Banyak Orang Tua Terpaksa Berutang demi Seragam Sekolah, G25 Indonesia Turun Tangan di Madura

0
72 views
Bagikan :

Menjelang Tahun Ajaran Baru, G25 Indonesia Salurkan Bantuan Pendidikan bagi Anak-anak Prasejahtera di Madura

BANGKALAN, TelusuR.id – Awal tahun ajaran baru tidak selalu disambut dengan kegembiraan. Bagi banyak keluarga prasejahtera, momen ketika anak-anak kembali ke sekolah justru menjadi masa yang penuh kecemasan karena harus memenuhi kebutuhan seragam, tas, sepatu, hingga perlengkapan belajar.

Realitas itulah yang mendorong Yayasan Gerakan Dualima Indonesia (G25 Indonesia) kembali menggelar program bantuan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Bangkalan dan Pamekasan, Madura. Melalui gerakan sosial ini, G25 berupaya memastikan keterbatasan ekonomi tidak menjadi alasan anak kehilangan kesempatan belajar.

Ketua G25 Indonesia, Dasuki Rahmad, mengatakan pendidikan merupakan jalan penting untuk memutus rantai kemiskinan. Karena itu, akses terhadap pendidikan perlu didukung, termasuk dengan membantu memenuhi kebutuhan dasar siswa saat memasuki tahun ajaran baru.

“Bagi sebagian orang tua mungkin membeli seragam, buku, tas, atau sepatu bukan persoalan. Tetapi bagi keluarga yang ekonominya terbatas, kebutuhan itu bisa menjadi beban yang sangat berat,” ujar Dasuki, Selasa (7/7/2026).

Menurut dia, hasil survei yang dilakukan relawan G25 Indonesia menemukan banyak keluarga yang harus mencicil pembelian seragam atau bahkan berutang agar anak-anak mereka tetap bisa bersekolah dengan layak.

“Kami masih menemukan orang tua yang membeli seragam dengan cara mencicil jauh-jauh hari. Ada pula yang terpaksa berutang supaya anaknya tidak malu ketika masuk sekolah. Kondisi seperti ini masih banyak terjadi,” katanya.

Berangkat dari temuan tersebut, G25 Indonesia kembali mengalokasikan bantuan pendidikan bagi sedikitnya 110 siswa, mulai dari jenjang taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas. Jumlah penerima masih dimungkinkan bertambah seiring proses pendataan yang masih berlangsung.

Bantuan yang diberikan meliputi alat tulis, tas sekolah, sepatu, baju muslim, serta seragam sekolah yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan masing-masing siswa.

Untuk menjalankan program tersebut, G25 Indonesia menyiapkan anggaran sekitar Rp33 juta. Hingga penyaluran tahap pertama, donasi yang berhasil dihimpun dari para dermawan telah mencapai sekitar Rp28 juta.

Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap agar lebih tepat sasaran. Distribusi dibagi dalam lima kloter di Kabupaten Bangkalan dan satu kloter di Kabupaten Pamekasan.

Tahap pertama dilaksanakan di kawasan Pasar Ki Lemah Duwur, Bangkalan. Sebanyak 30 siswa yang telah melalui proses verifikasi menerima paket perlengkapan sekolah secara langsung.

Bagi G25 Indonesia, bantuan tersebut bukan sekadar pemberian perlengkapan sekolah, melainkan investasi sosial agar anak-anak dari keluarga prasejahtera memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, tumbuh, dan meraih masa depan yang lebih baik.

Salah seorang penerima manfaat adalah Anwar Sadad (12), siswa SDN Tajungan, Kecamatan Kamal, Bangkalan. Anak yatim yang merupakan anak ketiga dari empat bersaudara itu mengaku senang menerima bantuan karena dapat meringankan beban ibunya yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga.

Dengan seragam dan sepatu baru yang diterimanya, Anwar mengaku semakin bersemangat mengikuti kegiatan belajar. Ia pun menyimpan cita-cita besar untuk menjadi prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL).

Kisah Anwar menjadi gambaran bahwa di balik setiap paket bantuan yang disalurkan, tersimpan harapan agar anak-anak dari keluarga prasejahtera tetap memiliki ruang untuk bermimpi. Melalui gerakan yang konsisten, G25 Indonesia berupaya menghadirkan jembatan bagi mereka yang rentan tertinggal akibat keterbatasan ekonomi, sekaligus mengajak lebih banyak masyarakat untuk ikut memperluas akses pendidikan bagi generasi muda di Madura.

Tinggalkan Balasan