TelusuR.ID

Beranda blog Halaman 130

MAN 3 Jombang Raih Dua Kejuaraan Nasional dalam Kompetisi ALEPO 2026

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menggelar kompetisi ALEPO (Al Arabiyah Festival Expo) 2026, sebuah ajang kompetisi yang tidak hanya menjadi wadah bagi pelajar tingkat menengah untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam bahasa Arab, tetapi juga sebagai ruang aktualisasi dan apresiasi.

Kompetisi ini digelar pada 30-31 Januari 2026 dan diikuti oleh berbagai sekolah menengah atas (SMA/MA) dari seluruh Indonesia.

MAN 3 Jombang menjadi salah satu sekolah yang berhasil menunjukkan kemampuan mereka dalam kompetisi ini. Sekolah ini berhasil meraih dua kejuaraan tingkat nasional sekaligus, yaitu Juara 1 Lomba Baca Kitab yang diraih oleh Dana Diyaksa Kelas XI dan Juara 2 Lomba Khitobah yang diraih oleh Azra Addhiyaul Haq Kelas XI.

Prestasi ini tidak datang secara kebetulan, melainkan hasil dari kerja keras dan dedikasi siswa-siswa MAN 3 Jombang. Pembinaan intensif dan iringan doa dari guru dan orang tua juga menjadi faktor penting dalam kesuksesan ini.

Yantini, salah satu guru pembina MAN 3 Jombang, mengungkapkan rasa syukurnya atas prestasi yang diraih oleh siswa-siswanya.

“Alhamdulillah, kami kembali mendapat kesempatan untuk mendampingi siswa berkompetisi hingga berhasil meraih prestasi. Semoga capaian ini dapat menginspirasi dan memperkuat eksistensi MAN 3 Jombang di tingkat Nasional,” ungkap Yantini dikutip Telusur.id Kamis (5/2/2026).

Kepala MAN 3 Jombang, Sutrisno, juga menyampaikan rasa syukurnya atas prestasi yang diraih oleh siswa-siswanya. “Capaian ini bukan hanya sekedar prestasi. Tetapi ini adalah bukti nyata komitmen MAN 3 Jombang dalam mencetak generasi unggul yang berakhlak, berilmu, dan berdaya saing,” tegasnya.

Sutrisno juga menambahkan bahwa MAN 3 Jombang optimis akan terus melahirkan prestasi-prestasi yang gemilang di masa depan. “Ke depan, MAN 3 Jombang optimis akan terus melahirkan prestasi-prestasi yang gemilang,” ujarnya.

Dengan demikian, MAN 3 Jombang telah menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi yang unggul dan berdaya saing. Semoga prestasi ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan di masa depan.

KH Kafabihi Mahrus: Sosok yang Tepat untuk Jadi Rais Aam PBNU?

0

TELUSUR.ID : Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) semakin dekat, dan salah satu nama yang santer disebut-sebut sebagai calon Rais Aam PBNU adalah KH Kafabihi Mahrus, pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo.

Menurut Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon, KH Imam Jazuli, KH Kafabihi adalah figur yang sangat kompeten untuk mengemban amanah sebagai Rais Aam PBNU.

Kiai Imam menyebutkan beberapa alasan mengapa KH Kafabihi sangat layak untuk menjadi Rais Aam PBNU. Pertama, beliau memiliki kedalaman epistemologi yang luar biasa, terutama dalam bidang fiqh dan usul fiqh.

KH Kafabihi adalah representasi murni dari transmisi keilmuan yang tidak terputus (isnad) dan memiliki ketajaman dalam metodologi istinbath al-hukm (pengambilan keputusan hukum).

Kedua, KH Kafabihi memiliki integritas moral yang sangat kuat. Beliau dikenal sebagai pribadi yang zuhud dan tidak terpengaruh oleh kepentingan duniawi. Sikap zahidan ini sangat penting dalam menjaga marwah organisasi agar tidak terseret dalam pragmatisme politik pendek atau kepentingan transaksional.

Ketiga, Lirboyo sebagai episentrum kultural dan struktural NU sangat strategis dalam mendukung kepemimpinan KH Kafabihi. Lirboyo adalah “pabrik” pencetak ulama dan memiliki jaringan alumni yang luas di seluruh Indonesia.

“Memilih KH Kafabihi berarti menyambungkan kembali kabel struktural PBNU dengan basis kultural paling organik di Indonesia,” tutur Kiai Imam Jazuli dalam keterangannya dikutip Telusur.id, Kamis (5/2/2026).

Keempat, KH Kafabihi memiliki visi strategis yang sangat kuat dalam memahami internal dan eksternal NU. Beliau mampu berdialog dengan dunia luar, baik pemerintah maupun Ormas Islam lainnya, tanpa kehilangan identitas kesantriannya. Kemampuan membaca tanda-tanda zaman ini memastikan NU tetap menjadi pemain kunci dalam diplomasi Islam moderat.

Dengan demikian, Kiai Imam menilai bahwa KH Kafabihi adalah sosok yang sangat tepat untuk menjadi Rais Aam PBNU. Beliau memiliki perpaduan sifat aliman, faqihan, zahidan, serta dukungan basis massa Lirboyo yang tak tertandingi.

Dengan kepemimpinan KH Kafabihi, NU akan kembali menjadi payung teduh umat yang memiliki jangkar kuat untuk menghadapi badai zaman.

LBHAM Soroti Tragedi Bunuh Diri Siswa SD di Ngada dan Minta Presiden RI Bertindak Prioritaskan Pendidikan

0

JOMBANG, TELUSUR.ID : Lembaga Bantuan Hak Asasi Manusia (LBHAM) menyoroti tragedi bunuh diri yang dilakukan oleh seorang siswa kelas IV sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur.

Direktur LBHAM, Gus Faiz, menyatakan bahwa tragedi ini sangat kontras dengan program politik Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menggerus APBN dengan anggaran yang sangat besar.

Gus Faiz menilai bahwa Presiden Republik Indonesia telah absen atau lalai menjalankan amanah UUD 1945 dan UU HAM dengan tidak memprioritaskan anggaran pendidikan yang berpihak pada keluarga miskin.

“Dilihat saja, secara nilai pun jauh dibawah anggaran MBG,” kata Gus Faiz yang juga Pengurus Yayasan Pendidikan Islam Praja Putra di Jombang, dikutip Telusur.id Kamis (5/2/2026).

Ia menambahkan bahwa sangat ironis jika di tengah-tengah banyak orang berebut pengelolaan MBG, ada salah satu siswa SD yang meminta uang untuk membeli buku dan pena seharga kurang dari Rp 10.000 dan dijawab bahwa tidak punya2 uang.

“Memang tidak mudah, nilai uang segitu terasa sulit bagi mereka yang tergolong masyarakat miskin,” ujarnya.

LBHAM mendorong kepada seluruh elemen masyarakat Indonesia, terutama Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, untuk tidak diam dan segera melakukan kepedulian sosial dan mengaktifkan perlindungan sosial yang tepat sasaran, terutama saat budgeting.

Ia juga mendorong Komisi Nasional Hak Asasi Manusia untuk segera melakukan investigasi sistem budgeting antara Eksekutif dan Legislatif.

Gus Faiz juga mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bergandengan tangan dalam penegakan UUD NRI 1945 dan UU HAM, khususnya terkait hak kehidupan dan pendidikan yang diatur dalam UUD NRI 1945 dan UU No. 39 Tahun 1999 tentang HAM.

Menurut Gus Faiz, pendidikan merupakan bagian dari Hak Asasi Manusia (HAM) dan tidak ada seorang pun yang dapat merampas hak pendidikan seseorang.

“Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari APBN/APBD untuk memenuhi hak tersebut,” pungkasnya.

Dengan demikian, LBHAM berharap bahwa tragedi bunuh diri siswa SD di Ngada dapat menjadi alarm keras bagi Presiden Republik Indonesia untuk segera mengambil tindakan dan memprioritaskan anggaran pendidikan yang berpihak pada keluarga miskin.

MTsN 3 Jombang Gelar Pelantikan Pengurus MPK dan OSIM, Serta Apresiasi Siswa Berprestasi

0

JOMBANG, Telusur.id – MTsN 3 Jombang kembali menyelenggarakan kegiatan penting dalam rangka pembinaan karakter, kepemimpinan, dan penguatan budaya prestasi peserta didik.

Pada Senin, 3 Februari 2026, Madrasah ini menggelar Pelantikan Pengurus Majelis Perwakilan Kelas (MPK), Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM), Pimpinan Komisariat IPNU–IPPNU Masa Abdi 2026–2027, serta Panitia Tasyakuran Kelas IX yang dirangkaikan dengan Apresiasi Siswa Berprestasi.

Kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian proses regenerasi organisasi siswa yang telah diawali dengan tahapan seleksi dan pemilihan secara demokratis. Pemungutan suara calon ketua OSIM dan MPK telah dilaksanakan pada 21 Januari 2026, yang diikuti oleh seluruh peserta didik dengan penuh antusias dan tanggung jawab.

Prosesi pelantikan berlangsung dengan khidmat dan tertib. Para pengurus MPK, OSIM, serta Pimpinan Komisariat IPNU–IPPNU yang terpilih secara resmi dilantik untuk mengemban amanah dan tanggung jawab kepemimpinan selama satu masa abdi ke depan. Selain itu, turut dilantik Panitia Tasyakuran Kelas IX sebagai bagian dari persiapan kegiatan akhir jenjang peserta didik kelas IX.

Kepala MTsN 3 Jombang, Dr. H. Muhammad Masrul, (tautan tidak tersedia), M.Pd.I, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini serta berharap agar para pengurus yang baru dilantik dapat menjalankan tugas dengan penuh integritas, tanggung jawab, dan semangat pengabdian.

Ia menekankan pentingnya organisasi siswa sebagai wadah pembentukan karakter kepemimpinan, kerja sama, dan kedisiplinan.

Kegiatan ini semakin bermakna dengan adanya Apresiasi Siswa Berprestasi, sebagai bentuk penghargaan madrasah kepada peserta didik yang telah mengharumkan nama MTsN 3 Jombang melalui berbagai prestasi akademik maupun nonakademik.

“Apresiasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus berprestasi dan mengembangkan potensi diri,” tutur Masrul, dikutip Telusur.id, Rabu (4/2/2026).

 

Dengan terlaksananya pelantikan dan pemberian apresiasi ini, MTsN 3 Jombang menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan potensi, karakter, dan prestasi peserta didik, sekaligus menumbuhkan generasi yang berakhlak mulia, berdaya saing, dan siap menjadi pemimpin masa depan.

Menurutnya, proses pemilihan yang demokratis dan transparan diharapkan dapat membentuk pemimpin yang berintegritas dan bertanggung jawab. MTsN 3 Jombang berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan potensi dan karakter peserta didik melalui berbagai kegiatan dan program yang bermanfaat.

“Kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran demokrasi yang nyata bagi siswa di lingkungan madrasah. Dengan demikian, diharapkan dapat melahirkan generasi yang unggul dan berprestasi,” katanya.

MTsN 3 Jombang menunjukkan komitmennya dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia, berdaya saing, dan siap menjadi pemimpin masa depan melalui kegiatan pelantikan pengurus MPK dan OSIM, serta apresiasi siswa berprestasi.

Indonesia Catat Sejarah sebagai Negara Pertama dengan Properti di Mekah dan Madinah

0

JAKARTA, TELUSUR.ID – Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI) Nasaruddin Umar mengungkapkan bahwa Indonesia akan mencatat sejarah sebagai negara pertama yang memiliki properti di dua kota suci Islam di Arab Saudi, yakni Mekah dan Madinah.

Kepemilikan properti ini dilakukan melalui rencana pembangunan Kampung Haji Indonesia untuk menunjang pelayanan dan penampungan jemaah haji asal Tanah Air.

Rencana strategis ini disampaikan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto saat bertemu dengan para tokoh agama Islam di Istana Negara pada Selasa, 3 Februari 2026.

Dalam pertemuan itu, Presiden menegaskan bahwa hingga kini belum ada negara lain yang memperoleh kesempatan serupa dari pemerintah Arab Saudi.

“Kita negara yang pertama diberikan kesempatan untuk membeli properti yang ada di Kota Mekah dan Madinah. Tidak ada satu negara pun yang mendapatkan hal seperti ini selain di Indonesia,” ujar Nasaruddin dikutip Telusur.id, Rabu (4/2/2026).

Menurut Nasaruddin, keistimewaan tersebut tidak terlepas dari hubungan erat antara Presiden Prabowo dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman. Kedekatan hubungan bilateral ini dinilai menjadi faktor penting yang membuka peluang strategis bagi Indonesia.

Ia menambahkan bahwa dengan relasi yang baik tersebut, Indonesia mendapat akses untuk memperoleh lahan yang sangat potensial bagi pembangunan Kampung Haji di kawasan sekitar Masjidil Haram. Hal ini menjadi keuntungan besar mengingat ketatnya regulasi kepemilikan properti di wilayah dua kota suci.

“Alhamdulillah karena Bapak Presiden mempunyai hubungan yang dekat dengan, sehingga diberikan kesempatan. Dan kita sudah mendapatkan lahan yang cukup luas,” kata Menag.

Nasaruddin memaparkan bahwa Kampung Haji Indonesia di Mekah direncanakan berdiri di atas lahan seluas sekitar 60 hektare dengan jarak sekitar 1-3 kilometer dari Masjidil Haram. Lokasi tersebut dinilai sangat ideal untuk mendukung mobilitas dan kenyamanan jemaah haji Indonesia.

Dengan demikian, Indonesia diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan haji dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi jemaah haji asal Tanah Air.

Kemensos dan BGN Siapkan Makan Bergizi Gratis untuk Lansia Usia 75 Tahun ke Atas

0

JAKARTA, TELUSUR.ID – Kementerian Sosial (Kemensos) dan Badan Gizi Nasional (BGN) saat ini sedang mematangkan rencana Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk lansia. Program ini direncanakan akan menyasar lansia yang berusia 75 tahun ke atas dan tinggal sendirian.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepala BGN, Prof Dadan, untuk mematangkan rencana ini.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Kepala BGN, Prof Dadan, untuk mematangkan rencana makan bergizi gratis untuk lansia yang usianya di atas 75 tahun dan tinggal sendirian,” kata Gus Ipul di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/2/2026) dikutip Telusur.id.

Gus Ipul menjelaskan bahwa pihaknya kini tengah melakukan pendataan di daerah. Setelah itu, data akan diserahkan ke BGN untuk dieksekusi.

“Jadi di SPPG yang ada di sekitar itu juga nanti melayani lansia dan penyandang disabilitas sesuai dengan data yang kami miliki atau data yang kami serahkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan memulai dengan pelatihan-pelatihan terlebih dahulu. Namun, sebelum pelatihan selesai, ia akan menggunakan tenaga-tenaga yang akan mengirimkan makanan ke rumah-rumah lansia dan penyandang disabilitas.

“Anggarannya nanti kita jadikan satu di BGN, sementara kami menyiapkan yang mengantarkan, yang merawat,” kata Gus Ipul.

Dengan demikian, Kemensos hanya melakukan pendataan dan mengantarkan data kepada BGN, sedangkan BGN yang akan mengeksekusi program ini.

Gus Ipul memastikan bahwa anggaran untuk MBG lansia ini akan ditangani oleh BGN. Pihaknya hanya bertanggung jawab untuk melakukan pendataan dan pengantaran data.

Gus Ipul berharap adanya program ini dapat meningkatkan kualitas hidup lansia yang berusia 75 tahun ke atas dan tinggal sendirian. Program ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi negara lain dalam menangani masalah lansia.

Kemensos dan BGN berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas hidup lansia dan penyandang disabilitas melalui berbagai program dan kegiatan yang bermanfaat. Dengan kerja sama yang baik, diharapkan program ini dapat berjalan dengan lancar dan efektif.

Kemanunggalan TNI Dan Masyarakat Sudah Terlihat Saat Pra TMMD Reguler Ke – 127

0

Wonogiri, TelusuR.ID – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-127 Tahun 2026 Kodim 0728/Wonogiri direncakana akan resmi dibuka pada tangal 10 Februari 2026 mendatang, namun demikian untuk lebih mengoptimalkan hasil yang dicapai, Komandan Kodim 0728/Wonogiri Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihahuan memerintahkan anggotanya untuk terlebih dahulu melaksanakan Pra TMMD.

Rabu (4/2/2026), secara resmi kegiatan Pra TMMD yang berada di Desa Kembang, Kecamatan Jatipurno dimulai. Kemanunggalan Anggota Kodim 0728/Wonogiri bersama dengan masyarakat setempat tampak terlihat saat mengerjakan sasaran fisik.

Dandim menyampaikan, untuk menyukseskan pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) regular Ke-127 di Desa Kembang, Kecamatan Jatipurno di awali dengan pelaksanaan Pra TMMD, yang dimaksudkan untuk memaksimalkan pencapaian target TMMD yang telah dijadwalkan serta untuk menghasilkan kegiatan yang berkualitas.

Dandim mengungkapkan, TMMD merupakan wujud nyata aksi gotong-royong masyarakat yang dilakukan secara bersinergi antara TNI, Polri, Pemerintah daerah dan rakyat. Dimana, kegiatan tersebut dilaksanakan semata-mata untuk membangun desa dan membuat masyarakat mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

“Kemanunggalan rakyat dalam membangun diwujudkan melalui kegiatan TMMD yang dilakukan secara sinergi antara TNI, Polri dan Pemerintah Daerah, serta masyarakat sebagai ujung tombak,” pungkasnya.

(Agus Kemplu)

Babinsa Laksanakan Pendataan Ibu Hamil dan Balita, Dukung Kesehatan Masyarakat

0

Sragen,TelusuR.ID – Pelda Jumarno Babinsa Koramil 18/Kalijambe Kodim 0725/Sragen menginisiasi kegiatan pendataan ibu hamil dan balita di seluruh wilayah binaan, sebagai bagian dari upaya bersama dalam mendukung program kesehatan masyarakat dan memastikan kelompok rentan mendapatkan perhatian yang layak, Selasa (03/02/2026).

Pendataan yang dilakukan secara terarah dan terpadu bersama petugas kesehatan desa serta kader Posyandu ini bertujuan untuk mencatat data lengkap mengenai jumlah ibu hamil beserta usia kehamilan, serta kondisi balita mulai dari kelahiran hingga usia lima tahun. Setiap rumah tangga yang memiliki anggota keluarga dalam kelompok tersebut dikunjungi secara langsung oleh tim yang dibentuk, guna memastikan akurasi data dan mendapatkan informasi terkini.

Selama proses pendataan, Pelda Jumarno juga memberikan edukasi singkat kepada keluarga mengenai pentingnya pemeriksaan rutin untuk ibu hamil dan imunisasi lengkap bagi balita. Selain itu, Ia juga mendata kendala yang dihadapi oleh keluarga, seperti akses terbatas ke fasilitas kesehatan atau kesulitan dalam mendapatkan makanan bergizi, yang kemudian akan dilaporkan kepada pihak terkait untuk mendapatkan solusi yang tepat.

“Pendataan ini menjadi dasar bagi kita untuk menyusun langkah-langkah berikutnya dalam membantu masyarakat. Dengan mengetahui secara jelas siapa saja yang membutuhkan dukungan, kita bisa bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan tidak ada satu pun ibu hamil atau balita yang terlewatkan dari layanan kesehatan,” jelas Jumarno.

Petugas kesehatan desa yang turut berpartisipasi menambahkan bahwa data yang terkumpul akan menjadi referensi penting dalam menyusun jadwal kunjungan rumah dan kegiatan Posyandu selanjutnya. Kader masyarakat juga turut membantu dalam mengidentifikasi keluarga yang perlu didatangi, sehingga proses berjalan lebih lancar dan menyeluruh.

(Agus Kemplu)

HIPPI Jombang Minta Pemkab Jombang Prioritaskan Kebutuhan Riil Rakyat dalam APBD 2026

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Kabupaten Jombang mengimbau Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang agar lebih arif dan berpihak pada kebutuhan riil rakyat dalam penyusunan serta pengalokasian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026.

Ketua HIPPI Jombang, Maulana Syahiduzzaman, SE, MM, menekankan pentingnya refleksi mendalam sebelum pemerintah daerah menetapkan skala prioritas anggaran. Menurutnya, setiap rupiah APBD harus benar-benar menjawab persoalan masyarakat, bukan sekadar menggugurkan daftar proyek.

“Perlu ada perenungan bersama. APBD itu uang rakyat, maka penggunaannya harus menyentuh kebutuhan yang paling mendesak,” ujar Maman sapaan karibnya, dikutip Telusur.id Selasa (3/2/2026).

Maman juga menyoroti rencana alokasi anggaran untuk 12 proyek strategis daerah, salah satunya pembangunan Penerangan Jalan Umum (PJU) di kawasan industri Kecamatan Kabuh dan Tapen, wilayah utara Sungai Brantas, dengan nilai anggaran sekitar Rp2,03 miliar dari APBD 2026.

Menurutnya, apabila proyek tersebut memang diarahkan untuk mendukung kawasan industri, maka pendanaannya tidak semestinya sepenuhnya dibebankan kepada APBD.

“Kalau orientasinya industri, masih ada opsi lain. Dana Corporate Social Responsibility (CSR), Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat, atau bantuan dari pemerintah provinsi bisa dimaksimalkan,” tuturnya.

Pemanfaatan dana CSR, lanjut Maulana, akan jauh lebih tepat, sehingga APBD dapat difokuskan pada sektor-sektor yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat luas, khususnya di wilayah yang infrastruktur dasarnya masih tertinggal.

Ia mencontohkan ruas jalan Mojoagung–Mojolegi yang di sekitarnya dipenuhi aktivitas industri dan pabrik. Menurutnya, pembangunan maupun perbaikan infrastruktur di kawasan tersebut sangat memungkinkan dibiayai melalui kontribusi CSR perusahaan.

“Dengan nilai Rp2 miliar lebih, dana itu bisa dialihkan untuk memperbaiki jalan-jalan lain yang kondisinya masih rusak dan lebih dibutuhkan warga,” ujarnya.

Maulana menekankan pentingnya alokasi APBD pada kebutuhan rakyat karena Pemerintah pusat melakukan potongan dana transfer. Oleh karena itu, pihaknya berharap Pemkab Jombang dapat lebih bijak dalam mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan masyarakat.

iSTTS Bekali Jurnalis Etika AI Lewat Bootcamp Intensif

0

SURABAYA, TELUSUR.ID – Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (iSTTS) memfasilitasi puluhan jurnalis dari Surabaya dan Sidoarjo dalam Bootcamp Artificial Intelligence for Journalist, Selasa (3/2/2026).

Pelatihan tersebut dirancang untuk memperkuat pemahaman praktis kecerdasan buatan sekaligus menjaga integritas dan etika jurnalistik di tengah derasnya adopsi teknologi AI di ruang redaksi.

Kepala Humas iSTTS Surabaya, Mas Rara Dwi Yanti Handayani, mengatakan pemanfaatan AI di dunia jurnalistik tidak bisa dihindari, namun perlu dibarengi pemahaman etika dan tanggung jawab profesi.

 

“AI bisa membantu jurnalis bekerja lebih cepat dan efisien, tetapi akurasi, verifikasi, dan nurani tetap berada di tangan manusia,” ujar Mas Rara Dwi dikutip Telusur.id.

Bootcamp ini menghadirkan pemateri dari kalangan akademisi dan praktisi AI. Dr. Lukman Zaman, S.Kom., M.Kom. membedah generative AI, prompt engineering, serta pemanfaatannya untuk konten multimedia dan visual.

“Dengan AI, jurnalis dapat mempercepat proses pengolahan data dan meningkatkan kualitas konten,” katanya.

Prof. Dr. Ir. Esther Irawati Setiawan, S.Kom., M.Kom., yang juga Google Expert dan Lead Organizer GDG Surabaya, mengulas social network analysis, multimodal AI, serta tantangan etika di era kecerdasan buatan.

“Jurnalis harus memahami cara kerja AI dan batasannya agar dapat menggunakan teknologi ini secara efektif,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. Ir. Yosi Kristian, S.Kom., M.Kom. memaparkan machine learning dan computer vision yang mulai banyak digunakan dalam pengolahan data visual dan investigasi digital.

“Dengan teknologi ini, jurnalis dapat mempercepat proses pengolahan data dan meningkatkan akurasi informasi,” katanya.

Berbeda dari pelatihan berbasis teori, bootcamp ini mengusung pendekatan hands-on learning. Peserta diminta membawa laptop untuk langsung mencoba pemanfaatan AI, mulai dari penyusunan prompt, pengolahan data, hingga simulasi penggunaan AI dalam kerja jurnalistik sehari-hari.

Direktur Rumah Literasi Digital, Andika Ismawan, menyebut pelatihan ini sebagai respons konkret atas tantangan baru dunia jurnalistik di era kecerdasan buatan.

“AI tidak bisa diposisikan sebagai pengganti jurnalis. Teknologi ini adalah alat bantu yang harus dikendalikan dengan literasi, etika, dan kesadaran dampak,” tuturnya.

Ia menambahkan, kolaborasi dengan Institut STTS menjadi langkah strategis untuk mempertemukan keunggulan akademik dengan kebutuhan praktis insan pers di lapangan.

“Jurnalis hari ini dituntut cepat, tetapi tetap akurat. Tanpa literasi digital yang memadai, AI justru bisa menjadi sumber kesalahan baru,” tandasnya.

Seluruh peserta memperoleh sertifikat “Introduction to Generative AI” sebagai pengakuan kompetensi dasar. Sertifikat ini diharapkan menjadi bekal awal bagi jurnalis untuk beradaptasi dengan ekosistem media digital yang terus berubah.

Dengan demikian, Institut STTS menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang responsif terhadap dinamika industri dan AI Campus.

Kampus ini tidak hanya mencetak talenta teknologi, tetapi juga mengambil bagian dalam menjaga kualitas informasi publik dengan membekali jurnalis keterampilan AI yang etis, akurat, dan bertanggung jawab.