TelusuR.ID

Beranda blog Halaman 129

Salurkan Dana Desa untuk Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat, Pemkab Jombang Siapkan Rp 112 Miliar

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) resmi memulai tahapan penyaluran dana desa tahun anggaran 2026.

Agenda ini ditandai dengan sosialisasi dan launching penyaluran Alokasi Dana Desa (ADD) serta Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) di Pendopo Kabupaten Jombang.

Bupati Jombang Warsubi mengapresiasi transformasi status desa di Jombang yang berkembang pesat. Sejak tahun 2020, Jombang telah terbebas dari status desa tertinggal. Pada tahun 2025, mayoritas desa di Jombang telah menyandang status Desa Mandiri.

Pemkab Jombang mengalokasikan anggaran sebesar Rp112.727.664.600 untuk ADD pada tahun 2026. Anggaran ini untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan desa, pembangunan desa, pemberdayaan masyarakat, dan penanganan bencana.

Selain itu, Pemkab Jombang juga menyalurkan bagian dari hasil pajak daerah dan retribusi daerah kepada desa sebesar Rp30.244.600.000 dan Rp1.922.319.306. Dana ini untuk memperkuat kapasitas desa dalam menjalankan fungsi pemerintahan dan pembangunan.

Bupati Warsubi menekankan agar dana tersebut dikelola secara transparan dan akuntabel. “Besarnya anggaran ini harus diimbangi dengan pengelolaan yang tertib. Perencanaan harus matang dan pelaporan harus tepat waktu,” tegasn Warsubi, Jumat 6 Februari 2026 dikutip Telusur.id.

Kegiatan ini juga menjadi momentum pemberian penghargaan bagi desa-desa berprestasi di tahun 2025. Desa Gajah (Kec. Ngoro) meraih Juara I Penyusunan APBDes Tercepat.

Dengan demikian, Pemkab Jombang berharap agar dana desa dapat digunakan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.

Pemkab Jombang Dukung Penuh Jamaah NU Ikuti Mujahadah Kubro di Malang

0

JOMBANG, TELUSUR.ID : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang fasilitasi ribuan jamaah Nahdlatul Ulama (NU) yang akan mengikuti Mujahadah Kubro PWNU Jawa Timur di Stadion Gajayana, Kota Malang.

Rombongan jamaah dari Jombang akan diberangkatkan langsung oleh Bupati Jombang, H. Warsubi, dari Pendopo Kabupaten Jombang pada Sabtu malam.

PIC Rombongan PCNU Kabupaten Jombang, H. Basaroddin Saleh, mengungkapkan bahwa Pemkab Jombang tidak hanya memfasilitasi pelepasan jamaah, tetapi juga memberikan berbagai dukungan teknis dan logistik untuk menunjang kelancaran serta kenyamanan jamaah selama mengikuti kegiatan Mujahadah Kubro.

Kata dia, dukungan Pemkab Jombang berupa penyediaan fasilitas di lokasi kegiatan, seperti dapur umum untuk melayani kebutuhan konsumsi jamaah, tim kesehatan lengkap dengan ambulans, serta toilet portabel.

“Pemkab menyiapkan dapur umum, tim kesehatan, ambulans, dan toilet portabel di lokasi Mujahadah Kubro,” ujar H. Basaroddin Saleh dikutip Telusur.id, Jumat (6/2/2026).

Sinergi antara PCNU Kabupaten Jombang dan Pemkab Jombang menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah daerah terhadap kegiatan keagamaan warga NU.

“Kami sangat mengapresiasi perhatian dan dukungan Pemkab Jombang,” imbuh H. Basaroddin Saleh.

Ribuan jamaah NU dari Jombang akan berangkat menggunakan 11 unit bus serta puluhan kendaraan roda empat.

H. Basaroddin Saleh berharap, dengan dukungan penuh dari Pemkab Jombang, seluruh jamaah dapat mengikuti Mujahadah Kubro dengan aman, tertib, dan khidmat.

“Mudah-mudahan perjalanan lancar, kegiatan berjalan khusyuk, dan seluruh jamaah kembali ke Jombang dengan selamat serta membawa keberkahan,” pungkasnya.

Jacob Ereste : Pengorbanan dan Kepahlawanan Kaum Pergerakan Dalam Narasi Kesaksian Padapotan Lubis

0

Jacob Ereste :
Pengorbanan dan Kepahlawanan Kaum Pergerakan Dalam Narasi Kesaksian Padapotan Lubis

TelusuR.ID – Saya sungguh terkejut, sedih dan terpana membaca pemberitaaan meninghal sahabat aktivis Padapotan Lubis yang sejak awal dikenal setelah reformasi 1990 — sekitar tahun 2000 — dia sungguh akrab dengan Monalisa Misjan yang juga lebih jago orasi pada masa itu. Karenanya Padapotan Lubis dan Monalisa Misjan kerap menyambangi Posko kami di Klinik Hikum Merdeka besutan Benny Akrbar Fatah yang telah terlebih dahulu bersemayam du surga beberapa tahun silam.

Itulah kenangan indah bersama Padapotan Lubis yang memiliki pemikiran tajam dan radikal tentang berbagai hal yang acap menjadi topik perbincangan antara kami dalam berbagai kesempatan. Dalam budaya diskusi yang terjadi dengan Padapotan Lubis, aku memperoleh kesan dia satu diantara sedikit sahabat yang patuh dan taat untuk mendengar pendapat hingga argumen setiap lawan bicaranya. Sehingga aku sendiri semakin diyakinkan bahwa untuk lebih banyak belajar mendengar itu merupajan bagian dari prasyarat utama bidaya diskusi yang sehat. Kecuali itu — sebagai penulis — aku semakin percaya bahwa kemampuan mendengar itu akan lebih baik daripada kemampuan berbicara. Apalagi ditengah budaya untuk menyampain pendapat secara lisan semakin ketat dan penuh jebakan dipasang untuk mengkererangkeng siapa saja yang dianggap kritis dan vokal menikamkan kritik ke berbagai arah pada mereka yang merasa memiliki otoritas kekuasaab untuk bertindak semena-mena terhadap siapa saja yang dianggap semacam duri atau batu sandung seakan menjadi perintang untuk bersikap serta bertindak sesuka hatinya sendiri.

Pada pososi saya dan Padapotan Lubis — serta sejumlah kawan aktivis pergerakan lainnya — berada yang acap dikatakan oleh banyak pihak sebagai oposisi dari pemerintah. Padahal, sikap km kriyis dan keritik yang kami lakukan seoenuhnya murni untuk mengaksentuasikan suara rakyat yang mendambakan perbaikan, baik dalam kerangja struktur maupun pada wujud kultur dari pihak manapun, utamanya dari bilik pemerintah berikut aparatur pelaksananya di tingkat lapangan.

Kisaran tahun 2005 dan seterusnya, Padapotan Lubis lebih dikenal sebagai aktivis Guntir 49. Sebuah rumah di Jl. Guntur No. 49 Jakarta yang diwakafkan oleh seorang tokoh Partai Sosialis Indonesia, pasangan Subadio Sastrosatomo – Mr. Hj. Rsden Ayu Maria Ulfah Santoso hingga bangunan beserta lokasinya itu disebut sebagai “Rumah Perjuangan Rakyat”, karena memang diperuntukkan bagi aktivis bergiat serta melakukan berbagai aktivitas yang berkaitan dengan perjuangan untuk rakyat.

Di tempat inilah — Padapotan Lubis leboh dikenal sebagai pengelola gedung yang pada saat awalnya penuh dengan koleksi buku yang berklas dan sangat berkualitas, untamanya untuk memperkaya serta memlerluas wawasan dan pengetahuan politik tidak hanya sebatas pra kemerdekaan Indonesia semata. Agaknya, di tempat inilah pemiliran dan pandangan politik serta kebangsaan Indonesia Padapotan Lubis semakin taham dan matang. Setidaknya, fanatisme Padapotan Lubis — jika terlibat stau dilibatkan dalam suatu acara, selalu ingin melantunkan nyanyian “Padamu Negri” karya Raden Kusbini telah menjadi lagu wajib yang ditetapkan oleh pemerintah pada tahun 1960, namun acap kali diabaikan.

Padapotan Lubis sekalu mengesankan tulus dan ikhlas melayani semua keperluan para aktivis yang hendak menggunakan “Rumah Kedaukatan Rakyat” inilah kiprah Padapotan Lubis jadi semakin neluas dan jembar memiliki jaringan hampir di seluruh pelosok tanah air. Setidaknya bagi aktivis dari berbagai daerah yang datang ke Jakarta, dapat dipastikan ketika itu –antars tahun 2003 hingga 2015 — pasti singgah di Guntur 49 — sebagai tempat yang pernah menjadi ikon bagi kalangan aktivis di tanah air — identik dengan “maskas besar” kaum perherakan di Indonesia ketika itu. Pertautannya dengan aktivis senior Prof. Dr. Sti Bintang Pamungkas terkesan mendapat tempat tersendiri. Bahkan pada babak berikutnya, Padapotan Lubis relatif mendapat tempat yang cukup istimewa di ProDem Indonesia besutan dokrer Hariman Siregar yang terkenal sebagai aktivis mahasiswa sejak aksi besar 15 Januari 1974 — hingga disebur Malari (Malapetaka 15 Januari 1974) yang tetap eksis dengan beragam kegiatannya melakukan pekerjaan encerahan untuk generasi muda fi Indonesia, wabil khusus bagi kalangan mahasiswa Indonesia sampai sekarang.

Berita wafatnya aktivis Padapotan Lubis yang saya peroleh Kamis siang, 5 Februari 2026 dari Muhammad Nur Lapong yang memposting lewat whatsapp — karena kurang kengkap informasinya — sempat mengungkit emosi kemarahan ala aktivis yang telah terjalin dalam rasa ikatan persaudaraan yang kental — melalui pertanyaan yang meliputi 5W + 1H. Sebab hasrat untuk ikut melayat dan memberi pengjormatan terakhir terhadap segenap dedikasi dan kipranya sebagai aktivis, tak hanya patut dan pantas dilakukan, tapi juga perlu dikukuhkan sebagai bagian dari budaya solidaritas pertemanan, persaudaraan, setidaknya begitulah perhatian maupun penghormatan minimal yang dapat diekspresikan oleh sesama aktivis, kalau pun kelak pada acara 40 harinya tidak dapat diterbitkan sebuah buku kenangan yang ditulis oleh masing-masing aktivis yang merasa memiliki kenangan indah yang berkesan untuk meredakan rasa sesal — atau bahkan kesal — semasa interaktif bersama almarhum yang terlanjur menjadi kenangan. Paparan ini pun adalah ekpresi pribadi yang perlu diingkapkan, sebagai bagian dari pertanda penghargaan serta penghormatan pada almarhum yang telah mengisi celah kosong perjuangan bersama dalam membela demi dan untuk kepentingan rakyat. Minimal dalam narasi serupa inilah, hakekat kepahlawanan bagi seorang yang bergelar sebagai kaum pergerakan, jauh lebih nyaman dan tenteram, meski tidak disemayamkan di taman makam aktivis pejuang sejati untuk rakyat.

Sifat dan sikap kesederhanaan Padapotan Lubis tidak hanya tercermin dari rokok lintingnya yang terasa berat dan keras, tapi juga dari tutur katanya yang tak pernah hendak menggunjingkan seorang kawan pun, kecuali dengan musuh politiknya yang nyata berseberangan secara ideologis dan mengancam rakyat. Terakhir kali jumpa, dia mengakui telah menyisih tinggal di Karawang bersama anak dan istrinya. Nyaris setahun menahan kangen ingin jumpa dengan aktivis yang memiliki kesedernaan yang khas ini, pun tak lagi penah mendapatkan momen untuk bersua. Meskipun biasanya ia selalu hadir pada berbagai acara yang dikakukan oleh kaum pergerakan. Termasuk di forum buruh maupun mahasiswa. Dan rasa kehilangan seorang sahabat setia yang bersahaja, sungguh terasa dan terkesan seperti pengalaman yang tidak mungkin terelakkan.

Teluk Naga, 5 Februari 2026

Dandim Boyolali Hadiri Penutupan Seminar di Ponpes Darusy Syahadah, Tegaskan Komitmen Kebangsaan

0

Boyolali, TelusuR.ID – Komandan Kodim (Dandim) 0724/Boyolali Letkol Inf Dhanu Anggoro Asmoro, S.E., menghadiri kegiatan penutupan Seminar dan Peningkatan Kemampuan Menuju Pondok Pesantren Darusy Syahadah Mandiri, Berkelanjutan serta Bebas Intoleransi, Radikalisme dan Ekstremisme Mengarah pada Terorisme. Kegiatan tersebut digelar di Pondok Pesantren Darusy Syahadah, Gunungmadu, Dukuh Gumukrejo, Desa Kedunglengkong, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali, Rabu (05/02/2026).

Seminar yang diselenggarakan oleh Densus 88 AT ini diikuti kurang lebih 500 peserta dan telah berlangsung selama empat hari. Kegiatan tersebut menjadi wujud sinergi antara aparat keamanan dan lembaga pendidikan keagamaan dalam memperkuat wawasan kebangsaan serta mencegah berkembangnya paham intoleransi dan radikalisme di lingkungan pesantren.

Ketua Yayasan Yasmin, Ustadz Mustaqim Safar, M.Pd., menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan dengan baik. Ia menegaskan bahwa komitmen pondok pesantren adalah terus berkontribusi bagi kemajuan NKRI melalui pendidikan dan taklim. Menurutnya, proses membangun bangsa membutuhkan kesabaran, konsistensi, dan kerja sama semua elemen.

Sementara itu, Kadensus 88 AT Jawa Tengah Brigpol Sentot Setiyadi, S.I.K., M.I.K., mengapresiasi Ponpes Darusy Syahadah sebagai salah satu pondok pesantren besar dan tertua yang mampu mengikuti kegiatan seminar dengan penuh semangat. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen bangsa dalam menjaga persatuan dan kesatuan.

Lebih lanjut disampaikan harapan agar para santri tetap istiqomah dalam menuntut ilmu dan beribadah, serta mampu menjadi generasi yang produktif dan kreatif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pasca kegiatan ini, diharapkan tidak ada ruang bagi intoleransi, radikalisme maupun ekstremisme yang mengarah pada terorisme.

Usai penutupan seminar, kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan bazar produk hasil pelatihan peserta sebagai bentuk pemberdayaan santri. Selain itu, dilakukan pula penanaman bibit secara simbolis bantuan dari Kementerian Pertanian RI di lahan pertanian pondok pesantren bersama para tamu undangan, sebagai langkah nyata mendukung kemandirian dan ketahanan pangan pesantren.

(Agus Kemplu)

Karim : Mimpi Warga Desa Kembang Akan Segera Terwujud Berkat TMMD Reguler 127Karim : Mimpi Warga Desa Kembang Akan Segera Terwujud Berkat TMMD Reguler 127Karim : Mimpi Warga Desa Kembang Akan Segera Terwujud Berkat TMMD Reguler 127

0

Wonogiri, TelusuR.ID – Masyarakat di Desa Kembang, Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri, menanggapi positif adanya program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-127 Kodim 0728/Wonogiri yang akan dilaksanakan di Desa mereka.

”Kami warga Desa Kembang sudah lama bermimpi sejumlah jalan di desa kami dibangun dengan konstruksi cor beton. Hingga akhirnya mimpi itu terwujud berkat adanya TMMD dari Kodim Wonogiri,” ungkap Karim, salah satu masyarakat Desa Kembang. Kamis (4/2/2026).

Karim menambahkan bahwa program TMMD ini akan sangat membantu masyarakat dan luar biasa. “TMMD ini akan sangat membantu masyarakat dan sangat luar biasa, selain itu dengan adanya program TMMD di Desa kami maka sinergitas dari TNI Polri dan Pemerintah Daerah secara bersama-sama dengan masyarakat bergotong royong dalam pengerjaannya,” ujarnya.

Untuk itu, mewakili seluruh warga Desa Kembang, Karim mengucapkan banyak terimakasih kepada jajaran TNI AD Kodim Wonogiri yang telah membangun berbagai sasaran fisik bagi warga Desa Kembang.

Dansatgas TMMD Ke-127 Kodim 0728/Wonogiri, Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihahuan, menyambut baik tanggapan positif dari warga Desa Kembang. “Kami sangat senang dan merasa dihargai atas program TMMD yang akan dilaksanakan di desa Kembang.

Tanggapan positif dari warga merupakan motivasi bagi kami untuk memberikan yang terbaik dalam pelaksanaan program TMMD,” ujarnya. Ia berharap program TMMD ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Kembang.

(Agus Kemplu)

Babinsa Bantu Masyarakat Perbaiki Rumah Untuk Hunian yang Lebih Baik

0

Sragen, TelusuR.ID – Personel Bintara Pembina Desa Babinsa dari Koramil 15/Gemolong Kodim 0725/Sragen Serma Sri Widodo kembali menunjukkan dedikasi dalam membantu masyarakat dengan memperbaiki rumah bagi keluarga yang membutuhkan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hunian dan memberikan rasa aman serta nyaman bagi warga, Kamis (05/02/2026).

Dalam kesempatan tersebut Serma Sri Widodo bekerja sama dengan tokoh masyarakat dan warga untuk melakukan renovasi rumah milik Bp. Suwito.
“Kami merasa memiliki tanggung jawab untuk membantu saudara-saudara kita yang memiliki keterbatasan dalam memperbaiki rumah. Selain memperkuat tali silaturahmi dengan masyarakat, kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata dari tugas Babinsa dalam membina dan melayani masyarakat,” ujar Widodo yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Keluarga penerima bantuan Bp. Suwito menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas bantuan yang diberikan, mengaku merasa sangat terbantu dan berharap kegiatan positif seperti ini dapat terus berlanjut.

Kegiatan perbaikan rumah oleh Babinsa menjadi salah satu program rutin yang dilakukan secara berkala guna mendukung pembangunan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah kerja masing-masing.

(Agus Kemplu)

Rapat Paripurna DPRD, Bupati Jombang Setujui Raperda Desa/Kelurahan Sadar Hukum

0

JOMBANG, TELUSUR.ID : Bupati Jombang, Warsubi, secara resmi menyatakan persetujuannya terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Inisiatif DPRD tentang Desa/Kelurahan Sadar Hukum.

Hal ini disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Jombang yang dipimpin oleh Ketua DPRD Jombang, Hadi Atmaji, di ruang rapat paripurna DPRD pada Kamis (5/2/2026).

Rapat Paripurna tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Jombang, Salmanudin, beserta jajaran pimpinan dan anggota DPRD, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Agus Purnomo, serta Kepala OPD di lingkup Pemerintah Kabupaten Jombang. Dalam penyampaian Pendapat Akhirnya, Bupati menekankan pentingnya sinergi antara eksekutif dan legislatif yang telah terjalin sejak dimulainya pembahasan pada November 2025 lalu.

Bupati menyampaikan penghargaan atas kerja keras seluruh fraksi dalam mencermati substansi regulasi ini. Raperda ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi masyarakat di hadapan hukum. Raperda ini juga berfungsi sebagai instrumen pengendali sosial (social control) yang bertujuan untuk menciptakan keadilan dan keberimbangan sosial.

Rancangan peraturan daerah ini sebagai regulasi yang mampu meningkatkan norma hukum di semua lapisan masyarakat agar tercipta kesadaran dan kepatuhan hukum, mengubah pola relasi masyarakat terhadap hukum, dari yang semula cenderung pasif menjadi lebih aktif dan partisipatif.

Bupati Warsubi juga mengingatkan agar substansi Perda tetap selaras dengan administrasi tingkat provinsi. Merujuk pada surat Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur mengenai hasil fasilitasi dari Pemprov Jatim, Bupati menegaskan pentingnya keselarasan regulasi.

Menutup pendapat akhirnya, Bupati Jombang secara tegas memberikan lampu hijau untuk penetapan aturan tersebut menjadi produk hukum daerah yang sah. “Bismillahirrohmanirrohim, kami sepakat dan setuju bahwa Rancangan Peraturan Daerah tentang Desa/Kelurahan Sadar Hukum, untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya.

Rapat Paripurna kemudian diakhiri dengan penandatanganan berita acara persetujuan bersama antara Bupati Jombang dengan jajaran pimpinan DPRD Jombang. Dengan demikian, Raperda Desa/Kelurahan Sadar Hukum dapat segera ditetapkan menjadi Peraturan Daerah yang sah.

Penetapan Raperda ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran hukum masyarakat dan menciptakan keadilan di Kabupaten Jombang. Bupati Warsubi berharap bahwa regulasi ini dapat menjadi landasan bagi pembangunan masyarakat yang lebih sejahtera dan berkeadilan.

Gubernur Khofifah Tinjau Kesiapan Stadion Gajayana Jelang Mujahadah Kubro 1 Abad NU

0

MALANG, TELUSUR.ID : Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau kesiapan Stadion Gajayana Kota Malang jelang dilaksanakannya rangkaian kegiatan Mujahadah Kubro 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU).

Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan gelaran Mujahadah Kubro 1 Abad NU yang akan dilaksanakan pada 7-8 Februari 2026 berjalan aman dan nyaman bagi para Nadhliyin yang akan hadir dari berbagai daerah di Indonesia.

Gubernur Khofifah memastikan kesiapan sarana dan prasarana utama, termasuk pengaturan alur jamaah, aksesibilitas, hingga aspek keamanan dan kenyamanan para peserta.

“Insya Allah Bapak Presiden Prabowo Subianto direncanakan akan hadir. Dan diperkirakan lebih seratus ribu warga Nahdliyin juga akan menyatu di sini. Sehingga sebagai tuan rumah, kita ingin para tamu bisa nyaman dan aman selama berjalannya acara,” kata Khofifah, dikutip Telusur.id, Kamis (5/2/2026).

Selain meninjau Stadion Gajayana, Gubernur Khofifah juga meninjau titik-titik yang akan dijadikan tempat transit jamaah. Antara lain Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur di Jalan Kawi, Kota Malang, serta sejumlah SMA dan SMK negeri yang disiapkan sebagai lokasi transit peserta.

Pemprov Jawa Timur mendukung penuh pelaksanaan Mujahadah Kubro ini dan memastikan semua kesiapan harus sudah dalam kondisi siap dan aman.

“Mujahadah Kubro ini adalah ikhtiar batiniah yang sangat penting. Kita berharap doa-doa yang dipanjatkan bersama dapat menguatkan ikhtiar lahiriah dalam mewujudkan Jawa Timur dan Indonesia yang aman, damai, serta penuh keberkahan,” ungkap Khofifah.

Momentum 1 Abad NU menjadi pengingat atas kontribusi besar NU dalam menjaga persatuan, merawat kebangsaan, serta menghadirkan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin di tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Gubernur Khofifah mengapresiasi sinergi yang terbangun antara PWNU Jawa Timur, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta seluruh pemangku kepentingan. Sinergi inilah yang menjadi kunci agar Mujahadah Kubro 1 Abad NU dapat berlangsung dengan lancar, tertib, aman, dan khidmat.

Dengan demikian, diharapkan Mujahadah Kubro 1 Abad NU dapat membawa keberkahan bagi Jawa Timur, bagi NU, dan bagi Indonesia secara keseluruhan.

“Alhamdulillah Bapak Presiden Insya Allah direncanakan akan hadir. Semoga Mujahadah Kubro ini membawa keberkahan bagi Jawa Timur, bagi NU, dan bagi Indonesia secara keseluruhan,” pungkas Khofifah.

MAN 3 Jombang Raih Dua Kejuaraan Nasional dalam Kompetisi ALEPO 2026

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menggelar kompetisi ALEPO (Al Arabiyah Festival Expo) 2026, sebuah ajang kompetisi yang tidak hanya menjadi wadah bagi pelajar tingkat menengah untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam bahasa Arab, tetapi juga sebagai ruang aktualisasi dan apresiasi.

Kompetisi ini digelar pada 30-31 Januari 2026 dan diikuti oleh berbagai sekolah menengah atas (SMA/MA) dari seluruh Indonesia.

MAN 3 Jombang menjadi salah satu sekolah yang berhasil menunjukkan kemampuan mereka dalam kompetisi ini. Sekolah ini berhasil meraih dua kejuaraan tingkat nasional sekaligus, yaitu Juara 1 Lomba Baca Kitab yang diraih oleh Dana Diyaksa Kelas XI dan Juara 2 Lomba Khitobah yang diraih oleh Azra Addhiyaul Haq Kelas XI.

Prestasi ini tidak datang secara kebetulan, melainkan hasil dari kerja keras dan dedikasi siswa-siswa MAN 3 Jombang. Pembinaan intensif dan iringan doa dari guru dan orang tua juga menjadi faktor penting dalam kesuksesan ini.

Yantini, salah satu guru pembina MAN 3 Jombang, mengungkapkan rasa syukurnya atas prestasi yang diraih oleh siswa-siswanya.

“Alhamdulillah, kami kembali mendapat kesempatan untuk mendampingi siswa berkompetisi hingga berhasil meraih prestasi. Semoga capaian ini dapat menginspirasi dan memperkuat eksistensi MAN 3 Jombang di tingkat Nasional,” ungkap Yantini dikutip Telusur.id Kamis (5/2/2026).

Kepala MAN 3 Jombang, Sutrisno, juga menyampaikan rasa syukurnya atas prestasi yang diraih oleh siswa-siswanya. “Capaian ini bukan hanya sekedar prestasi. Tetapi ini adalah bukti nyata komitmen MAN 3 Jombang dalam mencetak generasi unggul yang berakhlak, berilmu, dan berdaya saing,” tegasnya.

Sutrisno juga menambahkan bahwa MAN 3 Jombang optimis akan terus melahirkan prestasi-prestasi yang gemilang di masa depan. “Ke depan, MAN 3 Jombang optimis akan terus melahirkan prestasi-prestasi yang gemilang,” ujarnya.

Dengan demikian, MAN 3 Jombang telah menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi yang unggul dan berdaya saing. Semoga prestasi ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan di masa depan.

KH Kafabihi Mahrus: Sosok yang Tepat untuk Jadi Rais Aam PBNU?

0

TELUSUR.ID : Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) semakin dekat, dan salah satu nama yang santer disebut-sebut sebagai calon Rais Aam PBNU adalah KH Kafabihi Mahrus, pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo.

Menurut Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon, KH Imam Jazuli, KH Kafabihi adalah figur yang sangat kompeten untuk mengemban amanah sebagai Rais Aam PBNU.

Kiai Imam menyebutkan beberapa alasan mengapa KH Kafabihi sangat layak untuk menjadi Rais Aam PBNU. Pertama, beliau memiliki kedalaman epistemologi yang luar biasa, terutama dalam bidang fiqh dan usul fiqh.

KH Kafabihi adalah representasi murni dari transmisi keilmuan yang tidak terputus (isnad) dan memiliki ketajaman dalam metodologi istinbath al-hukm (pengambilan keputusan hukum).

Kedua, KH Kafabihi memiliki integritas moral yang sangat kuat. Beliau dikenal sebagai pribadi yang zuhud dan tidak terpengaruh oleh kepentingan duniawi. Sikap zahidan ini sangat penting dalam menjaga marwah organisasi agar tidak terseret dalam pragmatisme politik pendek atau kepentingan transaksional.

Ketiga, Lirboyo sebagai episentrum kultural dan struktural NU sangat strategis dalam mendukung kepemimpinan KH Kafabihi. Lirboyo adalah “pabrik” pencetak ulama dan memiliki jaringan alumni yang luas di seluruh Indonesia.

“Memilih KH Kafabihi berarti menyambungkan kembali kabel struktural PBNU dengan basis kultural paling organik di Indonesia,” tutur Kiai Imam Jazuli dalam keterangannya dikutip Telusur.id, Kamis (5/2/2026).

Keempat, KH Kafabihi memiliki visi strategis yang sangat kuat dalam memahami internal dan eksternal NU. Beliau mampu berdialog dengan dunia luar, baik pemerintah maupun Ormas Islam lainnya, tanpa kehilangan identitas kesantriannya. Kemampuan membaca tanda-tanda zaman ini memastikan NU tetap menjadi pemain kunci dalam diplomasi Islam moderat.

Dengan demikian, Kiai Imam menilai bahwa KH Kafabihi adalah sosok yang sangat tepat untuk menjadi Rais Aam PBNU. Beliau memiliki perpaduan sifat aliman, faqihan, zahidan, serta dukungan basis massa Lirboyo yang tak tertandingi.

Dengan kepemimpinan KH Kafabihi, NU akan kembali menjadi payung teduh umat yang memiliki jangkar kuat untuk menghadapi badai zaman.