SIDOARJO, TELUSUR.ID – Suasana haru dan penuh kekhusyukan menyelimuti Gedung Serba Guna Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Rohmatul Ummah An Nahdliyah, Sidoarjo, Jawa Timur. Sebanyak 912 jamaah haji secara resmi dilepas untuk memulai perjalanan suci mereka ke Tanah Suci.
Prosesi pelepasan yang berlangsung pada Minggu (26/04/2026) tersebut menjadi momen yang paling dinantikan setelah bertahun-tahun menunggu antrean. Acara digelar dengan sederhana, namun setiap sudut ruangan terasa sarat akan makna spiritual.
Sejak fajar menyingsing, ratusan jamaah haji sudah mulai memadati lokasi acara. Mereka datang dengan mengenakan pakaian seragam khas yang seragam, menciptakan pemandangan putih yang menyejukkan mata di sepanjang area gedung.

Lantunan talbiyah yang dikumandangkan secara bersama-sama menambah kekhidmatan suasana. Tak sedikit dari para jamaah maupun keluarga yang mengantar meneteskan air mata saat menyadari bahwa waktu keberangkatan sudah di depan mata.
Ketua KBIH Rohmatul Ummah An Nahdliyah, H. Abdus Shomad Mahfudz, dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur yang tak terhingga. Ia menyebut bahwa kesempatan berangkat tahun ini adalah anugerah besar yang harus disyukuri dengan kesungguhan ibadah.
Dalam pesannya, Abdus Shomad menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik bagi para tamu Allah. Cuaca di Arab Saudi yang fluktuatif menuntut para jamaah untuk memiliki ketahanan tubuh yang prima agar seluruh rukun haji bisa tertunaikan.

Selain faktor kesehatan, ia juga menyoroti aspek kekompakan antarjamaah selama berada di negeri orang. Semangat saling membantu dan menjaga satu sama lain menjadi kunci kelancaran ibadah di tengah jutaan umat manusia dari seluruh dunia.
“Perjalanan ini bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang mendalam. Jaga niat tetap tulus hanya karena Allah,” pesan Abdus Shomad di hadapan ratusan jamaah dikutip Telusur.id, Senin (26/4/2026).
Ia juga mengingatkan agar para jamaah senantiasa mengikuti arahan dari para pembimbing. Hal ini penting untuk menghindari kendala teknis maupun kekeliruan dalam menjalankan rangkaian ibadah yang cukup padat dan melelahkan.
“Perbanyaklah ibadah dan saling membantu sesama jamaah, terutama mereka yang sudah berusia lanjut. Itulah esensi dari perjalanan suci ini,” tambahnya dengan nada bicara yang teduh.

Pihak KBIH sendiri mengaku telah melakukan persiapan yang sangat matang sebelum hari pelepasan ini tiba. Serangkaian bimbingan manasik hingga simulasi lapangan telah diberikan kepada para jamaah selama beberapa bulan terakhir.
Pembekalan tersebut tidak hanya mencakup tata cara ibadah secara fikih, tetapi juga prosedur keamanan dan kesehatan selama di perjalanan. Tujuannya agar para jamaah merasa percaya diri dan mandiri saat melaksanakan rangkaian puncak haji.
Perwakilan dari jamaah pun turut diberikan kesempatan untuk menyampaikan pesan dan kesannya. Dengan suara yang sedikit bergetar dan mata berkaca-kaca, ia mengungkapkan kebahagiaan yang sulit dilukiskan dengan kata-kata.
“Ini adalah panggilan Allah yang sudah kami nantikan bertahun-tahun. Rasanya seperti mimpi yang akhirnya menjadi kenyataan,” ujarnya diiringi amin dari jamaah lainnya.
Ia juga memohon doa restu dari seluruh masyarakat agar perjalanan mereka diberikan kemudahan oleh Sang Khalik. Fokus utamanya adalah menjalankan ibadah dengan sempurna demi meraih predikat haji mabrur.

Doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat menjadi puncak dari acara pelepasan ini. Ruangan mendadak senyap, hanya terdengar isak tangis tertahan saat doa-doa keselamatan dipanjatkan ke langit.
Harapan yang dipanjatkan meliputi keselamatan selama penerbangan, kesehatan saat menjalankan wukuf, hingga kelancaran saat kembali ke tanah air nanti. Suasana ini benar-benar mencerminkan kerinduan mendalam manusia kepada Baitullah.
Keberangkatan 912 jamaah ini sekaligus menjadi bukti nyata betapa tingginya antusiasme masyarakat Sidoarjo dalam menunaikan rukun Islam kelima. Jumlah yang cukup besar ini dikelola dengan manajemen yang tertata rapi oleh KBIH.
Peristiwa ini juga mencerminkan semangat kebersamaan dan kekuatan iman yang masih sangat kental di tengah masyarakat Jawa Timur. Ibadah haji tetap menjadi cita-cita spiritual tertinggi bagi mayoritas umat muslim di wilayah tersebut.
Acara pelepasan pun berakhir dengan tertib seiring dengan jabat tangan perpisahan antara jamaah dan keluarga. Kini, doa-doa terbaik terus mengalir mengiringi langkah mereka menuju tanah suci Mekkah dan Madinah.



