebutuhan layanan kesehatan masyarakat.
Rencana ini juga mendapat dukungan dari Bupati Jombang. Gedung baru akan dibangun di area eks Dinas Kesehatan dengan dukungan skema pendanaan dari pemerintah pusat. Mekanisme pembiayaan dilakukan melalui dana talangan kementerian yang kemudian akan diangsur oleh BLUD RSUD Jombang sesuai kemampuan pendapatan rumah sakit.
“Pembayaran dilakukan secara bertahap berdasarkan pendapatan RSUD setiap tahun, sehingga tetap terukur dan tidak membebani keuangan daerah,” jelas Agung.

Komisi D DPRD Jombang menyatakan dukungan penuh terhadap rencana tersebut karena dinilai sejalan dengan kebutuhan peningkatan layanan kesehatan masyarakat. Selain itu, kondisi fasilitas RSUD saat ini juga sudah membutuhkan pengembangan, termasuk keterbatasan area parkir hingga persoalan drainase yang pernah menimbulkan genangan air.
Dengan pembangunan gedung baru ini, diharapkan kapasitas dan kualitas layanan RSUD Jombang dapat meningkat secara signifikan, seiring dengan terus bertambahnya jumlah kunjungan pasien setiap tahun.
Total kebutuhan anggaran pembangunan gedung 10 lantai tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp400 miliar, yang sudah mencakup seluruh aspek pembangunan.
Peningkatan kapasitas ini diharapkan menjadi langkah penting dalam memperkuat layanan kesehatan di Jombang, sehingga RSUD dapat memberikan pelayanan yang lebih modern, tertata, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.



