TelusuR.ID

Beranda blog Halaman 72

Teror Molotov Subuh Hari! Mobil Kades Purwasaba Dibakar, Aparat Didesak Bongkar Dalang

0

SURABAYA,TelusuR.ID – Fajar bahkan belum sepenuhnya menyingsing ketika suasana tenang di Desa Purwasaba mendadak terusik. Sekitar pukul 04.10 WIB, sebuah aksi yang diduga kuat sebagai teror terjadi—sebotol bom molotov dilemparkan, menyambar kendaraan pribadi milik Kepala Desa, Hoho Alkaf. Api membesar, memecah sunyi, sekaligus menyisakan kegelisahan bagi warga sekitar.

Peristiwa ini segera memantik reaksi keras dari berbagai pihak, salah satunya Divisi Bidang Hukum dan HAM DPW Squad Nusantara Jawa Timur. Bagi mereka, kejadian tersebut bukan sekadar tindak kriminal biasa. Ada pesan ancaman yang terasa nyata—sebuah upaya intimidasi yang berpotensi merusak rasa aman, tidak hanya bagi korban, tetapi juga bagi masyarakat luas.

Moch Choliq Al Muchlis, yang juga Managing Partner Squad Law Firm, menyampaikan kecaman tegas. Ia melihat peristiwa ini sebagai indikasi adanya upaya sistematis untuk menekan dan membungkam seorang pemimpin di tingkat desa. Menurutnya, tindakan semacam ini tidak boleh dibiarkan tumbuh, apalagi di negara yang menjunjung tinggi hukum.

Nada serupa disampaikan Hendra Juli Santoso. Ia menegaskan dukungan penuh kepada aparat Kepolisian Republik Indonesia untuk mengusut kasus ini hingga tuntas. Bukan hanya pelaku di lapangan, tetapi juga kemungkinan adanya aktor intelektual yang berada di balik layar. Baginya, pengungkapan motif menjadi kunci penting agar peristiwa serupa tidak terulang.

Di sisi lain, Galang Putra Praja mengingatkan kembali prinsip dasar dalam negara hukum: setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum. Tidak boleh ada perlakuan berbeda, tidak boleh ada ruang bagi kekuasaan untuk membelokkan keadilan. Hukum, tegasnya, harus menjadi pelindung bagi semua.

Team Squad Law Firm & Bidang Hukum Squad Nusantara

Dari sudut pandang hukum, kejadian ini dinilai melampaui sekadar perusakan barang. Ada unsur ancaman terhadap stabilitas sosial dan keamanan publik. Tindakan tersebut berpotensi melanggar ketentuan pidana terkait perusakan dan pembakaran, bahkan bisa mengarah pada tindak pidana terorisme jika terbukti mengandung unsur intimidasi yang sistematis.

Lebih jauh, peristiwa ini kembali menguji sejauh mana negara hadir melindungi warganya. Dalam prinsip negara hukum, rasa aman adalah hak mendasar. Korban berhak atas perlindungan, begitu pula masyarakat yang kini diliputi kekhawatiran. Jika tindakan seperti ini tidak ditindak tegas, maka yang tumbuh bukan hanya rasa takut, tetapi juga ketidakpercayaan terhadap hukum itu sendiri.

Karena itu, dorongan kepada aparat penegak hukum menjadi semakin kuat: bertindak cepat, bekerja profesional, dan membuka proses secara transparan. Publik menunggu kejelasan—siapa pelakunya, apa motifnya, dan apakah ada pihak lain yang terlibat.

Sikap tegas pun dinyatakan. Aksi teror di Purwasaba dikutuk keras. Penangkapan pelaku didesak segera dilakukan. Pengungkapan menyeluruh menjadi tuntutan, sekaligus penegasan bahwa tidak boleh ada ruang bagi teror dan intimidasi di negeri ini.

Pada akhirnya, harapan kembali disematkan pada penegakan hukum yang adil dan tanpa pandang bulu. Sebab hanya dengan keadilan yang ditegakkan secara nyata, rasa aman dapat dipulihkan, dan kepercayaan masyarakat terhadap hukum tetap terjaga.

Di tengah bara yang sempat menyala itu, tersisa satu pesan yang tak boleh padam: Indonesia tidak boleh memberi tempat bagi kekerasan. Dan perjuangan untuk keadilan, akan terus dikawal hingga tuntas.

Tak Gentar Tempuh 123 KM! Kader Ansor Jogoroto Siap Ramaikan Gowes Bangkalan–Jombang

0

Jombang – Semangat pemuda dalam menjaga persatuan dan energi kebangsaan kembali digaungkan melalui agenda *Gowes Bangkalan – Jombang 123 KM* yang diinisiasi oleh GP Ansor. Bukan sekadar ajakan berolahraga, tapi ada denyut kebersamaan yang mengalir kuat dalam agenda Gowes Bangkalan – Jombang 123 KM. Sebuah perjalanan panjang yang bukan hanya soal kayuhan sepeda, melainkan juga perjalanan batin—menghubungkan fisik, spiritual, dan semangat kebangsaan dalam satu lintasan.

Di Jogoroto, geliat itu sudah terasa sejak jauh hari. Para kader GP Ansor setempat bersiap, bukan hanya dengan sepeda dan fisik, tapi juga dengan tekad. Ketua PAC GP Ansor Jogoroto, Samsul Huda, menyebut ratusan kadernya telah menyatakan siap ambil bagian.

“Ini bukan sekadar ikut gowes. Ini bagian dari komitmen kami untuk menjaga semangat pemuda yang sehat, solid, dan punya arah,” tuturnya.

Bagi mereka, perjalanan sejauh 123 kilometer bukan hal ringan. Namun justru di situlah letak maknanya. Setiap kayuhan akan menjadi pengikat rasa persaudaraan—ukhuwah yang melintasi batas wilayah, menyatukan kader Ansor dari berbagai penjuru.

Lebih dari sekadar olahraga, agenda ini juga diselimuti nuansa religi melalui ziarah yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan. Sebuah pengingat bahwa langkah sejauh apa pun, tetap perlu pijakan nilai dan doa.

Mengusung tema “Satukan Energi Pemuda Indonesia”, gowes ini seperti menjadi panggilan bagi generasi muda untuk kembali menemukan jati dirinya: religius, tangguh, dan berjiwa nasionalis. Di jalan panjang itu, bukan hanya otot yang diuji, tetapi juga ketahanan mental dan kekuatan niat.

Dengan persiapan yang terus dimatangkan dan antusiasme yang datang dari berbagai daerah—termasuk Jogoroto—kegiatan ini diprediksi akan menjadi lebih dari sekadar event. Ia adalah simbol. Simbol bahwa energi pemuda Indonesia masih menyala, bergerak, dan siap menempuh perjalanan panjang demi masa depan bangsa.(mif)

Humanis!! Babinsa Koramil Jatiroto Perkuat Kedekatan TNI dan Warga Wonogiri

0

Wonogiri,TelusuR.ID – Dalam upaya menjaga keamanan wilayah sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat, Babinsa Koramil 16 Jatiroto Kodim 0728/Wonogiri melaksanakan kegiatan patroli pengamanan dan komunikasi sosial di wilayah Kecamatan Jatiroto, Sabtu (25/4/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung penuh keakraban dengan menyambangi tokoh masyarakat, tokoh adat, serta berbagai komponen warga setempat.

Patroli yang dikemas melalui anjangsana dan silaturahmi ini menjadi langkah nyata TNI dalam membangun kedekatan dengan masyarakat. Kehadiran Babinsa disambut hangat warga yang merasa diperhatikan dan dilibatkan dalam menjaga stabilitas lingkungan.

Selain memantau situasi wilayah, Babinsa juga mendengarkan langsung aspirasi serta perkembangan kondisi masyarakat di lapangan.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah tokoh masyarakat menyampaikan dukungan penuh terhadap program-program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Mereka juga menegaskan komitmennya untuk terus berpartisipasi aktif dalam pembangunan di Kecamatan Jatiroto agar daerah semakin maju, aman, dan nyaman bagi seluruh warga.

Tak hanya itu, para tokoh yang ditemui juga sepakat untuk terus menjalin komunikasi dengan aparat terkait apabila muncul persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Sinergi antara TNI, pemerintah, dan warga ini diharapkan mampu menjaga kondusivitas desa serta memperkuat persatuan di wilayah Kabupaten Wonogiri.

(Agus Kemplu)

Sinergi TNI, Polri, Pemda dan Warga Percepat TMMD Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen di Desa Puro Kecamatan Karangmalang

0

SRAGEN, TelusuR.ID – Semangat kebersamaan dan gotong royong terlihat nyata dalam pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen yang dipusatkan di Desa Puro, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen. Program TMMD ini terus dikebut dengan melibatkan sinergi kuat antara TNI, Polri, Pemerintah Daerah, serta masyarakat setempat, Sabtu (25/04/2026).

Kehadiran personel Satgas TMMD bersama aparat Kepolisian, perangkat desa, serta warga bahu-membahu melaksanakan pekerjaan sasaran fisik yang telah direncanakan. Mulai dari pembangunan infrastruktur jalan desa hingga kegiatan sosial kemasyarakatan, semuanya dilakukan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan.

 

Komandan Kodim 0725/Sragen selaku Dansatgas TMMD Reguler ke-128 menegaskan bahwa keberhasilan TMMD tidak terlepas dari kekompakan seluruh elemen. Menurutnya, kerja sama lintas sektor menjadi kunci utama agar seluruh target pembangunan dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat maksimal bagi warga.

“TMMD ini bukan hanya program TNI, tetapi program bersama. Dukungan Polri, Pemda, dan masyarakat sangat menentukan keberhasilan kegiatan ini. Dengan semangat gotong royong, pekerjaan menjadi lebih ringan dan hasilnya dapat segera dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen menyampaikan apresiasi atas keterlibatan semua pihak dalam mendukung program TMMD. Pemda menilai TMMD mampu menjadi solusi percepatan pembangunan, terutama pada wilayah yang membutuhkan perhatian khusus dalam peningkatan sarana dan prasarana.

Di lapangan, warga Desa Puro juga menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka ikut membantu pekerjaan pembangunan dengan penuh semangat, mulai dari menyiapkan material, membantu pekerjaan teknis, hingga mendukung kebutuhan personel Satgas TMMD selama pelaksanaan kegiatan berlangsung.

Salah satu warga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas adanya TMMD di desanya. Ia berharap pembangunan yang dilakukan dapat meningkatkan akses jalan dan fasilitas desa sehingga mempermudah aktivitas masyarakat sehari-hari.

“Alhamdulillah, kami senang karena desa kami mendapat program TMMD. Jalan jadi bagus, akses lancar, dan warga juga makin kompak,” ungkapnya.

Dengan sinergi yang solid antara TNI, Polri, Pemda, serta warga, pelaksanaan TMMD Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen di Desa Puro Kecamatan Karangmalang optimistis dapat berjalan lancar sesuai target, sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat demi terwujudnya pembangunan desa yang maju dan sejahtera.

(Agus Kemplu)

Jumat Berkah ke-351, Squad Nusantara Jatim Tebar Kepedulian dan Kebahagiaan untuk Anak Yatim di Sidoarjo

0

SIDOARJO,TelusuR.ID – Komitmen menebar kepedulian sosial terus ditunjukkan DPW Squad Nusantara Jawa Timur melalui program rutin Jumat Berkah. Memasuki pelaksanaan ke-351, kegiatan tersebut kembali digelar dengan menyasar anak-anak yatim piatu di Panti Asuhan Bonek (PAB), wilayah Cemengbakalan, Sidoarjo, Jumat (24/4/2026).

Dalam kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan itu, relawan Squad Nusantara Jatim mengajak delapan anak penghuni panti untuk menikmati makan bakso bersama. Kebahagiaan semakin terasa saat anak-anak diajak berbelanja kebutuhan sehari-hari di minimarket setempat, memberikan pengalaman sederhana namun bermakna bagi mereka.

Sebagai bentuk dukungan berkelanjutan, rombongan juga menyalurkan bantuan sembako berupa beras dan minyak goreng guna membantu pemenuhan kebutuhan konsumsi harian panti asuhan.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi, tetapi juga wujud nyata upaya menumbuhkan empati dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Melalui interaksi langsung, Squad Nusantara Jatim berharap dapat menghadirkan kebahagiaan sekaligus mempererat rasa kebersamaan dengan anak-anak yatim piatu.

Aksi sosial tersebut turut melibatkan berbagai komunitas dan elemen masyarakat, di antaranya SKN (Seduluran Kicau Mania), SMM (Seduluran Murai Mania), PJB (Paguyuban Juri Bermartabat), GARBAYA (Gantangan Rusunawa Surabaya Utara), Abah Hudan Mbledos Steak Sidoarjo, serta Bapak Enji dari BMW Company. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih tumbuh kuat dan mampu menghadirkan manfaat yang lebih luas.

Humas DPW Squad Nusantara Jawa Timur, Sari Kristianingsih, menegaskan bahwa program Jumat Berkah tidak sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari gerakan sosial berkelanjutan yang bertujuan untuk meringankan beban sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan.

“Alhamdulillah, program Jumat Berkah ke-351 dapat kembali terlaksana. Kami ingin terus hadir berbagi kebahagiaan, khususnya bagi anak-anak yatim piatu. Harapan kami, apa yang diberikan hari ini tidak hanya bermanfaat secara materi, tetapi juga mampu memberikan semangat dan keceriaan bagi mereka,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan berbagai pihak menjadi energi positif dalam memperluas dampak kegiatan sosial.

“Kami berharap kolaborasi ini terus terjaga dan semakin banyak pihak yang tergerak untuk ikut berbagi. Dengan kebersamaan, manfaat yang dihadirkan akan semakin besar dan berkelanjutan,” tambahnya.

Program Jumat Berkah DPW Squad Nusantara Jawa Timur sendiri telah menjadi agenda rutin yang konsisten dilaksanakan. Ke depan, kegiatan ini diharapkan tidak hanya terus berjalan, tetapi juga mampu menginspirasi lebih banyak komunitas untuk menumbuhkan kepedulian sosial dan memperkuat nilai gotong royong di tengah masyarakat.

Pidana Biasa, GMPK Pertanyakan Kepindahan Sihombing Ke Lapas Nusakambangan ?

0

JAKARTA, TELUSUR.ID – Kabar mengejutkan datang dari jagat hukum tanah air. Mantan Ketua Umum Pemuda Tri Karya (PETIR), Jekson Sihombing, dilaporkan telah dipindahkan secara mendadak dari Lapas Pekanbaru menuju Lapas Nusakambangan, Jawa Tengah.

Pemindahan tersebut terkonfirmasi melalui Surat Pemberitahuan Lapas Pekanbaru Nomor: WP.4.PAS1.PK.01.02-1528 tertanggal 21 April 2026. Langkah ini langsung memicu reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat sipil.

Dewan Pengurus Pusat Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (DPP GMPK) menjadi pihak yang paling vokal mempertanyakan urgensi di balik keputusan tersebut. Mereka menilai ada keganjilan yang cukup mencolok dalam proses pemindahan ini.

Ketua Umum DPP GMPK, Abd. Aziz, menyatakan bahwa kasus pemidanaan Jekson sebenarnya merupakan rentetan dari aksi demonstrasi yang ia lakukan. Sebelumnya, Jekson gencar menyuarakan dugaan korupsi triliunan rupiah di sektor kehutanan.

Perjalanan kasusnya kemudian berujung pada vonis 6 tahun penjara atas dugaan pemerasan terhadap First Resources Group, sebuah perusahaan sawit asal Singapura. Namun, kualifikasi pidana ini dinilai tidak sebanding dengan perlakuan yang diterima Jekson.

GMPK mempertanyakan apakah vonis tersebut layak digolongkan sebagai tindak pidana berisiko tinggi (high risk). Sebab, Lapas Nusakambangan umumnya diperuntukkan bagi narapidana dengan profil kejahatan yang sangat luar biasa.

Lazimnya, penghuni Nusakambangan adalah mereka yang terlibat jaringan narkoba internasional atau narapidana residivis yang mengendalikan bisnis haram dari dalam jeruji besi. Jekson dianggap tidak masuk dalam kategori tersebut.

Lebih lanjut, fasilitas di pulau isolasi itu biasanya diperuntukkan bagi terpidana dengan vonis mati, seumur hidup, atau di atas 20 tahun. Sedangkan Jekson hanya dijatuhi vonis 6 tahun yang saat ini pun belum berkekuatan hukum tetap.

Aziz juga mempertanyakan apakah Jekson terbukti melakukan pelanggaran disiplin berat selama di Lapas Pekanbaru. Tanpa adanya bukti pelanggaran nyata, pemindahan ini diduga kuat tidak memenuhi syarat formil maupun materiil.

Publik kini mulai berspekulasi bahwa pemindahan ini beririsan dengan upaya pembungkaman. Pasalnya, Jekson dikenal sebagai aktivis yang getol mengawal kasus-kasus korupsi kakap sebelum akhirnya terjerat persoalan hukum.

Jika dugaan ini benar, maka pemindahan ke Nusakambangan berpotensi memicu kontroversi luas mengenai absennya keadilan di tengah masyarakat. Hal ini dikhawatirkan akan mencederai citra penegakan hukum nasional.

Kondisi semakin pelik karena saat ini Jekson sedang menempuh upaya hukum Banding. Secara yuridis, penegak hukum seharusnya menghormati hak terdakwa untuk melakukan pembelaan diri di tingkat yang lebih tinggi.

Pemindahan yang dilakukan tanpa pemberitahuan kepada pihak keluarga ini dinilai sangat tidak transparan. Kurangnya kejelasan alasan objektif membuat akses komunikasi antara Jekson dengan penasihat hukumnya menjadi terhambat.

Keluarga Jekson kini dihantui rasa khawatir dan kecurigaan yang mendalam. Ketidakpastian mengenai kondisi keselamatannya di Nusakambangan dianggap sebagai bentuk perusakan terhadap prinsip peradilan yang adil (fair trial).

Oleh karena itu, GMPK mendesak pihak Lapas Pekanbaru untuk memberikan penjelasan secara terbuka kepada publik. Masyarakat berhak tahu apa alasan mendasar yang membuat Jekson harus dikirim ke lapas dengan keamanan super ketat tersebut.

Keterbukaan ini penting agar tidak muncul preseden buruk yang melanggar hak asasi fundamental seorang terdakwa. Setiap tindakan administratif negara terhadap warga binaan harus didasarkan pada asas legalitas dan akuntabilitas.

Merujuk pada UU No. 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, pemindahan seorang tahanan harus mempertimbangkan aspek pembinaan dan keamanan secara proporsional. Aturan ini tidak boleh ditafsirkan secara sepihak oleh otoritas terkait.

Begitu pula dengan PP No. 31 Tahun 1999 yang mengatur bahwa pemindahan harus didahului dengan asesmen risiko yang ketat. Hasil asesmen tersebut harus membuktikan adanya potensi gangguan keamanan yang nyata dari yang bersangkutan.

Atas dasar rentetan keganjilan tersebut, DPP GMPK melayangkan permintaan khusus kepada Pemerintah Pusat. Mereka berharap suara ini didengar oleh menteri terkait yang membidangi urusan hukum dan pemasyarakatan.

GMPK meminta Menko Kumham Imipas, Yusril Ihza Mahendra, untuk memberikan atensi khusus pada kasus ini. Perhatian pemerintah sangat dibutuhkan guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai dengan koridor hukum positif yang berlaku.

“Jekson Sihombing bukanlah seorang terpidana, melainkan terdakwa yang proses hukumnya masih berjalan. Pemindahan tergesa-gesa tanpa prosedur resmi adalah pelanggaran nyata terhadap hak-hak warga negara,” tegas Abd. Aziz yang juga CEO Firma Hukum Progresif Law, dalam keterangan tertulisnya diterima Telusur.id, Sabtu (25/4/2026).

Menempuh 123 KM, Ribuan Pesepeda Bakal Taklukkan Rute Napak Tilas Bangkalan – Jombang

0

SURABAYA, TELUSUR.ID – Sebuah gelaran olahraga bersejarah siap menghentak Jawa Timur pada Ahad, 26 April 2026. Gerakan Pemuda (GP) Ansor bakal menyelenggarakan kegiatan spektakuler bertajuk “Gowes Bangkalan – Jombang” dengan jarak tempuh mencapai 123 kilometer.

Jalur sepanjang ratusan kilometer ini bukan sekadar rute olahraga biasa, melainkan sebuah jalur napak tilas perjuangan para pendiri Nahdlatul Ulama (NU). Kegiatan ini diprediksi akan diikuti oleh ribuan kader Ansor, komunitas pesepeda, hingga masyarakat umum.

Rute gowes ini didesain sangat menantang karena melintasi enam kabupaten dan kota sekaligus di Jawa Timur. Perjalanan akan dimulai dari Kabupaten Bangkalan, kemudian bergerak menyeberangi selat menuju pusat Kota Surabaya sebagai titik transit awal.

Setelah lepas dari hiruk-pikuk Surabaya, para peserta akan mengayuh pedal menuju Kabupaten Gresik. Rute ini menuntut stamina yang stabil mengingat karakteristik jalanan yang beragam, mulai dari jalur perkotaan yang padat hingga jalan terbuka yang cukup panjang.

Memasuki etape berikutnya, rombongan pesepeda akan diarahkan menuju wilayah Mojokerto. Rute ini mencakup area Kota Mojokerto hingga melintasi sisi kabupaten, sebelum akhirnya mencapai garis finis di Kabupaten Jombang yang dikenal sebagai Kota Santri.

Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor, Addin Jauharudin, menegaskan bahwa ajang ini terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung. Ia ingin semangat persatuan ini dirasakan oleh seluruh elemen masyarakat, tidak hanya terbatas bagi kader Ansor semata.

Menariknya, Addin berkomitmen untuk terjun langsung menaklukkan rute 123 kilometer tersebut secara penuh. Ia berjanji akan mengayuh sepeda dari titik start di Bangkalan hingga titik akhir di Jombang tanpa menggunakan bantuan mesin atau tenaga listrik.

“Saya gowes full Bangkalan – Jombang dengan sepeda pancal manual jenis road bike, bukan sepeda listrik. Ini adalah bagian dari upaya meresapi perjuangan para muassis NU dan Ansor,” tegas Addin dalam keterangannya, Jumat (24/4/2026) dikutip Telusur.id.

Keputusan menggunakan sepeda road bike manual ini bukan tanpa alasan. Hal tersebut dilakukan sebagai simbol kerja keras dan ketangguhan fisik dalam menghadapi rute panjang yang melelahkan namun penuh dengan nilai historis.

Addin menjelaskan bahwa gowes ini merupakan salah satu dari dua agenda utama dalam rangkaian peringatan Harlah Ansor ke-92. Selain olahraga fisik, kegiatan ini dipadukan dengan agenda spiritual berupa Ziarah Kubro para tokoh besar pendiri organisasi.

Titik ziarah utama dimulai dari makam ulama kharismatik Syaikhona Kholil di Bangkalan, yang secara simbolis menjadi titik tolak keberangkatan. Sementara di Jombang, peserta akan berziarah ke makam KH Wahab Chasbullah di Tambak Beras.

Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif ini menyebut bahwa kegiatan gowes lintas kabupaten tersebut bukan sekadar untuk menjaga kebugaran tubuh. Lebih dari itu, acara ini merupakan upaya merawat ingatan kolektif terhadap perjuangan para ulama di masa lampau.

“Ziarah kubro menjadi momentum meneguhkan kembali hubungan spiritual dan historis. Sementara gowes menjadi simbol gerak aktif pemuda dalam menjaga persatuan dan energi kebangsaan,” terang pria yang memegang gelar Doktor dari FE UB Malang tersebut.

Kombinasi antara olahraga bersepeda dan wisata religi ziarah diharapkan dapat menjangkau generasi muda dengan pendekatan yang lebih relevan. GP Ansor ingin nilai-nilai luhur organisasi dapat tersampaikan melalui kegiatan yang energik dan inklusif.

Bagi para kader muda Nahdliyin, agenda ini juga menjadi ajang konsolidasi akbar. Melintasi jalanan antarprovinsi bersama-sama dinilai mampu mempererat ikatan emosional dan solidaritas antaranggota yang datang dari berbagai daerah.

Melalui tema “Satukan Energi Pemuda Indonesia”, GP Ansor ingin menegaskan komitmennya dalam membangun karakter pemuda yang religius sekaligus nasionalis. Ketangguhan fisik di jalanan diharapkan tercermin dalam ketangguhan mental membangun bangsa.

Dengan persiapan yang matang dan rute yang menantang, Gowes Bangkalan – Jombang 123 KM ini diharapkan sukses menjadi simbol kebangkitan energi pemuda Indonesia di tahun 2026. Perjalanan ini adalah tentang sejarah, keringat, dan masa depan.

Teror Pembakaran Mobil Kades Viral, Squad Nusantara Jatim Tampil Terdepan Bangun Dukungan Publik

0

SURABAYA,TelusuR.ID – Peristiwa pembakaran mobil yang diduga milik seorang kepala desa (kades) oleh orang tak dikenal (OTK) yang viral di media sosial memicu keprihatinan luas, sekaligus menghadirkan gelombang solidaritas dari berbagai elemen masyarakat.

Video kejadian yang diunggah melalui akun TikTok @hohoalkaf058 pada Kamis (22/4/2025) memperlihatkan sebuah kendaraan terbakar di area rumah pemiliknya. Meski kronologi dan motif kejadian masih dalam penyelidikan, peristiwa ini menjadi perhatian publik karena diduga berkaitan dengan upaya teror terhadap aparatur desa.

Di tengah situasi tersebut, dukungan moral terus mengalir deras. Masyarakat dari berbagai daerah menunjukkan empati dan doa, sebagai bentuk kepedulian terhadap pemimpin desa yang tengah menghadapi ujian.

Ketua DPW Squad Nusantara Jawa Timur, Kemas Elfiansyah Baky, turut memberikan pesan yang membangun dan penuh semangat. Ia mengajak semua pihak untuk tetap teguh dalam kebaikan serta tidak gentar dalam mengabdi kepada masyarakat.

“Istiqomah menjadi orang baik dan berjuang untuk masyarakat. Semangat terus, karena pengabdian tidak pernah sia-sia,” ungkapnya, menegaskan pentingnya menjaga integritas dan semangat pelayanan.

Sikap ini mencerminkan komitmen Squad Nusantara Jawa Timur dalam mendukung para pemimpin daerah agar tetap kuat, optimis, dan berani menghadapi tantangan. Organisasi ini juga активно menggerakkan solidaritas internal, mengajak seluruh anggota untuk memberikan dukungan moral sebagai wujud kebersamaan dan kepedulian sosial.

Gelombang empati dari masyarakat pun memperkuat pesan tersebut. Banyak warganet menyampaikan harapan agar sang kades tetap dalam lindungan Tuhan, diberikan kesehatan, serta terus melanjutkan pengabdian dengan penuh semangat.

Peristiwa ini tidak hanya menjadi perhatian karena sisi kejadiannya, tetapi juga karena kuatnya nilai gotong royong yang kembali terlihat di tengah masyarakat. Dukungan yang mengalir menjadi bukti bahwa solidaritas sosial tetap hidup dan menjadi kekuatan bersama dalam menghadapi berbagai tantangan.

DPW Squad Nusantara Jawa Timur berharap kejadian ini menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan, meningkatkan kewaspadaan, serta mendorong perlindungan yang lebih baik terhadap aparatur desa sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat.

Hingga saat ini, publik masih menantikan langkah cepat dan transparan dari pihak berwenang. Namun di balik itu, semangat persatuan dan dukungan yang terus menguat menjadi harapan besar bagi terciptanya situasi yang aman dan kondusif ke depan.

Wujudkan Mimpi Sineas Muda, Workshop ‘Inside The Frame’ Hadirkan Teknologi Kamera Medium Format di Surabaya

0

SURABAYA, TELUSUR.ID – Industri film dan konten digital di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Namun, keterbatasan akses terhadap perangkat produksi standar industri masih menjadi hambatan bagi para talenta muda untuk berkembang lebih jauh.

Menanggapi tantangan tersebut, bìsasínema berkolaborasi dengan Sentra Digital Surabaya menggelar sebuah perhelatan besar bertajuk “Inside The Frame”. Acara ini digadang-gadang sebagai workshop sinema terintegrasi terbesar di Jawa Timur yang menyasar pelajar dan mahasiswa.

Kegiatan inspiratif ini berlangsung selama dua hari, yakni pada Jumat dan Sabtu, 24–25 April 2026. Mengambil tempat di Auditorium Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (ISTTS), acara dimulai sejak pukul 10.00 hingga 17.00 WIB dengan antusiasme peserta yang luar biasa.

Berbeda dengan workshop pada umumnya yang didominasi oleh teori, “Inside The Frame” menawarkan konsep pembelajaran yang langsung menyentuh praktik nyata di lapangan. Peserta diajak untuk menyelami alur kerja produksi film profesional secara komprehensif dari hulu ke hilir.

Sesi awal dimulai dengan pendalaman materi penyutradaraan yang dipandu oleh Wendy Aga. Sosok di balik film populer Agak Laen: Menyala Pantiku tersebut berbagi ilmu tentang bagaimana menerjemahkan sebuah naskah cerita menjadi visi visual yang kuat.

Setelah memahami teori dasar, para peserta tidak dibiarkan hanya duduk diam. Panitia telah membangun set film nyata di area ISTTS yang dirancang khusus untuk mempraktikkan proses produksi sesungguhnya layaknya di studio film besar.

Di dalam set tersebut, para peserta mendapatkan kesempatan langka untuk mempraktikkan blocking pemain dan penataan cahaya atau lighting. Mereka juga dibimbing dalam mengoperasikan kamera di bawah pengawasan mentor berpengalaman untuk menghasilkan gambar yang estetik.

Satu hal yang menjadi daya tarik utama dalam workshop ini adalah kehadiran teknologi mutakhir berupa kamera Fujifilm GFX Eterna. Kamera sinema medium format ini sangat jarang bisa diakses oleh publik secara bebas, apalagi oleh kalangan pelajar.

Fujifilm GFX Eterna dikenal di kalangan profesional karena kemampuannya menghasilkan karakter visual sinematik dengan detail yang sangat tinggi. Pengalaman ini memberikan perspektif baru bagi peserta mengenai kualitas gambar standar layar lebar.

Melengkapi kecanggihan kamera tersebut, penyelenggara juga menyediakan jajaran lensa dari DZOFilm. Brand ini sedang naik daun di industri sinematografi global dan memberikan fleksibilitas bagi para peserta untuk bereksperimen dengan berbagai sudut pandang.

Keunikan acara ini semakin terasa melalui alur kerja yang terintegrasi secara utuh. Setelah sesi pengambilan gambar selesai, hasil rekaman peserta tidak dibiarkan begitu saja, melainkan langsung dibawa ke tahap pasca-produksi.

Penyelenggara telah menyiapkan color grading suite khusus di sayap kanan gedung ISTTS. Di ruangan ini, hasil gambar diproses lebih lanjut untuk menentukan mood dan karakter warna film yang diinginkan sesuai standar industri.

Sesi teknis ini dibimbing langsung oleh Yulia Anggraeni, seorang Colorist profesional sekaligus pendiri Klöver Colour Studio. Ia memperkenalkan alur kerja finishing menggunakan perangkat lunak standar dunia, DaVinci Resolve, kepada para peserta.

Pendekatan satu rangkaian utuh ini—mulai dari penyutradaraan, produksi di set dengan alat terkini, hingga tahap akhir pasca-produksi—memberikan gambaran nyata bagi peserta mengenai ekosistem kerja profesional yang sebenarnya.

Tak hanya workshop, area acara juga dimeriahkan oleh eksibisi perangkat sinema terbaru. Berbagai brand ternama seperti Fujifilm, Hollyland, Aputure, Blackmagic Design, hingga Zeiss turut memamerkan teknologi terkini mereka di lokasi acara.

Melalui inisiatif ini, bìsasínema, Sentra Digital, dan ISTTS memberikan kesempatan langka bagi komunitas kreatif di Surabaya dan Jawa Timur. Hebatnya, seluruh rangkaian kegiatan ini dapat dinikmati oleh peserta secara gratis tanpa dipungut biaya.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi katalisator bagi lahirnya sineas-sineas muda berbakat dari Jawa Timur. Dengan bekal pengalaman teknis yang mumpuni, mereka diharapkan lebih siap bersaing di industri kreatif yang semakin kompetitif dan dinamis.

Acara “Inside The Frame” pun ditutup dengan optimisme tinggi dari para peserta. Transformasi pendidikan kreatif seperti ini diyakini akan terus memperkuat posisi Surabaya sebagai salah satu pusat perkembangan industri perfilman di Indonesia.

Sinergi TNI dan Kemenag Boyolali, Al-Qur’an Mengalir untuk Warga Ngrembes dalam TMMD Sengkuyung 2026

0

Boyolali,TelusuR.ID – Wujud kepedulian terhadap kehidupan religius masyarakat kembali ditunjukkan melalui program TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2026. Satgas TMMD Kodim 0724/Boyolali menggandeng Kementerian Agama Kabupaten Boyolali menyalurkan bantuan Al-Qur’an kepada Masjid Jami Darusallam yang berada di Dukuh Ngrembes, Desa Kauman, Kecamatan Wonosegoro, Jumat (24/04/26).

Penyerahan bantuan berlangsung khidmat di dalam masjid, disaksikan oleh anggota TNI serta tokoh masyarakat setempat. Bantuan berupa sejumlah Al-Qur’an ini diharapkan dapat mendukung kegiatan ibadah dan pembelajaran agama bagi warga, khususnya generasi muda di lingkungan tersebut.

Daramil 17/Wonosegoro Kapten Inf Dwi Supriyanto menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun tidak hanya infrastruktur fisik, tetapi juga memperkuat mental dan spiritual masyarakat. TMMD hadir sebagai wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat, yang tidak hanya fokus pada pembangunan, tetapi juga nilai-nilai keagamaan dan sosial.

Sementara itu, pihak Kemenag Kabupaten Boyolali menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah positif dalam meningkatkan kualitas keimanan masyarakat desa. Dengan adanya bantuan Al-Qur’an, diharapkan aktivitas keagamaan di Masjid Jami Darusallam semakin hidup dan membawa keberkahan bagi seluruh warga.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat yang merasa terbantu dan bangga atas perhatian yang diberikan. Semangat gotong royong dan kebersamaan antara TNI, pemerintah, dan warga kembali terjalin erat, menjadi fondasi kuat dalam membangun desa yang maju, religius, dan harmonis.

(Agus Kemplu)