TelusuR.ID

Beranda blog Halaman 70

Resmi Dilantik! Pengurus Baru IPNU–IPPNU Mayangan Siap Tancap Gas Cetak Kader Loyal dan Berkualitas

0

JOMBANG,TelusuR.ID – Di sebuah sore yang tenang pada Senin, 27 April 2026, halaman MI Midanutta’lim 1 Mayangan mulai dipenuhi langkah-langkah penuh harap. Hari itu bukan sekadar seremoni, melainkan momentum penting bagi perjalanan kaderisasi pelajar Nahdlatul Ulama di desa tersebut.

Pimpinan Ranting IPNUIPPNU Desa Mayangan resmi melantik kepengurusan baru masa khidmat 2026–2027. Mengusung tema “Membangun Sinergi, Perkuat Organisasi, Menuju Pelajar NU yang Loyal dan Berkualitas,” kegiatan ini terasa hangat sekaligus sarat makna—seolah menjadi penanda estafet perjuangan yang terus berlanjut dari generasi ke generasi.

Dalam suasana yang khidmat, Ketua IPNU Desa Mayangan, Muhammad Sholahuddin, menyampaikan pesan yang sederhana namun mendalam: pentingnya kebersamaan. Ia menekankan bahwa sinergi antar kader bukan hanya pelengkap, melainkan fondasi utama dalam membangun organisasi yang kokoh dan berdaya guna.

Kehadiran berbagai elemen menambah semarak acara tersebut. Mulai dari jajaran Nahdlatul Ulama beserta badan otonomnya, pengurus PAC IPNU–IPPNU Jogoroto, hingga tokoh masyarakat dan para undangan yang datang membawa doa dan dukungan. Semua menyatu dalam satu tujuan: menjaga nyala kaderisasi pelajar NU agar tetap hidup dan berkembang di Desa Mayangan.

Ketua Ranting NU Mayangan, M. Agus Salim, turut memberikan harapan besar kepada para pengurus yang baru dilantik. Baginya, amanah ini bukan sekadar jabatan, melainkan ladang pengabdian yang harus dijalani dengan semangat dan tanggung jawab. Ia optimis, dari tangan-tangan muda inilah akan lahir kader-kader NU yang tangguh dan mampu bersaing di masa depan.

Sementara itu, pembina IPNU–IPPNU Desa Mayangan, KH. M. Sholahuddin, mengajak para kader untuk tidak pernah lelah belajar. Ia mengingatkan bahwa kekuatan ilmu harus berjalan seiring dengan kokohnya aqidah Ahlussunnah wal Jamaah. Dalam tuturnya, terselip keyakinan bahwa para kader hari ini adalah pemimpin masa depan yang tengah ditempa.

Pesan serupa juga datang dari H. Yunus, senior IPNU Kabupaten Jombang yang kini mengemban amanah sebagai Wakil Ketua PCNU Jombang. Ia menekankan pentingnya membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya, agar sistem kaderisasi semakin kuat dan mampu menjawab tantangan zaman.

Pelantikan itu pun berlangsung dengan penuh khidmat—diiringi doa-doa yang mengalir lirih, seakan menguatkan langkah para pengurus baru. Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah, menghadirkan suasana keakraban yang hangat, sekaligus menjadi awal dari perjalanan panjang pengabdian mereka ke depan.

Jombang Melejit ke 4 Besar EPPD 2025, Bukti Nyata Kinerja Moncer dan Pelayanan Kelas Atas!

0

JOMBANG,TelusuR.ID – Pemerintah Kabupaten Jombang kembali menunjukkan taringnya di panggung nasional. Di tengah momentum peringatan Hari Otonomi Daerah XXX, Jombang sukses mengukir prestasi membanggakan melalui capaian gemilang dalam Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) 2025.

Bupati Jombang, Warsubi, secara langsung menerima piagam penghargaan bergengsi tersebut dalam upacara resmi yang digelar di Plaza Kementerian Dalam Negeri, Senin (27/4/2026). Penghargaan ini menjadi bukti konkret bahwa tata kelola pemerintahan di Kabupaten Jombang berjalan efektif, transparan, dan akuntabel.

Tak tanggung-tanggung, Jombang berhasil menembus peringkat 4 terbaik nasional untuk kategori kabupaten, dengan predikat kinerja “Tinggi” dan skor impresif 3,5962. Capaian ini menegaskan bahwa semangat otonomi daerah di Jombang bukan sekadar slogan, melainkan diwujudkan dalam pelayanan publik yang berdampak nyata bagi masyarakat.

“Ini adalah hasil kerja kolektif seluruh jajaran OPD, kolaborasi lintas sektor, serta dukungan penuh masyarakat Jombang. Penghargaan ini menjadi pengakuan bahwa komitmen kita dalam menghadirkan pemerintahan yang bersih dan melayani telah mendapat tempat di tingkat nasional,” ujar Warsubi penuh optimisme.

Prestasi ini bukan akhir, melainkan pijakan baru. Pemerintah Kabupaten Jombang kini menatap langkah ke depan dengan semangat inovasi yang lebih kuat—mengoptimalkan potensi daerah melalui kebijakan yang berpihak pada rakyat, sejalan dengan arah transformasi nasional.

Upacara yang dipimpin Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan visi besar pembangunan nasional, “Asta Cita”.

Sebagai informasi, penghargaan EPPD merupakan instrumen evaluasi resmi dari pemerintah pusat untuk mengukur kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. Pada tahun ini, apresiasi diberikan kepada 5 gubernur, 9 wali kota, dan 15 bupati terbaik se-Indonesia.

Capaian Jombang ini pun telah ditetapkan secara resmi melalui Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 100.2.7-739 Tahun 2026, sekaligus mempertegas posisi Jombang sebagai salah satu daerah yang mampu melaju kencang dalam menghadirkan pemerintahan modern, responsif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Dengan capaian ini, Jombang tak hanya berprestasi—tetapi juga menginspirasi.

Hangatnya Doa dan Kepedulian: Kodim Boyolali Rayakan HUT Korem 074/Wrt Ke 60 dengan Santunan Anak Yatim

0

Boyolali,TelusuR.ID – Suasana khusyuk dan penuh kehangatan menyelimuti Masjid Ar-Rahman Makodim 0724/Boyolali, Senin (27/04/26). Dalam rangka memperingati HUT ke-60 Korem 074/Warastratama, keluarga besar Kodim 0724/Boyolali menggelar doa bersama yang dirangkai dengan bakti sosial berupa santunan kepada anak-anak yatim. Kegiatan ini menjadi momen refleksi sekaligus penguatan nilai kemanusiaan di tengah padatnya tugas pengabdian prajurit.

Doa bersama diikuti oleh para perwira staf, anggota Makodim, hingga personel siaga yang larut dalam kekhusyukan. Di antara mereka, kehadiran anak-anak yatim menambah suasana haru. Dengan penuh ketenangan, mereka mengikuti jalannya doa, merasakan kebersamaan dan perhatian yang tulus dari para prajurit TNI.

Kasdim 0724/Boyolali Mayor Inf Suraya menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebagai bagian dari peringatan hari jadi Korem 074/Warastratama, tetapi juga sebagai wujud nyata kepedulian sosial. “Ini adalah momen untuk mengingat bahwa di balik tugas yang kami jalankan, ada tanggung jawab kemanusiaan yang harus terus dijaga,” ungkapnya.

Menurutnya, doa bersama merupakan ikhtiar sederhana namun sarat makna untuk memohon kekuatan, kesehatan, dan perlindungan dalam setiap langkah pengabdian kepada bangsa dan negara. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.

Momen paling mengharukan terjadi saat penyerahan santunan kepada anak-anak yatim. Senyum tulus yang terpancar dari wajah mereka menjadi gambaran kebahagiaan sederhana yang begitu berarti. Bingkisan yang diterima bukan sekadar bantuan, melainkan simbol kepedulian dan kasih sayang yang menyentuh hati.

Bagi prajurit Kodim 0724/Boyolali, kebahagiaan tersebut menjadi pengingat bahwa pengabdian tidak hanya tentang menjaga keamanan wilayah, tetapi juga merawat nilai-nilai kemanusiaan. Melalui kegiatan ini, terjalin ikatan emosional yang semakin kuat antara TNI dan masyarakat.

 

Dengan semangat kebersamaan, Kodim 0724/Boyolali terus berkomitmen hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai penjaga kedaulatan, tetapi juga sebagai sahabat dan bagian dari kehidupan rakyat. Karena sejatinya, kemanunggalan TNI dan rakyat tumbuh dari kepedulian yang nyata dan berkelanjutan.

(Agus Kemplu)

Tatap Pemilu 2029, PPP Jombang Panaskan Mesin Politik dan Incar Pemilih Muda

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Meski kontestasi politik masih terpaut beberapa tahun ke depan, kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Kabupaten Jombang mulai bergerak cepat. Mereka secara resmi mulai memanaskan mesin politik sebagai langkah awal menghadapi Pemilu 2029 mendatang.

Geliat politik tersebut terlihat jelas dalam agenda Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Jombang. Perhelatan ini digelar di Hotel Yusro Jombang pada Minggu (26/4/2026) siang dengan dihadiri ratusan kader dari berbagai wilayah.

Forum Muscab tersebut tidak hanya sekadar menjadi agenda rutin organisasi lima tahunan. Pertemuan besar ini dimanfaatkan sebagai momentum konsolidasi internal yang krusial sekaligus wadah untuk merumuskan arah strategi politik partai di masa depan.

Suasana di lokasi acara tampak penuh semangat dengan kehadiran pengurus dan kader dari berbagai tingkatan. Tak ketinggalan, perwakilan dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Jawa Timur turut hadir untuk memberikan pengarahan serta dukungan moril.

Anggota DPRD Jombang dari Fraksi PPP, Muh. Isomuddin Haidar, memberikan penekanan khusus mengenai pentingnya soliditas. Ia menegaskan bahwa menjaga kekompakan antarstruktur partai adalah harga mati dalam menghadapi dinamika politik yang semakin kompetitif.

Menurut pria yang akrab disapa Mas Haidar ini, kekompakan adalah fondasi utama untuk meningkatkan daya tawar dan kekuatan politik PPP. Tanpa struktur yang solid, partai berlambang Ka’bah ini dinilai akan sulit bersaing dengan partai besar lainnya.

“Alhamdulillah, Muscab DPC PPP Jombang berlangsung baik dan lancar. Ini menjadi langkah awal untuk memperkuat barisan dan menyatukan visi,” ujar Mas Haidar saat diwawancarai media pada Senin (27/4/2026).

Haidar menambahkan bahwa ke depan, PPP harus bertransformasi menjadi organisasi yang semakin inklusif. Partai ini diharapkan benar-benar menjadi wadah perjuangan aspirasi umat yang nyata, bukan sekadar identitas politik semata.

Mantan Ketua IPNU Jombang ini menilai bahwa tantangan politik masa depan menuntut partai untuk jauh lebih adaptif. PPP tidak boleh menutup mata terhadap perubahan zaman, terutama dalam merespons keinginan masyarakat yang kian dinamis.

Fokus utama yang kini dibidik adalah merangkul kelompok muda. Mengingat demografi pemilih ke depan akan didominasi oleh kaum milenial dan Gen Z, Haidar memandang kelompok ini memiliki peran strategis dalam menentukan peta politik nasional.

Karena itu, pasca-Muscab, PPP Jombang akan memperluas basis dukungan dari kalangan generasi muda. Strategi ini akan dilakukan melalui pendekatan yang lebih progresif dan tidak kaku, sesuai dengan karakteristik anak muda zaman sekarang.

Pemanfaatan media digital, penguatan kaderisasi yang lebih modern, serta pembukaan ruang partisipasi seluas-luasnya menjadi prioritas. PPP ingin melepaskan citra partai tradisional dan bertransformasi menjadi partai yang “nyambung” dengan keresahan anak muda.

“Generasi muda adalah pemilih terbesar ke depan. Kami ingin memastikan PPP hadir sebagai rumah bersama bagi mereka, tanpa sekat golongan,” kata pria kelahiran 11 Maret 1996 tersebut dengan optimis.

Ia menjelaskan bahwa strategi merangkul anak muda ini tidak akan berhenti pada tataran wacana atau jargon politik saja. Program-program konkret seperti pemberdayaan ekonomi kreatif dan pendidikan politik akan segera diimplementasikan di tingkat bawah.

Selain urusan pemilih muda, PPP Jombang tetap memperkuat akar rumput di tingkat desa atau ranting. Koordinasi intensif dinilai menjadi kunci dalam menjaga ritme kerja organisasi agar tetap selaras dengan target-target politik yang telah dipatok.

“Setelah Muscab ini, kami akan terus melakukan koordinasi dan konsolidasi secara berjenjang. Tujuannya agar seluruh elemen partai bergerak dalam satu garis perjuangan yang sama,” ucap Haidar yang juga dikenal sebagai tokoh muda Nahdliyin ini.

Inklusivitas juga menjadi poin penting dalam narasi perjuangan PPP ke depan. Partai ini membuka peluang seluas-luasnya bagi semua kalangan, lintas profesi maupun latar belakang, untuk bergabung dan memberikan kontribusi terbaik bagi daerah.

Sikap terbuka tersebut diharapkan mampu memperkuat basis dukungan sekaligus memperluas jangkauan konstituen. Dengan kebersamaan dan kekuatan kolektif, Haidar optimistis kejayaan partai dapat diraih kembali pada pesta demokrasi mendatang.

“Kami sangat optimistis pada Pemilu 2029 nanti, PPP bisa kembali meraih kemenangan dan mengirimkan wakil terbaik ke Senayan,” tegasnya dengan penuh keyakinan.

Menutup keterangannya, Haidar menyebut kehadiran pengurus DPW PPP Jawa Timur telah memberikan energi tambahan bagi para kader di daerah. Dengan selesainya Muscab, seluruh elemen PPP Jombang kini siap terjun ke lapangan untuk kerja-kerja politik yang nyata.

Lepas 912 Calon Tamu Allah, Isak Tangis Haru Warnai Pelepasan Jamaah Haji KBIH Rohmatul Ummah Sidoarjo

0

SIDOARJO, TELUSUR.ID – Suasana haru dan penuh kekhusyukan menyelimuti Gedung Serba Guna Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Rohmatul Ummah An Nahdliyah, Sidoarjo, Jawa Timur. Sebanyak 912 jamaah haji secara resmi dilepas untuk memulai perjalanan suci mereka ke Tanah Suci.

Prosesi pelepasan yang berlangsung pada Minggu (26/04/2026) tersebut menjadi momen yang paling dinantikan setelah bertahun-tahun menunggu antrean. Acara digelar dengan sederhana, namun setiap sudut ruangan terasa sarat akan makna spiritual.

Sejak fajar menyingsing, ratusan jamaah haji sudah mulai memadati lokasi acara. Mereka datang dengan mengenakan pakaian seragam khas yang seragam, menciptakan pemandangan putih yang menyejukkan mata di sepanjang area gedung.

Lantunan talbiyah yang dikumandangkan secara bersama-sama menambah kekhidmatan suasana. Tak sedikit dari para jamaah maupun keluarga yang mengantar meneteskan air mata saat menyadari bahwa waktu keberangkatan sudah di depan mata.

Ketua KBIH Rohmatul Ummah An Nahdliyah, H. Abdus Shomad Mahfudz, dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur yang tak terhingga. Ia menyebut bahwa kesempatan berangkat tahun ini adalah anugerah besar yang harus disyukuri dengan kesungguhan ibadah.

Dalam pesannya, Abdus Shomad menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik bagi para tamu Allah. Cuaca di Arab Saudi yang fluktuatif menuntut para jamaah untuk memiliki ketahanan tubuh yang prima agar seluruh rukun haji bisa tertunaikan.

Selain faktor kesehatan, ia juga menyoroti aspek kekompakan antarjamaah selama berada di negeri orang. Semangat saling membantu dan menjaga satu sama lain menjadi kunci kelancaran ibadah di tengah jutaan umat manusia dari seluruh dunia.

“Perjalanan ini bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang mendalam. Jaga niat tetap tulus hanya karena Allah,” pesan Abdus Shomad di hadapan ratusan jamaah dikutip Telusur.id, Senin (26/4/2026).

Ia juga mengingatkan agar para jamaah senantiasa mengikuti arahan dari para pembimbing. Hal ini penting untuk menghindari kendala teknis maupun kekeliruan dalam menjalankan rangkaian ibadah yang cukup padat dan melelahkan.

“Perbanyaklah ibadah dan saling membantu sesama jamaah, terutama mereka yang sudah berusia lanjut. Itulah esensi dari perjalanan suci ini,” tambahnya dengan nada bicara yang teduh.

Pihak KBIH sendiri mengaku telah melakukan persiapan yang sangat matang sebelum hari pelepasan ini tiba. Serangkaian bimbingan manasik hingga simulasi lapangan telah diberikan kepada para jamaah selama beberapa bulan terakhir.

Pembekalan tersebut tidak hanya mencakup tata cara ibadah secara fikih, tetapi juga prosedur keamanan dan kesehatan selama di perjalanan. Tujuannya agar para jamaah merasa percaya diri dan mandiri saat melaksanakan rangkaian puncak haji.

Perwakilan dari jamaah pun turut diberikan kesempatan untuk menyampaikan pesan dan kesannya. Dengan suara yang sedikit bergetar dan mata berkaca-kaca, ia mengungkapkan kebahagiaan yang sulit dilukiskan dengan kata-kata.

“Ini adalah panggilan Allah yang sudah kami nantikan bertahun-tahun. Rasanya seperti mimpi yang akhirnya menjadi kenyataan,” ujarnya diiringi amin dari jamaah lainnya.

Ia juga memohon doa restu dari seluruh masyarakat agar perjalanan mereka diberikan kemudahan oleh Sang Khalik. Fokus utamanya adalah menjalankan ibadah dengan sempurna demi meraih predikat haji mabrur.

Doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat menjadi puncak dari acara pelepasan ini. Ruangan mendadak senyap, hanya terdengar isak tangis tertahan saat doa-doa keselamatan dipanjatkan ke langit.

Harapan yang dipanjatkan meliputi keselamatan selama penerbangan, kesehatan saat menjalankan wukuf, hingga kelancaran saat kembali ke tanah air nanti. Suasana ini benar-benar mencerminkan kerinduan mendalam manusia kepada Baitullah.

Keberangkatan 912 jamaah ini sekaligus menjadi bukti nyata betapa tingginya antusiasme masyarakat Sidoarjo dalam menunaikan rukun Islam kelima. Jumlah yang cukup besar ini dikelola dengan manajemen yang tertata rapi oleh KBIH.

Peristiwa ini juga mencerminkan semangat kebersamaan dan kekuatan iman yang masih sangat kental di tengah masyarakat Jawa Timur. Ibadah haji tetap menjadi cita-cita spiritual tertinggi bagi mayoritas umat muslim di wilayah tersebut.

Acara pelepasan pun berakhir dengan tertib seiring dengan jabat tangan perpisahan antara jamaah dan keluarga. Kini, doa-doa terbaik terus mengalir mengiringi langkah mereka menuju tanah suci Mekkah dan Madinah.

Rayakan Harlah ke-92, Ketum GP Ansor Taklukkan Jalur 123 KM Bangkalan-Jombang dengan Sepeda Manual

0

SURABAYA, TELUSUR.ID – Peringatan Hari Lahir (Harlah) Gerakan Pemuda (GP) Ansor ke-92 tahun ini tampil dengan nuansa yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Organisasi kepemudaan di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) ini memilih cara unik untuk merayakan hari jadinya melalui agenda “Ziarah Akbar dan Sepeda”.

Kegiatan ini merupakan perpaduan harmonis antara dimensi spiritual dan aktivitas fisik. Para peserta diajak melakukan ziarah ke makam para muassis (pendiri) NU sekaligus menguji ketahanan fisik melalui olahraga gowes sepeda bersama.

Rombongan gowes memulai perjalanan panjang mereka pada Minggu, 26 April 2026. Bendera start dikibarkan tepat pukul 06.00 WIB dari Kabupaten Bangkalan, Madura, dengan tujuan akhir di Pondok Pesantren Tambak Beras, Jombang.

Perjalanan ini bukan sekadar bersepeda santai, melainkan sebuah misi fisik yang menempuh jarak total 123 kilometer. Jalur yang dilewati mencakup enam kabupaten dan kota di Jawa Timur, yang menyajikan tantangan medan dan cuaca yang beragam.

Untuk menjaga stamina para peserta, panitia telah menyiapkan sejumlah titik peristirahatan di sepanjang rute. Salah satu lokasi yang menjadi tempat transit penting adalah Masjid At Taqwa, Warugunung, Kecamatan Karang Pilang, Kota Surabaya.

Di titik ini, Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor, Addin Jauharudin, tiba bersama rombongan. Kedatangan orang nomor satu di GP Ansor tersebut disambut hangat oleh para kader dan pengurus setempat di tengah cuaca Kota Surabaya yang cukup terik.

Untuk melepas dahaga setelah menempuh perjalanan jauh, Addin dan para peserta disuguhi buah kelapa muda segar. Air kelapa murni tersebut menjadi penyegar alami yang sangat dinikmati para goweser di tengah panasnya suhu udara.

Tak hanya asupan nutrisi, layanan kesehatan khusus juga telah disiapkan. Addin mendapatkan layanan pijat relaksasi untuk meringankan otot-otot yang tegang setelah mengayuh pedal dari titik keberangkatan di Bangkalan.

Layanan pijat tersebut dilakukan secara profesional oleh anggota Banser Husada (Basada). Addin tampak sangat menikmati sesi pemulihan fisik tersebut, yang memang disiapkan khusus untuk menjaga kondisi tubuh para peserta agar tetap prima hingga garis finish.

Ketua PAC GP Ansor Karang Pilang, Muhammad Slamet Wahyudi, mengungkapkan rasa bangganya atas kunjungan tersebut. Menurutnya, merupakan sebuah kehormatan besar bagi wilayah Karang Pilang dapat disinggahi oleh tokoh nasional sekelas Addin Jauharudin.

“Kami merasa sangat terhormat Ketum Addin dan Mas Safril, Ketua PW Ansor Jatim, beserta rombongan berkenan singgah di Karang Pilang. Ini menjadi motivasi luar biasa bagi kader di tingkat akar rumput,” ujar Wahyudi pada Senin (27/4/2026) dikutip Telusur.id

Wahyudi juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Ketua MWC NU Karang Pilang serta seluruh pengurus yayasan dan takmir Masjid At Taqwa. Dukungan fasilitas dan penyambutan yang hangat menjadi kunci suksesnya transit rombongan tersebut.

Ia juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada anggota Fatayat NU serta seluruh personel Ansor-Banser Kecamatan Karang Pilang. Dedikasi waktu dan tenaga mereka dinilai sangat krusial dalam mensukseskan agenda besar organisasi ini.

“Semoga ke depan, NU dan seluruh Badan Otonom (Banom) di wilayah Kecamatan Karang Pilang semakin solid, sukses, dan jaya bersama dalam menjalankan misi organisasi,” tegas Wahyudi dengan penuh optimisme.

Setelah beristirahat cukup, rombongan kembali melanjutkan perjalanan dan akhirnya mencapai titik akhir di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras, Jombang, pukul 20.00 WIB. Total waktu yang ditempuh selama perjalanan marathon ini adalah 14 jam.

Menariknya, Ketum Addin Jauharudin menuntaskan seluruh rute dengan menggunakan sepeda manual jenis roadbike, tanpa bantuan sepeda listrik. Ia menutup kegiatan dengan pesan haru, berharap ziarah dan gowes ini mampu merekatkan persatuan dan memberikan kesan mendalam bagi seluruh sahabat Ansor.

Ziarah Rombongan HUT Ke – 60 Korem 074/Warastratama, Di Pusatkan Di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bhakti Surakarta

0

Surakarta,,TelusuR.ID – Senin (27/4/2026) Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-60 Korem 074/Warastratama, digelar kegiatan Ziarah Rombongan yang dipusatkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bhakti Jurug, Surakarta.

Kegiatan ini berlangsung khidmat dengan mengusung tema “Kuat Bersama Rakyat Menuju Indonesia Maju”, sebagai bentuk semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat dalam membangun bangsa.

Upacara ziarah dipimpin langsung oleh Danrem 074/Warastratama, Kolonel Inf Muhammad Arry Yudistira, S.I.P., M.I.Pol., M.Han. Hadir dalam kegiatan tersebut seluruh Komandan Satuan dan Kabalak se-Soloraya, perwakilan anggota dari tiap satuan, Pegawai Negeri Sipil, serta Persit KCK. Kehadiran seluruh unsur keluarga besar Korem 074/Warastratama menambah kekhidmatan suasana dan menunjukkan soliditas yang kuat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara penghormatan kepada arwah para pahlawan, peletakan karangan bunga, dilanjutkan tabur bunga di pusara para pejuang bangsa. Momen ini menjadi pengingat penting bagi seluruh peserta akan besarnya jasa para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia. Nilai-nilai perjuangan tersebut diharapkan terus hidup dan menjadi teladan bagi generasi penerus bangsa.

Kegiatan ziarah berlangsung tertib, aman, dan lancar hingga selesai. Selain menjadi agenda peringatan HUT Korem 074/Warastratama, kegiatan ini juga menjadi simbol penghormatan serta komitmen untuk terus melanjutkan semangat juang para pahlawan. Dengan kebersamaan dan kedekatan bersama rakyat, Korem 074/Warastratama optimistis terus berkontribusi menuju Indonesia yang semakin maju.

 

(Agus Kemplu)

Pengobat Rasa Rindu Anggota Satgas TMMD Reg Ke-128 Sragen

0

Sragen, TelusuR.ID – Personel Satgas dari Batalyon Yon Kav TMMD Ke 128 Rela Tinggalkan Keluarga Demi Tugas,

Sertu Sunardi untuk mengobati rasa rindu Anak dan istri di sela-sela waktu istirahat menyempatkan video Call dengan anak istri, prajurit Batalyon Kav/Ambarawa yang tergabung dalam satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 128 Kodim 0725/Sragenn,Senin 27-04-2026.

Sebagai prajurit TNI, tentunya kami siap melaksanakan tugas dimanapun berada sesuai perintah komandan, karena kita sebagai prajurit kita harus loyal pada printah atasan.

Hal tersebut sebagai wujud pengabdian yang tulus kepada tanah air dan bangsa para prajurit yang tergabung dalam Satgas TMMD yang ke 128 dengan penuh semangat dan rasa tanggung jawab sebagai prajurit TNI.

Demi tugas, saya harus rela meninggalkan anak dan istri di satuan saya. Terkadang rindu dengan keluarga, akan tetapi bisa terbayarkan dengan sambungan langsung melalui handphone vidio Call, setidaknya sudah bisa melepas kerinduan saya dengan keluarga,” ujar Sertu Sunardi.

Dengan niat yang tulus ikhlas kami akan berupaya semaksimal mungkin mensukseskan TMMD Reg Ke-128 Kodim 0725/Sragen, sehingga bermanfaat bagi masyarakat.

 

(Agus Kemplu)

Hapus Budaya Seremoni, Kelurahan Penanggungan Malang Hadirkan Posyandu Disabilitas Berkelanjutan

0

MALANG, TELUSUR.ID – Anggaran untuk kelompok rentan di tingkat pemerintahan terkecuali sering kali terjebak dalam pusaran kegiatan sosialisasi singkat. Acara-acara seremonial yang minim keberlanjutan kerap menjadi titik lemah dalam penyerapan anggaran publik bagi kaum minoritas.

Menyikapi hal tersebut, Kelurahan Penanggungan, Kecamatan Klojen, Kota Malang, mulai mengambil langkah berani. Mereka melakukan pergeseran paradigma dengan membentuk Posyandu Disabilitas yang berorientasi sepenuhnya pada layanan langsung dan bersifat jangka panjang.

Inisiatif ini dirancang bukan sekadar untuk menggugurkan kewajiban administratif, melainkan menghadirkan intervensi kesehatan nyata. Program ini menyasar warga hingga ke tingkat akar rumput, terutama para penyandang disabilitas yang berasal dari keluarga prasejahtera.

Lurah Penanggungan, Amanullah Abror, menjelaskan bahwa kebijakan ini lahir dari hasil evaluasi kritis. Pihaknya melihat efektivitas penggunaan anggaran bagi kelompok anak, perempuan, lansia, dan disabilitas selama ini perlu dipertajam.

Menurut Abror, agenda rutin dengan dampak yang bisa dirasakan langsung oleh fisik dan mental warga jauh lebih mendesak. Ia ingin meninggalkan pola agenda seremonial yang hanya memberikan dampak sementara namun memakan biaya besar.

“Kami mendorong adanya interaksi yang berlangsung secara berkala. Tahun 2025 menjadi fase pembentukan, sementara 2026 difokuskan pada pelaksanaan program secara lebih luas,” ujar Abror dalam keterangan tertulisnya diterima Telusur.id Minggu (26/4/2026).

Dalam menggerakkan program ini, pihak Kelurahan tidak bekerja sendirian. Mereka membangun kolaborasi strategis dengan Malang Autism Center (MAC) untuk melakukan proses pendataan dan pemetaan kebutuhan secara detail.

Langkah awal yang dilakukan adalah menyisir populasi disabilitas di wilayah tersebut. Dari hasil pendataan, ditemukan sekitar 42 penyandang disabilitas dengan karakteristik kebutuhan yang beragam di Kelurahan Penanggungan.

Secara komposisi, tercatat sekitar 30 persen merupakan penyandang disabilitas fisik. Sementara itu, sekitar 10 persen lainnya berada dalam spektrum autisme yang memerlukan penanganan khusus dan telaten.

Ironisnya, mayoritas dari mereka berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi yang cukup mencolok. Selain faktor biaya, masalah mobilitas menjadi tantangan utama yang menghalangi mereka mengakses layanan kesehatan di pusat kota.

Melalui Posyandu Disabilitas ini, pihak kelurahan berupaya memperpendek jalur birokrasi layanan. Harapannya, masyarakat bisa mendapatkan pemeriksaan serta pendampingan langsung tanpa harus menempuh jarak jauh.

“Layanan diharapkan dapat diakses langsung di kantor kelurahan. Program tidak berhenti pada kegiatan sesaat, tetapi dilanjutkan dengan pendataan dan asesmen sebagai dasar intervensi medis,” tambah Abror.

Founder MAC, Mohammad Cahyadi, menyambut hangat inovasi yang dilakukan Kelurahan Penanggungan. Ia menilai bahwa penguatan layanan fisik dan mental harus berjalan beriringan agar penyandang disabilitas bisa mandiri.

Cahyadi mengungkapkan fakta lapangan bahwa biaya terapi saat ini masih sangat tinggi bagi masyarakat bawah. Rata-rata biaya terapi berkisar antara Rp150 ribu hingga Rp350 ribu per sesi, sebuah angka yang sulit dijangkau keluarga kurang mampu.

Melalui skema kolaborasi dan dukungan dari berbagai donatur, MAC dan Kelurahan Penanggungan mencoba mencari jalan tengah. Layanan terapi kini diupayakan dapat diberikan dengan biaya yang disesuaikan dengan kemampuan ekonomi orang tua.

Sebagai informasi, MAC sendiri telah mengoperasikan program terapi intensif sejak tahun 2022. Mereka menyediakan durasi hingga 25 jam per minggu yang khusus diperuntukkan bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus.

Manfaat program nyata ini pun mulai dirasakan secara langsung oleh warga Penanggungan. Jaelani, salah satu orang tua yang memiliki anak disabilitas, mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran posyandu khusus ini.

Ia mengaku akses pemeriksaan di tingkat kelurahan sangat memudahkan keluarganya yang memiliki kendala transportasi. Lokasi yang dekat membuat orang tua tidak lagi merasa terbebani secara fisik maupun materi saat membawa anak berobat.

“Anak saya sudah dua kali mengikuti pemeriksaan di sini. Sangat membantu sekali karena lokasinya dekat dengan rumah dan pelayanannya baik,” ujar Jaelani dengan nada lega.

Ke depan, Kelurahan Penanggungan memasang target besar untuk menjadi wilayah percontohan ramah disabilitas di Kota Malang. Upaya ini mencakup rencana penyediaan alat terapi permanen serta ruang layanan yang memanfaatkan fasilitas publik yang ada.

Guna memperkuat dukungan, pemerintah kelurahan juga membuka lebar pintu kolaborasi dengan pihak swasta. Mereka mengajak sektor korporasi untuk menyalurkan program tanggung jawab sosial (CSR) demi keberlangsungan layanan bagi penyandang disabilitas.

Babinsa Ngemplak Aktif Jaga Keamanan, Patroli Malam dan Komsos di Pos Pam Swakarsa Haji Donohudan

0

Boyolali,TelusuR.ID – Guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif, Babinsa Koramil 11/Ngemplak Kodim 0724/Boyolali Serda Riyanto melaksanakan patroli malam sekaligus komunikasi sosial (komsos) bersama warga, (25/04/26). Kegiatan ini berlangsung di Pos Pam Swakarsa Ibadah Haji yang berada di depan Asrama Haji Donohudan, Kecamatan Ngemplak.

Dalam kegiatan tersebut, Serda Riyanto terlihat berbaur santai bersama warga dan petugas keamanan swakarsa. Suasana penuh keakraban ini dimanfaatkan untuk menjalin silaturahmi sekaligus menyerap berbagai informasi terkait kondisi lingkungan sekitar, khususnya menjelang aktivitas ibadah haji yang membutuhkan perhatian keamanan ekstra.

Patroli malam ini tidak hanya bertujuan untuk memantau situasi wilayah, tetapi juga sebagai bentuk kehadiran aparat di tengah masyarakat agar memberikan rasa aman dan nyaman. Babinsa juga mengimbau warga untuk tetap meningkatkan kewaspadaan serta aktif berperan dalam menjaga keamanan lingkungan secara bersama-sama.

Menurut Serda Riyanto, sinergi antara TNI dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif. “Dengan komunikasi yang baik, segala potensi gangguan keamanan dapat dicegah sejak dini,” ujarnya.

Kegiatan patroli dan komsos seperti ini akan terus dilakukan secara rutin sebagai upaya preventif dalam menjaga stabilitas wilayah, khususnya di titik-titik strategis seperti kawasan Asrama Haji Donohudan yang memiliki mobilitas masyarakat cukup tinggi.

(Agus Kemplu)