JOMBANG, TelusuR.id – Suasana penuh tawa, keseruan, dan keakraban mewarnai Kolam Pemancingan Tirta Wisata Keplaksari, Kecamatan Peterongan, Jombang pada Sabtu (13/6/2026) pagi. Ribuan warga tumpah ruah memadati lokasi sejak dini hari untuk mengikuti acara mancing gratis massal.
Agenda besar ini digelar secara khusus oleh kepolisian setempat dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026. Antusiasme warga yang luar biasa membuat kawasan wisata legendaris di Jombang ini mendadak berubah menjadi lautan manusia yang siap adu ketangkasan melempar joran.
Tak tanggung-tanggung, guna memuaskan hasrat para pencinta joran, panitia bersama jajaran Forkopimda menebar sebanyak 1 ton ikan lele ke dalam kolam untuk diperebutkan. Jumlah yang fantastis ini sengaja disiapkan agar seluruh lapisan masyarakat yang hadir bisa merasakan sensasi strike.

Menariknya, acara ini tidak mengenal sekat birokrasi. Bupati Jombang, Warsubi, S.H., M.Si, bersama Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan, S.H., S.I.K., CPHR, dan jajaran Forkopimda ikut turun langsung memegang joran dan membaur di tengah-tengah masyarakat di pinggir kolam.
Suasana di lokasi semakin pecah dan riuh saat kail milik Bupati Warsubi mendadak ditarik dengan kuat oleh ikan tersembunyi. Dengan penuh semangat dan tawa, orang nomor satu di Jombang ini berhasil melakukan strike dan menaikkan ikan lele berukuran besar ke darat.
Aksi spontan Abah Warsubi tersebut langsung disambut tepuk tangan dan sorak-sorai meriah dari warga yang mengelilinginya. Tak mau kalah, Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan juga menunjukkan ketangkasannya dengan berhasil mendaratkan ikan lele hasil pancingannya sendiri tak lama kemudian.
Hadir pula dalam kegiatan penuh kehangatan tersebut Wakil Bupati Jombang Gus Salmanudin, S.Ag., M.Pd., serta Sekdakab Jombang Agus Purnomo, S.H., M.Si. Kehadiran para petinggi daerah ini menegaskan komitmen pemerintah untuk selalu dekat dengan masyarakatnya.
Tidak hanya dari unsur pemerintahan dan aparat penegak hukum, acara ini juga dihadiri oleh para tokoh agama karismatik. Tampak hadir KH Nur Hadi (Mbah Bolong Jombang) selaku Pengasuh Pondok Pesantren Falahul Muhibbin, serta Gus Nafik yang datang langsung dari Kediri.

Kehadiran para pimpinan daerah, tokoh agama, bersama ribuan masyarakat ini menjadi potret nyata hangatnya sinergitas di Kota Santri. Kebersamaan antara TNI, Polri, dan Pemkab Jombang dalam membersamai masyarakat terpancar kuat sepanjang acara berlangsung.
Dalam sambutan pembukanya, Bupati Jombang Warsubi menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Jombang memberikan apresiasi yang sangat tinggi atas inisiatif kreatif dari Polres Jombang dalam merangkul warga melalui hobi.
“Kegiatan mancing adalah sarana rekreasi yang efektif untuk memupuk kebersamaan, mempererat silaturahmi, dan menumbuhkan semangat sportivitas di tengah masyarakat,” ujar Bupati Warsubi di hadapan para pemancing yang bersiap dengan umbuls masing-masing.
Pemkab Jombang juga menaruh harapan besar agar ruang publik Tirta Wisata ini bisa terus hidup pasca-acara. “Mudah-mudahan, Kolam Pemancingan Tirta Wisata ini semakin ramai, semakin maju, serta dapat ikut menggerakkan perekonomian lokal bagi pedagang sekitar,” tambahnya.
Di balik keseruan memperebutkan 1 ton lele, momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini sejatinya menjadi simbol kuatnya kolaborasi lintas sektor di Jombang. Kerja sama ini penting utamanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
“Melalui kesempatan ini, saya juga mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, Polri, TNI, dan seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan suasana yang aman, damai, dan kondusif,” tegas Bupati Jombang yang akrab disapa Abah Warsubi.
Abah Warsubi menyebut bahwa rasa aman dan kenyamanan wilayah merupakan fondasi utama dari jalannya roda pembangunan daerah. Oleh karena itu, hal tersebut merupakan tanggung jawab bersama yang perlu dijaga dan dipelihara secara berkelanjutan oleh semua pihak.
Sebagai informasi, panitia menerapkan aturan unik guna menambah keseruan: peserta yang berhasil mendapatkan ikan lele indukan (master) akan mendapatkan hadiah uang tunai, lalu lele tersebut dilepas kembali. Sementara warga yang mendapat lele ukuran kecil diperbolehkan membawanya pulang untuk lauk keluarga.



