TelusuR.ID

Beranda blog Halaman 71

Personel Satgas TMMD Kumandangkan Adzan Subuh, Wujudkan Kebersamaan dengan Warga

0

Sragen,TelusuR.ID – Desa Puro, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen – Kebersamaan antara personel Satgas TMMD Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen dengan warga masyarakat tidak hanya terjalin dalam kegiatan pembangunan fisik, namun juga terlihat dalam kehidupan keagamaan, Sragen (26/04/2026).

Seperti yang tampak pada pagi hari, Praka Aris salah satu personel Satgas TMMD turut mengumandangkan adzan Subuh di masjid desa setempat. Suara adzan yang menggema di tengah suasana pagi yang sejuk menjadi penanda dimulainya aktivitas ibadah bagi warga sekitar.

Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa keberadaan Satgas TMMD bukan hanya membangun jalan, talud maupun sarana prasarana lainnya, tetapi juga ikut menyatu dengan kehidupan sosial dan spiritual masyarakat.

Warga Desa Puro menyambut baik kehadiran personel Satgas TMMD yang ikut berbaur dalam kegiatan keagamaan. Mereka merasa semakin dekat dan nyaman karena TNI hadir sebagai bagian dari masyarakat, bukan hanya sebagai pelaksana pembangunan.

Mbah Sugimin (60) salah satu warga mengungkapkan rasa senangnya karena Satgas TMMD tidak hanya bekerja keras di lapangan, tetapi juga memberikan contoh kedisiplinan dan kepedulian dalam menjalankan ibadah.

Melalui kegiatan sederhana seperti mengumandangkan adzan Subuh ini, diharapkan hubungan harmonis antara TNI dan rakyat semakin kuat, sekaligus menambah semangat kebersamaan dalam menyukseskan program TMMD Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen di Desa Puro.

(Agus Kemplu)

Babinsa Sambi Turun Langsung ke Warga, Pererat Silaturahmi dan Dukung Usaha Lokal di Babadan

0

Boyolali,TelusuR.ID – Kehadiran aparat teritorial di tengah masyarakat kembali terlihat nyata. Babinsa Desa Babadan Koramil 10/Sambi, Kopka Arif Rahman Hakim, melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (komsos) dengan warga binaannya di Dukuh Babadan RT 01 RW 03, Desa Babadan, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, Minggu (26/04/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Babinsa menyambangi salah satu warga yang tengah beraktivitas di bengkel pengolahan kayu. Suasana hangat dan penuh keakraban tampak saat Babinsa berdialog langsung, mendengarkan aspirasi serta memberikan motivasi kepada warga agar tetap semangat dalam menjalankan usaha sehari-hari.

Komsos ini menjadi sarana efektif untuk mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. Selain itu, Babinsa juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, serta mendorong warga untuk saling peduli dan bergotong royong demi terciptanya wilayah yang kondusif.

Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan sinergi antara aparat kewilayahan dan masyarakat semakin kuat. Kehadiran Babinsa tidak hanya sebagai pengayom, tetapi juga sebagai mitra yang selalu siap membantu dan mendukung kesejahteraan warga di wilayah binaan.

(Agus Kemplu)

Mencari Kebenaran Titik Nol Sang Putra Fajar: DPRD Jombang dan TACB Bahas Klaim Kelahiran Bung Karno di Ploso

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jombang akhirnya mengambil langkah serius untuk membedah misteri sejarah kelahiran Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno. Sebuah pertemuan penting digelar guna membahas potensi fakta baru mengenai tempat lahir Sang Proklamator tersebut.

Pertemuan yang berlangsung di ruang khusus DPRD Kabupaten Jombang pada Kamis (23/04/2026) ini mempertemukan unsur legislatif dengan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Jombang serta para penelusur sejarah yang selama ini mendalami jejak Bung Karno di Kota Santri.

Hadir dalam forum tersebut Ketua TACB Kabupaten Jombang, Nasrul iLah atau yang akrab disapa Cak Nas, serta anggota TACB Arif Yulianto. Kehadiran mereka membawa misi penting untuk meluruskan narasi sejarah yang selama ini berkembang di masyarakat luas.

Tak hanya pakar cagar budaya, audiensi ini juga diikuti oleh Inisiator Titik Nol Soekarno, Binhad Nurrohmat, serta Pembina Situs Persada Soekarno Kediri, R.M Kuswartono. Sosok penelusur sejarah kawakan, Moch. Faisol, turut hadir membawa tumpukan data yang telah dikumpulkan bertahun-tahun.

Dari jajaran legislatif, pertemuan ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jombang, Octadella Billytha Permatasari. Ia didampingi oleh Ketua Komisi D, Mochamad Agung Natsir, Wakil Ketua Komisi D, Erna Kuswati, serta sejumlah anggota Komisi D lainnya.

Fokus utama pembahasan adalah mengenai klaim bahwa Bung Karno lahir pada 6 Juni 1902 di wilayah Ploso, Jombang. Hal ini menjadi menarik karena selama ini literatur sejarah nasional lebih banyak mencatat Surabaya sebagai kota kelahiran “Putra Fajar”.

Dalam acara tersebut, TACB Kabupaten Jombang secara resmi menyerahkan dokumen hasil kajian Situs Kelahiran Bung Karno di Ploso. Dokumen ini menjadi basis argumen yang kuat bagi tim penelusur sejarah untuk menantang narasi yang sudah ada.

Sebagai pelengkap bukti literasi, Binhad Nurrohmat dan Moch. Faisol juga menyerahkan buku karya mereka yang membedah sejarah kelahiran Bung Karno di Ploso. Buku tersebut merupakan hasil riset mendalam terhadap dokumen lawas dan memori kolektif warga setempat.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jombang, Octadella Billytha Permatasari, memberikan apresiasi tinggi atas data-data yang dipaparkan. Menurutnya, audiensi ini menjadi ruang bagi para wakil rakyat untuk kembali belajar dan menghargai sejarah lokal yang luar biasa.

“Hari ini kita belajar sejarah lagi dari beliau-beliau bahwa ada kemungkinan fakta dan data bahwa Bung Karno lahir di Ploso, khususnya di Desa Rejoagung,” ujar Octadella dikutip Telusur.id pada Minggu (26/4/2026).

Octadella menyadari bahwa temuan ini akan menimbulkan diskusi panjang karena adanya “dualisme” sejarah. Saat ini, pengakuan resmi negara masih merujuk pada Kota Pahlawan, Surabaya, sebagai tempat kelahiran Bung Karno.

“Namun, ini ada temuan dari teman-teman TACB maupun Titik Nol bahwa ada kemungkinan Bung Karno lahir di Jombang. Kami akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait mengenai hal ini,” beber politisi perempuan tersebut.

Guna menyelesaikan perdebatan ini, DPRD Jombang mendorong Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) untuk memfasilitasi pertemuan dengan Pemerintah Kota Surabaya. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya rekonsiliasi sejarah.

“Kita perlu tabayyun terhadap fakta-fakta sejarah ini. Ayo kita diskusikan bersama melalui kajian akademik agar kebenaran sejarah dapat digali lebih dalam dan dapat dipertanggungjawabkan,” ungkap Octadella.

Lebih lanjut, DPRD mendesak Disdikbud Jombang untuk mengawal surat yang telah dilayangkan ke Kementerian Kebudayaan RI. Koordinasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI juga dianggap krusial untuk memperkuat status hukum situs tersebut.

Rencana besar juga tengah disiapkan oleh dewan, yakni melakukan kunjungan lapangan ke rumah yang diduga menjadi tempat lahir Bung Karno. Lokasi tersebut berada di Gang Buntu, Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang.

“Nanti kami akan berkoordinasi dengan pimpinan Komisi D dan Disdikbud untuk melihat langsung temuan di lokasi. Kami ingin melihat seperti apa kondisi fisik dan bukti autentik yang ada di sana,” ulas Octadella.

Ketua TACB Jombang, Nasrul iLah, mengaku optimistis setelah pertemuan tersebut. Ia menilai dukungan dari DPRD merupakan katalisator penting yang bisa mempercepat proses pengakuan sejarah versi Ploso.

“Kuncinya hanya satu, bagaimana kubu Surabaya dan kubu Jombang ini dipertemukan dalam satu meja ilmiah. Pertemuan hari ini adalah kemajuan, meski baru selangkah,” tegas Cak Nas dengan nada yakin.

Pembina Situs Persada Soekarno Kediri, R.M Kuswartono, menambahkan bahwa bukti-bukti artefak kini sudah lengkap. Temuan dokumen dan data tersebut kini melengkapi sejarah tutur yang selama ini hanya tersimpan di kalangan internal keluarga Bung Karno.

Kuswartono berharap Pemkab Jombang segera menetapkan Situs Kelahiran Bung Karno di Ploso sebagai cagar budaya resmi. Ia menilai hal ini mendesak karena fakta-fakta lapangan dan memori kolektif masyarakat sudah dianggap final.

“Mudah-mudahan ini menjawab pertanyaan dunia. Adalah sebuah keanehan jika seorang tokoh besar sekelas bapak bangsa, namun tempat lahirnya masih menjadi perdebatan. Ini harus segera dituntaskan agar tidak menjadi aib sejarah,” pungkas Kuswartono.

Pimpin Ratusan Pemilik Dapur, Rizal Bakhri Resmi Nahkodai GAPEMBI Kabupaten Jombang

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Sektor usaha pendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jombang kini memiliki wadah resmi. Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (GAPEMBI) Kabupaten Jombang resmi dideklarasikan untuk menyatukan visi para pelaku usaha “dapur” program nasional tersebut.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Bank Jombang Tower lantai 7 pada Jumat (24/4/2026), sosok pemuda daerah, Rizal Bakhri, terpilih sebagai Ketua GAPEMBI Kabupaten Jombang. Ia terpilih secara aklamasi melalui proses musyawarah bersama para pemilik dapur se-Kabupaten Jombang.

Pertemuan strategis ini juga dihadiri oleh perwakilan BPJS Kesehatan serta ratusan pelaku usaha yang bergerak di bidang Satuan Pelayanan Pembangunan Gizi (SPPG). Kehadiran berbagai elemen ini menandai keseriusan penguatan ekosistem makan bergizi di wilayah Jombang.

Ketua terpilih, Rizal Bakhri, menyampaikan bahwa mandat yang diterimanya merupakan tanggung jawab besar untuk membawa perubahan positif. Menurutnya, pertumbuhan dapur MBG yang mencapai ratusan unit di Jombang memerlukan manajemen koordinasi yang kuat.

“Pertumbuhan unit dapur di Kabupaten Jombang saat ini sangat masif. GAPEMBI hadir bukan hanya sebagai wadah silaturahmi, tapi sebagai pusat koordinasi agar seluruh pelaku usaha bisa bersinergi secara profesional,” ujar Rizal Bakhri dalam keterangannya diterima Telusur.id, Minggu (26/4/2026).

Rizal menjelaskan bahwa salah satu misi utamanya adalah menciptakan standarisasi kualitas di seluruh dapur SPPG. Hal ini penting untuk memastikan bahwa makanan yang sampai ke tangan masyarakat memiliki nilai gizi dan standar keamanan pangan yang seragam.

“Kami ingin memastikan setiap dapur memiliki standar operasional yang sama, mulai dari pemilihan bahan baku hingga proses penyajian. Higienitas dan profesionalisme manajemen menjadi harga mati bagi seluruh anggota GAPEMBI,” tegas Rizal.

Selain aspek kualitas pangan, Rizal juga menyoroti pentingnya efisiensi operasional. Melalui organisasi ini, para pengusaha dapat berbagi pengalaman terkait praktik terbaik (best practices) agar usaha yang dijalankan dapat berkelanjutan dalam jangka panjang.

Pemilihan Bank Jombang sebagai lokasi pembentukan organisasi ini dinilai Rizal sebagai langkah taktis. Bank milik daerah tersebut selama ini berperan besar dalam menyalurkan kredit program khusus untuk pembangunan infrastruktur dapur SPPG di Jombang.

“Dukungan perbankan sangat krusial dalam mempercepat pembangunan fisik dapur yang sesuai standar. Kami mengapresiasi sinergi yang telah terjalin sehingga operasional dapur di Jombang bisa berjalan dengan cepat dan tepat,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Rizal menekankan bahwa keberadaan GAPEMBI juga akan mempermudah komunikasi dengan pemerintah daerah maupun pusat. Organisasi ini akan menjadi jembatan aspirasi bagi para pengusaha dalam menghadapi dinamika regulasi di lapangan.

Dalam agenda terdekat, Rizal akan segera merampungkan susunan struktur kepengurusan yang melibatkan perwakilan pengusaha dari berbagai kecamatan. Langkah ini bertujuan agar distribusi informasi dan koordinasi dapat menjangkau seluruh pelosok Jombang.

“Struktur kepengurusan akan kami susun secara inklusif dengan melibatkan banyak elemen pemuda dan profesional. Kami ingin gerak GAPEMBI langsung dirasakan manfaatnya oleh para pemilik dapur,” imbuh pemuda visioner ini.

Setelah kepengurusan terbentuk sempurna, proses pengukuhan resmi akan segera dilaksanakan sebagai tonggak awal program kerja. Rizal optimis, kolaborasi yang kuat akan menjadikan Jombang sebagai percontohan suksesnya manajemen Program Makan Bergizi di Indonesia.

Pihaknya juga berkomitmen untuk terus membuka diri terhadap masukan dari berbagai pihak, termasuk ahli gizi dan dinas terkait. Hal ini dilakukan guna menjaga kualitas layanan tetap konsisten dan memberikan dampak nyata bagi kesehatan masyarakat.

“Harapan kami, dengan adanya keseragaman standar dan penguatan kolaborasi ini, dapur-dapur di Jombang mampu berkontribusi nyata dalam menyukseskan program MBG nasional secara berkelanjutan,” pungkas Rizal mengakhiri pernyataan.

DLH, PKK, dan Petani Jombang Kompak Turun Tangan di Hari Bumi: Tanam Sayur hingga Biopori

0

JOMBANG, TelusuR.ID – Dalam rangka memperingati Hari Bumi yang jatuh pada Rabu, 22 April 2026, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jombang, Dinas Pertanian, dan Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Jombang bersinergi menggelar berbagai aksi nyata peduli lingkungan. Mengusung tema global “Our Power, Our Planet”, kegiatan ini difokuskan pada upaya pengurangan emisi karbon, konservasi air, serta penguatan ketahanan pangan berbasis keluarga.

Rangkaian kegiatan diawali dengan aksi Bike to Work oleh jajaran DLH Jombang. Para pegawai tampak antusias mengayuh sepeda menuju kantor dan lokasi kegiatan penanaman di PKK Kabupaten Jombang. Aksi ini menjadi bentuk komitmen nyata dalam mendukung pengurangan emisi gas buang kendaraan bermotor sekaligus mendorong gaya hidup ramah lingkungan.

Tidak hanya itu, kegiatan juga dilanjutkan dengan pembuatan lubang biopori di sekitar area kantor DLH. Program ini bertujuan meningkatkan daya serap air tanah serta mengoptimalkan pengelolaan sampah organik dari sumbernya, sebagai langkah sederhana namun efektif dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.

Puncak peringatan Hari Bumi ditandai dengan kegiatan penanaman bersama yang dilaksanakan di halaman depan Kantor PKK Kabupaten Jombang. Acara diawali dengan apel yang dipimpin oleh Ketua TP PKK Kabupaten Jombang, Yuliati Nugrahani, didampingi Kepala DLH Jombang, Miftahul Ulum, serta jajaran pengurus PKK dan Dinas Pertanian.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta bersama-sama menanam berbagai jenis sayuran serta Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di area pekarangan sekitar kantor PKK. Gerakan ini menjadi wujud nyata komitmen Kabupaten Jombang dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.

Yuliati Nugrahani menyampaikan bahwa peringatan Hari Bumi menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat, yang dimulai dari lingkungan keluarga.

“Tema Our Power, Our Planet menegaskan kekuatan aksi kolektif masyarakat. Pemanfaatan lahan pekarangan secara produktif tidak hanya membantu pemenuhan gizi keluarga secara mandiri, tetapi juga mampu menekan pengeluaran rumah tangga serta menambah ruang terbuka hijau di lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Ia juga berharap gerakan sederhana dari pekarangan rumah di Jombang dapat menjadi bagian dari kontribusi nyata dalam gerakan global menjaga bumi. “Perubahan besar selalu berawal dari langkah kecil yang dilakukan bersama,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, TP PKK Kabupaten Jombang berharap semakin banyak keluarga yang tergerak untuk memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan mandiri sekaligus bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Sementara itu, Kepala DLH Jombang, Miftahul Ulum, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor ini merupakan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan lingkungan dan generasi mendatang. Ia menekankan pentingnya edukasi berbasis aksi nyata yang dilakukan secara konsisten.

“Dengan mengedukasi masyarakat melalui langkah-langkah sederhana namun berkelanjutan, diharapkan budaya peduli lingkungan dapat semakin mengakar kuat di tengah masyarakat Jombang,” tuturnya.

Pemkab Jombang Tancap Gas Wujudkan Pemerintahan Bersih Lewat Sosialisasi Gratifikasi KPK

0

Jombang, TelusuR.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas. Salah satu langkah nyata tersebut ditunjukkan melalui kegiatan sosialisasi pengendalian gratifikasi yang digelar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (16 April 2026).

Kegiatan yang berlangsung di ruang Bung Tomo tersebut diikuti oleh jajaran pejabat Pemkab Jombang serta unsur legislatif. Dua narasumber dari KPK, Anna Devi Azhar Tamala dan Nensi Natalia, memberikan pemaparan terkait konsep gratifikasi, bentuk-bentuk yang perlu diwaspadai, serta mekanisme pencegahan dan pengendaliannya di lingkungan pemerintahan.

Bupati Jombang Warsubi menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat budaya antikorupsi di lingkungan pemerintah daerah, baik eksekutif maupun legislatif.

“Jadi kegiatan hari ini dalam rangka menekan gratifikasi. Kita sebagai aparatur pemerintah daerah tidak diperkenankan menerima gratifikasi dalam bentuk apa pun,” ujar Warsubi usai kegiatan.

Ia juga menegaskan bahwa Pemkab Jombang berkomitmen penuh mendukung langkah KPK dalam memperkuat sistem pencegahan korupsi demi terciptanya pemerintahan yang semakin transparan dan akuntabel.

“Kita berkomitmen mendukung langkah KPK untuk mewujudkan pemerintah yang lebih baik,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga memastikan bahwa kewajiban pelaporan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) telah dipenuhi oleh seluruh pejabat di lingkungan Pemkab Jombang sesuai ketentuan.

Sementara itu, Inspektur Kabupaten Jombang Abdul Madjid Nindiyagung menjelaskan bahwa materi sosialisasi turut menyoroti pentingnya pencegahan konflik kepentingan dalam setiap pengambilan keputusan oleh pejabat publik.

Menurutnya, upaya pencegahan terus menunjukkan hasil yang positif. Hal ini tercermin dari sejumlah indikator integritas daerah, di antaranya nilai Monitoring Center for Prevention (MCP) yang mencapai 89, indeks integritas 79, serta Monitoring Controlling Surveillance for Prevention (MCSP) di angka 92.

“Dari sisi pencegahan sudah menunjukkan capaian yang baik. Harapannya ini terus dipertahankan agar tidak terjadi hal-hal yang dapat mencederai integritas Pemerintah Kabupaten Jombang,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Jombang menegaskan langkah konsisten dalam memperkuat sistem pencegahan korupsi serta membangun pemerintahan yang bersih, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik yang lebih baik.

Pemkab Jombang Perkuat Harmoni, Keberagaman Jadi Energi Pemersatu

0

Jombang, TelusuR.ID – Pemerintah Kabupaten Jombang terus menunjukkan komitmen kuat dalam merawat toleransi dan memperkuat keberagaman suku serta etnis sebagai fondasi pembangunan daerah yang inklusif.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan temu suku dan etnis yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan di Ruang Bung Tomo, Kantor Pemkab Jombang, Jumat malam, 17 April 2026. Kegiatan ini menjadi ruang dialog yang mempererat persatuan sekaligus memperkuat semangat kebangsaan di tengah masyarakat yang majemuk.

Bupati Jombang, Warsubi, menegaskan bahwa Jombang memiliki kekuatan kultural yang kokoh, bersumber dari nilai religius dan kearifan lokal yang telah mengakar kuat. Ia menyebut Jombang sebagai miniatur Indonesia yang merepresentasikan harmoni dalam keberagaman.

“Sebagai Kota Santri, Jombang memiliki fondasi nilai religius yang kuat. Keberagaman yang ada justru menjadi kekuatan untuk membangun kebersamaan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjaga harmoni sosial dengan menjunjung tinggi filosofi lokal “rukun agawe santosa, crah agawe bubrah” sebagai pedoman hidup bermasyarakat. Nilai ini dinilai relevan dalam menjaga persatuan di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.

Prestasi positif juga ditunjukkan melalui capaian Indeks Harmoni Indonesia 2025, di mana Kabupaten Jombang meraih skor rata-rata 6,83 dengan kategori baik. Capaian ini mencerminkan keberhasilan pemerintah daerah bersama masyarakat dalam merawat keharmonisan.

Dimensi keberagaman menjadi yang tertinggi dengan skor 7,10, disusul budaya 6,84, sosial 6,81, dan ekonomi 6,62. Hasil ini menunjukkan bahwa pembangunan di Jombang tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga memperkuat nilai-nilai sosial dan kebangsaan.

Pemerintah Kabupaten Jombang terus mendorong pembangunan yang seimbang antara fisik dan nonfisik, dengan menempatkan penguatan karakter, toleransi, dan harmoni sosial sebagai prioritas utama. Langkah ini menjadi bagian dari visi besar mewujudkan Jombang yang maju, sejahtera, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Selain itu, peran Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) juga terus diperkuat sebagai wadah strategis dalam membangun dialog lintas etnis dan menjaga stabilitas sosial. Pemerintah berharap FPK dapat menjadi motor penggerak dalam menanamkan nilai toleransi serta memperkokoh persatuan di tengah masyarakat.

Dengan berbagai upaya tersebut, Pemkab Jombang optimistis dapat terus menjaga keharmonisan sekaligus memperkuat identitas daerah sebagai wilayah yang damai, toleran, dan berdaya saing.

Perumdam Tirta Kencana Berprestasi Nasional, Pemkab Jombang Kian Diakui sebagai Role Model BUMD

0

Jombang,TelusuR.ID – Pemerintah Kabupaten Jombang terus memperkuat posisinya sebagai daerah percontohan dalam tata kelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang profesional, inovatif, dan berdaya saing nasional. Hal ini tercermin dari kunjungan kerja Pemerintah Kabupaten Blora dalam rangka studi tiru pengelolaan BUMD, Kamis (23/4/2026).

Kunjungan yang dipimpin langsung oleh Bupati Blora Arief Rohman bersama Wakil Bupati Sri Setyorini tersebut disambut hangat oleh Bupati Jombang Warsubi di Pendopo Kabupaten Jombang. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan sinergi antardaerah dalam mendorong peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.

Fokus utama kunjungan adalah pembelajaran atas keberhasilan Perumdam Tirta Kencana Jombang yang telah menunjukkan kinerja unggul dan berkelanjutan. BUMD kebanggaan masyarakat Jombang ini berhasil meraih Golden Trophy TOP BUMD Awards 2026, setelah secara konsisten mempertahankan predikat Bintang 5 selama empat tahun berturut-turut.

Prestasi tersebut merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Jombang dalam menghadirkan layanan publik yang prima melalui penguatan tata kelola perusahaan, inovasi berkelanjutan, serta pemanfaatan teknologi dalam sistem pelayanan. Optimalisasi pengelolaan sumber daya air, penguatan jaringan distribusi, dan transformasi digital menjadi pilar utama dalam mendukung capaian tersebut.

Bupati Jombang Warsubi menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari arah kebijakan pembangunan daerah yang menempatkan pelayanan publik sebagai prioritas utama, didukung oleh tata kelola yang akuntabel dan berorientasi pada hasil.

“Pemerintah Kabupaten Jombang berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi dan peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat. Kami menyambut baik kunjungan ini sebagai bentuk kolaborasi strategis antardaerah dalam berbagi praktik terbaik serta memperkuat pembangunan yang berkelanjutan,” ujar Warsubi.

Pemerintah Kabupaten Blora menyampaikan apresiasi atas capaian Pemerintah Kabupaten Jombang yang dinilai mampu menjadi role model dalam pengelolaan BUMD secara efektif dan berdampak luas. Kunjungan ini juga dimanfaatkan untuk memperdalam berbagai aspek pembangunan lainnya, termasuk penataan kawasan publik, pengelolaan pedagang kaki lima (PKL), pengembangan kawasan industri, serta penguatan ketahanan pangan.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, rombongan melakukan peninjauan lapangan ke Instalasi Air Minum Tiber di Desa Plandi guna melihat secara langsung implementasi sistem distribusi air bersih berbasis teknologi yang telah diterapkan secara optimal oleh Perumdam Tirta Kencana.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Jombang menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis bagi daerah lain dalam pengembangan inovasi tata kelola pemerintahan. Sinergi dan kolaborasi yang terjalin diharapkan mampu mendorong percepatan pembangunan daerah serta peningkatan kualitas pelayanan publik secara berkelanjutan di tingkat nasional.

ABD. AZIZ : Istri, Tempat Pulang yang Nyaman

0

Istri, Tempat Pulang yang Nyaman

Oleh: ABD. AZIZ
*Suami dari Lika Rahmawati Aziz, Ayah dari Dzikri Fakhrillah Aziz, Zakiya Salima Aziz, dan Nabila Khairiyah Aziz. Kini, CEO Firma Hukum PROGRESIF LAW, Jakarta

TelusuR.ID – Kalau soal kebutuhan biologis, laki-laki memiliki akses instan. Relatif mudah disubsitusi. Kalau soal kebutuhan perut, laki-laki bisa pergi ke rumah makan. Kalau soal rumah yang berantakan, pakaian yang berserakan, setrikaan yang menumpuk, laki-laki bisa menyewa asisten rumah tangga.

Tapi ini bukan soal syahwat, makan, urusan rumah atau domestik. Karena semua itu bisa digantikan, bisa dicari di luar rumah. Melainkan, ini tempat pulang yang nyaman.

Laki-laki tidak selalu tergila-gila pada paras yang cantik dan body yang seksi. Karena kecantikan bisa dilihat di mana saja.

Laki-laki juga tidak selalu terpikat pada wanita yang mandiri, berpenghasilan tinggi, dan serba bisa.

Karena semua itu bukan jaminan ketenangan. Laki-laki akan luluh dan jatuh pada pelukan wanita yang sederhana, memiliki hati yang damai dan tutur kata yang lembut.

Dia yang tahu bagaimana membuat hati suaminya tenang. Dia yang hadir bukan untuk menuntut, melainkan menguatkan.

Dia yang selalu ada saat dibutuhkan. Dia bukan hanya seorang istri—sekali lagi—tempat pulang yang nyaman. Tempat di mana suaminya bisa meletakkan rasa lelah, bercerita tanpa takut dihakimi.

Dia merasa, bahwa dunia ini tidak seberat itu saat bersama istrinya. Karena pada akhirnya, sehebat apapun laki-laki di luar sana, setinggi apa pun egonya, tetap membutuhkan tempat yang nyaman untuk pulang. Dialah seorang istri.

Ketahuilah, saat menghidangkan makan dan minum tanpa diminta, menemani suami makan walau sudah kenyang, dia bukan lagi seorang istri. Melainkan, bidadari yang kelak, seluruh pintu surga terbuka lebar padanya.

Teruntuk Ning Lika Rahmawati, istriku yang telah menyediakan rahimnya dan melahirkan tiga buah cinta: Mas Dzikri (15), Mbak Kiya (12), dan Dik Bella (7) yang shalih dan shalihah.

Terima kasih telah menjadi rumah yang nyaman untuk suamimu. Setia dan lelahmu mendampingi akan menjadi lillah yang membentangkan cahaya kebahagiaan tak bertepi.***

Refleksi Hari Kartini: Menilik Lima Jiwa Revolusi Pemikiran untuk Perempuan Era Modern

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Peringatan Hari Kartini setiap tanggal 21 April bukan sekadar seremoni kebaya dan perlombaan semata. Momentum ini merupakan tonggak sejarah kepeloporan revolusi yang lahir dari pemikiran seorang perempuan ningrat bernama Raden Ajeng Kartini.

Ketua PAC Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) Tembelang, Faizuddin FM atau yang akrab disapa Gus Faiz, menyebut Kartini sebagai sosok teladan yang jiwanya harus terus diamalkan. Menurutnya, perempuan di era modern harus mampu menjadi “Kartini Masa Kini” yang progresif.

Gus Faiz menekankan bahwa jiwa revolusi dalam diri Kartini tidaklah diwujudkan melalui angkat senjata di medan perang. Revolusi Kartini jauh lebih fundamental, yakni sebuah revolusi pemikiran untuk merombak tatanan sosial yang mengekang perempuan Jawa pada zamannya.

Semangat perjuangannya berpusat pada tiga pilar utama: emansipasi, pendidikan, dan kesetaraan gender. Dari pemikiran tersebut, terdapat lima jiwa revolusioner yang dapat diteladani oleh masyarakat, khususnya kaum perempuan dalam menghadapi tantangan zaman.

Jiwa revolusi yang pertama adalah keberanian melawan tradisi atau semangat emansipasi. Kartini secara berani menggugat tradisi pingitan dan pernikahan dini yang saat itu merenggut kebebasan perempuan untuk menentukan jalan hidupnya sendiri.

Ia memperjuangkan hak perempuan agar bisa mandiri, berpendidikan tinggi, dan tidak sekadar terjebak pada peran domestik di dapur. Keberanian ini menjadi fondasi awal bagi perempuan Indonesia untuk keluar dari keterbatasan akses sosial.

Kedua, Kartini memandang pendidikan sebagai senjata perubahan. Revolusi Kartini berwujud pemikiran bahwa perempuan harus berilmu demi membangun peradaban. Hal ini dibuktikan dengan pendirian sekolah untuk anak-anak perempuan di Jepara sebagai wadah kemandirian.

Selanjutnya, jiwa revolusi ketiga adalah memiliki wawasan luas melalui literasi. Kartini dikenal sebagai sosok yang sangat gemar membaca buku dan surat kabar Eropa, meskipun akses informasi kala itu masih sangat terbatas bagi pribumi.

Aktivitas literasi ini berhasil membuka cakrawala berpikirnya hingga melampaui tembok tinggi bangsawan Jawa. Ia menyadari adanya ketimpangan sosial yang nyata dan mulai menyuarakan perlunya perubahan besar melalui surat-suratnya yang mendunia.

Pilar keempat yang ditekankan adalah pemikiran progresif dan modern. Kartini merupakan sosok yang berpikir melampaui zamannya, di mana ia memimpikan kesetaraan gender yang kini mulai terimplementasi dalam dunia karier, politik, hingga kehidupan sosial.

Terakhir, jiwa kelima adalah sifat peduli dan humanis. Seluruh perjuangan Kartini didasari atas rasa empati terhadap nasib sesama perempuan dan rakyat kecil. Baginya, kesetaraan haruslah berlandaskan pada nilai kemanusiaan dan keadilan yang utuh.

Gus Faiz menegaskan bahwa Raden Ajeng Kartini adalah sang revolusioner perempuan yang memastikan hak-hak dasar perempuan diakui. Tanpa perjuangannya, sulit dibayangkan bagaimana nasib perempuan jika dilarang mengenyam bangku sekolah hingga saat ini.

“Tentu akan sangat menyedihkan jika perempuan tidak diperbolehkan menuntut ilmu. Namun, perjuangan RA Kartini telah membuahkan hasil nyata,” ujar Gus Faiz dalam sebuah catatan reflektifnya di Jombang, diterima Telusur.id, Sabtu (25/4/2026).

Kini, buah dari perjuangan tersebut telah memberikan kesempatan yang sangat luas bagi perempuan Indonesia untuk meraih mimpi setinggi mungkin. Lapangan pekerjaan dan panggung kepemimpinan kini terbuka lebar bagi siapa saja yang memiliki kompetensi.

Semangat Kartini mengajarkan bahwa sebuah revolusi besar dapat dilakukan melalui pemikiran kritis dan tulisan. Keberanian untuk mendobrak batasan adalah kunci utama untuk membawa kemajuan bagi bangsa Indonesia di masa depan.

Peringatan Hari Kartini di tahun 2026 ini diharapkan menjadi momentum bagi seluruh elemen masyarakat untuk kembali menghidupkan nilai-nilai tersebut. Menjadi Kartini masa kini berarti berani berkarya, berani berilmu, dan tetap peduli pada kemanusiaan.