Beranda blog Halaman 29

Bupati Warsubi Jemput Komitmen Pusat untuk Flyover Mengkreng, Solusi Kemacetan Kronis Tiga Daerah

0

Jombang, TelusuR.ID — Upaya mengurai kemacetan kronis di Simpang Mengkreng, Jawa Timur, memasuki tahap penting. Pemerintah Kabupaten Jombang bersama Pemerintah Kabupaten Nganjuk dan Kabupaten Kediri mulai memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat guna mempercepat realisasi pembangunan flyover di kawasan yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik kemacetan terparah di Indonesia.

Langkah strategis itu ditunjukkan melalui pertemuan antara Bupati Jombang Warsubi, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Kediri dengan Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Roy Rizali Anwar di Jakarta, Senin (25/5/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana diwakili Kepala Bappeda dan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kediri. Sementara masing-masing kepala daerah turut didampingi jajaran Bapperida dan Dinas PUPR.

Bupati Jombang Warsubi mengatakan, koordinasi lintas daerah dan pemerintah pusat itu menjadi langkah konkret untuk memastikan proyek strategis tersebut tidak berhenti sebatas wacana.

Menurut dia, flyover Mengkreng merupakan kebutuhan mendesak mengingat tingginya volume kendaraan di jalur penghubung Jombang, Nganjuk, dan Kediri yang selama ini kerap memicu kemacetan panjang, terutama saat musim mudik dan libur panjang.

“Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk mengamankan komitmen pusat. Fokus utama kami adalah menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat agar kemacetan di Mengkreng bisa segera terurai,” kata Warsubi.

Ia menjelaskan, hasil pembahasan awal memperkirakan kebutuhan anggaran proyek mencapai Rp715 miliar. Konsep pembangunan disebut lebih mengutamakan efektivitas fungsi lalu lintas dibanding aspek estetika semata.

Warsubi menegaskan, Pemerintah Kabupaten Jombang mendukung penuh percepatan proyek tersebut karena dampaknya dinilai sangat besar terhadap konektivitas dan pertumbuhan ekonomi kawasan.

“Flyover ini bukan hanya proyek infrastruktur, tetapi juga investasi jangka panjang untuk kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi ekonomi antarwilayah,” ujarnya.

Berdasarkan perhitungan Kementerian Pekerjaan Umum, total kebutuhan lahan yang harus dibebaskan mencapai lebih dari 50 ribu meter persegi. Khusus wilayah Kabupaten Jombang, luas lahan yang terdampak diperkirakan sekitar 17 ribu meter persegi.

Para kepala daerah berharap pembebasan lahan dapat didukung penuh pemerintah pusat. Namun, Kementerian PU juga membuka opsi skema sharing anggaran antarwilayah sesuai proporsi luasan area yang terdampak berdasarkan dokumen Detail Engineering Design (DED).

Menindaklanjuti skema tersebut, pembahasan selanjutnya akan melibatkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur guna memperkuat dukungan regulasi dan pendanaan lintas daerah.

Warsubi menyebut pihaknya memilih bergerak cepat dengan mendatangi langsung Kementerian PU sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam memperjuangkan kebutuhan masyarakat.

“Kami tidak ingin hanya menunggu. Karena itu kami proaktif membangun komunikasi dengan pemerintah pusat agar proses ini bisa bergerak lebih cepat dan terarah,” tuturnya.

Sebelumnya, gagasan pembangunan flyover Mengkreng telah dibahas ketiga kepala daerah saat melakukan peninjauan langsung kondisi lalu lintas di Pos Polisi Mengkreng pada April 2026 lalu.

Simpang Mengkreng sendiri merupakan jalur arteri vital yang menghubungkan Surabaya menuju wilayah barat dan selatan Jawa Timur, termasuk Kediri, Nganjuk, hingga Madiun. Tingginya intensitas kendaraan membuat kawasan tersebut kerap mengalami kepadatan ekstrem.

Berdasarkan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Simpang Mengkreng bahkan masuk dalam tiga besar titik kemacetan paling parah di Indonesia, khususnya saat arus mudik Lebaran.

Dalam rancangan awal, flyover direncanakan membentang dari wilayah Jombang dan memiliki dua jalur keluar menuju Kabupaten Kediri dan Kabupaten Nganjuk.

Pesan Menyentuh Bupati Warsubi saat Idul Adha: Ego Lebih Sulit Dikalahkan daripada Harta

0

Jombang, TelusuR.ID — Bupati Jombang Warsubi menghadiri pelaksanaan Sholat Idul Adha 1447 Hijriah bersama ribuan warga di Masjid Agung Baitul Mukminin, Jombang, Rabu (27/5/2026). Momentum hari raya kurban itu dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Jombang untuk memperkuat pesan persatuan, kepedulian sosial, dan nilai pengorbanan di tengah kehidupan masyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Jombang Salmanudin, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang, kepala perangkat daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jamaah dari berbagai wilayah di Kabupaten Jombang.

Dalam sambutannya, Warsubi menekankan bahwa makna Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah ritual semata, tetapi juga refleksi untuk membangun karakter dan kepedulian sosial.

Menurut dia, pengorbanan terbesar dalam kehidupan sering kali bukan soal materi, melainkan kemampuan seseorang menaklukkan ego dan kepentingan pribadi demi kepentingan bersama.

“Rasa egois, keinginan untuk selalu menang sendiri, hingga merasa paling benar adalah hal-hal yang harus mampu kita kendalikan. Idul Adha mengajarkan keikhlasan dan ketulusan dalam berbagi,” kata Warsubi di hadapan jamaah.

Ia juga mengajak masyarakat menjadikan Idul Adha sebagai momentum memperkuat solidaritas sosial, terutama di tengah tantangan kehidupan modern yang semakin kompleks.

“Semakin kuat rasa empati dan kepedulian kita, maka kehidupan masyarakat akan semakin harmonis dan penuh kebersamaan,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Warsubi turut mengajak masyarakat mendoakan para jemaah haji Indonesia agar diberikan kesehatan, keselamatan, serta kelancaran selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Pelaksanaan Sholat Idul Adha di Masjid Agung Baitul Mukminin juga disiarkan langsung melalui Radio Suara Jombang 104.1 FM sehingga dapat diikuti masyarakat secara lebih luas.

Sementara itu, khotbah Idul Adha disampaikan Guru Besar Ilmu Tasawuf UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Ahmad Barizi. Dalam ceramahnya, ia menyoroti pentingnya nilai spiritual dan keteguhan moral di tengah perkembangan era digital.

Menurut Ahmad Barizi, tantangan generasi muda saat ini tidak hanya berkaitan dengan perkembangan teknologi, tetapi juga bagaimana mempertahankan identitas dan nilai-nilai keagamaan di tengah arus perubahan sosial yang cepat.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan hewan kurban dari Bupati dan Wakil Bupati Jombang kepada Takmir Masjid Agung Baitul Mukminin untuk didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Usai pelaksanaan kegiatan di Masjid Agung, Warsubi melanjutkan agenda dengan menyerahkan sapi kurban bantuan Presiden RI di Masjid Jami’ Denanyar, Jombang.

Jacob Ereste: Teror Digital dan Buzzer Mengganggu Ruang Publik di Media Sosial

0

Banten, TelusuR.ID — Maraknya gangguan digital dan aktivitas buzzer di media sosial dinilai semakin mengganggu ruang komunikasi publik. Kondisi itu disebut tidak hanya menghambat interaksi, tetapi juga berpotensi mengalihkan perhatian masyarakat dari persoalan-persoalan yang lebih substansial.

Penulis dan jurnalis lepas Jacob Ereste mengaku mengalami gangguan komunikasi dalam dua pekan terakhir, sejak akhir April hingga penghujung Mei 2026. Gangguan tersebut, menurut dia, menyebabkan sejumlah saluran komunikasi pribadinya terganggu hingga memaksanya mengganti beberapa nomor kontak WhatsApp.

“Komunikasi menjadi tersendat karena terus mendapat gangguan atau teror,” ujar Jacob dalam keterangannya, Rabu (27/5/2026).

Jacob menilai fenomena itu tidak bisa dipandang sekadar persoalan teknis perangkat elektronik semata. Ia menduga ada pola serangan terstruktur yang memanfaatkan ruang media sosial untuk menciptakan kegaduhan dan memecah konsentrasi publik.

Menurut dia, keberadaan buzzer di media sosial kini semakin masif dan sering kali bergerak dengan dukungan kepentingan tertentu. Akibatnya, ruang digital dipenuhi narasi yang memancing emosi, memperkeruh suasana, hingga menenggelamkan isu-isu penting yang seharusnya menjadi perhatian masyarakat.

Ia menyinggung sejumlah persoalan nasional yang dinilai luput dari sorotan publik, mulai dari tekanan ekonomi akibat melemahnya rupiah terhadap dollar AS hingga pemadaman listrik total yang sempat terjadi di wilayah Sumatera.

“Publik seperti terus diarahkan pada kegaduhan-kegaduhan artifisial, sementara persoalan mendasar justru terpinggirkan,” katanya.

Jacob juga mengingatkan masyarakat agar lebih kritis dan tidak mudah terjebak dalam pola komunikasi provokatif di media sosial. Menurut dia, sikap hati-hati diperlukan agar masyarakat tidak terseret dalam arus informasi yang sengaja dibangun untuk memperkeruh keadaan.

Ia meminta relasi, sahabat, dan para pembacanya memahami apabila komunikasi yang dilakukannya belakangan menjadi lambat atau berubah akibat pergantian nomor kontak.

“Sebagai jurnalis dan penulis lepas, ketenangan menjadi hal penting di tengah situasi yang semakin memprihatinkan,” ujarnya.

Momen Pangdam I/BB Datangi Proyek Jembatan Sungai Hou, Warga dan Pelajar Sambut Antusias

0

Nias, TelusuR.ID — Panglima Kodam I/Bukit Barisan (Pangdam I/BB) Mayjen TNI Hendy Antariksa meninjau langsung pembangunan Jembatan Perintis Sungai Hou di Desa Hou, Kabupaten Nias, Senin (25/5).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan progres pembangunan berjalan sesuai rencana sekaligus mendukung percepatan infrastruktur yang dinilai penting bagi mobilitas masyarakat di wilayah Kepulauan Nias.

Rangkaian kegiatan diawali dengan kedatangan Pangdam I/BB bersama rombongan di Bandara Binaka Gunungsitoli. Setelah transit sejenak, rombongan melanjutkan perjalanan menuju lokasi pembangunan jembatan.

 

Di lokasi, Hendy meninjau kondisi pembangunan serta menerima pemaparan terkait perkembangan pekerjaan di lapangan. Jembatan tersebut diharapkan dapat memperlancar akses transportasi warga dan mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, serta konektivitas antarwilayah di Kabupaten Nias.

 

Selama ini, masyarakat disebut masih menghadapi kendala akses akibat kondisi sungai dan keterbatasan infrastruktur jalan di kawasan tersebut.

 

Kedatangan Pangdam I/BB turut disambut unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Nias, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga para pelajar yang hadir di lokasi kegiatan.

Suasana penyambutan berlangsung hangat dan penuh antusiasme sebagai bentuk dukungan masyarakat terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah Nias.

Turut hadir dalam kegiatan itu antara lain Asops Kasdam I/BB, Aster Kasdam I/BB, Kapendam I/BB, Dandim 0213/Nias, unsur Forkopimda, serta para kepala perangkat daerah se-Kepulauan Nias.

Sumber: Pendam I/BB

Gelar Safari Jelang Muktamar NU ke-35, Gus Salam Sowan ke Kiai Imam Jazuli di Cirebon

0

CIREBON, TELUSUR.ID – Menjelang gelaran Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35, suhu dinamika di tubuh organisasi kian terasa, namun tradisi silaturahmi antarulama tetap menjadi pedoman utama yang terus dirawat.

Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang, KH Abdussalam Shohib, menjadi salah satu tokoh yang secara konsisten terus menempuh langkah silaturahmi ke berbagai daerah.

Kiai yang akrab disapa Gus Salam ini menjadikan safari tersebut sebagai ikhtiar batin, sekaligus sarana memohon doa restu para masyaikh atas niatnya maju sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Peraih predikat Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif versi Forkom Jurnalis Nahdliyin tersebut menilai, perjalanannya ini bukanlah sekadar agenda politik atau manuver organisasi belaka.

Lebih dari itu, safari ini merupakan ruang sowan untuk menyerap pandangan, nasihat, dan harapan para ulama demi masa depan jam’iyah NU yang tetap teduh, bersatu, serta berpijak teguh pada tradisi keilmuan pesantren.

Pada agenda lawatan terbarunya, Gus Salam melakukan silaturahmi ke kediaman tokoh muda NU di Cirebon, Jawa Barat, yakni KH Imam Jazuli atau yang akrab disapa Kiai Imjaz.

Setibanya di Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, kehadiran Gus Salam disambut hangat dan penuh keakraban langsung oleh Kiai Imam Jazuli dalam suasana yang sangat khidmat.

Dalam kunjungannya kali ini, Gus Salam tidak datang sendirian, melainkan turut didampingi oleh sejumlah kiai dan pengasuh pesantren ternama dari berbagai daerah.

Rombongan kiai yang membersamai langkah Gus Salam tersebut di antaranya adalah KH Hasan Syukri Zamzami Mahrus, KH Muhammad Ma’mun Mahfudz, KH Lukman Hakim Hamid, serta KH Abdul Mu’id.

Sebagai sesama kiai muda, Gus Salam secara terbuka mengaku sudah memiliki kedekatan emosional serta keakraban yang telah lama terjalin dengan sosok Kiai Imam Jazuli.

Menurut pandangan Gus Salam, Kiai Imam adalah sosok ulama yang sangat visioner dengan segudang idealisme dan gagasan besar yang terus diperjuangkan demi kemajuan umat serta dunia pesantren.

“Beliau ini tokoh muda NU yang memiliki pandangan jauh ke depan. Idealisme beliau dalam membangun pendidikan dan pemberdayaan umat menjadi inspirasi bagi banyak kalangan,” ujar Gus Salam dalam keterangannya diterima Telusur.id, Rabu (27/5/2026).

Selain itu, Gus Salam juga memandang Kiai Imam Jazuli sebagai ulama sederhana khas pesantren yang tetap membumi, di mana di balik kesahajaannya justru lahir pemikiran-pemikiran cemerlang yang penuh kebermanfaatan.

Di sela-sela perbincangan, Gus Salam turut memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif Kiai Imam Jazuli yang menggagas agenda Workshop Transformasi Pesantren bagi 5.000 pengasuh pondok pesantren se-Indonesia di tahun 2026 ini.

Program strategis tersebut dinilai sebagai ikhtiar besar yang patut didukung agar pondok pesantren mampu bertransformasi dan adaptif menghadapi zaman, tanpa kehilangan ruh keilmuan serta nilai tradisinya.

Di penghujung pertemuan yang gayeng dan sarat makna tersebut, mengalir harapan besar agar Muktamar NU ke-35 mampu melahirkan kepemimpinan tangguh yang senantiasa menjaga marwah jam’iyah sekaligus memperkuat peran pesantren di tengah derasnya perubahan zaman.

Babinsa Nogosari Dampingi Budidaya Lele Warga, Dorong Ketahanan Pangan dan Ekonomi Desa

0

Boyolali,TelusuR.ID – Dalam upaya mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Babinsa Koramil 13/Nogosari Kodim 0724/Boyolali Serka Wahyono melaksanakan pendampingan budidaya ikan lele milik Bapak Suroto di Desa Glonggong, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali, Selasa (26/05/2026). Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat menjadi bentuk nyata kepedulian TNI terhadap pengembangan usaha warga di sektor perikanan.

Serka Wahyono mengatakan, pendampingan tersebut dilakukan untuk membantu masyarakat agar mampu mengembangkan usaha budidaya secara lebih maksimal dan berkelanjutan. Menurutnya, budidaya ikan lele memiliki potensi ekonomi yang cukup menjanjikan apabila dikelola dengan baik. “Kami dari TNI berupaya mendukung masyarakat melalui pendampingan usaha seperti ini agar dapat membantu meningkatkan perekonomian keluarga dan warga sekitar,” ujarnya.

Dalam kegiatan itu, Babinsa juga memberikan sosialisasi mengenai teknik budidaya lele yang baik dan ramah lingkungan. Mulai dari cara menjaga kualitas air kolam, pemberian pakan yang tepat hingga perawatan ikan agar hasil panen lebih optimal. Pendampingan tersebut diharapkan mampu menambah wawasan dan keterampilan warga dalam mengelola usaha budidaya lele.

Sementara itu, Suroto selaku pemilik kolam lele mengaku sangat terbantu dengan kehadiran Babinsa. Ia menyampaikan bahwa arahan dan bimbingan dari Serka Wahyono memberikan banyak pengetahuan baru tentang cara mengoptimalkan produksi lele. “Dengan bantuan Babinsa, kami jadi lebih paham bagaimana merawat ikan dengan baik dan mengelola kolam secara efektif,” ungkapnya.

Selain melakukan pendampingan, Serka Wahyono juga mengajak warga lain di sekitar RT 06 untuk ikut mengembangkan usaha budidaya lele sebagai salah satu bentuk kemandirian ekonomi masyarakat desa. Dengan adanya dukungan dari Babinsa, diharapkan budidaya lele di Desa Glonggong dapat terus berkembang dan menjadi sumber penghasilan alternatif yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

(Agus Kemplu)

Patroli Malam, SPBU dan Koperasi Desa Jadi Sasaran

0

Wonogiri,TelusuR.ID – Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, anggota Koramil 07 Tirtomoyo Kodim 0728/Wonogiri patroli malam Cipta Kondisi di wilayah Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, Senin malam (25/5/2026).

Patroli dipimpin oleh Sertu M. Darmaji dan didampingi anggota Linmas setempat. Kehadiran aparat TNI bersama unsur keamanan desa menjadi bentuk nyata sinergi dalam menciptakan rasa aman bagi warga, khususnya pada malam hari.

Dengan pendekatan humanis, petugas juga menyempatkan berdialog dengan masyarakat dan petugas jaga di sejumlah titik patroli.

Adapun sasaran patroli meliputi KDKMP Desa Sendangmulyo serta area SPBU yang dinilai memiliki aktivitas masyarakat cukup tinggi pada malam hari.

Di lokasi tersebut, petugas melakukan pemantauan situasi, pengecekan keamanan lingkungan, sekaligus memastikan tidak ada potensi gangguan kamtibmas yang dapat mengganggu kenyamanan warga.

Selain sebagai langkah antisipasi tindak kriminalitas, patroli Cipta Kondisi ini juga bertujuan mempererat hubungan antara aparat keamanan dengan masyarakat.

Kehadiran personel Koramil di tengah masyarakat diharapkan mampu meningkatkan rasa tenang sekaligus menumbuhkan kesadaran bersama untuk menjaga keamanan lingkungan secara gotong royong.

(Agus Kemplu)

Sengkuyung Ketahanan Pangan, Babinsa Sragen Ikut ‘Matun’ Padi di Sawah

0

Sragen,TelusuR.ID – Dalam upaya menyukseskan program swasembada pangan di wilayah Desa Pringanom Koramil 03/Masaran Kodim 0725/Sragen Serda Saeful turun langsung ke sawah untuk membantu petani melakukan pembersihan gulma (tanaman pengganggu) pada tanaman padi, Selasa (26/5).

Aksi yang dikenal warga lokal dengan istilah matun ini dilakukan di lahan persawahan milik salah satu kelompok tani setempat. Serda Saeful tanpa ragu melepas sepatu PDL nya dan masuk ke dalam lumpur sawah untuk mencabuti rumput liar yang tumbuh di sela-sela tanaman padi.

Pembersihan gulma ini krusial dilakukan agar tanaman padi dapat tumbuh optimal tanpa harus berebut serapan pupuk, air, dan sinar matahari dengan tumbuhan liar.

Komandan Kodim 0725/Sragen melalui Danramil 03/Masaran Kapten Inf. Toha menjelaskan bahwa pendampingan yang dilakukan oleh Babinsa kepada para petani merupakan bagian dari tugas ketahanan pangan nasional yang diamanatkan kepada TNI AD.

“Gulma yang dibiarkan bisa menurunkan hasil panen secara drastis. Kehadiran Babinsa di sawah diharapkan dapat memotivasi petani agar lebih giat merawat tanamannya, sehingga produktivitas padi di Sragen tetap terjaga dan bahkan meningkat,” ungkapnya.

Di sela-sela kegiatan matun, Serda Saeful juga memanfaatkan momen tersebut untuk berdialog dengan petani mengenai kendala pertanian di lapangan, seperti ketersediaan pupuk, pasokan air irigasi, hingga serangan hama.

Poktan Tani Makmur Bpk. Subiyanto mengapresiasi kepedulian Babinsa yang tidak hanya memberikan arahan di atas kertas, tetapi mau kotor-kotoran langsung di sawah. Menurutnya, bantuan tenaga dari Babinsa ini sangat mempercepat proses perawatan padi di lahannya.

(Agus Kemplu)

Tak Sekadar Jaga Tahanan, Rutan Ambon Kini Hadir Bantu Warga Lewat Pengobatan Gratis

0

AMBON, TelusuR.ID – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon menggelar layanan kesehatan gratis bagi penghuni Panti Sosial INAKAKA, Selasa (26/5). Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian sosial sekaligus komitmen Rutan Ambon dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Rutan Ambon, Jefry R. Persulessy, bersama jajaran pegawai Rutan Ambon. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai pelaksanaan pelayanan kesehatan di panti sosial tersebut.

Dokter Rutan Ambon, Edwina, bersama tim perawat turut memberikan pemeriksaan kesehatan kepada para penghuni panti. Sebanyak 17 penghuni menjalani pemeriksaan kesehatan secara langsung.

Jefry mengatakan, kegiatan layanan kesehatan gratis itu merupakan bagian dari upaya Rutan Ambon untuk terus hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan rasa kemanusiaan kami terhadap sesama. Kami berharap pelayanan kesehatan gratis ini dapat memberikan manfaat serta membantu masyarakat, khususnya para penghuni panti sosial,” kata Jefry.

Menurut dia, nilai kepedulian sosial perlu terus ditanamkan, baik di lingkungan kerja maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Sementara itu, Edwina menjelaskan bahwa pelayanan kesehatan tersebut menjadi bentuk pengabdian tenaga kesehatan Rutan Ambon kepada masyarakat.

“Kami berharap melalui pemeriksaan kesehatan ini, para penghuni panti sosial dapat mengetahui kondisi kesehatannya lebih dini sehingga dapat segera dilakukan penanganan maupun pencegahan apabila ditemukan keluhan kesehatan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelayanan kesehatan tidak hanya dilakukan di lingkungan Rutan, tetapi juga menjadi bagian dari kepedulian sosial kepada masyarakat luas.

Selain memberikan layanan kesehatan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat nilai kebersamaan, empati, dan solidaritas sosial. Kehadiran jajaran Rutan Ambon diharapkan mampu memberikan semangat dan perhatian bagi para penghuni panti.

Salah satu penghuni panti, Bob, mengaku terbantu dengan adanya layanan kesehatan gratis tersebut.

“Terima kasih kepada Bapak Plt Karutan Ambon beserta jajaran yang sudah datang dan memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada kami. Kami merasa sangat terbantu dan senang atas perhatian yang diberikan,” kata Bob.

Pengurus Panti Sosial INAKAKA, Aisa, turut menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang ditunjukkan Rutan Ambon.

“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan dan pelayanan kesehatan yang diberikan. Kegiatan seperti ini sangat berarti bagi kami, karena tidak hanya memberikan pemeriksaan kesehatan, tetapi juga menghadirkan perhatian dan semangat bagi anak-anak dan penghuni panti,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol terjalinnya hubungan harmonis antara Rutan Ambon dan Panti Sosial INAKAKA. Rutan Ambon berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan guna menumbuhkan semangat kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Qurban Belum Adil! DMI Jombang Minta Daging Disebar hingga Dusun Terpencil

0

Jombang Ber-Qurban 2026: Saatnya Daging Qurban Menjangkau Pelosok Dusun
Oleh: Didin A. Sholahudin
(Ketua Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Jombang)

Idul Adha 1447 Hijriah kembali tiba. Takbir berkumandang, masjid dan mushala dipenuhi semangat ibadah qurban. Namun di tengah suasana sakral itu, ada satu pertanyaan penting yang layak kita renungkan bersama: apakah distribusi daging qurban selama ini sudah benar-benar menghadirkan keadilan sosial?

Realitas di lapangan menunjukkan ironi yang terus berulang dari tahun ke tahun. Di kawasan perkotaan Jombang, tidak sedikit warga menerima daging qurban dalam jumlah berlebih. Satu keluarga bisa memperoleh beberapa kantong sekaligus dari masjid, mushala, maupun lingkungan sekitar.

Sebaliknya, di sejumlah pelosok dusun, kawasan pinggiran hutan, hingga wilayah yang akses ekonominya terbatas, masih banyak warga yang justru nyaris tidak tersentuh distribusi qurban. Bagi sebagian dari mereka, menikmati hidangan daging saat Idul Adha masih menjadi kemewahan yang hanya datang setahun sekali.

Di sinilah esensi qurban perlu kita maknai ulang. Qurban tidak semata-mata ritual penyembelihan hewan. Lebih dari itu, qurban adalah simbol pengorbanan, solidaritas sosial, dan pemerataan kebahagiaan. Semangat yang diwariskan Nabi Ibrahim AS sejatinya mengajarkan kepedulian terhadap mereka yang paling membutuhkan.

Karena itu, sudah saatnya pola distribusi qurban di Jombang diperbaiki. Masjid-masjid besar yang memiliki surplus hewan qurban perlu mulai membangun koordinasi lintas wilayah. Distribusi tidak boleh berhenti hanya di lingkungan sekitar masjid, tetapi harus diperluas hingga menjangkau dusun-dusun yang selama ini minim hewan qurban.

Momentum Idul Adha semestinya menjadi kesempatan memperkuat solidaritas sosial antarwilayah. Jangan sampai ada warga di pelosok Jombang yang hanya mendengar gema takbir tanpa pernah merasakan kebahagiaan menikmati daging qurban.

Keberkahan qurban bukan diukur dari banyaknya hewan yang disembelih atau ramainya halaman masjid, melainkan dari sejauh mana manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang paling membutuhkan.

Karena itu, Tahun 2026 harus menjadi titik balik gerakan qurban yang lebih berkeadilan di Jombang. Diperlukan pemetaan wilayah penerima, sinergi antar-panitia qurban, hingga distribusi terintegrasi agar surplus daging di kota dapat mengalir ke desa-desa yang selama ini kurang tersentuh.

Namun tanggung jawab kita tidak berhenti pada distribusi semata. Ada persoalan lain yang juga perlu mendapat perhatian serius, yakni dampak lingkungan dari pelaksanaan qurban.

Setiap Idul Adha, ribuan kantong plastik sekali pakai digunakan untuk membagikan daging qurban. Niat baik berbagi kepada sesama sering kali justru meninggalkan persoalan baru berupa tumpukan sampah plastik yang mencemari lingkungan.

Ironisnya, ibadah yang seharusnya membawa keberkahan justru menyisakan beban ekologis bagi bumi yang juga merupakan amanah Tuhan.

Karena itu, gerakan Green Qurban yang dikampanyekan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Jombang perlu menjadi gerakan nyata, bukan sekadar slogan seremonial. Pelaksanaan qurban harus mulai diarahkan pada praktik-praktik yang lebih ramah lingkungan.

Penggunaan besek bambu, daun pisang, daun jati, atau kemasan biodegradable berbahan alami perlu didorong sebagai alternatif pengganti plastik sekali pakai. Selain lebih ramah lingkungan, langkah ini juga dapat menghidupkan kembali kearifan lokal masyarakat.

Demikian pula dalam pengelolaan limbah qurban. Darah dan kotoran hewan tidak boleh dibuang sembarangan ke sungai atau saluran air. Panitia qurban perlu menyiapkan lubang pembuangan khusus agar limbah dapat dikelola secara higienis, aman, dan tidak menimbulkan pencemaran maupun gangguan kesehatan warga.

Masjid harus menjadi pelopor peradaban, termasuk dalam membangun kesadaran sosial dan ekologis masyarakat. Jika dua gerakan besar ini—qurban berkeadilan dan Green Qurban—dapat berjalan bersamaan, maka Idul Adha di Jombang tidak hanya menjadi perayaan ibadah, tetapi juga momentum membangun solidaritas sosial dan kepedulian lingkungan.

Sudah waktunya qurban tidak hanya menghadirkan kebahagiaan di pusat kota, tetapi juga mengetuk pintu-pintu rumah sederhana di pelosok dusun yang selama ini jarang tersentuh.

Idul Adha adalah tentang berbagi. Dan berbagi sejati selalu dimulai dari keberanian melihat siapa yang selama ini belum mendapat bagian.