Jacob Ereste: Teror Digital dan Buzzer Mengganggu Ruang Publik di Media Sosial

0
6 views
Bagikan :

Banten, TelusuR.ID — Maraknya gangguan digital dan aktivitas buzzer di media sosial dinilai semakin mengganggu ruang komunikasi publik. Kondisi itu disebut tidak hanya menghambat interaksi, tetapi juga berpotensi mengalihkan perhatian masyarakat dari persoalan-persoalan yang lebih substansial.

Penulis dan jurnalis lepas Jacob Ereste mengaku mengalami gangguan komunikasi dalam dua pekan terakhir, sejak akhir April hingga penghujung Mei 2026. Gangguan tersebut, menurut dia, menyebabkan sejumlah saluran komunikasi pribadinya terganggu hingga memaksanya mengganti beberapa nomor kontak WhatsApp.

“Komunikasi menjadi tersendat karena terus mendapat gangguan atau teror,” ujar Jacob dalam keterangannya, Rabu (27/5/2026).

Jacob menilai fenomena itu tidak bisa dipandang sekadar persoalan teknis perangkat elektronik semata. Ia menduga ada pola serangan terstruktur yang memanfaatkan ruang media sosial untuk menciptakan kegaduhan dan memecah konsentrasi publik.

Menurut dia, keberadaan buzzer di media sosial kini semakin masif dan sering kali bergerak dengan dukungan kepentingan tertentu. Akibatnya, ruang digital dipenuhi narasi yang memancing emosi, memperkeruh suasana, hingga menenggelamkan isu-isu penting yang seharusnya menjadi perhatian masyarakat.

Ia menyinggung sejumlah persoalan nasional yang dinilai luput dari sorotan publik, mulai dari tekanan ekonomi akibat melemahnya rupiah terhadap dollar AS hingga pemadaman listrik total yang sempat terjadi di wilayah Sumatera.

“Publik seperti terus diarahkan pada kegaduhan-kegaduhan artifisial, sementara persoalan mendasar justru terpinggirkan,” katanya.

Jacob juga mengingatkan masyarakat agar lebih kritis dan tidak mudah terjebak dalam pola komunikasi provokatif di media sosial. Menurut dia, sikap hati-hati diperlukan agar masyarakat tidak terseret dalam arus informasi yang sengaja dibangun untuk memperkeruh keadaan.

Ia meminta relasi, sahabat, dan para pembacanya memahami apabila komunikasi yang dilakukannya belakangan menjadi lambat atau berubah akibat pergantian nomor kontak.

“Sebagai jurnalis dan penulis lepas, ketenangan menjadi hal penting di tengah situasi yang semakin memprihatinkan,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan