TELUSUR.ID : Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) semakin dekat, dan salah satu nama yang santer disebut-sebut sebagai calon Rais Aam PBNU adalah KH Kafabihi Mahrus, pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo.
Menurut Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon, KH Imam Jazuli, KH Kafabihi adalah figur yang sangat kompeten untuk mengemban amanah sebagai Rais Aam PBNU.
Kiai Imam menyebutkan beberapa alasan mengapa KH Kafabihi sangat layak untuk menjadi Rais Aam PBNU. Pertama, beliau memiliki kedalaman epistemologi yang luar biasa, terutama dalam bidang fiqh dan usul fiqh.
KH Kafabihi adalah representasi murni dari transmisi keilmuan yang tidak terputus (isnad) dan memiliki ketajaman dalam metodologi istinbath al-hukm (pengambilan keputusan hukum).
Kedua, KH Kafabihi memiliki integritas moral yang sangat kuat. Beliau dikenal sebagai pribadi yang zuhud dan tidak terpengaruh oleh kepentingan duniawi. Sikap zahidan ini sangat penting dalam menjaga marwah organisasi agar tidak terseret dalam pragmatisme politik pendek atau kepentingan transaksional.
Ketiga, Lirboyo sebagai episentrum kultural dan struktural NU sangat strategis dalam mendukung kepemimpinan KH Kafabihi. Lirboyo adalah “pabrik” pencetak ulama dan memiliki jaringan alumni yang luas di seluruh Indonesia.
“Memilih KH Kafabihi berarti menyambungkan kembali kabel struktural PBNU dengan basis kultural paling organik di Indonesia,” tutur Kiai Imam Jazuli dalam keterangannya dikutip Telusur.id, Kamis (5/2/2026).
Keempat, KH Kafabihi memiliki visi strategis yang sangat kuat dalam memahami internal dan eksternal NU. Beliau mampu berdialog dengan dunia luar, baik pemerintah maupun Ormas Islam lainnya, tanpa kehilangan identitas kesantriannya. Kemampuan membaca tanda-tanda zaman ini memastikan NU tetap menjadi pemain kunci dalam diplomasi Islam moderat.
Dengan demikian, Kiai Imam menilai bahwa KH Kafabihi adalah sosok yang sangat tepat untuk menjadi Rais Aam PBNU. Beliau memiliki perpaduan sifat aliman, faqihan, zahidan, serta dukungan basis massa Lirboyo yang tak tertandingi.
Dengan kepemimpinan KH Kafabihi, NU akan kembali menjadi payung teduh umat yang memiliki jangkar kuat untuk menghadapi badai zaman.



