TelusuR.ID

Beranda blog Halaman 5

Satgas Yonif 645/GTY dan Puskesmas Apalapsili Jemput Bola Layani Kesehatan Warga dari Rumah ke Rumah

0

YALIMO, TelusuR.id – Akses layanan kesehatan masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat di wilayah pegunungan Papua. Jarak antarkampung dan keterbatasan fasilitas membuat tidak semua warga dapat dengan mudah menjangkau puskesmas ketika membutuhkan pengobatan.

Berangkat dari kondisi tersebut, Satgas Pamtas Kewilayahan Yonif 645/Gardatama Yudha (GTY) Pos Apalapsili bersama Puskesmas Distrik Apalapsili menggelar pelayanan kesehatan keliling dengan mendatangi rumah-rumah warga di Kampung Apalapsili Induk, Distrik Apalapsili, Kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan, Rabu (8/7/2026).

Komandan Pos Apalapsili, Letda Inf Putu Irwan Adi Prawira, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya bagi warga yang mengalami kesulitan datang langsung ke fasilitas kesehatan.

“Personel tenaga kesehatan Pos Apalapsili bersama petugas Puskesmas mendatangi rumah-rumah warga untuk memeriksa kondisi kesehatan mereka. Apabila ditemukan warga yang sakit, kami langsung memberikan pengobatan sesuai kebutuhan,” ujar Putu.

Selain memberikan pemeriksaan dan pengobatan gratis, personel Satgas juga memanfaatkan kegiatan tersebut untuk mempererat hubungan dengan masyarakat. Mereka menyapa warga, berdialog, berjabat tangan, hingga membagikan permen kepada anak-anak yang ditemui selama patroli.

Pendekatan yang mengedepankan komunikasi dan kedekatan sosial itu dinilai mampu membangun rasa percaya masyarakat sekaligus mendorong mereka lebih terbuka menyampaikan kondisi kesehatan yang dialami.

Tokoh masyarakat sekaligus Kepala Suku Apalapsili, Sadrak, mengapresiasi pelayanan kesehatan yang diberikan Satgas Yonif 645/GTY bersama Puskesmas. Menurut dia, kehadiran tenaga kesehatan yang mendatangi langsung rumah warga sangat membantu masyarakat, terutama mereka yang kesulitan mengakses layanan medis.

“Terima kasih kepada Bapak TNI yang selalu peduli dengan masyarakat di kampung kami. Pelayanan kesehatan ini sangat membantu dan manfaatnya benar-benar kami rasakan. Semoga Tuhan memberkati,” ujarnya.

Apresiasi serupa juga disampaikan tenaga kesehatan Puskesmas Apalapsili. Mereka menilai sinergi antara personel kesehatan Satgas dan petugas puskesmas memperkuat pelayanan kesehatan di lapangan, sehingga semakin banyak warga dapat memperoleh pemeriksaan dan pengobatan tanpa harus meninggalkan kampungnya.

Kolaborasi tersebut menjadi salah satu upaya menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dan mudah dijangkau masyarakat. Di wilayah dengan tantangan geografis yang tinggi seperti Yalimo, pelayanan jemput bola dinilai menjadi langkah penting untuk memastikan warga tetap memperoleh akses terhadap layanan kesehatan dasar.

Bantuan G25 Indonesia Ubah Harapan Anwar Sadad, Bocah Yatim di Madura yang Bermimpi Jadi Prajurit TNI AL

0

G25 Indonesia Salurkan Bantuan Sekolah di Madura, Mimpi Anwar Sadad Menjadi Prajurit TNI AL Menguat

BANGKALAN, TelusuR.id – Di tengah masih banyaknya keluarga yang kesulitan memenuhi kebutuhan sekolah anak, bantuan perlengkapan belajar kerap menjadi penentu apakah seorang anak dapat memulai tahun ajaran baru dengan percaya diri. Berangkat dari kenyataan itu, Yayasan Gerakan Dualima Indonesia (G25 Indonesia) kembali menyalurkan bantuan pendidikan bagi siswa dari keluarga prasejahtera di Pulau Madura.

Pada tahun ajaran 2026, program tersebut menyasar sekitar 110 siswa di Kabupaten Bangkalan dan Pamekasan. Sebelum bantuan disalurkan, relawan G25 Indonesia melakukan survei langsung untuk memastikan penerima benar-benar berasal dari keluarga yang membutuhkan.

Ketua G25 Indonesia, Dasuki Rahmad, mengatakan bantuan itu merupakan upaya sederhana untuk mengurangi beban orang tua sekaligus memastikan keterbatasan ekonomi tidak menghalangi anak-anak memperoleh pendidikan yang layak.

“Bantuan yang kami berikan berupa ATK, sepatu, tas, dan juga seragam. Hari ini penyerahan untuk kloter pertama, ada sekitar 30 siswa penerima,” ujar Dasuki kepada TelusuR.id, Rabu (8/7/2026).

Paket bantuan meliputi alat tulis, tas sekolah, sepatu, dan seragam baru. Penyalurannya dilakukan secara bertahap agar proses distribusi lebih efektif dan tepat sasaran.

Di antara puluhan penerima bantuan pada tahap pertama, perhatian relawan tertuju kepada seorang anak bernama Anwar Sadad. Nama itu mungkin identik dengan salah satu tokoh politik nasional, tetapi Anwar Sadad yang satu ini adalah bocah yatim berusia 12 tahun yang tumbuh dalam keterbatasan ekonomi di Desa Tajungan, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan.

Anwar, yang kini duduk di kelas VI SDN Tajungan, merupakan anak ketiga dari empat bersaudara. Sejak ayahnya meninggal dunia, sang ibu menjadi tulang punggung keluarga. Di tengah kondisi ekonomi yang serba terbatas, kebutuhan sekolah menjadi tantangan yang harus dihadapi setiap awal tahun ajaran.

Karena itu, bantuan yang diterimanya memiliki arti lebih dari sekadar tas, sepatu, atau seragam baru. Bantuan tersebut memberi semangat baru untuk terus belajar tanpa dibayangi kekhawatiran akan perlengkapan sekolah.

“Saya senang sekali mendapat bantuan dari G25 Indonesia. Terima kasih kepada semua yang sudah membantu saya,” ujar Anwar dengan wajah penuh kebahagiaan.

Di balik kesederhanaan hidupnya, Anwar menyimpan cita-cita besar. Ia ingin menjadi prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL), sebuah impian yang diyakininya dapat menjadi jalan untuk mengabdi kepada negara sekaligus membahagiakan ibunya.

Kisah Anwar menjadi satu dari banyak potret anak-anak yang tetap memelihara harapan di tengah keterbatasan. Bagi G25 Indonesia, setiap bantuan yang disalurkan bukan sekadar memenuhi kebutuhan sekolah, melainkan menjadi investasi sosial agar anak-anak dari keluarga prasejahtera memiliki kesempatan yang sama untuk menggapai masa depan.

Kepala Desa Tajungan, Kusumaningsih, mengapresiasi kepedulian G25 Indonesia terhadap warganya. Menurut dia, bantuan tersebut tidak hanya meringankan beban ekonomi keluarga, tetapi juga memberi motivasi kepada anak-anak untuk tetap bersekolah.

“Semoga bantuan dari teman-teman G25 ini bermanfaat untuk warga kami,” ujar Kusumaningsih.

Melalui program yang dijalankan secara konsisten, G25 Indonesia berharap semakin banyak anak dari keluarga kurang mampu dapat menyambut tahun ajaran baru dengan rasa percaya diri. Di balik setiap tas, sepatu, dan seragam yang dibagikan, tersimpan harapan agar tidak ada anak yang kehilangan kesempatan belajar hanya karena keterbatasan ekonomi.

Banyak Orang Tua Terpaksa Berutang demi Seragam Sekolah, G25 Indonesia Turun Tangan di Madura

0

Menjelang Tahun Ajaran Baru, G25 Indonesia Salurkan Bantuan Pendidikan bagi Anak-anak Prasejahtera di Madura

BANGKALAN, TelusuR.id – Awal tahun ajaran baru tidak selalu disambut dengan kegembiraan. Bagi banyak keluarga prasejahtera, momen ketika anak-anak kembali ke sekolah justru menjadi masa yang penuh kecemasan karena harus memenuhi kebutuhan seragam, tas, sepatu, hingga perlengkapan belajar.

Realitas itulah yang mendorong Yayasan Gerakan Dualima Indonesia (G25 Indonesia) kembali menggelar program bantuan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Bangkalan dan Pamekasan, Madura. Melalui gerakan sosial ini, G25 berupaya memastikan keterbatasan ekonomi tidak menjadi alasan anak kehilangan kesempatan belajar.

Ketua G25 Indonesia, Dasuki Rahmad, mengatakan pendidikan merupakan jalan penting untuk memutus rantai kemiskinan. Karena itu, akses terhadap pendidikan perlu didukung, termasuk dengan membantu memenuhi kebutuhan dasar siswa saat memasuki tahun ajaran baru.

“Bagi sebagian orang tua mungkin membeli seragam, buku, tas, atau sepatu bukan persoalan. Tetapi bagi keluarga yang ekonominya terbatas, kebutuhan itu bisa menjadi beban yang sangat berat,” ujar Dasuki, Selasa (7/7/2026).

Menurut dia, hasil survei yang dilakukan relawan G25 Indonesia menemukan banyak keluarga yang harus mencicil pembelian seragam atau bahkan berutang agar anak-anak mereka tetap bisa bersekolah dengan layak.

“Kami masih menemukan orang tua yang membeli seragam dengan cara mencicil jauh-jauh hari. Ada pula yang terpaksa berutang supaya anaknya tidak malu ketika masuk sekolah. Kondisi seperti ini masih banyak terjadi,” katanya.

Berangkat dari temuan tersebut, G25 Indonesia kembali mengalokasikan bantuan pendidikan bagi sedikitnya 110 siswa, mulai dari jenjang taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas. Jumlah penerima masih dimungkinkan bertambah seiring proses pendataan yang masih berlangsung.

Bantuan yang diberikan meliputi alat tulis, tas sekolah, sepatu, baju muslim, serta seragam sekolah yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan masing-masing siswa.

Untuk menjalankan program tersebut, G25 Indonesia menyiapkan anggaran sekitar Rp33 juta. Hingga penyaluran tahap pertama, donasi yang berhasil dihimpun dari para dermawan telah mencapai sekitar Rp28 juta.

Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap agar lebih tepat sasaran. Distribusi dibagi dalam lima kloter di Kabupaten Bangkalan dan satu kloter di Kabupaten Pamekasan.

Tahap pertama dilaksanakan di kawasan Pasar Ki Lemah Duwur, Bangkalan. Sebanyak 30 siswa yang telah melalui proses verifikasi menerima paket perlengkapan sekolah secara langsung.

Bagi G25 Indonesia, bantuan tersebut bukan sekadar pemberian perlengkapan sekolah, melainkan investasi sosial agar anak-anak dari keluarga prasejahtera memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, tumbuh, dan meraih masa depan yang lebih baik.

Salah seorang penerima manfaat adalah Anwar Sadad (12), siswa SDN Tajungan, Kecamatan Kamal, Bangkalan. Anak yatim yang merupakan anak ketiga dari empat bersaudara itu mengaku senang menerima bantuan karena dapat meringankan beban ibunya yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga.

Dengan seragam dan sepatu baru yang diterimanya, Anwar mengaku semakin bersemangat mengikuti kegiatan belajar. Ia pun menyimpan cita-cita besar untuk menjadi prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL).

Kisah Anwar menjadi gambaran bahwa di balik setiap paket bantuan yang disalurkan, tersimpan harapan agar anak-anak dari keluarga prasejahtera tetap memiliki ruang untuk bermimpi. Melalui gerakan yang konsisten, G25 Indonesia berupaya menghadirkan jembatan bagi mereka yang rentan tertinggal akibat keterbatasan ekonomi, sekaligus mengajak lebih banyak masyarakat untuk ikut memperluas akses pendidikan bagi generasi muda di Madura.

Cegah Banjir, Babinsa dan Warga Pulutan Kompak Bangun Gorong-Gorong

0

BOYOLALI,TelusuR.ID – Babinsa Koramil 13/Nogosari Kodim 0724/Boyolali, Pelda Joko Wibowo, bersama warga Desa Pulutan, Kecamatan Nogosari, bergotong royong membangun gorong-gorong untuk memperlancar saluran drainase dan mengurangi risiko banjir saat musim hujan, Selasa (7/7).

Pembangunan infrastruktur sederhana tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap genangan air yang selama ini berpotensi mengganggu aktivitas warga ketika curah hujan meningkat.

Pelda Joko Wibowo turun langsung bersama masyarakat mengerjakan pembangunan gorong-gorong. Kegiatan itu menjadi bagian dari pembinaan teritorial sekaligus bentuk pendampingan TNI terhadap pembangunan di wilayah binaan.

Menurut Joko, keterlibatan Babinsa dalam kerja bakti bukan hanya untuk membantu pembangunan fisik, tetapi juga menjaga semangat kebersamaan yang menjadi modal utama masyarakat dalam menyelesaikan persoalan di lingkungan.

“Melalui kerja bakti ini kami ingin memastikan pembangunan berjalan lebih cepat sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Gotong royong adalah kekuatan yang harus terus dipelihara,” katanya.

Selain memperlancar aliran air, keberadaan gorong-gorong diharapkan mampu meningkatkan kualitas lingkungan serta mengurangi potensi kerusakan jalan akibat genangan pada musim penghujan.

Salah seorang warga Desa Pulutan, Slamet (52), mengapresiasi keterlibatan Babinsa yang selama ini aktif mendampingi berbagai kegiatan masyarakat.

Menurutnya, kehadiran TNI tidak hanya membantu mempercepat pekerjaan, tetapi juga mendorong warga lebih antusias bergotong royong demi kepentingan bersama.

“Kami berharap kebersamaan seperti ini terus berlanjut karena sangat membantu pembangunan desa. Lingkungan menjadi lebih baik dan risiko genangan air bisa diminimalkan,” ujarnya.

Kolaborasi antara Babinsa dan warga tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat infrastruktur desa sekaligus membangun budaya gotong royong yang tetap terjaga di tengah masyarakat.(agus kemplu)

Danramil Gesi Turun Tangan Bangun Talud, Warga: TNI Bikin Gotong Royong Makin Hidup

0

SRAGEN,TelusuR.ID – Komandan Koramil (Danramil) 12/Gesi Kodim 0725/Sragen, Letda Inf Heri Suprapto, memimpin karya bakti pembangunan talud jalan di Dukuh Bawang RT 08, Desa Poleng, Kecamatan Gesi, Selasa (7/7). Pembangunan talud dilakukan untuk memperkuat badan jalan sekaligus mengurangi risiko longsor saat musim hujan.

Anggota Koramil bersama warga bergotong royong menyelesaikan pekerjaan yang menjadi salah satu kebutuhan infrastruktur desa tersebut. Kehadiran personel TNI dinilai mempercepat proses pembangunan sekaligus memperkuat budaya gotong royong di tengah masyarakat.

Danramil Gesi Letda Inf Heri Suprapto mengatakan karya bakti merupakan bagian dari komitmen TNI membantu mengatasi kesulitan masyarakat, termasuk mendukung pembangunan fasilitas umum di wilayah binaan.

“Kami ingin hadir di tengah masyarakat, tidak hanya menjalankan tugas pembinaan teritorial, tetapi juga membantu mempercepat pembangunan yang manfaatnya dapat langsung dirasakan warga,” kata Heri.

Ia menilai semangat gotong royong menjadi modal penting dalam membangun desa. Karena itu, kolaborasi antara TNI dan masyarakat perlu terus dipertahankan agar pembangunan berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Warga Desa Poleng, Partono, mengaku kehadiran Danramil dan anggota Koramil memberikan dorongan moral bagi masyarakat untuk ikut terlibat dalam pembangunan.

“Kami senang TNI turun langsung bekerja bersama warga. Kehadiran mereka membuat kami semakin semangat bergotong royong. Talud ini memang sangat dibutuhkan agar jalan lebih kuat, aman, dan tidak mudah rusak ketika musim hujan,” ujarnya.

Pembangunan talud tersebut diharapkan mampu meningkatkan keamanan akses jalan bagi warga sekaligus memperpanjang usia infrastruktur yang selama ini menjadi jalur utama aktivitas masyarakat di Dukuh Bawang.(agus kemplu)

Satgas Pamtas Yonarmed 13 Gelar Khitanan Massal dan Pengobatan Gratis di Perbatasan RI-Malaysia

0

HUT Yonarmed 13 Jadi Momentum Aksi Kemanusiaan, Satgas Pamtas Layani Warga Perbatasan

KAPUAS HULU,TelusuR.ID – Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-Malaysia Yonarmed 13/Nanggala menggelar khitanan massal dan layanan pengobatan gratis bagi warga Desa Pulau Majang, Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Senin (6/7). Aksi sosial itu menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 Yonarmed 13/Nanggala sekaligus memperkuat pelayanan kemanusiaan di wilayah perbatasan.

Kegiatan yang dipusatkan di Pos Komando Taktis (Kotis) Satgas tersebut terlaksana melalui kolaborasi dengan Puskesmas Badau. Selain membantu meningkatkan akses layanan kesehatan bagi warga, kegiatan itu juga menjadi bagian dari pendekatan teritorial TNI di kawasan tapal batas.

Sejak pagi, warga berdatangan ke lokasi untuk memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Sejumlah orang tua juga mengantarkan anak-anak mereka mengikuti program khitanan massal yang disediakan tim medis Satgas bersama tenaga kesehatan Puskesmas Badau.

Komandan Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 13/Nanggala, Letkol Arm Rokib Hanafi, mengatakan kehadiran prajurit di wilayah perbatasan tidak hanya menjalankan tugas menjaga kedaulatan negara, tetapi juga berupaya menjawab kebutuhan masyarakat melalui kegiatan sosial dan pelayanan kemanusiaan.

Menurutnya, momentum HUT ke-64 Yonarmed 13 menjadi pengingat bahwa pengabdian prajurit harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya warga yang tinggal di kawasan perbatasan.

Sebelum pelayanan dimulai, Kepala Desa Pulau Majang Mus Mulyadi menyampaikan apresiasi atas kepedulian Satgas terhadap kebutuhan kesehatan warganya. Ia menilai kolaborasi TNI dan tenaga kesehatan menjadi bantuan yang sangat berarti bagi masyarakat desa.

Pelaksanaan layanan medis dipimpin Dokter Satgas, Lettu Ckm dr. Dimas Arsana. Tim kesehatan memberikan penjelasan mengenai prosedur khitanan dan alur pemeriksaan kesehatan agar seluruh layanan berlangsung aman, tertib, dan sesuai standar medis.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar. Puluhan warga memanfaatkan layanan kesehatan, sementara anak-anak yang mengikuti khitanan massal mendapat pendampingan dari tenaga medis hingga proses selesai.

Melalui kegiatan tersebut, Satgas Pamtas Yonarmed 13/Nanggala menegaskan bahwa pengamanan wilayah perbatasan tidak hanya diwujudkan melalui penjagaan kedaulatan negara, tetapi juga lewat upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pelayanan kesehatan dan aksi kemanusiaan.

KNPI Jombang Temui Warsubi, Tegaskan Siap Dukung Sekaligus Mengkritisi Pemerintah

0

JOMBANG,TelusuR.ID – DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jombang menyatakan siap menjadi mitra strategis sekaligus mitra kritis Pemerintah Kabupaten Jombang dalam mengawal agenda pembangunan daerah.

Komitmen itu disampaikan saat jajaran pengurus KNPI Jombang melakukan audiensi dengan Bupati Jombang Warsubi di Pendopo Kabupaten Jombang, Selasa (7/7).

Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu strategis kepemudaan, mulai dari pengembangan sumber daya manusia, penguatan ekonomi kreatif, pemberdayaan UMKM, hingga keterlibatan generasi muda dalam mendukung program pembangunan daerah.

Ketua DPD KNPI Jombang Rohmadi mengatakan organisasi yang dipimpinnya tidak ingin pemuda hanya menjadi objek pembangunan. Menurutnya, generasi muda harus ditempatkan sebagai pelaku sekaligus penggerak perubahan.

“KNPI ingin hadir sebagai ruang pengembangan kapasitas pemuda sekaligus motor penggerak perubahan. Pemuda harus diberi kesempatan lebih luas untuk berkontribusi dalam sektor ekonomi, pendidikan, sosial, maupun pemberdayaan masyarakat,” kata Rohmadi.

Ia menegaskan KNPI akan mengambil posisi sebagai agent of change dan agent of control terhadap jalannya pembangunan di Kabupaten Jombang.

Karena itu, organisasi kepemudaan tersebut siap mendukung program pemerintah yang dinilai berpihak kepada masyarakat, sekaligus menyampaikan kritik apabila ditemukan kebijakan yang perlu diperbaiki.

“Kami siap menjadi mitra strategis sekaligus mitra kritis pemerintah daerah. Kritik yang kami sampaikan adalah kritik yang konstruktif dan disertai solusi demi kepentingan masyarakat serta generasi muda,” ujarnya.

Dalam audiensi tersebut, KNPI juga menyampaikan sejumlah gagasan terkait penguatan ekosistem kewirausahaan pemuda, peningkatan kualitas SDM, serta pembentukan ruang-ruang kreatif yang dapat menjadi wadah inovasi dan pengembangan bakat anak muda.

Sementara itu, Bupati Jombang Warsubi menyambut positif komitmen KNPI untuk terlibat dalam pembangunan daerah.

Menurut Warsubi, tantangan pembangunan ke depan membutuhkan partisipasi aktif generasi muda, terutama dalam menciptakan kemandirian ekonomi dan meningkatkan daya saing daerah.

“Pemuda merupakan aset penting bagi masa depan Jombang. Pemerintah daerah mendukung program-program yang berorientasi pada peningkatan kapasitas dan pemberdayaan generasi muda,” katanya.

Warsubi mengungkapkan salah satu fokus pembangunan daerah saat ini adalah mendorong lahirnya wirausaha baru hingga tingkat desa dan dusun. Program tersebut menjadi bagian dari visi pembangunan daerah yang menargetkan lahirnya satu dusun satu wirausaha.

Menurut dia, keterlibatan pemuda menjadi faktor penting untuk menggerakkan ekonomi kreatif sekaligus membuka peluang kerja baru di tingkat akar rumput.

“Kami ingin setiap dusun memiliki pelaku usaha yang mandiri dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Peran pemuda sangat dibutuhkan untuk mewujudkan tujuan tersebut,” ujarnya.

Ia berharap KNPI mampu menjadi jembatan aspirasi generasi muda sekaligus mitra pemerintah dalam mengawal pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi masyarakat Jombang.

BPJS Kesehatan Gandeng Dunia Usaha Perkuat Keberlanjutan JKN, Perusahaan Patuh Diganjar Penghargaan

0

MOJOKERTO,TelusuR.ID — BPJS Kesehatan Cabang Mojokerto memperkuat kolaborasi dengan kalangan dunia usaha untuk menjaga keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Sinergi itu dinilai menjadi kunci agar perlindungan kesehatan bagi jutaan pekerja tetap berjalan optimal sekaligus meningkatkan kepatuhan perusahaan dalam memenuhi kewajiban kepesertaan.

Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Gathering Badan Usaha bertema Together for Better Protection yang digelar di Hotel Ayola Mojokerto, Selasa (7/7). Acara dihadiri Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra, unsur pengawas ketenagakerjaan, Dinas Ketenagakerjaan, Dinas Kesehatan, APINDO, serta perwakilan badan usaha dari Kabupaten Mojokerto, Kota Mojokerto, dan Kabupaten Jombang.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Mojokerto, Titus Sri Hardianto, mengatakan dunia usaha memegang peran strategis dalam menjaga kesinambungan Program JKN. Karena itu, BPJS memberikan apresiasi kepada perusahaan yang konsisten memenuhi kewajiban administrasi dan pembayaran iuran.

Penilaian penghargaan dilakukan berdasarkan tingkat kepatuhan penyampaian data peserta sebesar 70 persen dan kepatuhan pembayaran iuran sebesar 30 persen selama periode Juli 2025 hingga Juni 2026.

Pada kategori perusahaan skala besar, penghargaan diberikan kepada PT Sengdam Jaya Abadi, PT Pei Hai International Wiratama Indonesia, dan PT Indomarco Prismatama Cabang Jombang. Untuk kategori menengah, penghargaan diraih PT Sinergi Gula Nusantara PG Gempolkrep, CV Tirta Harta, serta CV Canbe Kosmetik Indonesia. Sementara kategori usaha kecil dan mikro diberikan kepada UD Bangun Karya Mandiri, PT Pamuja Group Productions, dan PT Altezza Anugerah Abadi.

Tak hanya itu, BPJS Kesehatan juga memberikan penghargaan kepada badan usaha yang berkontribusi melalui program donasi kepesertaan, donasi tunggakan iuran, serta penerapan skema sharing iuran. Langkah tersebut dinilai menjadi bentuk nyata dukungan sektor usaha dalam memperluas perlindungan kesehatan bagi pekerja maupun masyarakat.

Menurut Titus, penghargaan bukan sekadar bentuk apresiasi, melainkan upaya mendorong semakin banyak perusahaan meningkatkan kepatuhan dan kepedulian terhadap keberlangsungan Program JKN.

Sementara itu, Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra menegaskan JKN merupakan program strategis yang menjamin akses layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang ekonomi. Karena itu, keberlanjutan program tidak dapat hanya bergantung pada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, termasuk kalangan dunia usaha.

Menurut pria yang akrab disapa Gus Barra itu, kepastian pekerja terdaftar sebagai peserta JKN akan memberikan rasa aman ketika menghadapi risiko kesehatan sekaligus mengurangi beban pembiayaan saat membutuhkan pelayanan medis.

Ia pun mengajak seluruh badan usaha memastikan setiap pekerjanya telah terdaftar dan berstatus aktif sebagai peserta JKN. Dengan begitu, tidak ada pekerja yang kehilangan akses layanan kesehatan akibat belum memenuhi kewajiban kepesertaan.

Melalui penguatan kolaborasi tersebut, BPJS Kesehatan berharap tingkat kepatuhan badan usaha terus meningkat sehingga keberlanjutan Program JKN tetap terjaga dan manfaat perlindungan kesehatan dapat dirasakan lebih luas oleh para pekerja beserta keluarganya.

Gotong Royong TNI dan Warga Percantik Puskesmas Airu, Upaya Sederhana Menjaga Layanan Kesehatan di Pedalaman Papua

0

PAPUA, TelusuR.ID – Di wilayah pedalaman Papua, puskesmas bukan sekadar tempat berobat. Fasilitas itu menjadi tumpuan utama masyarakat untuk memperoleh layanan kesehatan di tengah keterbatasan akses dan sarana pendukung. Karena itu, menjaga lingkungan puskesmas tetap bersih dan layak digunakan menjadi tanggung jawab bersama.

Kesadaran itulah yang mendorong personel Pos Muara Nawa Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 645/Gardatama Yudha bergotong royong bersama warga Kampung Muara Nawa membersihkan halaman Puskesmas Distrik Airu, Selasa (7/7/2026).

Rumput liar dibersihkan, sampah dikumpulkan, dan halaman puskesmas dirapikan secara bersama-sama. Bagi warga, kegiatan tersebut bukan hanya menghadirkan lingkungan yang lebih nyaman, tetapi juga mencerminkan kepedulian terhadap fasilitas publik yang setiap hari melayani masyarakat.

Kepala Kampung Muara Nawa, Ondo, mengatakan kehadiran personel TNI melalui kerja bakti itu memberikan manfaat yang dapat langsung dirasakan warga.

“Kami berterima kasih kepada personel Pos Muara Nawa yang telah membantu membersihkan lingkungan Puskesmas Distrik Airu. Lingkungan yang bersih tentu membuat masyarakat maupun tenaga kesehatan lebih nyaman saat memberikan dan menerima pelayanan,” ujarnya.

Komandan Pos Muara Nawa, Letda Inf Alfansuri Siregar, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komunikasi sosial yang menjadi salah satu tugas pembinaan teritorial TNI. Menurut dia, membangun kedekatan dengan masyarakat tidak selalu dilakukan melalui kegiatan berskala besar, melainkan dapat dimulai dari pekerjaan sederhana yang memberi manfaat nyata.

“Kami ingin hadir sebagai mitra masyarakat. Gotong royong menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi, mendengar kebutuhan warga, sekaligus menumbuhkan kepedulian bersama terhadap fasilitas umum yang dimiliki masyarakat,” kata Alfansuri.

Ia menambahkan, fasilitas kesehatan yang terawat menjadi salah satu faktor pendukung pelayanan kepada masyarakat, terutama di wilayah yang memiliki tantangan geografis. Karena itu, menjaga kebersihan lingkungan puskesmas dipandang sebagai bagian dari ikhtiar bersama menciptakan pelayanan publik yang lebih baik.

Di berbagai wilayah pedalaman Papua, kolaborasi antara aparat dan masyarakat kerap menjadi solusi atas keterbatasan sumber daya. Gotong royong tidak hanya menyelesaikan pekerjaan yang dibutuhkan saat itu, tetapi juga memperkuat rasa memiliki terhadap fasilitas umum sehingga keberlanjutannya dapat dijaga bersama.

Bagi warga Kampung Muara Nawa, kerja bakti di halaman puskesmas mungkin tampak sederhana. Namun, dari aktivitas itulah tumbuh pesan bahwa pelayanan kesehatan yang baik tidak hanya bergantung pada tenaga medis dan bangunan yang tersedia, melainkan juga pada kepedulian masyarakat untuk merawatnya secara bersama-sama.

LBHAM Jombang Minta Dugaan Kasus Kredit Nenek Ngatini Dikaji dari Perspektif HAM

0

JOMBANG, TelusuR.ID – Kasus dugaan kredit bermasalah yang menimpa Ngatini (69), warga Desa Banjardowo, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, terus memantik perhatian. Jika selama ini perkara tersebut dipandang sebagai sengketa perbankan, Lembaga Bantuan Hak Asasi Manusia (LBHAM) Jombang justru menilai persoalan itu memiliki dimensi yang lebih luas, yakni menyangkut perlindungan hak asasi manusia.

Direktur LBHAM Jombang, Faizuddin FM atau Gus Faiz, mengatakan persoalan yang dihadapi seorang lansia tidak semestinya berhenti pada hubungan antara debitur dan kreditur. Menurut dia, apabila dalam proses pemberian kredit terdapat dugaan penyimpangan yang merugikan masyarakat kecil, maka persoalan tersebut berpotensi menyentuh aspek perlindungan hak-hak dasar warga negara.

“Kasus ini tidak hanya soal utang-piutang. Jika benar terdapat praktik yang melanggar hukum dan berdampak pada hilangnya hak masyarakat atas rasa aman, kepastian hukum, maupun kesejahteraan, maka pendekatan HAM menjadi relevan,” ujar Gus Faiz, Selasa (7/7/2026).

Ia menduga terdapat indikasi penyimpangan dalam proses pengajuan kredit yang perlu diusut secara menyeluruh. Dugaan tersebut, kata dia, mencakup kemungkinan adanya manipulasi dokumen atau praktik lain yang bertentangan dengan prinsip tata kelola lembaga keuangan.

Menurut Gus Faiz, lembaga perbankan memiliki tanggung jawab tidak hanya menjalankan fungsi bisnis, tetapi juga memastikan seluruh proses operasional menghormati hak-hak nasabah. Karena itu, dugaan penyimpangan tidak boleh dipandang semata sebagai pelanggaran administratif atau keperdataan.

Ia menilai, apabila suatu korporasi terbukti melakukan pelanggaran hukum secara sistemik, pertanggungjawaban pidana terhadap badan usaha juga dimungkinkan berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku. Bahkan, dalam kondisi tertentu, mekanisme pemulihan kerugian melalui penyitaan aset dapat dilakukan sesuai proses hukum.

LBHAM juga menyoroti pentingnya penerapan prinsip Business and Human Rights serta Good Corporate Governance (GCG) di sektor perbankan. Menurut Gus Faiz, lemahnya penerapan kedua prinsip tersebut berpotensi membuka ruang terjadinya penyimpangan yang pada akhirnya merugikan masyarakat.

“Ketika tata kelola diabaikan, dampaknya bukan hanya pada kesehatan lembaga keuangan, tetapi juga dapat mengancam hak masyarakat untuk memperoleh perlindungan, kepastian hukum, dan penghidupan yang layak,” katanya.

Atas dasar itu, LBHAM Jombang mendesak aparat penegak hukum melakukan penyelidikan secara objektif terhadap dugaan yang muncul dalam perkara tersebut.

Secara khusus, LBHAM meminta kepolisian dan kejaksaan mempertimbangkan pelaksanaan Human Rights Due Diligence atau uji tuntas HAM terhadap manajemen internal PT BPR Bank Jombang. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengidentifikasi potensi risiko pelanggaran HAM dalam praktik bisnis perusahaan sekaligus menguji sejauh mana kepatuhan terhadap prinsip-prinsip perlindungan hak asasi manusia.

“Uji tuntas HAM penting dilakukan agar seluruh dugaan dapat diuji secara transparan, akuntabel, dan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat. Jika memang tidak ditemukan pelanggaran, hasilnya juga akan menjadi bagian dari kepastian hukum. Namun jika ada penyimpangan, maka harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Gus Faiz.