Beranda blog Halaman 408

Anggaran PL Tembus Rp 40 M, Banyak Rekanan Ngaplo

0
Image by: https://www.garnesia.com/

JOMBANG,TelusuR.ID-  Jika dirata-rata, satu paket Pengadaan Langsung (PL) di RSUD Jombang tahun anggaran 2020 lalu, sedikitnya menembus kisaran pagu hingga Rp 1,3 milyar. Hanya kongkritnya memang tidak demikian. Dari 30 paket yang dilaksanakan, 13 diantaranya memiliki pagu mulai Rp 1,6 M hingga Rp 7,4 M. Sehingga untuk keseluruhan 13 paket PL menembus angka Rp 32 M. Sedang 17 paket PL sisanya bernilai total pagu Rp 8 M, dengan rincian satu paket PL dipagu mulai Rp 203 juta hingga Rp 906 juta.  

Angka tersebut tentu tidak berlebihan jika dibilang fantastis. Bandingkan saja dengan paket Pengadaan Langsung yang dilaksanakan diseluruh OPD Pemkab Jombang. Dengan tetap tunduk pada Peraturan Presiden tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah, maka jika dilaksnakan oleh OPD Pemkab, anggaran sebesar Rp 40 milyar itu bisa tersedia sedikitnya 200 lebih paket Pengadaan Langsung. Dan itu artinya kesempatan kerja bagi rekanan di Jombang menjadi lebih terbuka.   

Sayangnya hingga sejauh ini, Telusur.ID belum berhasil mengantongi daftar rekanan yang dipilih RSUD Jombang untuk pelaksaan paket fantastis tersebut. Juga, belum diperoleh informasi, apakah 30 paket pada tahun  anggaran 2020 itu dibagi habis untuk 30 rekanan ataukah ada nuansa setting paket hanya untuk kelompok rekanan tertentu. Karena jamak terjadi, dan bahkan bukan rahasia umum, bahwa paket Pengadaan Langsung cukup rentan untuk dijadikan pundi bisnis lewat fee proyek.   

Informasi yang dihimpun menyebutkan, bahwa dari waktu ke waktu, panggung bursa untuk para rekanan di Jombang masih terbilang jauh dari kata kompetitif. Terutama untuk kelompok rekanan pemula. Banyak muncul keluhan, karena kesempatan mengerjakan proyek sering tidak sebanding dengan ongkos back up administrasi Perusahaan untuk tetap hidup. “Tiap tahun kita bayar pajak ke negara, bayar ini itu agar bendera tetap hidup, tapi pekerjaan belum tentu didapat, “ketus seorang rekanan pemula, pada satu kesempatan. 

Nampaknya tidak hanya paket pengadaan langsung saja yang memicu tanya, tapi kegiatan swakelola RSUD Jombang tahun anggaran 2020 juga mengundang perdebatan. Sedikitnya media ini mencatat ada 3 paket swakelola yang butuh penjelasan administratif sebagaimana ketentuan berlaku. Adalah paket swakelola pendidikan dan pelatihan umum dan admistrasi (kode RUP 24422385) senilai Rp 450 juta, kemudian swakelola pemeliharaan mebeluer rumah sakit (kode RUP 24422358) dengan pagu Rp 110 juta,  serta swakelola biaya makan dan minum tamu (kode RUP 24091126) dengan pagu Rp 104.150.000.  

Perdebatan pun muncul, karena ketiga paket dilaksanakan dengan swakelola tipe 1. Sebagaimana pemahaman jamak, jika ketiganya diswakelola tipe 1, maka pihak RSUD Jombang mengambil peran sebagai pelaksana pekerjaan tanpa melibatkan pihak lain. “Pertanyaannya, dari sisi mana pihak RSUD sanggup mengerjakan ketiga kegiatan tersebut. Kompetensinya jelas tidak ada. Harusnya ketiga paket tersebut masuk pengadaan langsung, bukan swakelola tipe 1. Lagi lagi pertanyaannya adalah, cantolan hukum apa yang dipakai RSUD Jombang terkait pengadaan barang dan jasa tersebut? “sergah sumber melempar tanya. (redaksi)

PL RSUD Jombang Dipagu Hingga Rp 7,4 M, Ada Apa?

0
image by: https://mediapetisi.net/

JOMBANG,TelusuR.ID-  Metode pengadaan barang dan jasa pemerintah yang dipilih RSUD jombang terbilang tidak biasa. Dari 80 item kegiatan pengadaan berbasis penyedia (kontraktual) pada tahun anggaran 2020, hampir separo atau sekitar 30 kegiatan diantaranya terindikasi lompat pagar alias keluar dari ketentuan Perpres 12/2021. Bagaimana tidak, 30 paket dengan metode PL (Pengadaan Langsung) itu ternyata memilik pagu diatas Rp 200 juta. Dari yang paling kecil Rp 203.780.000, yaitu Pengadaan Langsung bibit tanaman dan taman (kode RUP 25870428), hingga yang paling besar yakni pengadaan bahan dan alat laborat (kode RUP 27231820) dengan pagu Rp 7.448.247.792 atau Rp 7,4 M. 

Metode pengadaan barang dan jasa yang terbilang tidak lazim itu sekilas memang masuk akal. Itu karena RSUD Jombang sudah masuk daftar sebagai Badan Usaha milik Daerah berbasis BLUD (Badan Layanan Usaha Daerah). Sebagaimana ketentuan berlaku, untuk BLUD memang dikecualikan dari ketentuan umum pengadaan barang dan jasa pemerintah sebagaimana ketentuan Perpres 12/2021 tentang perubahan atas Perpres 16/2018 tentang pengadaan barang dan jasa.  

Hanya yang jadi pertanyaan adalah, apakah sejauh ini RSUD Jombang sudah memiliki regulasi internal berupa Peraturan Pimpinan BLUD sebagaimana amanat Perpres? hingga berita ini ditulis, kepastian soal regulasi tersebut belum berhasil dikantongi. Kasubag Humas RSUD Jombang, Dr Fery Dewanto, saat dikonfirmasi via chat whatsapp beberapa waktu lalu memilih tidak memberi tanggapan, entah dengan alasan apa.   

Merujuk Peraturan Presiden (Perpres)  Nomer 12 tahun 2021 tentang perubahan atas Perpres Nomer 16 tahun 2018 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah, tepatnya pasal 38 ayat 3 dijelaskan bahwa Pengadaan Langsung (PL) adalah pengadaan barang/jasa konstruksi/jasa lainnya yang bernilai paling banyak Rp 200 juta. Sebagai badan usaha berbasis BLUD, RSUD Jombang memang tidak perlu tunduk pada ketentuan ini sepanjang pihaknya memiliki peraturan internal atau Peraturan Pimpinan BLUD .  

Ketentuan itu bisa dilihat pada pasal 61 ayat 1, Perpres 12/2021 yang berbunyi bahwa Peraturan Presiden ini dikecualikan untuk (pada huruf a) pengadaan barang dan jasa pada Badan Layanan Umum/Badan Layanan Umum Daerah. Sedang ayat 2  pasal yang sama menegaskan, pengadaan barang dan jasa untuk BLUD akan diatur tersendiri dalam Peraturan Pimpinan BLUD.   

Selanjutnya ayat 2(a) pasal yang sama menegaskan, Dalam hal Badan Layanan Umum/Badan Layanan Umum Daerah belum memilik peraturan pengadaan barang dan jasa tersendiri, pelaksanaan pengadaan barang dan jasa Badan Layanan Umum dan Badan Layanan Umum Daerah berpedoman pada Peraturan Presiden ini. Kemudian ayat 3 menegaskan, ketentuan lebih lanjut mengenai pengecualian pengadaan barang dan jasa akan diatur dalam Peraturan Kepala Lembaga.     

Sebagai pendulang pemahaman, Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomer 79/2018 tentang Badan Layanan Umum Daerah, pasal 76 ayat 1 menegaskan, bahwa pengadaan barang dan jasa pada BLUD yang bersumber dari APBD dilaksanakan berdasarkan ketentuan perundangan mengenai pengadaan barang dan jasa pemerintah. Sedang ayat 2 pasal yang sama berbunyi, pengadaan barang dan jasa pada BLUD yang bersumber dari (a) jasa layanan, (b) hibah tidak terikat, (c) hasil kerjasama dengan pihak lain, (d) lain-lain pendapatan BLUD yang sah, diberikan fleksibilitas berupa pembebasan sebagian atau seluruhnya dari ketentuan peraturan pengadaan barang dan jasa pemerintah. 

“Maka kata kuncinya adalah, apakah sejauh ini RSUD Jombang sudah memiliki regulasi internal berupa Peraturan Pimpinan BLUD? Kalau misalnya belum, ya harus kembali ke Perpres. Tapi kalau misalnya sudah ada, ya tinggal diuji saja darimana  dasar pemikiran paket Pengadaan Langsung bisa tembus hingga Rp 7 milyar? juga, kalau misalnya sudah terbit Peraturan Pimpinan BLUD, kenapa pihak RSUD  Jombang seperti susah memberi penjelasan kepada publik? “tegas seorang sumber kepada Telusur.ID, dikediamannya, pekan lalu. (redaksi) 

Laksanakan Instruksi Presiden, Polres Jombang Giat Vaksinasi di Rumah Ibadah

0
Image By : Humas Polres

JOMBANG,Telusur- Guna mencapai target vaksinasi Nasional, Kepolisian Resor (Polres) Jombang menggelar vaksin Covid-19 di rumah ibadah, Senin (06/09/2021).

Sebanyak 300 warga Jombang menjalani vaksinasi Covid-19 di Klenteng Hok Liong Kiong di Jalan RE Martadinata, Desa Kepatihan, Kecamatan Jombang. Ratusan orang tersebut disuntik vaksin sinovac.

Proses vaksinasi di rumah ibadah ini dipantau langsung oleh Kapolres Jombang, AKBP Agung Setyo Nugroho bersama Forkopimda Jombang.

Image by : Humas Polres Jombang

“Percepatan vaksinasi nasional ini sesuai dengan instruksi Presiden. Jadi hari ini kita laksanakan dengan sasaran tempat ibadah dengan 300 orang yang divaksin,” ucap Kapolres.

Dijelaskan Kapolres Jombang, pihaknya memastikan tidak ada warga yang terlewatkan menerima vaksinasi. Bagi warga yang tidak lolos screening hari ini, petugas akan melakukan vaksinasi susulan ke rumah warga.

“Beberapa yang tidak lolos screening kesehatan hari ini, kami dari tim Polres akan mendatangi secara door to door ke rumah warga,” terangnya.

Dikatakan, vaksin Covid-19 dosis pertama yang diberikan ke warga Jombang telah mencapai 70 persen. Ia memastikan akan terus melakukan percepatan vaksinasi demi mencapai target nasional untuk membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity.

Image by : Humas Polres Jombang

“Nanti akan kita kejar yang dosis kedua. Saat ini kita masih menunggu vaksin dari pusat, untuk mengejar target vaksinasi dosis kedua,” pungkas Kapolres.

Polres Jombang laksanakan Vaksinasi Ratusan Santri di PonPes Bahrul Ulum, Tambak Beras Jombang.

0

JOMBANG, Telusur.id Ratusan santri dari pondok pesantren Bahrul ulum Tambakberas, Jombang, ikut serta vaksinasi Covid-19 sebagai upaya mengantisipasi penyebaran Covid-19 dan percepatan realisasi target vaksinasi menuju herd immunity (kekebalan kelompok) di wilayah setempat, Kamis (2/9/2021).

Pelaksanaan vaksinasi itu disiapkan sebanyak 500 dosis vaksin jenis Sinovac tahap pertama yang diperuntukan bagi santriwan maupun santriwati. Vaksinasi dilakukan oleh 5 Tim tenaga kesehatan dari Urkes dan Polwan Polres Jombang yang terdiri tenaga registrasi, screening dan vaksinator.

Proses vaksinasi pada para santri sesuai dengan aturan. Para santri yang mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 berusia 12 tahun ke atas. Sebelum melakukan vaksinasi mereka juga telah dipastikan kondisi kesehatannya, dilakukan screening, sehingga aman untuk mengikuti vaksinasi.

Para santri tampak antusias mengikuti jalannya vaksinasi Covid-19 yang dilaksanakan di GOR Hasbullah Said Pondok Pesantren Bahrul Ulum. Kegiatan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus corona.

Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho, didampingi Pejabat Utama hadir di lokasi untuk memantau jalannya vaksinasi sekaligus mendorong serta men-support kegiatan vaksinasi yang dilakukan oleh anggotanya.

“Kegiatan serbuan vaksin merdeka ini, semoga dapat memberikan manfaat bagi santri dan khususnya penanganan di masa pandemi saat ini, dan tentunya ini juga untuk mewujudkan Herd Immunity di Kabupaten Jombang,” kata Kapolres Jombang.

Kapolres menambahkan, vaksinasi dilakukan demi mencegah dan menekan penyebaran Covid-19. Vaksin sangat penting untuk melindungi diri dari bahaya Covid-19. Ia berharap seluruh masyarakat mau serta ikut vaksinasi.

“Ini adalah salah satu ikhtiar kita supaya segera terbebas dari musibah ini selain juga kita terus berdoa kepada Allah SWT,” ujarnya.

Sementara itu, Pengasuh Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas Jombang KH. Hasib Wahab Chasbullah menyampaikan terima kasih kepada Polres Jombang yang telah menyelenggarakan kegiatan vaksinasi di lingkungan Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas. Ia mengharapkan mereka selalu sehat dan terjauh dari Covid-19.

“Kami sampaikam terima kasih kepada Polres Jombang atas terselenggaranya vaksinasi ini. Semoga kita segera mewujudkan Herd Immunity dan selalu sehat serta terjauh dari covid-19,” ujarnya.

(*Arif/tlsr*)

Gelorakan Restorasi, DPD Partai NasDem Kabupaten Jombang Tetapkan Ketua Baru

0
Sarasehan Partai Nasdem
Sarasehan Partai Nasdem

Jombang, Telusur.id – Dalam suasana yang penuh semangat pembaharuan DPD Partai Nasional Demokrat (NasDem) Kabupaten Jombang. Melaksanakan giat Sarasehan Kebangsaan “ Penyegaran Kader Partai NASDEM”, Sabtu (28/8/2021).


Acara yang dilaksanakan di Rumah Makan Blijo, Raya Gudo Nomor 46 Blimbing Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang tersebut, dihadiri oleh Ketua DPP Bidang Digital dan Siber Partai NasDem, Donny Imam Priambodo, Ketua DPW Propinsi Jawa Timur, Sri Sayekti Soedjunadi (Bunda Jannete), jajaran Wakil Bidang DPW Partai NasDem, dan seluruh Kader Partai NasDem Kabupaten Jombang.


Pada Kesempatan tersebut dilakukan penetapan Ketua umum DPD Partai NasDem Kabupaten Jombang H. Munasir masa kepengurusan Periode 2021-2024.


Ketua DPP Bidang Digital dan Siber Partai NasDem, Donny Imam Priambodo memgatakan, “Dari sarasehan ini, diharapkan Kader Partai NasDem bisa memulai memperkenalkan diri kepada masyarakat di Kabupaten Jombang. Merangkul generasi milenial agar tercipta hubungan yang baik menuju pemilihan umum tahun mendatang,” tukasnya.
Selanjutnya, Ketua DPW Partai Nasdem Propinsi Jawa Timur, Sri Sayekti Soedjunadi menegaskan, Partai NasDem di Indonesia harus mampu mengikuti arus perkembangan zaman.


“Oleh karenanya, kehadiran Ketua Bidang Digital dan Siber DPP Partai NasDem pada sarasehan ini, diharapkan mampu memberikan pemahaman digital bagi para Kader Partai NasDem Kabupaten Jombang,” tegasnya.


Wanita yang akrab dipanggil Bunda Jannete ini menjelaskan, bahwasanya Partai NasDem sudah mempunyai aplikasi digital.nasdem.id, yang merupakan alat kontrol bagi ketua umum DPP, sekretaris DPP dan ketua bidang pemenangan pemilu.


“Hal itu untuk bisa memastikan pergerakan para kader dalam menggalang masyarakat agar berpihak pada Partai NasDem,” jelasnya.


Menurut Jannete, dari aplikasi ini, besar harapan kami selaku ketua DPW Jatim berharap kedepan dengan adanya penyegaran kader di kabupaten Jombang ini dapat melakukan sinergitas dengan seluruh kader kader terbaik Partai NASDEM yang ada di kabupaten Jombang dalam memberikan sumbangsih pemikiran dan menggelorakan semangat restorasi Partai NASDEM sehingga semangat Partai NASDEM ini bisa menjadi partai lebih sukses dalam Pemilu yang akan datang” pungkasnya. (ALIS/tlsr)

7 SmartBand Murah, dengan spO2

0

Telusur.ID- Brand pemain Smartwacth / SmartBand belombang-lomba untuk memenuhi kebutuhan konsumen akan Gadget murah dengan fitur yang sesuai dengan kebutuhan pasar saat ini, salah satu fitur yang banyak dicari saat ini yaitu fitur spO2 monitor.

Fitur spO2 monitor meruparan fitur di smartwatch / SmartBand yang mampu mengukur tingkat saturasi kadar Oksigen dalam aliran darah. Dengan fitur ini kitab isa memantau tingkat saturasi kadar Oksigen secara realtime, ini membantu kita menghadapi kondisi di kala pandemi saat ini.

Disini kami akan menghadirkan 7 SmartBand dengan fitur spO2 monitor tentunya dengan harga murah yang tidak memberati kantong agan-agan semua tentunya, dengan kisaran harga antara 200-600 ribu rupiah.

Sebelumnya harap di perhatikan disclaimer berikut :

Disclaimer

  • Kami tidak bisa memastikan akurasi pengukuran SpO2 pada semua perangkat ini
  • Dalam penggunaanya (SmartBand) harap diperhatikan dengan benar agar datap memperoleh hasil pengukuran yang baik
  • Semua Brand SmartBand tidak bisa menjamin akurasi yang sama dengan alat ukur medis kelas Rumah Sakit (karena di SmartBand hanya mengunakan sensor tunggal sedangkan di oximeter menggunakan sensor ganda)

Dari 7 SmartBand akan kami bagi menjadi 2 kelompok yaitu  :

  • On Demand (memantau hanya jika dengan perintah)
  • Non Stop (memantau secara berkala/otomatis dan dapat membuat Log / catatan pemantauan)

On Demand

HONOR Band 5

image by : https://www.hihonor.com/

Kisaran harga : 300 ribuan

Alternatif produk yang lebih terjangkau dari keluarga besar HUAWEI adalah HONOR Band 5. Layarnya berpanel AMOLED apik dengan luas 0,95 inci dan tombol sentuh yang cukup lebar untuk mengontrol penuh gelang pintar ini.

HONOR Band 5 dirancang untuk dapat merekam berbagai aktivitas olahraga penggunanya dengan akurat. Produk ini dapat kamu bawa menyelam dengan kedalaman yang direkomendasikan mencapai 1-2 meter untuk proses pemantauan renang kamu.

Kamu bisa memantau kadar oksigen dalam darah untuk mengetahui kemampuan tubuh dalam beradaptasi dengan macam-macam jenis olahraga. HONOR Band 5 diklaim dapat bertahan hingga 14 hari pemakaian. Tapi durasi ini bisa terpangkas jauh lebih singkat jika Bluetooth atau pelacakan detak jantung dan tidur dibiarkan terus menyala.

HONOR Band 6

image by : https://consumer.huawei.com/

Kisaran harga : 550 ribuan

Alternatif produk lain dari keluarga besar HUAWEI adalah HONOR Band 6. Layarnya yang lebih besar dari HONOR Band 5 berpanel AMOLED dengan luas 1,47 inci dan terasa cukup lega untuk mengontrol penuh gelang pintar ini.

HONOR Band 6 seperti halnya HONOR Band 5 dirancang untuk dapat merekam berbagai aktivitas olahraga penggunanya dengan akurat, dibuat dengan kemampuan 5 ATM water resistance

Kamu bisa memantau kadar oksigen dalam darah untuk mengetahui kemampuan tubuh dalam beradaptasi dengan macam-macam jenis olahraga. HONOR Band 5 diklaim dapat bertahan hingga 14 hari pemakaian. Tapi durasi ini bisa terpangkas jauh lebih singkat jika Bluetooth atau pelacakan detak jantung dan tidur dibiarkan terus menyala.

AMAZFIT Band 5

image by : https://consumer.huawei.com/

Kisaran harga : 600 ribuan

Huami mengumumkan kehadiran gelang kebugaran terbarunya yang diberi nama Amazfit Band 5. Sekilas smartband yang satu ini tampil dengan desain yang mirip dengan Mi Smart Band 5 garapan Xiaomi. Tidak heran karena keduanya berada dalam satu keluarga yang sama. Meski begitu, ada fitur menarik yang hanya dimiliki oleh Amazfit Band 5 dan tidak dipunyai oleh Mi Smart Band 5.

Amazfit Band 5 merupakan gelang kebugaran dengan layar AMOLED berwarna yang memiliki ukuran 1,1 inci dan resolusi 126 x 294 pixel. Selain punya visual yang cukup tajam, perangkat ini juga dibekali 45 watch face berbeda yang bisa dipilih sesuai selera penggunanya.

Soal fitur bawaannya, Amazfit Band 5 mampu memantau detak jantung, kualitas tidur, siklus bulanan wanita, hingga tingkat stres. Satu fitur unggulan yang yang tidak kalah menggiurkan adalah sensor SpO2 yang berfungsi untuk mengukur kadar oksigen di dalam darah.

Untuk yang gemar olahraga, Amazfit Band 5 mendukung 11 mode latihan yang berbeda. Selain itu, gelang kebugaran juga memiliki mode latihan pernapasan untuk membantu relaksasi. Urusan daya dipercayakan kepada baterai berkapasitas 125 mAh. Huami mengklaim baterai tersebut mampu membuat Amazfit Band 5 menyala hingga 15 hari dalam sekali charging.

Sama seperti gelang kebugaran pada umumnya, Amazfit Band 5 mengandalkan strap berbahan karet. Bodinya sudah anti air dengan rating 5ATM yang artinya bisa bertahan hingga kedalaman 50 meter. Tidak ketinggalan ada pula dukungan Amazon Alexa yang memungkinkan pengguna mengatur alarm hanya dengan perintah suara.

OASE H10B

image by : https://www.oaseidn.com/

Kisaran harga : 300 ribuan

Jam tangan pintar ini mempunyai bentuk yang hampir sama dengan kebanyakan perangkat sejenis. Selain dibekali penunjuk waktu, Smart watch Oase ini mempunyai desain seperti gelang. Dimensi tali jam tangan ini juga cukup lebar tidak terlalu tipis seperti yang beredar di pasaran. Secara dimensi Oase smartwatch H10B mempunyai ukuran  44mmx21,5mmx10.5mm. Bobotnya pun tidak terlalu berat. Karena Oase H10B mempunyai berat 24 gram. Selain itu, tali di sisi kanan dan kirinya dapat dibuka. Saat salah satu sisinya dibuka, jam tangan bisa di charger tanpa menggunakan taki charger.

Smartwatch Oase ini sudah dibekali layar 0.96 inci beresolusi 160x80p. Kinerja dan Daya Secara kinerja, Oase smartwatch H10B ini sangat simpel. Anda hanya perlu men-swipe dari bawah ke atas untuk mengganti menu. Untuk mengganti antara menu satu ke yang lain juga cukup cepat dan tidak lama. Selain kinerja smooth, Oase H10B juga mempunyai daya tahan yang lama. Smartwatch ini dibekali dengan baterai berkapasitas 90mAh. Baterai tersebut diklaim mampu bertahan 20 hari dalam waktu standby.

H10B juga dilengkapi dengan sejumlah fitur kesehatan. Oase H10B dilengkapi dengan sensor detak ,pengukur langkah, kalori, jarak, dan banyak lagi. Di sini juga ada penghitung kadar oksigen dalam darah. Di sisi lain, Oase H10B juga memungkinkan Anda untuk melihat informasi penting seperti pesan saat jauh dari smartphone.

SmartWacth, Gadget di kala Pandemi

0

Smartwatch, Gadget Dikala Pandemi Akhir-akhir ini pemerintah menganjurkan pasien Covid-19 tanpa gejala dan bergejala ringan diminta untuk melakukan isolasi mandiri (isoman) dirumah demi mengurangi beban rumah sakit/Fasilitas Kesehatan.

Adapun yang termasuk yang termasuk dari pasien Covid-19 tanpa gejala dan berkejala ringan adalah :

Pasien Covid-19 tanpa gejala

Gejala yang ditimbulkan adalah frekuensi napas 12-20 kali per menit dan saturasi Oksigen lebih dari 95%.

Pasien Covid-19 gejala ringan

Gejala yang ditimbulkan adalah demam, batuk (biasanya batuk ringan) kelelahan ringan, anoreksia, sakit kepala, kehilangan indra penciuman (anosmia), kehilangan indra pengecap (ageusia), malgia, nyeri tulang, nyeri tenggorokan, pilek, bersin, mual, muntah,n yeri perut, diare, konjungtivitas, dan kemerahan pada kulit.

Frekuensi napas pasien Covid gegala ringan adalah 12-20 kali per menit dengan saturasi lebih atau sama dengan 95%.

Dalam pelaksanaanya Isoman tidak sesederhana itu dalam pelaksanaanya, pasien harus tau cara perawatan dan serta memiliki peralatan yang bisa menunjang. Pasien Covid-19 yang isolasi mandiri di rumah dianjurkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)memiliki oximeter.

Juru bicara WHO, Margaret Harris mengatakan, dengan memiliki oximeter di rumah, pasien dapat mengukur kadar oksigen secara mandiri. “Sehingga, Anda dapat mengidentifikasi apakah saat (isolasi mandiri) di rumah, kesehatan memburuk atau lebih baik dirawat di rumah sakit,” jelas Harris dalam pengarahan PBB di Jenewa seperti dilansir Reuters, 26 Januari 2021.

Mengenal-Oximeter-dan-Cara-Pakainya_DV1.jpg (https://indonesiabaik.id)

Pulse oximeter merupakan tes non-invasif dan tanpa rasa sakit yang dapat mengukur tingkat saturasi oksigen atau tingkat oksigen dalam darah. Perangkat ini memancarkan cahaya merah yang melewati kuku, kulit dan darah. Di sisi lain jari, sensor mendeteksi dan mengukur jumlah cahaya yang melewati jari tanpa terserap dalam darah.

Pulse oximeter dapat memperkirakan jumlah oksigen dalam darah tanpa harus mengambil sampel darah. Dipasaran alat oximeter yang beredar didominasi oleh oximeter berupa capit yang dipasang di ujung jari untuk mengukur tingkat saturasi oksigen dalam darah.

Alat tersebut sudah banyak beredar mulai di apotek maupun di olshop dengan kisaran harga 50.000 s/d 250.000. Tapi di dunia Gadget Elektronik terdapat juga alat yang memiliki fungsionalitas yang sama dan sudah lama beredar, yaitu SMARTWATCH.

Smartwatch (dibeberapa model disebut sebagai SmartBand) merupakan jam tangan pintar yang memiliki fitur canggih seperti fitness atau health tracker, navigasi GPS, notifikasi pengingat, bahkan hiburan. Di dalam Smartwatch tidak hanya menawarkan fungsionalitas nya sebagai wearable (penunjang) fashion saja, terutama kemampuan health tracker sudah meliputi sleep monitor, blood pressure monitor (tekanan darah), Heart Rate (detak jatung), Body Temperature (suhu tubuh), spO2 (tingkat oxygen/Oximeter), ini bisa membantu dalam Isoman terutama spO2 (tingkat oxygen / Oximeter), Heart Rate, Body Temperature, sebagai alat pemantau kondisi tubuh kita secara realtime dan fleksibel. Fleksibel disini kita bisa memantau kondisi dari tubuh pasien tanpa harus berdekatan karena di Smartwatch tertanam fungsi koneksi baik bluetooth, wifi (tidak semua), maupun sambung seluler. Tinggal kita koneksikan smartwatch yang dipakai oleh pasien dengan smartphone kita, kita sudah bisa memantau kondisinya dari jarak jauh.

Rata-rata fungsi-fungsi tersebut dimiliki hampir di semua Smartwatch yang ada di pasaran saat ini, mulai dari entri level (dibawah 1 juta) maupun kelas high end (lebih dari 2 juta), banyak sekali pilihan mulai dari brand, model maupun harga sesuai dengan selera dan kantong kita tentunya.

Dengan Smartwatch berapa fungsi sekaligus bisa kita dapatkan tidak hanya hanya sebagai alat kesehatan dalam menghadapi pandemi, tapi juga bisa menjadi pelengkap fashion nantinya dikala sehat. Pilihan kembali ditangan pembaca, mau menggunakan alat yang hanya dikhususkan (oximeter) atau alat multifungsi.

Lirik Lagu Lemah Teles dari Happy Asmara

0
Happy Asmara. (Foto: Instagram @happy_asmara77)

Telusur.ID-Official live video lagu “Lemah Teles” dari Happy Asmara trending di YouTube. Dalam tiga minggu, tembang sendu ini ditonton lebih dari 16 juta kali dan berada di urutan ketiga daftar trending.

Lemah teles dalam bahasa Indonesia berarti tanah basah. Di kalangan masyarakat Jawa, frase ini kerap diucapkan untuk membahas karma. Lemah teles, Gusti Allah sing mbales.

Ada banyak penyanyi yang meng-cover lagu “Lemah Teles,” namun versi Happy Asmara-lah menjadi hit besar. Berikut lirik lagu “Lemah Teles” plus terjemahannya :

Happy Asmara. (Foto: Instagram @happy_asmara77)
Jujur ati iki lara (Jujur, hati ini terluka)
Durung biso nampa kenyataan (Belum bisa menerima kenyataan)
Tanduran sing wes tak sirami (Tanaman yang telah kusirami)
Malih dadi awu ireng (Berubah menjadi abu hitam)
Diobong karo kahanan (Terbakar oleh keadaan)
 
Biyen janji bareng-bareng (Dulu kita janji bersama)
Ngrasakne susah lan seneng (Merasakan suka dan duka)
Saiki kowe medetke angen-angen (Kini engkau memupus angan-angan)
Tak kuatne ati yen kudu kelangan (Ku kuatkan hati ini bila harus kehilangan)
 
Kowe mbelok ngiwo nengen (Kau berbelok ke kiri dan kanan)
Tanpo nguwasne mburi (Tanpa menengok ke belakang)
Tak tabrak kowe loro iki salahe sopo (kutabrak, kau terluka, ini siapa siapa?)
Yen kowe wes ra tresno (Kalau kau sudah tak cinta)
Ngomongo jo trus lungo (Bilang saja, jangan begitu saja meninggalkan)
Awas nemoni apes (Hati-hati kau bertemu nahas)
Lemah teles gusti sing bakal mbales (Tanah basah, Tuhan yang akan membalas)
Lirik “Lemah Teles” Happy Asmara

Blended Learning jawaban di masa PPKM

0

Telusur.ID- Dalam masa PPKM ini semua bidang kehidupan di masyarakat dituntut untuk bisa fleksibel, beradaptasi, mempunyai inovasi, tak terekcuali di Bidang Pendidikan.

Dengan Penerapan PPKM Berlevel oleh Pemerintah mulai dari Level 1 s/d Level 4 yang didalamnya termuat juga pengaturan penerapan Pola Pembelajaran di Dunia Pendidikan mulai dari Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas dan Pembelajaran secara Jarak Jauh (PJJ) / Daring.

Seperti yang disebutkan diatas untuk daerah dengan PPKM Level 1-2 sudah bisa menyelenggaran Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas sedangkan untuk daerah dengan PPKM Level 3-4 tetap harus menjalankan Pembelajaran secara Jarak Jauh (PJJ) / Daring.

Pertanyaanya bagaimana para Pengajar/Guru menyikapi ini? Pengajar/Guru dituntut untuk Fleksibel, Siap, dan Inovatif dalam mengahadapi ini, karena perubahan Level PPKM bisa berubah sewaktu-waktu, untuk itu perlu disiapkan konsep pembelajaran yang bisa mengatasi perubahan yang ada.

Salah satu Konsep Pembelajaran yang mungkin bisa menjadi solusi atau jembatan dari permasalahan ini adalah Blended Learning (Pembelajaran Campuran), sebuah konsep pembelajaran yang menggabungkan penerapan, keunggulan, metode dari pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas/ konvensional dengan Pembelajaran secara Jarak Jauh (PJJ) / Daring.

Blended Learning menjalankan PTM dan Daring baik secara bersamaan atau bergantian sesuai dengan situasi yang ada, singkatnya dua model pembejalaran tersebut berjalan secara simultan di waktu yang bersamaan. Contoh mudahnya : dalam 1 kelas yang berisikan 30 siswa, 15 siswa menjalakan pembelajaran PTM sedangkan 15 siswa lainnya mengkuti pembejaran melalui daring.

Poin-poin penting dalam Blended Learning :

Infrastuktur

Peralatan dan sumber penunjang dalam pembelajaran, berupa perangkat keras (Hardware) maupun perangkat lunak (software), baik peralatan yang dimiliki oleh sekolah, pengajar maupun yang di miliki oleh siswa.

Untuk di sisi sekolah, apakah sudah menerapkan LMS (Learning Management System) atau yang biasa disebut Aplikasi E-Learning, karena di tiap LMS terdapat fitur keunggulannya masing-masing. Pengajar harus bisa menguasai aplikasi tersebut untuk mempermudah dalam menjalankannya. Tidak lupa juga peralatan yang dimiliki sekolah sebagai penunjang proses Pengajar dalam membuat Bahan Ajar nantiknya.

Untuk di sisi Pengajar, peralatan yang dimiliki masing-masing individu pengajar (Laptop, Smartphone, kamera,dll) dalam membuat, menjalankan Media Pembelajaran.

Untuk di sisi Siswa, peralatan yang dimiliki masing-masing individu siswa dalam mengikuti Pembelajaran terutama di pembelajaran daring.

IT Knowledge (Pengetahuan IT)

Pengetahuan dan kemampuan dalam IT baik dari sisi pengajar maupun siswa. Disisi pengajar IT Knowledge merupakan hal yang fundamental karena pengajar harus bisa mempersiapkan media ajar sesuai yang dibutuhkan tentunya harus juga interaktif dan inovatif, pembuatan media ajar ini juga harus memperhatikan tingkat IT Knowledge dari siswa, sehingga siswa yang menerima bahan ajar tidak kesulitan dalam menggunakannya. Apa artinya sebuah bahan ajar yang bagus (interaktif dan inovatif) tapi tidak bisa digunakan oleh siswa (karena tidak mengerti cara menggunakannya)

IT Knowledge ini meliputi :

Pemilihan bentuk bahan ajar (video, presentasi, dll)
Kemampuan dalam membuat bahan ajar
Pemilihan bentuk file bahan ajar
Platform (Android/HP, Laptop/PC,dll) yang digunakan baik oleh siswa maupun pengajaran
Sarana pendukung baik berupa hardware (perangkat keras) maupun software (software e-learning,sosmed, dll)

Media/Bahan Ajar

Para Pengajar/Guru harus menyiapkan media/bahan ajar yang bisa mengakomidir kebutuhan pola pembelajarn PTM dan Daring sekaligus. Disinilah tantangan itu muncul, para Pengajar/Guru tidak hanya dituntut untuk bisa membuat media/bahan ajar yang inovatif tapi juga mudah untuk diterapkan baik di PTM maupun di Daring dan juga di tuntut untuk bisa menghasilkan dan menerapkan kedua pembejaran sencara sinergis dan linier sehingga menghasilkan hasil keluaran/output yang maksimal (di sisi pemaham siswa tentunya).

Media/Bahan Ajar ini di bagi menjadi 3 :

Media Ajar Face to FaceBahan ajar yang dipergunakan di PTM.
Media Ajar OnlineBahan ajar yang bisa diakses secara Online atau Streming (jika berupa video)
Media Ajar OfflineBahan Ajar yang dibagaikan kepada siswa yang tidak mempunyai sambungan internet

Rencana Pembelajaran

Dalam perancangannya Para Pengajar/Guru mempersiap jadwal harus teliti dan siap untuk menghadapi perubahan kedepan, sehingga tidak terjadi ketimpangan daya serap dari siswa yang baik yang mengikuti PTM maupun Daring

Rotasi Peserta Didik

Rotasi peserta didik yang mengikuti PTM dan Daring harus seimbang dalam ini bergantian dengan pola yang disesuaikan dengan kondisi, ini dimaksudkan untuk membuat situasi pembelajaran yang kondusif dan nyaman bagi siswa. Rotasi ini harus juga mengikuti situasi yang ada tentunya.

Semoga Blended Learning bisa menjadi jawaban/solusi di dunia Pendidikan kala masa pandemi ini, harapan kita semua pademi segera berakhir.

Wisata Dikala Pandemi Ala Kemenparekraf RI

0
https://www.indonesia.travel/gb/en/video-360

Telusur.ID- Terbatas & Ditutup, itulah dua kata yang bisa menggambarkan Dunia Pariwisata hampir 1,5 tahun ini, kerinduan akan indahnya tempat wisata yang ada di bumi pertiwi ini mungkin kita rasakan.

Dikala pandemi ini semua dituntut untuk harus bisa berinovasi untuk bisa survive, ini juga berlaku dalam Dunia Pariwisata. Pemerintah sebagai ujung tombak perkembangan Dunia Pariwisata di tuntut untuk bisa fleksibel, bisa beradaptasi dan inovatif dalam turus mendukung perkembangan, publikasi, dan berjalannya Pariwisata.

Kemenparekraf RI menghadirkan virtual tour (tur virtual) sebagai Jawaban dari permasalahan ini, virtual tour (tur virtual), Virtual tour dilengkapi virtual tour guide yang menjelaskan dengan cukup detail objek yang dikunjungi, dengan ini Kita dapat menjelajahi berbagai destinasi wisata menarik di Indonesia hanya berbekal gawai pintar, dan jaringan internet dari rumah.

Selain menawarkan keindahan dan keunikan dari setiap destinasi secara virtual, kita juga bisa belajar tentang destinasi yang dikunjungi.

Virtual Tour Gratis Kemenparekraf/Baparekraf

Merupakan virtual tour yang digelar Kemenparekraf/Baparekraf, Dalam virtual tour tersebut Kemenparekraf/Baparekraf mengemas dengan cara yang berbeda, tentunya virtual tour menjadi kesempatan bagi kita mengenal wisata di seluruh penjuru Indonesia, dan mengetahui keunikannya masing-masing. Bahkan mungkin destinasi yang belum sempat terpikirkan untuk dikunjungi.

Tidak hanya itu saja, melalui laman resmi Indonesia.Travel, kita juga dapat melakukan “jalan-jalan” virtual. Bahkan, bisa melihat langsung Indonesia lebih nyata dengan adanya fitur video dan foto 360 derajat.

Kita dapat memilih dan langsung berkeliling berbagai destinasi wisata yang belum pernah dikunjungi sebelumnya. Mulai dari Banyuwangi, Bali, Jakarta, Yogyakarta, Wakatobi, Gunung Bromo, Raja Ampat, dan masih banyak lagi.

Bali’s Cultular Wonder : https://www.indonesia.travel/gb/en/video-360

Menariknya, setelah melakukan virtual tour kita akan sadar bahwa banyak destinasi wisata menarik di Indonesia yang belum dikunjungi secara “offline”. Nah, pada tur virtual ini sebenarnya adalah kesempatan kita mengenal lebih baik lagi destinasi wisata keren di seluruh Indonesia. Yuk, kita jalan-jalan virtual!