TelusuR.ID

Beranda blog Halaman 128

Demi Kemajuan Desa Dan Kesejahteraan Rakyat, Pra TMMD Reguler 127 Kodim 0728/Wonogiri Dikebut

0

Wonogiri, TelusuR.ID – Kemanunggalan prajurit TNI dari Kodim 0728/Wonogiri bersama masyarakat Desa Kembang Kecamatan Jatipurno, dengan penuh semangat tanpa menghiraukan teriknya panas maupun hujan patut diapresiasi.

Mereka tetap semangat bergotong royong mengebut membangun sasaran fisik yang berada di desa mereka yang menjadi sasaran program TMMD Reguler ke-127 Tahun 2026. Sabtu (7/2/2026).

Percepatan proses pengerjaan sasaran fisik yang dilakukan anggota satgas Pra TMMD Kodim 0728/Wonogiri itu, salah satu bentuk wujud kemanunggalan TNI dan Rakyat.

Rasa bangga dan penuh haru dari Komandan Kodim 0728/Wonogiri Letkol Inf Rodrcho Ivan Pattihahuan diberikan kepada masyarakat desa Kembang yang turut bahu membahu membantu pelaksanaan program Pra TMMD Reguler ke-127 Kodim 0728/Wonogiri.

Tanpa dukungan dan bantuan dari masyarakat, kata dia, tentunya Pra TMMD ini tidak akan berhasil.

Selain itu, ucapan terima kasih dari Sriyono selaku Kasi Kesra mewakili masyarakat kepada prajurit TNI yang melaksanakan pra TMMD di desa Kembang.

“Kami mengucapkan terima kasih yang setinggi tingginya kepada bapak bapak TNI yang berlangsung dalam pra TMMD ini. Semoga apa yang akan dan telah dinerikan kepada kami dapat bermanfaat bagi rakyat dan bernilai agama,” tandas Sriyono.

(Agus Kemplu)

Pemkab Jombang Lepas Keberangkatan 1500 Jemaah Mujahadah Kubro menuju Malang

0

JOMBANG, TELUSUR.ID : Pemerintah Kabupaten Jombang melepas keberangkatan sekitar 1500 jemaah Mujahadah Kubro 1 Abad Masehi Nahdlatul Ulama (NU) menuju Stadion Gajayana, Kota Malang. Pemberangkatan dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Jombang pada Sabtu malam.

Bupati Jombang Warsubi secara resmi melepas keberangkatan rombongan jemaah Mujahadah Kubro. Turut hadir dalam acara tersebut Sekda Agus Purnomo, Rais Syuriah PCNU Jombang KH. Achmad Hasan, serta kepala OPD terkait lingkup Pemkab Jombang.

Bupati Warsubi menyampaikan rasa syukur atas Ridho Allah SWT sehingga seluruh jemaah dari Kabupaten Jombang dapat berkumpul untuk mengikuti kegiatan Mujahadah Kubro. Ia berharap seluruh jemaah mengikuti kegiatan dengan penuh keikhlasan, niat ibadah yang lurus, serta menjaga kekompakan dan kebersamaan.

Keberangkatan rombongan jemaah Mujahadah Kubro ini merupakan wujud khidmah, kecintaan, dan komitmen warga Nahdliyin dalam menjaga tradisi spiritual, memperkuat jam’iyah, serta memantapkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah.

Bupati Warsubi berpesan agar seluruh jemaah tetap tertib, khidmat, saling menjaga, dan senantiasa membawa nama baik organisasi NU serta Kabupaten Jombang. Ia juga berharap kegiatan ini dapat semakin memperkuat sinergi antara ulama dan umaro dalam membangun umat dan daerah.

 

Pemberangkatan rombongan jemaah Mujahadah Kubro ini ditandai dengan pengucapan doa dan pengibaran bendera pemberangkatan. Dinas Perhubungan Kabupaten Jombang melaporkan bahwa ada 47 kendaraan yang membawa rombongan jemaah Mujahadah Kubro. Bupati Warsubi berdoa agar seluruh jemaah diberikan kelancaran, keamanan, dan keselamatan selama perjalanan hingga kembali ke Jombang dalam keadaan sehat wal afiat.

DPD IWOI Jombang Dan SMKN 2 Jombang Dorong Pelajar Kritis Hadapi Arus Informasi Digital

0

JOMBANG,TelusuR.ID — Di tengah derasnya arus informasi digital, kemampuan pelajar untuk memilah berita yang benar menjadi kebutuhan penting. Kesadaran inilah yang mendorong Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Wartawan Online Indonesia (DPD IWOI) Kabupaten Jombang hadir di SMKN 2 Jombang melalui Workshop Jurnalistik Go To School (GTS), Sabtu (7/2/2026).

Sebanyak 75 siswa kelas X hingga XII tampak antusias mengikuti kegiatan yang sejak awal dirancang tidak hanya mengenalkan dunia jurnalistik, tetapi juga menumbuhkan sikap kritis terhadap informasi yang mereka konsumsi setiap hari, khususnya dari media digital dan media sosial.

Kegiatan diawali dengan suasana khidmat melalui menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne IWOI. Dalam kegiatan tersebut, panitia menghadirkan dua narasumber kompeten di bidang jurnalistik dan media. Narasumber pertama, Agus Pamuji,yg juga Ketua DPD IWOI Jombang menyampaikan materi tentang Dasar-Dasar Jurnalistik dan Etika Media.

Sementara itu, narasumber kedua, Kang Zefin, menyampaikan materi Praktik Liputan dan Produksi Berita. Pada sesi ini, peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik langsung terkait teknik liputan, pengambilan data di lapangan, hingga proses produksi berita sederhana.

Ketua DPD IWOI Jombang, Agus Pamuji, dalam sambutannya mengajak para pelajar untuk tidak sekadar menjadi pengguna informasi, melainkan mampu berpikir jernih dan bertanggung jawab sebelum menyebarkan berita.

“Pelajar hari ini adalah generasi digital. Kritis, cermat, dan beretika dalam bermedia adalah kunci agar tidak mudah terjebak hoaks,” pesannya.

Dukungan juga datang dari pihak sekolah. Kepala SMKN 2 Jombang, Ibu Amiroh, S.Kom., M.Kom., menyambut baik workshop tersebut dan mengapresiasi materi jurnalistik yang dinilai sangat relevan dengan kebutuhan siswa saat ini.

Dalam sesi materi, peserta diajak mengenal dasar-dasar jurnalistik, etika media, hingga teknik penulisan berita. Tak hanya teori, para siswa juga diajak praktik simulasi peliputan. Dari sini, mereka belajar bahwa sebuah berita tidak cukup hanya menarik, tetapi juga harus akurat dan berimbang.

Salah satu peserta, Anggi Pratama, siswa kelas XI, mengaku mendapatkan banyak pemahaman baru dari kegiatan tersebut. “Selama ini saya sering baca berita di media sosial tanpa tahu proses pembuatannya. Dari workshop ini saya jadi paham pentingnya cek fakta dan tidak asal membagikan informasi,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Annisa R, siswi kelas X, yang merasa praktik jurnalistik membuatnya lebih berani berpikir kritis. “Ternyata menulis berita itu ada aturannya. Kita harus jujur, lengkap, dan tidak memihak. Ini jadi pelajaran penting buat saya,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, DPD IWOI Jombang berharap para pelajar dapat tumbuh menjadi agen literasi media di lingkungan sekolah dan sekitarnya. Lebih dari itu, mereka diharapkan mampu menjadi benteng awal dalam melawan penyebaran informasi palsu di masyarakat.

Di ruang kelas SMKN 2 Jombang pagi itu, jurnalistik tak sekadar menjadi materi pelajaran, melainkan jendela bagi pelajar untuk memahami arti penting kebenaran di tengah hiruk-pikuk dunia digital.

Jacob Ereste : Prof. Dr. Indira Santi Kertabudi Menyambangi GMRI : Ekoteologi Bagian dari Diplomasi Spiritual Yang Semakin Mendesak

0

Jacob Ereste :
Prof. Dr. Indira Santi Kertabudi Menyambangi GMRI : Ekoteologi Bagian dari Diplomasi Spiritual Yang Semakin Mendesak

JAKARTA,TelusuR.ID – Sahabat dan kerabat GMRI (Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia) Prof. Dr. Indira Santi Kertabudi dari Lemhannas (Lembaga Ketahanan Nasional) Reoublik Indonesia berkenan menyambangi Sektetariat GMRI di Jl. Ir. H. Juanda No. 4 A, Jajarta Pusat, Jum’at 6 Februari 2026. Analisis Kebijakan Madya ini juga Ketua Umum Yayasan Swastisvarna periode 2022-2027. Dan sebagai akademisi, Bunda Indiri, begitu sapaan akrab para sosok sktivis yang sunggguh padat dan banyak kegiatannya ini, terkesan tidak permsh mengeluh dan lelah. Ia nyaris selalu tampil dalam berbagsi even penting nasional.

Sebagai Profesor ahli tentang kebijakan, Indira Santi Kertabudi kengakui jenjang karier ditempuhnya mulai dari karier politik sebagai lurah di kampungnya dalam usia yang masih relatif muda, seusai menamatkan studi tingjat sarjana hingga terus melaju dan melesat sampai sekarang terbilang orang penting di Lemhannas yang kini tengah bersiap untuk mengusung paparan tentang Criminal System Justice di Thailand demgan berbasis artificial intelligence dalam waktu dekat. Karena itu dia merasa pwrlu mempunyai banyak bekal untuk program sumith tersebut agar dapat memuliki nilai-nilai spiritual yang lebih berbobot dari Wali Spiritual Nusantara, Sri Eko Sriyanto Galgendu.

Menurut Sri Eko Sriyanto, saran terbaik yang perlu diusung ke dunia internasional sekarang adalah ekoteologi spiritual yang berbasis agama untuk keselamatan manusia. Karena itu, dimensi spiritual perlu dikedepankan untuk dapat menjadi penuntun umat manusia di bumi yang harus saling menjaga sekaligus membawa kedamaian demi dan untuk seluruh umat manusua, tanpa kecuali.

Itulah menurut Sri Eko Sriyanto Galgendu tema penting yang terkait erat dengan program GMRI yang tengah mempersiapkan program besar melakukan diplomasi spiritual ke berbagai negara untuk memperkenalkan potensi besar bangsa dan negara Indonesia yang dapat memberi manfaat maksimal bagi kemaslahatan bersama, seperti yang tampak tengah diperjuangkan juga oleh Presiden Prabowo Subianto dalam berbagai kebijakan yang dilakukannya dalam berbagai kunhungan keluar negeri. Itulah sebabnya diplomasi spitual yang kini harus segera dibangun dan dilakukan untuk memperkuat posisi strategis bangsa dan negara Indonesia dalam geopolitik dunia, tandas Wali Spiritual Nusantara saraya meyakinkan bahwa eketeologi semakin relevan dalam program diplomasi spiritual yang semakin penting dan semakin terasa mendesak untuk dilakukan.

Esensinya ekoteologi itu sendiri terkait dengan studi antara agama dan lingkungan hidup, mendorong semua agama untuk mrmahami dan berinterajsi dengan alam, serta memposisikan nilai-nilai spiritual — yang ditegakkan oleh tiga pilar utamanya, yaitu etika, moral dan akhlak mulia manusia sebagai khalifah di muka bumi — harus dapat menjadi penjaga kebersamaan harmoni hidup dalam kesadaran satu bumi. Karena itu, peran spiritual — yang mengusung nilai-nilai etika, moral dan akhlak mulia manusia harus menjadi pedoman bagi perilaku manusia terhadap lingkungan dengan kesadaran sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.

Hadir juga dalam acara diskusi informal GMRI ini Gus Indra dan Gus Dibyo sebelum maupun seusai makan bersama dengan menu khas RM. Ayam Ancuur berikut sambalnya yang khas dan pedas membuat rasa kangen yang selalu menggoda untuk kembali menikmatinya. Lalu acsrs pemberian “Kitab MA HA IS MA YA” yang juga memuat do’s spesial untuk sang Profesor asli Banten ini pun menjadi pamungkas acara penutup pada sore yang cerah, Jakarta tidal hujan seperri biasa saat menjelang sore. Meski begitu, toh Jakarta lalu lintas Jakarta tetap macet dan tersendat. Merayap.

 

Pecenongan, 6 Februari 2026

Tanamkan Cinta Tanah Air Sejak Dini, Babinsa Ngemplak Sambangi TK Mutiara Hati

0

Boyolali,TelusuR.ID – Dalam upaya menanamkan wawasan kebangsaan dan cinta tanah air sejak usia dini, Babinsa Koramil 11/Ngemplak Kodim 0724/Boyolali Sertu Waluyo bersama Serda Rahmad dan Bhabinkamtibmas setempat melaksanakan patroli sekaligus komunikasi sosial (komsos) di TK Mutiara Hati, Desa Dibal, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, (07/02/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momen edukatif yang penuh keceriaan. Para Babinsa berinteraksi langsung dengan anak-anak, memperkenalkan profesi Tentara Nasional Indonesia (TNI) khususnya Angkatan Darat, serta menjelaskan secara sederhana tugas dan tanggung jawab TNI, termasuk peran Babinsa di wilayah binaan. Anak-anak tampak antusias mendengarkan dan berani menjawab pertanyaan yang diberikan.

Sertu Waluyo menjelaskan bahwa pendidikan Taman Kanak-kanak merupakan jenjang awal sebelum anak memasuki Sekolah Dasar (SD) dan menjadi fase penting dalam membentuk karakter serta kesiapan belajar anak. “Sebagai Babinsa, kami memiliki kewajiban untuk menjaga silaturahmi dan berinteraksi langsung dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk sekolah TK yang ada di wilayah binaan,” ujarnya.

Selain itu, para Babinsa juga memperkenalkan pakaian dinas lapangan (GAMAD) yang dikenakan prajurit TNI AD. Melalui pengenalan tersebut, diharapkan anak-anak dapat memahami dan menghormati profesi TNI sejak dini. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dan rakyat, sekaligus mempererat hubungan antara aparat kewilayahan dengan masyarakat, khususnya dunia pendidikan.

(Agu Kemplu)

Bocah Meninggal Bunuh Diri, William Nuwa Wea : Peristiwa itu Sebagai Tragedi Kemanusiaan

0

JAKARTA, TELUSUR.ID – Kasus bunuh diri bocah 10 tahun, Yohannes Bastian Soga (YBS), di Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), telah menjadi keprihatinan publik. Tokoh pemuda NTT di Jakarta, William Yani Wea, menyebut peristiwa itu sebagai tragedi kemanusiaan.

“Ini tragedi kemanusiaan,” Willy sapaa karibnya, dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Telusur.id, Sabtu (7/2/2026).

Menurut Willy, apa yang terjadi di Ngada itu adalah peristiwa yang memilukan. Seorang bocah rela mati demi tidak menyusahkan ibunya karena kemiskinan. Willy berharap kejadian tragis seperti ini tidak terjadi lagi, baik di NTT maupun di wilayah Indonesia lainnya.

Willy juga menegaskan bahwa pemerintah mempunyai kewajiban untuk menyelenggarakan pendidikan gratis berkualitas. Tidak ada beban biaya apa pun kepada siswa maupun wali siswa. Apalagi, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang digalakkan pemerintah.

Willy juga menyoroti adanya pungutan biaya Rp1,2 juta oleh sekolah yang dibebankan kepada Yohannes. Padahal, Yohannes bersekolah di sekolah negeri yang seharusnya tidak ada pungutan biaya apa pun.

Kasus bunuh diri Yohannes ini terungkap setelah ditemukan surat yang ia tulis sebelum bunuh diri. Dalam surat itu, Yohannes meminta ibunya untuk tidak menangis dan merindukannya. Ia juga menulis bahwa ia tidak ingin menyusahkan ibunya.

Faktor kematian Yohannes ini diduga karena kemiskinan dan kesulitan ekonomi yang dialami oleh keluarganya. Ayah kandung Yohannes meninggal ketika dia masih dalam kandungan, dan ibunya harus menafkahi lima anak sendirian.

Kasus ini menjadi perhatian publik dan menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana pemerintah dapat membantu masyarakat miskin untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka, termasuk pendidikan.

Babinsa Peduli Kemajuan Umat, Cor Halaman Masjid dan Buat Saluran Air

0

Sragen, TelusuR.ID – Serma Sumartana Babinsa Desa. Guworejo Koramil 02/Karangmalang Kodim 0725/Sragen menginisiasi kegiatan pembangunan dengan mengecor halaman Masjid dan membuat saluran air pembuangan di sekitar area masjid di Dukuh Jimbar Desa Guworejo Kecamatan Karangmalang,Jum’at (06/02/2026). Tindakan ini menunjukkan kepedulian terhadap fasilitas ibadah dan kenyamanan masyarakat yang melaksanakan ibadah serta beraktivitas di sekitar lokasi.

Masjid Nur Hidayah merupakan pusat aktivitas keagamaan dan sosial masyarakat desa Guworejo. Namun, halaman masjid yang sebelumnya berupa tanah liat sering menjadi lumpur saat hujan, membuatnya sulit bagi jamaah untuk bergerak. Selain itu, tidak adanya saluran air yang memadai menyebabkan genangan air yang mengganggu kebersihan area sekitar masjid.

“Banyak jamaah yang mengeluhkan kondisi halaman masjid, terutama saat musim hujan atau setelah salat berjamaah. Kami merasa perlu membantu memperbaiki kondisi ini agar masjid menjadi tempat yang nyaman dan layak untuk beribadah serta berkumpul,” ungkap Sumartana yang mengkoordinir kegiatan ini.

Selain mengecor halaman yang luas sekitar 120 meter persegi, Babinsa dan warga juga membuat saluran air pembuangan yang menghubungkan area masjid dengan saluran utama di desa Guworejo. Hal ini diharapkan dapat mengatasi masalah genangan air dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar masjid.

(Agus Kemplu)

PW GP Ansor Jatim Jalin Kerja Sama dengan UPN ‘Veteran’ untuk Kuatkan SDM Kader

0

SURABAYA, TELUSUR.ID – Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor Jawa Timur, H. Musaffa Safril, melakukan kunjungan silaturahmi dan audiensi strategis dengan Rektor Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur, Prof. Akhmad Fauzi. Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi antara GP Ansor Jawa Timur dan perguruan tinggi negeri dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM) kader Ansor.

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas peluang sinergi strategis, termasuk penguatan SDM kader Ansor melalui akses beasiswa pendidikan, peningkatan kapasitas akademik dan kepemimpinan pemuda, serta kerja sama riset dan pengabdian kepada masyarakat.

Musaffa Safril menegaskan bahwa investasi pada pendidikan kader merupakan kebutuhan mendesak bagi organisasi kepemudaan yang ingin berperan aktif dalam pembangunan bangsa.

Menurutnya, UPN “Veteran” Jawa Timur dikenal sebagai kampus yang lahir dari sejarah perjuangan dan konsisten menanamkan nilai bela negara dalam pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat.

Kata dia, nilai tersebut sejalan dengan GP Ansor yang sejak awal berdiri memposisikan kadernya sebagai garda terdepan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Pancasila, dan persatuan bangsa.

Musaffa Safril juga menekankan bahwa kaderisasi Ansor pada hakikatnya adalah proses pembentukan warga negara yang memiliki kesadaran kebangsaan dan tanggung jawab bela negara.

“Karena itu, kolaborasi dengan kampus bela negara seperti UPN “Veteran” Jawa Timur dinilai sangat strategis untuk melahirkan kader muda yang unggul secara intelektual, matang secara kepemimpinan, dan kokoh secara ideologis,” tutur Musaffa dalam keterangannya dikutip Telusur.id, Jumat (6/2/2026).

Rektor UPN “Veteran” Jawa Timur, Prof. Akhmad Fauzi, menyambut baik inisiatif kerja sama tersebut dan menegaskan komitmen UPN sebagai kampus bela negara untuk membuka ruang kolaborasi dengan organisasi kepemudaan.

Pertemuan ini diharapkan menjadi fondasi awal bagi kerja sama berkelanjutan antara PW GP Ansor Jawa Timur dan UPN “Veteran” Jawa Timur dalam mencetak kader muda yang cerdas secara akademik, mandiri secara ekonomi, dan teguh dalam semangat bela negara.

Dengan kerja sama ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas SDM kader Ansor dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.

Tak Hanya Alat Tradisional, Alat Berat Excavator Pun Diturunkan Pada Pra TMMD Di Desa Kembang

0

Wonogiri,TelusuR.ID – Excavator atau di Indonesia lebih populer dengan sebutan beko atau bego. Alat berat ini mempunyai banyak fungsi. Di antaranya memudahkan pekerjaan penggalian.

Pada umumnya alat berat excavator digerakkan dengan tenaga hidrolis mesin diesel dan berjalan di atas kaki roda rantai. Alat berat multifungsi ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam pekerjaan berat. Salah satunya kegiatan Pra TMMD Reguler ke-127 Tahun 2026 di desa Kembang Kec. Jatippurno lantaran sasarannya banyak memerlukan pengerjaan menggunakan alat berat. Jumat (6/2/2026).

Komandan Kodim 0728/Wonogiri Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihahuan melalui Pasiter Kapten Inf Jumadi mengatakan, tujuan dari penggunaan alat berat (Excavator) adalah untuk memudahkan Prajurit TNI AD dan masyarakat sekitar dalam mengerjakan pekerjaannya, sehingga hasil yang diharapkan dapat tercapai dengan lebih Optimal dan waktu lebih singkat.

“Penggunaan alat berat dalam Pra TMMD ke-127 merupakan bukti nyata dari keseriusan Kodim 0728/Wonogiri dalam mendukung pembangunan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. TNI berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dan menyediakan sarana yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan Bersama,” tandas Dandim

(Agus Kemplu)

Gubernur Khofifah Targetkan Rasio Elektrifikasi 100 Persen di Jatim

0

TELUSUR.ID – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menargetkan capaian rasio elektrifikasi 100 persen di Jawa Timur dengan menyiapkan program pemasangan listrik gratis bagi 3.400 rumah tangga miskin (RTM) di berbagai kabupaten/kota pada tahun 2026. Program ini merupakan bentuk intervensi nyata pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat kurang mampu.

Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa anggaran sebesar Rp7,89 miliar dari APBD Tahun Anggaran 2026 telah dialokasikan untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.

Anggaran ini digunakan untuk pembiayaan Bantuan Instalasi dan Sambungan Rumah (IRSB) yang dilaksanakan oleh PT PLN (Persero), serta pemberian token listrik senilai Rp300.000 bagi setiap penerima manfaat.

Token listrik ini dapat digunakan hingga sekitar enam bulan pemakaian awal, sehingga masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya. Calon penerima bantuan akan diusulkan melalui mekanisme identitas penerima IRSR dan harus memenuhi kriteria sebagai rumah tangga miskin yang belum berlistrik, namun berada di wilayah yang telah terjangkau jaringan listrik PT PLN (Persero).

Penerima bantuan instalasi rumah dan sambungan listrik juga akan memperoleh masa pemeliharaan selama satu tahun. Pemprov Jatim bersama pihak terkait akan melakukan monitoring dan evaluasi untuk memastikan manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat.

Program pemasangan listrik gratis ini tersebar di sejumlah daerah, antara lain Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, Kabupaten Blitar, Kabupaten Kediri, Kabupaten Malang, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, serta Kabupaten Probolinggo.

Dengan intervensi ini, Gubernur Khofifah optimistis target 100 persen rasio elektrifikasi di Jawa Timur dapat segera terwujud sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat miskin.

Gubernur Khofifah berharap program ini dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat Jawa Timur, terutama bagi mereka yang masih belum memiliki akses listrik.

Pemprov Jatim akan terus memantau dan mengevaluasi pelaksanaan program ini untuk memastikan bahwa manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat.