Istri, Tempat Pulang yang Nyaman
Oleh: ABD. AZIZ
*Suami dari Lika Rahmawati Aziz, Ayah dari Dzikri Fakhrillah Aziz, Zakiya Salima Aziz, dan Nabila Khairiyah Aziz. Kini, CEO Firma Hukum PROGRESIF LAW, Jakarta
TelusuR.ID – Kalau soal kebutuhan biologis, laki-laki memiliki akses instan. Relatif mudah disubsitusi. Kalau soal kebutuhan perut, laki-laki bisa pergi ke rumah makan. Kalau soal rumah yang berantakan, pakaian yang berserakan, setrikaan yang menumpuk, laki-laki bisa menyewa asisten rumah tangga.
Tapi ini bukan soal syahwat, makan, urusan rumah atau domestik. Karena semua itu bisa digantikan, bisa dicari di luar rumah. Melainkan, ini tempat pulang yang nyaman.
Laki-laki tidak selalu tergila-gila pada paras yang cantik dan body yang seksi. Karena kecantikan bisa dilihat di mana saja.
Laki-laki juga tidak selalu terpikat pada wanita yang mandiri, berpenghasilan tinggi, dan serba bisa.
Karena semua itu bukan jaminan ketenangan. Laki-laki akan luluh dan jatuh pada pelukan wanita yang sederhana, memiliki hati yang damai dan tutur kata yang lembut.
Dia yang tahu bagaimana membuat hati suaminya tenang. Dia yang hadir bukan untuk menuntut, melainkan menguatkan.
Dia yang selalu ada saat dibutuhkan. Dia bukan hanya seorang istri—sekali lagi—tempat pulang yang nyaman. Tempat di mana suaminya bisa meletakkan rasa lelah, bercerita tanpa takut dihakimi.

Dia merasa, bahwa dunia ini tidak seberat itu saat bersama istrinya. Karena pada akhirnya, sehebat apapun laki-laki di luar sana, setinggi apa pun egonya, tetap membutuhkan tempat yang nyaman untuk pulang. Dialah seorang istri.
Ketahuilah, saat menghidangkan makan dan minum tanpa diminta, menemani suami makan walau sudah kenyang, dia bukan lagi seorang istri. Melainkan, bidadari yang kelak, seluruh pintu surga terbuka lebar padanya.
Teruntuk Ning Lika Rahmawati, istriku yang telah menyediakan rahimnya dan melahirkan tiga buah cinta: Mas Dzikri (15), Mbak Kiya (12), dan Dik Bella (7) yang shalih dan shalihah.
Terima kasih telah menjadi rumah yang nyaman untuk suamimu. Setia dan lelahmu mendampingi akan menjadi lillah yang membentangkan cahaya kebahagiaan tak bertepi.***



