PAPUA, TelusuR.ID – Di wilayah pedalaman Papua, puskesmas bukan sekadar tempat berobat. Fasilitas itu menjadi tumpuan utama masyarakat untuk memperoleh layanan kesehatan di tengah keterbatasan akses dan sarana pendukung. Karena itu, menjaga lingkungan puskesmas tetap bersih dan layak digunakan menjadi tanggung jawab bersama.
Kesadaran itulah yang mendorong personel Pos Muara Nawa Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 645/Gardatama Yudha bergotong royong bersama warga Kampung Muara Nawa membersihkan halaman Puskesmas Distrik Airu, Selasa (7/7/2026).
Rumput liar dibersihkan, sampah dikumpulkan, dan halaman puskesmas dirapikan secara bersama-sama. Bagi warga, kegiatan tersebut bukan hanya menghadirkan lingkungan yang lebih nyaman, tetapi juga mencerminkan kepedulian terhadap fasilitas publik yang setiap hari melayani masyarakat.
Kepala Kampung Muara Nawa, Ondo, mengatakan kehadiran personel TNI melalui kerja bakti itu memberikan manfaat yang dapat langsung dirasakan warga.

“Kami berterima kasih kepada personel Pos Muara Nawa yang telah membantu membersihkan lingkungan Puskesmas Distrik Airu. Lingkungan yang bersih tentu membuat masyarakat maupun tenaga kesehatan lebih nyaman saat memberikan dan menerima pelayanan,” ujarnya.
Komandan Pos Muara Nawa, Letda Inf Alfansuri Siregar, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komunikasi sosial yang menjadi salah satu tugas pembinaan teritorial TNI. Menurut dia, membangun kedekatan dengan masyarakat tidak selalu dilakukan melalui kegiatan berskala besar, melainkan dapat dimulai dari pekerjaan sederhana yang memberi manfaat nyata.
“Kami ingin hadir sebagai mitra masyarakat. Gotong royong menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi, mendengar kebutuhan warga, sekaligus menumbuhkan kepedulian bersama terhadap fasilitas umum yang dimiliki masyarakat,” kata Alfansuri.

Ia menambahkan, fasilitas kesehatan yang terawat menjadi salah satu faktor pendukung pelayanan kepada masyarakat, terutama di wilayah yang memiliki tantangan geografis. Karena itu, menjaga kebersihan lingkungan puskesmas dipandang sebagai bagian dari ikhtiar bersama menciptakan pelayanan publik yang lebih baik.
Di berbagai wilayah pedalaman Papua, kolaborasi antara aparat dan masyarakat kerap menjadi solusi atas keterbatasan sumber daya. Gotong royong tidak hanya menyelesaikan pekerjaan yang dibutuhkan saat itu, tetapi juga memperkuat rasa memiliki terhadap fasilitas umum sehingga keberlanjutannya dapat dijaga bersama.
Bagi warga Kampung Muara Nawa, kerja bakti di halaman puskesmas mungkin tampak sederhana. Namun, dari aktivitas itulah tumbuh pesan bahwa pelayanan kesehatan yang baik tidak hanya bergantung pada tenaga medis dan bangunan yang tersedia, melainkan juga pada kepedulian masyarakat untuk merawatnya secara bersama-sama.



