SURABAYA, TELUSUR.ID – Sebuah gelaran olahraga bersejarah siap menghentak Jawa Timur pada Ahad, 26 April 2026. Gerakan Pemuda (GP) Ansor bakal menyelenggarakan kegiatan spektakuler bertajuk “Gowes Bangkalan – Jombang” dengan jarak tempuh mencapai 123 kilometer.
Jalur sepanjang ratusan kilometer ini bukan sekadar rute olahraga biasa, melainkan sebuah jalur napak tilas perjuangan para pendiri Nahdlatul Ulama (NU). Kegiatan ini diprediksi akan diikuti oleh ribuan kader Ansor, komunitas pesepeda, hingga masyarakat umum.
Rute gowes ini didesain sangat menantang karena melintasi enam kabupaten dan kota sekaligus di Jawa Timur. Perjalanan akan dimulai dari Kabupaten Bangkalan, kemudian bergerak menyeberangi selat menuju pusat Kota Surabaya sebagai titik transit awal.
Setelah lepas dari hiruk-pikuk Surabaya, para peserta akan mengayuh pedal menuju Kabupaten Gresik. Rute ini menuntut stamina yang stabil mengingat karakteristik jalanan yang beragam, mulai dari jalur perkotaan yang padat hingga jalan terbuka yang cukup panjang.
Memasuki etape berikutnya, rombongan pesepeda akan diarahkan menuju wilayah Mojokerto. Rute ini mencakup area Kota Mojokerto hingga melintasi sisi kabupaten, sebelum akhirnya mencapai garis finis di Kabupaten Jombang yang dikenal sebagai Kota Santri.
Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor, Addin Jauharudin, menegaskan bahwa ajang ini terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung. Ia ingin semangat persatuan ini dirasakan oleh seluruh elemen masyarakat, tidak hanya terbatas bagi kader Ansor semata.
Menariknya, Addin berkomitmen untuk terjun langsung menaklukkan rute 123 kilometer tersebut secara penuh. Ia berjanji akan mengayuh sepeda dari titik start di Bangkalan hingga titik akhir di Jombang tanpa menggunakan bantuan mesin atau tenaga listrik.
“Saya gowes full Bangkalan – Jombang dengan sepeda pancal manual jenis road bike, bukan sepeda listrik. Ini adalah bagian dari upaya meresapi perjuangan para muassis NU dan Ansor,” tegas Addin dalam keterangannya, Jumat (24/4/2026) dikutip Telusur.id.
Keputusan menggunakan sepeda road bike manual ini bukan tanpa alasan. Hal tersebut dilakukan sebagai simbol kerja keras dan ketangguhan fisik dalam menghadapi rute panjang yang melelahkan namun penuh dengan nilai historis.
Addin menjelaskan bahwa gowes ini merupakan salah satu dari dua agenda utama dalam rangkaian peringatan Harlah Ansor ke-92. Selain olahraga fisik, kegiatan ini dipadukan dengan agenda spiritual berupa Ziarah Kubro para tokoh besar pendiri organisasi.
Titik ziarah utama dimulai dari makam ulama kharismatik Syaikhona Kholil di Bangkalan, yang secara simbolis menjadi titik tolak keberangkatan. Sementara di Jombang, peserta akan berziarah ke makam KH Wahab Chasbullah di Tambak Beras.
Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif ini menyebut bahwa kegiatan gowes lintas kabupaten tersebut bukan sekadar untuk menjaga kebugaran tubuh. Lebih dari itu, acara ini merupakan upaya merawat ingatan kolektif terhadap perjuangan para ulama di masa lampau.
“Ziarah kubro menjadi momentum meneguhkan kembali hubungan spiritual dan historis. Sementara gowes menjadi simbol gerak aktif pemuda dalam menjaga persatuan dan energi kebangsaan,” terang pria yang memegang gelar Doktor dari FE UB Malang tersebut.
Kombinasi antara olahraga bersepeda dan wisata religi ziarah diharapkan dapat menjangkau generasi muda dengan pendekatan yang lebih relevan. GP Ansor ingin nilai-nilai luhur organisasi dapat tersampaikan melalui kegiatan yang energik dan inklusif.
Bagi para kader muda Nahdliyin, agenda ini juga menjadi ajang konsolidasi akbar. Melintasi jalanan antarprovinsi bersama-sama dinilai mampu mempererat ikatan emosional dan solidaritas antaranggota yang datang dari berbagai daerah.
Melalui tema “Satukan Energi Pemuda Indonesia”, GP Ansor ingin menegaskan komitmennya dalam membangun karakter pemuda yang religius sekaligus nasionalis. Ketangguhan fisik di jalanan diharapkan tercermin dalam ketangguhan mental membangun bangsa.
Dengan persiapan yang matang dan rute yang menantang, Gowes Bangkalan – Jombang 123 KM ini diharapkan sukses menjadi simbol kebangkitan energi pemuda Indonesia di tahun 2026. Perjalanan ini adalah tentang sejarah, keringat, dan masa depan.



